happy reading
Jungkook membuka pintunya disusul dengan wajah yang cerah ceria melihat taehyung benar-benar datang menemuinya kali ini dan bukan dia yang mengejar ngejar agar taehyung mau berbicara dengannya.
"ayo masuk tae!" suara jungkook terlihat sangat berantusias kali ini, berharap taehyung mengiyakan ajakannya
"ah sepertinya aku hanya akan meluruskan sesuatu kook" jawab taehyung datar
Jungkook yang mendengar itu merasa kebingungan ,apa yang akan diluruskan tae? Ia merasa tae tidak melakukan kesalahan apapun
"ok kalau begitu bisakah kita masuk dulu? Aku buatkan sirup strawberry untukmu tae"
"ah baiklah"
jungkook masuk diikuti dengan taehyung setelahnya, taehyung duduk di ruang makan milik jungkook, suasana sedikit canggung saat ini. Jungkook segera mengambil jus yang telah ia buat daritadi khusus untuk taehyung.
"ini tae" dengan menyodorkan jus strawberrnya, jungkook tau kalau tae sangat menyukai jus ini, dan dia yakin taehyung tidak akan menolak apapun iyu tentang strawberry.
"kau tidak mencampurkan sesuatu yang berbahaya di minuman ini kan? Tanya taehyung
"apa!? Tidak mungkin aku setega itu padamu tae, berikan padaku jika kau tidak percaya" tangan jungkook mencoba meraih jus itu dari tangan taehyung tapi tae segera meminumnya karena ia tidak mau minumannya diminum orang lain, bukankah itu sudah diberikan kepada taehyung? Jadi ini secara mutlak jadi jus miliknya.
"ah thanks jusnya, dan aku akan mulai meluruskan sesuatu kook, jadi dengarkan baik baik" jungkook mendengar itu langsung duduk di depan tae dan memasang wajah serius.
Tae melihat kesiapan jungkook ia kemudian angkat bicara
"begini kook, pertama ada ungsur kesalah pahaman di antara aku dan kau, tentang itu... Aku menggodamu di telepon tadi, itu aku sengaja ingin mengerjaimu untuk melihat reaksimu seperti apa dan ternyata reaksimu diluar dugaanku, aku minta maaf untuk itu, dan kedua jangan pernah menyukaiku ,ya aku tau aku telah mengatakan ini berulang kali sampai kau bosan mendengarnya ada alasan pribadi kenapa aku mengatakan itu dan ke tiga jangan menyentuhku kook,aku...aku sedikit tidak menyukai sebuah sentuhan..ah bukannya bermaksud apa apa, hanya saja a-"
"aku mengerti tae" jungkook sengaja memotong pembicaraan tae karena ia tau pria di depannya akan mengatakan hal yang menyakitkan dan jungkook belum siap untuk mendengarkannya
Taehyung menghembuskan nafas kasar, menyenderkan punggungnya di kursi dan menatap jungkook memastikan anak itu benar-benar memahaminya, ia memandang jungkook lebih dalam ,jungkook canggung kenapa suasananya jadi sunyi seperti ini dan kenapa taehyung malah menatapnya. Beberapa menit berlalu dan suasana tetap dinging seperti tadi
"aku baru sadar kamu begitu manis kook"
taehyung angkat bicara kali ini "tapi sepertinya aku tidak dapat terlalu lama menemani namja manis sepertimu malam ini"
Jungkook mengangkat kepalanya dan memperhatikan taehyung, ia kaget kenapa taehyung tiba-tiba saja mengatakan hal seperti itu, seperti em... Menggodanya
"ah- kenapa tae?" tanya jungkook
"aku harus tidur cepat malam ini...aish! apa kau bodoh hah! Kita ada di mata kuliah yang sama kook! Apa kau lupa besok ada kuis jam setengah 7 pagi!!" taehyung berdiri dan mengatakannya dengan sedikit berteriak dan membuat jungkook kaget mendengar reaksi taehyung
"a- kuis pagi? Ah iya!!!" jungkook baru sadar ,ia telah memenuhi otaknya dengan apa itu tentang taehyung jadi kuis pun ia lupakan
"KAU INI AISSS! HYUNGKU BERADA DI KOREA SEKARANG DAN AKU TIDAK MUNGKIN- ah lupakan, aku harus segera kembali, ok bye kook" tae melangkahkan kakinya menuju pintu ngan terburu-buru ,melangkahkan kakinya cepat menuju kamar 407, ia dibuat kaget karena melihat hoseok berada di depan pintunya, ia menepiskan badannya untuk bersembunyi , jungkook tidak sengaja melihat iti saat akan menutup pintunya tadi, kemudian ia memanggil taehyung karena penasaran apa yang telah terjadi.
