Hello, guys aku kembali lagi disini dengan fiction dan chapter terbaru juga dari salah satu fanfic buatan saya yang anyar ini ngomong-ngomong soal buat update ternyata masih satu chapter dan saya akan nambah satu chapter lagi yah, kasian juga pada orang-orang yang sudah setia menunggu agar fic ini tetap berjalan sebagaimana dengan mestinya ohhhh ngomong-ngomong aku gak ada rencana apapun untuk publish yang baru karena stuck otak saya dan ide buntu apabila dibuat yang ada malah jadi WB dan itu perkara yang harus dihindari oleh setiap penulis yang kurang berpengalaman seperti saya.
P.s : wkwlwkwk gak kerasa yah, udah mau akhir tahun dan berganti tahun juga lalu sudah dua tahun juga saya jadi author setelah cukup lama jadi silent reader meski begitu belum ada satupun fix saya yang tamat emang kampang bener dah!
.
...
.
- Musutafu City
"Hahaha jangan bergerak atau dia akan aku tembak"
"Hei, ada yang mencuri uangku"
"Tangkap para penjahat itu mereka membuat onar setiap hari"
"Tapi, kita tak punya Quirk lebih baik kita serahkan kepada pihak kepolisian"
"Itu percuma karena mereka hanya manusia biasa dan parahnya para hero telat lagi"
"Sial, kita butuh bantuan All Might!"
Terdengar suara teriakan kesal dan berharap yang berasal dari para warga yang menghuni tempat itu karena sebenarnya mereka butuh bantuan ketika banyak sekali kejahatan yang merajalela bahkan pihak polisi tak bisa membantu banyak maka dari itu adanya para pahlawan yang membantu.
Tapi, makin kesini kejahatan terus bertambah seperti tak ada habisnya dan para penegak keadilan pun sedikit kesusahan dibuatnya dan bisa dibilang itu adalah hal yang sering terjadi dan setiap saat tak peduli dimana pun itu.
Contohnya untuk saat ini ada dua orang penjahat yang sedang melakukan aksi mereka yang satu sedang merampok bank yang satu lagi membuat tubuhnya menjadi besar untuk sekedar mengalihkan perhatian dan juga terkadang menyandera para warga agar pihak polisi diam dan tak bertindak.
"Seseorang hentikan dia dan tangkap perampok itu!" teriak salah satu warga merasa resah.
"Itu percuma kita tak bisa melakukan apapun selain menonton!" balas orang yang ada di sampingnya "kita tunggu para pahlawan datang meski itu telat!"
"Whahahahaha jika siapapun yang berani maju atau mendekat maka akan aku lemparkan wanita ini" ucap Penjahat yang mengancam
"Seseorang selamatkan aku!" teriak wanita itu ketakutan karena harus jadi sandera.
"GIANT KICK!"
"Guahhhhhhhhhh!"
Terlihat seorang wanita raksasa yang melayang terbang mengarahkan kedua tendangan kakinya ke penjahat itu hingga membuatnya terpental jauh dan sementara seorang warga yang disandera tadi berhasil selamat dan semuanya baik-baik saja.
"Hei, siapa itu?"
"Benarkah dia seorang Hero baru?"
"Mungkin saja karena ini baru pertama kali melihatnya"
"Dia lumayan oke juga"
"Hey, hentikan tatapan menjijikanmu itu"
Para warga mengobrol dan memberi komentar terhadap seorang Hero baru yang muncul dan menyelamatkan seorang warga yaitu seorang wanita berambut pirang panjang, dengan kostum coklat panjang transparan, sarung tangan dan sepatu boots warna ungu, mengenakan topeng yang hanya menutup bagian mata, dan aksesoris seperti sebuah tanduk.
"Baiklah, ini adalah hari pertamaku sebagai seorang Hero yang sudah mendapatkan pengakuan" ucap wanita Hero itu menurunkan warga tadi "dan untuk kalian semua bisa mengenali diriku dengan sebutan Mount Lady jadi, mohon kerja samanya okay?" dia membuat pose menunjukan lekuk tubuhnya dan mengedipkan sebelah matanya dan mendapat respon positif dari kaum adam
"Hey, Mount Lady kau ini curang kenapa cuman engkau yang dapat perhatian saja" ucap seorang lelaki yang mengenakan pakaian seperti Ninja warna merah tampak dia merasa sedih karena tak dapat perhatian banyak meskipun dirinya juga menangkap penjahat yang merampok bank tadi dan itu benar-benar tak adil menurutnya.
