Thanks ya, buat senpai-senpai yang dah ngasih saran,,,,,,!
MAAF KALAU MASIH BANYAK TYPO-NYA
Disclaimer : Onepiece emang punyanya Oda-senpai, kalo fic ini baru punya author,,
JANGAN BACA KALAU TIDAK MAU REVIEW
Terdengar suara ricuh disekolah, lebih tepatnya disebuah kelas dilantai 2, berada di ujung kiri koridor dan merupakan kelas paling ajaib disekolah. Gimana tidak, murid-murid nya yang terlihat biasa saja dan bahkan sangat jarang menyimak pelajaran, tetapi saat ulangan selalu mendapat nilai diatas 80.
Kelas yang diatas pintunya tertulis XII-D. Kelas yang sama sekali tidak mendekati kata bagus, dimana tidak ada satupun lukisan, atau gambar lainnya, yang ada hanyalah sebuah jam dinding yang dari tadi maupun kemaren selalu menunjukkan pukul 23:00 WGB.
Terlihat sekelompok anak-anak cowok yang berada di pojok kanan sedang main domino, sedangkan sekelompok lagi main kartu, tapi ada 2 orang siswa yang tidak ikut karena sedang tidur. Dan tak jauh beda dengan anak-anak cewek yang sekarang sedang ngerumpi. *kayak sekolah author dulu*. Hingga semua aktivitas mereka terhenti ketika seorang guru fisika dengan tampang mesum masuk kekelas.
" Selamat pagi anak-anak, " Sapa sang guru
" Selamat pagi Absalom-sensei " teriak para murid-murid serentak..
" Hari ini, kita akan ulangan !! jadi cepat ambil kertas dan jangan ada yang menyontek " seru Absalom dengan ankernya.
Selang beberapa menit sang guru pun tertidur dibangku kesayangannya, dan ini merupakan fenomena yang sangat menguntungkan bagi para murid. Kini mereka sibuk mengeluarkan contekan masing-masing. Ada yang menggunakan pesawat remot control yang bergantung kertas dengan ukuran 1 meter. Ada juga yang menulis contekan di tirai. Dan ada 1 orang yang sangat beruntung yang menyembunyikan contekan di rambut edi brokolinya (baca : kribo).
Tapi diantara kesibukan mereka semua ada 3 orang yang sangat terlihat tenang. Ya, Robin mengerjakannya dengan sangat tenang karena baginya soal ini sangatlah mudah. Sedangkan 2 orang lagi hanya memandangi kertas jawabannya dengan bosan, siapa lagi kalau bukan Luffy dan Zoro
" Zoro !, kau kan selalu mengaku lebih pintar dariku, bagaimana kalau kita bertaruh. Bagi siapa yang nilainya tertinggi dia yang menang." Tantang Luffy
" Boleh !, emang taruhannya apa " Balas Zoro
" Taruhannya,,, " pikir Luffy, " Bagaimana kalau yang kalah traktir yang menang sepuasnya, "
" Ok !!, kalau begitu kau mulai nabung dech buat mentraktirku " Zoro mulai bangga karena merasa akan menang
Beberapa lama kemudian bel istirahatpun berbunyi. Semua murid mulai mengumpulkan jawaban mereka, tak terkecuali Luffy dan Zoro yang sedang dilanda kepercayaan diri yang tinggi, mereka menaruh kertas jawaban paling atas sambil menatap tajam sang guru ' AWAS KALO NILAI ULANGAN GUE KURANG DARI 100 '
" Baiklah, hasil ulangannya akan bapak bagikan besok, sekarang kalian boleh keluar " seru Absalom sambil pergi keluar. Kemudian diikuti oleh semua murid
" Nami,,, tunggu " teriak Luffy.
