"…..Ini aku. Namun jika kau tak percaya, aku akan pergi," sahutnya tegas meskipun intonasi suaranya diucapkan secara rendah,
"…..Aku percaya," ujar Sakura cepat, sebelum lelaki itu benar-benar membalikkan kembali badannya.
Lelaki Uchiha itu menatap Sakura dengan pandangan yang sulit diartikan "Tadaima, Sakura." akhirnya kata itu meluncur dari bibirnya. Manik emerald Sakura terlihat mendung, tinggal menunggu beberapa detik lagi hingga hujan airmata turun membanjiri wajahnya, ia terharu. Sosok yang kini ada di hadapannya benar-benar Sasuke. Uchiha Sasuke.
.
.
Musim Semi Terindah
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Story by Uchihaamelia
.
.
"Okaerinasai, Sasuke-kun." Lirihnya. Rintik airmata telah membasahi paras cantiknya. Efek dari emosi yang meluap-luap dari dalam dadanya, juga efek dari rasa rindu mendalam yang akhirnya terobati. Bak tanah gersang kering kerontang yang akhirnya mendapat hujan, mungkin seperti itulah gambaran perasaannya kini melihat kehadiran pemuda Uchiha pujaannya. Merasa segar, nyaman, dan kembali hidup.
Lelaki bermanik onyx itu masih bergeming di tempatnya dan menatap dalam kearah Sakura, ia berfikir mengapa gadis itu kini malah menangis setelah tadi sempat meragukan kehadiran dirinya yang sesungguhnya?
Sakura menyeka buliran airmata yang tadi mengalir dari iris emeraldnya, lelaki itu masih berdiri di tempatnya semula, kemudian ia mengajak Uchiha tampan itu untuk masuk ke dalam apartemen miliknya, dan mempersilakannya duduk di sebuah sofa dekat balkon yang bisa melihat pemandangan indah desa konoha dari arah sini, ia terbiasa duduk disitu sendirian saat waktu senggang untuk menatap indahnya langit biru atau menikmati langit malam yang berbintang.
.
.
Sasuke tengah terduduk di sofa dan sedikit mendongakkan kepalanya melihat langit yang bertabur bintang malam ini. Dan tak lama kemudian perempuan berhelai merah muda itu datang menghampirinya. Sakura membawa sebuah nampan di tangannya. Lalu meletakkan dua gelas ocha yang masih mengepul asap, serta beberapa kue dango yang ditaruh dalam sebuah piring, dari nampan yang di bawanya itu. "Minumlah Sasuke-kun, aku membuatkan mu segelas ocha hangat," ujarnya lembut.
Sasuke melirik gelas ocha yang diletakkan Sakura diatas meja yang ada di hadapan sofa yang di dudukinya "Hn," gumamnya kemudian untuk merespon jamuan yang diberikan gadis itu.
Hening. Keduanya terdiam menikmati waktu kebersamaan mereka yang sudah sangat lama sekali tidak pernah saling berjumpa. Hanya terdengar suara serangga malam yang berbunyi pelan juga suara gemersik angin yang menerpa kulit mereka.
Perasaan gadis musim semi itu sungguh bahagia, meskipun belum ada percakapan lagi yang terjadi, namun hanya dengan merasakan keberadaan lelaki Uchiha itu di sampingnya saja, ia sangat gembira. Bisa merasakan kehadiran lelaki itu di sisinya sudah cukup bagi Sakura. Langit malam pun seakan ikut bahagia untuk gadis berambut merah muda itu, terbukti dengan banyaknya bintang-bintang yang bertaburan dilangit, yang membuat langit menjadi lebih indah dan memancarkan kilauan cahaya yang menyejukkan.
Sesekali gadis itu curi pandang melirik pemuda yang duduk tak jauh dari sampingnya, lalu tersenyum dan menghela nafas lega. Sungguh bahagia itu sederhana. Gadis bermata hijau zamrud tersebut terlalu enggan untuk mengeluarkan suaranya dan bertanya pada lelaki yang amat di cintainya itu, meskipun ada banyak beratus-ratus pertanyaan yang sebenarnya ingin ia tanyakan. Nyalinya terlalu ciut untuk bertanya, karena ia takut akan mengganggu moment kebersamaan mereka yang baru sekejap ini.
"Sakura.." panggil suara baritone milik pemuda Uchiha tersebut, merasa namanya dipanggil gadis itu segera menolehkan kepalanya menghadap Sasuke yang duduk di sampingnya "Ada apa Sasuke-kun?" ucapnya, manik emeraldnya memancarkan kilau penasaran.