"Ohhh, maaf Kamui aku tak bermaksud begitu" ucap Mount Lady dengan telunjuk di bibir dan ekspresi imut yang sengaja dibuat "mungkin kau harus lebih sedikit aktif lagi agar mereka memperhatikanmu" dia kembali jadi dirinya dan membuat gaya membiarkan para wartawan memotretnya.
Sementara para wartawan memotret dan kaum adam terpikat oleh daya tariknya saat ini character utama kita Izuku Midoriya berada di kumpulan orang banyak itu dengan kamera sambil memotret hero tadi yang melakukan aksi penyelamatan meski tak ada All Might namun suasana kembali aman terkendali berkat hero lain.
"Baiklah, ini akan masuk ke daftar tambahan" ucap Izuku langsung menempelkan hasil pemotretan tadi ke sebuah buku besar yang memiliki judul 'All Heroes Character' lalu menulis itu.
Sebenarnya itu adalah sebuah buku cacatan pribadi tentang semua hero yang sudah diketahui oleh Izuku yang ditulis secara pribadi mulai dari hal terkecil hingga terbesar bahkan lebih mirip seperti kamus bahasa inggris lengkap yang sangat tebal sekali entah, karena hobby atau apa hanya saja dia sangat tertarik untuk menulis ini mungkin sebagai referensi nanti.
Mount Lady seorang Hero wanita yang baru diterima menjadi pahlawan seminggu yang lalu dan baru melakukan tugasnya di lapangan sekarang dan memiliki Quirk yaitu bisa membesarkan ukuran tubuhnya seperti raksasa seukuran gedung tinggi atau bahkan lebih yah, kelebihan Quirk ini hanya waktu dalam pertarungan ramai saja bisa mengacak-mengacak apapun dan bisa menghancurkan benda yang tinggi macam gedung dan gerbang besi tinggal sedangkan kelemahan itu sangat jelas sekali bisa menjadi sasaran empuk untuk musuh yang kecil yah, dia ambil referensi dari buku dongeng 'Gajah vs Semut' dan sangat tidak cocok dalam tanding satu lawan satu dan sangat rentan terkena damage serangan musuh karena bentuk ukurannya itu dan tak bisa sembunyi.
Sedangkan partnernya yang seorang Hero juga bernama inisial Kamui Woods memiliki Quirk seperti akar atau batang kayu pohon dari kedua tangannya kelebihan dari Quirk miliknya ini adalah lebih ke tipe Attack dengan macam serangan terkadang bisa juga untuk menangkap sesuatu yang tinggi dan bisa menyamar dengan pohon dan sangat cocok untuk sembunyi sedangkan kelemahan sangat rentan dengan bertahan dan tak kuat apabila menahan serangan musuh karena kayu itu sangat rapuh yang berbeda dari besi.
Meski ini lebih mirip seperti informasi rahasia daripada tentang mereka tapi, yang jelas penjelasan sederhana ini hanya berdasarkan pendapat Izuku yang melihat Quirk itu sendiri dan hanya sekedar hipotesis saja tapi mungkin juga bisa sebagai acuan yah, maklum tangannya agak gatal apabila tak mencatat atau menulis apabila mendapat sebuah informasi yang baru dan penting.
"Yah, sudah selesai" ucap Izuku menutup buku setelah menulis dan melihat Hero rambut pirang itu yang masih dalam mencari perhatian kepada wartawan.
"Ohhh, iya aku baru ingat"
Izuku tampak mengingat sesuatu yang agak terlupakan yaitu berkeliling dan mencari referensi untuk kostum yang pas baginya karena hari ini dia memiliki Quirk dan sudah memutuskan untuk jadi seorang Hero meski tak diakui dan dianggap sebagai Vigilante tapi, tak peduli karena dia bukan tipe orang yang membiarkan seseorang dalam keadaan bahaya.
Tapi, tak lama Hp miliknya berbunyi dan melihat yaitu teman masa kecilnya itu memanggil lalu dia mengangkat telepon itu.
"Halo, Itsuka?"
"Halo Izuku bisa kita ketemuan sebentar?"
.
.
.
.
.
- Laboratorium Tak Bernama
Disana nampak beberapa orang dengan mengenakan pakaian khusus seperti ahli sains dengan jas putih panjang dan celana coklat panjang tengah melakukan sebuah sesuatu seperti eksperimen dengan berbagai macam alat dan bahan uji coba yang sulit difahami oleh orang manusia umumnya.
