Title: My (Boy)Friend
Author: Yuuka Shim
Rate:T
Main Cast: ChangKyu, slight ChangToria, and other pair
Genre: Romance, Friendship
WARNING! Typo(s), Genderswitch for Kyu! alur aneh dan kecepetan, cerita pasaran, OOC!
Disclaimer: Kyuhyun and Victoria are yours but Changmin forever MINE! Huahaha. Just kidd. They're belong to God. Saya Cuma minjam nama haha.
Balasan review:
Sebelumnya Yuu mau bilang makasih buat yang udah mau nunggu The Truth sampai habis. Sequel sepertinya NC, soalnya lbh bnyk yg minta NC wkwk. Yuu usahakan buat Sequel sebelum bulan puasa, tapi btw bulan puasanya kapan ya? Hehe.
Nah buat review chapter sebelumnya, sepertinya pada 'ngamuk' knp Changmin lbh milih Vict.. Nanti pasti ada penjelasannya kok. Dan jika muncul pair lain selain ChangKyu, tenang saja main pair ttp ChangKyu soalnya Yuu sendiri ChangKyu Shipper sejati kok hohoho. Yuu gk tega misahin mrk kecuali kalo ff-nya bergenre Angst. Buat yg tnya siapa cowo yg nyapa Kyu, akan dibocorkan di chapter ini. haha. Sudah Yuu gk mau bnyk bacot lg..
.
.
CHAPTER 2
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
"Nichkhun?" tanya Kyuhyun memastikan dengan masih beruraian air mata. Sedikit menahan malu bahwa ternyata Nichkhun, namja yang terkenal dingin di kampusnya itu melihatnya menangis tersedu seperti ini.
"Pakailah.. Jangan menangis seperti itu.." Nichkhun menganggukkan kepalanya lalu kembali menawarkan sapu tangannya pada Kyuhyun.
Kyuhyun menatap sapu tangan itu ragu, lalu menaikkan pandangannya ke arah Nichkhun. Melihatnya masih bertahan dengan posisinya untuk menawarkan sapu tangan, akhirnya Kyuhyun pun mengambil sapu tangannya itu, mengusap air mata yang sedari tadi mengalir dari kedua mata indahnya.
"Gomawo.." kata Kyuhyun tanpa berniat mengembalikan sapu tangan itu pada Nichkhun, ia masi menggenggamnya. Enggan untuk mengembalikannya.
"Mengapa kau menangis seperti itu?" tanya Nichkhun seraya mendudukkan dirinya di bangku sebelah Kyuhyun.
"Tidak apa-apa. Sapu tanganmu biar aku bawa dulu, aku akan mencucinya." Jawab Kyuhyun berbohong. Selama ini ia tidak membiarkan satu orang pun mengetahui tentang perasaannya pada Changmin, hanya kedua orang tuanya dan kedua orang tua Changmin saja yang tau. Itu pun mereka tidak berani menanyakannya langsung pada Kyuhyun, mereka takut jika membicarakan Changmin malah membuat hati Kyuhyun sakit.
"Kau tau? Ada saatnya dimana kita harus saling 'berbagi', hal itu akan membuat kita lebih baik." Kata Nichkhun seraya memamerkan senyuman manisnya. Hal yang sangat jarang dilakukan namja dingin sepertinya.
Kyuhyun sedikit terperangah melihat Nichkhun yang tersenyum padanya, bisa dikatakan Nichkhun merupakan Frozen Prince di kampusnya itu, sangat jarang menebar senyuman pada orang-orang di kampusnya. Namun kini Nichkhun tersenyum padanya, adakah sesuatu yang disembunyikan?
"Percayalah.. Aku tidak apa-apa.." kata Kyuhyun dengan mata yang kembali berkaca-kaca menahan tangisnya. Masih saja mengelak dengan mengatakan 'tidak apa-apa.'
"Baiklah jika kau tidak mau bercerita, setidaknya jangan menangis. Aku tidak suka melihat seorang yeoja menangis." Ujar Nichkhun seraya mengulurkan tangan kanannya untuk menghapus air mata di pipi chubby Kyuhyun.
