Falling for you
By. Lee HyeRi
.
Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing.
Rated : M
Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)
Genre : Romance, Hurt/comfort
Summary : Update ch.2! "Untuk apa aku bersikap sebagai seorang menantu di keluargamu kalau aku tidak menginginkannya?" aku sedikit berteriak saat mengatakannya. "Kau egois, Kyuhyun-ssi."
KyuMin slight HaeMin. WARNING: Yaoi, MPREG.
.
Annyeong~
Saya hanya ingin sedikit menjelaskan kenapa saya menaruh fic ini di rated M. Saya memang berencana membuat NC untuk beberapa chapter. Namun sekali lagi, semua itu hanya untuk mendukung jalannya cerita. :D
.
===000===
Chapter 2
.
Sungmin POV
"Apa kau bilang?" aku menatap tidak percaya pada petugas hotel di Pulau Jeju tempatku menginap selama dua minggu ini.
"Saya sudah bilang, Tuan, hari ini semua kamar sedang penuh. Kemarin Mrs. Cho hanya memesan satu kamar VVIP untuk Anda berdua,"
Sekali lagi mataku membulat. Aku melirik Kyuhyun yang sibuk dengan PSP-nya. Dia terlihat santai-santai saja dengan perkara kamar ini.
"Kyuhyun-ssi, kita berpisah disini saja. Aku cari hotel lain," kataku dengan wajah serius.
Kyuhyun melirikku sebentar lewat ekor matanya. Kemudian dia kembali melanjutkan konsentrasinya pada PSP warna hitam itu.
"Kau berlebihan Min. Aku tidak tertarik padamu, jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan," gumamnya tanpa melepaskan pandangan dari PSP-nya.
Aku mendengus kesal sambil mengerucutkan bibirku. Bukan karena aku merasa kecewa dengan ucapan Kyuhyun. Hanya saja aku merasa sedikit tersinggung dengan kata-katanya.
Menyadari ada perubahan dari raut wajahku, Kyuhyun pun mengalihkan pandangannya untuk menatapku. Senyum sinis terlukis di wajahnya.
"Atau kau khawatir karena kau mulai tertarik padaku, huh?" katanya sambil masih tetap mempertahankan senyum evil-nya.
Aku mendecih pelan. Oh Tuhan, sepertinya putra keluarga Cho sudah mulai tidak waras. Aku? Tertarik padanya? Hell Nooo~
Tentu saja bukan karena hal semacam itu. Alasanku cukup realistis. Aku tidak ingin membuat Donghae semakin terluka. Jika dia tahu aku tidur sekamar dengan Kyuhyun untuk dua minggu ke depan, kau pikir apa reaksinya? Aku sudah banyak sekali menyakitinya –terutama dengan pernikahan ini. Karena itulah, mulai sekarang aku akan lebih menjaga perasaannya. Walaupun statusku adalah menantu di keluarga Cho, tapi sebisa mungkin aku harus tetap mampu menjaga perasaan kekasihku.
Aku menyeret koperku dengan sedikit terburu-buru keluar dari hotel sebelum sebuah tangan menahan lenganku. Kyuhyun.
"Siapa yang bilang kau boleh pergi?" tanyanya.
Aku menepis tangannya yang berada di lenganku.
"Sudah ku bilang 'kan aku tidak mau sekamar dengamu!"
"Dengarkan aku, Sungmin-ssi," wajahnya mendekat ke telinga kananku. Aku sedikit merinding merasakan sensasi hangat nafasnya yang terasa begitu dekat.
"Kau lihat ke sebelah kanan arah jam 5," bisiknya.
Tubuhnya begitu dekat. Aku bisa melihat beberapa orang memperhatikan kami. Saat aku menuruti kata-kata Kyuhyun dan melihat ke arah yang ditunjukan olehnya, aku melihat seorang pria paruh baya dengan kacamata hitam. Sooman-ahjussi! Dia pelayan di keluarga Cho. Dia terlihat sedang mengamati kami dari kejauhan. Mungkin dia masih berpikir kami tidak mengetahui keberadaannya. Buru-buru aku mengalihkan pandanganku.
"Kau lihat 'kan? Orang-orang itu tidak akan percaya semudah itu pada pernikahan kita. Kau akan menghancurkan semua rencanaku jika berani bertindak gegabah," bisik Kyuhyun dengan nada penuh ancaman.
"Aku mengerti," gumamku pelan.
Kyuhyun menjauhkan dirinya dan mulai berjalan menuju tempat petugas hotel sambil menarik koperku.
Aku hanya bisa menghela nafas. Sepertinya hidupku akan jadi jauh lebih rumit dari apa yang ku bayangkan.
===000===
Normal POV
.
Kamar dengan dekorasi unik yang dipadukan dengan segala perlengkapan dan fasilitas mewah seharusnya bisa menyempurnakan kebahagiaan sepasang pengantin baru yang sedang berbulan madu. Namun sepertinya tidak untuk pasangan ini. Mereka lebih memilih menyibukkan diri dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri.