"Subjek A dengan tes pencampuran deodiksa mengalami peningkatan suhu yang sangat tinggi"
"Subjek B suhu tekanan tubuhnya menurun drastis dan di bawah 0 derajat"
"Apa yang kalian lakukan bodoh cepat tangani dan kembalikan mereka seperti semula"
"Itu mustahil, karena senyawa tinggi itu cukup tinggi dan bagi siapapun yang tak kuat menerimanya maka tubuh itu bakal drop atau panas yang terlalu tinggi dan bisa saja lebih dari itu"
"Masa engkau sendiri yang menciptakan ini tak bisa berbuat sesuatu"
"Aku ini orang yang membuat sesuatu yang baru bukan menyembuhkan sesuatu yang sudah rusak"
"Haduh, kau ini benar-benar parah sekali dari seekor Hiu yang bahkan tega meninggalkan keluargamu di luar sana demi untuk hal seperti ini saja"
"Itu hanya kepingan kesalahan yang takkan pernah aku lupakan dan ingin aku coba perbaiki kembali"
"Tapi, aku tak yakin yang kau lakukan ini bakal berjalan dengan sukses"
"Kau tau yang namanya sukses itu tak semudah membalikkan telapak tangan jadi ada kalanya gagal dan aku sudah siap dengan itu"
"Baiklah itu terserah kau saja Hisashi"
'Inko, Izuku'
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxx Xxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Jalan Kota
Izuku berjalan menuju rumah setelah sempat sebelumnya bertemu dengan tempaan masa kecilnya yaitu Itsuka yah, sebenarnya itu hanya pembicaraan biasa saja tentang gadis itu yang sudah diterima oleh Academy pahlawan itu baik itu tes secara lisan maupun secara praktek yah, tapi bagi Izuku sendiri itu cukup senang karena temannya sukses.
Sebenarnya dia juga ingin mendaftar ke U.A karena sekarang sudah memiliki Quirk tapi, itu cukup telat karena batas waktu pendaftaran sudah ditutup jadi tak ada kesempatan untuknya yah, mungkin ini bukan keberuntungan baginya dan baginya masuk sekolah biasa itu sudah bagus.
Tapi meski tidak bisa mendaftar ke Academy khusus orang-orang yang ingin jadi pahlawan tapi itu tak bisa menghentikan dirinya untuk jadi pahlawan hebat seperti idolanya All Might yang gagah berani dan tak kenal takut membasmi para penjahat.
Tapi sebelum itu dia harus memikirkan cara bagaimana menggunakan Quirk miliknya dengan benar dan baik karena jika tidak yang ada malah jadi boomerang untuknya dan makanya setiap malam tanpa diketahui ibunya dia berlatih dan hasilnya tak begitu buruk meski terkadang itu membuatnya bangun kesiangan karena telat tidur.
"Ohhhhh, sial ada penjahat yang datang kesini dan buat onar!"
"Cepat panggil polisi dan kita harus menunggu para pahlawan datang mengatasinya"
"Lihat dia kayaknya membawa sandera seorang anak sekolah"
"Dasar pengecut beraninya bermain kotor seperti itu"
"Cepat tolong gadis itu!"
"Aku ini hanya manusia biasa dan mana mungkin punya Quirk"
Izuku berhenti berjalan sejenak setelah mendengar teriakan para warga yang nampak panik dan bisa dibilang di tempat ini para penjahat muncul sambil membuat keonaran dan meresahkan orang-orang tapi dia sedikit penasaran dan ingin menolong karena ada seseorang yang jadi sandera dan dalam bahaya apalagi naluri pahlawan di dalam dirinya tak bisa diam saja.
Lelaki berambut hijau itu langsung berlari ke tempat yang dimaksud dan disana dia melihat seorang penjahat dengan ukuran tubuh besar dan agak kenyal kalau dilihat itu lebih mirip seperti slime dan juga disana ada orang disandera yang dimaksud tadi tapi entah kenapa dia agak kenal dan setelah sedikit lebih dekat.
"Tunggu, bukankah itu Satsuki?"
Yah, yang jadi seorang sandera disana adalah orang yang tak lain dan tak bukan adalah teman masa kecilnya tampak gadis pirang itu sangat kesal karena terjebak dalam tubuh kenyal itu dan berusaha keluar dengan menggunakan Quirk ledakan miliknya namun alhasil gagal.