Lelaki Uchiha itu masih diam, belum menjawab pertanyaan dari gadis yang duduk di sebelahnya. Ia meraih gelas ocha yang tadi di suguhkan oleh perempuan Haruno itu dengan satu tangannya yang masih tersisa. Setelah meneguknya dan merasakan aliran hangat ocha menjalar membasahi kerongkongannya yang kering, ia menggenggam gelas tersebut "Apa... kedatanganku kemari mengganggu mu?" sahutnya pelan.
Tentu saja tidak. Justru sebaliknya, Sakura sudah sangat lama menantikan kehadiran sosok Uchiha Sasuke kembali ke desa. Kedatangan lelaki itu bagai segelas air yang ditemukannya di padang pasir kala ia merasakan dahaga yang sudah berkepanjangan. Seperti rintik hujan yang sudah dinantikan kehadirannya oleh kemarau panjang. Maka dengan cepat Sakura menggelengkan kepalanya "Tentu saja tidak, Sasuke-kun. Justru aku— sangat senang." jawabnya dengan tersipu malu.
Pemuda Uchiha satu-satunya itu tersenyum, sangat tipis. Hingga Sakura yang duduk di sampingnya pun tidak dapat melihatnya jika ia tengah tersenyum, begitu mendengar jawaban dari perempuan berambut merah muda itu.
"Kapan kau kembali ke desa, Sasuke-kun?" suara lembut gadis musim semi itu kembali terdengar menyambangi indera pendengaran milik Sasuke.
Lelaki berambut raven itu tidak segera menjawab, ia mengambil nafasnya secara teratur dan sedikit menengadahkan kepalanya menatap langit berbintang, ia sedang memikirkan frasa apa yang harus di lontarkannya untuk menjawab tanya dari gadis bermata emerald tersebut, "Satu jam yang lalu, dan—" ia menggantungkan perkataannya sendiri, sedikit ragu apakah ia harus mengatakan kalimat ini sebagai lanjutan ucapannya atau tidak, ah mungkin ia memang harus mengucapkan denotasi ini, "—Kau orang pertama yang aku temui," ujarnya pelan.
Sebuah senyuman mengembang langsung terukir dibibir manis milik Sakura, si gadis musim semi kala mendengar lanjutan perkataan dari lelaki cinta pertamanya itu. Dulu ia selalu berpikir jika Sasuke kembali ke desa, pasti orang yang pertama akan di temuinya adalah hokage, karena lelaki itu harus melaporkan kedatangannya terlebih dahulu pada hokage agar tidak di curigai sebagai penyusup. Atau mungkin Naruto, walau bagaimanapun ikatan yang dimiliki keduanya sangat dalam dan erat, bahkan Naruto-lah orang yang berhasil menyadarkan pemuda Uchiha itu saat dirinya hilang arah dan akal sehat setelah perang dunia shinobi berakhir hingga menyebabkan mereka harus bertarung hebat untuk terakhir kalinya di lembah akhir dan membuat keduanya kehilangan satu tangan mereka, jadi sangat wajar bila orang pertama yang ditemui oleh Sasuke itu adalah Naruto.
Namun nyatanya ialah orang pertama yang di temui Sasuke sekembalinya lelaki itu ke desa, bukankah ini special? Bolehkah dirinya berharap jika ia adalah sosok special untuk Sasuke, jika ia memang bukan orang special untuk Sasuke, lantas mengapa ia adalah orang pertama yang ditemui lelaki itu setelah perjalanan panjang penebusan dosanya? "Terima kasih." hanya itu yang terucap, Sakura terlalu bingung harus berkata apa untuk mengekspresikan lonjakan bahagia yang tengah dirasakan hatinya.
Uchiha tampan itu masih memfokuskan pandangannya melihat langit berbintang, si otak genius itu sedikit kebingungan mendengar ucapan terima kasih yang di lontarkan Sakura, ia menerka-nerka untuk apa Sakura berterima kasih padanya? Namun ambigu, ia tak kunjung mendapatkan jawabannya, maka lelaki bermanik onyx tersebut memilih untuk mengesampingkan ego dan harga dirinya yang tinggi dengan bertanya "….. Terima kasih, untuk apa?" sahutnya tanpa mengalihkan tatapan matanya dari langit malam penuh bintang yang sedang menjadi objek indera penglihatannya kini.
