Title : Black Cloud
Author : Choi Chinatsu
Casts : Super Junior member
Genre : Romance, Crime
Rating : T to M
Length : Chaptered (Chap 2)
Disclaimer : this fict is Mine. Haehyuk / Eunhae saling memiliki xD
Warning : Yaoi/BL/BoyxBoy, gaje, Typos, aneh, dll..
A/N : annyeonghaseyo.. keliatannya masih ada yang bingung sama ceritanya ya ? Hyukjae dan Donghae itu sama-sama anggota FBI dan ada suatu alasan kenapa mereka yang masih SMA bisa jadi anggota FBI.. Mian karena cerita fict-nya kurang bisa dimengerti *bow* Happy reading ^-^
\(*O*)/\(^O^)/
"Lhoh ? Sunbae ?"
"Kau ? Lee Hyukjae ?"
Donghae menatap tak percaya kearah namja manis dengan rambut pirang tersebut. Namja manis yang diketahuinya bernama Lee Hyukjae. Namja yang telah membuatnya jatuh cinta ketika pertama kali menatapnya.
"Oh iya ya.. aku lupa kalian sama-sama sekolah di Param High School ya" sahut Hankyung santai sambil melukiskan senyuman ramahnya.
"Nanti saja ngomongnya. Bersihkan dulu dirimu. Kalau perlu berendam air hangat supaya dapat mengurangi rasa lelahmu sekaligus menghilangkan bau anyir darah. Kalau mandi yang bersih. Awas kalau mandimu tak bersih" Heechul mulai menceramahi Hyukjae dengan sepenuh hati. Seperti umma yang menasehati anak perawannya (?).
"Ne umma.." jawab Hyukjae semangat lalu berlari secepat mungkin masuk ke kamar mandi diruang kerjanya itu sebelum Heechul mengamuk.
"Yak. Lee Hyukjae.. Kau.." geram Heechul
"Huwaaaa.. Han appa.. Heemma marah.." teriak Hyukjae sebelum menutup pintu kamar mandi serapat mungkin.
"Hannie.. lagi-lagi aku dipanggil umma" Heechul mengerucutkan bibirnya. Membuat Hankyung terkikik melihat perilaku namjachingu-nya.
"Biarlah.. biarkanlah dia menganggap kita orang tua untuknya, Heenim.. paling tidak dia bahagia dengan hal itu kan ?" jawab Hankyung tanpa menghilangkan ukiran senyum ramah dibibirnya. Heechul menghembuskan nafasnya. Pasrah.
Donghae hanya diam sedari tadi. Menatap 3 pertikaian namja didepannya. Mungkin dia tak berkonsentrasi dengan percakapan HanChul karena dia terlalu focus terhadap pikirannya tentang Hyukjae. Donghae masih setia menatap pintu kamar mandi yang tertutup di ruangan tempatnya duduk sekarang. Seakan dengan menatapnya mungkin akan dapat memecahkan masalah diotaknya ini.
"Kenapa Hae ? kau terpesona dengan ke manisan atau ke imutan Hyukkie ? sampai menatapnya seperti itu" sahut Hankyung dan sukses membuyarkan lamunan Donghae.
"Tentang terpesona dengan ke manisan atau ke imutan Hyukjae, dua-duanya benar. Tapi yang kupikirkan sekarang adalah apa dia baik-baik saja dengan darahnya yang sebanyak itu ? kenapa lukanya tak diobati dulu ?" jawab Donghae dengan ekspresi khawatir.
"Tenang saja.. itu bukan darahnya Hyukkie.. itu darah musuh" jawab Heechul santai yang sedang memilihkan kaos ganti untuk Hyukjae yang diambilnya dari lemari coklat di ruangan Hyukjae. Mendengar hal itu, Donghae menatap Heechul dengan pandangan yang-benar-saja-?
"Kalau kau tak percaya, lihat saja nanti ketika dia keluar dari kamar mandi.. tak akan ada luka sedikitpun ditubuhnya.. ketika kau mengenalnya lebih dalam, kau akan tau bagaimana caranya dia melakukan misinya dan alasan tentang bagaimana Hyukkie bisa terpilih menjadi ketua Divisi terbaik FBI di usia yang bahkan lebih muda darimu itu.. yah.. kejadiannya tak jauh beda dengan alasanmu dan adik Siwon masuk jadi anggota FBI" jelas Hankyung ramah.
