Remake dari novel karya DIANA PALMER dengan judul BELOVED. Tanpa mengubah inti cerita, alur cerita atau ide dasar penulis asli. Namun demi kepentingan cerita, nama tempat, nama tokoh dan beberapa bahasa penuturan akan saya ubah. Semoga itu tidak merubah makna dari cerita, dan semoga bisa diterima pembaca.
Saya tidak ada maksud menjiplak, hanya ingin berbagi cerita dari salah satu novel favorit saya, dengan tokoh cerita yang dirubah menjadi couple idola favorit saya, Sehun-Luhan.
Selamat menikmati…
.
.
.
.
.
BELOVED
(Remake story from Beloved – Diana Palmer)
.
.
SATU
.
.
.
Barang-barang antik yang dilelang di Seoul dengan harga yang sangat murah, dilewatkan begitu saja oleh Luhan, tanpa berdiskusi sedikit pun dengan pria yang duduk disampingnya. Dia tidak perlu tambahan koleksi pajangan antik untuk menghias salah satu Restoran-nya di Busan. Luhan menghadiri lelang ini hanya karena dia tahu Sehun akan hadir. Biasanya salah satu dari keempat saudara laki-laki Sehun yang mengurusi masalah seperti ini. Tetapi karena Sehun, seperti juga Luhan, tinggal di Seoul, maka wajar saja jika pria itu yang menghadiri lelang ini. Sementara keempat saudara Sehun, tinggal berpencar diantara Busan dan Jeju-do.
Sehun sekarang sudah bukan pengusaha perhotelan lagi. Namun dia masih tetap tampil berkelas dengan tubuh jangkung dan atletis, bahu bidang yang kokoh dan rambut hitam tebal berpotongan undercut yang chic. Tetapi lengan baju yang kosong di sisi kiri tubuhnya seolah menjadi tugu pengingat kecelakaan tragis yang pernah dialaminya. Kini Sehun tak dapat lagi membahas kerjasama bisnis sambil mengayunkan stik golf dengan kedua tangannya, seperti yang biasa dia lakukan dulu. Meskipun demikian hal itu tidak mempengaruhi kemampuannya mencari nafkah. Dia mantan jaksa agung Busan dan pengacara terkenal di Seoul, yang dapat memilih kasus-kasus kelas atas untuk ditanganinya. Pendapatannya lebih dari cukup. Sehun masih mengandalkan suaranya sebagai aset utamanya, suara yang dalam dan jelas terdengar di seluruh ruang pengadilan. Selain itu dia punya cara untuk memanipulasi para saksi sehingga mereka lengah dengan rasa aman yang berhasil diciptakannya, lalu dia akan membantai mereka ketika sedang bersaksi. Sehun memiliki insting verbal yang mematikan, dan menggunakannya dengan baik.
Sementara Luhan merupakan kebalikan dari Sehun, dia cenderung lebih senang melakukan kegiatan-kegiatan amal tanpa perlu berkonfrontasi dengan lawan bicara, hanya perlu membujuk.
Luhan; janda cerai yang tidak terlalu membutuhkan pria kecuali untuk persahabatan. Kehidupan Luhan cukup gemerlap dan serba-kecukupan, keuntungan yang diperolehnya dari kepemilikan saham di perusahaan keluarga. Teman yang dimiliki Luhan tidak cukup banyak, dan yang dekat dengannya pun bisa dihitung dengan sebelah tangan. Diantaranya Sehun dan Seunghyun. Banyak orang yang mengira Luhan dan Seunghyun adalah pasangan, mereka sama sekali tidak keberatan dengan anggapan itu. Yang tidak diketahui oleh orang-orang adalah Seunghyun sangat tergila-gila pada istri kakaknya sendiri, dan Luhan satu-satunya orang yang mengetahui hal tersebut.
"Penawaran yang kau buat tadi benar-benar gila," kata Sehun saat sebuah Guci antik menawan berhasil terjual ribuan dolar. "Ada apa denganmu hari ini?"
"Aku tidak berminat lagi pada koleksi barang antik," jawab Luhan santai. "Sejak ayahku meninggal aku tidak banyak berhubungan dengan bisnis keluarga lagi. Aku bahkan sudah berpikir untuk menjualnya, dan memulai bisnisku sendiri di sini. Toh aku takkan pernah tinggal di sana lagi.'
"Kau takkan bisa menjualnya. Terlalu banyak kenangan yang berkaitan dengan restoran itu. Lagi pula, Joon Myeon mengurusnya dengan baik," kata Sehun.
Luhan mengangkat bahu, seuntai rambutnya yang indah terlepas dari sanggul Prancis di tengkuknya. "Memang."
"Tapi kau lebih suka berkeliaran di Seoul dengan Choi Seunghyun," bisik Sehun, bibirnya yang indah tersenyum mengejek.
Luhan memandang sekilas dengan mata rusanya yang menyembunyikan secercah harapan akan Sehun yang cemburu. Tetapi ekspresi pria itu tidak mengatakan apa-apa tentang perasaannya. Sejak kecelakaan delapan tahun lalu yang membuat Sehun kehilangan sebelah tangannya dan juga istrinya, Seolhyun; dia tidak pernah terlibat serius dengan wanita, meski sering ditemani wanita-wanita kelas atas saat menghadiri acara-acara sosial. Hal itu sudah jadi cerita lama dikalangan umum.
