FATE
Chapter II
Chanyeol and Baekhyun, this is Genderswitch!
Previous Chapter
Chanyeol melirik jam tangannya "mau makan siang bersama?" tawar chanyeol, baekhyun menatap bosnya dengan tatapan bingung "tidak usah terimakasih tuan park, aku harus segera kembali" "ah sudah ada janji dengan yang special" oh chanyeol pertanyaan apa itu, apa kau berusaha mengetahui baekhyun sudah mempunyai pasangan atau belum? "anda benar tuan park" gadis tu tersenyum "tunangan saya" sambungn ya, chanyeol terkesiap, tapi tetap berusaha tersenyum professional "tentu, sampaikan salamku pada pria beruntung itu" baekhyun menganggukan kepalanya
Chanyeol menatap kepergian gadis itu, "ah sayang sekali" gumamnya pelan.
.
.
.
"Sebentar Gyuri-ah, kau bilang mommy baekhyun sudah mempunyai tunangan sebelumnya?"tanya salah satu pria yang sedang duduk sambil menyandarkan punggungnya pada sebatang pohon,
"ne" Gyuri mengangguk bersemangat, "seingatku mommy pernah bercerita kalau sebelum menikah dengan daddy ia memang sudah memiliki tungangan Oppa"
"Aihh Hyung ! jangan memotong cerita orang" laki – laki lainnya menginterupsi ucapan yang paling tua, sementara yang lainnya hanya menganggukan bahu, terlihat sekali bahwa ia penasaran, namun wajah pendiamnya cukup untuk mengelabui kedua teman dihadapannya ini
"Gyuri-ah, ceritakan semuanyaa~ jeball~ eung~" Gyuri tertawa pelan atas tingkah oppa nya yang satu ini, bagaimana mungkin pria yang lebih tua darinya satu tahun ini ber-aegyo dihadapannya
"Yak ! Yak ! berhenti aegyo begitu!"itu pria pendiam yang berbicara sambil mendengus pelan,
Pria dengan mata besar dan kulit eksotis tadi seketika menutup mulut dan menghentikan aegyo miliknya, "Jadi rancangan seperti apa yang mommy baek berikan pada daddy chanyeol Gyuri-ah?" sambung pria itu
"eungg~" gadis itu menggigit jarinya pelan sambil berfikir
"ah!... kata daddy nama design mommy itu …."
.
.
"Aquatic-Over Bungalows!" ucap baekhyun sambil membalik tubuhnya menghadap chanyeol
"Aquatic-over bungalows?" chanyeol bergumam pelan, lebih seperti pertanyaan saat baekhyun menjelaskan awal sketsanya, gadis manis itu mengangguk pelan
"tapi miss, apa kau lupa… umm … resort?" chanyeol menatapnya penuh heran,
"aku ingat tuan, hanya saja ini adalah sebuah konsep yang sama yang akan diterapkan pada resort anda, saya sempat menghubungi relasi saya yang memang lebih sering mendapat proyek untuk resort atau hotel yang berlokasi di dekat pesisir pantai, ia bilang bahwa kepulauan bora – bora cukup kecil dan salah satu yang paling baik untuk tempat seperti itu adalah konsep Aquatic ini" baekhyun menjeda ucapannya
"dan ini adalah lanskap tanah anda bukan?" baekhyun menunjuk sebuah lanskap tanah dengan pointer miliknya "Disekitar sini akan dibangun resort berlantai 3"
Chanyeol menginterupsi ucapan baekhyun, "hanya 3, mengapa? Aku mampu membangun 5 bahkan 10" gadis manis itu tersenyum, "saya merekomendasikan hanya 3 lantai tuan, saya akan mendesain resort mewah terbaik, berjumlah 49 kamar dan …" baekhyun menggantung suaranya
"10 bungalows yang tepat berada ditengah laut tuan" chanyeol membelalakan matanya, bungalows ditengah laut masih belum masuk dalam nalar chanyeol, "maaf miss byun apakah maksud anda pesisir pantai?"
