Title : Doll Village-Accursed (Horror Scene)
Cast : All member EXO
Pairing : Krisho (Main)
ChanBaek & Kaihun (2nd Main)
Summary : [chap.2] Bagaimana ini? Liburan yang tadinya dianggap menyenangkan oleh para member EXO berubah menjadi mengerikan. Sudah ada korban dari keisengan'nya'. Ini belum sampai ke tahap serius. 'Dia' masih bermain-main. Ditambah dengan kemunculan boneka okiku dan lukisan aneh di lantai 2. ternyata feeling Suho benar. Tidak seharusnya mereka berada disini. /KrisHo/ChanBaek/KaiHun/
2nd
The red-black cat
Hari pertama kami disini memang tidak terjadi sesuatu. Aku memang merasa lega akan hal itu tetapi ketika ada jejak darah dengan telapak kaki kucing di lantai dua villa kami membuatku merinding hebat. Batinku terus berontak untuk meminta pergi dari sini.
Minggu 15 juni 2014
17.31
''Disini ada lima kamar jadi aku akan membaginya. Tiga kamar di lantai dua di isi oleh Xiumin hyung dan Lay di kamar dekat tangga. Maknae Line di kamar kedua kemudian Dio dan Luhan hyung berada di kamar paling ujung dekat jendela besar. Kamar utama yang berada di bawah akan di huni oleh Beagle Line dan kamar yang berada di depan ruang tengah ini akan menjadi kamarku dan Kris hyung. Kalian setuju?'' ucapku panjang lebar. Kami saat ini tengah sibuk menentukan pembagian kamar. Barang-barang bawaan kami yang mungkin jumlahnya banyak yang entah bagaimana bisa kami bawa tergeletak dengan tidak begitu elitnya di samping tangga.
''Suho hyung kenapa sama kris hyung lagi? Dari semalam sampai sekarang nempel terus sama Kris hyung.'' Tao yang sedari tadi diam karena ketakutan akan cerita yang dibawakan beagle line akhirnya angkat bicara. Member yang kurang memperhatikan pembicaraanku dari tadi langsung menengokan kepalanya kearahku yang berdiri di samping Kris hyung. Bahkan Sehun dan Chen sudah menatap jahil kepadaku.
''A-ah itu an-anu.. a-aku ingin membicarakan sesuatu yang serius bersama Kris.'' Aku tergagap. Hawa panas menjalari pipiku hingga ke telinga. Member lain masih memasang wajah bingung mereka tetapi Sehun dan Chen malah menggodaku. Ih dasar tidak sopan terhadap leader mereka sendiri.
''Yosh, daripada diam tidak jelas disini dan kalian membully uri leader lebih baik kita membereskan barang bawaan kita dan kumpul kembali di ruang makan. Ini sudah hampir jam makan malam.'' Setelah menyelesaikan ucapan bijaknya Xiumin hyung segera membawa barang-barangnya di ikuti dengan Lay yang mengekor di belakangnya. Xiumin hyung penyelamatku. Ah hyung saranghae, rasanya aku ingin memeluk Xiu hyung karena sudah membebaskanku dari godaan para maknae tapi tangan Kris hyung yang merangkul pundakku menghalangi. Hah, dia mulai lagi.
Aku dan Dio dengan segera pergi ke dapur untuk mengecek bahan makanan yang berada di kulkas. Aku sudah menyuruh Kris hyung untuk membawakan barang-barangku ke kamar karena barang bawaanku tidak terlalu banyak. Untung saja Kris hyung menyanggupinya.
''Whoa Dio-ya pihak SM benar-benar sudah merencanakan liburan ini. Lihatlah.'' Aku membuka-buka lemari yang berada di dapur. Ternyata keperluan makan kami untuk seminggu ke depan sudah di siapkan. Aku menunjuk kulkas yang tadi kubuka dengan senang kearah Dio. Dio yang sedang melihat peralatan masaknya langsung menengok kearahku.
''Ne, hyung. Ini lebih dari cukup untuk keperluan makan kita.'' Dio berjalan santai kearahku. Dia mengambil daging sapi beku dan juga sedikit sayuran dari dalam kulkas. Kemudian meletakkannya di atas meja.
''Kau ingin memasak apa?'' tanyaku penasaran.
''Bulgogi, untuk mengganjal perut saja.'' Kyungsoo memotong-motong wortel dengan telaten.
''Aku bantu?'' aku menawarkan diri untuk membantu D.O. Aku takut dia kelelahan karena perjalanan jauh ini. Tapi yang kudapat hanya gelengan D.O disertai dengan cengiran khasnya.