Sakura sendiri bingung apa makna kata 'terima kasih' yang sudah di ucapkannya, mengapa ia malah mengatakan itu? kemudian dirinya ikut menatap langit berbintang, melihat kilauan cahaya bintang yang berbinar-binar ia seolah mendapatkan jawabannya, "Karena menjadikanku orang pertama yang kau temui hari ini, juga—" ia mengambilnya nafasnya sejenak, memberi jeda atas perkataannya sendiri "Juga terima kasih, sudah menepati janji mu untuk kembali menemuiku. Kau tahu Sasuke-kun? sudah sangat lama sekali aku menantikan kedatanganmu. Selama ini... aku hanya bisa terus menunggu kedatanganmu kembali, tetap menunggu mu meskipun banyak yang menghampiri," sahutnya lirih. Setelah berkata panjang lebar seperti itu, kini ia sudah mengalihkan kembali pandangannya menatap Sasuke yang duduk tepat di sebelahnya.
Nafas lelaki Uchiha itu serasa tercekat di tenggorokannya kala mendengar penuturan kalimat gadis musim semi tersebut, hatinya merasa sakit bagai terkikis sebuah belati. Haruno Sakura— gadis itu masih setia menunggu kedatangannya kembali meskipun banyak yang menghampiri. Ia tahu dari mereka masih genin dulu, banyak yang menyukai Sakura, seperti dirinya yang banyak mempunyai penggemar perempuan, Sakura juga mempunyai banyak penggemar laki-laki. Sebut saja ada Naruto dan Rock Lee yang secara terang-terangan mengatakan dan mengekspresikan perasaan cintanya pada gadis itu.
Apalagi saat perang dunia shinobi keempat berlangsung, saat seluruh negara aliansi shinobi menyaksikan kehebatan murid didikan hokage kelima tersebut, mereka semua melihat betapa tangguh dan kuatnya seorang Haruno Sakura sebagai kunoichi dari konoha, dan ia juga menyadari banyak ratusan pasang mata yang terkagum-kagum menatap aura kecantikan yang terpancar dari paras ayu gadis itu. Namun ternyata yang dipilih gadis itu adalah menunggunya kembali, ia seorang Uchiha Sasuke. Seorang lelaki yang berkali-kali menyakiti hati gadis itu, mengabaikan perasaan cinta yang selalu ditawarkan gadis itu, bahkan pernah hampir membunuh gadis itu dengan tangannya sendiri. Tapi gadis itu masih setia menunggunya kembali dengan menolak cinta yang datang menghampiri. Sungguh cinta yang dirasakan gadis itu padanya teramat besar, hingga perasaan sakit dan sesal kini menghampirinya. "Kenapa? Aku tak pernah memaksa mu untuk menungguku kembali, saat itu aku hanya berkata akan menemui mu lagi. Tapi terima kasih dan juga... maaf, Sakura—" jantungnya kembali berdetak kencang, Sasuke memilih diam, tidak melanjutkan perkataannya yang masih mengambang.
Iris emerald gadis itu tersentak kaget mendengar lelaki Uchiha tersebut mengucapkan kata terima kasih dan maaf diwaktu yang bersamaan. Logikanya yang cerdas terlalu rumit untuk menganalisis maksud perkataan pemuda pujaannya itu. Berbagai spekulasi buruk pun mulai bermunculan memenuhi pikirannya. Mungkinkah Sasuke mengucapkan terimakasih atas cinta yang telah diberikannya selama ini, dan mengatakan maaf karena lelaki itu tetap tak bisa membalas perasaan cinta padanya? Atau karena lelaki itu sudah mempunyai sosok perempuan special yang mungkin ditemuinya dalam perjalanan penebusan dosanya? Sebuah luka kecil pun kembali menganga di dalam hatinya yang baru sekejap merasa bahagia, Mungkinkah Sasuke-nya? Ia menggigit bibir bawahnya, setitik airmata kembali turun dari pelupuknya "K-kau bilang ke-kenapa? Tentu saja karena aku mencintaimu. Dan... un-untuk apa juga kau berterimakasih dan mengatakan m-maaf padaku, Sasuke-Kun?" ujarnya dengan terbata dan suara yang tertahan.