" Ada apa " Tanya nami polos
" Emmh, soal yang kemaren aku membentakmu, maaf ya !! " ujar Luffy dengan rasa bersalah
" Iya !, tidak apa-apa kok, lagipula aku juga salah teriak-teriak sampai membangunkanmu " Ucap Nami⦠" Oea, dari pada kalian duduk dikelas lebih baik ikut denganku saja "
" Tidak, terima kasih !! aku disini saja menemani sibodoh yang disana " Luffy menunjuk kearah Zoro yang tertidur lelap.
Hancock yang baru saja datang memotong pembicaraan mereka " Nami, Robin, hari ini aku tidak telat kan, kita ke kantin yuk ! " ajaknya
" Eh Hancock, bagaimana keadaanmu " Tanya Luffy basa-basi
" Bukan urusanmu, Lebih baik kau urus saja dirimu sendiri " Jawabnya sinis dan bahkan sama sekali tak melirik Luffy
" Kau pergi dulu dengan Robin ya, nanti aku menyusul dibelakang " Potong Nami
" Ya, baiklah, yuk robin " Hancock dan Robin kini pergi dan mulai menjauh
" Nami !!, kenapa dengannya, perasaan kemaren dia tidak begitu " Tanya Luffy karena sedikit bingung
" Biasalah, kalau baru saja diganggu anak cowok dia emang selalu bersikap seperti itu, jadi jangan diambil hati ya " Jawab Nami " kalau begitu aku kekantin dulu ya " Sambungnya sambil berlari pergi
Sementara Luffy yang kini merasa ditinggal sendiri, akhirnya menuju kesamping Zoro
" Oei Zorooo, " teriak Luffy sekencang-kencangnya.
Zoro kaget setengah mati dan segera terbangun
" Apa kau sudah bosan hidup huhh, " Zoro mendengus kesal
" Sudahlah !!, dari pada kau tidur terus-terusan, lebih baik kau ikut aku saja buat cari informasi " Ajak Luffy
" Emang mau cari informasi dimana "
" Taauu !! " Jawabnya asal "Kita keliling-keliling saja, nanti juga dapat sendiri "
" Yasudah kalau begitu ! lagipula kau kaptennya, aku ikut saja " Balas Zoro
Dan akhirnya mereka pergi bolak-balik ketempat yang sama sampai 5 kali. Hingga mereka beristirahat disamping lapangan basket. Dan tiba-tiba saja
" JEDOAGHG "
Sebuah bola basket menghantam wajah Zoro dengan sangat keras. Zoro langsung nyungsep ke neraka. Semua pasang mata yang tadinya mengamati permainan basket kini malah tertuju padanya.
" Kasihan dia, pasti hidungnya berdarah " Ucap murid 1
" Iya, kasihan sikepala hijau itu " Ucap murid 2
" Biarkan saja !! Untung bukan Luffy-kun ku yang kena " Komen murid 3
" 'Luffy-kun ku' !, memang kalian ada hubungan apa " Tanya murid 2
" Apa kau tidak tau !, kami sekarang sudah berpacaran lohh " Bohong murid 3
" Dia hanya mempermainkanmu saja, sebenarnya dia suka padaku " Murid 1 juga mulai berbohong
Akhirnya ke tiga Fans girl Luffy tadi bertengkar tak karuan. Sementara Luffy tertawa terpingkal-pingkal melihat Zoro. Muka Zoro kini memerah seperti kepiting rebus karena malu, belum lagi cairan merah yang terus saja keluar dari hidungnya. Setelah beberapa lama, akhirnya Zoro bangkit dengan tampang ' AKU HARUS MEMBUNUH SESEORANG '. Dan menuju kearah orang yang melemparkan bola
Disisi lain Hancock, Nami dan Robin yang juga menyaksikan pemandangan tersebut tertawa lepas.
" Kasihan ya Zoro ! " Komen Robin dengan sedikit kalem
" Untuk apa kasihan pada orang sepertinya, aku malah senang dia seperti itu " Balas Nami karena merasa jengkel dengan perlakuan Zoro yang tempo hari padanya
" Sudah untuk apa kita hiraukan mereka, lebih baik kita pergi dari sini " Ajak Hancock
" Sebentar, !! lihat ! sepertinya mereka mau berkelahi " Tunjuk Robin kearah Zoro dan Luffy
Luffy yang sadar kalau Zoro sedang marah besar mengikutinya dari belakang, karena takut Zoro akan berbuat hal yang tidak-tidak. Zoro kini berdiri tepat didepan orang yang tadi melemparnya.