Donghae mendengarkan penjelasan Hankyung dengan seksama. Rasa penasaran Donghae tentang Hyukjae semakin besar. Benar-benar misterius namja yang telah merebut hatinya hanya dengan hitungan detik ini.
"Hannie.. ayo kita berangkat.. kalo misi kita nggak cepet diselesaikan, sifat Hyukkie yang mengerikan itu nanti keluar lagi" ucap Heechul lalu menarik tangan Hankyung untuk keluar ruangan kerja Hyukjae.
"Oh iya Hae.. kalau dia sudah selesai mandi nanti, bilang ke Hyukkie kaos gantinya kutaruh diatas meja kerjanya" telunjuk Heechul mengarah kesebuah kaos biru diatas meja kerja Hyukjae.
"Dan Lee Donghae dari Divisi FBI 'Dark Blue'. Selamat telah naik pangkat dan menjadi anggota Divisi terbaik FBI 'Black'.. Selamat Datang di Divisi 'Black' ini, Hae.." sambut Hankyung ramah lalu mereka berdua benar-benar menghilang dari pandangan Donghae.
Donghae kembali merebahkan dirinya disandaran sofa. Mencoba rileks juga mencoba menenangkan pikiranya.
"Heechul hyung sama Hankyung hyung kemana, sunbae ?"
Sebuah suara lembut sukses membuat Donghae kembali kealam nyata. Dialihkannya matanya menatap sosok yang baru saja selesai mandi itu. Sosok manis berambut pirang yang hanya memakai celana jins selutut dan tanpa menggunakan baju atasan apapun. Memperlihatkan lekuk tubuh langsing dan rampingnya. Sebuah handuk biru tua terkalung dilehernya dan sesekali mencoba mengeringkan rambut pirangnya yang basah. Sesekali bulir-bulir air jatuh menelusuri kulit putihnya. Lagi-lagi dengan susah payah Donghae menelan ludahnya untuk meredam nafsunya agar tak menyerang namja manis nan polos didepannya ini.
"Melakukan misi… emm dan—" Donghae menghentikan kalimatnya membuat Hyukjae mengerutkan dahinya ".. cepat pakai bajumu itu.. dari pada aku menyerangmu detik ini juga" lanjut Donghae dengan susah payah sambil menunjuk kaos biru diatas meja kerja Hyukjae. Hyukjae membelalakkan matanya karena perkataan Donghae dan reflex mengambilnya lalu memakai kaos yang kebesaran itu secepat yang dia bisa. Semburat merah terlihat dikedua pipi Hyukjae. Tampak begitu manis dimata Donghae.
"Waaah.. hari ini hujannya deras sekali" ucap Hyukjae mengalihkan topic pembicaraan. Dilangkahkannya kakinya menuju jendala besar tepat disebelah meja kerjanya. Menatap bulir-bulir air hujan yang dengan ganasnya akan menghantam bumi. Kilauan lampu Seoul yang dapat dilihatnya dari lantai tertinggi gedung tempatnya bekerja tampak indah ditemani hujan deras yang membiaskan cahaya-cahaya lampu tersebut.
"Aku sangat menyukai hujan" ucap Hyukjae tenang tanpa mengalihkan pandangannya dari hujan didepannya.
"Dan aku sangat membenci hujan" sahut Donghae dan sukses membuat Hyukjae menatapnya. "Kenapa kau menyukai hujan ?" lanjut Donghae. Kembali Hyukjae menatap bulir-bulir hujan diluar.
"Hujan dapat menghantam apapun yang ada dibawahnya, membuat apapun yang dihantamnya hancur dan menghilang. Ya.. apapun akan menghilang" jawab Hyukjae sembari tersenyum. Dari sudut Donghae, ia dapat melihat senyum Hyukjae namun senyum itu mengandung banyak arti. Ada satu ketenangan, kegelisahan, kesedihan, penyesalan, dan mungkin.. kebencian.
