Seoul..

Mansion megah itu awalnya terlihat tenang, tapi semua berubah ketika nyonya besar mulai panik karena kehilangan putri mahkotanya. Sekretaris Lee Hyukjae mencoba menenangkan ibu dari bossnya itu. " tarik nafas... keluarkan.." ucapnya menginstruksikan. Wanita yang cukup berumur namun masih memilik penampilan yang luar biasa itu mulai merasa tenang setelah beberapa kali mengatur nafas.

"Kim... hee.. chul.." ucapnya menahan emosi dengan meremas pegangan sofa yang sedang didudukinya. Di sebelahnya terdapat Hyukjae yang baru saja melaporkan kalau Heechul-purti sulungnya- sudah meninggalkan seoul bersama kekasihnya. Park Jungsoo hanya bisa memijat-mijat pelepisnya menahan sakit kepala yang seketika.

"bagaimana bisa kau membiarkannya?" bentak Jungsoo pada sekretaris pribadi anaknya. Hyukjae langsung mendur dan bergetar. sebenarnya ia sudah biasa menerima bentakkan-terutama dari Heechul-, Tapi baru kali ini dia di bentak oleh ibu dari bossnya sendiri. "m-maafkan aku ketua park, aku tidak benar-benar tidak bisa menghentikkannya." Sesal Hyukjae. Jungsoo hanya bisa mendengus dan membanting punggungnya pada sandaran sofa. "aiguuu aiguu.." ucapnya memijit pelepis.

Gadis berambut panjang berwarna burgundy dan bertubuh kecil itu berjalan melewati ruang keluarga dan langkah terhenti melihat sang ibu yang terlihat frustasi. "eomma, gwechana?" tanyanya dengan suara cempreng khasnya. Gadis itu di perkirakan hanya berjarak 5 tahun di bawah Heechul-anak pertama-.

Jungsoo pun menoleh pada putri keduanya yang berpenampilan manis seperti biasa. "eonnimu membuat ulah lagi." Ucapnya dengan nada frustasi. Sementara Hyukjae hanya bisa menunduk, antara takut atau menyesal. "aish, apa lagi yang di lakukan singa betina itu?" ucap ryeowook melipat tangannya di dada dan berjalan mendekati sang ibu lalu duduk di hadapan ibunya. Rambut panjangnya yang halus itu berkibar sedikit karena gerakan cepatnya.

"apa yang terjadi?" tanyanya lagi pada Hyukjae. Hyukjae pun mengambil nafas lalu mulai bercerita. "pagi ini saat aku ke kantor, aku kira sajangnim menginap di kantor ataupun di rumah Siwon tapi kenyataannya tidak ada siapapun di kantor dan saat aku menghubungi Siwon ataupun sajangnim, tidak ada yang mengangkat, saat aku bertanya pada asisten kantor, ternyata sajangnim malah pergi ke jeju untuk... berlibur." jelas Hyukjae takut-takut. Ryeowook terlihat sedikit menganga. Tentu saja ia terkejut. Apalagi mendengar kata 'untuk berlibur'. Hell, seharusnya Heechul mengurus perusahaan yang sudah di percayakan padanya, apalgi sekarang perusahaan itu dalam masa-masa sulit, mana bisa Heechul ingin bersantai-santai. Sebagai desainer produk, ryeowok dapat merasakan dampak penurunan perusahaan.

Saat ryeowook ingin membuka mulutnya, matanya menangkap siluet misterius yang tak asing baru saja keluar dari pintu perpustakaan yang berjarak beberapa kaki saja dari ruang tengah yang mereka tempati sekarang. Rambut hitam panjangnya hampir menutupi sebagian wajahnya. "kibum-ah." Panggilnya pada kembarannya. Gadis berambut panjang itupun menoleh memperlihatkan ekspresi datarnya dan kacamata minusnya. "kau tau tidak hee-."

"kalau itu mengenai Heechul eonni yang sekarang berada di jeju bersama kekasih tercintanya, aku sudah tau." Ucapnya menyela kalimat ryeowook, membuat ryeowook mendecak kesal. Kibum selalu saja menyela perkataanya ataupun tau lebih dulu soal informasi penting seperti ini contohnya, kalau kibum terus begini, ryeowook merasa dirinya adalah orang terbodoh di rumah ini.