" Bagaimana hidungmu bocah rambut hijau,, Ha,ha,ha " Ucap Blackbeard dengan nada melecehkan. Tampang bengis mengisi wajahnya, dengan baju sedikit terbuka dibagian dada, badannya yang bisa dibilang cukup besar untuk anak SMA. Cukup untuk membuat dia dikenal Sebagai preman sekolah.
" Kau bilang apa bocah ompooong " Zoro terlihat sangat marah dan mulai mengeratkan kumpalan tangannya. Kini ia mulai melangkah mendekat ke blackbeard dan semakin dekat,,, Dan,,
-
-
" Ha, ha,ha,,ha,, " Zoro tertawa puas didalam kelasnya dengan hidung tersumpal kapas. Sementara Luffy mengelap keringat dingin di keningnya akibat ulah Zoro.
Murid-murid yang berada di luar terlihat iba kepada Blackbeard, yang kini sedang terikat di tiang bendera dengan mulut tersumbal dan hanya memakai boxer hellokittinya saja. Dan yang lebih parahnya lagi adalah sebuah papan yang kini tergantung dilehernya yang tertulis ' BANCI TAMAN LAWANG BOLEH MENDEKAT '
***
Sekolah sudah sepi saat ini. Jelas saja karena sekarang Jam 4 sore atau lebih tepatnya setengah jam setelah pulang sekolah.
Di sebuah kelas dilantai 2, yang berada di ujung kanan koridor dan bersebelahan dengan gudang. Hancock masih sibuk membersihkan seisi kelas, sedangkan seorang temannya yang tak lain adalah Nami hanya berdiri di pintu dan tak melakukan apapun. Wajar saja, lagipula ini juga bukan kelasnya.
" Hancock, apa sudah selesai ? aku sudah bosan ni menunggumu dari tadi " Tanya Nami
" Belum, mungkin sebentar lagi ! jendela juga belum dilap kan " Ujar Hancock sambil mengelap keringat di keningnya
" Huuuuh " Nami mendengus panjang.
Mereka sama sekali tidak sadar kalau ada 3 pasang mata yang dari tadi terus mengintip mereka dari kelas sebelah.
" Kalau begitu, aku turun dulu ya ! udah kebelet ni " Ucap Nami dengan sedikit merapatkan kakinya
" Iya, tapi jangan lama-lama ya " Ujar Hancock. Nami yang sudah tak dapat menahan lagi segera berlari ke toilet yang berada dibawah.
Sedangkan orang yang dari tadi terus mengintip Hancock menyeringai lebar ketika melihat Hancock kini sendiri.
Hancock kaget setegah mati ketika melihat 3 orang pemuda dengan seragam sekolah yang ugal-ugalan masuk kekelasnya. Hancock takut melihat mereka yang menatap dirinya seperti akan menerkam dirinya. Hancock pun mundur dan mundur sampai akhirnya dirinya mentok ke dinding
" Siapa kalian ! dan ada urusan apa kesini " Ucap Hancock sedikit gemetar
tanpa mengubris pertanyaan Hancock " Ternyata kau sangat cantik kalau dilihat dari dekat, apalagi dengan tubuhmu yang sexy itu " Ujar Kuro dan di ikuti oleh 2 orang anak buahnya
" Sebaiknya kalian pergi, atau aku akan berteriak " Bentak Hancock yang kini penuh rasa takut
" Tenanglah nona ! lagipula juga tidak ada yang akan mendengarmu, dan kami hanya ingin memberikan sedikit kenikmatan padamu " Ujarnya sambil mengelus wajah Hancock yang kini merasa jijik dengan perlakuan mereka
Dan di ikuti oleh kedua temannya yang kini memegang tangan dan kaki Hancock. Hancock mulai memberontak tapi apa boleh buat mereka lebih kuat dari dirinya. Yang bisa dilakukannya sekarang hanyalah berteriak sekencang-kencangnya, tapi tetap saja itu sia-sia karena tidak ada yang bisa mendengarnya sekarang. Kemudian mereka membawa Hancock ke sebuah gudang yang berada disamping kelasnya.
