Discalimer: Persona ntu…. 1 saudara sama Trauma Center kan?

Ritsu: aloha~ jumpa lagi! Nah saya mau ucapin terima kasih atas review dari Monkey D eimi. Maaf ya kalo terlalu pendek benernya mau buat yg rada panjang tapi berhubung manusia2 dirumah saya pada ngomel mulu jadi ya bisa segitu aja tapi chaper 2 gak sependek itu kok. Mending saya mulai ceritanya! Ayo kita ke TE KA PE!

-Souji POV-

"Huh! Kenapa harus Inaba sih! Sampe bosan kesana melulu!" katanya sambil memasukkan barang2 bawaannya ke dalam tas birunya. Ia melirik surat yg diberikan ayahnya tadi. "hampir aku melupakan surat ini." Kata pemuda itu sambil mengambil surat itu. "aku heran, kenapa ibu menulis surat ini?" ujarnya lalu menaruh surat itu kedalam tasnya. "ulang tahunku yg ke 17 ya… tinggal beberapa hari lagi…." Gumam pemuda itu sambil melihat kalender di dinding.

-End Souji POV-

Hari keberangkatan….

"Aku akan mengantarmu sampai ke Inaba" kata Kaname, "ayah, bukannya ayah harus berangkat ke bandara?" kata Souji kebingungan. "haha, tenang saja Souji. Ini baru jam 08.00, pesawatku berangkat jam 15.00 jadi aku masih bisa bersiap2" katanya sambil menepuk punggung Souji. "begitu. oh ya ayah nanti siapa yg mengurus rumah kita?" ujarnya sambil mengunci pintu kamarnya. Kaname tampak berpikir sebentar lalu pria itu membuka mulutnya " aku akan minta Akihiko untuk mengurus rumah kita nanti, daripada mengobrol di sini mending cepat naik mobil Souji, nanti kita ketinggalan kereta." Katanya sambil mengambil barang2 Souji dan membuka pintu mobil berwarna hitam dan mereka menuju stasiun.

Stasiun XXX….

Kereta ke Inaba masih beberapa menit lagi ya? Gumam Souji. Sementara ayahnya sibuk dengan ponselnya. Perhatian, kereta XXX tujuan Inaba, kereta tujuan Inaba…. Pengumuman yg menandakan kereta itu datang. "keretanya sudah datang, ayo berangkat" ajak Kaname.

Inaba, jam 11.00 (oke ini ngaco)

"Hei Kaname! Souji!" teriak seorang laki2 dengan suaranya yg khas, "paman Dojima! Nanako-chan!" teriak Souji dengan ceria. Sementara Nanako hanya bisa bersembunyi dibalik ayahnya. "Dojima, kau tidak berubah, kau masih tetap muda" Kaname tersenyum melihat Dojima " lalu pandangan Kaname beralih ke gadis cilik berambut coklat."Nanako-chan, kau masih ingat denganku?" tanyanya pada Nanako. "mana mungkin dia ingat kamu, saat terakhir kamu kesini dia masih digendong oleh istriku" Dojima tertawa. Kaname lalu menepuk punggung Dojima dan Souji "baiklah kalian! Aku pergi dulu yah!" katanya ceria dan ia langsung menuju stasiun lagi, "hati2 ayah" kata Souji sambil menepuk punggung ayahnya. Setelah ayahnya berangkat ia pun diantar pamannya menuju rumahnya, sepanjang perjalanan ia hanya melamun melihat pemandangan Inaba. Ia memikirkan percakapannya dengan ayahnya tadi di kereta.

Flashback…

"Souji, tutup ponselmu. Ayah mau membicarakan sesuatu". Katanya pada Souji. Souji yg dari tadi memainkan ponselnya segera menutup ponselnya yg berwarna putih dan memasukkan ponselnya kedalam saku celananya. " kenapa ayah?" tanyanya, "mungkin kau tak akan percaya ini…tapi kau seorang yg berdarah campuran" ucapnya, Souji yg sedang minum kopi langsung tersedak mendengar perkataan ayahnya. "HAAH! Maksud ayah?"ucap Souji. Kaname hanya memijit dahinya lalu meminum kopinya dan bicara lagi pada putranya " aku tahu kau tak akan percaya tapi kau memang berdarah campuran, dan darah campuran yg kumaksud adalah kau setengah iblis." Ujar pria itu. Muka Souji sudah pucat sekali saat mendengar perkataan ayahnya. "apa maksudmu ayah?" tanyanya agak ketus, "aku akan ceritakan yg sebenarnya. Sebenarnya ibumu adalah seorang iblis sedangkan ayah hanya manusia biasa." Ucapnya tanpa menoleh pada Souji. "aku tak percaya ini…." Geram Souji sambil memegang kepalanya. "mungkin surat yg diberikan ibu padamu adalah sebuah jawaban" ujar Kaname pada Souji. Hanya mereka berdua yg di gerbong itu jadi tidak ada yg mendengarkan percakapan mereka.

End of flashback….

Apa benar yg dikatakan ayah saat itu? Aku setengah iblis? Gumamnya dalam hati, Dojima yg menyadarinya bertanya pada Souji "kau tidak apa2?" tanyanya cemas, Souji yg tersadar dari lamunannya langsung menjawab "ah, aku tidak apa2 kok paman hanya sedikit lelah." Jawabnya dengan senyum yg dipaksakan. "sungguh ?" gantian Nanako yg bertanya pada Souji. Souji hanya tersenyum kecil lalu mengelus kepala gadis berambut coklat itu dengan lembut. "kita sudah sampai" kata Dojima saat mereka sudah sampai di sebuah rumah yg cukup besar. "nah anggap saja ini rumah sendiri, jadi jangan sungkan ya" sambut Dojima dengan ramah. "kamarmu ada di atas, istirahatlah dulu. Turunlah saat makan malam" kata Dojima.

Dinner Time….

"Big Bro! makan malam sudah siap!" teriak Nanako. Seketika itu Souji turun ke ruang makan, "ayo kita makan" ajak Dojima, makan malam itu terlewati dengan suasana canggung.

TBC…

Waduh… jelek! *ngumpet di bawah kasur* maaf ya kalo jelek. Keburu2 nih, ya sudahlah! Review ya!