diclamer: pinjem karakter om kishi
Chapter 2:
Tap…tap..tap…
Dua orang gadis berjalan terburu-buru di area gedung sekolah, derap langkah mereka terdengar menggema di sepanjang koridor sekolah yg sepi, sesekali mereka terlihat berlari saling mendahului dan akhirnya mereka berhenti di depan pintu salah satu ruang kelas.
"Ino.. kita bolos saja.. yuk.. aku malas masuk kelas.'' ucap gadis berambut pink.
''baka..ini awal semester kau ingin di skors gara-gara membolos..sudah ayo masuk."
Sreekkk..
Suara pintu ruang di geser membuat seluruh penghuni kelas melihat arah pintu, sementara sang guru berdiri yg di depan kelas memasang wajah kesal karena acara perkenalannya sudah di ganggu.
" Ano… maaf .. Sensei… kami terlambat ." Ino dan Sakura memasuki ruang kelas dengan gugup.
" Hmm….kenapa kalian sampai terlambat.. katakan alasannya?"
" Kami tadi pergi ke UKS dulu untuk mengobati dahi Sakura yg terbentur ." Ino tampak kebingungan dalam memberi alasan,sementara perhatian sang guru kini memperhatikan dahi gadis pink di depannya.
" Baiklah .. kalian boleh duduk." sang guru mempersilahkan mereka duduk lalu mulai mengulangi penjelasannya lagi."Aku ulangi …perkenalkan namaku Kurenai Yuuhimulai sekarang yg jadi wali kelas kalian adalah aku ..jadi mohon bantuannya."
Sakura POV
Untung saja saja sensei tidak marah, kalau tadi aku di hukum kan bisa tambah malu, cukup tadi pagi saja aku merasa malu. tapi ngomong-ngomong kenapa si merah itu bilang sampai jumpa di kelas, apa dia tahu di mana kelas ku.
Semoga saja aku tidak sekelas dengannya.
Nyut..nyut..nyut .. kepalaku sakit sekali.. kenapa aku tadi minta obat pada Shizune-sensei.
Sakura merasa ada yg menyetuh lengannya,membuat dia sadar dari lamunannya.
End Sakura POV
" Ne… Saku kenapa kau diam saja..kau tidak mendengarkanku ya." Ino mengerucutkan bibirnya kesal sepertinya sejak tadi Sakura mengacuhkannya.
" Hmm.. ada apa?"
"Benarkan kan ..kau mengacuhkanku…."
"Gomen ne.. memang ada apa Ino."
"Anak laki-laki di sebelahmu!" Ino menunjuk kearah samping Sakura "Bukannya dia yg tadi pagi melihatmu menabrak tembok."
Sakura reflex menoleh ke sampingnya mengikuti arah telunjuk sahabatnya seketika itu wajah Sakura berubah pucat, dia langsung berdiri dan berteriak.
"hiee…kenapa kau ada disini..kau mengikutiku ya!'' Sakura berteriak sambil menunjuk-nunjuk anak laki-laki berambut merah di sebelah bangkunya.
"ehem… ada masalah HA-RU-NO!" eapat sudut siku muncul di dahi Kurenai-sensei.
"Gomen ne ..Kurenai-sensei… tidak ada masalah..he..he.'' Sakura menampilkan cengingarannya sambil menggaruk pipinya, sepertinya dia tidak sadar suaranya barusan membuat seisi kelas menatap heran kearahnya.
"Lalu kenapa kau berdiri dan berteriak… kau ada masalah dengan Akasuna!''
"Aku tidak ada masalah dengan Akasu…!" Sakura menghentikan kalimatnya lalu memasang wajah bingungnya."Gomen ne..Akasuna itu siapa?''
Seisi kelas yg tadinya tegang kini jadi ramai karena kata-kata Sakura barusan. sementara KUrenai mulai emosi pada anak didiknya ini.
"Akasuna cepat perkenalkan dirimu secara khusus pada Haruno" teriak Kurenai membuat seisi kelas menutup telinganya.
"Ha..i …sensei.." Anak laki-laki yg dipanggil Akasuna langsung berdiri dan berjalan kearah sakura yg masih berdiri, mereka kini berdiri berhadap-hadapan lalu Akasuna mengulurkan tangannya sambil tersenyum manis kearah Sakura.
"ne… kita bertemu lagi kan Haruno,dan perkenalkan namaku Akasuna Sasori.. dan aku tidak mengikutimu ini memang kelasku." Sakura terdiam sambil menerima uluran tangan Sasori sambil menunduk malu..
Sasori POV
Aku tak menyangka dia akan kaget dan langsung berteriak sekeras itu seperti melihat hantu saja lalu apa maksudnya mengikuti, memangnya aku kurang kerjaan mengikuti gadis berambut aneh seperti dia, Tapi lucu juga melihat tingkah nya sepertinya aku mendapat hiburan di kelas baru ini.
"Haruno sakura." Gumam Sasori lirih tapi sepertinya Sakura masih bisa mendengarnya.
Sakura langsung melihat kearah Sasori yg tersenyum ," apa-apaan senyumnya itu..menyebalkan." batin Sakura yg melangkah kembali ke bangkunya
END Sasori POv
Teng..teng…teng
Bunyi lonceng menggema ke seluruh area sekolah , murid-murid yg tadinya malas-malas'an kini bersemangat merapikan buku dan tas masing-masing, tak terkecuali Sakura.
"Baiklah,cukup sampai disini pertemuannya..besok kitakan memulai pelajaran... dan kalian..Haruno.. Yamanaka.. jangan terlambat lagi."