'Tampaknya All Might juga takkan kesini' batin Izuku yang melihat situasi sekarang apalagi sangat mustahil sang simbol kedamaian datang kemari karena tugas dia banyak untuk membasmi para penjahat lain yang ada diluar sana.
"Singkirkan tubuhmu itu dan lepaskan aku brengsek!" teriak Satsuki dengan penuh emosi dan kesal karena penjahat ini menjadikannya sebagai tameng sandera dan itu cukup menyebalkan sekali padahal setelah pulang dia ingin membeli sesuatu tapi malah terjebak disini.
"Hohohoho! tidak semudah itu gadis kecil, kau harus menurJt dan setelah aku bebas baru kau boleh pergi" ucap penjahat slime itu tetap merangkul erat gadis itu agar tak bisa kabur.
"Berhenti memelukku bangsat!" balas Satsuki dengan sangat kesal dan jengkel karena terjebak disitu terus meski sudah mencoba menghajar brengsek ini dengan Quirk ledakan miliknya tapi tak terjadi apapun yang ada malah dirinya semakin tenggelam dalam benda kenyal itu "tidak bisakah kau menghilang dan mati saja?!"
"Hey!hey! hey! Lepaskan gadis itu juga"
Gadis pirang itu mendengar suara yang familiar sekali dan ketika melihat ke depan disana ada orang yang sangat membuatnya selalu kesal dan berlari ke arahnya dan dia sudah tau apa yang lelaki itu maksud.
"Wtf! Deku! Apa yang sedang kau lakukan disana dan berhenti disitu!" ucap Satsuki dengan raut wajah penuh emosi karena orang yang kemari yaitu yang tak diharapkan olehnya.
"Apa yang aku lakukan? tentu saja membantumu" jawab Izuku dengan enteng berlari ke arah mereka
Bukannya tenang gadis itu malah bertambah kesal dan emosi yang meledak "kau ini idiot atau goblok sih! Sudah jelas kau ini Deku Quirkless yang tak berguna dan tak punya apapun untuk menolong" namun lelaki itu hanya mengabaikannya saja "dengarkan aku bangsat!"
Izuku sudah ada di dekat mereka dan melemparkan batu besar ke arah penjahat slime itu "hey, agar-agar busuk kesini, aku adalah lawanmu!" dia sedikit mengeraskan suaranya agar perhatian penjahat itu terpaku ke arahnya.
Penjahat slime itu menengok ke belakang dan disana ada orang lain juga "apa yang sedang kau lakukan disana bocah? mau ikut campur urusan orang lain? Silahkan saja tapi aku akan memakanmu hidup-hidup seperti gadis kecil ini"
Izuku tersenyum karena umpamanya berhasil "ohhh, silahkan saja jika itu berhasil tapi, aku ragu kau bisa melakukan itu dengan mudah karena badanmu terlalu besar sekali"
"Kau bocah tengik! teriak penjahat slime itu sangat marah karena ejekan tadi.
Izuku menunjukkan senyuman grin di wajahnya karena penjahat itu langsung tersulut emosi dan memang ini yang dia inginkan karena sebagai umpan dan dia melihat penjahat slime itu membesarkan tubuhnya dan siap melahap Izuku.
Tapi, lelaki berambut hijau itu langsung melompat ke belakang dan menghindari lalapan itu dan dia melihat sedikit celah ketika penjahat itu melonggarkan pelukan gadis pirang itu dan Izuku langsung mengeluarkan jaring dari kedua tangannya.
Satsuki terkejut melihat sesuatu panjang dan lengket keluar dari kedua tangan lelaki itu "tunggu, apa itu Deku?! Sejak kapan kau memilikinya?"
Izuku tak menjawab gadis itu dan berbicara "maafkan aku jika ini membuatmu kesal tapi, akan aku jawab nanti jika sudah waktunya" dia langsung melemparkan gadis itu ke atas dan itu tak berperikemanusiaan sekali.
"DEKUUUUUUUU!" teriak Satsuki yang terbang ke langit entah kemana.
Setelah dirasa gadis itu sudah selamat dia menatap penjahat itu "nah, sekarang kita lihat apa saja yang bisa dilakukan jaring ini"
.
.
.
.
.
- Gedung
Tampak tak jauh dari tempat Izuku berada berdiri seorang figure yang agak besar di atas gedung sana dengan kedua tangan terlipat sedang melihat hal yang pahlawan sering lakukan yaitu menyelamatkan seseorang.