Otak genius lelaki Uchiha itu berpikir, apa perkataan yang belum lama terucap dari bibirnya kembali menyakiti perasaan gadis itu yang bahkan sekarang kembali mengucapkan kata cinta padanya? Dan pertanyaan dari gadis itu mengapa ia mengucapkan terima kasih juga maaf, ia memikirkan apa jawaban yang harus di ucapkannya, agar tidak membuat hati gadis itu kembali sakit, dan ia sudah tahu apa jawabannya. "Terima kasih karena sudah mencintaiku sedalam itu dan selama ini. Juga maaf karena aku—" Sasuke menarik nafasnya dalam-dalam, memberikan sedikit jeda atas ucapannya yang belum terselesaikan "Maaf karena selama ini aku selalu menyakiti dan membuat mu menangis, bahkan membuat mu harus menunggu kedatanganku kembali. Tapi—"
Sasuke menelusupkan satu tangannya ke dalam jubah yang ia kenakan, kini ia mengalihkan pandangannya menatap gadis musim semi yang sedang mentapanya dalam "...Hn. Aku tak tahu bagaimana cara mengatakannya dengan benar, tapi—" ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari genggaman tangannya yang berada dalam jubah, lalu memposisikan kotak kecil itu di hadapan gadisnya "Menikahlah denganku, Sakura," lirihnya dengan suara yang tertahan, ia sedang menahan lonjakan emosi dari dalam dadanya, juga menahan degupan jantungnya yang berdetak abnormal agar kembali normal.
Manik emerald itu membulat mendengarnya, dan seketika tampak embun bersarang dikedua emerald miliknya, beberapa detik kemudian embun itu telah berubah menjadi buliran air yang turun membasahi pipinya. Sakura menangis, gadis musim semi itu menangis haru dalam asa bahagia yang dirasa.
Setelah selama ini dirinya hanya bisa menyaksikan kisah asmara teman-temannya yang saling bermekaran di jenjang pernikahan, Mungkinkah kisah asmara dirinya bersama Sasuke juga akan segera menyusul mereka? Mungkinkah cintanya benar-benar akan bersemi di musim semi tahun ini? Tentu saja Iya! Sasuke sudah melamarnya. Lelaki itu telah mengutaran keinginannya untuk mempersunting Sakura. Keinginan dirinya selama ini akhirnya benar-benar terwujud, Uchiha Sasuke— lelaki yang sangat di cintainya itu akhirnya benar-benar meminta dirinya untuk menjadi isterinya, dan membuatnya harus berganti nama menjadi Uchiha Sakura. Sesutu yang telah lama sekali di dambakan olehnya.
Sakura menganggukkan kepalanya, setelah mengambil kotak kecil yang ada di genggaman terbuka tangan lelaki pujaannya itu, ia menggeser posisi duduknya agar semakin dekat dengan Sasuke, setelah tak ada lagi jarak diantara keduanya yang sudah duduk saling berempetan, Sakura segera melingkarkan kedua tangan mungil miliknya memeluk erat lelaki yang ia tunggu kehadirannya selama ini "Kau mengatakan dan melakukannya dengan benar Sasuke-kun, bagaimana bisa aku menolak? tentu saja aku mau menikah dengan mu Sasuke-kun." Kepalanya ia telungkupkan di dada bidang milik Sasuke dengan beberapa liquid bening yang mengalir dari kedua bola matanya, yang ikut membuat basah jubah Sasuke yang menjadi sandarannya.
Desiran angin yang bertiup membuat lelaki itu secara spontan membalas pelukan gadis yang berada dalam dekapannya, sungguh ia bersumpah tak ingin membuat gadis ini kembali menangis karenanya. "A-aku kira kau mengatakan maaf karena sudah mempunyai p-perempuan lain yang mengisi kekosongan hatimu, tapi ternyata bukan... Aku t-takut kau sudah mempunyai pendamping hidup, karena kau sangat tampan Sasuke-Kun. Perempuan mana yang tidak akan tertarik denganmu?" ucapnya dengan sedikit terisak, ia memeluk lelaki itu semakin erat, seolah takut jika ia melepasnya maka lelaki itu akan kembali hilang dari hadapannya, seperti buih yang tertiup oleh angin yang akan hilang tanpa jejak.
Memang benar. apa yang dikatakan oleh gadis ini memang benar. Meskipun sekarang ia hanya memiliki satu tangan, tapi masih sangat banyak gadis diluar sana yang mengagumi dan mendambakan sosoknya. Saat ia melakukan perjalanan penebusan dosanya, banyak gadis yang tergila-gila melihatnya, bahkan tak tanggung mereka menawarkan diri untuk menjadi pemuas cinta dan nafsunya yang tentu saja tak di gubris sedikitpun oleh Sasuke. Ia sendiri bingung apa yang disukai gadis-gadis itu darinya, apa yang membuatnya dikagumi hingga seperti itu oleh para gadis tersebut. Dan yang pasti hanya ada satu gadis yang berhasil meluluhkan hatinya yang telah lama beku selama ini, hanya ada satu gadis yang sanggup membuat ia mengesampingkan harga diri Uchihanya dengan berlaku manis seperti ini, hanya ada satu gadis yang mampu membuat ia merasakan kembali kehadiran cinta yang sesungguhnya, dan gadis itu adalah Haruno Sakura, gadis yang kini ada dalam pelukannya. Selalu gadis itu satu-satunya. The One.