"Oh ya, kau bilang aku akan menyesal telah mengenalmu, tapi kenyataannya aku tak menyesal. Kau pasti berfikir tak ingin melibatkan orang biasa dalam posisimu –sebagai ketua Divisi FBI—sekarang, tapi itu tak masalah kan, aku juga anggota FBI" jelas Donghae yang kelihatannya masih tak mau menyerah mendapatkan hati Hyukjae.
"Alasan itu memang benar, tapi alasan utamanya bukan itu dan mungkin kau akan benar-benar menyesal telah mengenalku suatu saat nanti" jawab Hyukjae tanpa menatap Donghae.
"Saranghaeyo, Lee Hyukjae.. bagaimanapun kau harus jadi milik-KU" ucap Donghae mantap.
"Terserah kau saja, sunbae" jawab Hyukjae acuh tak acuh. Mungkin Hyukjae sudah lelah.
"Itu kuanggap sebagai jawaban 'Ya'" tanpa disadari Hyukjae, Donghae sudah berdiri dibelakangnya dan langsung membalikkan tubuh Hyukjae agar menatapnya. Memeluk erat Hyukjae dan melumat lembut bibir pulm yang telah menjadi candu Donghae. Kembali Hyukjae membelalakkan matanya dan sebisa mungkin berusaha mendorong Donghae agar melepas ciumannya. Namun Donghae tetap melumat bibir Hyukjae se-deduktif mungkin bahkan sekarang tengkuk Hyukjae telah didorong oleh Donghae untuk memperdalam ciumannya. Melumat bibir bawah Hyukjae dengan lembut kemudian melumat bibir atasnya seakan ia tak mau menyisakansedikit saja bagian bibir Hyukjae yang lalai dari lumatannya.
"Ngng.. sunbaee.. hmmp.. akh lepash.." Hyukjae masih berusaha berontak namun nihil. Pelukan Donghae malah semakin erat.
"Panggil aku hyung saja" desah Donghae disela-sela ciumannya. Secara tiba-tiba Donghae menggigit bibir bawah Hyukjae dan kembali memasukkan lidahnya menulusuri kehangatan dalam mulut Hyukjae. Mengabsen setiap deretan gigi atas dan bawah Hyukjae.
"Ngh.. lepasshkahn..hmmp.." erangan Hyukjae semakin terdengar ketika lidah Donghae menelusuri langit-langit mulutnya. Ciuman Donghae semakin turun ke leher jenjang Hyukjae. Menghisap dan menggigitnya. Menciptakan banyak kissmark disana. Tak puas dengan leher, diturunkannya kaos yang kebesaran ditubuh Hyukjae itu dan nampaklah bahu kanan Hyukjae yang putih. Langsung dilahapnya bahu yang menggoda itu dan mencipkan tanda kepemilikannya atas Hyukjae sebanyak mungkin. Bahkan permohonan Hyukjae –dalam bentuk erangan seksi menurut Donghae— diabaikannya dan malah membuatnya semakin tak terkendali.
"Kumohhon.. hh..hyunggh.. lepasshh.. akh.." untuk kali ini Donghae menuruti permintaan Hyukjae. Dilonggarkan pelukannya dari Hyukjae dan menatap namja manis didekapannya yang sedang mengatur nafasnya dengan susah payah. Manis, imut, seksi dan begitu menggoda. Dikecupnya lembut dan penuh cinta bibir kissable Hyukjae. Hanya sekilas.
"Kau hanya milik-KU. Siapapun, apapun dan bagaimanapun kau, kau tetap milik-KU, Hyukkie.. Saranghaeyo" ucap Donghae lembut. Hyukjae hanya menatap Donghae dengan manik matanya yang polos dan menurut Donghae begitu menggemaskan.
\(*O*)/\(^O^)/
Donghae melangkahkan kakinya dengan santai di koridor sekolah dan sesekali menggumamkan lagu bahagia dari bibirnya. Senyuman selalu terpatri diwajahnya dan membuat yeoja-yeoja yang melihatnya menjerit tertahan akan ketampananya. Pagi yang cerah membuat Donghae semakin cerah (?) juga. Apalagi mengingat kejadian kemarin malam diruangan kerja Hyukjae.