Sebut saja namanya Yagi Toshinori atau orang-orang yang biasa menyebut dan mengenalnya adalah All Might seorang Hero nomor satu dan juga yang disebut dengan sebagai simbol kedamaian dengan tubuh besar berotot dan seringai yang menampakkan gigi putihnya itu.
Setelah menyelamatkan beberapa orang yang meminta bantuan di tempat lain dia sebenarnya ingin pulang dan istirahat sebentar tapi, tugasnya sebagai seorang pahlawan nomor satu ini sedikit membuatnya yang selalu saja sibuk setiap hari.
Dan ketika dia ingin pergi namun naluri alami halamannya muncul dan melihat di bawah sana ada seorang gadis yang terperangkap dan dijadikan sandera oleh seorang penjahat slime dan nampaknya dia tak bisa keluar meski menggunakan Quirk miliknya.
Dan ketika Toshinori ingin menolongnya tapi terhenti karena ada seorang bocah keriting berambut hijau yang berlari dan bermaksud menolongnya tapi yang sedikit membuatnya terkejut gadis itu sempat meneriakkan bahwa bocah itu Quirkless atau yang sering dikenal tak punya Quirk sedari lahir.
Namun meski gadis itu berteriak untuk tetap menjauh dan pergi tapi bocah itu menghiraukan teriakan itu dan tetap memilih menolongnya meski tak punya Quirk dan hal itu adalah membuatnya tertarik karena bocah itu memiliki semangat dan jiwa seorang pahlawan.
'Hmmmmm, sungguh menarik' batin All Might dengan grin melihat hal yang langka dan jarang terjadi lagi dan dalam hati ada sesuatu yang menjadi fikirannya 'mungkin saja dia cocok menjadi seorang successor 'One For All'
Selama ini dia ingin berhenti lalu pensiun jadi pahlawan tapi semakin hari semakin banyak kejahatan yang bertambah membuat pekerjaannya sangat menumpuk seperti buku tebal dan ditambah para hero lain juga kesulitan untuk membereskan sampah yang seperti tidak ada habisnya itu.
Dan juga masalah mewariskan kekuatan Quirk One For All atau mencari pengganti dirinya itu tak semudah membalikkan telapak tangan karena harus memilih orang yang betul apalagi selama musuh bebuyutannya masih berkeliaran diluar sana maka dirinya tak boleh istirahat sedikit saja.
Tapi, sekarang setelah bertahun-tahun mencari akhirnya Toshinori menemukan calon atau kandidat yang pas untuk meneruskan kekuatan One For All miliknya dan bocah itu adalah calon yang sempurna untuk menggantikannya dan sesuai kriteria.
'Ohhhh, bagus aku hampir lupa dengan mereka dan terbuai dengan pikiranku sendiri' Toshinori langsung melihat ke bawah dimana bocah itu berlari menghindari lalapan penjahat slime itu
'Jangan khawatir dan takut anak muda untuk itulah aku ada disini!'
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxx Xxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Kembali Ke Tempat Izuku
"Ke sini kau bocah kecil!"
"Coba saja kalau kau bisa"
Izuku hanya terus berlari selagi penjahat slime itu terus mengejarnya dean mencoba menangkapnya walaupun tak pernah berhasil dan sebenarnya niat lelaki berambut keriting itu hanya memancing penjahat itu agar menjauh dari para warga dan membawanya ke tempat sepi.
Setelah berhasil memancing penjahat itu menjauh ke tempat yang lebih sepi Izuku berhenti dan berbalik badan lalu di melemparkan jaring panjang ke arah gedung yang tak terpakai lalu menarik itu sekuat tenaga dan membuat bangunan itu roboh dan menimpa penjahat tadi.
"Bagus..." ucap Izuku mengepalkan tangannya karena berhasil.
Penjahat slime itu berteriak "arghhhhh! dasar tak berguna!" dia keluar dari bangunan menimpannya dengan raut wajah yang penuh emosi "sini kau! bocah kecil akan aku lenyapakan tubuhku itu!" dia membuat tubuhnya dua kali lebih besar.
"Atau enggak sama sekali.." ucap Izuku kembali berlari lagi dan sudah tau tadi gak berhasil tapi sebelum itu terdengar suara keras yang datang ke arahnya.
"KARENA ITULAH AKU ADA DISINI!"
Izuku mendengar suara keras dan ketika melihat ke atas muncul figure badan besar yang turun ke depannya dan dia sangat kenal sekali dengan figure itu tampak raut wajahnya yang berubah menjadi bahagia ketika melihat orang itu.
