Judul : 9 債権 の 期待
Author : Reikansyah
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Chapter : 2 :
Rated : K
Genre : Advanture, Fantasy
Pairing : ? (ada yang bisa kasih saran)
Warning : Typo(maybe), OC, OOC(maybe), ide pasaran, Alive!Jinchuriki, Alive!MinaKushi, dll
Tambahan : POV ditebak sendiri ya _
Rei males ngetiknya :v
Enjoy Please!
Naruto dan timnya sekarang sedang menelusuri jalanan di hutan perbatasan Hi no Kuni dan Mizu no Kuni
Tiba - tiba ada sekelompok bandit yang muncul untuk mengambil barang - barang mereka bertiga
"Serahkan semua barang - barang kalian" kata ketua dari sekelompok bandit tersebut
"Ambil saja jika kau bisa " ujar Sasuke dengan nada sombong
"Serang mereka bertiga" perintah ketua bandit pada anak buahnya
lalu sekolompok bandit tersebut menyerang Naruto dan timnya
~Naruto side's~
kini terlihat Naruto sedang menyerang mereka dengan pedang yang terbuat dari api
satupersatu bandit tumbang dengan bekas api di Bagian yang terkenal pedang Naruto
~Sasuke side's~
sedangkan Sasuke menyerang mereka dengan pedang kusanagi yang selalu ia bawa di aetiap misi yang dijalaninya
~Sakura side's~
dan Sakura meninju semua bandit - bandit yang menyerangnya Tidak ada satupun yang tersisa
semua bandit yang menyerang Naruto dan timnya langsung tumbang kecuali ketuamereka yang sedang bersembunyi untuk mencari kesempatan menyerang Naruto
disaat Naruto lengah ketua bandit tersebut menyerang Naruto dari belakang dengan pedang salaj satu anak buahnya
[Mahō no tsuchi : Doheki]
lalu muncul dinding tanah yang melindungi Naruto dari tusukam pedang ketua bandit tersebut
Naruto langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membunuh ketua bandit yang ingin meyerangnya
dan melihat orang yang menolongnya tadi, ia menggunakan tudung jadi Naruto dan timnya Tidak bisa melihat wujud orang tersebut
karena hari sudah beranjak malam Naruto, Sasuke, Sakura, dan orang tadi
bermalam dipinggir sungai yang baru saja mereka temukan
"Hai namaku Naruto ini Sakura dan Sasuke mereka rekan misiku dan kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya Naruto
"Namaku Gaara seorang pengelana salam kenal" jawab orang yang diketahui bernama Gaara
"Salam kenal, dan terima kasih karena sudah menolongku tadi"
"Tidak masalah"
"Jadi Gaara-san sebelumnya kau berasal dari desa mana?" tanya Sasuke
"Kenapa kau bertanya hal tersebut Sasuke-kun?" tanya Sakura dengan raut wajah kebingungan
"Tidak jika dia berasal dari Suna mungkin saja dia..." Sasuke menggantung kalimatnya
Naruto dan Sakura yang mendengarnyapun terkejut berbanding terbalik dengan Gaara ia menatap ketiga orang tersebut dengan tatapan bingung
'Aku punya firasat buruk soal ini' kira-kira begitu batin Gaara
Gaara pun membuka tudung yang ia pakai dari tadi dan Naruto, Sasuke, dan Sakura yang melihat penampilan Gaara terkejut
rambut merah maroonnya yang melambai-lambai ditiup angin, lingkaran hitam disekitar mata jadenya, tato dengan kanji ai didahi sebelah kiri
bukan hanya itu yang membuat mereka bertiga terkejut adalah telinganya yang panjang dan lancip, menandakan bahwa ia adalah seorang elf
"Ada yang salah dengan wajahku?" Gaara menatap bingung ketiga orang yang baru ia tolong
"Kau elf terakhir dari Sunagakure?" tanya Naruto yang sudah sadar dari keterkejutannya
sebagai jawaban Gaara hanya menunduk sambil mangangguk kecil kelihatannya ia sedang bersedih
Sakura yang melihatnya mendekat dan membelai punggungnya
"Maaf membuatmu mengenang kenangan pahitmu" ucap Sakura
sedangkan yang lainnya mengangguk untuk meminta maaf juga
"Tidak apa kalian tidak tau soal itu"
"Oh iya apa kau tau tentang pelindung dari biju ke satu?" tanya Naruto
"Yang kau maksudkan adalah Shukaku"
"Dia bersamamu?"