"tae kenapa? Ada apa?
Taehyung sedikit berlari menuju kamar jungkook
"masuk cepatlah!" taehyung mendorong jungkook agar segera masuk ke kamarnya dan taehyung menutup pintu kamar apartemen jungkook.
"ada apa, apakah hyungmu marah?"
"ani ani, aku harus menghubungi hyungku sebelum kembali, biarkan aku disini sebentar kook"
Jungkook mengiyakan permintaan taehyung.
Taehyung mengambil ponselnya dan melihat hyungnya telah mengirimi pesan
Dari : Hyung
"tae, jangan kembali ke kamar sampai jam 11 malam nanti,hoseok sedang disini untuk urusan bisnis denganku sebentar, jadi nanti akan kuhubungi lagi setelah dia selesai"
"ah ternyata urusan bisnis, kenapa tidak besok pagi saja saat aku sedsng di kampus" gumam taehyung.
Jungkook sedaritadi hanya diam memperhatikan tingkah taehyung, ia semakin mengerti kenapa ia menyukai taehyung.
Taehyung merasa dirinya diperhatikan oleh seseorang "kenapa kau menatapku seperti itu kook?" tanyanya
"ah tidak, aku hanya penasaran apa yang sudah terjadi barusan"
"kupikir apa, ternyata hanya itu, ah jangan dipikirkan, aku hanya sedang menghindari tamu hyungku saja, aku pinjam kamarmu sebentar ,dan- mana bukumu? Aku belajar disini saja"
"ah sebentar aku ambilkan" jungkook berlari mengambil buku mata kuliah untuk besok pagi, mereka belajar bersama dan tidak terasa sudah pukul 12 malam, tae lupa jika hyungnya akan memberitahunya jika hoseok sudah pulang ,hyungnya yang telah menunggu dari satu jam sebelumnya merasa gemas karena taehyung tidak kunjung kembali, ia memutuskan untuk meneleponnya.
"halo tae?"
"ah hyung! Maaf aku tidak tau hyung sudah mengabariku tadi" jawab tae tergesa-gesa
"kau tidak ingin pulang? Aku akan segera tidur dan mengunci pintu ,jadi- pulanglah"
"iya hyung"
Taehyung bergegas untuk pulang setelah membereskan buku yang ia pinjam ,dan tidak lupa berterimakasih pada jungkook, dan jungkook hanya tersenyum membalas ucapan terimakasih dari taehyung, ia senang taehyung dapat bersamanya walaupun hanya beberapa jam saja, ia tau taehyung anak yang baik, hanya saja perasaanya tidak terbalaskan.
Mereka berdua berada di kampus yang sama hanya saja taehyung 2 semester lebih di atas jungkook, mereka bertemu saat taehyung mengambil mata kuliah yang sama dengan jungkook, tae membuang satu semester berharganya kemarin untuk mengikuti hyungnya ke jepang dan mengurus beberapa dokumen di perusahaan hyungnya, karena hyungnya sedan di amerika saat itu, jika bukan karena hyungnya, tae tidak akan mau.
