Hallo guys kita kembali lagi dan akhirnya ketemu juga di waktu yang sama dan dalam fic yang sama pula juga dan ditambah aku saat ini memang sedang publish fic baru dan juga aku sedang buat chapter dua untuk fanfiction dari anime Shokugeki No Souma ini dan saya mohon maaf apabila di dalam tulisan ada banyak kesalahan ataupun gak kerasa feel apapun tentang cerita ini karena saya bukan ahli tapi meskipun begitu saya sebagai Author mencoba tetap memberikan yang terbaik dan sebisa mungkin meski sedikit ada banyak beberapa kejanggalan dan kalimat kurang rancu ahhhhhh, tapi it's okay because I am just normal human (dasar sok inggris luh) lol :v

P.s : ohhhhhhhh by the way sebentar lagi akhir tahun dan berganti tahun baru yang akan datang dan sudah 2 tahun saya jadi author dan masih dalam keadaan sehat meski sekarang agak sendat untuk update tapi yang penting tidak hiatus tanpa pemberitahuan.

.

...

.

- Kelas Memasak

Sekarang adalah hari pertama dimana Souma diterima di academy ini dan mulai berlayar disana sekarang dan setelah upacara penyambutan kemarin kini character utama kita sedang mengadakan pelajaran tapi ini khusus memasak oleh sebab itu ruangannya sedikit berbeda daripada kelas umumnya.

Dan sama seperti ujian masuk beberapa hari yang lalu ruangan kelas ini sama dengan berbagai macam peralatan khusus memasak yang sangat lengkap dan juga jika dilihat ke belakang ada lemari besar yang penuh dengan macam rempah dan juga bumbu pelengkap.

Yah, ini pertama kali bagi Souma berada di tempat ini untuk memasak karena biasanya dia berada di belakang kedai dapur membantu ayahnya dan ketika dia sudah berada di kelas, Souma mendapat tatapan gak menyenangkan sekali dari murid laki-laki karena kelakuannya tempo hari itu waktu buat rusuh pada saat upacara pembukaan tapi, seperti yang kita tau anak Jouichirou ini hanya cuek bebek saja tak peduli.

Bicara soal apa yang nanti akan dimasak saat pelajaran berlangsung kalau tidak salah Souma dengar pelajaran memasak ini dilakukan oleh dua orang berarti kerjasama tim dan semua pasangan sudah ditentukan sejak awal yah, ini cukup mudah baginya karena sering masak bareng dengan ayahnya.

Souma melihat ke samping dimana partnernya ini yaitu seorang gadis manis, berambut biru gelap, dengan gaya dua kepang ke depan, iris mata warna kuning tampak terlihat gadis itu gemetar gak jelas atau bisa dibilang gugup berlebihan, dan pemalu mungkin? entahlah tapi memang ini adalah partnernya

"Hey, kau!" Souma memanggilnya dan mendapat perhatian gadis itu "kalau tidak salah namamu Todokoro Megumi bukan? tapi apa yang sedang kau lakukan dengan menulis kanji di udara seperti itu?" dia sweatdrop melihat tingkah aneh tadi.

Gadis itu langsung kaget dan panik gak karuan "engggg! ano! itu biar aku menghilangkan rasa gugup dan juga apabila dapat nilai E maka aku akan dikeluarkan" dia sedikit tersenyum kecut ketika tau ini kesempatan terakhirnya karena sudah dapat peringatan dari sekolah karena selalu memiliki nilai rendah.

Yah, itu wajar saja karena dia berasal dari desa yang notabene jarang ada anak seusianya yang ingin ke Tootsuki dan bercita-cita ingin jadi koki hebat terlebih dia orangnya agak pemalu dan juga banyak orang yang dari tempatnya berasal berharap banyak kepadanya jadi apabila gagal maka membuat malu yang lainnya dan itu cukup berat.

Tapi, apa daya kerasnya Academy ini membuatnya cenderung gampang panikan dengan hal sepele hasilnya selama dia belajar Tootsuki ini waktu Smp selalu saja dapat nilai rendah alhasil sekolah melayangkan surat peringatan jika, gagal lagi maka habis sudah ibarat seperti berjalan di atas sebuah tali jika salah langkah maka langsung jatuh.

"Ohhhhh! begitu yah!" Souma hanya mengangguk meski agak kurang faham yah, memang seperti inilah dia "dan juga namaku Yukihira Souma jadi mohon kerja samanya" dia memberi senyuman senang.

"Uhmmmnn!" Megumi hanya mengangguk malu.

Dan tak lama akhirnya sang guru pengajar akhirnya atau bisa dibilang koki ahli juga masuk ke dalam kelas dia adalah seorang yang sudah lewat umur, dengan rambut pirang pendek, dengan tatapan mata yang selalu saja negatif dan orang-orang disini sudah tau siapa dia yah, bernama Rolland Capelle dengan julukan yang tak pernah tersenyum.

Wajar saja jika murid-murid disini berkeringat ketakutan karena guru ini bisa dibilang killer atau gak memiliki sifat yang cukup bagus terhadap murid-murid karena kedisiplinan yang ketat dan tahun lalu juga dia telah mengeluarkan 18 orang karena mendapat nilai E.

tentu saja bagi Megumi ketika melihat guru pengajar itu diam lemas seperti tak ada nyawa karena sudah tau watak guru ini dan sialnya ini adalah hari pertamanya sebagai murid SMA dan sirnalah sudah harapannya untuk menjadi koki terhebat.

