MOB (MONEY-ORIENTED BOY)
.
Naroto : punya Om Kishi
Money : T. Andar
.
Warning! BL. YANG GAK SUKA JANGAN BACA. Kalo agak belok alurnya, maafin yah. Maklum udah lewat setahun, saya lupa ini dulu mau tak buat gimana.
a/n : gara-gara laptop rusak setahun yang lalu, semua tulisan saya hilang. trus males nulis fic ulang. Ini baru ada mood nulis lagi, sebagai seneng-seneng habis wisuda minggu lalu. Yeeeeiiiii... #tebar bunga lily.
.
Happy reading Minna-san...
.
Ini masih lanjutan ultah Konoha Gakuen ya.
yang lupa, baca Chap 1 dulu lagi. Okay?
.
Ditempat parkir Nagato, Sasori dan Yahiko jadi penasaran saat melihat stan Haku yang heboh dikerumuni banyak orang.
"kesana yuk, aku penasaran ada apaan? Itachi sama Hidan kan disana jangan-jangan mereka kena masalah" kata Nagato.
Mereka bertiga meninggalkan parkiran dan berjalan menuju stan Haku.
"ada apa nih? Kok kelihatanya seru banget?" tanya Nagato pada Kyuubi.
"Hidan tuh...hahaha...masak dia suka sama orang utan, dikatai manis lagi...hahaha"
"hah?!"
Hidan yang sudah tak tahan lagi karena terus dipermalukan langsung berlari menghampiri Sasori yang tertinggal dari Yahiko Nagato dan menyembunyikan wajahnya dibahu Sasori. Hiks hiks...
"sabar, sabar. Sekeras apapun kamu berusaha kalau Kami-sama menghendaki kamu terhina, maka kamu akan tetap terhina" ucap sipunya bahu sambil ngusap-ngusap rambut Hidan dan membuat rambut itu jadi jingkrak. Padahal, belum pernah ada seorangpun yang pernah dan boleh menyentuh rambut klimisnya Hidan, apalagi sampai jingkrak saingan sama rambutnya Sasuke gini.
"hiks hiks..." isakan Hidan tambah kenceng. Padahal tadi nangisnya bohongan tapi berubung dapet petuah nangisnya jadi sungguhan.
"sabar ya..." puk, puk.
Tunggu! Hidan merasa ada yang salah disisni. Sejak kapan pundak sasori setinggi ini? suaranya kok berubah lebih dalam gini? Terus lagi tangannya kok kerasa besar dan nyaman sih? Hidan mendongak.
"HWAAAAAA..." teriaknya. "ka...kamu siapa?" telunjuk hidan menunjuk-nunjuk orang yang tadi dipinjam Hidan pundaknya.
"kenalin, Kakuzu. Dari Suna Gakuen" cowok yang ternyata Kakuzu itu mengulurkan tanganya sambil tersenyum. Disini Kakuzu gak pake masker.
Hidan menjabat tangan itu tanpa sadar. Matanya terus menatap wajah Kakuzu terutama senyumnya yang menurut Hidan sangat...sangat...ah sulit di ucapka dengan kata-kata. Gabungan antara senyum heartyt, pure, sexy, charming, awesom dan ah...pokoknya luar biasa pake BGT. Hidan tak bisa mengalihkan pandanganya, bahkan berkedip saja dia lupa. benar-benar terpesona.
Kakuzu yang melihat kenalan barunya mematung menggunakan tangan kanannya untuk menyentil hidung Hidan.
"itte..." Hidan melepaskan jabatanya dan mengusap-usap hidungnya.
Kakuzu tertawa tampan, dada Hidan sampai berdebuk kencang mendengarnya.
"nama kamu siapa?" tanya Kakuzu.
"hah?!" Hidang nge-Blank.
"nama kamu siapa?" ulang Kakuzu.
Gak ada respon. Blank berkelanjutan.
"Oi!?" Kakuzu menggoyang-goyangkan tangannya didepan muka Hidan.
"eh... Oh... Hidan. Namaku Hidan"
"oke Hidan. Mana ponselmu?"
"hah?!" Hidan nge-Blank again.
"ck, ponsel. mana ponselmu?" tanya Kakuzu mulai gak sabar. Tapi berusaha sabar soalnya dia tau kalo cowok manis didepanya ini terpesona sama dia. Bukan narsis tapi fakta.
"eh, i...i...ini..." Hidan menyerahkan ponsel jadulnya begitu saja, melupakan kata ayah ibunya supaya gak ngasih nomer kesembarang orang.