"Hai.. sensei." jawab mereka bersamaan.
"Ino..aku ada urusan…aku duluan ya..jaaa." Sakura melesat keluar kelas meninggalkan Ino yg heran melihatnya
"Kenapa lagi..dia." Batin Ino bingung.
.
.
.
Sakura berlari di koridor sekolah melewati murid-murid KHS yg masih berkerumun di sekitar koridor, tapi tiba-tiba langkahnya berhenti dan langsung putar balik kembali ke kelasnya.
"Ah.. kenapa aku harus takut melihatnya..sebaiknya aku bicara baik-baik dengannya..semoga dia masih ada di kelas." Batin sakura di sela-sela berlarinya.
Sakura sampai di kelas dan langsung mengedarkan menemukan orang yg di tuju dia langsung mendekatinya.
"Ne...Sakura kenapa kau kembali?" Ino bertanya pada Sakura yg berlari ke arah Akasuna, sepertinya dia di acuhkan lagi oleh sahabat pinknya.
"Gomen…Akasuna-san …aku ingin bicara!"
"Ada apa ..dahimu sudah tidak apa-apa?" Sasori memasang wajah khawatir dan penasaran kearah gadis pink itu.
"Ini soal yg tadi pagi… tolong jangan ceritakan ke siapapun." SAsori terlihat bingung oleh kata-kata Sakura tp sepertinya detik berikutnya dia tersenyum mulai mengerti arah pembicaran Sakura.
"Soal kau yg menabrabrak tem..mph." Sakura refleks menutup mulut Sasori dengan tangannya, sementara Ino yg melihat mereka berdua cuma terkaget-kaget melihat Sakura menutup mulut Sasori.
"Baka… bukannya aku bilang untuk merahasiakannya… kenapa kau malah teriak –teriak."
"Gomen ne…memangnya kenapa..kau malu."
"tentu saja..jadi aku mohon tolong rahasiakan." Sakura memasang wajah melas kearah sasori
"Boleh saja… tapi.." Sasori menggantung kalimatnya.
"Tapi..apa?" Sakura bertambah bingung melihat tingkah orang di depannya yg tiba-tiba tersenyum.
" Tapi ada syaratnya!'' Sasori tersenyum jahil kearah Sakura.
"Syarat…" Sakura tidak percaya apa yg dia dengar, kenapa harus ada persyaratannya.
"yup... harus ada syaratnya."
"Lalu apa syaratnya...dan kenapa harus ada syaratnya sih!"
"aku ingin..kau.!" Sasori mencondongkan badannya ke arah sakura.
"Mau apa kau?" Sakura mundur selangkah menjauhi Sasori sambil menutupi pipinya yg mulai memerah.
"Kenapa wajahmu merah.. jangan-jangan kau berpikir tadi aku ingin menciummu ya..he..he." Sasori menyeringai jahil.
"Bukan..ahh.. sudah cepat katakan syaratnya!"
"Tenang saja..aku tak meminta yg aneh-aneh..aku cuma ingin kau memanggil namaku."
"Cuma itu.. baiklah.. Aka.." SAkura berhenti bicara karena Sasori sudah meletakan jari telunjuk ke bibir SAkura.
"Bukan nama keluarga..tapi namaku sendiri!" protes Sasori
"Sa..sori."
"Sedikit lagi.. kau harus menyertai kun di akhirnya." Sasori menatap Sakura ,hazel bertemu emerald dan tentu saja Sakura jadi salah tingkah di tatap seperti itu, pipinya jadi semakin merah saja.
"Kenapa.. harus?" Sakura berusaha menghilangkan kegugupannya.
"Kau tidak mau.. teman-teman tadi pagi ..hmp..." Sakura kembali menutup mulut sasori.
"Sudah..Sakura.. turuti saja syaratnya Akasuna-san..he..he." Ino yg sedari melihat mereka kini ikut bicara, tentu saja sambil menahan tawa melihat teman pinknya yg merona.
"Kenapa kau masih di sini... hahh..baiklah... akan kuturuti..." Sakura menghirup napas panjang dan mengeluarkannya.
"Sa..sori kun." Sakura menutup wajahnya yg merona dengan tangannya, sementara Ino sudah tertawa lebar.
"awas..kau pig." batin sakura melihat Ino.
"Baiklah.. mulai sekarang kau harus memanggilku seperti itu.. kalau tidak aku akan cerita ke teman-teman.'' Sasori tersenyum manis ke arah sakura.
" hei..Sasori ..ayo pulang." salah seorang murid laki-laki berteriak.
" Aku pulang dulu... jaa..ne..Sakura-chan." Sasori melangkah pergi sambil menepuk pelan kepala sakura.
Sakura terdiam kaget sambil memegang dadanya yg berdebar-debar.
"Kenapa jantungku berdebar-debar begini." batin Sakura sambil menutupi wajhnya.
Bersambung
Hai..minna-san..
Aku nongol lagi… sepertinya fict ku yg chapter pertama payah banget..ya..
Hiks..hiks aku yg bikin sendiri aja bingung …kenapa judul dan jalan ceritanya ga sama..
tapi sudah terlanjur ku publish ... yaahhh... Akhirnya ku putuskan ga ku kasih judul lagi... takutnya salah lagi...
dan kalau ada kesalahan..lg ..tolong di maap kan... (T-T)
OH..yaa… tolong kasih saran lagi yaa…
Riyuki18; makasih atas sarannya..he..he yg chp kemarin emang kecepetan kq.
.
.
.