"jadi kenapa tidak beritahu kami kalau sudah tau?" sergah ryeowook dengan nada yang cukup tinggi. Kibum meliriknya dengan tatapan kosong dan datar dan menurut ryeowook itu menyebalkan. "karena itu bukan urusanku." Ucapnya lempeng lalu melenggang menaiki tangga meninggalkan ryeowook dan jungsoo yang semakin frustasi.

"jadi bagaimana eomma? Perusahaan kita bukannya sedang mengalami penurunan?" tanyanya menatap jungsoo yang terlihat sangat lelah. Jungsoo menghela nafas lalu menatap Hyukjae dan ryeowook bergantian. "mau tidak mau kita harus pakai cara 'itu'." Ucap jungsoo seperti gembong mafia yang sedang membicarakan rencana penyeludupan.

"cara 'itu'?" tanya Hyukjae bingung. Jungsoo mengangguk dan menatap ryeowook yang memasang ekspresi pasrah namun juga bimbang. "aku tidak yakin kalau Heechul eonni akan menyukainya." Komentarnya.

Hyukjae semakin bingung mendengar komentar dari ryeowook. "apakah aku satu-satunya orang yang tidak tau tentang rencana 'itu'?" tanya Hyukjae tetap dengan ekspresi bingungnya. "sini aku beritahu." Ucap ryeowook mendekatkan dirinya pada Hyukjae dan mulai membisikkan sesuatu di di telinga Hyukjae yang membuat Hyukjae terkejut sambil menutup mulutnya.

"aku yakin Sajangnim pasti menolaknya mentah-mentah." Komentar Hyukjae sambil menyilangkan tangannya membentuk huruf x. "mau bagaimana lagi, itu jalan satu-satunya, dengan begitu perusahaan kita akan kembali seperti semula." Sahut jungsoo menatap Hyukjae. Hyukjae hanya bisa menghela nafas. Tapi ia merasa itu bukan pilihan yang buruk tapi.. ia tau bagaimana sahabat sekaligus bossnya. Ini pasti akan berakhir kacau..

. . .

Jeju..

Cuaca musim panas cukup membuat seorang diva seperti Kim Heechul merasa gerah. Seharusnya siang ini ia menunggu Siwon menyusulkan ke jeju dan seharusnya ia berisiap untuk menyambut Siwon. Tapi dari waktu yang di janjikan, tidak ada tanda-tanda Siwon akan sampai di jeju.

Siang ini Heechul memutuskan untuk memakai set bikini sexynya dan turun ke kolam renang yang berada di lantai dua. Heechul turun ke kolam renang dengan bikini yang di tutupi oleh bathrobe hotel dan mengenakan topi merah andalannya lengkap dengan kacamata hitam favoritenya. Tubuh moleknya melenggak-lenggak memasuki area kolam renang. Heechul baru saja melangkahkan satu kakinya menuju akses masuk ke kolam tetapi, ia sudah di suguhi oleh pemandangan kolam renang yang megah dengan gaya yunani kuno di mana ada patung-patung malaikat yang mengeluarkan air mancur di sudut-sudut. Tidak hanya itu, kolam renang hotel milik Hankyung ini juga di buat di lantai dua dengan atap terbuka dengan pemandangan langsung mengarah ke laut biru.

Saat itu kolam renang sedang cukup ramai dan hampir seluruh pengunjung pria menolehkan matanya pada Heechul. pengunjung wanita justru sebaliknya, beberapa dari mereka mendecak iri dan beberapa membicarakannya dari belakang.

Heechul sudah biasa dengan situasi begini, ia malah melenggang dengan santai dan mengambil tempat di sebuah kursi panjang yang berada di dekat kolam renang. Ia membuka coatnya dan duduk di sana sambil memasang sunblock yang di bawanya.

