A/N: HAI SEMUA! Ahuhuhuhuhu. Maaf udah lama gak apdet *dilemparin kaleng* Wew. Masih ada isinya. *minum*

Ah, um, ya, langsung saja kita sambut wanita single pertama~


Esok paginya, si Wongker terbangun dengan malas. Hari ini Black Order ada sahur bareng, jadi ia terpaksa bangun pagi (biasanya dia sahur jam 12 siang), karena Kamuih lagi sok alim gara-gara nonton sinetron (sok) religius di tipi.

Allen langsung cabut ke cafeteria dan ternyata ia termasuk yang terlambat. Semua sudah datang, dan sedang melahap sahur masing-masing. Tehpoci Hearst, anak kecil yang Ihnonsense-nya tompel raksasa di jidat, lagi minum teh poci sambil makan bakso. Miranda sedang sibuk melahap bakpao. Semua rupa-rupa Belek Order ada disitu. Bahkan Cross Marimas, guru Allen, juga ada disitu. Padahal katanya dia kabur, baru-baru ditangkap di Kolombia dan gak mau pulang.

Allen mencari-cari tempat duduk, namun sial baginya, ternyata cuma tempat duduk di sebelah Kandang yang kosong. Padahal tadinya ia mau duduk di sebelah Homo Link, namun ternyata Link duduk di sebelah Kamuih, katanya ada urusan penting. Mau tapi malu, eh maksudnya mau tak mau, Allen harus duduk di sebelah Kandang.

Maka Wongker menyerah. Ia membawa baki makanannya dan duduk di sebelah Kandang.

"Heh. Moya Kuya. Mau apa kau?"

"Kemaren Monasi, sekarang Moya Kuya. Yang bener tuh MOYASHI!"

"Bodo, suka-suka gue. Tiap hari ganti biar gak bosen. Eh jawab dulu pertanyaan gue. Mau dibawa kemana hubungan kit…mau apa kau?"

"Gue mau duduk, Mbak Kandang," jawab Allen sinis. "Gue TERPAKSA duduk, maksudnya."

"Kalo terpaksa duduk berdiri aja." balas Kandang.

"Ck ck ck, maksud gue, gue terpaksa duduk di sebelah lo, bukannya gue gak mau duduk. Gitu aja nyolot, HAHAHAHA"

"Che! Kan kamu yang duluan."

Bahkan sebelum Allen dan Kandang menunjukkan tanda-tanda akan berantem, Kamuih sudah melerai duluan.

"Hei, duo Kanker! Sahur bareng dilarang berantem!" teriaknya.

Kanker?

"Kan…ker?" tanya Allen kebingungan.

"Kanker itu maksudnya Kandang Wongker," bisik Johnny Gila, anggota divisi sains Belek Order. Rambutnya yang mirip chicken nugget dan kacamata KW M*ngga Dua-nya membuatnya mudah dikenali.

"EEEEEEHHHH? Mana mau gue dipasangin ama samurai SMS itu!" teriak Allen nista. Sebelum Kandang sempat bertanya SMS itu maksudnya apa, Allen sudah menjelaskan, "SMS itu (S)ahur (M)akan (S)oba. Ngerti lu!"

"Daripada elu…uh…eh…ummm…apaan yak?"

HAHAHAHAHA! Di dunia nyata, Yu Kandang tidak pernah sebodoh ini. Biasanya ucapannya yang membuat Allen bingung nyari balasan, tapi disini sebaliknya! HAHAHAHA—

PRAAAAAANG!

Semua otomatis mendongak, menuju sumber suara kaca pecah tersebut. Mendadak Kamuih pucat. Ia mengambil toa dan segera mengomando,

"Lari semua! Belek Order diserang NOAH!"

Sumpah, pas dia bilang NOAH, lewat toa pun bau mulutnya kecium. Huhuhu.

Ehm. Bagi para Sokeksis, yang harus dilakukan bukan lari. Tapi apa? Ngelanjutin sahur.

Kres kres kres bum ces ces bum ces ces bum bum bum bum… terdengar suara Wongker makan.

Slurp… terdengar suara Kandang menyeruput mi-nya.

"HEEEIII, KOK NGGAK PADA NYERANG SIH? WOOOOIIIII!"

Detik kemudian, terlihat jelas Road Kalemot (bukan typo) dan Chiki Mikk turun dari parasut, lalu dengan sok hebat, berdiri di atas meja.

"Paman Chiki, bukankah Chiki Balls rasa keju-nya sudah habis?" tanya Kalemot sambil berkacak pinggang.

"Dasar LEMOT! Kan paman sudah bilang, masih ada satu di lemari, tapi buat tamu!" bentak Chiki Mikk.