Hancock membelalakan matanya ketika Kuro duduk di pahanya dan mulai menjilati lehernya dengan penuh nafsu. Dan lagi-lagi Hancock memberontak tapi tenaganya kalah kuat oleh 2 orang yang kini menggenggam erat tangannya. Hancock ketakutan. Air mata menumpuk di pelupuk matanya.
" Aku mohon hentikan,, Hisk,,hisk " Hancock mulai menangis. Kuro tak peduli dan terus melakukan aktivitasnya
" Sudahlah, nanti juga kau akan menikmatinya " Ucapnya sambil terus menjilati leher Hancock. Kini yang bisa dilakukan Hancock hanya berteriak agar seseorang mendengarnya
Ditempat lain dalam waktu yang sama
Kelas XII-D masih menyisakan 2 orang siswa yang sedang tertidur pulas.
" Houmh " Luffy baru saja bangun. Dia heran ketika melihat kelas sekarang kosong.
" Oei Zoro, bangun " Zoro kemudian terbangun dan juga heran ketika mendapati kelas yang sekarang kosong
" jam berapa sekarang " Tanya Luffy sambil mengucek-ucek matanya
" Jam 4 lewat 5 menit " Jawab Zoro
" APA " Teriak mereka Kompak
" Sialan, anak-anak kelas ini tidak membangunkan kita saat pulang sekolah " Umpat Luffy
" Kalau begitu kita harus bergegas !!, jika tidak, kita tidak akan mendapatkan apa-apa hari ini " Komen Zoro. Kemudian mereka segera pergi.
Kini mereka berada ditengah-tengah koridor atau ditangga sekolah. Dan tiba-tiba Luffy berhenti
" Apa kau mendengar sesuatu " Tanya Luffy
" Ya, seperti seseorang meminta tolong "
" Sepertinya seorang wanita, dan suara itu sepertinya berasal dari gudang yang berada disana " Tunjuk Luffy.
" Sebaiknya kita kesana saja untuk memastikannya " Ajak Zoro
-
" To-tolong hentikan,, aku mohon tolong hentikan " Suara Hancock terdengar gemetar
" Tenang saja !! kami hanya ingin memberimu kepuasan "Ucap salah satu dari mereka. Hancock tersentak ketika sebuah tangan mulai membuka kancing bajunya. Ia kembali melawan tapi 2 orang yang menggenggam tangannya menahannya.
" Ternyata Cup milikmu sangat ba,,, "
' GUUBRAK '
Luffy dan Zoro membuka pintu gudang secara paksa. Ketiga orang tersebut kaget dan menghentikan aktivitasnya.
" Brengsek, lepaskan tangan kotormu dari gadis itu " Bentak Luffy.
" Sialan kalian " Umpat Kuro. Lalu menyerang Luffy. Dan tentu saja, Luffy yang sudah memegang sabuk hitam di karate dapat dengan mudah menghindar. Kemudian melepaskan sebuah pukulan di bagian perut yang membuat kuro Terjatuh
" Itu belum cukup atas apa yang kau lakukan pada gadis itu " Bentak Luffy. Kemudian mendaratkan sebuah tendangan di wajah Kuro. Darah segar mengalir dari mulut dan hidungnya. Kuro meringgis kesakitan. anak buah Kuro yang melihat pemimpinnya dikalahkan dengan mudah, lari terbirit-birit begitupun dengan Kuro.