"Kau gila hyung ? senyum-senyum sendiri. Aku tak mau punya teman yang tak waras" sahut Kyuhyun sadis yang tiba-tiba berjalan disampingnya bersama Siwon yang hanya terkikik pelan.
"Ani.. aku hanya sangaaaat bahagia" jawab Donghae setelah masuk kedalam kelasnya dan duduk dibangkunya disusul Siwon yang duduk disampingnya. Kyuhyun ? ikut-ikutan masuk kekelas Donghae dan Siwon. Kali ini Kyuhyun yang berkunjung kekelas hyung-nya ini.
"Kau tau Kyu, Won, aku telah mendapatkan Hyukjae.. ahh.. dia membuatku gila" lanjut Donghae
"Mwo ? mendapatkan ? bagaimana bisa ? kau pasti memaksanya" kali ini Siwon ikut menyahut.
"Mungkin memang memaksa.. dan ternyata Hyukjae itu Ketua Divisi Black lho. Aku tau kemarin waktu berkunjung kelantai divisi teratas itu. dan aaah.. pokoknya aku senang.." jelas Donghae berseri-seri.
"Mwo ? ketuanya Lee Hyukjae ? hebat banget—" perkataan Kyuhyun terhenti ketika suara lembut seorang namja menginterupsinya.
"Permisi. Mianhae mengganggu perbincangan kalian" ucap namja itu. Namja imut dengan gigi kelincinya dan majah yang kelewat aegyo sembari menampakkan senyum manisnya.
"Ne ? ada apa Sungmin ?" tanya Siwon ramah.
"Aku hanya disuruh guru untuk memberitahumu kalau nanti akan diadakan rapat guru beserta OSIS di office" jawab Sungmin tak kalah ramah
"Ne.. gomawo Sungmin.." Sungmin mengangguk imut dan kembali duduk disalah satu bangku dikelas itu yang diyakini adalah bangkunya. Sedari tadi Kyuhyun hanya memperhatikan namja imut bernama Sungmin itu. Donghae hanya tersenyum memperhatikan sikap Kyuhyun yang tertarik dengan Sungmin.
"Sungmin hyuuung.." sebuah teriakan yang melengking membuat penghuni kelas tersebut menatap kearah pintu kelas tak terkecuali SiHaeKyu. Seorang namja yang imut dengan suara melengking tadi berdiri didepan pintu dan tersenyum kepada Sungmin lalu menghampiri bangku Sungmin. Mata Donghae menangkap sebuah pemandangan indah dan membuat senyumnya merekah. Namja dengan rambut pirang masuk kedalam kelasnya bersama namja imut dengan suara melengking tadi. Ya.. pemandangan indah dalam bentuk manusia bernama Lee Hyukjae.
Hyukjae sesekali tersenyum ketika berbicara dengan Sungmin dan temannya dengan suara melengking tadi, Kim Ryeowook. Mata Hyukjae menelusuri setiap sudut kelas dan manik matanya bertemu dengan 3 namja tampan yang salah satunya adalah Donghae. Donghae tersenyum lembut kepada Hyukjae dan membut Hyukjae salah tingkah. Dialihkannya pandangan Hyukjae keluar melalui jendela kelas itu. Menyadari sesuatu yang aneh dengan gedung perpustakaan yang terletak tepat didepan kelas yang ditempatinya sekarang, Hyukjae menajamkan pandangannya. Seketika matanya terbelalak lebar ketika menyadarinya.
"Hyung, Wookie. Menunduk" teriak Hyukjae reflex menarik Sungmin dan Ryeowook menunduk.
DOR.. PRANG..
Suara tembakan yang disusul dengan pecahnya kaca kelas karena tertembus peluru membuat suasana kelas menjadi riuh. Donghae dan Kyuhyun refleks berdiri dan menghampiri Hyukjae yang masih mencoba melindung Sungmin dan Ryeowook. Sedangkan Siwon berusaha menenangkan anak-anak kelas dan menggiring mereka keluar.
"Gwaencana ?" ucap Kyuhyun dan Donghae bersamaan.