''Tak usah hyung, hyung hanya akan membuat masakanku gagal.'' Ucapnya jujur. Cengiran khas tetapi terpaksanya memberikan kesan menakutkan padaku. Aku bergidik ngeri tapi setelah itu aku mengerucutkan bibir tipisku kesal.
''Yasudahlah. Aku ingin berjalan-jalan di villa ini saja siapa tahu aku dapat harta karun.'' Aku menghilang dari dapur menyisakan tawa khas seorang D.O yang seolah berhasil membullyku.
Aku menatap lamat-lamat lukisan bergaya eropa abad pertengahan ini dengan seksama. Ada yang aneh dengan lukisan perempuan yang sedang menggendong kucing ini. Kucing hitam yang berada di gendongannya mempunyai warna mata yang berbeda. Warna merah darah yang membuatku bergidik dan warna hitam kelam yang mempunyai aura menakutkan.
'Meow'
Ah? Suara apa itu? Bukankah suara barusan itu kucing? Tapi mengapa ada kucing disini? Teman-temanku tidak membawa kucing kesini dan di dorm juga tidak ada yang memeliharanya. Jadi kucing siapa itu?
Aku teringat dengan lukisan tadi dan ketika aku menengokkan kepalaku ke arah lukisan itu detak jantungku seolah berhenti. Ada jejak kaki darah di sekitar dinding dan jejak kaki itu ternyata adalah jejak kaki kucing. Sejak kapan jejak itu ada disini? Aku hanya menoleh ke arah lain selama beberapa detik. Juga, sejak tadi aku tidak melihat adanya kucing yang berkeliaran di sekitarku.
'Glup'
Dengan gugup aku menyusuri jejak kaki itu menggunakan ekor mataku. Jejak kaki itu berhenti pada jendela besar yang berada di samping lukisan di lantai dua ini dan kemudian...-menghilang? Aneh. Tetesan keringat mengalir deras dari pori-pori seluruh tubuhku. Bulu kudukku meremang. Aku ingin menangis melihat jejak itu. Telapak tanganku mulai basah oleh keringat.
''Suho hyung sedang apa hyung disitu?'' Oh suara itu. Suara itu berhasil menyelamatkanku. Aku segera berbalik menyampingi lukisan aneh itu. Terlihat Tao, Kai dan Sehun menatapku aneh. Dari guratan wajahnya mereka seperti menyelidik.
''Oh hyung sedang melihat lukisan ini.'' Aku menunjuk lukisan itu dengan tangan gemetaran. Eh tunggu sebentar. Kemana jejak kaki kucing itu?
'Deg.'
Aku mencari-cari jejak darah itu dengan kebingungan. Memutari sekitarku dan melihat kearah jendela besar yang ada di belakangku. Lagi-lagi aneh perasaan jejak itu sangat banyak di sekitar dinding. Ada apa ini sebenarnya? Kemana menghilangnya? Apa mungkin itu hanya halusinasiku? Tapi itu terasa sangat nyata. Keringat dingin kembali membasahi wajah dan tengukku.
''Hyung ke kamar dulu ne? Jangan lupa nanti ke ruang makan.'' Dengan tergesa-gesa aku berlari menuruni tangga tanpa memandang mereka bertiga. Jantungku berdegup beberapa kali lipat saat melintasi lukisan lain yang berada di samping tangga.
''Suho hyung terlihat aneh.'' Ucap seorang pria tinggi dengan rambut berwarna silver. Dua lainnya mengangguk. Pria berambut pendek menyamankan posisi duduknya di atas kasur kamar mereka sedang pria berdagu lancip tengah berpikir serius.
''Tidakkah kalian lihat Suho hyung seperti orang ketakutan?'' pria berdagu lancip bernama Sehun itu kini mengemukakan pendapatnya. Kai dan Tao menatapnya tak mengerti.
''Apa maksudmu maknae?'' Tao dengan tampang ketusnya berbicara kepada Sehun. mungkin dia masih parno dengan cerita Baekhyun.
''Tampang itu, yang berkeringat dingin dengan raut wajah ingin menangis. Seperti ketika Suho hyung ketakutan melihat film horror beberapa hari yang lalu. Dia sampai menangis memeluk Kris hyung yang ada di sampingnya.'' Terang Sehun panjang lebar. Saat ini posisi mereka mirip dengan pose berunding.
''Benar. Tapi eomma takut pada apa?'' Sehun terlihat tengah berpikir. Kejadian barusan membuat syarafnya menegang. Suho hyung yang tertangkap basah sedang melihat lukisan dengan takut-takut sejurus kemudian dia terlihat bingung dan panik. Apa jangan-jangan lukisan itu...