"Kau.. Kukira kau namja yang dingin.." kata Kyuhyun menatap Nichkhun heran, sedikit memiringkan kepalanya menunjukkan ekspresi bingung yang malah terlihat sangat imut.
"Haha.. Ternyata seperti ini orang-orang menilaiku.." kata Nichkhun dengan tertawa kecil seraya mengacak pelan rambut ikal Kyuhyun.
"Sudah hampir malam, aku harus pulang." Ujar Kyuhyun ketika melihat jam di kelasnya sudah menunjukkan hampir jam 6 malam.
"Mau kuantar?" tanya Nichkhun berniat menawarkan tumpangan pada Kyuhyun.
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Gomawo tawarannya.." jawab Kyuhyun menolak halus sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu.. Hati-hati.." kata Nichkhun lagi yang hanya dibalas senyuman dan anggukan kepala Kyuhyun.
'Ternyata ia namja yang lembut..' batin Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya menuju gerbang kampus untuk pulang.
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
"Yo, Kyu! Pagi sekali kau ke kampus? Sekarang kau sudah berani meninggalkan kami? Sudah melupakan kami eoh?" sapa Changmin pada Kyuhyun ketika baru sampai di kelasnya sambil menggandeng tangan Victoria. Hal yang mulai sering dilakukan oleh Changmin rupanya..
"Tenang saja, aku tidak akan melupakan kalian.." jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya pada buku yang sedang ia baca. Sesungguhnya Kyuhyun tidak benar-benar sedang membaca buku itu, hanya saja ia tidak ingin melihat Changmin yang menggandeng tangan Victoria. Pasti hal itu akan membuatnya sakit lagi.
"Semalam kau pukang jam berapa, Kyu?" tanya Victoria mulai membuka suara.
"Jam 6 tepat, waeyo?" jawab Kyuhyun singkat. Sebenarnya ia tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan ini, karena pada akhirnya Kyuhyun sendiri akan diam karena melihat Changmin dan Victoria lebih fokus berdua seakan-akan melupakan dirinya.
"Bagus, ternyata kau menurutiku. Ohya, Vict.. Apa minggu ini kau punya waktu luang?" tanya Changmin pada Victoria. Gotcha! Sekarang Changmin mulai mengabaikan Kyuhyun dan hanya terfokus pada Victoria.
"Hmm.. sepertinya aku free. Waeyo?" jawab Victoria yang kini benar-benar mengabaikan Kyuhyun. Bukan hanya Victoria, namun Changmin juga mulai mengabaikannya.
"Kalau begitu bisa kita pergi kencan?" tanya Changmin yang tanpa sadar membuat Kyuhyun kembali merasakan sakit di hatinya.
Rasanya seperti pedang tajam nan panjang yang menikam tepat di jantungmu. Sakit, sangat sakit yang Kyuhyun rasakan ketika mendengar orang yang sangat dicintainya mengajak orang lain berkencan DI HADAPANNYA!
Brakk!
Kyuhyun menggebrak mejanya dan segera beranjak meninggalkan Changmin dan Victoria. Sementara itu Changmin hanya bisa menatap Kyuhyun dengan bingung, Victoria hanya menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
'Maaf, Kyu.. Aku melakukan ini semua karena aku tidak mau kehilangan Changmin..' batin Victoria.
.
.
Kyuhyun melangkahkah kakinya cepat, semakin cepat hingga kini ia berlari. Ia tidak tau kemana arah tujuannya, yang ia tau saat ini hanyalah ia harus berlari sejauh mungkin dari Changmin dan Victoria.
Kyuhyun berhenti di taman belakang kampus ini lagi. Taman yang sepi sehingga ia bisa menangis sepuasnya tanpa khawatir ada yang melihatnya.
Kyuhyun merasakan kedua lututnya tidak bertenaga, entah mengapa tenaganya hilang begitu saja kala rasa sakit di hatinya itu semakin betambah. Luka di hatinya semakin terbuka lebar, terus meneteskan air matanya berharap bisa mengurangi rasa sakit itu.
Perlahan tubuh Kyuhyun jatuh terperosot ke bawah. Sungguh tenaganya benar-benar hilang, bahkan untuk menopang tubuhnya sendiri pun ia merasa tidak kuat.
Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya. Ia tau menangis tidak akan bisa menyelesaikan masalah, namun yang ia tau menangis dapat membuatnya sedikit lebih tenang.
Puk.
Kyuhyun merasakan seseorang menepuk bahunya, Kyuhyun menolehkan pandangannya ke belakang dan mendapatkan Nichkhun yang sedang berlutut sambil memegang bahunya.
"Menangislah.." kata Nichkhun pengertian, ia tau bahwa saat ini yang dibutuhkan Kyuhyun hanyalah tempat bersandar. Ia sudah lelah, bahkan terlalu lelah dengan semua yang dihadapinya.
"Hiks.. Hiks.." Kyuhyun menangis di pelukan Nichkhun, entah mengapa rasanya ia ingin sekali memeluk namja yang di depannya ini dan menangis di pelukannya.
Tanpa Kyuhyun sadari, namja yang diketahui Nichkhun itu hanya dapat terdiam dengan detakan jantung yang cukup cepat dan darah yang berdesir hebat.
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
"Kau tadi kemana, Kyu? Maaf tadi aku dan Victoria mengacuhkanmu. Kau tidak marah kan?" tanya Changmin pada Kyuhyun yang terlihat sibuk dengan bacaannya.
"Tidak kemana-mana dan tidak usah merasa bersalah, aku sudah terbiasa diacuhkah kalian berdua." Jawab Kyuhyun santai namun terdengar sakartis. Changmin tersenyum, namun sebuah senyuman yang menyiratkan perasaan bersalah.
"Sekarang sedang istirahat. Lebih baik kau ke kantin bersamaku dan Victoria.. Aku yakin kau pasti lapar." Kata Changmin berusaha mengalihkan pembicaraan, namun Kyuhyun masih tidak melepaskan konsentrasinya pada buku yang ia baca.
"Kalian saja. Aku memang lapar namun aku tidak ingin menjadi 'obat nyamuk' bagi kalian." Kata Kyuhyun 'sedikit' menyindir Changmin dan Victoria. Mendengarnya pun cukup membuat Changmin sedikit terpojok.
"Mianhae.." ujar Changmin meminta maaf pada Kyuhyun.
"Kau tidak akan menjadi 'obat nyamuk' bagi mereka, Kyu.. Kau akan ke kantin bersamaku." Tiba-tiba terdengar suara yang cukup asing di telinga Changmin namun sudah tidak terdengar asing lagi di telinga Kyuhyun menginterpusi pembicaraan mereka.
"Nichkhun?" kata Kyuhyun sedikit terkejut.
"Ya. Ayo temani aku ke kantin. Aku lapar dan aku tidak mendengar penolakan." Jawab Nichkhun dingin seraya menatap Changmin dan Victoria tidak suka.
Nichkhun menarik tangan Kyuhyun seenaknya hingga menimbulkan decihan sebal dari Changmin.
"Tch.. Sejak kapan mereka sedekat itu?" kesal Changmin yang melihat Nichkhun dengan seenaknya menarik tangan Kyuhyun.
"Kau cemburu, Min?" tanya Victoria yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Changmin.
"Tentu saja tidak. Hanya saja aku tidak suka, sejak kecil aku dan Kyuhyun tidak terpisahkan. Aku tidak suka jika ada namja lain yang berusaha merebut perhatian Kyuhyun." jawab Changmin yang tanpa sadar membuat Victoria menunduk sedih.
'Kau mencintainya, Min.. Kau terlalu lama dan terlalu terbiasa dengannya.. Hingga kau tidak menyadari perasaanmu itu..' batin Victoria sedih.
.
.
"Aish.. Lepaskan aku!" kesal Kyuhyun karena Nichkhun yang terus menarik tangannya. Bodoh! Kau pikir hal itu tidak membuat Kyuhyun kesakitan?
"Haahh.. Maaf. Aku hanya ingin kau menemaniku kemari." Kata Nichkhun seraya melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Kyuhyun.
"Huh.. Mengapa kau tidak mengajak temanmu yang lain saja?" tanya Kyuhyun yang masih merasa sedikit kesal dengan Nichkhun.