"Hiks.. hiks.." terdengar suara isakan Ryeowook yang ketakutan "hiks.. ke-kenapa ini terjadi lagi, Minnie hyung ? hiks.." lanjut Ryeowook dan membuat Sungmin memeluk menenangkan adik sepupunya itu. Hyukjae telah berdiri dan menatap gedung perpustakaan didepannya melalui kaca yang pecah tadi.
"Lebih baik kalian pulang sekarang ini. Aku akan mengantar kalian. Terlalu berbahaya kalau tak ada yang menjaga" ucap Hyukjae tegas.
"Aku dan Kyuhyun akan ikut ambil bagian" sahut Donghae dan mendapat anggukan dari Hyukjae.
\(*O*)/\(^O^)/
"Haaah.. kenapa siang-siang gini sudah hujan deras sih ? aku tak menyukainya" ucap Donghae sambil menyandarkan tubuhnya disofa.
"Takdir hyung" jawab Kyuhyun santai. Sesekali melirik seorang namja imut yang tengah menundukkan wajahnya sedari tadi. Namja imut yang duduk tepat diantara Donghae dan Kyuhyun. Sekarang mereka sedang berada diruang keluarga dirumah Ryeowook. Rumah yang sangat mewah bergaya Eropa.
"Wookie sudah tenang dan tertidur" sahut Hyukjae secara tiba-tiba sambil menuruni tangga menuju kearah KyuMinHae.
"Sungmin hyung.." panggilan Hyukjae membuat sang pemilik nama menatap Hyukjae. Tersirat rasa takut dimata kelincinya. "Sejak kapan kau dan Wookie terus mengalami kejadian seperti tadi ?" tanya Hyukjae sembari mendudukkan dirinya di single sofa diruangan tersebut.
"Semenjak setengah tahun yang lalu, ketika perusahaan appa-ku dan appa-nya Wookie semakin maju" jawab Sungmin setelah sedikit mengingat-ingat apa yang terjadi dengannya selama ini.
"Sampai segitunya.." gumam Kyuhyun tak menyangka.
"Perusahaan milik appa Sungmin semakin maju dalam bidang otomoif sampai taraf Internasional, jelas banyak mafia yang mengincar.. kau pernah melihat sesuatu tanda atau lambang atau semacamnya ketika para orang misterius itu menyerangmu ?" lanjut Hyukjae tenang.
"Ne.. aku pernah melihat bentuk tatonya.. mereka memiliki lambang berbentuk seperti kalajengking dan seperti ada sesuatu yang membelenggu kalajengking itu.. seperti.. seperti gambar naga.." ucap Sungmin yakin.
Ekspresi wajah Hyukjae sontak berubah. 'Naga ?' gumamnya dalam hati.
Menyadari sesuatu yang aneh dengan Hyukjae, Donghae mengalihkan pembicaraan.
"Kita tunggu saja adik Ryeowook pulang.. lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Hyukkie ?" Hyukjae tersadar dari pemikirannya dan menatap Donghae. Lalu mengalihkan pandangannya kepada Sungmin lagi
"Sungmin hyung, boleh aku dan Donghae hyung menginap disini ? kalau bisa Sungmin Hyung juga ikut menginap disini.." tanya Hyukjae ramah.
"Nggak masalah sih.. orang tua ku dan Wookie juga sedang keluar negeri.. hanya ada pelayan dirumah Wookie.. tapi aku tak ingin melibatkan kalian, kalian kan tak punya urusan apapun dengan masalah ini.." jawab Sungmin sedikit ragu dan merasa tak enak kepada 3 namja didepannya ini.
"Gwaencana.. aku punya urusan dengan mereka" jawab Hyukjae sembari menampakkan gummy smile-nya. Hyukjae menatap Donghae dan seakan mengerti maksudnya, Donghae mengangguk untuk memenuhi perintah Hyukjae yang merupakan ketuanya.
"Lalu aku bagaimana ?" kalia ini Kyuhyun yang bertanya.