"Baiklah, kalian semua disini semua punya tanggung jawab ketika berada di dapur dan memasak makanan yang lezat lalu, ada dua hal yang kalian dapat jika E maka gagal tapi, jika itu A maka lulus" ucap Capelle dengan tatapan mata terlihat seram membuat yang lainnya menelan ludah secara paksa "dan juga tema hari ini adalah Boeuf Borguignon dan untuk berjaga-jaga aku sudah menuliskan resepnya di papan tulis"

"Waktu kalian memasak adalah 2 jam jika sudah selesai maka cepatlah kemari"

"MEMASAK DIMULAI!"

Semuanya langsung bergegas berlarian mencari bahan masakan yang ingin dibuat dan Megumi hanya menarik nafas sangat dalam lalu dikeluarkan dan mencoba untuk tetap tenang dan mempersiapkan agar tak gampang panikan tapi matanya melirik ke arah lelaki berambut merah itu yang tampak biasa saja mungkin skill memasaknya sudah ahli.

"Hmmmmm! masakan dari daging Sapi yah!" Souma mengelus dagunya dan tau tentang masakan itu kalau gak salah berasal dari francis dan dia pernah baca itu dari buku meski bahasanya menyulitkan karena tulisan bahasa Inggris.

"Kau tau itu?" tanya Megumi berharap kepada lelaki itu dan Souma hanya mengangguk.

"Baiklah Megumi kau rebus daging lalu aku akan siapkan beberapa bumbu tambahan lagi" ucap Souma memerintah dan dia berjalan ke arah lemari yang berisi bumbu untuk membuat daging itu

Megumi melakukan apa yang diperintahkan lalu merebus daging itu lalu menunggunya hingga 40 menit agar daging itu empuk tampak matanya melotot dengan aura hitam di sekitarnya tanda bahwa dia sedang dalam mode serius.

'Baiklah, mungkin aku harus ambil piring' ucap Megumi meninggalkan masakannya namun dia tak sadar bahwa ada dua orang iseng atau sengaja memasukan sesuatu ke dalam panci.

Souma telah kembali mengambil beberapa bumbu namun tersadar ada yang aneh dengan panci itu "hey, Megumi apa kau membiarkan tutup panci ini terbuka begitu saja?" dia bertanya kepada gadis itu.

Megumi kembali dan menjawab "tidak kok, maksudku tinggal 30 menit lagi sampai daging itu empuk sempurna"

Souma mendengar tawa dan melihat dua orang di belakangnya melihat ke arah sini dengan senyum menyembunyikan sesuatu jahat dan ketika dia membuka tutup panci melihat sesuatu putih di daging rebus itu.

"Tunggu apa itu?" tanya Megumi melihat hal yang sama juga "apakah itu Terigu?"

Souma menggeleng kepala "bukan ini adalah Garam dan ada yang iseng memasukan itu kesini " dia tau ini adalah ulah mereka lalu memberi glare menakutkan seperti singa dan membuat kedua orang tertawa tadi jadi merinding dan kembali ke urusan mereka.

Tubuh Megumi bergetar panik karena masakan ini seperti bakal gagal "aduh! Ba-bagaimana ini?! ki-kita tak punya waktu banyak lagi" dia tak tau harus berbuat seperti apa lagi karena jika diteruskan bakal berakhir buruk.

Megumi juga berfikir daging ini bakal berakhir dengan rasa tak enak sama sekali dan juga diperburuk lagi dengan waktu yang tersisa tinggal sedikit lagi dan apabila merebus daging yang baru malah akan menghabiskan banyak waktu karena itu cukup lama

'Arrrrghhhhhh! ini benar-benar sangat menyusahkan' teriak Megumi dalam hati sambil memegang kepalanya yang pusing karena banyak mikir dan harapannya untuk terus lanjut belajar jadi sirna.

Souma membawa bahan dan bumbu yang tadi diambil "baiklah, ayo kita mulai memasak"

Gadis berambut biru itu sedikit termenung dengan ucapan tadi "ehhhh?! tunggu dulu Souma-kun, kita sudah tak ada waktu lagi yang tersisa untuk membuat?"

"memang kita agak sedikit ceroboh tadi karena meninggalkan masakan itu tapi..." Souma melepas ikat tangannya lalu memakaikan benda itu ke kepalanya "karena sebagai seorang koki sudah seharusnya menyelesaikan apa yang kita buat meskipun ada kecerobohan itu bukan berarti harus meninggalkan masakan yang belum selesai itu dan menyerah begitu saja"

Megumi sedikit terhenyak dengan apa yang laki-laki ini ucapkan, memang benar dia sangat bodoh sekali karena terlalu cepat menyerah begitu saja padahal waktu masih ada tapi, bagaimana caranya menyelesaikan masakan ini dengan kurun waktu kurang dari 30 menit?.

"Kau potong bagian bahan pelengkap dan campurkan bumbu tambahan tadi setelah aku mengurus dagingnya" ucap Souma memerintah tampak tatapan matanya dengan penuh ketertarikan lalu dia mulai memasak sementara Megumi membuat bahan tambahan tadi.

"Hey, apa kau lihat tadi ekspresi wajah mereka?" tanya salah seorang murid ketika melihat kelompok Souma yang panik dan itu memang ulahnya tadi.

"Tapi, aku yakin mereka akan dapat E" jawab temannya yang satu lagi "baiklah, aku rasa kita harus siapkan sausnya karena yang lain sudah berhasil"

Beberapa saat kemudian Souma akhirnya selesai dengan senyum percaya diri sementara Megumi di sampingnya agak cemas dengan masakan itu "baiklah, tolong nilai kami yah!" dia menyajikan makanan itu kepada guru killer tadi.