" Kau tidak apa-apa " Luffy menghampiri Hancock. Dan menyelimuti Hancock dengan jaket hitam bermotif tengkorak miliknya. Hancock langsung memeluk Luffy " Te-terima kasih,, !! Terima kasih Luffy-kun " Ucap hancock dengan terisak tangis.
" Sudahlah, Tidak apa-apa !! jangan menangis lagi ya " Ucap Luffy Lembut seraya mengusap air mata Hancock. " Nah, !! kalau begitu aku antar pulang ya " Hancock hanya menganguk dalam dekapan Luffy
Nami baru saja berada di koridor atas, sedikit heran ketika melihat Zoro, Hancock yang masih menangis dalam dekapan Luffy keluar dari gudang. Dan langsung menghampiri mereka dengan tanda Tanya
" Kenapa Hancock " Tanya Nami memandang sinis Luffy. Karena mengira Luffy penyebab Hancock menangis
" Nanti saja aku jelaskan !! lebih baik kita antar Hancock pulang dulu " Luffy tak menjelaskannya. Karena takut akan membuat Hancock merasa perih dan menangis kembali. Akhirnya Luffy dan Nami pergi mengantar Hancock. Tapi sebelum pergi Luffy sempat memandang Zoro dengan isyarat ' KAU TERUSKAN SENDIRI SAJA YA '
Zoro pun kini tinggal sendiri di koridor sekolah " Apa Luffy menyukai gadis itu ya !! emmh, sepertinya tidak, Luffy kan belum pernah jatuh cinta sebelumnya " Batin-nya. Kemudian Zoro juga pergi untuk kembali menjalan tugasnya seorang diri tanpa ditemani kapten bodohnya.
-
-
-
" Bagaimana keadaannya sekarang " Luffy terlihat cemas
" Dia sudah sedikit tenang !! " Ujar Nami " Luffy, ikut aku sebentar " Nami membawa Luffy keluar dari kamar Hancock
" Sekarang coba kau jelaskan pertanyaanku yang tadi disekolah " Tanya Nami
" Oh,, coal yang itu ya " Luffy pun mulai menjelaskan panjar lebar
-
" Ooooh ! jadi seperti itu ya !!, kalau begitu maaf ya Luffy, tadi aku sempat menyangka yang bukan-bukan tentangmu " Ujar Nami karena sudah mengerti penjelasan panjang lebar Luffy.
" Oea' karena sekarang Hancock sudah lebih baik ! aku pulang dulu saja ya, lagipula sekarang juga sudah jam 8 malam, Zoro pasti dari tadi menungguku "
" Yupps, aku antar sampai kepintu ya " Tawar Nami.
Luffy kini mulai melangkah pergi. Dan lama-kelaman mulai menghilang dalam kegelapan malam. Sementara Nami terus mencoba menghibur Hancock agar terlihat tenang.
-
-
-
Luffy melangkah menuju pintu rumahnya dan Zoro. Rumah yang sama sekali tidak berkesan bagus. Bisa dibilang seperti rumah kost biasa, karena mereka hanya tinggal sampai misi ini selesai.
" Kau baru pulang Luffy " Tanya Zoro sambil melahap makan malamnya
" Iya !! terus bagaiman dengan penyelidikanmu tadi " Luffy mulai menginterogasi
" Berjalan lancar, Aku juga sempat memfoto saat mereka bertransaksi, dan lebih untungnya itu adalah transaksi berasar-besaran " Ujar Zoro sembari menunjukkan foto-fotonya
" Terus !!! "
" aku mengikuti mereka ! Hingga mereka masuk ke sebuah Bar "
" Terus "
" Terus ya tentu saja aku pulang ! karena aku terlalu lapar "
" Kau bodoh Zoro !!! Masak sudah sedikit lagi kau berhenti "
TO BE CONTINUE
~ oOOo ~
Akhirnya selesai juga,, Maaf ya kalau storynya kurang bagus. Apalagi terkesan terburu-buru, coalnya author nulisnya blak-blakan.. MOHOON REVIEWNYA YA
