"Aku..."
Sehun menunggu dengan mata penuh keseriusan disana , sepertinya dia benar – benar ingin tau siapa luhan , apa latar belakangnya dan lain-lain.
"Ahahahahah" lagi – lagi suasana serius itu buyar karena gelak tawa Luhan. Oh astaga , Sehun hampir gila. Kenapa dia sering sekali tertawa.
"Hei kau, apa kau ada kelainan jiwa. Kenapa kau tertawa terus dari tadi. "
"Hehehe, maafkan aku. Aku memang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan ku. aku tertawa kalau aku ingin. "
"Tapi kau sering sekali tertawa , apa kau selalu ingin tertawa?"
"Masalahnya aku bisa tertawa hanya karena hal kecil. Contoh nya adalah wajahmu. Ekspresi mu tadi sangat lucu , aku tidak bisa menahan tawaku.
"Oh saus tar tar spongebob, aku tidak memasang ekspresi apapun . Aku berani bersumpah aku memasang wajah yang biasa saja. "
Luhan menggelengkan kepalanya , " tapi tidak bagi ku. Itu tadi sangat lucu dan menggemaskan. Eh makanannya datang"
Seorang pelayan datang dan meletakkan makanan pesanan mereka. Pelayan itu pergi setelah mengucapkan "Selamat Menikmati ".
"A.." belum sempat mengatakan apapun Luhan sudah memotongnya.
"Aku. tidak biasa makan sambil berbicara" , ucap luhan tegas.
Sehun hanya mengangguk mengerti lalu menikmati makanannya. Bagaimanapun dia harus hargai permintaan orang yang sedang makan bersamanya ini.
.
.
.
.
.
.
.
"Namanya Xi Luhan , dia manis dan ambisius . Aku yakin dia akan sangat berguna di perusahaan kita Pak"
Namja yang memakai baju santai ini menyodorkan sebuah foto kepada namja berjas rapi yang duduk di kursi bos kebesarannya.
"Jadi namanya Luhan. Ckckck manis sekali namja ini , kalau begitu Tuan Kim cepat seret dia kehadapan ku secepatnya . "
"Baik tuan."
Dan namja berpakaian santai itu pun bergegas pergi mematuhi perkataan namja yang notabene adalah bos nya ini.
.
.
.
.
.
"Ah aku kenyang. " , kata pertama yang Luhan keluarkan seteah menelan potongan pertama makanannya.
"Jadi kau sudah selesai?" tanya Sehun intens
Luhan mengangguk lucu dengan senyum manis andalannya
"Sekarang ceritakan tentang dirimu" , pinta Sehun untuk yang kedua kalinya.
"Aku adalah Xi Luhan , fansite mu"
"Aish kalau itu aku sudah tau. Sesuatu yang lain, yang lebih pribadi mungkin"
"Pribadi? Kau mengusik urusan pribadiku ? " , tanya Luhan polos.
"Astaga ... ," Sehun mengusap wajahnya frustasi sementara hanya disambut kekehan kecil Luhan.
"Dia benar-benar kekanakan.", batin Sehun
"Lu, dengarkan aku. Aku hanya ingin tau dari mana asalmu , latar belakangmu dan lain sebagainya. Aku bukan ingin tau masalah pribadimu. Kau paham? , Sehun menejelaskan seperti menerangkan hal baru pada anak kecil .
Luhan mengangguk tanda otaknya menangkap apa yang Sehun katakan.
"Aku adalah Xi Luhan," ucapnya memulai
"Aku rasa aku lebih tua dari mu , jadi panggil aku hyung , kau mengerti?"
"Lanjutkan"
"Aku anak tunggal , tapi orang tua ku ada di China. Disini aku tinggal dengan teman – ah tidak , maksudku sahabatku. Aku menyewa apartemennya , dan kami tinggal bersama. Aku adalah penggemarku sejak aku pindah ke Korea. Aku tidak puas hanya melihat mu di tv, jadi aku putuskan untuk menjadi fansite mu. Aku mungkin kekanakan tapi itu semua karena hormon ku lambat tumbuh , paling tidak itu yang eomma ku katakan."
"Ohh , jadi kau merantau disini.?"
"Bisa dibilang begitu,"
"Kau kuliah ? "
"Iya , aku kuliah tapi jarang masuk. Aku kan harus mengejar dirimu kemana pun"
"Sebenarnya itu tidak baik. Aku kan idolamu , maukah kau dengarkan aku?"
"Apa?"
"Jangan sering sering bolos karena aku. Kalau kau ditakdirkan bersama ku kita akan sering bertemu , maksudku kalau kau ditakdirkan menjadi fansite ku kau akan sering melihat diriku, apa kau mengerti?"
"..." Luhan terdiam membiarkan otaknyaa memproses maksud Sehun, maklum dia memang agak susah menangkap kata-kata yang sulit.
Sehun menunduk frustasi, bagaimana caranya menjelaskan pada Luhan agar dia mengerti
"Jadi maksudku adalah , kau tetap masuk kuliah dan setelah itu baru kita bertemu. Kau paham lu?"
Sehun menunggu penuh harap sambil berharap agar Luhan mengerti maksud ucapannya
Luhan mengangguk anggun setelah beberapa menit .
"Bagus.." Sehun tersenyum puas karena Luhan bisa berkomunikasi baik dengannya.
Entah kenapa hatinya tergelitik dengan sifat Luhan. Lucu dan menggemaskan , sungguh ciptaan yang harus dijaga.
Aih, pikiran apa itu?
Sehun merutuki pikirannya yang berfantasi tanpa batas itu.
Drt..Drt..Drt..
Ponsel Luhan berbunyi dengan pesan yang tertera di layarnya
"Temani aku membeli buku novel baru . Cepat pulang rusa sayang.."
Begitulah isi pesannya yang membuat Luhan langsung berpamitan pergi.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
FF ini sengaja sedikit perchaptered karena harus ngejar FF lain yang GA juga okelah , sampai bertemu di next chapter
HunHan 520