teriak Kuruma didepan wajah Gaara dengan wajah berbinar - binar
kami yang melihatnya bersweetdrop ria
sedangkan Gaara kayaknya ia hampir tidur-tiduran ditanah karena terkejut, tidak lama kemudian muncul kepulan asap di atas kepala Gaara
"Hei rubah iseng jangan mengganggu tidurku" seekor racoon dengan tato diseluruh tubuhnya muncul di atas kepala Gaara
"Siapa yang kau panggil rubah iseng racoon bodoh, bukannya kau sendiri yang iseng" jawab Kurama karena dia dibilang rubah iseng
"Hei aku tidak bodoh, kau yang bodoh melawanku dalam adu tanding shogi saja kau kalah dariku" jawab Shukaku sambil menunjuk-nunjuk Kurama
"Kau bilang apa"
"Oh apa kau tuli, aku baru tahu kalau kau tuli"
dan pertengkaran itupun terus berlanjut sampai Naruto dan Gaara menarik paksa mereka berdua untuk menjauh agar pertengkaran tersebut tidak bertambah panjang
saat mereka berdua mulai tenang kembali Sasuke mulai bertanya pada Gaara
"Apa kai bisa menceritakan pada kami bagaimana caranya kau bisa selamat dari invasi 3 aliansi desa kecil"
"Mungkin...aku tidak bisa menjelaskannya secara jelas sih"
~Flashback on~
aku sedang berlari kerumah ketika mendengar suara ledakan dipusat desa, aku khawatir pada keadaan mereka apa mereka sudah mengungsi atau jangan-jangan...m-mereka sudah mati
aku langsung menepis pikiranku yang terakhir sebab aku melihat ayah dan pamanku berlari kearahku
"Gaara cepat ikuti paman bersembunyilah, ayah tidak apa-apa begitu juga ibu dan kakakmu, cepat!" ayah mengatakannya sambil memunggungiku
karena paman sudah menarik tanganku jadi aku hanya mengangguk cepat dan mengikuti pamanku sampai kesebuah kuil atau satu-satunya kuil didesa ini
kami berduapun masuk dan bersembunyi diruang bawah tanah kuil tersebut lebih tepatnya hanya aku yanh bersembunyi disana
"Gaara kau sembunyi disini dulu jangan kemana-man mengerti" katanya
akupun mengangguk sebagai jawabannya dan ia mulai menutup pintu ruang bawah tanah kuil, setelah pinti ruang bawah tanah ditutup aku memutuskan tidur di atas meja yang ada
ketika bangun aku tidak berada di riang bawah tanha kuil tempat aku bersembunyi tadi tapi dikamar milik seseorang
"Kau sudah bangun" ucap seseorang yang berada di ambang pintu
ia menggunakan kimono coklat dengan motif ombak pasir di bagian kanan bawah, rambutnya coklat sebahu, dengan mata coklat keemasan
'Coklat semua, kecuali warna kulitnya tentu saja' ucapku dalam hati
"Makan dulu" iapun menyodorkan semangko bubur padaku
seusai memakan bubur aku dan orang itu berbicara diruang tamu
"Siapa namamu anak kecil?"
"Namaku Sabaku Gaara, kalau paman siapa?"
"Namaku Shukaku, aku kebetulan lewat didepan gerbang desamu yang sudah hancur dan menukanmu tidur diruang bawah tanah kuil"
"Apa kau melihat orang lain yang masih hidup disana?"