''Baiklah. Ayo kita lihat lukisan yang ditunjuk eomma.'' Tunggu itu bukan Sehun yang menjawab tapi seseorang yang dengan semangat menarik lengan Sehun dan Kai keluar kamar.
''Tao hyung?! Sejak kapan hyung menjadi pemberani?'' Tanya Kai penasaran. Hey Tao itu penakut walau sebenarnya lebih penakut Suho apalagi menyangkut hal-hal berbau horor seperti lukisan itu. Tao hanya menggendikkan bahunya cuek.
''Kajja.''
Aku masih bergelung dalam selimut tebalku dengan Kris hyung yang masih duduk di sampingku. Dia tengah membujukku untuk makan malam bersama para member karena tadi terdengar suara D.O yang mengatakan bahwa makanan sudah siap. Bahkan tadi Chanyeol dan Luhan hyung sudah masuk ke kamar kami.
Aku enggan keluar dari tempat perlindunganku. Pikiran tadi masih terbayang-bayang di otakku. Yah jejak kaki darah yang menghilang dan juga suara itu. Suara yang seolah berbisik di telingaku ketika aku akan menuruni tangga.
'pergilah dari pulau ini.' Dengan suara bergetar yang berhasil membuat efek ngeri berkepanjangan pada tubuhku. Terbukti tubuhku sekarang bergetar. Itu yang membuatku enggan untuk kemana-mana.
''Myeon Yeobo.'' Kris menggoyang-goyangkan tubuh berbalut selimutku. Ini mungkin sudah kali kedua puluhnya dia mengguncang tubuh mungilku.
''Aku ambilkan makanan untukmu ya, jamkan.''Kris hyung hendak berdiri dari duduknya ketika melihat tanganku menyembul keluar menggenggam tangannya. Aku tahu Kris hyung sempat kaget karena kurasakan tangannya tegang. ''Don't go every where Yifan.'' Ucapku pelan. Kris hyung yang mungkin mengerti dengan tarikan tangan kecilku segera menidurkan tubuhnya di sampingku dan melingkarkan tangan kokohnya di pinggang rampingku membuat tubuhku yang berbalut selimut menegang.
''Ada apa Myeon. Ceritakanlah padaku.'' Ucap Kris hyung lirih di telingaku. Sekarang posisi kami sudah berhadapan dengan tubuhku yang masih bergetar di pelukannya. Aku mengeratkan pelukanku padanya sebagai jawaban bahwa aku belum ingin mengatakan apapun.
''Arraseo, kalau sudah siap cerita ne?'' Kris hyung mengusap suraiku lembut. Aku menganggukan kepalaku kecil.
Suasana di ruang makan terlihat sepi dan mencekam. Beagle Line yang biasanya menggoda Tao kini terdiam. Sehun, Tao dan Kai yang biasanya saling berebut makanan terbanyak pun diam dengan pandangan kosong menatap kea rah bulgogi serta kimchi di depan mereka. Sebenarnya para beagle line tidak tahu apa yang terjadi jadi mereka memilih untuk diam walau sesekali mereka melakukan gerakan aneh tak terduga. Semua pasang mata yang melihat keterdiaman mereka melanjutkan acara makannya seperti biasa, tidak terlalu meperdulikan mereka.
''Lukisan itu...'' Suara Kai sukses memecah keheningan. Pandangannya masih terarah pada makanan di depannya. Tujuh pasang mata yang memang tidak mengetahui apa-apa segera menengokan kepalanya kearah Kai, menghentikan acara makan mereka untuk sementara.
''Dengan seorang gadis Eropa yang menggendong seekor kucing hitam yang mempunyai warna mata berbeda.'' Lanjut Tao. Pandangan tujuh pasang mata kini beralih kepada Tao. Mereka benar-benar tidak mengerti apa yang para maknae itu bicarakan.
''Yang ditakuti Suho hyung?'' Sehun memberi penegasan. Para maknae serentak mengangkat kepala mereka. menunjukkan raut ketakutan mereka kepada para hyungnya yang masih menatap mereka tak mengerti.
Flashback
Tao segera menyeret Sehun dan Kai menghadap kearah dinding tempat dimana dipajangnya lukisan yang Suho hyung tunjuk. Mereka mengamati lukisan itu dengan seksama.
''Apa lukisan aneh ini yang membuat eomma takut?'' Sehun menoleh kesamping kirinya tempat Tao dan Kai berdiri.
''Mungkin, tapi lukisan ini tidak begitu menyeramkan.''