"hyung..kenapa tiba-tiba? " tanya taehyung setelah memasuki ruangan dimana hyungnya berada, hyungnya hanya menatapnya lelah.
taehyung sedang menebak-nebak apa yang barusan terjadi kenapa hoseok tiba-tiba datang.
"hyung, kenapa ?" tidak mendapat respon dari hyungnya ,tae mendatangi hyungnya itu di meja kerjanya.
yoongi. kakak sedingin es yang memiliki hati sangat hangat.dan hangatnya itu hanya untuk 2 orang saja, tae dan jimin. sisanya hanya akan melihat yoongi yang dingin, dan gila kerja.
taehyung tidak mengerti kenapa hyungnya diam "jawab aku hyung? ada apa?"
"tae..?"
"ya hyung? "
"pergilah ke rumah hoseok besok pagi, dia menunggumu, sepulang kuliah juga tidak apa, aku tau kamu tidak menyukainya, tapi tadi dia memintamu untuk mengunjunginya, kau tau? sidah berapa lama kalian tidak berhubungan, minimal hubungi dia lewat chat tae, hyungmu terpaksa mengiyakan permintaanya karena urusan bisnis kali ini, maukah kau membantuku tae? um?"
hanya tatapan tidak percaya yang taehyung berikan pada hyungnya setelah hyungnyaangkat bicara, taehyung dan hoseok bertemu. tae tau di antara pertemuan yang telah terjadi nanti akan ada yang disebut pertemuan tambahan. tae tidak menginginkan itu.
"hyung, kau tau kan aku tidak in-"
"kumohon tae" potong yoongi hyung.
"ah baiklah, tapi ingat hyung,diantara aku dan hoseok sudah tidak ada apapun lagi, jadi jika ia memintaku menemuinya, aku tidak akan mau"
"ok ok maafkan hyungmu ini.."
taehyung membalikan badan meninggalkan hyungnya dari meja kerja, yoongi hanya menatapnya nanar, hubungan yang tidak terdeteksi siapapun terjadi antara adiknya dan teman bisnisnya. yoongi hanya menuruti hoseok untuk kali ini karena ini berkaitan dengan kontrak yang akan terjadi di antara mereka.
*
"ya?"
"aku menjemputmu tae, keluarlah,aku berada di depan gerbang kampusmu"
"aisss!! dasar kau sial-"
tuuuuut--
panggilan terputus begitu saja dari hoseok, taehyung tau persis jika ia adalah tipe pemaksa.
tae melangkahkan kaki tergesa-gesa menuju gerbang ,dari kejauhan ia sudah jelas bisa melihat hoseok berdiri di depan mobilnya, tae ingin sekali meneriakinya dengan kata kata yang sangat kortor padanya.
"kau! sangat menyebalkan!" bentak tae kasar
"jangan begitu, aku sudah berbaik hati menjemputmu tae, masuklah" jawab hoseok santai
"apa yang kau katakan pada yoongi hyung hah!?"
"hanya pembicaraan bisnis ta-"
"diamlah pembohong!!" potong tae
"kkkk kau masih sangat manis tae, masuklah kemobilku"
*
jungkook berjalan menuju arah halte untuk pulang kuliah siang ini, ia duduk sambil melamunkan taehyung semalam, bagaimana bibir manisnya bergumam membaca modul kuliahnya.
"manis" gumam jungkook
mobil hitam melintas pelan di depan halte dimana jungkook duduk, dengan jelas jungkook melihat ada taehyung di dalamnya dengan seseorang, ia reflek berdiri memperhatikan mobil itu sampai kejauhan.
"tae..."
ah maaf ya kalau sangat pendek dan membosankan ,masih di area kampus yay!
Terimakasih sudah membacanya dan maaf typo dimana-mana yaa *cry
semoga next jalan ceritanya lebih baik lagi .jika ada pertanyaan boleh lho ditanyakan :)