"Mianhae Cho Kyuhyun. Aku tak bisa memerintahmu begitu saja. Kau bukan dari Divisi ku, – melainkan dari Divisi 'Dark Blue'— dan juga aku bukan ketua-mu, jadi aku tak memilik hak untuk itu" jawab Hyukjae tenang. Kyuhyun hanya mendengus kesal. Sedangkan Sungmin tak mengerti apa yang bicarakan Hyukjae dan Kyuhyun itu.
\(*O*)/\(^O^)/
Donghae duduk dalam diam diruang keluarga rumah Ryeowook. Ada Hyukjae yang duduk tenang disebelahnya dan sedang focus menonton tv. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Dan tentu saja adik Ryeowook yang diketahui bernama Kim Kibum itu sudah pulang sedari tadi. Kyuhyun pulang kerumahnya dengan wajah yang ditekuk karena penolakan atas Hyukjae tadi.
Hanya ada Donghae dan Hyukjae saja diruangan ini. Sungmin, Ryeowook dan Kibum sudah berada di alam mimpi mereka. Memang Donghae dan Hyukjae memutuskan untuk berjaga. Sesekali Donghae melirik namja manis disampingnya ini. Namja manis yang sesekali tertawa kecil ketika sesuatu yang lucu muncul di layar tv. Dipandanginya setiap lekuk wajah Hyukjae yang menurutnya begitu sempurna. Matanya yang bulat lucu, hidung yang indah, pipi chubby yang imut dan yang terakhir bibirnya yang begitu manis juga menggoda.
Dilahapnya bibir pulm itu dengan segera oleh Donghae. Membuat Hyukjae langsung meronta dan berhasil melepaskan panggutan bibir Donghae tadi. Dengan cekatan Donghae menarik kepala Hyukjae dan kembali mengunci bibir manis itu dengan bibirnya. Menggunakan kedua tangannya untuk menekan tengkuk Hyukjae agar Hyukjae tak bisa melepaskan ciumannya dan sekaligus memperdalam ciuman Donghae. Kembali Donghae melumat bibir kissable Hyukjae –menurut Donghae— selembut mungkin. Melampiaskan rasa cintanya yang meluap-luap kepada namja manis tersebut.
"hyunghh.. apa yang kau lakukahhn.. hmmp.." Donghae semakin memperdalam ciumannya dan sesekali melirik kearah pundak kanan Hyukjae yang sedikit terekspos. Tersenyum bangga dalam ciumannya karena hasil karyanya itu. Karya dalam bentuk kissmark dan tanda tersebut telah membuktikan Hyukjae adalah miliknya. Lee Hyukjae hanya milik Lee Donghae seorang.
Mata Donghae tanpa sengaja melihat sebuah siluet mencurigakan. Dan benar saja..
DOR..
Donghae segera mendorong Hyukjae dan membuat Hyukjae jatuh kesofa dengan Donghae yang berada diatasnya tanpa melepas panggutan bibirnya. Menghindari peluru yang mengarah kearah mereka. Tak lama kemudian Donghae melepaskan Hyukjae dan Hyukjae langsung melihat siapa orang melepaskan tembakan tadi. Dengan cepat Hyukjae berlari menuju sosok misterius dengan pakaian serba hitam dan menutupi setengah wajahnya itu disusul Donghae yang ikut mendekati sosok itu.
Sosok misterius tersebut segera mengeluarkan pedangnya ketika Hyukjae menyerang dengan payung yang diambilnya sembarangan. Dan jelas saja payung tersebut sukses terbelah menjadi dua. Hyukjae berusaha meraih sebuah benda yang menjadi pajangan didinding. Pajangan dalam bentuk pedang. Beruntung sekali dia.. yah itulah yang sekiranya ada dipikirannya sekarang. Dilepaskannya sarung pedang tersebut dan langsung mengarahkannya kepada sosok misterius yang langsung menanggapi serangan Hyukjae. Hyukjae mengarahkan pedangnya dan membuat sosok misterius itu seakan tercabik-cabik. Karena terlalu berkonsentrasi dengan Hyukjae, sosok misterius tersebut tak menyadari Donghae yang sudah melayangkan tendangannya dan membuat sosok tersebut jatuh tersungkur. Dengan cepat Hyukjae mengayunkan pedang hendak membunuh sosok itu namun Donghae segera mencegah dan seakan memberi isyarat kumohon-jangan-dibunuh.
