-Dreamer-
*Chapter 2*
Story by: Nishiko Yuki
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp.
Pairing: MikuXKaito
Genre: Romance, School Life
Warning: Cerita ini agak gaje, mbuleti, banyak typo di mana-mana…Dan akan ada pergantian POV
Summary: Miku adalah gadis yg selalu mimpi tentang crush nya pada malam hari yaitu Kaito! Tetapi, Miku anak yg pemalu…Jadi, gimana pendekatan Miku terhadap Kaito?
Yuki: Halo lagi! (^v^)/ Ini chapter 2 dari cerita pertama Yuki, Dreamer….Maaf lama banget buat chapter ini karena pas hari Minggu, Yuki ke luar kota…
Ok, mari kita lanjut ke cerita ini…Minna, please RnR…^u^
Miku yang sedang beristirahat di bangkunya mengambil bunga birunya dan memandanginya sambil berpikir di dalam hati,"Kaito baik banget! Aku bener-bener suka bunga ini! Aku akan menyimpannya di kamarku…"
Sementara itu, Kaito yang sedang mengamati tanaman di greenhouse melihat ke arah Miku dan berpikir,"Kayaknya Miku suka banget sama bunga itu sampai dipandang terus dari tadi kayak terobsesi saja."
KEHENINGAN DI GREENHOUSE…krik..krik..krik..krik…
Mereka berdua menghabiskan waktu di greenhouse tanpa berbicara dengan satu sama lain. Kaito yang lelah karena mengamati tanaman pergi beristirahat di bangku yang diduduki Miku.
"Wah, ternyata mengamati tanaman pun terasa capek ya sampai tidak bisa melakukan apapun lagi…," Ucap Kaito sambil menyeka keringat yang menetes dari wajahnya.
Waktu telah berlalu, tanpa disadari pagi hari telah pergi dan tibalah siang hari. Kaito yang lelah, kini telah memejamkan matanya dan tertidur di bangku. Miku yang tatapan matanya masih tertuju pada bunga biru yang diberikan oleh Kaito, tidak merasa bahwa terdapat sesuatu yang membebani bahunya. Beberapa saat kemudian, Miku yang barusan menyadari akan beban di bahunya segera menolehkan kepalanya.
"Ini kan kepalanya…kepalanya…Kaito! Sejak kapan dia bersandaran di bahuku?!" Teriak Miku dalam hatinya dengan tubuhnya yang tegang dan tangannya yang berkeringat. "Mmmm…Kayaknya tidak apa-apa deh kalo Kaito bersandar di bahuku…Ini pertama kalinya…KYAA!" Seru Miku dalam hati. Karena tidak melakukan apa-apa, Miku hanya menatap muka Kaito penuh dengan kagum. Menatapi muka cowok yang ia sukai membuat muka Miku semakin memerah dan memerah.
Waktu makan siang sudah lewat, Miku yang hanya duduk diam merasa lapar hingga perutnya yang kosong berbunyi dengan keras sekali. Akibat bunyi perut Miku, Kaito pun terbangun dari tidurnya…
"Suara apa itu?" Tanya Kaito yang masih mengantuk. Ia segera menyadari kepalanya yang sedang bersandar di bahu Miku. Muka Kaito segera memerah…Dengan cepat, Kaito berdiri dari bangkunya dan berkata…
"Miku…Apa tadi kau keberatan saat kepalaku bersandar di..di..bahumu?" Tanya Kaito dengan muka blushing nya itu…
"Ga keberatan sama sekali kok…Miku baru menyadarinya sesaat sebelum Kaito terbangun berkat bunga ini," Jawab Miku dengan kepalanya yang tertunduk ke bawah menghadap ke tanah.
"Ngomong-ngomong, yang tadi itu bunyi perutmu bukan?" Tanya Kaito mengalihkan topik.
"I…Iya, habis sudah melewati waktu makan siang…," Jawab Miku malu.
Kaito segera meraba-raba saku celananya dan mengeluarkan sebungkus biscuit."Ini buat Miku…" Ucap Kaito dengan kepalanya yang melihat ke arah lain untuk menyembunyikan muka blushing nya itu.
"Aku ga lapar kok…Kaito aja yang makan…kan Kaito juga lapar," Tolak Miku.
"Siapa bilang kau ga lapar. Perutmu tadi berbunyi sangat kencang sampai membangunkanku kok," Jawab Kaito memaksa Miku untuk menerima biscuit itu. "Tadi perutku ga bunyi sama sekali lho…berarti aku ga lapar. Aku sudah terbiasa makan telat…," Ucapnya lagi.
"Baiklah kalau kau memaksa tapi, kita harus membaginya dengan adil agar Kaito juga dapat," Usul Miku. "Percuma kalau Kaito ga lapar sekarang. Kan nanti kalau lihat Miku makan biscuit ini sendirian, pasti tergoda pingin makan juga…," Goda Miku.
"Kamu ternyata sama saja ya dari kecil sampai sekarang. Aku pikir kau sudah berubah…," Jawab Kaito. "Dulu kau sangat suka menggangguku tapi sifatmu berubah sejak kelas 6. Miku jadi diam dan pemalu…"
"Siapa bilang? Miku tetap Miku kok…," Ucap Miku kepada Kaito.
"Iya…ya…, sekarang aku tau kalau Miku tetap sama," Jawab Kaito sambil menepuk kepala Miku.
"Oww! Aku bukan anak kecil lagi tau!" Ucap Miku merasa sakit.
"Ayo, kapan makan biscuit nya?" Tanya Miku tidak sabar.