Di sisi lain, tepatnya di kolam renang yang tepat di depan Heechul memunculkan sesosok pria yang keluar dari air dengan tubuh yang sangat bagus lengkap dengan seluruh air yang masih menempel di tubuh kekarnya. Bulir-bulir air turun dari sela-sela sixpacknya membuat Heechul menghentikan aktifitas memakai sunblocknya dan malah menikmati pemandangan indah yang bahkan menurutnya lebih indah dari tubuh Siwon.

Sebagian wajah pria bertubuh bagus itu tertutup oleh rambut depannya yang lumayan panjang. Setelah pria itu membelakangkan rambutnya menampakkan mata sipit berhidung mancung dan berbibir tipis. Heechul mengingat-ingatnya, ia seperti mengenali orang itu. "resepsionis?" ucapnya yang ternyata di dengar oleh pria yang ternyata adalah Hankyung yang tadi pagi di kira oleh Heechul adalah seorang resepsionis.

Hankyung menoleh dan terlihat terkejut melihat Heechul. keduanya bertatapan cukup lama sampai Heechul menangkap mata Hankyung yang sangat intens menatap bagian tubuhnya. "heh!" sergah Heechul membuat Hankyung sadar dan menelan lagi ludahnya yang hampir menetes. Heechul memberikannya tatapan mematikan dan Hankyung merasa dirinya mulai terbakar akibat tatapan itu.

"maafkan aku, aku tidak bermaksud, tapi kita impas kan?" tanya Hankyung yang sudah naik dari dalam kolam renang. Pertamanya Heechul tidak mengerti maksud dari perkataan Hankyung tapi setelah memengingat kejadian beberapa detik yang lalu, tepatnya kejadian 'menghayati tubuh indah' milik Hankyung wajahnya langsung memerah. Ia lalu mendengus. "t-tetap saja!" ucapnya terbata-bata menahan malu. "haishh jinjja.." dengus Heechul melanjutkan aktivitasnya emakai sunblock.

"sajangnimm!" Heechul menoleh ke seorang pemuda berwajah polos yang masih memakai setelan hitam dan berlari-lari kecil kea rah pria yang sedang duduk di pinggiran kolam renang di depan Heechul. mata Heechul mebelalak, ia tidak salah dengarkan pemuda itu memanggil china-resepsionis-berbadan-bagus tadi dengan panggilan 'sajangnim'.

china-resepsionis-berbadan-bagus itu menoleh menanggapi pemuda berwajah polos yang gerak-geriknya mengingatkan Heechul pada Hyukjae, ah! Hyukjae… Heechul meraih handphonenya. Ia lupa memberitahu Hyukjae kalau dia sedang di jeju. Rencananya ia akan memberitahu seketarisnya itu saat sudah sampai di jeju dengan selamat dan mengajak Hyukjae untuk menyusulnya. Tapi bodohnya ia malah lupa dan akibatnya bisa fatal!

Hyukjae bisa saja mencari tahu informasi pada assistennya dan membocorkan keberadaannya pada Ibu suri cheonsa alias Eommanya sendiri, Park Jung Soo. Jari-jari lentiknya langsung mencari-cari kontak milik Hyukjae. Saat Heechul mendialnya, tidak ada jawaban. Heechul mendialnya lagi tapi tetap tidak ada jawaban. Sampai kelima kalinya masih tidak ada jawaban.

Dan Heechul mulai kesal, ia kembali ingat pada Siwon yang tidak mengangkat telponnya juga. Heechul melepas topi lebarnya itu dengan kesal. Ia kembali mendial Siwon lebih dulu karena sudah hampir satu jam di sini menunggu Siwon. "kalau sampai tidak di angkat lagi aku akan-." bip

"yoboseyo?" jantung Heechul mulai berdebar tak karuan. "wonnie…. Kenapa dari tadi tidak di angkat?" ucap Heechul dengan nada yang manja. Tapi suara di seberang sana malah terkekeh dan membuat Heechul kesal. "kenapa malah tertawa?" kesal Heechul tapi sepasang tangan kekar malah melingkar di perut langsingnya. Heechul terkejut tanpa menutup sambungan, orang yang di seberang telepon dan sejak tadi di tunggunya sudah ada di belakangnya, memeluknya sambil tersenyum menampilkan kedua lesung pipinya yang manis itu. Choi Siwon.