Tao masih penasaran dengan dengan lukisan itu maju selangkah lebih dekat, memegang kepala kucing pada lukisan tersebut dengan hati-hati. Meninggalkan Sehun dan Kai yang masih berdebat satu meter di belakangnya.
'SREK...BYURR...'
Tao memekik. Jantungnya berdegup kencang. Kucing itu menyeringai kearahnya memperlihatkan manik merah hitamnya yang menakutkan. Tiba-tiba muncul rembesan darah dari dalam lukisan itu dan dinding di sekitarnya. Tao mundur ke belakang dengan perlahan menabrak Kai dan Sehun yang masih berdebat. Sehun dan Kai yang terganggu segera menoleh kearah Tao yang sudah menyudutkan dirinya di tembok yang bersebrangan dengan lukisan. Mereka merasa aneh. Pandangan Tao menyiratkan rasa takut. Mereka mengikuti arah pandangan Tao.
'Deg'
Sehun dan Kai hanya bisa mematung melihat banyak darah yang keluar dari lukisan itu dan menunjuk kata 'GO' dengan kucing hitam yang masih memasang seringai sadis. Bahkan darah itu sudah menempel di ujung sandal rumah mereka. Suara mereka tercekat. Kaki mereka seakan di paku agar tidak bisa kemana-mana dan pandangan mata mereka terkunci pada kata tersebut. Sampai akhirnya Luhan memanggil mereka untuk bersama-sama ke ruang makan menyelamatkan para maknae dari ilusi menakutkan itu. Tapi benarkah itu hanya ilusi? Bahkan itu terlihat sangat nyata.
Flashback off
'Kretttt'
Suara kuku dan tembok yang saling bergesekan memecah lamunan mereka yang berada di ruang makan.
''Suara apa itu?'' Tanya Chen penasaran. Tatapannya dia arahkan ke tangga menuju Lantai dua tempat dimana asal suara itu berasal. Member lainpun penasaran dan ikut menengokkan kepala mereka kearah tangga. Aneh, tidak ada apa-apa yang mencurigakan.
''Kalian mendengarnya? Suara tadi?'' Chen membalikkan kepalanya seperti semula. Menatap hyung dan dan Dongsaengnya yang hanya menganggukkan kepala. Sehun, Tao dan Kai hanya bisa terdiam dengan pandangan takut menatap kea rah anak tangga teratas. Kucing yang berada di lukisan itu hidup. Menyeringai kearah mereka bertiga, berdiri di lantai teratas tangga itu.
Kai, Sehun dan Tao meneguk air liurnya susah payah. Mata mereka menatap panic ke segala arah menghindari menatap tangga. Tangan merekapun tak tinggal diam, cepat-cepat mereka menyuapkan sumpit mereka kedalam mulut hingga makanan yang sedari tadi tidak disentuh habis dalam sekejap. Para hyungdeul yang melihat mereka menjadi bingung.
''Sehuna, Tao-ya, Jonginie ada apa dengan kalian?'' Dio yang makannya terganggu menatap Maknae line dengan aneh. Xiumin dan Luhan pun demikian.
''Mengapa kalian begini? Tadi bicara aneh sekarang kalian makan rakus sekali seakan tidak ada kehidupan esok.'' Lay mencoba menyuruh mereka makan dengan pelan dengan memegang tangan mereka sesekali memukul tangan mereka menggunakan sumpit yang berada di genggamannya. Maknae Line menatap Lay tak suka. Mereka terus lanjut memakan makan malamnya. Lay menghela nafas.
''Oh iya, Suho hyung dan Kris hyung kemana mereka? tidak ikut makan?'' Baekhyun yang merasa ganjil tanpa kehadiran dua leader bawel mereka bertanya entah kepada siapa. Para maknae line yang mendengar nama Suho sontak menghentikan aksi brutal mereka. dan dengan cepat menaruh peralatan makan mereka di meja. Lagi-lagi hyungdeulnya di buat tak mengerti.
''Mereka di kamar. Kris hyung sedang menenangkan Suho yang seperti bergetar ketakutan. Itu yang aku lihat.''
Tepat jam satu dini hari aku terbangun dari tidurku entah mengapa aku merasakan ada seseorang yang mengawasiku dari kejauhan. Oh ya, saat itu sudah hari kedua kami berada di pulau Nagaro.
