Title: One More Game
Cast: Park Jimin, Min Yoongi other BTS cast. Starring SEVENTEEN's Woozi (Lee Jihoon), Hoshi (Kwon Soonyoung), and S. Coups (Choi Seungcheol)
Summary: [CHAPTER 2 UP] Jimin, apakah kau yakin dengan keputusanmu? Bisa saja keputusan yang dianggap 'baik' sekarang malah akan menjadi kebalikannya nanti. (BTS FIC; YoonMin; MinYoon; Starring SEVENTEEN Woozi, Hoshi, S. Coups)
Length: Chaptered
Disclaimer: this story and the idea is ORIGINALLY MINE, but all of the cast belongs to Bighit Entertaiment & God!
Note: typo(s), missing word(s) can found everywhere. So, forgive me if I did! .
WARNING : YAOI CONTENT INSIDE! ( BOY x BOY )
―――
Bangtan_sarang presents
ONE MORE GAME: CHAPTER 2
Park Jimin | Kim Taehyung | Kim Namjoon
Kwon Soonyoung | Lee Jihoon | Choi Seungcheol
―――
Saat ini waktu baru menunjukkan pukul 06.00, dan seharusnya belum ada siswa yang datang sepagi ini ke sekolah. Namun, dengan sepatu roda hitamnya itu, si hiperaktif―orang-orang menganggapnya begitu―Kwon Soonyoung, sudah tiba di sekolah.
Soonyoung meluncur dengan sangat lihai di koridor sekolah; mengingat cctv belum beroperasi diluar jam pelajaran, ia berpikir masa bodoh dan beranggapan bahwa itu berarti ia bebas melakukan apa saja. Soonyoung terus saja meluncur sampai ia memperlambat lajunya saat memasuki ruang kelas 10-A, yaitu ruang kelasnya. Kemudian ia duduk di bangku terdepan dan segera mengganti sepatu roda yang ia kenakan itu dengan sepatu futsal.
Selain sepatu, ia juga melepas seragamnya.
Tidak, tidak telanjang! Ia telah mengenakan jersey berwarna hitam putih milik sekolahnya itu lebih dulu.
"Hari yang indah untuk menendang bola~" ucap Soonyoung dengan nada sangat antusias. Ia pun membuka tas ranselnya, sedikit mencari-cari dan…. Oh! Tenyata ia mengeluarkan sebuah headband putih yang sangat selaras dengan warna rambutnya yang pirang.
Soonyoung membawa dua tas, satu tas ransel dan satu tas jinjing. Dan tebak apa? Di dalam tas jinjing itu dia membawa sebuah bola sepak. Ah, jelas sekali, Soonyoung adalah salah satu pemain futsal di sekolahnya.
Kau perlu tahu, sesungguhnya dia adalah kapten futsal Bangtan Senior High School. Tidak heran lagi mengapa orang-orang menyebutnya hiperaktif, dan memanggilnya dengan nama 'Hoshi' yang dalam bahasa jepang berarti matahari. Klop dengan faktanya, ia memang benar-benar seperti matahari karena auranya seakan-akan selalu memancarkan cahaya yang cerah.
――
Setelah Soonyoung merasa semuanya sudah lengkap―bola sepak, air minum, handuk, dan tentu saja ponselnya―ia kemudian keluar dari kelasnya menuju lapangan futsal dengan langkah yang mantap.
Ini sudah menjadi rutinitas Soonyoung setiap harinya. Datang ke sekolah sangat pagi hanya untuk berlatih; dan sudah menjadi rutinitas Soonyoung juga, tepat pukul 06.15 ponsel putihnya akan berdering, menandakan ada panggilan dari seseorang…..
"Good morning Jihoon-ah~~ kau dimana?"
"…"
"ah… 15 menit lagi? Tetapi aku tidak tahan menunggu lebih lama! Cepatlah datang!"
"…"
"arra arra, aku mengerti. Aku tutup ya.. aku mencint-"
tut― tut― tut―
Soonyoung yang belum sempat mengatakan kalimat 'itu' sepenuhnya hanya bisa mendengus kesal. Bagaimana tidak kesal? Ketika kau sedang bertelepon dengan orang yang paling kau sayang―ehem―tetapi malah telepon itu telah ditutup terlebih dulu.
Ia kemudian meletakkan kembali ponselnya di dalam tas jinjingnya yang ia tempatkan di salah satu bangku panjang dekat lapangan futsal. "Biar sajalah, suatu saat ia pasti akan kubalas… hihi" ucap Soonyoung jahil dengan fantasi aneh dikepalanya. Ia pun berjalan sambil menggiring bolanya dengan ringan ke tengah lapangan.