Capelle sedikit shock karena anak itu sudah cepat selesai lalu memegang garpu lalu menekan daging itu yang kembali memantul tadi "hmmmm?, menarik dan sangat empuk sekali" lalu dia menatap anak itu "bukankah tadi kelompok kalian ada sedikit masalah? lalu bagaimana caramu cepat selesaikannya?"

Souma memegang sebuah botol kecil yang berisi cairan kuning kental "yah, sebenarnya aku mengoleskan madu ke daging sebelum direbus dan menambahkan sedikit beberapa bumbu"

Madu memang memiliki kandungan Enzim Proteage yang dapat memberikan efek kepada daging sapi yang keras itu menjadi lembut dalam waktu singkat sekali,

Capelle berfikir ini ide cukup bagus sekali dan sangat menarik padahal kondisi mereka saat itu cukup genting dan dia sudah lama tak melihat murid yang jenius dan kreatif sejak saat itu mungkin dia bisa mengira anak muda ini bakal menjadi seorang yang hebat di masa depan.

"Tapi bagaimana kau bisa tau?" tanya Megumi yang cukup penasaran sekali dan ini baru pertama kalinya mengetahui sesuatu yang baru seperti ini.

"Yah, singkatnya saja sebenarnya aku pernah baca buku tentang cara melunakkan daging dalam waktu singkat dan bisa menggunakan Nanas" jawab Souma "tapi, karena Nanas disini tak ada dan tak ada waktu untuk beli jadi aku gunakan bahan lain dan kebetulan juga madu bisa digunakan"

Capelle langsung mencicipi masakan itu dan ketika masuk ke dalam mulutnya sebuah sensasi manisnya madu yang manis bercampur dengan kelembutan daging sapi yang sangat mudah dikunyah seperti nasi tapi ini lebih lembut lagi dan sensasi kelezatan ini mengingatkannya pada masakan di kampung halamannya dan tak berbeda jauh rasa.

Tanpa disadari tampak mulut guru galak itu terbuka lalu tersungging ke atas menunjukan ekspresi wajah yang nampak bahagia sekali seolah mendapat sesuatu yang sangat luar biasa.

"C'EST MERVELLEIUX!"

Semua yang ada disana sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat bahwa seorang guru yang selalu cemberut dan galak ini menunjukkan senyuman bahagia yang sangat berbeda sekali dengan imagenya dan sulit mempercayai bahwa murid baru itu bisa melakukannya dengan baik.

Capelle kembali seperti semula "hmmm, bagaimana aku harus menjelaskannya bahwa masakan kalian ini bisa dibilang lebih dari sekedar A tapi sayangnya aku hanya bisa memberi nilai seperti itu saja" dia sedikit senyum.

Souma mengangkat tangannya "ini bukan apa-apa"

Megumi tak menyangka bahwa dia dapat nilai bagus dan ini semua berkat bantuan laki-laki itu "Souma-kun, terima kasih atas bantuannya jika, tanpa kau mungkin aku sudah berakhir" dia mencoba bicara sedikit berani meski sedikit gugup.

"Kau ini bicara apa? dan juga itu bantuan darimu jika tak ada kau mungkin aku akan kerepotan" balas Souma dengan senyuman ceria "dan mulai dari sekarang mohon kerja samanya"

Megumi hanya diam saja dan tampak jelas rona merah di pipinya entah karena suatu alasan 'dia benar-benar seorang yang luar biasa dan keren, sifatnya juga cukup baik dan aku sangat beruntung berpasangan dengannya' entah kenapa dadanya agak sedikit gusar tak karuan.

Sementara itu dua orang iseng yang memasukan garam tadi karena terlalu asik terpana melihat guru tadi tersenyum tak sadar bahwa masakan mereka kosong alhasil masakannya berakhir buruk dan dapat nilai E yang berarti gagal.

Terkadang hukum karma masih berlaku kepada mereka yang berbuat jahat kepada orang lain tapi mereka sudah sepantasnya menerima itu.

Sungguh kasihan.

.

.

.

.

.

- Sore Hari

Souma berjalan menelusuri jalan setapak melewati seperti hutan dengan memegang sebuah kertas yang lebih mirip seperti denah lokasi suatu tempat dan juga di tangan sebelahnya memegang sebuah ember dan sekarang dia sedang mencari sebuah asrama untuk tinggal.

Namun naasnya dia lupa bahwa sekolah ini sangat luas sekali alhasil Souma harus berjalan kaki yang sangat jauh menuju asrama yang dimaksud meskipun begitu dia sempat tersesat karena tak tau jalan hingga sampai sore baru saja menemukan jalan yang tepat.

Dan diperparah lagi dengan kondisi cuaca yang mulai turun dan diapun kedinginan lalu rasa lapar yang menerjang mulutnya meski Souma sudah mengganjal itu dengan cumi kering tapi itu malahan bertambah buruk yah, untungnya dia sudah melewati jalan yang benar menuju asrama dimaksud.

'Ugghhhjh, ini benar-benar buruk dan aku sudah capek sekali' batin Souma cukup kesal dan ketika melihat sekeliling cukup menemukan gedung dan bangunan besar entah itu apa gunanya.

Dan setelah beberapa menit berjalan Souma akhirnya sampai di sebuah Asrama yang Bintang Polar tapi ketika melihat asrama yang sesungguhnya.

'Ini asramanya?' Souma hanya hening beberapa saat karena ekspektasi tentang asrama besar dan megah itu berubah total malah bisa dibilang kebalikannya dari kata bagus.

Karena asrama yang disebut Bintang Polar lebih mirip seperti bangunan besar tua dengan konsep jaman dulu, dan lumut hijau tampak terlihat di tembok, lalu beberapa ekor gagak yang mengelilingi bangunan itu dan aura yang cukup mencekam sekali.