Hyukjae hanya menarik nafas mencoba mengendalikan dirinya. Kembali menjadi Lee Hyukjae yang tenang. Donghae mencoba membius musuh mereka dengan menyuntikkan suatu cairan.
"Dia memiliki lambang yang sama seperti apa yang diceritakan Sungmin" ucap Donghae sembari memperlihatkan tato yang tergambar dilengan kiri sosok tak sadarkan diri didepannya.
"Besok pagi kita bawa dia ke kantor untuk diinterogasi" perintah Hyukjae dengan ekspresi datar.
Tanpa disadari mereka berdua, dibalik baju hitam musuh mereka, sebuah kamera tersembunyi dengan ukuran sangat kecil telah merekam kegiatan mereka sedari tadi. Menyalurkannya menuju seseorang disuatu tempat.
Disebuah rumah megah..
"Appa. Izinkan aku memiliki Hyukkie" ucap seorang namja tampan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar LCD yang sangat besar. Terdapat gambar Hyukjae dan Donghae disana.
"Lakukan sesukamu, nak" jawab namja paruh baya disampingnya. "Ternyata sangat mudah untuk menemukanmu, Lee Hyukjae" gumamnya sambil mengukir sebuah senyum licik dibibirnya.
TBC
Gamsahamnida.. arigato gozaimasu sudah menyempatkan diri membaca fict ku ini xD
Terima kasih atas review dan kritik juga sarannya xD *bow bow*
Balasan Review :
cassielf : Gomawo atas dukungannya.. Hwaiting xDD *bow*
Sakyu : Gomawo udah penasaran atas fict ini (?) xD *bow*
Anugerah : Hidup Hyukkie.. yeaaah.. Hyukkie memang Ultimate Top Uke deh xDDD Gomawo review-nya *bow*
Chwyn : Moga-moga ada adegan action-nya :D gomawo sudah beri saran chingu.. Hwaiting.. Gomawo review-nya *bow*
Matsuo ELF : Annyeong.. Chinatsu imnida.. Bangapseumnida.. gomawo atas review-nya.. HaeHyukKyu memang anggota FBI, tapi Siwon bukan anggota FBI, dia hanya sebatas tau rahasia pekerjaan HaeKyu aja :D Gomawo chingu *bow*
Viivii-ken : Iya.. mereka anggota FBI.. Gomawo atas review-nya xD *bow*
Aegyo Lov3 : Gomawo sudah baca dan review :D *bow*
Max Hyera : hehehe.. gomawooo.. Hyukkie emang kerempeng tanpa daging (?) :D *ditabok Hyuk* gomawo review-nya *bow*
chachaku felice : gomawoooo.. Hyukkie chagi emang manis..xD Adegan berantem ? moga-moga ada :D gomawo udah review *bow*
rararabstain : Annyeong.. Chinatsu imnida.. bangapseumnida.. HaeHyuk sama-sama anggota FBI.. Hanchul ? kaya'nya belum keluar identitasnya untuk saat ini.. gomawo sudah review *bow*
Aegyo'Anchovy : Annyeong.. Chinatsu imnida.. reader yadong setia (?).. semoga camilan di part ini memuaskan.. Hanchul ? masih belum keluar identitasnya untuk sementara ini.. maksud 'naik lantai' itu naik pangkat karena semakin tinggi lantai tempatnya kerja, semakin tinggi pula jabatannya.. Gomawo review-nya.. Hwaiting *bow*
HaruKimMinhyuk : Gomawo sudah baca sama review :D *bow*
Lee Jae En : Kuusahain HaeHyuk moment-nya biar buanyaak.. Gomawo sudah Review.. xD *bow*
Kim Hyun-dae : Annyeong.. gomawo atas sarannya.. kecepetan sama kependekan ya ? aku coba perbanyak deh.. gomawo atas Review-nya.. xD *bow*
Gomawo Review-nya.. ditunggu kritik dan saran untuk fict yang semakin gak jelas ini ==a *bow* xD