Yah, badan besar berotot, dengan rambut pirang dan poni besar di depan berbentuk V, mengenakan kostum biru ketat yang menonjolkan otot tubuhnya, sarung tangan dan sepatu boot kuning, dengan pose gagah dan rupakan, lalu senyuman grin yang menunjukkan gigi dan tak lepas dari wajahnya siapa lagi kalau bukan Hero nomor satu All Might.
"A-All Mi-Might!?" Izuku sangat shock dengan tubuh gemetar gugup karena melihat idolanya yang ada di depannya secara langsung.
All Might mengacungkan jempolnya "kerja bagus anak muda, kau melakukan tugasmu dengan baik dan kali ini giliranku" dia menatap penjahat itu.
"Baiklah..." Izuku langsung ambil langkah mundur sedikit jauh tapi tak melepaskan pandangannya ke Hero idamannya itu.
All Might mengepalkan tinjunya "baiklah, sudah waktunya untukmu kembali ke tempat dimana kau berada yaitu penjara"
"Hahhhh, meski kau adalah hero nomor satu bukan itu berarti aku tak sanggup untuk menghajarmu" ucap Penjahat Slime itu maju dan melebarkan tubuhnya untuk menyerang hero nomor satu itu.
"DETROIT SMASH!"
All Might memusatkan kekuatannya di telapak tangan dan ketika penjahat itu sudah sampai jangkauan jarak serangannya langsung menghajar penjahat itu dan menghempaskannya sangat jauh.
Bahkan sebelum penjahat slime itu mendarat ke tanah All Might langsung terbang dan mengejarnya, ketika sudah sampai berada di atas penjahat itu dia mengepalkan kedua tangannya yang sudah dilapisi aura kuning cerah.
"DISTROSIC SMASH!"
Dengan kekuatan penuh pukulannya langsung menghempaskan penjahat itu ke bawah dengan sangat keras sekali hingga menimbulkan dentuman suara besar dan bekas telapak daratan yang keras.
*Jduarrrrrrrr!
"Hmmmm! itulah kenapa penjahat tak pernah menang melawan keadilan" ucap All Might dengan mengusap hidungnya.
Izuku memasang ekspresi sangat terkagum sekali dengan hero idolanya yang mengalahkan penjahat itu hanya beberapa sekali pukul dan dia juga tak lupa mencatat semua yang perlu dan penting ke dalam bukunya.
Toshinori merasakan tubuhnya bergejolak karena sakit 'sial, waktuku sudah habis dan aku tak bisa berdiam diri disini lebih lama lagi' dia memegang dadanya dan tau kekuatan yang ada di tubuhnya sudah mencapai batas dan tak bisa dipaksakan lagi.
Izuku mengerutkan alisnya ketika melihat idolanya itu bertingkah cukup aneh dan tak biasanya 'tunggu, sebentar ada apa dengannya?' dia mencoba mencari tau tapi tak ada apapun dan malah si penjahat itu sudah terkapar lemas tak bergerak.
'Baiklah saatnya pergi dari sini' All Might langsung terbang menjauh dari sana setelah sempat sebelumnya menelpon polisi untuk menangkap penjahat tadi.
"Ehhhhhh!? Tunggu...!" Izuku ingin memanggil idolanya karena teringat sesuatu yang ingin dia tanyakan sudah cukup lama tapi tampaknya hero nomor satu itu sudah pergi jauh.
Izuku bukan berarti menyerah dan ingin mendengar jawaban itu sekarang tanpa harus ditunda lalu akhirnya dia melompat tinggi ke arah gedung dan mengejarnya.
.
.
.
.
.
- Di Atas Gedung
"Fuhhhh! yang tadi nyaris saja untung tak ketahuan"
All Might menghela nafas panjang setelah dia mengalahkan penjahat tadi dengan sangat tergesa dia kabur dari tempat itu dan mencari tempat yang sepi hingga tak ada siapapun yang melihat dirinya yang asli.
Sebenarnya bukan tanpa alasan hero nomor satu ini berlari kabur bersembunyi seperti itu karena dia tak ingin ada orang lain tau tentang identitas dirinya yang asli yah, sebenarnya yang dia bahas disini adalah efek samping dari kekuatan Quirk 'One For All'
Dan memang kenyataannya dia sudah memiliki Quirk ini sangat lama sekali dan itu juga pemberian dari seseorang makanya dia sekarang mencari penerus dari kekuatan dirinya karena Toshinori memang sudah tua dan tak bisa terus jadi hero dan menyelamatkan orang banyak dan sudah saatnya pensiun lalu mencari pengganti.