"Ah, ya udah deh, selo aja. Eh, ALLEEEEENNN~~~~~~~~~"

Ternyata mau Road Kamelot, mau Road Kalemot kek, sama aja suka sama Allen.

"Allen Wongker! Yu Kandang! Navi, Bookep! CEPAT MENYINGKIR DARI SITU!" suara Kepala Belek Order cabang Asia, Bak Mandi, terdengar panik tapi tegas. Walaupun semuianya dengar, mereka memilih cuek karena mereka tahu Bak baru mandi dan belum sempat pakai baju.

"Kacangin saja Bak!"perintah Bookep. Ia lalu mengaktifkan ihnonsense-nya, Heavenly Omas. Bibir Bookep yang semula keriput itu tiba-tiba jadi doer.

"Emuaaachhh!" Bookep pun mencium-cium Chiki sampai basah. Pemandangan yang menjijikkan, huhuhu.

"IHHHH JIJIKKK! PERGI KAU! PAK TUA MESUM!" teriak Chiki yang kejijikan. Rasanya ia ingin kabur saja, namun tiba-tiba ia ingat, Earl of Mintacium kelakuannya juga seperti ini.

Giliran Kandang mengaktifkan Duren, lalu Allen mengaktifkan Keong Crown-nya. Dalam sekejap tangan Allen yang penuh jerawat itu berubah menjadi semacam, uh, keong emas.

Sementara Kandang, pedangnya tiba-tiba menjadi penuh duri dan mengeluarkan bau seperti kentut. Kandang mengayunkan pedang itu tinggi-tinggi lalu ia berteriak dengan bergairah, "BELAH DUREEEEENNNNN!"

Namun sayang, jurus "Belah Duren" Ju…maksud saya Kandang, meleset dan gagal membelah kepala Road.

"Ck ck ck! Dasar samurai lemot!" ejek Road.

Baru saja Allen mau menghantam Road dengan keong emasnya, tiba-tiba…

"HENTIKAAAANNNN!"

Allen kenal betul suara itu—bukan, semua orang di ruangan itu kenal suara itu.

Earl of Mintacium.

"Hi hi hi hi! Road, Chiki! Aku kan bilang, mintanya baik-baik, jangan rusuh!" kata Earl of Mintacium, sambil beputar-putar bahagia, seolah-olah bukan dia yang menciptakan Ahlumah dan segala kekacauannya.

"Tapi Earl—"

"Nggak ada tapi-tapian, Chiki. Atau Chiki Potato Stick rasa burger keju-nya kucabut izin distribusinya!" ancam Earl of Mintacium, masih berputar-putar.

"Tidaaaaaak!" erang Chiki. "Bagaimana kalau rasa bumbu kecap saja yang dihentikan? J-J-J-Jangan yang burger kejuuuuu!"

"Oo tidak bisa. Yang bumbu kecap kan rasa favorit saya," kata Earl Mintacium enteng. "Oh, halo para Sokeksis. Maaf ya, sudah diserang. Sebenarnya kami cuma mau ikutan sahur, eh kalian malah diserang. Ooh, sungguh kasihan!"

Allen mengangguk, mencoba mengerti. "Um, yah, begitu… Kenapa tidak bilang, Chiki, Road?"

"Biar kami gak dikacangin, kami harus cari sensasi dong!" jawab Chiki dan Road bersamaan.

Maka begitulah, para Sokeksis dan para Noah sahur bersama.

"Mmmm, ternyata chiki balls yang dijual disini enak juga!" gumam Chiki.

"Paman Chiki! Kita sudah harus pulang, tau! Apa kata Lulu Belek dan Jasdekil nanti, kalau tahu kita sahur bareng Sokeksis!"

"Ah! Baru juga makan! Baiklah, para Sokeksis. Selamat tinggal kasih, sampai kita jumpa lagi~ aku pergi takkan lama—"

"BERISIK! CEPAT PERGI!" bentak Kandang sambil melempar satu kardus chiki potato stick.

.

.

.

.

.

Entah kenapa, tiba-tiba semua Sokeksis ngumpul di kamar Allen. Bahkan si Kandang juga. Ada yang tidur lagi, ada yang lagi sok-sokan ngabuburit (padahal baru jam 7 pagi), ada beberapa yang ngobrol juga. Lelenalee yang lagi gak puasa malah makan dengan nista.

"Tadi itu benar-benar menegangkan," komentar Arystar Kretek sambil menghisap rokok kretek-nya.

"Matikan rokokmu." kata Kandang sinis.

"Fuuh… gak bisa… aku sudah kecanduan…" jelas Kretek sambil meniupkan asap rokoknya di muka Kandang.