Ini bisa dibilang bukan sebuah asrama untuk tempat tinggal malah lebih mirip dengan bangunan yang biasa digunakan untuk syuting film horor, Souma hanya tertunduk lesu karena nasibnya sial sekali hari ini.

Tapi, apa boleh buat ini memang adalah tempat tinggalnya mulai dari sekarang jadi Souma harus menerima itu mungkin saja nanti bakal terbiasa dan akhirnya dia memaksakan diri untuk masuk.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxx Xxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Asrama Bintang Polar

Souma sudah masuk ke dalam asrama ini dan ketika melihat kondisi dalam asrama itu bisa dibilang cukup bagus dan tampak normal saja bahkan ini lebih baik daripada tampilan luar yang mirip seperti rumah hantu tapi, aneh nya dia tak melihat seorang pun yang menghuni asrama ini.

Dan juga dia dengar sedikit rumor dari orang-orang yang berada diluar sana bahwa asrama ini memang dipegang oleh seorang nenek tua jahat yang seperti penyihir meski itu terdengar absurd banget tapi, dia bukan mudah menerima rumor rumahan seperti itu.

"Hei, kamar 208 kamarmu berasap lagi, apa mau aku jadikan kentang rebus hah?!"

"Iya maafkan aku, lain kali takkan terulang"

"Dan juga kamar 116, jangan pernah bawa hewan-hewan itu ke dalam kamar atau nanti bakal aku masak mereka semua"

"Maaf, ini kesalahan yang takkan terulang"

Souma sedikit terkejut mendengar teriakan kencang yang dihasilkan oleh pengeras suara, dan juga ditambah muncul kepulan asap di atas bangunan , dan lebih anehnya lagi muncul berbagai macam jenis hewan yang entah datang darimana dan bisa dibilang ini biasa saja meski agak sedikit ramai.

"Ohhhh, jadi kau murid baru pindahan itu ya?"

Souma melihat ke belakang dan disana ada seorang nenek tua uzur dengan mengenakan baju kuning pendek dan dibalut celemek hijau tua panjang ke bawah kalau tidak salah saat diberitahu bahwa ini adalah sang pemilik asrama bernama nenek Fumio.

"Yah, begitu lah dan yang aku tau bahwa tempat tinggalku sekarang adalah di asrama ini" jawab Souma.

Nenek tua itu mengangkat sebelah alisnya "oh, dan kau sudah siapkan bahan-bahannya? karena sebelum diterima di asrama ini ada sebuah tes masuk" dia memberi tau kepada bocah muda itu "dan lagipula aku sudah lama tak merasakan masakan buatan murid-murid"

"Aku sudah tau tentang hal itu" balas Souma karena dia sempat diberitau bahwa harus menjalani sedikit tes masuk yang bakal dibuat oleh pemimpin asrama dan ini tak beda jauh dengan tes ujian masuk waktu itu paling suruh memasak yah, ini agak mudah karena tema bebas dan dia juga gak mau berkemah diluar karena cuaca sangat dingin sekali.

"Sayangnya hari ini hanya ada bahan sisa yang ada karena tadi dipakai anak-anak membuat sesuatu" ucap Fumio mengibaskan tangannya "mungkin nasibmu soal hari ini jika kau menyerah itu tak apa lagi-"

Souma menjawab dan memotong pembicaraan yang belum selesai "tunjukan saja dapurnya lagipula aku kesini juga bukan tanpa persiapan tau?" dia tersenyum menunjukan grin.

"Oh? semangat yang bagus" ucap Fumio

Dan setelah itu mereka langsung ke dapur.

"Sulit dipercaya bahwa dapur ini sangat bagus dan bersih meski diluar sana tempat ini cukup menyeramkan" komentar Souma melihat kondisi dapur yang bagus seperti pada dapur umumnya.

"Dengar nak, berhenti bicara dan cepatlah masak karena aku cukup benci dengan orang yang banyak bicara saja" ucap Fumio terlihat sedikit kesal.

'Disini cuman ada beberapa sayuran dan telur yah' Souma memeriksa kulkas dan memang benar cuman ada sedikit bahan untuk memasak tapi, sebenarnya itu tak jadi masalah 'dan bagusnya aku membawa semua bumbu dan bahan pelengkap yang ada di rumah'

Fumio menatap bocah itu "kenapa? Apakah ada masalah dengan bahan yang tersisa itu?"

"Tidak ini sudah lebih dari cukup" balas Souma dengan senyum dan akhirnya tangannya mulai memasak dan mengolah bahan yang sudah disiapkan itu (A/N : agak malas menjelaskan pada saat memasak karena itu cukup banyak tapi, nanti juga tau sendiri lagipula di manga cuman memperlihatkan gambar doang yang sedikit :v)

Dan setelah 40 menit menunggu Souma akhirnya menyelesaikan masakannya " dan ini hidangan yang berasal dari tanganku sendiri dan itu bernama Hamburger Makarel dari bahan makanan kaleng ala Yukihira"

Fumio sangat tergoda dengan tampilan masakan itu hingga air liur menetes di mulutnya "astaga! kau ini sihir macam apa yang kau taburkan ke dalam masakan ini hingga menarik minatku untuk mencicipinya?" tapi dia mendengar bahan yang dibuat dari hal tak biasa dan terkejut "tunggu, bukankah itu berasal dari makanan kaleng?"

"Benar sekali" jawab Souma.