Tapi sangat sulitnya mencari pengganti yang pas untuk terus mewariskan kekuatan ini membuatnya untuk tetap terus melanjutkan untuk jadi hero dan juga dia tak ingin melakukan kesalahan dengan memilih orang karena yang ada bukan menguntungkan malah membuatnya rugi.
Juga efek samping tubuhnya yang semakin meningkat apabila menggunakan kekuatan ini secara keterusan dan juga dirinya sudah tak bisa menahan itu lebih lama lagi dan alhasil itu berefek pada tubuhnya.
"Emmmmm! All Might?"
Toshinori mendengar suara orang lain memanggil dan ketika menoleh ke belakang dia sangat terkejut ketika melihat bocah tadi yang ada disini sekarang dan yang membingungkan bagaimana caranya bocah ini bisa sampai naik ke atas gedung? apakah dengan memanjat? atau yang lain? entahlah itu juga membingungkan.
"Iya, ada sesuatu yang kau inginkan dariku anak muda?" tanya All Might dengan pose gagahnya dengan kedua tangan di pinggang.
"Ehmmmm.. bagaimana yah, begini" Izuku menggaruk rambutnya dan agak bingung harus bicara seperti "aku sebenarnya ingin dengar jawaban jelas darimu atas pertanyaanku ini"
"Silahkan saja anak muda! bicaralah sesuka hatimu dan tegaskan suaramu seperti seorang Hero" ucap All Might dengan menekuk tangannya tapi, dia merasakan tubuhnya sudah tak bisa ditahan lebih lama lagi 'sial timing yang gak pas lagi' dia panik tapi jika kabur yang ada dia mengecewakan anak muda ini jadi, dia tak punya pilihan lain.
"Jadi begini..." Izuku ingin bicara tapi dia melihat tubuh hero nomor satu itu dikerubungi asap putih yang aneh "eh! eh! eh! tunggu! All Might apa yang terjadi dengan-ganggang?!" dia sangat shock dengan apa yang dilihat di depan matanya.
All Might terbatuk dengan darah keluar dari mulut "nak, sepertinya kau sudah melihat yang sesungguhnya tentang diriku ini"
bukan tanpa alasan Izuku sangat shock dengan bola mata yang hampir keluar, karena yang ada di depannya bukan idolanya All Might dengan postur tubuh besar dan kekar dengan penuh otot dan sebuah senyuman grin yang selalu menampakkan gigi melainkan orang dengan wajah aneh, dan penampilan yang kurus kering seperti kekurangan gizi.
"Tu-tunggu dulu! apa yang terjadi dengan All Might?! dan kau ini siapa?!" Izuku bertingkah panik karena yang dia lihat bukan Hero nomor satu ini melainkan orang lain
"Nak, aku ini benar-benar All Might yang kau tau" jawab lelaki pirang itu sweatdrop melihat tingkahnya.
"Mustahil!" teriak Izuku memegang kepalanya tak percaya.
"Mungkin kau sudah pernah dengar kata yang kuat sekalipun ada batasnya" ucap Toshinori dengan mengusap darah di mulutnya "dan itulah yang terjadi bahwa aku yang sesungguhnya memang begini dan tubuh besarku itu adalah Quirk yang aku miliki jadi, bisa dibilang batas efek samping kekuatan ini dan hanya kau orang awam saja yang tau rahasiaku ini"
Izuku sedikit tenang setelah All Might menjelaskan semuanya yang terjadi dan sekarang dia faham bahwa orang kurus kering ini adalah idolanya All Might dan ditambah lagi dia sudah mengetahui rahasia pribadinya yang tak diketahui oleh publik juga mungkin omongan hero ini ada benarnya bahwa yang kekuatan pasti ada yang namanya batas maksimal jika lewat dari itu bisa hancur tubuhmu.
"Baiklah aku mengerti sekarang" ucap Izuku menghela nafas tenang.
"Tapi bisakah kau jaga rahasia ini?" tanya All Might berharap ini tak bertambah buruk apalagi dia tak ingin kelemahannya terekspos orang banyak dan jika diketahui para penjahat bisa bertambah buruk dan Izuku hanya mengangguk patuh "fiuhhhh! baguslah jika kau memang mengerti" dia sedikit bisa bernafas lega.