Satu tangan kekar milik lelaki Uchiha itu membelai lembut rambut merah muda milik gadisnya, satu sudut bibirnya tertarik ke atas mendengar perkataan jujur yang terucap dari bibir gadis itu, sungguh ia sangat merindukan sikap Sakura yang seperti ini padanya. Bagai slide kaleidoskop yang berputar silih berganti menampilkan kisah rangkaian peristiwa yang telah dilalui oleh mereka. Terlintas bayang semu saat mereka berjuang bersama dalam ujian chunin, juga saat mereka harus menyelesaikan setiap misi yang dijalani dengan penuh perjuangan, saat gadis itu tertawa bahagia, dan saat gadis itu berurai arimata, semua karena dirinya. "Tenanglah Sakura. Sekarang aku disini dan hanya untukmu," ujarnya pelan, saking pelannya hingga terdengar seperti sebuah bisikan.
Meskipun pelan tapi Sakura bisa mendengarnya dengan sangat jelas, ia melonggarkan pelukannya pada lelaki itu, lalu mendongakkan kepalanya menatap lelaki tersebut. Dan kini ia melihat lelaki itu tengah tersenyum kepadanya, senyuman yang tulus, senyuman yang sangat ingin ia lihat dari bibir indah lelaki itu selama ini, senyuman yang sangat manis dan sanggup membuat hatinya kembali meleleh seperti cokelat yang terkena sinar panas mentari, sungguh kami-sama makhluk ciptaan mu ini begitu tampan.
Suasana malam hari ini seakan ikut mendukung moment kebersamaan dan kebahagiaan mereka setalah tiga tahun lebih tak pernah saling berjumpa. Gemerlap cahaya bintang bersinar semakin terang menghiasi gelapnya langit malam di musim semi, semilir angin yang bertiup lembut menambah sejuk udara di malam hari, dan suara serangga yang saling berkicau seakan ikut meramaikan suasana malam ini.
Onyx dan emerald itu bertemu dan saling menatap intens. Mata keduanya menatap lebih dalam ke dalam lautan mata milik masing-masing, seolah menyelami dan ingin menggali lebih dalam hati dan perasaan mereka melalui tatapan mata yang merupakan jendela hati. Disaat bersamaan bibir keduanya pun melebar, mereka saling tersenyum karena telah memahami ikatan perasaan dari hati masing-masing. Sakura merasakan hidung mereka kini saling bersentuhan, dan deru nafas lelaki itu semakin kentara terasa menerpa wajahnya, kemudian Sasuke mengeliminasi jarak diantara keduanya. Sesuatu yang halus kini menempel manis dibibir Sakura, ia mengecup bibir Sakura dengan lembut dan penuh perasaan, menekan permukaan bibir itu dengan hati-hati lalu menyesapnya dalam. Melalui ciuman ini, ia ingin menyampaikan betapa bersyukurnya ia sebagai seorang lelaki dicintai sedemikian rupa oleh gadis ini, serta ia juga ingin menyalurkan perasaan hati yang sulit dijelaskannya pada gadis ini melalui sebuah ciuman pertama. Keduanya saling menyampaikan perasaan mereka masing-masing melalui kecupan ini, sang gadis menghisap bibir sang lelaki, dan sang lelaki balas menyesap dan melumat bibir sang gadis. Setelah kedua bibir yang saling menyatu itu terlepas, keduanya kembali tersenyum, muka gadis musim semi itu merona merah, walau bagaimanapun ini adalah ciuman pertamanya bersama lelaki yang sangat dicintai olehnya, Uchiha Sasuke, calon suaminya. Ciuman pertamanya bersama lelaki itu adalah dibawah naungan langit malam penuh bintang, di musim semi yang indah.
"Aishiteru, Sasuke-Kun."
.
TBC
.
A/N : Semoga sasuke nya ngga OOC yah disini, walaupun sebenarnya aku ngerasa ini OOC juga sih. Yah tapi aku hanya ingin menampilkan sedikit sikap sweet nya sasuke yang tsundere akut itu ke sakura. Well, tinggal satu chapter lagi untuk fict ini :)
Gomen minna, aku belum bisa update fict 'Love or Dumb?' dan 'Story of My Love' but aku usahakan akan secepatnya untuk update. Terimakasih untuk yang udah nungguin kedua ceritaku yang itu, dan harap bersabar sedikit ya :)
Sign - Uchihaamelia