"yak!" kesal Heechul langsung memukul tangan yang melingkar di perutnya lalu mendorong Siwon cukup keras. Heechul mendengus sambil berkacak pinggang. Sementara Siwon masih meringis akibat pukulan Heechul yang cukup keras. "kau tau kan aku benci menunggu?" tanya Heechul dengan nada yang cukup tinggi. Sekarang Siwon terlihat seperti bodyguard yang tengah di marahi oleh atasannya karena gagal melindungi atasannya.

"maafkan aku , chullie.. pesawatnya di delay." Ucap Siwon beralasan. Sementara Heechul hanya mendengus meniup poninya yang menutupi separuh wajahnya. "aku hampir gila menunggumu." Ucap Heechul. Siwon menghela nafasnya menggeleng. "jangan berlebihan, chullieku sudah gila dari sananya untuk apa tambah gila?" sahut Siwon dengan wajah tanpa dosa dan mengindahkan tatapan mematikan dari Heechul yang sangat menusuk itu. Heechul langsung menendang kaki Siwon hingga Siwon meringis kesakitan.

"neo jinjja-." Chu.. sebuah kecupan dari Siwon mendarat di pipi Heechul sebelum ia menyemburkan apinya alias mengomel panjang lebar. Sekarang Heechul sukses terdiam tanpa berkutit.

. . .

"sajangnim!" seru Donghae berjalan tergesa-gesa menghampiri Hankyung yang terlihat sedang duduk di pinggiran kolam dengan tubuh separuh di dalam air. Hankyung mengalihkan pandangannya dari Heechul yang kembali mengusapkan lotion ke tubuhnya dan menatap Donghae yang terlihat membawa berita buruk.

Donghae terlihat susah mengatur nafas karena perjalanan dari lantai teratas sampai hotel berlantai lebih dari sepuluh dan berlari-lari menuju kolam renang yang berada di lantai dua bukanlah hal yang tidak melelahkan. Hankyung lalu memanggil pelayan dan meminta bathrobe miliknya. "ada apa?" tanyanya sambil memakai bathrobe dan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

"j-jessica.." Hankyung langsung memasang telinganya mendengar nama yang sangat sensitive di telinganya. "kenapa? Ada apa dengan Jessica?" tanya Hankyung menunggu berita yang di bawa Donghae.

"dia ada di loby sekarang." Lanjut Donghae setengah berseru. Hankyung terlihat meringis mendengar berita itu. bukankah kedatangannya ke jeju karena ingin menghindar dari Jessica? Kenapa Jessica malah menyusulnya ke sini? "eottheoke?" tanya Donghae. Hankyung mengigit bibirnya masih berpikir bagaimana caranya ia menghadapi Jessica yang sekarang berada satu gendung dengannya dan- "gege!" suara cempreng khas perempuan itu mengejutkan Hankyung dari belakang.

Hankyung langsung memasang senyuman sejuta dollar-palsu-nya pada Jessica. "hao~ sica, kenapa bisa berada di sini?" tanya Hankyung langsung. Sementara wanita berpakaian serba mewah itu hanya mengerenyitkan dahi dan mengerucutkan bibirnya kesal menatap Hankyung. Donghae langsung pura-pura menyibukkan diri melihat-lihat pemandangan sekitar kolam. "kenapa gege tidak memberitahuku kalau gege pergi ke korea?" tanyanya dengan nada manja-manja yang membuat Donghae merinding mendengarnya. Hankyung hanya membuka mulut dan menggaruk-garuk tengkuknya bingung harus menjawab apa.

"kenapa ponsel gege tidak aktif? Kenapa gege malah pergi saat aku sampai di china? Kenapa-."

"cukup." Sela Hankyung membuat Jessica terdiam. "hentikan." Lanjut Hankyung lagi dengan wajah merah menahan emosi langsung menatap lurus gadis berambut pirang itu. "aku sudah tidak tahan lagi, aku sudah.."

"gege, apa maksudmu? Sudah? Sudah apa?" tanya Jessica meninggikan nada bicaranya.