"Aku tidak memiliki teman selain dirimu. Kau tau? Mereka semua seperti memakai topeng, aku tidak mempercayai mereka semua." Jawab Nichkhun terbuka pada Kyuhyun.
"Lalu mengapa kau memilihku sebagai temanmu?" tanya Kyuhyun lagi penasaran.
"Karena kau tidak seperti mereka." Jawab Nichkhun singkat dan dibalas tatapan bingung dari Kyuhyun. Namun Kyuhyun memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut tentang Nichkhun, hanya tidak ingin terlalu mencampuri urusannya.
"Jadi ini penyebab kau bersikap dingin pada orang-orang?" gumam Kyuhyun yang sebenarnya masih terdengar di telinga Nichkhun.
.o.O.-ChangKyu-.O.o.
'Hari ini aku kembali merasakan sakit itu lagi. Bagaimana bisa Changmin mengajak Victoria berkencan di hadapanku? Siapa yeoja yang tidak akan merasakan sakit jika ia melihat orang yang dicintainya mengajak kencan kekasihnya di hadapanmu? Tapi sesungguhnya, sakit yang kurasakan hari ini sedikit berkurang. Aku mendapatkan teman yang bisa membuatku nyaman berada di dekatnya. Walaupun ia dingin dengan orang lain, namun ia bersikap lembut kepadaku. Aku akui perasaan sakitku sedikit berkurang ketika aku menangis di pelukannya. Sebenarnya aku juga tidak mengerti mengapa bisa tiba-tiba aku memeluknya seperti itu, namun menangis di pelukannya membuatku merasa lebih tenang.. Nichkhun...'
Kyuhyun menutup buku diary-nya dan ingin beranjak segera tidur. Entah mengapa ia bisa menuliskan nama lain di buku hariannya selain nama 'Changmin' dan 'Victoria'.
Nichkhun.. Nama namja yang ia tulis di buku hariannya itu cukup membuatnya senang. Ia senang dapat mendapatkan teman baru seperti Nichkhun. Walaupun ia tau Nichkhun tidak akan bisa membuatnya melupakan Changmin, tapi setidaknya Nichkhun bisa membuatnya mengalihkan perhatiannya pada Changmin dan Victoria.
Drttt.. Drrttt..
Ponsel Kyuhyun bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk. Baru saja Kyuhyun ingin memejamkan matanya, namun ponselnya yang bergetar membuatnya mau tidak mau membatalkan sementara niatnya untuk segera tidur.
From: Nichkhun
Sudah tidur?
Sebuah pesan yang sangat singkat dan tanpa emoticon sama sekali dari Nichkhun masuk ke smartphone-nya. Jika saja orang lain yang membacanya, mungkin saja ia malas untuk membalasnya, namun tidak dengan Kyuhyun. Kyuhyun malah tersenyum senang karenanya. Kyuhyun mengetikkan balasan pesan pada Nichkhun dengan mengatakan bahwa ia belum tidur. Jangan tanyakan darimana mereka mendapatkan nomor ponsel masing-masing. Tentunya Nichkhun mendapatkan nomor Kyuhyun dengan 'sedikit' memaksanya.
Belum sampai lima menit balasan pesan pun kembali masuk ke ponsel Kyuhyun, namun kali ini bukan dari Nichkhun. Melainkan dari..
From: Changminnie
Kyu, apakah kau marah padaku?
Pesan yang juga singkat dari Changmin namun tidak sesingkat Nichkhun cukup membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya heran. Sejak kapan Changmin peduli padanya yang entah marah atau tidak padanya? Toh bukankah pada akhirnya Kyuhyun akan selalu memaafkan Changmin? Kyuhyun mengetikkan beberapa kata untuk membalas pesan Changmin.
To: Changminnie
Tidak.
Balasan yang sangat-sangat singkat yang akan membuat siapa pun kesal jika membacanya. Seakan-akan orang yang ia kirimi pesan tidak ada niat sama sekali untuk membalas pesannya.