"tunggu sebentar" Kakuzu yang awalnya mengernyit menerima ponsel jadul Hidan langsung mengetikkan beberapa nomer, setelahnya ada nada dering dari saku Kakuzu.
Mendengar nada dering Kakuzu Hidan jadi malu, dia tau ponsel kayak gitu pasti bagus. Pokoknya gak sejelek miliknya. Ponsel diakan cuma bisa telpon sama sms-an doang, maklum dia kan bukan orang kaya.
"ini..." Kakuzu menyerahkan ponsel Hidan balik.
Hidan menyambut uluran ponselnya dengan tangan bergetar. Terpesona, canggung, malu campur jadi satu sampai dia pengen nangis lagi.
"nanti malam kutelfon. simpan nomerku, okay" sekali lagi Kakuzu menyentil hidung Hidan gemas, lalu berlari menghampiri teman-temanya dari Suna Gakuen.
Hidan masih mematung bahkan sampai bayangan kakuzu menghilang dari pandanganya, dan baru sadar saat ponsel ditanganya jatuh mengenai kakinya.
cowok rambut putih itu memungut ponselnya, setelahnya mematung lagi dengan mata menatap lurus ponsel jadul digenggamannya.
Sepertinya dia benar-benar terpesona.
...%%%%%...
Balik ke stand Haku. Kyuubi dan kawan-kawan masih asyik menertawai kejadian Hidan tadi.
"uke matre...uke matre...kelaut aje..." tiba-tiba seseorang lewat sambil ngerap. Siapa lagi kalau bukan raper teraneh sedunia Naruto. Yupz, Killer B.
Kyuubi berhenti tertawa seketika. Rautnya berubah jadi cemberut.
Sementara itu, Nagato justru ngakak mendengar rapnya B. Terlebih saat B mencoba bereksperimen dengan nge-repackage lagu itu dalam bahasa Inggris, "MOB...MOB...just go to the sea!"
"oi B! MOB apa maksudnya?" teriak Kyuubi karna B sudah agak jauh melewati mereka.
"oi?" B berbalik, "OMG! You gak tau apa itu MOB? I tell you ya... MOB itu, Money oriented boy. Ato bahasa kerennya uke matre. Udah ya. Bye semua..." B melanjutkan langkahnya sambil terus nge-rap.
Nagato tambah ngakak mendengar penjelasan B. Hidan yang baru dateng-dia udah sadar- tambah paling kenceng ngakaknya. Itung-itung balas dendam dikit ama Kyuubi.
Kyuubi udah cemberut total. Dia paling malas dan bad mood kalau ada orang yang nyrempet bahas itu. Soalnya, dia suka merasa kalau tema itu ditunjukkan buat nyalahin dirinya. Dan Kyuubi sama sekali gak seka diperlakukan seperti itu.
Cowok red-orane itu melirik jengkel pada Nagato Hidan, lalu membuang muka dan tanpa sengaja pandanganya beralih melihat ke Itachi yang masih juga sibuk memilih wristband.
"waduh, maaf deh Kyuu. Jangan ngambek dong. Yang ngambek gak bakalan aku beliin pin lho" rayu Nagato, dia tau Sesepunya itu paste ngambek kalo masalah 'itu' disinggung.
"huh! Siapa juga yang mau dibeliin sama kamu!"
"tumben..." goda Nagato.
"untuk benda yang benar-benar aku suka, aku gak mau pakai duit orang lain. Rasanya gak enak. Biarpun udah ditangan berasa masih punya orang lain. Makanya kalo benda-benda pribadi aku pake uang sendi"
"emangnya pin benda pribadi?"
"itu cuma semisal, dodol!"
"oh...terus benda pribadi versimu itu yang kayak mana contohnya?"
Kyuubi mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah beannie hitam merah dengan sulaman rubah ekor sembilan. (topi kupluk yang biasanya dipake musim dingin itu loh, taukan? Apa ya bahasa Indonesianya?)
tapi ini warnanya udah pudar, makanya aku mau nyari yang sama persis kayak gini" Kyuubi memasukkan lagi benda pribadinya. "Oi, aku lupa sesuatu, Nagato nitip tas ya..." Kyuubi berlari-lari kecil menuju belakang panggung.
Nagato itu kalo dapet pesen suka lupa. Baru juga Kyuubi pergi, dia udah lupa sama tas yang diamanahkan. Dengan santai dia jalan-jalan ke stan lain sama temen-temenya. Untung aja ada Itachi yang ikut mendengar pesan Kyuubi.