"Tidak...tidak ada siapapun disana bahkan mayat orang yang sudah matipun tidak ada"
saat mendengarnya aku hanya menunduk sedih 'kemana mereka bahkan mayat orang yang susaj matipun tidak ada'
"Kelihatannya kau elf terakhir disini ya, baiklah aku akan melatihmu mulai besok"
"Baik mohon bantuannya sensei"
~Flashback off~
"Sokka jadi kau ditolong oleh Shukaku waktu sesudah invasi" ujar Naruto
"Jadi kau akan ikut dengan kami atau bagaimana?" tanya Sasuke
"Aku akan mengikuti kalian lagi pula apa yang akan kulakukan selarang selain melakukan perjalanan sebagai pengembara lagi ne" kata Gaara sambil tersenyum
mendengar kalau Gaara akan ikut dengan mereka membuat Naruto melompat dan memeluk Gaara, sedangkan Shukaku dan Kurama kembali bertengkar
~Keesokan harinya~
Naruto dan timnya melanjutkan perjalanan ke Nami no Kuni, mereka akan sampai di sana tepat di malam hari karena mereka sekarang mengikuti seorang kakek yang baik hati mau memberikan tumpangan Kepada mereka
Kebetulan Kakek itu juga ingin pergi ke Nami no Kuni untuk menjenguk anak dan cucunya yang tinggal disana, Kakek itu juga sering menceritakan tentang anaknya waktu masih kecil, berburu, memancing, dll
~Skip time~
Sesuai yang sudah kami prediksi kan, kami akan sampai di Nami no Kuni pada malam hari dan langsung disambut Tazuna pemimpin di desa ini
Kami berempat diizinkan tinggal dirumahnya sampai 2 hari ke depan mungkin salah satu pelindung para biji singgah disini atau tinggal hanya saja tidak ada yang mengetahuinya, kamipun tidur dikamar yang sudah disediakan Sakura
{Unknow place}
Disebuah ruangan terdapat dua orang yang sedang berbicara yang satu sedang duduk santai di singgasananya kelihatannya ia adalah pemimpin dari sebuah desa sedangkan yang satu lagi sedang berdiri didepan orang yang sedang duduk
"Sekarang mereka berada dimana?" Tanya pemimpin pada anak buah yang ada didepannya
"Mereka sedang istirahat di Nami no Kuni tuan" jawab orang yang ditanyai
"Kirim pasukan tengkorak kita untuk menyerang Naruto dan kawan-kawannya khukhukhukhu" perintah sang pemimpin sambil tertawa psikopat
"Segera tuan" tanpa diperintah dua kali orang tersebut pergi untuk melakukan perintah tuannya
~Skip time~
Pagi harinya Naruto dan kawan-kawan bangun dan melakukan ritual pagi mereka secara bergantian lalu makan bersama Tazuna dan keluarganya
Sesuainya mereka berpencar untuk mencari salah satu pelindung biju yang mungkin ada di Nami no Kuni
~Naruto side~
Sekarang aku sedang mencarinya dibantu Kurama yang bisa merasakan aura para biju
"Kau menemukannya Kurama" tanyaku pada Kurama yang ada di atas kepalaku
"Tidak belum, mungkin bukan area jangkauan ku"
"Baiklah kita terus berjalan ke depan sambil melihat-lihat Nami no Kuni" saranku
"Boleh"
Kamipun pergi kedepan untuk mencarinya sekaligus jalan-jalan mungkin secara tidak sengaja kami bertemu betul kan
~Sasuke side~
Sekarang aku sedang mencarinya di hutan sebelah barat mungkin dia sedang jalan-jalan di hutan atau berlatih mungkin
Saat aku sampai ditepi sebuah Padang rumput aku terkejut bukan main tidak aku tidak terkejut karena aku menemukannya tapi aku terkejut karena ada pasukan tengkorak yang berdiri mematung disana
"Aku harus cepat-cepat menemukan Naruto dan lainnya lalu memberitahukannya kepada Tazuna-san" gumamku
Tanpa ba-bi-bu lagi aku langsung berlari mencari Naruto dan lainnya mereka harus tahu mungkin pasukan tengkorak itu akan menyerang nanti siang, kalau bisa ia ingin pasukan tengkorak tersebut menyerang besok saja agar mereka bisa mempersiapkan diri
~Sakura side~
Aku mencarinya disebuah kuil yang ada di bagian timur desa dan menanyai penjaga-penjaga yang ada akan tetapi hasilnya nihil jadi aku memutuskan untuk berdoa di kuil tersebut agar kami bisa menjalankan misi ini tanpa hambatan
~Gaara side~
Sekarang aku sudah menemukannya namanya Utakata dia adalah pelindung biju ke enam Saiken kami pergi menuju desa sambil bercakap-cakap supaya lebih akrab ya mau bagaimana lagi dia kan akan mengikuti kami berempat
Ditengah jalan aku melihat Sasuke yang sedang berlari kearahku kelihatannya ada masalah
"Sasuke ada masalah apa?" Tanyaku dengan rasa penasaran