"tengah laut tuan park, 10 ini akan menjadi yang terbaik diantara 49 lainnya, dan pemandangan yang diberikan adalah lepas samudera hindia, izinkan saya menjelaskannya tuan Park"
Chanyeol memperbaiki posisi duduknya, menatap penuh intens pada slide yang dibuat oleh Baekhyun
"nantinya akan ada 10 bangunan bungalows yang memiliki jarak kurang lebih 15 meter dari pesisir pantai, saya mempelajari bawah laut kepulauan bora bora semalam, disini … jarak 10 – 25 meter dari pesisir pantai masih memiliki pasir dibawahnya, jadi tidak perlu khawatir mengenai terumbu karang atau pembangunan bungalows anda akan merusak kehidupan laut di kepulauan bora – bora Tuan Park"..
chanyeol terdiam, pria itu menyesap sedikit americano miliknya setelah menengarkan penjelasan baekhyun
"katakan aku sedikit kekanakan, namun bagaimana apabila tiba – tiba air pasang atau hal hal yang tidak diinginkan terjadi?" sambung pria itu,
"saya akan membuat tinggi bangunan 15 meter dari permukaan air laut tuan park, anda tidak perlu khawatir mengenai air pasang, karena tinggi air pasang kurang lebih hanya 5 meter, jika yang anda khwatirkan adalah tsunami atau hal lainnya tentu anda tau presentase untuk tsunami di kawasan kepulauan cukup rendah tuan Park, lagipula konsep bungalow yang akan dibangun ini sudah pernah dilakukan oleh salah satu resort hanya saja jaraknya tidak terlalu jauh dari pesisir pantai" baekhyun menjelaskan secara mendetail mengenai pertanyaan chanyeol
Meeting yang mereka lakukan berdua di dalam ruangan chanyeol terkesan santai bahkan lebih seperti seorang yang sedang mengobrol meskipun proyek ini berharga milyaran won, terlihat jelas chanyeol sangat santai dengan kemeja baby blue yang ia sengaja gulung hingga sebatas siku begitu dengan baekhyun, ia merasa seakan bertemu teman lama, ia juga cukup merasa santai karena sesekali ia meminum iced Americano miliknya sambil menjelaskan rancangan awalnya pada chanyeol
"disini akan ada dek untuk yacht, dan jika anda berfikir ruang tidur utamanya berada diatas, anda salah tuan park, disini…" baekhyun mengganti slide nya
Chanyeol tercengang, desain baekhyun benar – benar sempurna, bangunan dua lantai dengan ruang tidur utama berada dibawah permukaan air yang memiliki pemandangan bawah laut
"Seperti yang sudah saya katakan tuan, jarak 10 – 25 meter dari pesisir pantai masih memiliki pasir pantai dibawahnya, tapi tidak dengan 25 meter setelahnya bukan?" baekhyun mengganti slide nya dan menampilkan pemandangan bawah laut yang benar benar menyegarkan mata
"25 meter kedepan dari pesisir pantai bora – bora adalah yang terbaik tuan, kamar tidur ini nantinya akan berbentuk setengah lingkaran dan memakai kaca setebal 35 cm" baekhyun memutar sketsa 3 dimensinya "seperti ini, dan tak perlu khawatir tuan park kaca nya tentu saja bullet-proof"
Chanyeol tecengang, tidak salah wanita ini adalah lulusan terbaik, desainnya dan perhitungannya benar – benar sempurna, chanyeol tersenyum
"awal yang detail dan sempurna, tidak salah kau lulusan terbaik SCI-Arc" chanyeol menepuk tangannya, senyuman baekhyun tercetak jelas diwajahnya "terimakasih tuan"
"aku tunggu yang selanjutnya nona byun" ucap chanyeol sambil menggoreskan sesuatu di kertas miliknya
"pastikan ini tetap confidential, oleh karena itu aku mengadakan meeting berdua denganmu, aku benar- benar jatuh cinta dengan desain milikmu baekhyun-ssi" ucap chanyeol namun matanya masih menulis sesuatu di kertas yang berisi blue print rancangan milik baekhyun, tipikal CEO sekali. Serius.