Senin, 15 juni 2014
01.04
Saat aku membuka mataku aku menatap Kris hyung yang masih memelukku dengan perasaan campur aduk. Antara senang, bersalah dan nyaman. Aku bangkit duduk setelah sebelumnya menyingkirkan tangan kekar Kris hyung dari perut ber-absku. Mengambil ponsel yang berada di sakuku untuk mengecek jam. Sudah pukul satu dini hari rupanya berarti aku tidur selama empat jam.
'kyruyuk kyruyuk'
Ugh menggelikan. Ternyata aku melewatkan makan malamku. Pantas saja perutku berbunyi.
Aku menolehkan pandangan kearah pintu kamar. Disana terlihat cahaya masuk dari celah kecil di bawah pintu. Aku menyeringit. Ada sebuah bayangan hitam yang menutupi sepertiga cahaya yang masuk seperti seseorang yang sedang berdiri disana tapi kemudian bayangan itu menjauh dan hilang. Apa member lain belum tidur? Tapi ini sudah larut malam. Ah lebih baik membangunkan Kris hyung untuk menemaniku ke dapur. D.O pasti sudah menyisakan makanan untuk kami berdua. Kris hyung juga belum makankan?
Setelah membangunkannya kami berdua segera berjalan santai menuju dapur dan benar saja beberapa makanan terlihat masih utuh. Sushi dan air putih untukku sudah cukup untuk mengganjal perut laparku.
Saat ini masih sekitar jam dua dini hari. Aku dan Kris hyung memutuskan untuk menonton Tv saja. Untungnya antena masih bisa menangkap beberapa saluran Tv.
''Myeon, kau merasa seperti ada yang memperhatikan kita?'' Kris hyung berbicara sepelan mungkin. Aku yang tadinya terfokus dengan layar TV langsung menatap tajam Kris hyung.
''Jangan mengada-ngada hyung.'' Tapi benar, aku juga merasa ada sepasang mata yang mengawasi kami dari kejauhan. Tepatnya dari lantai dua rumah ini. Aku segera merapatkan diriku kearah Kris hyung.
''Shh... Ya sudahlah mungkin ini faktor kelelahanku saja.''Kris hyung menghela nafasnya pelan. Dia sekarang sedang serius mengamati film di depannya. Aku kembali mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru villa. Tatapan tajam itu selalu mengamati gerak-gerik kami. Membuat bulu kudukku meremang.
''Kris, kita ke kamar saja. Disini menakutkan.'' Aku memeluk tubuh Kris hyung erat. Bahkan aku berbicara informal kepadanya. Kris hyung yang masih setia dengan tontonannya menoleh ke arahku.
''Baby Myeon. Kau itu penakut sekali sih dan juga berbicaralah lebih sopan kepadaku.'' Kris hyung mengusak rambutku dengan tangannya yang bebas karena tangan yang lainnya berada dipelukanku. Aku merenggut. Mengerucutkan bibirku kesal, entah kemana rasa takut yang tadi menghampiriku.
''Kris, aku bukan bayi, aku bukan penakut dan satu lagi aku bukan kekasihmu. Berhentilah berbuat mesra.'' Aku semakin merajuk. Melipat kedua tanganku di atas dada sembari menggembungkan pipi chubbyku.
''Huwaaaa Kris, Kau mau apa? Turunkan aku, turunkan aku.'' Aku terkaget karena tiba-tiba saja Kris hyung menggendongku ala bridal style. Aku reflek berteriak. Semoga saja teriakanku tidak membangunkan member lain. Kulihat Kris hyung menyeringai sambil menatapku.
''Tentu kau penakut Baby Myeon, Kau juga cengeng jadi aku panggil baby dan berbicaralah yang sopan pada hyungmu baby. Ayo kita tidur.'' Dengan Cepat Kris hyung berlari menuju kamar kami. Seringainya juga tidak pernah lepas dari wajahnya.
''Huwaa Kris Hyung turunkan aku…"
'BLAM'
Tanpa di sangka oleh keduanya sepasang mata merah sedang mengintip mereka dari puncak tangga.
06.51
Pagi yang indah bagi para member EXO. Ini adalah hari kedua mereka disini. Yah secara Teknis belum mencapai 24 jam karena mereka baru datang kesini sekitar pukul 6 sore. Chanyeol, Dio dan Chen sudah berada di dapur untuk memasak sarapan. Xiumin, Luhan, Baekhyun dan Tao duduk-duduk santai di ruang TV dengan TV yang menyala dan camilan berserakan di atas meja. Lay sedang berolah raga di halaman depan sedangkan Kris, Suho, Kai dan Sehun masih tidur di ranjang mereka masing-masing.
''Hyungdeul, Tao-ya, tolong bangunkan mereka yang masih tidur. Makanan sudah siap.'' Teriak Dio dari dapur menyuruh keempat orang yang berada di ruang tengah melakukan pekerjaan.