"BERAPA KALI SIH HARUS KUBILANG! PUASA ITU BOLEH SIKAT GIGI, TAHU!" bentak Kandang. Allen sweatdrop. Gak puasa aja mulut Kretek udah bau, gimana pas puasa.

"Um, Allen. Ini dango buatanku. Kau mau coba?" kata Lelenalee sambil menawarkan dango-nya.

Di pikiran Allen, tiba-tiba muncul dua Allen. Allen malaikat dan Allen devil. Allen baik dan Allen jahat.

Tidak, Allen! Jangaaan! Itu SE to the SAT! Jangaaaaan! kata Allen baik.

Terima saja Allen! Syukuri apa yang adaaaa hidup adalah aaanugrah nyanyi Allen jahat.

Mana yang harus dituruti? Allen jahat? Allen baik? Bagaimana nasib Haji Samingan di penjara?

Untunglah, saat Allen sedang galau tersebut, tiba-tiba datanglah penyelamat…

"LELENALEEE, KENAPA NGGAK NAWARIN KE AKU SAJAAA"

Tiba-tiba Kamuih muncul dan langsung memeluk-meluk Lelenalee.

"Niisan! Kalau mau bilang dong." kata Lelenalee sambil tersenyum. Ia lalu menyuapi Kamuih. Dasar sesat!

.

.

.

.

.

Semua Sokeksis Belek Order sedang ngabuburit, mumpung sejam lagi buka.

"Uhuhuhu…. Uhuhuhu… ahdjhajashfjafhd!" tangis Navi lebay. Bookep segera menerjemahkan. "Dia bilang, 'Uhuhuhu… Uhuhuhu…. Perut gue nangis nih!'"

"Huhu… Allen, di HP-mu ada lagu baru gak?" tanya Tehpoci. Ia sedang meremas-remas bungkus teh poci sambil menghisap-hisap gambar tehnya.

"Ada. Nih," kata Allen sambil menyerahkan HP-nya ke Tehpoci.

Waktu Tehpoci mengutak-atik HP Allen, tiba-tiba sebuah seringai muncul di wajahnya…

.

.

.

.

.

"Tek, emang kalo puasa terus ngerokok gak batal ya?" Allen sweatdrop.

"Ya enggak lah. Emang rokoknya gue telen?" bantah Kretek, sambil menghisap rokoknya lagi.

"ARYSTAR KRETEK! Merokok itu batal. B-A-T-A-L." kata Lelenalee sok alim, padahal tadi aliran sesat.

"Yaudah, sekarang gue berhenti ngerokok, tunggu ampe adzan—"

Tepat pada saat Kretek bilang gitu, tiba-tiba suara adzan terdengar. Kretek segera mengambil rokoknya dan merokok lagi. Uhuk.

"Buka bukaaa! Buka bajuuuuu!" teriak Cross Marimas dengan muka mesum.

"Hey kamu! Pimpin doa buka puasa!" perintah Lelenalee sambil nunjuk Kandang.

Hah? Pancasila aja gak apal disuruh mimpin doa buka puasa, huhuhu batin Kandang. Ia cepat-cepat menyangkal. "Orang haus gini gue. Wongker aja."

"EEHH? Kenapa nggak doa sendiri-sendiri ajaaaa?" kata Allen. Rupanya ia juga nggak hafal.

Akhirnya semua doa sendiri-sendiri, terus makan dengan sangat-sangat lahap. Masakan Jerry memang enak, tapi rasanya lebih enak kalau dimakan saat buka puasa.

"Buset, Wongker. Itu perut apa gentong?" Homo Link takjub melihat Allen makan dengan kumat (gak bulan puasa aja udah kumat, gimana puasa?)

"Bedug," jawab Allen asal. Link sweatdrop.

Saat semuanya sedang makan dan minum makanan bergizi, tiba-tiba pintu dibuka oleh Kamuih. Mulutnya nganga.

"Lah? K-Kalian kok udah buka…"

"Heh?" semuanya bingung.

"Ini b-baru jam…setengah enam…"

HAH?

"Tapi tadi udah adzan…"

Lalu terdengar tawa meringkik. Mirip kuda hamil yang ditimpa Earl of Mintacium. Semua menoleh ke sumber suara tersebut.

…Tehpoci?

"HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA! Tak kusangka kalian begitu mudah tertipu," tawanya semakin keras. Ia menunjukkan HP Allen. TERNYATA TADI TEHPOCI NYALAIN REKAMAN ADZAN MAGHRIB.

"TEH…PO…CIIIIII!"

.

.

.

.

TBC~

Bagi yang gatau Tehpoci Hearst itu siapa, itu maksudnya Timothy Hearst. Garing. Eh, yang adzan itu kejadian beneran lho. :D