Pernahkah kamu berpikir bagaimana sendainya kamu menanyakan pada mereka bagaimana tipe cewek yang ingin mereka pacari? Pasti kalian sekarang sedang fangirling dengan histerisnya. Nah, untuk membuktikan penasaran kalian, Let's Read.
The Basketball Which Kuroko's Play's fanfiction by kisafuuma
Disclaimer: ©Tadatoshi Fujimaki
Warnings: typo(s) maybe, OOC, I don't take advantage by this fanfciction
.
.
.
.
.
Just have Fun!
Second! Kagami Taiga
Setelah mengobrol soal tipe cewek Kuroko yang masih terngiang-ngiang di kepala Kagami dari kemarin sampai sekarang, paginya ia sampai tidak bisa berlatih dengan serius di lapangan basket dekat rumahnya. Ingat, lapangan basket yang ia dan Kuroko pakai saat one on one pertama mereka? Nah, disitulah sekarang Kagami sedang melongo tidak jelas menatap kosong ring basket yang menimbulkan efek jawdrop pada ring basket tersebut.
Layaknya orang sedang bengong, Kagami dengan lemas melempar bola basketnya dan satu pun tidak ada yang masuk karena saking lemesnya dia. Dan untuk menyadarkannya, sebuah tangan putih pucat menyodok pinggang Kagami sampai tejungkal layaknya bangunan roboh kena gempa.
BRUAAAK!
Dan dengan tidak bagusnya ia jatuh dengan wajah mendarat duluan. Kasihan sekali kau, Kagami.
"Pagi, Kagami-kun,"ucap pemuda surai biru yang ternyata pelaku penyodokan berencana itu.
"Ah, pagiii…"sahutnya lemas
Hening. Hening. Hening
Kuroko kaget dengan reaksinya yang luar binasa. Kalau biasanya ia akan meloncat jumpalitan kayak orang liat setan, tapi sekarang seperti mau dijemput kematian. Ada apa dengannya?
Kebetulan sekali, Kuroko sedang mengajak Nigou jalan-jalan. Dan ia langsung mengisyaratkan untuk menyadarkan Kagami yang takut pada anjing. Ia melepas tali kekang dari Nigou sebelum ia melihat Kagami mau ancang-ancang lari seratus meter.
"Kagami-kun, main sama Nigou dulu ya. Hilangi galaumu dulu,"ucap Kuroko datar
"Oi, oi, don't you dare—"
GUK! GUK! GUK! (Nigou: ayo main denganku!)
"Wuaaaa!"teriak Kagami langsung lari keliling lapangan sambil dikejar Nigou. Dan dengan senangnya menistakan Kagami, Nigou terus mengejarnya tanpa henti. Sedangkan Kuroko duduk di kursi pinggir lapangan menikmati tontonan gratis ala opera van java di pagi hari.
-15 menit kemudian—
"Hosh! Hosh! Hosh! Kuroko, kau memang menyebalkan!"maki Kagami sambil mengatur nafasnya
"Guk! Guk! (aku ingin minum!)" gonggong Nigou pada Kuroko
Mengerti apa yang dikatakan peliharannya (bisa bahasa binatang ya?), Kuroko merogoh sebuah tempat minum anjing yang ada di tasnya dan mengisikannya dengan air mineral yang dibawanya dan diberikan pada Nigou.
"Oi, Kuroko"panggil Kagami sambil membuka botol minumnya
"Ya?"sahut Kuroko menoleh pada Kagami
"Yang kamu katakan kemarin itu serius?"Tanya Kagami
"Maksudmu?"sahut Kuroko bingung
"Yang soal cewek idealmu,"jelas Kagami
"Iya, memang kenapa?"jawab Kuroko
"Hhh…apalah arti doujin yaoi pairing kita kalau kamu sudah punya tipe cewek seperti itu,"desah Kagami
"Kenapa memangnya Kagami-kun? Kamu cemburu padaku?"Tanya Kuroko sambil memangku wajahnya dengan sebelah tangannya
"Ha-haaah?"teriak Kagami dengan wajah merona
"Ketahuan tuh, kamu homo,"ujar Kuroko
"Kayak kamunya aja ngga homo!"balas Kagami
—skip adegan vulgar—
"Jadi, cewek tipemu seperti apa, Kagami-kun?"Tanya Kuroko sambil mengelus Nigou yang tengah enak-enaknya dipangku oleh Kuroko
"Kenapa kau menanyakan hal itu?"Tanya Kagami balik
"Kagami-kun, jawab saja. Jangan balik tanya,"ujar Kuroko mulai mengancam dengan mengangkat Nigou
"Aii—iya, iya, iya, aku jawab, aku jawaaaab! Turunkan dulu Nigou-mu itu!"jerit Kagami mulai pasang kuda-kuda dan Kuroko pun menurunkan Nigou dan kembali ke pangkuannya
"haah….gimana ya? Aku suka cewek yang aktif, yang bisa menyemangatiku, tidak terlalu berisik karena kalau berisik aku akan teringat sama teman pirangmu itu. Dan kalau cemberut akan terlihat manis sekali,"ucap Kagami sambil menggaruk kepalanya
"Lalu?"tanya Kuroko
"Uhmm...aku suka kalau bisa menggendongnya seperti karung beras atau bridal style kalau dia berontak padaku. Terus, akan lebih baik kalau dia juga bisa ikut basket dan bisa one on one denganku,"tambahnya dengan sedikit bangga
"Mesum.."sahut Kuroko datar
"Ha? Mesum dimananya?"tanya Kagami heran plus kesal
"Kamu bilang 'aku suka kalau bisa menggendongnya seperti karung beras atau bridal style kalau dia berontak padaku' dan 'bisa one on one denganku', artinya kan jadi ambigu,"
ujar Kuroko datar
"O-Oi, ambigu itu maksudnya…"
"One on one di lapangan tanpa tanda kutip atau di 'lapangan' dengan tanda kutip,"jelas Kuroko dengan kedua jari tangannya yang naik turun isyarat tanda kutip.
"Kuroko, rasanya bukan hanya aku aja deh yang kamu bilang mesum. Kamu juga termasuk mesum karena sudah mengerti hal 'begitu'an"geramnya kesal kuadrat
"Tapi, pada kenyataannya benar kan? Dari mukamu aja udah keliatan mesum banget tuh. Ketularan Aomine-kun,"ujar Kuroko
"Tapi kan bukan oppai freak seperti dia!"jeritnya
"Terserah kau, Bakagami,"
Akhir kalimat, Kuroko menghilang dengan jurus misdirectionnya dan membuat Kagami memaki-maki dengan kata-kata yang amat tidak jelas untuk diungkapkan,
TBC~
Oke, ini absurd. Aku pun juga speechless saat menulisnya. Dan ini kutulis berdasarkan refrensi beberapa fanfiction yang berkaitan dengan Kagami, termasuk Kuroko yang menjadi pairing uke utama miliknya.
Kagami: kau menulis dengan amat tidak jelas, Fuuma
Kisa: justru kamu yang ngga jelas, dasar tsundere Bakagami!
Kuroko: aku setuju dengan Kisa-san. Kau yang tidak jelas dan absurd, Kagami-kun
Kagami; kalian…..(mulai ngamuk)
Kuroko, Kisa: akhir kata, Mind to RnR?
