Disclaimer : tetep masih punya Masashi Kishimoto kok..
Warning: OOC, gaje, typo, de-el-el..
Don`t like? Don`t read..
Selamat membaca! Semoga kalian suka! =)
Boys Note
Naruto berhasil melarikan diri dan mendapatkan kembali buku hariannya dari Kiba. Dia berlari keluar kelas. Teriakan dari Sakura dan yang lainnya masih terdengar walau dia sudah berada di luar area sekolah.
Naruto terus berlari dan berlari lalu dia menabrak seseorang dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Berambut putih panjang
Orangnya mesum
Penulis novel Icha-Icha Paradise
Pernah masuk rumah sakit gara-gara tinjuan Nenek Tsunade.
"Hoi, Naruto! Kebetulan sekali!" kata orang yang di tabrak oleh Naruto. Tidak lain dan tidak bukan adalah Jiraiya.
Naruto memegang hidungnya. Dan memperhatikan orang yang ada di depannya dengan mulut tercengang.
"Ada apa?" tanya Jiraiya bingung. "Kau kaget dengan penampilanku?"
Jiraiya langsung muter-muter bak seorang penari balet sambil memamerkan baju barunya.
"Gak cocok," kata Naruto pendek, singkat, dan menyakitkan hati. Tapi, dia langsung mencatatnya di buku hariannya. Sepertinya dia enggak kapok dengan kejadian yang baru saja dia alami.
10 Januari
Diary sayang,,
Hari ini ada kejadian parah! Petapa genit, hari ini baru beli baju di Toko Guy`s T-shirt. Kamu tau kan? Itu lho, toko baju punya guru Guy. Di sana baju yang di jual kayak yang di pake sama guru Guy dan Lee semua! Kalau yang pakai mereka berdua sih oke! Apalagi kalau aku yang pakai! Hehehe..
Waduh, kok jadi curhat ya, Di? Padahal tadi mau cerita Petapa Genit! Nah, baru aja Petapa Genit beli baju paling mahal dari sana! Katanya bahannya dari SUTRA! Pantes! Tau gak, Di? Baju Jiraiya itu barusan KETAT dan TRANSPARAN? HUEK!
Duak! Jiraiya memukul kepala Naruto.
"Apaan, sih? Kenapa dipukul? Sakit tau!"
"Beraninya kau bilang bajuku jelek!" Jiraiya marah. Ada api terbakar di kepalanya.
"Mana ada aku bilang begitu!" Naruto membela diri.
"Kau barusan menuliskannya di buku harianmu, kan?" wajah Jiraiya merah padam.
Jiraiya mencoba mengambil buku harian Naruto ketika Tsunade lewat sambil memandang ke atas.
Jiraiya memandang aneh Tsunade. Dia segera menghampiri Tsunade dan lupa akan rencana untuk mengambil buku harian Naruto.
"Tsunade, kenapa kau melihat ke atas? Oy, Tsunade!" Jiraiya berteriak gaje.
Namun, Tsunade tetap melihat ke atas. Jiraiya ikut-ikutan melihat ke atas. Namun, yang ada cuma atap. Jiraiya makin bingung. Naruto yang datang bersama Jiraiya juga ikut-ikutan bingung. Tetapi, Naruto segera mencatatnya di dalam diary miliknya. Dia suka mencatat apapun yang terjadi.
10 Januari
Tsunade-sama ternyata..
Duak! Lagi-lagi sebuah pukulan mengenai kepala Naruto. Sehingga buku hariannya pun terjatuh.
"Wadauuw! Sakit! Kenapa aku dipukul sih!"
Suzune menatap tajam pada Naruto. "Jangan pernah menuliskan hal ini di buku harianmu!"
Naruto jadi keki. Kenapa sekarang setiap orang jadi ribut tentang buku hariannya? Suka-suka dia dong. Buku punya dia kok!
"Jadi, bisa kau jelaskan kenapa dia bisa seperti itu?" tanya Jiraiya.
Suzune menatap Jiraiya dengan pandangan aneh bin jijik kemudian melanjutkan perkataannya, "Ini semua gara-gara poster Band Peterpuunn yang baru aja dipasang di depan warung Ramen Ichiraku, saking ngefans-nya Tsunade-sama memandangi poster itu sampai 10 jam dan ketika sadar, lehernya sudah tidak dapat digerakkan kebawah lagi,"
Naruto dan Jiraiya langsung melihat ke arah warung Ramen Ichiraku yang gak terlalu jauh dari mereka. Di situ terpampang sebuah poster dengan luas 100 meter. *bused.. gede amat*. Jiraiya sweatdrop. Naruto ternganga bodoh.