"Oi! Soonyoung! Apa aku telat?" Terdengar suara yang familiar dari arah belakangnya. Soonyoung yang agak terhenyak kaget pun menoleh. "Jimin hyung? Tumben kau datang awal sekali!" Park Jimin―ketua OSIS berambut merah agak pudar yang ternyata juga pemain futsal―turut mengikuti Soonyoung ke tengah lapangan.
Jimin hanya terkekeh senang; mengetahui ia tidak lagi terlambat latihan pagi bersama Soonyoung dan teman-teman satu tim lainnya yang belum tiba. "Aku hanya melahap sarapanku lebih cepat dari biasanya," Soonyoung menatap jimin dengan bibirnya yang membentuk sebuah lingkaran. "itu perkembangan yang luar biasa, hyung! Biasanya kau kan lambat sekali seperti siput!" mereka pun terkekeh renyah dan memulai latihan dengan pemanasan.
――
Aku merapikan buku-buku milikku yang berceceran di koridor. Jangan tanya kenapa, karena aku tidak mau menjelaskannya. Ugh, terlalu memuakkan untuk dijelaskan.
Bagaimana bisa dia menabrakku dengan keras―hingga punggungku pun sekarang masih terasa nyeri―dan berlari begitu saja hanya dengan meninggalkan kata 'maaf' tanpa membantuku merapikan buku-bukuku? Paling tidak kan seharusnya dia membantuku berdiri, bukannya malah begitu.
Untung saja kedua kotak bekalku masih dalam keadaan utuh. Andaikata isi dari kotak bekalku juga ikut berceceran,―terutama yang berwarna abu-abu―akan kuhajar habis-habisan orang itu!
Ah, aku harus berlari agar cepat sampai ke lapangan. Aku harap orang tadi tidak lagi muncul dan membuat suasana pagiku lebih buruk lagi.
Aku pun memutuskan untuk berjalan cepat diselingi lari-lari kecil. Hingga disaat aku hampir tiba di lapangan futsal…
T-tunggu sebentar,
Soonyoung sedang bersama siapa?...
――
Tidak terasa sudah kurang lebih satu jam Soonyoung, Jimin, dan pemain lainnya berlatih di lapangan, sampai Soonyoung merasa janggal; seperti ada sesuatu yang penting, tetapi ia melupakannya.
"Jimin hyung, sekarang sudah pukul berapa?" Soonyoung bertanya kepada Jimin yang berdiri di sampingnya. Jimin pun mengangkat tangan kanannya untuk melihat arlojinya. "pukul 07.20, kenapa memangnya? Kita masuk pukul 07.45 kok, masih ada waktu untuk ganti baju." paras Soonyoung yang sedaritadi bersemangat itu berubah drastis, dengan ajaibnya langsung memucat. "Hyung… aku harus kembali ke kelas sekarang juga!"
Melihat Soonyoung yang memucat itu, Jimin hanya bisa mengiyakan dan memandang Soonyoung bertanya-tanya. "Ada apa dengannya?"
Soonyoung langsung saja melesat dari lapangan. Ia merogoh-rogoh tas yang tadi ia bawa untuk mengambil ponselnya. Dengan tangan yang agak gemetar, ia membuka ponsel berwarna putihnya itu dan…..
"15 panggilan tidak terjawab plus 1 pesan dari Jihoon….. GYAAAHH MATILAH AKUUUU!"
Ponsel yang semula ia genggam itu langsung ia masukkan dengan sembarang ke dalam tasnya. Dengan membawa tas yang belum terrisleting dengan benar itu, ia berlari secepat yang ia bisa menuju ruang kelasnya yang juga ruang kelas Jihoon.
Tepat, Jihoon adalah kekasihnya.
Soonyoung membuka pintu kelasnya dengan kasar, menyebabkan suara dentuman keras yang menyebabkan Jihoon dan murid lainnya menengok ke sumber suara.
Tidak peduli dengan tatapan teman-teman sekelasnya itu, Soonyoung langsung saja menghampiri Jihoon yang terduduk di bangkunya, bangku paling pojok di dekat jendela.
Jihoon hanya membungkam mulutnya melihat Soonyoung yang terlihat sangat panik berjalan menghampiri dirinya. Malah Jihoon terlihat cuek-cuek saja; ia bahkan enggan melepas headset yang dikenakannya sedari tadi.
"Jihoon-ah, Demi Tuhan, maafkan aku, aku sungguh tidak sadar kalau kau sudah menungguku begitu lamanya hingga kau kembali lagi ke kelas! Padahal selama latihan aku selalu berusaha mengingatnya tetapi entah mengapa aku bisa lup-"
"sudahlah."
Keduanya terdiam.