"hmm sudah jam makan siang, aku akan menawarimu makan siang bersama, apa kau mau? Jika kau menolak lagi maka kau benar – benar melukai perasaanku"
Baekhyun tertawa pelan "tentu aku tidak tuan park, silahkan tentukan tempatnya" baekhyun memberikan senyumnya, senyuman baekhyun yang sedikit tidaknya membuat chanyeol menghangat
"ayo pergi nona" ajak chanyeol pergi dari ruang kerjanya
"setelah anda nona byun" chanyeol membukakan pintu ruang kerjanya, "gentleman" satu kesan sempurna yang baekhyun berikan pada pria muda yang ber status CEOnya ini
Mereka berjalan menuju parkir mobil dengan sedikit bercanda bahkan sesekali membahas tentang rancangan milik baekhyun, dengan sigap pria tampan itu membukakan pintu mobil untuk baekhyun, jangan ditanya bagaimana reaksi baekhyun saat ini, ia malu dan sedikit tersipu oleh perlakuan chanyeol
Chanyeol mengendarai mobilnya pelan, "nona byun kau benar benar tipeku" ucap chanyeol pelan namun matanya fokus terhadap jalan raya, baekhyun terkejut bukan main sebenarnya namun ia berhasil menutupinya, beruntung pria disampingnya ini tidak sedang dalam mode mari-menantikan-reaksi-baekhyun sehingga rona merah pipinya tidak kentara, "aku tersanjung tuan park, terimakasih" jawab baekhyun pelan "tidakkah kau ingin bertanya mengapa" sambung chanyeol, gadis itu mengeleng pelan, "nanti tuan park, mungkin aku akan mengetahuinya"
.
.
.
"Silahkan duduk nona byun" chanyeol menarik satu buah kursi untuk baekhyun, "terimakasih tuan park" gadis berambut abu – abu itu bahkan mulai tersipu oleh hal yang dilakukan oleh chanyeol, sungguh mana ada gadis di dunia ini menolak bila diperlakukan seperti ratu bukan?
"Tuan park, anda mau memesan apa?" tanya baekhyun sambil membuka menu dihadapannya, "aku akan sangat tersanjung apabila kau mau memilihkan menu untukku" pinta chanyeol dengan memberikan senyuman terbaiknya "dan bisakah kau memanggilku Chanyeol, aku rasa usia kita tidak jauh berbeda bukan?" baekhyun mengangguk pelan "baiklah, chanyeol-ssi"
"assa! Bagaimana kalau … teman?" tanya chanyeol sekali lagi, dan setelahnya pria itu tersenyum lebar karena baekhyun mengiyakan ajakan pertemanannya
"bisa saya dapatkan pesanannya nyonya? Tuan?" tanya seorang pramusaji,
"satu seafood pasta, dan … tuan park- maaf maksud saya chanyeol-ssi, kau mau pasta juga?" tawar gadis itu sambil sedikit gugup,
"yang mana saja yang menurutmu baik … baekhyun.. umm … nie" ucapan chanyeol yang benar – benar membuat baekhyun terdiam, bagaimana bisa pria dihadapannya yang notabene adalah atasan sekaligus rekan kerjanya memberikkan panggilan itu kepadanya, rasanya aneh menurut baekhyun, namun ia tidak bisa menampik ia juga menyukai panggilan tersebut, terkesan lebih akrab pikirnya
"baiklah, kalau begitu yang ini …" pramusaji mencatat pesanan baekhyun dan chanyeol menatap wanita cantik dihadapannya dengan senyum yang ia sembunyikan
"baekhyun-nie, jika tenderku berhasil maka kau harus ikut denganku mengecek lokasi ke Bora Bora, bisakah?" tanya chanyeol sambil memasukkan pasta kedalam mulutnya
"tentu, aku juga harus menentukan rancangan detail nya bukan chanyeol-ssi"