''NE!'' Koor keempatnya nyaring. Baekhyun dan Xiumin segera melesat ke kamar Krisho dengan ogah-ogahan. Begitupun dengan Tao dan Luhan yang pergi ke lantai dua.
Seluruh member EXO termasuk aku saat ini berkumpul di halaman depan. Rencananya hari ini kami ingin jalan-jalan di sekitar Hutan dan pemukiman penduduk sekalian berselca ria guna menambah koleksi foto kami semua. Aku juga ingin mengenal kondisi desa ini. Mungkin kami akan mendapatkan sesuatu yang menarik. Aku sudah bersiap dengan menggunakan baju hitam pendek yang dipadukan dengan jaket berwarna biru kemudian celana training hitam dan sepatu kets berwarna putih. Begitu pula yang lainnya dandanan mereka tidak jauh berbeda denganku.
''Sekarang kita akan kemana dulu?'' Kai yang sedang melihat-lihat sekitaran Villa memberikan pertanyaan, tangan kanannya tidak pernah lepas dari gandengan Sehun sejak dia bangun tadi. Ugh adikku ini.
''Kita ke pemukiman dulu saja. Aku ingin tau mengapa banyak boneka seperti manusia disini. Dan juga kita bisa bercakap-cakap dengan penduduk disini.'' Ucap Chanyeol memberi usul. Tumben anak ini otaknya pintar. Biasanya dia hanya bisa tertawa dan membully saja. Bahkan dia sering membullyku.
''Arraseo kita ke pemukiman terlebih dahulu. Jaraknya kira-kira 2 km dari sini. Kajja kita berangkat.'' Kris hyung memberi aba-aba. Sekarang dia sudah ada di sampingku untuk memimpin jalan. dia menarik tanganku untuk berjalan beriringan.
''Kkamjong. Aku sama kamu saja ne? Aku takut.'' Sehun semakin menggandeng erat tangan Kai lalu menyeretnya cepat ke belakangku. Kai hanya tersenyum.
''Arraseo. Arraseo. Hunnie.'' Kai mengacak-acak rambut Sehun. Sehun mengeluarkan eye smilenya. Member lain yang melihat adegan romantis KaiHun hanya mencibir menanggapinya. Aku tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.
''Kajja.''
Sudah hampir satu jam kami melewati jalan setapak yang menghubungkan villa kami dan pemukiman penduduk. Tapi tidak juga sampai ke tempat tujuan. Sehun sudah merengek minta berhenti kepada Kai yang ada di sampingnya. Chanyeol dan Baekhyun sibuk berselca. Aish mereka itu. Xiumin hyung, Tao dan Lay malah asyik memakan persediaan bekal kami untuk lima jam ke depan. Mungkin bekal itu sudah habis sebelum kami sampai di hutan. Luhan hyung, Dio, Chen, Kris hyung dan aku berjalan di depan tanpa memperdulikan mereka. Kaki kami mulai capek. Padahal kemarin kami berjalan kaki melewati jalan setapak ini dengan biasa saja. Apa kami tersesat? Ah tidak mungkin aku masih ingat jalan ini.
''YA... Tunggu sebentar.'' Teriak Baekhyun dari deretan paling belakang. Kami menoleh mendengar teriakannya. Chanyeol yang berada di sampingnya meringis mengusap-usap kupingnya. Apakah semelingking itu ya teriakan Baekhyun hingga membuat Chanyeol bergidik?
''Ada apa Baekhyunnie?'' Tanyaku sambil menghampirinya. Di belakangku ada Kris, Sehun dan Kai yang mengekor. Sisa lainnya menunggu di tempat mereka berdiri.
''Lihat hyung aku menemukan boneka di sebelah pohon itu.'' Baekhyun memperlihatkan bonekanya kepadaku. Kemudian menunjuk pohon besar yang berada beberapa meter disampingnya. Boneka itu memakai kimono merah muda dengan rambut tergerai indah, matanya sipit dan hidungnya mungil. Cantik. Boneka itu sangat cantik. Tapi entah perasaanku saja boneka itu mempunyai aura yang menyeramkan.
''Hyung, boleh aku membawanya ke villa? Ku yakin tak ada orang yang memilikinya.'' Baekhyun menatapku dengan tatapan puppy eyes andalannya. Membuatku tak tega jika tidak menuruti keinginannya. Aku memandang Kris meminta persetujuan. Kris mengangguk.