"Gyaa~ benarkah?" Sungmin sedikit berteriak di telepon sambil menyamankan diri di ranjang King size.
Dia berguling kesana-kemari sambil tetap berbicara melalui telepon dengan kekasihnya. Sementara Kyuhyun kini sedang menikmati fasilitas kamar mandi mewah yang berada di kamar itu.
"Kau mau oleh-oleh apa, Chagiya?" tanya Sungmin.
"Aku tidak butuh oleh-oleh. Asal kau baik-baik saja disana, aku sudah bahagia. Hahaha.. kau tidak akan macam-macam 'kan, Minnie?" Donghae berusaha membuat kata-katanya seperti sebuah gurauan. Namun Sungmin tahu jelas kalau pemuda di seberang telepon itu sebenarnya sangat tidak rela melihat Sungmin harus pergi ke Pulau Jeju dengan Kyuhyun.
"Kau harus percaya padaku, Hae."
"Aku sedang berusaha, Minnie."
"Hae, kau-"
"Minnie, kau tidak sekamar dengannya 'kan?" potong Donghae.
Deg!
Sungmin membulatkan matanya. Apa yang harus dia katakan? Jujur dan menyakiti kekasihnya? atau dia harus berbohong?
"T-tentu saja tidak, Hae. Untuk apa aku sekamar dengan si pemarah itu," Sungmin menggigit bibir bawahnya setelah mengatakan kebohongannya. Dia merasa bersalah telah berbohong. Tapi dia merasa kebohongan itu adalah yang terbaik untuk hubungannya dengan Donghae saat ini.
Sungmin menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Kyuhyun keluar dari sana dengan menggunakan handuk mandi model yukata yang tersingkap sedikit di bagian dada. Sementara handuk kecil melingkar di lehernya. Rambutnya masih terlihat basah memberikan kesan begitu menggoda. Beberapa detik Sungmin hanya bisa menatap kagum pada tubuh indah itu.
"Minnie, kau mendengarku?" suara Donghae di telepon menyadarkannya. Sungmin hanya bisa mengumpat dalam hati karena dengan bodohnya dia bisa terkesima dengan tubuh seorang Cho Kyuhyun.
"Iya Hae, aku dengar," kata Sungmin sambil menelungkupkan badannya di ranjang membelakangi Kyuhyun yang masih berdiri di dekat pintu kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya.
.
.
Sungmin masih melanjutkan pembicaraannya dengan Donghae di telepon tanpa tahu bahwa kini Kyuhyun sedang menatap tubuhnya. Dia tidak menyadari bahwa bajunya sedikit tersingkap di bagian pinggang dan celananya sedikit turun menyebabkan kulit putih mulusnya ter-ekspose dengan jelas –mungkin karena tadi dia berguling-guling di ranjang.
Kyuhyun menelan ludah melihat bagian belakang tubuh Sungmin yang sedikit terbuka. Matanya menelusuri tiap lekukan tubuh itu dan berhenti di bagian pantat yang masih tertutupi celana. Senyum evil kembali menghiasi wajah Kyuhyun saat menyadari bahwa tubuh 'istri'nya itu begitu menggoda. Sepertinya dia harus rela menarik kata-katanya pagi tadi. Cho Sungmin kini membuatnya tertarik.
===000===
"Huhh, lelah sekali," keluh Sungmin sambil merebahkan diri di ranjang besar nan nyaman itu.
Ini malam kedua mereka di Pulau Jeju. Mereka baru saja selesai berkeliling dan makan malam. Meski suasana di antara mereka berdua masih sama-sama terlihat canggung, namun mereka begitu berusaha untuk mengakrabkan diri sebagai suatu usaha dalam menyukseskan rencana mereka –rencana Kyuhyun terutama.
"Malam ini giliran kau yang tidur di sofa, Cho Kyuhyun!" dengus Sungmin sambil menyamankan diri di dalam selimut tebal.
"Bagaimana kalau aku tidak mau?" tanya Kyuhyun dengan seringainya. Dia mulai mendekat ke tempat Sungmin berbaring.
"Jangan macam-macam, Cho! Aku akan menendangmu kalau kau berani naik ke ranjang!" ancam Sungmin.
"YAH! Apa yang kau lakukan?" teriak Sungmin saat Kyuhyun dengan nekat menindihnya.
Dengan kasar Sungmin berontak dan hampir saja menendangi Kyuhyun kalau saja pria dengan seringai mengerikan itu tidak mengunci pergerakan tangan dan kaki Sungmin.
"Kau gila! Lepaskan aku!" bentak Sungmin sambil menggeliat-geliat mencoba melepaskan diri dari himpitan tubuh Kyuhyun.