"Ini sangat mustahil sekali bahwa Hamburger ini terbuang dari makanan kaleng makarel" ucap Fumio yang masih tak percaya bahwa makanan itu terbuat dari bahan yang biasa "yang punya bau sangat menyengat sekali sehingga siapapun tak mau ingin memakannya" dia mengambil daging itu dengan sumpit.

Yah, alasan sebenarnya kenapa masakan itu tak memiliki bau menyengat adalah karena Souma mencampurkan bawang putih, remah roti, telur, dan makanan makarel itu semua secara bersamaan dan ditambah garam lalu lada setelah itu langsung digoreng oleh sebab itu burger daging makarel itu menjadi lembut.

Dan bahan sausnya dibuat dari ponzu ke dalam kaleng itu lalu dibuat kental dengan tepung kentang hingga menjadi air.

'Enakkkkkkkk sekali!' batin Fumio tersenyum bahagia ketika makanan itu masuk ke dalam mulutnya dan rasanya benar-benar menggoda sekali, ini seperti memakan daging yang sangat lembut sekali meskipun bahannya bukan berasal dari daging 'lalu bagaimana dengan ini' dia mencicipi lagi makanan yang satunya dan dilihat Souma membuat sup telur.

Dan ketika dia menyeruput kuahnya lengkap bersama dengan isi nya rasanya sangat enak sekali dan tak jauh berbeda dengan tadi, ini seperti memakan sup dashi dan ditambah lagi aroma harum yang menggugah selera dan membuktikan kualitas sup itu namun ada yang aneh disini.

"Tunggu!, bagaimana bisa kau melakukannya?" tanya Fumio yang sangat penasaran sekali bagaimana bisa rasa sup telur ini sangat mirip sekali dengan sup dashi yang lezat itu "disini bahkan tak ada bahan Kelp Katsuboshi atau bahan yang lain untuk bisa membuat sup dashi itu"

"Sebenarnya aku menggunakan ini" jawab Souma menunjukkan cumi kering yang tengah dimakannya.

Fumio cukup terkejut dengan bahan yang digunakan itu dan tak mengira bocah itu cukup cerdik memasak sup telur yang rasanya mirip seperti sup dashi, lagi juga meskipun menggunakan bahan yang seadanya saja dan memang agak benar bahwa cumi kering juga bisa digunakan untuk membuat sup dashi itu.

Dan juga apabila kau memasukan cumi kering itu ke dalam air yang sudah mendidih lalu ditambahkan garam yang akhirnya bisa memperoleh cita rasa lezat dari sup dashi itu.

Setelah mendapat jawaban tadi nenek tua itu kembali melanjutkan makan masakan yang lezat ini secara terus-menerus atau bisa dibilang sudah ketagihan dan ketika terus dimakan tubuhnya terasa hangat sekali lalu rasa makarel dan cumi yang terasa asin seperti makanan laut.

Dan rasa ini mengingatkannya ketika masa indah cintanya waktu remaja di sebuah pinggir pantai dan mulai berhalusinasi.

Yah, tapi yang namanya halusinasi sudah jelas mengkhayalkan sesuatu yang sangat indah namun, sialnya si nenek tua itu tak sadar atau terbawa suasana dengan masakan Souma bahwa dia sedang berusaha mencium orang yang ada di sampingnya dan alhasil anak Jouichirou itu langsung berteriak kencang panik.

"WOYYYYY! MENYINGKIRLAH DARIKU!" Teriak Souma panik dan berusaha melepaskan pelukan nenek tua itu.

Fumio kembali sadar dan terbatuk "baiklah sekarang kau lulus dan mulai diterima disini dan kamarmu adalah nomor 303"

Souma mengambil kunci kamarnya "yosh! ini bukan seberapa"

.

.

.

.

.

- Kamar 205

"Sudah aku bilang bukan, jangan pernah menggunakan kamarku sebagai tempat bermain kalian atau pesta apapun itu!" Ucap seorang lelaki berambut pendek hitam dengan kacamata yang menunjukkan raut wajah kesal sekali dan dia bernama Marui Jenzi "lagipula besok aku ada ujian tertulis yang ada nanti konsentrasiku hilang!"

"Geeezzz! kau ini bersantailah sedikit tak usah cemas berlebihan seperti itu" balas seorang gadis kecil manis berambut jingga dengan diikat pendek yang tampak santai saja menanggapi itu dan sibuk membersihkan kuku yang bernama Yoshino Yuuki.

"Dan juga kamarmu yang paling luas di antara yang lainnya" ucap seorang lelaki berambut ungu pendek berantakan dengan kedua matanya tertutup poni rambut dan dia bernama Ibusaki Shun.

"Sebenarnya aku tak ada masalah jika kalian berkunjung!" balas Marui cukup jengkel dengan tingkah teman-temannya itu yang seenaknya saja memakai kamarnya tanpa izin "tapi, setidaknya setelah selesai bermain tolong, rapihkan kembali!"

Souma hanya berekspresi biasa saja ketika melihat ada argumen mulut yang nyatanya cuman lelaki berkacamata itu saja yang selalu banyak bicara walaupun lainnya hanya mengabaikan saja ocehannya itu.

Sebenarnya setelah Souma diterima masuk asrama ini dia ingin memilih istirahat namun tiba-tiba saja kemunculan lelaki berambut coklat keriting bernama Isshiki Satoshi yang sudah berada di kamarnya ini seperti hantu itu cukup membuatnya melonjak kaget sekali yah, itu wajar saja siapa yang tak kaget ketika ada orang asing yang sudah ada di kamarmu begitu saja namun, orang ini cukup baik mengajaknya pesta penyambutan kecil untuknya.