''Baiklah.'' Baekhyun meloncat-loncat kegirangan. Kemudian memelukku erat sekali. Hampir saja aku kehilangan nyawa akibat sesak nafas. Aku mendorong dada Baekhyun menjauh. Tidak elitkan jika di koran tertulis EXO Suho tewas akibat kehabisan nafas saat salah satu member EXO memeluknya. Mau di taruh mana wajah manly dan tampanku ini? Huh.
Perjalanan kembali di lanjutkan. Setelah sepuluh menit sejak Baekhyun menemukan bonekanya, akhirnya kami sampai juga pada perbatasan desa. Kami berteriak kegirangan. Suasana desa itu masih tidak jauh berbeda dengan kemarin. Masih sepi dan sunyi. Boneka-boneka sebesar tubuh manusia itu masih saja tergeletak di tempatnya semula. Ternyata ingatanku memang tajam ya. Eh, tapi tunggu?! Aku menajamkan pandanganku. Setauku ada enam boneka yang duduk di tempat pemberhentian bis di sebrang sana. Mengapa sekarang hanya ada lima boneka? Kemana boneka perempuan gila yang membawa pisau? Apa ada yang memindahkannya?
''Hyung lebih baik kita berpencar deh. Setelah jam satu kita berkumpul lagi disini.'' Chen memberi usul. Suaranya lumayan besar memecahan kesunyian yang menghinggapi kami sedari tadi membuat kami kaget.
''Maksudmu Chen?'' Xiumin hyung menaikkan alisnya tanda tidak mengerti.
''Desa ini lumayan luas, kita bisa jalan-jalan sambil bertanya kepada seseorang. Lebih efektif karena kita bisa mendapatkan informasi mengenai desa dan hewan hutan disini lebih banyak. Kitakan pendatang yang tidak tahu seluk beluk daerah sini. Mau kita tersesat?'' Chen berucap panjang lebar. Kami yang mendengarnya hanya memasang wajah cengo tak mengerti. Mengapa tiba-tiba para beagle line menjadi pintar mengambil tindakan? Kepala mereka membentur sesuatu ketika perjalanan kesini? Tadi Chanyeol sekarang Chen. Mungkin Baekhyun akan mendapat giliran juga.
''Ah, ide bagus itu. Karena yang bisa berbahasa jepang disini hanya tiga orang yaitu Baekhyun, Kai dan Aku. Bagaimana kalau kita membaginya menjadi tiga kelompok?'' Dio menepuk tangannya pelan. Aku menganggukan kepalaku antusias. Lengan Kris hyung kini menarik pinggang rampingku untuk mendekat kearahnya. Dia memelukku possessive. Aku memekik kaget dengan ulahnya yang suka seenak jidat. Aku melihat yang lain pun begitu. Kai dengan cekatan menarik lengan Sehun kesayangannya yang daritadi berdiri di sebelah Luhan hyung. Chanyeol juga segera memeluk Baekhyun yang masih saja setia bermain dengan boneka barunya.
''Kris hyung kau saja yang membagi kelompoknya. Sedari tadi kau tidak membantu apapun.'' Ucap Lay sambil berjongkok bersama Tao dan Xiumin hyung.
''Hyung makanannya jangan dihabiskan.'' Kai memberi peringatan.
''Oh okay, ayo merapat.'' Seru Kris hyung. Semua member EXO berjalan mendekat membentuk sebuah lingkaran.
''Jadi gini. aku, Suho, Baekhyun dan Chanyeol akan pergi ke gereja sana.'' Kris menunjuk sebuah bangunan tua dengan salib besar diatasnya. Bangunan itu ada disebelah tenggara tempat kami melingkar.
''Luhan, Sehun, Xiumin dan Kai kalian pergi ke pasar. Kalian bawa uangnya kan? Kita beli persediaan makanan untuk ke hutan. Kalian telah menghabiskan hampir semua bekal kita.'' Tegur Kris ke arah XiuTaoLay yang hanya cengengesan tidak jelas.
''Dan sisanya kalian. Berkeliling desa ini. Tanyakan apa ada hewan buas di hutan atau tidak. Kalian mengerti?''
''Roger sir.''
Akhirnya ketiga kelompok itu berpisah jalan. Ada yang menuju kearah tenggara, Barat dan Timur. Kelompokku, Kris hyung serta Baekhyun dan Chanyeol pergi ke tenggara. Sisa lainnya mereka semua pergi ke arah yang saling bertolak belakang. Kami berjanji setelah jam satu siang kami akan berkumpul di tempat kami berpisah.