Soonyoung benar-benar menyesali perbuatannya yang melupakan Jihoon, padahal semalam sebelumnya mereka berjanji untuk sarapan bersama; dan Jihoon-lah yang akan memasakkan sarapan untuk Soonyoung.
Jihoon melirik Soonyoung dengan sinis, kemudian merogoh sesuatu di laci mejanya; sebuah kotak bekal berwarna abu-abu.
"nih, kau makan saja sendiri!"
Setelah menyodorkan kotak bekal itu ke tangan Soonyoung, Jihoon kemudian bangkit dari tempat duduknya. Ia berdiri dan berjalan cepat keluar kelas. Soonyoung mengigit bibir bawahnya, menyadari bahwa ia benar-benar-dalam-masalah-besar.
Mata sipit Soonyoung melihat ke arah jam dinding di kelasnya―dan sekali lagi―waktu bergulir dengan sangat cepat. "lima belas menit lagi pelajaran akan dimulai, sial! Aku harus berganti baju sekarang!"
――
Wajah Jihoon sungguh-sungguh berwarna merah padam sekarang. Jihoon tidak menyangka Soonyoung telah melewati garis batas kesabarannya untuk yang kesekian kali.
"futsal saja terus, akunya tidak dipedulikan!"
Jihoon terus melangkahkan kakinya, dan dengan tidak terduga ia berpapasan dengan Jimin. Jimin yang mengetahui kekasih Soonyoung adalah Jihoon itu kemudian menegur Jihoon. "Jihoon-ssi, apa kau melihat Soonyoung?" Jihoon yang masih kesal itu ditambah kesal lagi karena pertanyaan Jimin. "tidak tahu, aku tidak melihatnya!"
Jimin hanya geleng-geleng kepala setelah mendengar jawaban Jihoon. Ia yakin, sesuatu pasti sedang terjadi diantara mereka.
"Brengsek!"
――
Ketukan pintu dari luar kelas membuat Jimin terbuyar dari lamunannya. Jimin yang notabenenya juga merupakan ketua kelas pun berjalan menghampiri seseorang itu―berhubung saat ini guru yang seharusnya mengajar belum tiba di kelas.
"Park Jimin, sekarang sudah jam 1. Bukankah rapat seharusnya dimulai pukul 12.45?" di hadapan Jimin sekarang adalah seseorang yang bisa dibilang mendekati kesempurnaan. Rambut berwarna hitam legam―cocok sekali dengan iris matanya―, wajahnya yang kalem, postur tubuh yang tegak, dan pastinya semua itu dilengkapi dengan attitude yang sangat baik dan pribadinya yang sangat friendly. Siapa lagi kalau bukan Seungcheol sunbaenim, wakil kesiswaan Bangtan Senior High School. Dan perlu diingat, Seungcheol sunbaenim memang sangat disiplin waktu.
"Ah! Benar sekali Seungcheol sunbaenim, aku akan segera ke ruang OSIS. Sunbae duluan saja, aku akan menyusul bersama Namjoon hyung dan Taehyung secepat mungkin!" jawab Jimin tergesa-gesa. "baiklah, aku tunggu lima menit lagi, ya. Tidak boleh terlambat, oke?" Seungcheol sunbaenim lantas berjalan meninggalkan ruang kelas Jimin.
Jimin pun segera kembali ke bangkunya dan merapikan barang-barangnya yang berantakan.
Well, sesuai dugaan, Namjoon dan Taehyung malah asyik bermain game tanpa memperdulikan keadaan sekitar.
"Namjoon hyung! Tae! Rapat akan dimulai lima menit lagi!" Teriakan Jimin yang begitu melengking itu seketika membuat Namjoon dan Taehyung mendapatkan kembali konsentrasinya. Mereka segera merapikan barang masing-masing dan segera bangkit; berjalan ke ambang pintu kelas.
"Tolong jaga keadaan kelas agar tetap tenang ya! Kami ada rapat OSIS nih, daaah~" seusai Taehyung berbicara keras―yang entah didengarkan oleh yang lain atau tidak―Namjoon menatap Taehyung dengan tatapan mengejek dan aneh. "Bro, kau ini bicara apa? Seharusnya Jimin yang bilang begitu! Kau kan bukan ketua kelasnya!" celetuk Namjoon ceplos. "Memangnya tidak boleh? Aku kan juga ingin menjadi dia!" Taehyung membalas dilengkapi dengan juluran lidahya. Lagi-lagi, di saat seperti ini mereka masih sempat saja mendebatkan persoalan yang sama sekali tidak penting.
Karena sudah kelewat jengkel, Jimin menarik pergelangan Namjoon dan Taehyung dan menyeret mereka berdua keluar kelas. "Tiga menit lagi rapat akan dimulai, bodoh!"