"aku sudah lelah dengan kelakuanmu!" bentak Hankyung membuat pasangan yang berada tak jauh dari mereka menoleh. Jakun Hankyung bergerak naik turun berusaha menelan ludah sehabis membenta Jessica cukup keras. Matanya menyalang menatap Jessica. Sedangkan Jessica mundur selangkah, tubuhnya bergetar takut, wajahnya memerah menahan malu karena di perhatikan beberapa orang di sekitar mereka. "gege.." panggilnya dengan nada lembut. "maafkan aku, aku-." Ucap Jessica mencoba menjelaskan namun sudah di sela duluan oleh Hankyung.

"kita selesai sampai di sini.." potong Hankyung sukses membuat Jessica terkejut. Hankyung berjalan melewati Jessica dan Jessica meraih lengannya. "gege, aku bisa berubah! Aku bisa berubah, asalkan gege tidak memutuskanku!" serunya memohon menggenggam lengan Hankyung.

Hankyung terdiam sejenak. Ini bukan pertama kalinya, ini sudah berkali-kali Jessica seperti ini, melakukan kesalahan lalu bersumpah akan berubah. Namun apa? Tidak ada perubahan. Hankyung sudah tidak mau mendengar sumpah semacam itu lagi, ia menarik tangannya cukup kasar dari genggaman Jessica dan menjauh pergi tanpa berbalik lagi. Donghae mengiringinya dari belakang dan ia sempat memberikan sapu tangan pada Jessica yang mulai terisak.

"kalau kau tidak keberatan.. aku.." ucap Donghae mengerling Jessica. Namun Jessica yang baru saja resmi putus itu malah menghentakkan kaki dan menjauh pergi menyenggol Donghae. Ah tidak lupa membuang sapu tangan pemberian Donghae. "cih." Decak Donghae merasa di rendahkan. "padahal dia jauh lebih rendah dariku, aish jinjja." Ucap Donghae lalu menyusul Hankyung yang kembali ke kamarnya.

. . .

"hiks.." suara isakan menggema di kamar mandi wanita di areal kolam renang. Heechul yang baru masuk ke dalam kamar mandi itu merasakan hal ganjil. Ia mendengar suara isakan, tapi tidak ada seseorang di sana. "cheogiyo.." panggilnya sambil menengok kiri dan kanan.

Heechul berjalan menyusuri bilik kamar mandi dan mengetuknya satu persatu. "chogiyo.." panggilnya lagi karena merasa suara isakan itu semakin dekat dengannya. Sampai di bilik paling ujung, suara isakan tangis semakin jelas terdengar. Di ketuknya pelan bilik itu.

Beberapa saat, Heechul menunggu-nunggu jawaban tapi orang atau pun 'orang' di balik bilik itu malah membuka knop pintu. Menampakkan seorang gadis bertubuh kurus di balut dress hitam sampai lutut dan jaket kulit. Rambut pirang panjangnya hampir menutupi seluruh wajahnya karena ia menunduk. Heechul menatap kasihan gadis itu karena terlihat.. menyedihkan.

"seingatku di sebelah masih banyak bilik kosong?" tanyanya pada Heechul. "ya , memang, tapi kau membuatku ketakutan, ku kira tadi setan atau semacamnya." Ucap Heechul sambil menarik tissue dan melipat-lipatnya untuk Jessica. "maafkan aku, terima kasih." Ucap Jessica menyambut tissue pemberian Heechul.

Heechul mengangguk. "apa yang membuatmu sesedih ini?" tanya Heechul penasaran. Jessica mendongakkan kepalanya menatap Heechul yang lebih tinggi darinya itu. ia menatap Heechul, tapi bibirnya masih bungkam tidak mengatakan sepatah katapun. "kau putus dengan pacarmu?" tebak Heechul. "huaa.." tangisan Jessica kembali pecah. "ternyata benar." Sahut Heechul yang tidak menyangka tebakannya benar.

Jessica kembali menangis tersedu-sedu, tidak di sangka ia malah memeluk Heechul dan menangis di bahu Heechul. Heechul terkejut dengan reflex Jessica. dengan canggung ia mengusap-usap punggung Jessica untuk menguatkan. "menangis saja kalau itu membuatmu lega." Ucap Heechul semakin terbiasa mengusap punggung dan kepala Jessica. Jessica mengeratkan pelukkannya pada Heechul.