Souma melirik ke gadis rambut biru yang ada di samping "ahhh, Megumi rupanya tapi siapa sangka kita bertemu lagi dan yang lebih mengejutkan lagi kita bisa satu asrama yah" dia menyapanya dengan senyuman.

"Yah, aku juga sangat terkejut kita bisa satu asrama disini" balas Megumi dengan senyuman tapi dia sadar akan suatu hal "tunggu sebentar, itu berarti kau lulus dalam tes penerimaan masuk yang dilakukan oleh nenek Fumio hanya dengan sekali coba saja?"

"Yah, hanya sekali dites saja dan lalu diterima" jawab Souma mengangguk dan tak ingin mengingat hal yang menjijikkan waktu tadi karena hampir dicium oleh nenek tua "dan juga bagaimana denganmu?"

"Itu sangat hebat sekali" ucap Megumi dengan nada sangat kagum dan agak sedikit iri bahwa lelaki itu hanya sekali tes saja bisa langsung diterima, memang hal seperti itu luar biasa karena ada orang yang bisa melakukannya dan itu berbeda sekali dengan dirinya yang perlu waktu 3 bulan untuk bisa diterima masuk makanya dia tak menjawab pertanyaan tadi.

Dan tak lama muncul tiga orang lain yang datang ke dalam kamar ini satu seorang lelaki dengan gaya rambut hitam agak sedikit jambul dan dua sisi rambut yang melengkung ke pipi, lalu di sebelahnya seorang lelaki dengan gaya rambut mohawk gantung disisir ke belakang berwarna kuning dan kedua sisi hitam dan kedua orang itu bernama Daigo Aoki dan Shoji Sato

Dan yang terakhir seorang gadis manis yang memiliki perawakan tubuh cukup bagus dan menarik berambut ungu panjang, mengenakan kaos singlet ungu yang sedikit menunjukkan belahan dadanya dan dibalut sweater lengan panjang terbuka dan dia bernama Sasaki Ryouko.

"Tunggu dimana yang lainnya? perasaan sedikit sekali yang datang?" tanya Isshiki yang menyadari bahwa tak semuanya yang berkumpul disini "padahal aku sudah memanggil mereka satu-persatu loh bahkan Todokoro-chan juga sering datang jika dipanggil"

"Yah, mau bagaimana lagi karena Isshiki-senpai selalu mengajak kita berpesta setiap hari" jawab Aoki "mungkin saja mereka kelelahan dan memilih istirahat"

"Yah, soalnya jika aku tak ikut Isshiki-senpai selalu saja datang langsung ke kamar" ucap Megumi yang selalu ketakutan ketika senpainya mengajaknya dengan cara halus dan itu malah membuatnya tak bisa tidur sama sekali yah, terkadang cara halus itu lebih menakutkan daripada cara kasar.

"Sebenarnya jika kau mengabaikannya saja Isshiki-senpai juga akan menyerah sendiri hanya saja kau terlalu baik" ucap Ryouko mengusap rambutnya dan agak sedikit kasian kepada temannya karena sering diganggu.

"Yah inilah namanya masa muda dimana kau bisa melakukan sesuka hatimu dan saling berbagi masakan dengan lawanmu sendiri" ucap Isshiki dengan kilauan bintang di sekitarnya "makanya dari sekarang nikmati hidup di asrama ini selagi bisa"

"Nikmatin sih, nikmatin, tapi gak gitu juga kali cara memanggilnya" Shoji hanya sweatdrop karena orang ini selalu saja mengejutkan orang lain, contohnya saja dengan muncul tiba-tiba dari atas loteng.

Isshiki menjabat tangan Souma sebagai perkenalan awal "mungkin kau sudah mengetahui namaku tapi aku kelas dua sedangkan yang lainnya kelas satu sama seperti dirimu Yukihira Souma-kun" dia memberi senyuman hangat "jadi selamat datang di asrama Bintang Polar"

"Dan salam kenal juga" Souma membalas jabatan tangan dan setelah penyambutan itu mereka mengadakan pesta.

"Mau mencobanya Souma-kun?" Ryouko menawarkan sebuah botol minuman.

"Baiklah sedikit saja" balas Souma menerima tawaran itu tapi, dia agak sedikit khawatir dengan teriakan, kehebohan, dan pesta yang penuh dengan kebisingan ini lalu bertanya kepada gadis di sampingnya "hey, apa ini tidak ada masalah kalau kita berbuat berisik begini? bukankah nanti pemilik asrama akan marah"

"Lagipula ini di dalam hutan kok jadi bebas seenaknya tanpa mengganggu yang lain" jawab Ryouko tertawa kecil dengan tingkah Souma yang kebingungan itu atau belum terbiasa "dan hal seperti ini sudah biasa kok"

"HEY KALIAN CEPAT KEMARI DAN AMBIL MAKANANNYA!" teriak Fumio melalui speaker.

Shoji ambil inisiatif untuk mengambilnya ke bawah "seperti biasa nenek Fumio orangnya baik sekali"

'Ah, jadi gak apa-apa yah' Souma sweatdrop.

"Sebaiknya kalian kembali dengan cepat kalau tidak nenek Fumio akan membual lagi tentang Elite 10" ucap Ibusaki yang pernah jadi korbannya karena jika sudah bercerita akan memakan waktu lebih dari 3 jam dan itu cukup membosankan.

Souma mendengar sesuatu yang tak diketahui lalu bertanya "tunggu apa maksudnya tentang Elite 10?"

Ryouko mengibas rambutnya ke belakang "eh? jadi kau kesini tak tau apapun yah?" lelaki berambut merah itu hanya menggelengkan kepala.

"Itu mungkin saja karena Souma murid baru pindahan dari sekolah lain" ucap Yuuki yang memakluminya.