――
"Jim, jangan lupa rencananya!" Taehyung berbisik kecil kepada Jimin. Jimin pun mengangguk mantap sambil menggeser pintu ruang OSIS perlahan. "Nah, itu dia. Sekarang semua anggota pengurus sudah berkumpul, kan? Langsung saja kita mulai rapatnya." Seungcheol langsung berucap sambil bertepuk tangan sekali sesaat setelah tiga orang itu muncul. Mereka bertiga pun membungkuk kepada semua anggota pengurus OSIS lainnya dan segera duduk ke tempatnya masing-masing.
"Baiklah, supaya semua ini beres aku akan cepat saja. Berdasarkan data yang ada, tim basket sekolah kita memang sudah 5 kali berturut-turut tidak mampu memenangkan turnamen antar sekolah, yang artinya tim basket sekolah kita… buruk" Kata Jimin serius dan to the point sambil menunjukkan kertas-kertas yang ia pegang kepada Seungcheol. "pada rapat OSIS sebelumnya aku memutuskan untuk tidak membubarkan ekstra kurikuler basket, namun setelah aku melihat data ini… aku merubah keputusanku."
Seungcheol merespon dengan mengangguk-angukkan kepalanya tanda setuju sambil membaca data-data itu. Walaupun ketua OSISnya adalah Jimin, ia tetap harus mempertimbangkan keputusannya dengan wakil kesiswaan. Karena wakil kesiswaan-lah yang memegang peran besar terhadap urusan ekstra kurikuler sekolah walaupun masih tetap dalam bimbingan dan pertanggungjawaban guru.
Dan benar saja, semuanya beres. Semuanya selesai. Semua anggota pengurus OSIS setuju, wakil kesiswaan setuju, guru pembimbing yang berada disana juga menyetujuinya. Tidak ada yang aneh dan semuanya berjalan lancar. Taehyung yang sedaritadi menunggu kehadiran 'seseorang' itu hanya bisa mendesah kecewa, karena rencananya gagal dan tidak sesuai perkiraan. Yah, lagipula memang lebih baik dibubarkan saja, kan?
Tetapi tidak ada yang menyadari, sedaritadi orang itu bersandar di depan pintu ruang OSIS.
"wah, rapat kali ini lebih cepat daripada yang kukira. Tetapi sepertinya mereka tetap harus bersiap-siap besok….."
――
One More Game
CHAPTER 2 END
――
BOOM! Gimana, gimana? Sabar ya si Yoongi belum ane munculin disini :V kayaknya baru chapter depan deh ane munculinnya~ kekeke maapkeun juga ceritanya malah agak agak terfokus sama WoShi, tapi ini FF Minyoon kok tetep jan khawatir, maap kalo bikin kecewah~ :V
―balasan review―
Minkook94: umm itu siapa yha? Siapa yha? Tebak ajhaaa~ *ditabok* Yoi! Pasti MINYOON karena kayak ada ganjel-ganjelnya gitu kalo Jimin jadi uke WKWKWWK tapi as long as it's Yoongi and Jimin akusih fine fine ajaa:V
Firda743: udah terkabul yepss :3 WoShi emang unyu bighit eh bingit~ /apaanwoi/
: udah dilanjut neh~ :D wah mudah-mudahan chap ini gak nambah ngebingungin ya ;-; ini MINYOON kok, Jimin jadi semenya J
SyubD: aduh muup sekaleh si Seungcheol nggak sama Woozi, dia kan sama akuuu /ditendang sampe amrik/ :'v
Riska971: tanpa babibu juga sudah di next^^
Phylindan: AAAAHHHH SUNBAENIM NGEREVIEW FF SAYA *^* SAYA SELALU NGEREVIEW LOH DI AKUN SEBELAH/? /sujud syukur/ yups sekali~ maap kalo mudah ditebak:"3
Daphnaap: AAAAAAA UDAH DILANJUT NIH /joget/ neee sama sama :3 aku juga demen Woozi sih lagian seventeen jarang ada FF nya kan ya hikseu~
Karina: disini Yoongi belum aku munculin nih hikkss T^T mianhae mianhae hajimaa, chap depan aku munculin deh:3
Cime365: ummm sama siapa ya ketauannya? Wkwkkw ikutin ajah~ ntar juga ketauan/? wehehehheh, iyaa Jimin seme dan Woozi juga sama Hoshi~~
―o―
Muup kalau ada review yang belum terbalas~ dan jangan bosan-bosan baca kelanjutannya FF ini yakkk:v makin banyak review makin kilat update /maksa woi/
Sekian aja deh, jangan lupa kirimkan komentar kalian di REVIEW dan jangan lupa juga untuk FAV dan FOLLOW! See ya next~ [baca juga Ficlet VKook ku ya! Masih anget tuh soalnya:V]
.bangtan-sarang.