"Haku, ini tasnya Kyuubi"
"taruh aja di laci" jawab Haku dari ujung stan.
Itachi meletakkan tas Kyuubi lalu mengikuti Nagato cs.
...%%%%%...
"Nagato tunggu..." Kyuubi berlari-lari mendekati Nagato cs sampai nafasnya ngos-ngosan.
"apaan?"
"ikut!"
"ikut?! Ikut kemana Kyuu?"
"ikut keliling-keliling bareng kalian...hosh...hos...hos..." masih ngos-mgosan. Begi nih kalo males olah raga.
"emang gak bareng sama Shisui?" tanya Sasori agak sinis.
"dia lagi sibuk, anak band sekolah kita bentar lagi manggung"
"lagi asyik gitu, kamu bilang sibuk?" tunjuk Nagato pada Shisui yang lagi asyik ngobrol sama anak sekolah lain. Kayaknya lagi ngrayu. Kesempatan mumpung banyak pendatang dari sekolah lain.
"kamu gak cemburu?!"
"sebodolah, yang penting uangnya ngalir ke kantongku!" lah tadi siapa yang tersinggung sama rap-nya B?
"dasar MOB...!" teriak Nagato ma Hidan.
"whatever! Bweeeee...!?" Kyuubi menjulurkan lidah kearah duo merah putih itu. Tunggu! Kayaknya ada yang kurang deh. Kog yang bully dia Cuma empat?
Kyuubi menoleh ke belakang. Dilihatnya Itachi yang sedang sibuk memperhatikan beberapa wristband yang baru dibelinya. Kyuubi segera berjalan kebelakang Itachi dan mendorong tubuh cowok itu supaya mempercepat langkahnya, "ayo...! dasar lelet"
"ciieeeee...romantis...cieeee..." goda Nagato.
Cuek aja, Nagatokan emang suka ngegoda. Kyuubi tetap saja mendorong Itachi dari belakang. Oi, Berat banget sih? Mentang-mentang badanya besar ples tinggi. Sebenarnya tubuh Itachi gak besar, tubuhnya proporsional sama kayak Yahiko dan Hidan, tapi kalo disandingin sama Kyuubi yang body-nya pas-pasan, tentu aja gak matching.
...%%%%...
Musim panas yang sama, minggu dan hari berbeda.
Kyuubi galau. Gara-gara besok mau kencan sama Shisui tapi dengan tidak tau malunya jerawat nongol diwajah mulus Kyuubi. Gak tanggung-tanggung dua biji lagi. Dekat telinga sama di dahi. Makanya biarpun udah hampir tengah malam Kyuubi bela-belain kedokter. Kalo perlu dia juga bakalan ke dukun. Ato kemana saja asalkan jerawatnya ini mau ilang. Serius, apapun bakal Kyuubi lakukan. Tapi kayaknya dewi fortuna lagi gak baik hati sama Kyuubi, buktinya pas dia nyampek dirumah bapak dokter, dokternya gak ada. Lagi liburan keluar kota.
Kyuubi jalan balik dengan lesu. Kepalanya nunduk, pengen banget rasanya dia nangis guling-guling dijalanan. Tapi dia urungin, masih pengen idup soalnya.
"Kyuubi!" seru seseorang tiba-tiba.
Kyuubi nengok. Ada cowok cakep yang manggil dia, Kyuubi coba inget-inget siapa tu cowok. Tapi sampe diteleng-telengin kepalanya tetep aja dia gak inget tu siapa.
"kamu ngapain disini?" tanya cowok itu begitu nyampek deket Kyuubi.
"aku temenmu. Masa lupa?"
"eh, temen? siapa ya? Kog aku gak ngrasa punya temen aneh bin nyeremin kayak kamu"
Tanpa ngejawab, tucowok narik Kyuubi ke mobilnya.
Kyuubi merengek-rengek, meronta-ronta dan teriak-teriak, tapi tu cowok gak juga ngelepasin Kyuubi. Apalagi tenaganya boleh juga, Kyuubi mulai agak kuatir.
"EH? KAMU MAU NYULIK AKU YA?" teriak Kyuubi histeris.
"ck, diam dulu ah"
"HWAAA, aku diculik"
Dan mobil itu melaju kencang membelah jalanan konaha.
.
.
TBC...
Tanks sudah baca.