Sebenarnya Elite 10 adalah sebuah komite yang terdiri dari 10 orang yang dipilih terbaik dari internal lalu menyelesaikan semua perkara yang sering dilakukan oleh murid-murid ini adalah mereka dan juga komite ini benar-benar dilindungi langsung oleh kepala sekolah maka dari itu kebanyakan para guru dan staff tak bisa menentang keputusan mereka bisa dibilang hampir mirip komite Osis jika di sekolah lain tapi ini tingkatannya lebih tinggi lagi.

Dan juga Souma sedikit ingat bahwa gadis yang menjadi penguji pada ujian masuk bernama Erina Naluri itu juga anggota Elite 10 itupun si Sekretaris pribadinya yang memberitahukan meskipun waktu itu Souma agak kurang peduli.

"Dan juga dulu sekali semua anggota Elite 10 hampir semua berasal dari asrama ini" ucap Yuuki duduk di samping Souma "maka dari itu nenek Fumio selalu bercerita panjang lebar tentang masa lalu asrama ini waktu masa jayanya"

Ketika Souma ingin meminum dia merasa ada yang aneh dengan bau minuman itu "tunggu sebentar, kalau tidak salah ini" dia melihat botol 1,5 liter itu yang bertuliskan tangan lalu menyadarinya "oi! bukankah ini sake beneran?!"

"Fufufu! Masa sih, kaunya saja yang terlalu berburuk sangka" jawab Ryouko tertawa kecil sambil memberikan kedipan mata "lagipula ini cuman jus beras yang dipermentasikan saja"

'Sudah sangat jelas sekali itu bohong' Souma pokerface melihat rona merah di pipi gadis itu.

Souma hanya tertawa saja melihat keributan ini yang berisik dan juga penuh canda tawa bisa dibilang asrama ini adalah seperti hutan liar tanpa peraturan dan hukum tapi, dia malahan kerasa sangat betah disini karena bebas melakukan apapun tanpa dibatasi contohnya eksperimen memasaknya yang absurd itu.

"Sudah cukup bicaranya sekarang kita berpesta!" ucap Isshiki dengan suara kencang memegang kepalanya entah sejak kapan dia hanya mengenakan celemek bugil dan tampaknya yang lainnya juga tak keberatan sama sekali anehnya juga para gadis biasa saja malahan ikut bersorak kencang meramaikan suasana.

"Wohoooo! mantap, Isshiki-senpai dengan celemek bugil khasnya" ucap Shoji merasa terkagum kepada senpainya itu entah kenapa orang-orang disini malah kelihatan gak normal.

"Hey! Hey! Hey! Mana makanannya!? Pesta kurang lengkap jika tak ada makanan!" teriak Souma yang terbawa suasana kegilaan ini nampaknya dia dengan mudah sekali akrab dan berbaur dengan orang lain.

Ibusaki datang membawa piring "kebetulan sekali, aku saat ini membawa keju panggang dengan tiga cara berbeda" dia menyodorkan makanan miliknya "dan silahkan dinikmati"

Marui menyerobot makanan itu dengan cepat "kau tau, masakan panggang milik Ibusaki itu lebih enak dari yang lainnya"

"Yo, Yukihira mau mencobanya?" Aoki menyodorkan makanan yang dibuat olehnya sendiri "dan tak usah khawatir masakanku sudah dijamin sangat enak"

"Terima kasih" Souma menerima itu dengan senang hati karena kebetulan sekali dia masih lapar.

"Heh, padahal Udang goreng milikku jauh lebih enak sekali" Shoji menggerutu dan sedikit menyinggung.

Aoki yang terpancing dengan hinaan tadi langsung mendelik tajam ke rivalnya itu "hah? enak kau bilang? masakan seperti tumpukan tanah itu sebaiknya kasih hewan ternak atau kucing peliharaan saja"

Shoji langsung ngegas dan mendelik balik hingga tampak percikan petir di antara mereka berdua "kalau begitu kenapa kita tak coba tanding ulang dan buktikan siapa yang terenak?!"

"Ayo!"

"Hei, kalian berdua hentikan omong kosong yang tak berguna seperti itu" ucap Yuuki yang mencoba melerai mereka agar dapur yang sering digunakan tak bakal hancur berkat ulah persaingan mereka berdua.

"Berisik kau! penjinak hewan! sebaiknya kau urus kamarmu yang bau ternak itu!" teriak mereka secara bersamaan dan kembali adu perang syaraf.

"Oh, sayang sekali padahal baru aku ingin kalian membantuku.." ucap Yuuki tapi perempatan siku yang muncul di dahinya menunjukan bahwa sang gadis sangat jengkel sekali "dan nampaknya aku akan memasak beberapa ekor bebek hari ini" dia mengepalkan tangannya dengan aura gelap di sekitarnya.

"Tunggu, disaat malam-malam seperti ini?".tanya Megumi yang berusaha mencegah tindakan temannya itu yang nampak sangat emosi sekali.

Souma mengeluarkan kotak makanan dan menawarkannya kepada yang lain "kebetulan sekali aku ada sedikit makanan, ada yang mencoba"

"Ohhhh, benarkah kebetulan sekali Yukihira" Shoji langsung memakan itu tanpa berfikir panjang bahwa itu sebenarnya adalah jebakan.

Mulut Souma tersungging senang setelah melihat wajah lelaki itu biru pucat pasi setelah memakan tadi "ohhhhh, maafkan aku sebenarnya itu adalah produk gagal" dia memasang wajah bodoh tak bersalah seolah yang dia perbuat itu hal lumrah.