Tidak terkecuali dengan Changmin. Changmin pun sungguh kesal dibuatnya, Changmin hanya ingin bertanya pada Kyuhyun, namun seakan-akan Kyuhyun menolaknya untuk berbicara walau hanya sekedar di sebuah pesan singkat.
Sesungguhnya Changmin hanya takut Kyuhyun menjauhinya, ia merasa namja yang bernama Nichkhun itu berniat merebut Kyuhyun darinya. Changmin sudah berteman dengan Kyuhyun sejak kecil, ia takut jika ia kehilangan teman kesayangannya itu. Changmin sudah sangat terbiasa dan tergantung pada Kyuhyun, sehingga membuatnya tidak rela jika Kyuhyun dimiliki oleh orang lain.
Changmin mencintai Kyuhyun, namun karena ia sudah terbiasa akan kehadiran Kyuhyun di sisinya, membuatnya tidak pernah menyadari perasaannya itu. Yang Changmin tau, Changmin takut kehilangan Kyuhyun karena Kyuhyun adalah sahabatnya.
Mari kita tinggalkan Changmin dulu dan kembali ke Kyuhyun..
Kyuhyun masih asyik dengan kegiatannya malam ini, yaitu berkirim pesan dengan Nichkhun. Sebenarnya Kyuhyun tidak terlalu suka dengan hal ini, namun mengingat perkataan Nichkhun bahwa ia hanyalah satu-satunya teman yang dimilikinya, mau tidak mau membuat Kyuhyun cukup senang. Hey! Diberikan kepercayaan pada seseorang yang sulit mempercayai orang lain adalah hal yang sangat menyenangkan dan membanggakan.
From: Nichkhun
Kyu.. Apakah kau tau bagaimana rasanya menyukai seseorang?
Kyuhyun sedikit bingung dengan pesan dari Nichkhun yang satu ini. Nichkhun, seorang yang dikenal sebagai 'Frozen Prince' di kampusnya bertanya tentang cinta?
To: Nichkhun
Sulit dijelaskan. Yang pasti kau akan bahagia jika melihat senyumannya, dan akan sakit ketika melihatnya menangis. Kurang lebih seperti itulah cinta..
Mengapa kau bertanya seperti itu?
Kyuhyun mengetikkan balasan pesannya pada Nichkhun sambil masih memikirkan Nichkhun yang tiba-tiba bertanya demikian padanya. Jujur saja ia sedikit penasaran dengan maksud Nichkhun. Apakah ia berniat untuk meminta bantuan Kyuhyun agar ia bisa mendapatkan yeoja yang ia sukai? Siapa yang tau? Haahh.. Namun Kyuhyun sendiri saja tidak bisa mendapatkan Changmin, bagaimana bisa ia membantu seseorang untuk mendapatkan seseorang yang ia suka?
Tidak lama kemudian ponsel Kyuhyun kembali bergetar, kini Kyuhyun segera menyambar ponselnya, ingin segera mengetahui balasan pesan dari Nichkhun.
From: Nichkhun
Kurasa aku menyukai seseorang.
Balasan yang singkat namun sukses membuat Kyuhyun penasaran. Siapa yeoja yang disukai Nichkhun itu sebenarnya?
.
.
TBC
Dor! Setelah ff The Truth end dengan tidak elitnya, sekarang ff ini yang tbc dengan tidak elitnya huahahaha. Udah update kilat nih sesuai permintaan readers.. Review kalian membuatku semangat ngetik :') jadi terhura (?)
Nah ini Chapter ke2 dari ff ini. untuk yang memperhatikan Kyuhyun dengan kagum, sudah adakah yang bisa menebak? Pastinya ketebak lah.. hahaha. Mian ne kalo Chapter ini tidak sesuai dengan harapan readers.. *deep bow*
Habisnya Yuu mentok banget di TBC nya T.T huuaaa ~
Yasudah sampai sini saja. Sequel The Truth kalo gak sebelum puasa yah habis puasa hehehe. Yuu emg gk jalanin itu tapi Yuu menghargai kalian yang menjalankannya dengan tetap mempertahankan ff Rated T saat puasa nanti wkwk. Aduh Yuu udah kebanyakan ngebacot nih.. Salam buat kalian semua!
ALWAYS KEEP THE FAITH!