"Akhirnya kau memgakui juga ya…Sudah ketahuan kau lapar…," Ucap Kaito sambil membagi biscuit nya dengan rata.
Setelah dibagi, Kaito memberi satu bagian pada Miku. Mereka berdua segera menghabiskan biscuit masing-masing…
SELESAI MAKAN…
"WAH…Perutku sudah terisi. Setidaknya dapat menunda kelaparanku…"Sahut Miku sambil meregangkan tubuhnya dan siap untuk pergi menuju bunga-bunga.
"Tunggu Miku! Diam sebentar," Ucap Kaito memegang tangan Miku. Miku yang hendak pergi pun berhenti. Kaito melangkah ke depan mendekatkan badannya pada Miku.
"Apa yang akan Kaito lakukan?! Kenapa dia begitu dekat padaku?!" Pikir Miku sambil memejamkan matanya dengan erat.
"Mulutmu cemotan…Sini kubersihkan. Kamu ini sudah besar pun masih cemotan pas makan…ck..ck..ck," Ucap Kaito sambil membersihkan renyah biscuit yang berada di sekitar mulut Miku. Muka Miku pun segera memerah dengan sangat cepat. Miku menatap mata Kaito yang sedang membersihkan mulutnya. Tak lama kemudian, Kaito pun juga menatap mata Miku. Mereka berdua saling menatapi untuk beberapa saat…
"Ternyata Kaito hanya ingin membersihkan mulutku…Whew!" Kata Miku dalam hati…(Yuki: makannya jgn GR dulu…)
(Miku: Siapa yang GR? Kan itu di cerita…Lagian, siapa yang buat cerita itu hmm?)
(Yuki: Sudahlah…Lanjut ke cerita!:D)
Muka mereka berdua pun memerah bersamaan dan dengan cepat, mereka menjauhkan diri…
HENING…
"O..iya, kita harus pikirkan cara untuk keluar dari greenhouse ini…" Ucap Kaito untuk memecah suasana tak nyaman itu.
"Bener! Tapi gimana ya? Dan siapa yang mengunci kita?" Balas Miku.
"Yah..Mungkin mereka mengunci greenhouse ini karena dikira ga ada orangnya di dalam," Jawab Kaito.
Kaito POV
Yah…Kayaknya tidak apa-apa kalau aku dikunci di greenhouse ini bersama dengan Miku…Lagipula, Miku adalah gadis yang menarik. Kalau bisa…lebih lama lagi tidak apa-apa kok…
Kok semakin lama bersama Miku, Miku kelihatan semakin lama semakin cantik.
Miku POV
Aku udah lama di sini sama Kaito…Harusnya sih aku kasih tau perasaanku tapi aku ga siap. Kalau tidak, bakalan kehilangan kesempatanku yang emas ini! Kejadian ini tidak akan terjadi untuk kedua kalinya.
SEMENTARA ITU…DI KELAS IX-A
"Rin! Kira-kira Miku udah menyatakan cintanya belum?" Tanya Len sambil berlari ke arah Rin.
"Kalau belum…hihihi *evil smirk* akan kukunci di sana sampai besok!" Ucap Rin dengan muka evil smirk nya…
(Yuki: Bagus sekali Rin…Teruskan ide licikmu itu…)
(Miku: Enak saja…Lain kali kau yang kukunci…hehehe *evil smirk*)
(RinLen: Makannya…Cepet confess sana!)
"Ok, untuk menghilangkan kecurigaan tentang Miku dan Kaito, mari kita lapor ke Luka-sensei kalau mereka membutuhkan waktu lebih hingga pulang sekolah," Usul Len.
"Baiklah kalau begitu…Menuju ruangan Luka-sensei!" Teriak Rin sambil berjalan menuju ruangan Luka-sensei.
SKIP TIME
"Luka-sensei!" Sahut Rind an Len bersamaan.
"Hei! Kau mengikutiku…" Tuduh Rin menunjuk Len dengan jari telunjuknya.
"Bukan aku kok. Kau yang mengikutiku.." Tuduh Len. Mereka berdua saling bertatapan hingga percikan api keluar ditengah-tengah.
"Sudah, Berhenti! Apa yang kalian lakukan di sini?" Ucap Luka melihat mereka dengan tampang marahnya.
"Umm…Pasangan Miku dan Kaito akan selesai melebihi waktu…kurang lebih sampai sesudah pulang sekolah…," Ucap Len.
Luka-sensei pun memberi Miku dan Kaito waktu hingga pulang sekolah. Rind an Len senang dengan keputusan itu karena mereka ingin pulang telat nanti untuk melakukan rencana mereka.
KEMBALI KE GREENHOUSE…
"Umm…Kaito…" Panggil Miku yang berdiri tepat di depan Kaito.
"Apa Miku?" Jawab Kaito yang sedang beristirahat di bangku.
"Aku..Aku..suka…makan negi!" Ucap Miku yang bermaksud untuk menyatakan cintanya tetapi tidak jadi karena terlalu nervous…
"Iya, aku tau…semua orang tau kali..," Jawab Kaito…
"Pasti Miku mau mengatakan hal lain…tetapi apa ya? Ga mungkin dia bilang dia suka negi…," Pikir Kaito. Miku yang kecewa dengan ucapannya sendiri pergi duduk di sebelah Kaito. Dengan keras, Miku berpikir…
"Apa yang harus kuucapkan pada Kaito? Aku harus mengatakannya hari ini juga!" Ucap Miku dalam pikirannya.
Yuki: Mohon Review nya! XD
Sorry, Yuki buat cerita ini keburu-keburu karena lagi sibuk (makannya agak mbuleti)...#plakk