Mereka menikmati makanan dengan santai, terlihat sekali chanyeol melontarkan candaan kecil hingga membuat baekhyun tersenyum, atau pemandangan chanyeol membantu baekhyun mengambil tissue, atau saat bakehyun kebingungan mencari tempat untuk memindahkan udang di pastanya karena alergi yang dimilikinya, chanyeol yang rela bangun dan pergi ke counter kasir untuk meminta sebuah mangkuk kecil
Chanyeol meletakkan garpunya "ah sepertinya aku akan banyak sekali mengabil waktumu, aku rasa aku harus meminta maaf pada keluargamu karena mengambil putrinya terlalu sering" chanyeol menunjukkan wajah sedihnya yang terlihat seperti candaan
"tidak perlu seperti itu chanyeol-ssi, ibu ayahku di gyeonggi-do, aku sendirian di seoul" jawab baekhyun sambil ikut serta menaruh garpunya, chanyeol meletakkan sebelah tangannya di pipi, pria dengan tinggi kurang lebih 180 cm itu menatap baekhyun lekat dengan satu senyuman manis dari bibir apel miliknya "lalu aku harus meminta maaf juga bukan kepada tunanganmu, bahwa aku mengambil waktumu"
Baekhyun tersadar bahwa ia memang memiliki tunangan –Daehyun- andai ia tidak memiliki tunangan tentu baekhyun akan jatuh ke pesona seorang park chanyeol, pria dihadapannya ini bahkan benar benar boyfriend material, gentleman dan benar – benar memahami seorang wanita, namun ia tetap harus sadar bahwa ia milik Daehyun, ia sudah memantapkan hati dan hidupnya bersama daehyun, jadi ia harus tetap professional bahwa harus tetap menganggap chanyeol atasan dan rekan kerjanya saja
"aku tau ini salah, bahkan aku terlihat seperti pecundang karena …" chanyeol menggantung ucapannya "karena apa?" sambung baekhyun penasaran
Pria itu tersenyum "menyukai seseorang pada pandangan pertama"
.
.
"jadi daddy chan menyukai mommy baek lebih dulu? Daddy park benar – benar keren sekali!" Ucap pria yang berkulit eksotis "bukan begitu hyung?" ia menyenggol bahu pria berwajah dingin yang hanya berbeda 9 bulan, pria itu menganggukan kepalanya pelan
*Kringgg*
"ayo ke kelas, nanti akan aku sambung lagi" ucap gyuri sambil berdiri menghadap kedua teman lelakinya
"ayo, kami akan mengantarkan ke kelas mu" ucap pria berwajah dingin dengan sedikit senyuman
"whoa gyuri, liat siapa yang tersenyum, si wajah datar, whoaaa" ucap si kulit eksotis sambil merangkul bahu gyuri
Wanita satu – satunya dari ketiga orang ini terkikik pelan "tidak perlu oppa, kelasku dekat kok, lagipula setelah ini kelas XII akan ada ujian latihan bukan" ucap gyuri yang masih dalam rangkulan si kulit eksotis
"tak apa ayo"
"ayo Gyu, nanti keburu hyung wajah datar ini marah" si kulit eksotis menyenggol bahu hyung nya sekali lagi
Gyuri tentu sudah tidak dapat mengelak lagi, akhirnya ia pergi ke kelas bersama dengan kedua sahabatnya yang hanya berbeda satu tahun dengannya, kedua anak dengan tinggi yang sama namun kulit dan perawakan berbeda, serta sifat dan peringai berbeda, jika yang satu memiliki sifat supel, mudah bergaul dan easy going, lain halnya dengan yang paling tua diantara mereka bertiga ia cukup pendiam, dingin dan sedikit tertutup.
To be continue
.
.
.
Terimakasih yang sudah menyempatkan baca bahkan me review, yap ini ber-chapter bahkan ber-sequel
Sedikit saya sudah taruh spoiler di chapter ini untuk sequel-nya, semoga sudah bisa menebak yaa…
Review kalian buat saya senyum – senyum sendiri loh, terimakasih ^^
Regards,
Vilay