Izuku akhirnya mulai bicara dengan apa yang dia sampaikan sangat lama kepada hero ini "begini, aku ingin tau apakah bisa seseorang tanpa Quirk menjadi seorang Hero"
All Might kembali jadi berotot sambil mengelus dagu "hmmmm! tanpa Quirk yah?" dia menatap bocah itu yang sangat berharap jelas kepadanya "begini nak, apa kau berfikir semua tentang menjadi pahlawan itu harus memiliki Quirk?"
"Tapi, orang-orang bilang bahwa jika memiliki Quirk hidup akan terasa menyenangkan?" ucap Izuku yang tau perkataan itu dari dokter sialan yang pernah memeriksanya waktu kecil.
"JELAS SEKALI ITU SANGAT SALAH!" ucap All Might dengan suara sangat lantang membuat Izuku melompat kaget "meskipun kau punya Quirk tapi itu bukan berarti menjadikan kau seorang pahlawan selama di dalam hatimu tak memiliki itu"
"Itu?" Izuku memiringkan kepalanya bingung dengan apa yang dimaksud tadi.
"Keberanian, Tekad, serta keyakinan kuat yang bisa membuatmu jadi pahlawan" jawab All Might mengangguk "dan kau sudah menunjukkan itu sebelumnya kepadaku bahwa menjadi pahlawan bukan sekedar hanya punya Quirk belaka"
"Jadi, itu berarti yang tak memiliki Quirk bisa jadi pahlawan juga?" ucap Izuku agak sedikit mulai memahami ucapannya.
"Sangat jelas bisa asalkan kau memiliki tekad, keberanian dalam hatimu-gakkkkk" jawab All Might kembali jadi dirinya lagi membuat Izuku sweatdrop melihatnya "dan sikap yang tak mudah menyerah karena menyerah hanyalah seperti seorang penjahat"
"Dan juga menjadi pahlawan itu bukan sekedar hanya mengikuti apa kata orang lain tapi dari hati keyakinan dirimu sendiri meskipun tak punya Quirk itu bukan berarti menjadikan kau lemah karena itulah jadilah pahlawan menurut apa yang kau yakini bukan kata orang lain"
Izuku tersenyum yakin setelah mendapatkan jawaban yang mengenakkan dan sesuai untuknya ditambah lagi jawaban tadi memang sudah menjadi ciri khas hero ini dan memang sudah sepantasnya menjadi publik figure dan menjadi contoh yang baik bagi semuanya.
"Jika, tak ada lagi yang kau bicarakan aku pamit dulu" ucap All Might melihat hp miliknya bergetar "karena aku sekarang sedang sibuk dan ada panggilan pembela kebenaran" dia lalu terbang pergi meninggalkan Izuku "sampai jumpa lagi anak muda dan ingat, jadilah pahlawan sesuai keinginanmu sendiri!"
"Yah, aku tau itu" Izuku tersenyum melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.
Dan akhirnya dia pulang setelah mendapat jawaban itu ke rumah.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxx Xxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Malam Hari
Terlihat seorang gadis tomboy berambut pirang tengah berbaring di kasur dengan wajah yang selalu saja kesal dan tampak perban di kedua tangan mungkin saja habis terluka karena suatu hal dan nyatanya orang itu adalah teman masa kecil Izuku Satsuki Bakugo.
"Tsckkk! Deku idiot mustahil sekali dia punya Quirk karena dia seharusnya useless Quirk"
Dia tak mau mengakuinya atau menyangkal bahwa lelaki itu memiliki Quirk dan hal itu membuatnya terkejut karena dia tau sedari kecil bahwa Izuku itu Quirkless tapi nyatanya waktu insiden tadi siang benar adanya dan itu membuatnya jengkel sekali.
Karena kenyataannya bahwa dia yang memiliki Quirk harus diselamatkan oleh orang yang tak memiliki Quirk dan itu cukup membuatnya sangat kesal sekali dan tak terima karena seharusnya dia yang menyelamatkannya bukan orang itu.
Mungkin dalam hati dia agak sedikit penasaran bagaimana caranya lelaki itu mendapat Quirk dan itu sangat menganggu sekali di otaknya jadi, mau tak mau dia harus cari tau sendiri nanti.
'Jangan sok keren begitu idiot!'
Daripada memikirkan hal yang memusingkan dia memilih langsung memejamkan mata dan tidur lalu masalah itu dipikirkan saja nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Dan cuttttttt akhirnya selesai juga untuk chapter dua ini dan untuk masalah Izuku memiliki Quirk satu lagi mungkin akan muncul di chapter tiga atau empat yah, gimana nanti ajah dah.
Pm
RnR