"Ada apa?" tanya Sehun ketika matanya yang tajam menangkap kekecewaan di wajah Luhan.
Luhan yang mengenakan celana hitam mengangkat bahunya. "Oh, tidak apa-apa. Aku hanya berpikir mungkin kau akan berdiri dan mengancam untuk membunuh Seunghyun jika dia mendekatiku lagi." Luhan memandang wajah Sehun yang terkejut, dan tertawa. "Aku hanya bercanda," kata Luhan.
Tatapan mata Sehun sejenak menghujam Luhan, lalu pandangan mereka kembali ke podium penjualan. "Suasana hatimu aneh hari ini."
Luhan menghela napas, mengembalikan perhatiannya ke jadwal acara yang dipegangnya dengan tangan yang terawat baik. "Suasana hatiku sudah aneh selama bertahun-tahun. Bukannya aku berharap kau menyadarinya."
Sehun menutup jadwal acara yang dipegangnya sendiri dengan cepat. "Itu satu hal lain yang menggangguku. Kalimat-kalimatmu yang tidak jelas. Kalau ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku, katakan saja."
Sifat blak-blakan yang khas, pikir Luhan. Dia memandang lurus ke arah Sehun dan menggerakan sebelah tangannya seolah mengabaikan pernyataan itu. "Untuk apa?" tanya Luhan. Dia memandang mata Sehun dan untuk pertama kalinya, tanda-tanda rasa sakit yang dirasakan Luhan dapat terlihat. Luhan memalingkan mukanya cepat dan berdiri. "Aku sudah melakukan semua penawaran yang ingin kulakukan hari ini. Sampai bertemu lagi, Sehun."
Luhan mengambil mantel hitamnya yang panjang dan melipatnya ditangan sambil berjalan di antara deretan bangku menuju pintu keluar. Banyak mata mengikutinya, dan bukan hanya karena dia salah satu dari sedikit wanita yang ada disana. Luhan cantik, meskipun dia tidak pernah terlalu memperhatikan penampilannya, kecuali hal-hal yang penting saja. Kecantikan alaminya mampu menarik perhatian banyak pria.
Di belakangnya, Sehun duduk terdiam dengan muka cemberut menatap Luhan yang berjalan pergi. Tingkah laku Luhan membangkitkan rasa ingin tahunya. Luhan jauh lebih pendiam akhir-akhir ini, bukan lagi wanita lincah, periang dan ramah yang selama ini diam-diam telah menjadi penghiburnya sejak kecelakaan yang membuat istrinya meninggal. Hanya istrinya yang ada di hati Sehun, hingga rahasia yang menghancurkan harga diri dan cinta Sehun kepada istrinya itu.
Dengan bodoh, Sehun percaya bahwa Seolhyun menikah dengannya karena cinta. Sesungguhnya, Seolhyun bersedia menikah dengannya karena uang. Kemudian tanpa diketahui Sehun, dalam masa pernikahan mereka Seolhyun memiliki kekasih rahasia. Pengakuan yang blak-blakan tentang perselingkuhannya yang telah berlangsung lama dan aborsi yang dilakukan Seolhyun atas anak Sehun, sangat mengejutkan dan melukai Sehun. Seolhyun bahkan menertawakan kebodohan Sehun. Tentu saja Sehun tidak mengira bahwa Seolhyun menolak memiliki anak, karena akan merusak tubuhnya dan mengganggu kehidupan sosialnya. Lagipula, Seolhyun menambahkan dengan kejam, dia tidak yakin itu anak Sehun, karena pada masa yang sama Seolhyun pun rajin berhubungan intim dengan kekasihnya.
Kebenaran itu seperti pisau yang merobek harga diri Sehun yang kala itu tengah mengemudi. Pertengkaran mereka di dalam mobil membuat Sehun tertampar oleh kenyataan. Dia tidak melihat jalanan dengan baik, Sehun terlambat memutar stir mobilnya tepat di tikungan tajam. Mobilnya terlempar keluar dari jalan dan menabrak pembatas jalan hingga akhirnya terperosok ke dalam lembah dengan posisi mobil yang terbalik. Seolhyun yang selalu menolak menggunakan sabuk pengaman, terlempar keluar dari kaca depan mobil dengan kepala lebih dulu. Dia tewas seketika Sehun lebih beruntung, tetapi kantong udara di sampingnya tidak terbuka, sehingga logam pintu mobil langsung mengenai lengan kirinya dengan keras. Dia harus diamputasi untuk menyelamatkan jiwanya.
Sehun ingat bahwa Luhan segera datang mengunjunginya di rumah sakit setelah mendengar tentang kecelakaan itu. Luhan sedang dalam proses perceraiannya dengan Donghae, dan kehadirannya di sisi Sehun telah menyebarkan gosip-gosip tentang ketidaksetiaan.
.
.
.
Thaks to:
All reader yang udah sudi baca, follow, bahkan nge-favorit ini epep, moga ceritanya gak mengecewakan. Aku gak nyangka apresiasinya bakal sedasyat ini, makasih banyak loh.. *peluk *cium dari Sehun untuk Luhan (jangan keburu geer yaa..haha).
Buat ohsemoong, dapat salam dari Rio. Katanya, "Kapan kamu mau nerima cintaku?" …ehe