"Gak nyangka seleranya yang kayak gitu.." ucap Jiraiya menyindir Tsunade.
"Hah! Daripada kau, dia berkali-kali lebih keren!" Tsunade yang walaupun lehernya sakit gara-gara melihat poster masih sanggup melawan perkataan Jiraiya.
"Sadar umur dong!" kata Jiraiya.
"Bodo!" balas Tsubade.
"Umm," Naruto mencoba berbicara dengan kedua orang yang sedang bertengkar itu namun tidak di gubris. "Kacang goreng! Kacang goreng!" Naruto jadi geram sendiri.
Tapi, tetap tidak di gubris. Suzune sibuk meluruskan ekor Tonton. *Emang bisa? Plak!*
Plak! Naruto menampar pipi Jiraiya.
"Naruto? Mengapa kau seperti itu? Mengapa?" Jiraiya kaget karena ditampar oleh Naruto.
"Karena kau mengacangi aku!" bentak Naruto.
"Mengacangi? Apa itu? Sejenis binatang darimana?"
"Bukan! Mengacangi itu adalah kau tidak mempedulikan aku barusan!"
"Kapan Naruto? Kapan?"
"Barusan!"
"Barusan kita bercakap-cakap. Tidak mungkin, Naruto!" Jiraiya menangis dengan pose yang tidak enak dilihat ditambah bajunya yang juga tidak enak dilihat.
Naruto menggelengkan kepalanya. Khayalan itu terlalu menjijikkan. Tapi, dia sangat geram jika dikacangi seperti ini. Dua orang yang di depannya masih saja bertengkar. Yang satu kepalanya mengadah ke atas, sedangkan yang satunya lagi memakai baju yang.. Err.. Tidak baik dilihat bagi anak-anak di bawah umur.
"Umm.. Menurutku.."
"Anak kecil diam saja!" bentak Jiraiya.
Padahal Naruto dari tadi mau komentar bahwa resleting Jiraiya belum terpasang. Dan membuat semua orang yang melihatnya menjadi jijik.
Naruto lalu membuka buku hariannya lagi dan akan menuliskan kejadian ini di sana.
10 Januari
Petapa genit dan Nenek Tsunade bertengkar
"Kubilang jangan menulis tentang hal ini!" Suzune marah dan kemudian melempar Naruto.
Syuuuuttt... Brak! Naruto merasa mendarat di tempat yang suasananya terasa agak aneh. Ketika membuka mata dia melihat bahwa dia kembali berada di kelasnya. Sakura dan Ino sudah bersiap dengan tinjunya.
"Halooo, Naruto.." Sapa mereka panjang dan mata mereka berkilat marah.
"Aha-ha-haloo juga Sakura, Ino.. Kenapa kalian begitu aneh,"
"Hemmm.. menurutmu begitu ya?" Sakura memasang sarung tangannya.
"Hahaha.. I-iya," jawab Naruto gugup.
Semua murid di kelas membentuk bundaran untuk menonton hal yang akan terjadi pada Naruto. Kecuali Shikamaru yang sedang tidur dengan mengorok.
Ino mengambil buku harian Naruto dengan paksa dan membacanya.
12 Maret
Aku melihat sesuatu yang tidak boleh kulihat! Tenten berpacaran dengan Neji! Tenten mau dengan Neji? Dia kan kayak cewek?
Naruto menelan ludah, begitu melihat Neji yang maju ke arahnya dengan tatapan tajam. Sakura dan Ino mengikuti dari belakang.
"Juken!" Neji memulai serangan duluan.
"Kyaaaa!" jerit Naruto.
Sakura dan Ino juga menyerangnya tanpa ampun.
"Ampuuueennnnn!" teriak Naruto.
Kiba dan Shino sedang sibuk pasang taruhan berapa lama Naruto tahan di siksa oleh 3 orang sadis tersebut.
To Be Continue
Waahhh, akhirnya selesai juga chap 2!
Makin ancur yaaaa?
Tapi, tetep jangan lupa review ya!
*Mata cling-cling no jutsu!*
Naruto: Kenapa aku sial sih?
Author: Gomen!
Naruto: Ya udah.. (Segitu cepatnya memaafkan orang) Kapan aku gak sial lagi?
Author: Umm.. Chap 3 mungkin?
Naruto: Mungkin? Hei!
(Author udah lari duluan)
Jangaaan lupa review yaaaakk! *sambil lari-lari karena dikejar Naruto*