Kyuhyun hanya diam sambil tetap menahan kedua tangan Sungmin di atas kepalanya. Sementara tubuhnya terus menghimpit tubuh Sungmin agar namja aegyo itu tidak bisa bergerak bebas. Dia masih saja menatap lekat wajah 'istri'nya yang ternyata begitu terlihat sangat manis. Dia bisa melihat dari dekat pesona dari pancaran mata indah milik Sungmin. Bibirnya yang begitu terlihat memikat. Lalu jangan lupakan leher putih menggoda yang seperti berteriak pada Kyuhyun minta ditandai. Oh, Kyuhyun sampai menelan ludah melihat pemandangan indah itu.
Menyadari posisi mereka yang begitu dekat, entah kenapa membuat wajah Sungmin sedikit merona merah. Dia tidak pernah berada dalam posisi seintim ini dengan siapa pun. Bahkan dengan Donghae sekali pun. Karena itulah meski dia sangat marah dan tidak suka dengan sikap kyuhyun yang tiba-tiba menindihnya, dia tetap tidak bisa menyembunyikan wajah merahnya.
"Ada apa dengan wajahmu?" goda Kyuhyun. Dia terkikik geli melihat rona pink yang menghiasi pipi 'istri'nya.
"Haishh! Lepaskan aku, Cho Kyuhyun! Atau aku akan berteriak!" dari pada menjawab pertanyaan Kyuhyun yang menurut Sungmin begitu tidak penting, dia lebih memilih melakukan pemberontakan lagi untuk melepaskan diri dari namja evil itu.
Kyuhyun tertawa mendengarnya.
"Kau bodoh ya, Sungmin-ssi? Aku 'kan suamimu, dan ini bulan madu kita. Aku bebas melakukan apa saja denganmu,"
Sungmin membelalakan matanya. Tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Jantungnya berdegup kencang saat Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke telinga kirinya. Tangannya terasa kaku. Raut wajah ketakutan terlihat di wajah Sungmin.
"Tapi sayang sekali, aku tidak tertarik dengan tubuhmu," bisik Kyuhyun yang diakhiri dengan tawa lepas sambil turun dari ranjang. Dia masih saja tertawa melihat wajah Sungmin yang terlihat seperti seorang perawan desa yang akan diperkosa. Sungguh lucu menurutnya.
Sungmin mengepalkan telapak tangannya. Dia bangun dan menatap Kyuhyun dengan tatapan horor. Dia benar-benar merasa kesal dipermainkan seperti ini.
"Brengsek kau, Cho Kyuhyun!" dengan brutal Sungmin melempari Kyuhyun dengan bantal, guling, selimut, dan berbagai benda di sekitarnya yang bisa dia jangkau.
Tawa Kyuhyun belum berhenti. Dia masih saja tertawa sambil masuk ke kamar mandi agar tidak terkena amukan dari Sungmin.
"Kau tahu, tadi wajahmu itu lucu sekali. Apa kau pikir aku akan memperkosamu? Hahaha...," goda Kyuhyun dari dalam kamar mandi. Kemudian hanya dibalas oleh Sungmin dengan lemparan sebuah sepatu yang mengenai pintu kamar mandi dengan suara begitu keras.
"Stupid Cho!" gumam Sungmin sambil keluar dari kamar hotel dengan wajah kesal.
===000===
Kyuhyun masih saja tersenyum jika mengingat betapa asiknya menggoda Sungmin. Dia masih berada di dalam kamar mandi saat mendengar bunyi pintu yang dibanting. Sepertinya Sungmin keluar dari kamar. Kyuhyun kembali menyeringai dan menatap tubuh bagian bawahnya yang terasa membesar dan mengeras pasca memandangi Sungmin tadi. Karna itulah begitu tadi dia merasa sesuatu di tubuhnya yang mulai terbangun, dia langsung beranjak dari ranjang dan berhenti menggoda Sungmin sebelum Sungmin menyadari kalau dia mulai tertarik pada tubuh namja manis itu.
Namun hanya satu keinginan Kyuhyun sekarang; menjamah tubuh sexy milik Sungmin. Dia berpikir, sepertinya akan menarik jika dia bisa mencicipi tubuh menggoda itu. Kini sebuah rencana licik terlintas di otaknya.
TBC
===000===
Bagaimana menurut kalian? Mian kalau konfliknya belum muncul. Saya akan lebih berusaha membuat ceritanya lebih berkembang. ^_^
Next chapter akan lebih panjang.
Sebenarnya saya berencana update dua hari setelah chapter pertama publish. Tapi terjadi kesalahan yang membuat saya harus meng-edit ulang. :'( Akhirnya baru sekarang bisa update. ^^
Special Thanks to :
rainy hearT, YuyaLoveSungmin, ndok, widiwMin, Yuera Kichito Akihime, Nakazawa Ayumu, Cocondul sukayaoi, mami jujue, Kazama Yume, Fishy Pumpkins, Sung Hye Ah, itakyuu lover, Rima KyuMin Elf, eLizxie Aire, mako47117, Myblackfairy, dianay, Meiryu, Jewel LeeAihara
No silent reader please... ^^
Mind to review?