"Aku melihat pasukan tengkorak di hutan bagian barat desa kelihatannya mereka akan menyerang Nami no Kuni, tapi aku tidak tau kapan"
perkataan Sasuke membuat kami berdua terkejut aku pun mengecek kebenarannya dengan bertanya pada peri angin, setelah mendapatkan jawabannya dari peri angin akupun mengatakannya pada Sasuke dan Utakata
"Kata peri angin mereka akan menyerang 2 hari lagi"
"Berarti kita masih mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri dan meminta bantuan pada pihak Kirigakure"
"Perkataan Utakata benar kita masih mempunyai banyak waktu"
"Tunggu dulu aku baru menyadarinya, siapa orang yang ada di sampingmu" Tanya Sasuke
"Namanya Utakata pelindung biju ke enam" akupin memperkenalkan Utakata yang kutemui beberapa menit yang lalu
"Baguslah jika kau sudah menemukannya Gaara" kata Sasuke"sekarang kita harus mencari Naruto dan Sakura tentang pasukan tengkorak tersebut" lanjutnya
~Naruto side~
Sekarang aku sesang duduk ditaman pusat kota dengan Kurama yang tidur dipangkuanku (Author : Dasar pemalas -_-', Kurama : Katakan sekali lagi gue bijudama lo ntar, Author : KABUR)
Tak lama kemudian datang Gaara, dan Sasuke bersama dengan seseorang, ia memiliki rambut coklat sebahu dan menggunakan kimono biru
"Naruto kami mencarimu kemana-mana, ternyata kau bersantai disini dasar" ujar Sasuke
"Memangnya kenapa kalian mencariku?, dan siapa orang yang ada disampingmu Gaara" tanyaku
"Pasukan tengkorak akan menyerang Nami no Kuni 2 hari lagi" jawab Sasuke
"Dan orang yang ada disampingku bernama Utakata dia adalah pelindinung biju ke enam" sekarang Gaara yang menjawab
Akupun terkejut sekaligus senang, terkejut karena Nami no Kuni akan diserang 2 hari lagi, dan senang karena kami sudah menemukan pelindung biju ke enam
Sedangkan Kurama dia bertengkar lagi dengan Shukaku dan dilerai oleh siput berekor enam Saiken aku, Gaara, dan Utakata langsung menarik mereka bertiga agar menjauh Sasuke yang melihatnya hanya menepuk jidatnya
~Sakura side~
Ketika aku akan pulang ke rumah Tazuna-san aku tidak sengaja melihat Naruto, Gaara, dan seseorang berambut coklat sebahu menggunakan kimono biru sedang menarik Kurama, Shukaku, dan siput yang sedang bertengkar dan Sasuke yang sedang menepuk jidatnya
Akupun langsung menghampiri mereka
"Naruto, Sasuke, Gaara apa yang kalian lakukan disini? Dan siapa dia?" tanyaku pada mereka sambil menunjuk laki-laki yang sedang memegang siput putih
"Mencarimu dan dia adalah Utakata pelindung biju ke enam Saiken" jawab mereka bertiga kompak
"Memangnya ada apa perlu apa kalian mencariku?" tanyaku dengan wajah kebingungan
"Dihutan sebelah barat desa ada pasukan tengkorak yang akan menyerang desa 2 hari lagi" kali ini bukan Sasuke, Naruto, dan Gaara tapi Utakata
"Kita harus melaporkan hal ini kepada Tazuna-san secepatnya" kataku sambil berlari ke arah rumah Tazuna dan mereka berempat mengikutiku dari belakang
{Tazuna home}
Naruto dan kawan-kawan sekarang sedang berada dikantor milik Tazun dan menceritakan tentang pasukan tengkorak yang akan menyerang desa
Segera saja Tazuna mengadakan rapat dadakan untuk membahas tentang pasukan tengkorak tersebut
"Kita harus meminta bantuan pihak Kiri sekarang juga" ujar salah seorang peserta rapat
"Aku setuju dan kita juga masih mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri" pendapat salah satu dewan rapat
"Kalau begitu kita harus menyiapkannya mulai dari sekarang" perintah Tazuna sam rapat itu pun berakhir
Semua sedang sibuk untuk perang yang akan terjadi 2 hari lagi dan burung yang mengantar pesan ke Kirigakure sudah tiba sore hari
Sedangkan Minato dan Kushina sedang khawatir pada anak mereka yang akan berperang di Nami no Kuni, mereka berharap anak mereka sehat walafiat
Tbc
Author note : Halo minna-san Rei kembali lagi akhirnya bisa update kilat soalnya lagi banyak ide dan mumpung liburan, terima kasih pada siapapun yang memunggu kelanjutan fic tidak jelas ini dan ini adalah jawaban dari reviews walau cuma satu *pundung dipojokan
Uzumaki Kuro : Umur Naruto dan kawan-kawan kayak di Shippuden
Baiklah Rei ucapkan terima kasih lagi pada siapapun yang menunggu kelanjutan fic ini