Perasaanku sangat tidak enak, setiap berjalan kami seperti di ikuti oleh seseorang. Tetapi ketika kami berbalik tidak ada siapapun di belakang kami. Kami juga merasa terus di awasi oleh puluhan pasang mata dari balik rumah-rumah yang berdiri kokoh di samping kami. Kami merasa tidak nyaman pada perjalanan kami.
TBC
Hai hai hai aku balik lagi bawa lanjutannya nih. Yaps kalian betul me pov disini adalah Suho oppa.
Untuk pairingnya sudah aku tentukan yaitu Kaihun dan ChanBaek. Yeay.
Ini pollingnya :
Kaihun : 4 Hunhan : 3 Chanbaek : 3 Kaisoo : 1 Huntao : 1 Hunkai : 1 Baeksoo : 1
Untuk penggemar pairing lain maaf ya, aku tidak bisa menjadikannya pairing di ff ini. Khusus untuk HunHan aku kasih sedikit deh adegan mesranya karena angka votenya sama kayak Chanbaek. Tapi disini kedua pairing pemenang diatas belum terlalu mencolok ya kedekatannya. Mungkin di chapter depan. Aku sudah kasih sedikit bumbu urban legendnya, walaupun baru nama.
Terimakasih juga untuk yang sudah menjawab pertanyaanku. Berarti di ff ini adalah jenis horror amburadul. Karena disini ada horor psikologinya, Thriller, dan horor hantunya. Hehe.
Karena genrenya ff misteri, mungkin kalian masih bingung dengan jalan ceritanya. Maaf ya. Oh iya aku hampir lupa, ada yang bilang ini bakal death chara atau enggak? Jawabannya adalah... mari kita saksikan di chapter-chapter berikutnya.
Review, Kritik dan saran sangat membantu dalam pengerjaan cerita ini. Apalagi masukan.
Balasan :
Daesy05 : Iya ini masih chapter satu dek. Kamu bener orang yang jadi me povnya adalah Suho.
Pinkbaby : kelanjutannya sudah dilanjut. Maaf kalau chapter ini tidak sesuai harapan.
PikaaChuu : iya sudah di lanjut ini hehehe. Jawabannya aku pertimbangin lagi deh. Kalau untuk death chara ada ga ya? Kayaknya mungkin iya mungkin tidak. Karena ff ini adalah ff misteri jadi aku gak bakal kasih tau. *ketawa jahat.
Izumi Natsuto : ini udah di update hihihi. Yah maaf ya chingu gak bisa bikin HunHan jadi 2nd main pairing. Soalnya ini vote jadi aku gak bisa bohong hiks..
Junmyunyifan : iyaa ini sudah di lanjut ^^. Oke aku pertimbangkan jawabannya.
Wu YiMian 100 : iya hehe main pairnya Krisho tapi seperti yang sudah disebutkan di chapter satu ff ini lebih mengarah ke brothership akut. Yah tapi menurutku itu bumbunya romance. Aduh kak jangan gentayangan ke rumah aku T.T aku takut banget sama hal2 yang berbau horror.
: hai juga ^^. Semoga cerita yang disini juga gak terburu-buru ya. Oh jawabannya masuk akal sih, sudah ada beberapa yang aku tonton filmnya kok. Gamsahamnida.
Deushiikyungie : iya aku penggemar berat urband legend tapi anehnya aku jadi parno sendiri hahaha. Aku gak tau bakal ada death chara atau enggak. Missing chara mungkin ada hohoho.
Jenny park : iya iya sudah aku lanjut nih titik. Hehehe. Sama kayak aku dong chingu, takut horror malah suka bikin cerita ama nonton film horror yang berakibat fatal pada gak bisa tidur karena terlalu parno hehehe. :D
Anon : inikan ffnya misteri jadi harus bikin orang penasarankan? Jangan baca pas tengah malem nanti ketiduran lho ! *eh
Joonmaaaa : terimakasih.. selamat ya vote kaihun menang ^^
Oh Sehunna : iya kali ya? Hehe wah ternyata ada yang udah merinding duluan, aku tesanjung. Terimaksih udah baca ffku ^^
Baekyung'Jonghun :hahaha sebenarnya aku masih benci ama kris (bukan benci dalam artian musuh)dan gada kepastian juga dari pihak SM. Aku juga lebih suka exo ot12 daripada ot11 T.T belum lagi sekarang baekhyun pacaran ama taeyeon aku sih bisa maklum tapi tuh ada foto ciuman mereka T.T *apahubungannya?
Ian : makasih :D iya aku penggemar urband legend lho. Iya ini sudah dilanjut kok..
Terimakasih semua yang sudah meriview ffku.
Review yah?