Tak lama kemudian, tangisan Jessica reda dan pelukkannya melonggar. "maafkan aku.." gumam Jessica mengusap-usap matanya yang menghitam di sekitar pelupuk karena rembesan air mata. Heechul menggeleng. "tidak papa, siapa namamu?" tanya Heechul. "Jessica." Sahut Jessica masih sedikit terisak.

Heechul tersenyum, Jessica mengingatkannya pada ryeowook karena bentuk tubuh dan gayanya mirip dengan ryeowook. "Jessica, kau mengingatkanku pada adikku." Ucap Heechul. "benarkah? Dimana adikmu sekarang?" tanya Jessica membulatkan matanya.

Heechul terkekeh. "dia di seoul, mungkin sedang sibuk mencariku karena aku ke jeju diam-diam." Jessica mengangguk-angguk. "kau, sudah merasa baikkan?" tanya Heechul lagi membuat Jessica mengangguk menjawab pertanyaannya. "putus dengan seorang kekasih memang menyakitkan, setahuku, karena aku belum pernah merasakannya." Lanjut Heechul. Jessica hanya tersenyum sendu.

"jangan nona, rasanya sakit sekali, lebih baik jangan pernah merasakannya.." sahut Jessica menggeleng-gelengkan kepalanya. Heechul tersenyum menanggapinya, ia mengusap kembali kepala Jessica. "baiklah, aku harus pergi sekarang, nona…"

"Kim. Kim Heechul, panggil saja aku eonni.."

"baiklah, eonni, kau baik sekali, terima kasih." Ucap Jessica membungkuk lalu berjalan keluar. "tunggu dulu." Heechul menahan Jessica. Jessica menatap Heechul yang mencengkram lengannya kebingungan. "kau tidak bisa keluar dengan dandanan kacau seperti itu." ucap Heechul menunjuk noda hitam di sekitar mata Jessica. Heechul melepas kacamatanya membuat Jessica bisa melihat jelas wajah cantik wanita yang lebih tua darinya.

Heechul memasangkan topi dan kacamatanya pada Jessica. Jessica terlihat bingung. "aigo eonni, terima kasih, di mana aku bisa mengembalikan ini?" tanya Jessica. "datanglah ke kamar 2003, itu kamarku." Jessica tidak salah sangka, wanita di depannya ini memang orang kaya, ia menginap di hotel mewah dengan kamar termahal bukan?

"b-baiklah eonni, senang bertemu denganmu." Ucap Jessica membungkuk lagi. "sudah, tidak papa, aku juga senang bertemu denganmu." Jessica bangkit dan kembali berjalan keluar dari kamar mandi itu. tak lama Jessica keluar, pintu kamar mandi kembali terbuka menampakkan sosok Siwon melongokkan kepalanya. "kenapa lama sekali?" tanyanya pada Heechul.

Heechul tersenyum dan berjalan ke arah Siwon. "ada sedikit urusan tadi." Sahut Heechul menggandeng Siwon keluar sebelum ada orang lain memergoki laki-laki yang masuk kamar mandi perempuan. "urusan apa?" tanya Siwon lagi. "jangan banyak tanya." Sahut Heechul membuat Siwon diam.

"chullie, kau lapar?" tanya Siwon. Heechul mengangguk, "kita makan di mana?" tanya Heechul. "kalian tidak akan kemana-mana." Sahut seseorang yang berjarak satu meter di depan Heechul. Heechul baru saja hendak marah tapi berganti dengan keterkejutan saat ia melihat seseorang yang benar-benar ingin di hindarinya muncul di hadapannya. Jungsoo, ibunya, menyusulnya bersama Hyukjae

"e-eomma.. Hyukjae.. " gumamnya, terkejut. Begitu juga dengan Siwon yang baru menyadari kehadiran Jungsoo dan Hyukjae. Jungsoo terlihat sangat marah dengan tangan terkepal.

. . .

TBC

. . .

RnR? Harus J

_Lady ChulHee_