Shoji secara terpaksa memuntahkan makanan gagal yang sudah masuk ke dalam perutnya dan berteriak penuh komikal "MENJIJIKKAN!"

"Whahahahahaha!" Yuuki menertawakannya dengan sangat kencang sekali karena senang melihat orang itu menderita karena jebakan makanan Souma.

Setelah beberapa jam berpesta penuh ria dan kehebohan lalu sambil bermain dan memakan masakan masing-masing kini semuanya tidur terlelap dan tentu saja masih tetap di kamar Marui kecuali Souma dan Isshiki yang masih terjaga.

"Hahaha! benarkah-benar pesta yang meriah dan menyenangkan sekali yah" Souma tertawa lepas sambil melihat teman-temannya yang sudah teler karena kelelahan.

"Yah, begitulah yang namanya aktif di masa muda" balas Isshiki dengan tertunduk kepala dan matanya gelap tertutup karena rambut namun nampaknya ada yang sedikit aneh dengan orang ini "oh, ya ngomong-ngomong Souma-kun aku mendengar ucapan yang menarik darimu sewaktu upacara pembukaan itu"

Souma diingatkan kembali pada waktu itu "ohhhh, yang itu yah tapi memang benar aku ingin jadi koki nomor satu dan hebat dengan sekolah ini sebagai batu pijakan menuju sukses" tapi dia bingung kenapa orang itu membicarakan hal ini di waktu yang kurang tepat.

"Ohhhh, bermimpi itu boleh saja tapi tak semudah yang bakal kau kira karena itu bukan hal yang mudah untuk didapat" balas Isshiki tersenyum yang agak berbeda dari biasanya "lagipula di sekolah ini banyak saingan hebat dan ingin menjadi koki nomor satu juga sama seperti dirimu"

"Memang itu tak mudah karena banyak rintangan tapi bukan berarti aku menyerah begitu saja" balas Souma lagi dengan grin penuh percaya diri "meskipun banyak orang ahli dan hebat dalam memasak tapi itu bukan berarti mereka tak pernah kalah jadi, hal seperti itu hanya perlu proses dan waktu"

Isshiki menunjukkan senyum cerah yang biasanya lagi "ahhhhhh, jadi begitu yang sungguh pemikiran hebat dan sangat percaya diri"

"Tapi, kenapa Isshiki-senpai membicarakan hal seperti ini?" tanya Souma yang merasa ingin tau alasan yang sesungguhnya.

"Sebenarnya itu hal wajar saja karena kau murid baru jadi tak heran apabila belum mengetahui semuanya seluk beluk tentang academy ini tapi..." ucap Isshiki dengan nada suara tinggi dan menunjukkan wajah yang sangat serius sekali "akan kuperkenalkan diriku kembali, nama Isshiki Satoshi kursi ketujuh dari anggota Elite 10"

Souma tak bereaksi terkejut atau shock hanya menunjukkan wajahnya yang bingung dengan memiringkan kepala dan ekspresi wajahnya yang konyol itu menunjukkan dia tak mengerti sama sekali dengan hal yang terjadi tadi.

"Hah?!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxx Xxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Ruang Guru

"Ohhhh aku sangat terkejut sekali dari sekian banyak orang yang kesini malahan itu kau?" ucap Capelle sensei yang merasa keheranan karena yang datang ke ruangnya orang yang tak biasa dan ini cukup membuatnya terkejut "tidak seperti biasanya kau kesini, ada sesuatu kah yang ingin kau bicarakan"

"Hufft! sensei, sendiri kasar sekali bicaranya" gadis itu sedikit menggerutu kesal tapi, omongan chef senior itu ada sebenarnya "yah, sebenarnya sih aku hanya ingin tau bagaimana tentang murid baru itu, bukankah tadi dia masuk ke kelas sensei sendiri"

"Jika, yang kau maksud anak baru bernama Yukihira Souma itu dan itu memang benar dia ada di kelasku" jawab Capelle membenarkan itu "dan ada sesuatu sehingga kau ingin tau tentang bocah cerdik itu?"

"bocah cerdik?" gadis itu mengangkat sebelah alisnya tertarik karena dia tau guru ini sangat keras dan tak semudah itu memberi pujian kepada koki yang kualitasnya rendah dan reputasi buruknya yang tak pernah senyum.

"Yah, jika diceritakan sangat lucu sekali" Capelle sedikit tertawa ketika mengingat kembali itu "kelompoknya sempat mengalami masalah waktu memasak dan hampir dipastikan gagal karena waktu tinggal sedikit lagi tapi, dia menggunakan otaknya yang pintar itu dan berhasil lulus"

"Ohhh, itu benar hebat sekali" ucap gadis itu dengan grin dan setelah tau itu membuatnya jadi ingin tau lebih banyak tentang laki-laki itu "tapi, aku ingin tau dan mencoba masakan apa yang dia buat?"

"Ohhh kebetulan aku ada satu piring lagi jika kau mau tinggal ambil saja" ucap Capelle.

"Oke" gadis itu mengambil piring yang berisi masakan yang menggugah selera.

"Ini sangat aneh tapi, aku tak mengerti kenapa kau sangat ingin tau sekali tentang bocah itu?" tanya Capelle yang melihat gadis itu mulai pergi dari ruangannya.

"Itu sebuah rahasia seorang gadis sensei"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Cuttttttt, akhirnya selesai juga setelah sekian lama dan memerlukan waktu lalu tenaga untuk menulis yang akhirnya selesai juga untuk update chapter 2 jadi, mohon maaf apabila tulisan ini tak banyak karena saya pakai Hp dan perlu waktu juga fhakkkkjsss! :v

Pm

RnR

,