Yoongi segera saja mengedarkan mata mencari-cari sumber suara. Dapat dilihat seorang bocah kecil unyu tengah melihatnya dengan mata berkaca-kaca. Ia langsung saja menarik bocah itu kepangkuannya.
"Hoseokkie kenapa hmm? Kok tidak bermain bersama Taetae?" Yoongi mengusap surai hitam milik Hoseok.
"Taenya dilebut cama Jungkook. Aku cebal ih"
"Kenapa tidak bermain bersama-sama? Biasanya Hoseokkie selalu bermain bersama Taetae?"
"Ish Jungkook melebut Taetae ku. Aku cebal hueeeee aku jadi cendilian hiks"
Yoongi bisa stress mendadak. Taehyungienya terjatuh, Yoongi dikira perempuan lalu ditembak –menurut Yoongi ini bikin stress- dan sekarang bocah cerewet ini menangis dipangkuannya. Dan Jimin sama sekali tidak membantu. Yoongi menyenggol lengan Jimin.
"Hey jagoan masa menangis. Sini duduk sama saem" Jimin yang tersadar dari lamunannya mengambil alih Hoseok dari pangkuan Yoongi. Tuhkan mereka terlihat seperti keluarga bahagia. Eh enggak juga sih kan Hoseok nya nangis.
Jimin mengusap punggung Hoseok. Ia menunggu sampai Hoseok mulai berhenti menangis. Setelahnya ia tersenyum.
"Nah Hoseok kan pintar masa harus menangis. Anak pintar tidak boleh menangis. Taehyung! Jungkook! Ayo sini" Jimin berteriak memanggil dua bocah sumber kesedihan Hoseok. Hoseok mengerjapkan matanya.
"Nah kalian bermain bersama ne? Tidak boleh ada yang bertengkar ne?" mereka berdua mengangguk lalu mengajak Hoseok bermain.
"Kajja Hoceokkie hyung main cama Tae cama Jungkook. Kajja kajja hihihi" Taehyung menarik tangan Hoseok untuk turun dari pangkuan Jimin. Hoseok tersenyum sangat lebar lalu turun dan bermain bersama Taehyung dan Jungkook.
Yoongi dan Jimin hanya tersenyum melihat tingkah laku bocah-bocah tersebut.
-mari kita skip rekreasi kali ini-
"Dadah caemnim! Telimakacih telah menemani Yoongi hyungie celama Tae belmain hihi" Taehyung melambaikan lengan mungil kearah Jimin yang dibalas lambaian tangan oleh Jimin. Ah iya Yoongi baru ngeh kalo selama rekreasi ai terus-terusan duduk ditemani Jimin dan beberapa kali membantu Jimin mengontrol murid nya.
BLUSH
"Eh? Hyungie kenapa? Kok mukanya melah begitu? Hyungie cakit kah?" Entah Taehyung memang cerewet atau lebih cerewet dari biasanya. Sepertinya hari ini bocah itu sangat bahagia.
Yoongi menggeleng tanda bahwa ia baik-baik saja. Hey ayolah masa iya dia mau bilang kepada Taehyung bahwa ia sedang malu. Memangnya bocah ini akan mengerti?
"Kajja kita pulang Taehyungie" Yoongi mengajak Taehyung pulang sambil berjalan menuju halte bus kota. Jalan dari TK Taehyung ke rumah Yoongi memang agakt jauh makanya Yoongi sering membawa mobil. Tapi karena hari ini ada rekreasi, ia menyimpan mobil kesayangannya dirumah.
"Hyungiee.." Taehyung tiba-tiba bersuara. Sepertinya ia mulai kelelahan.
"Ya? Wae Taehyungie?
"Gendong..."
Yoongi tertawa pelan Taehyungnya hari ini benar-benar manja. Akhirnya Yoongi menggendong Taehyung dan dapat dilihat bocah cilik kesayangan kita mulai terlelap di bahu Yoongi.
.
.
Yoongi langsung saja duduk dikursi halte. Jujur Taehyung sudah tidak seenteng dulu sudah lagi ia membawa tas yang tidak ringan -biarpun sudah berkurang isinya- dan ia juga sedikit lelah karena terkadang ia mengejar Taehyung yang aktifnya mengikuti Hoseok.
'Kenapa bus nya lama sekali. Aku lelah' Yoongi telah menunggu sekitar 45 menit namum bus yang ditunggu tidak datang-datang. Tubuh Yoongi sudah pegal dan perlu di istirahatkan.
"Eh? Yoongi-ssi?" sebuah suara membuyarkan lamunan Yoongi. Yoongi segera menengok kearah sumber suara. Yoongi mengerjap imut (?) ia bisa melihat saem yang tengah Yoongi kagumi *ciyee* tengah duduk disebelahnya.
"Ah.. annyeong Jimin saem" Yoongi berusaha membungkukan badannya walaupun dia tahu bahwa itu agak sulit mengingat Taehyung tengah tidur dipelukannya.
"Kau naik bus? Tumben sekali tidak membawa mobil. Tidak adakah yang menjemput?" Pertanyaan Jimin sukses membuat Yoongi tersenyum agak miris. Tapi Jimin tidak menyadarinya –karena dia tidak peka- *mari sumpel author bersama*
"Aniyo.. aku hanya tinggal berdua dengan Taehyungie. Kami tidak memiliki siapa-siapa lagi. Orang tua kami menghilang saat Taehyung berumur 1 tahun. Jadi ya beginilah." Jimin memandang penasaran pada Yoongi. Tapi ia tidak mungkin mengusik kehidupan pribadi Yoongi kan. Ia bisa dicap sebagai orang yang tidak sopan. Lagipula mereka kan tidak dekat.
"Ah akhirnya busnya datang. Saem naik bus ini juga kan?" Yoongi mulai bangun dari duduknya, dapat Jimin lihat ia agak kesulitan membawa Taehyung dan tas besar di lengannya.
"Sini kubawakan" Jimin mengambil tas ditangan Yoongi.
"Tak usah saem, aku tidak ingin merepotkan." Yoongi mengambil tasnya kembali lalu mulai menaiki bus dan mencari tempat duduk yang kosong. Bersyukur karena tersisa 2 bangku dibarisan belakang. Ia mendudukan dirinya di kursi itu. Jimin yang mengekori Yoongi tidak langsung duduk.
"Kenapa tidak duduk saemnim?"
"Kau dudukan saja Taehyung dikursi itu, biar aku berdiri. Kulihat kau sangat kelelahan dan kesulitan."
"Tidak saem.. Taehyung akan terbangun dan menangis keras jika dipindahkan. Sebaiknya saem juga duduk, aku tahu saem juga lelah."
Jimin tersenyum tipis saat Yoongi mempersilahkan ia duduk. Pada akhirnya Jimin juga duduk disebelah Yoongi.
Perjalanan terasa sangat panjang bagi Yoongi. Ditambah suasana bus yang terbilang cukup sepi. Hal ini membuat Yoongi ingin tidur tapi ia tidak bisa tidur karena tidur menyender ke jendela hanya akan menyakiti kepalanya. Jimin yang merasa keheningan menengok ke arah Yoongi. Ia tersenyum kala melihat kepala Yoongi yang terantuk kursi depannya kala ia mulai memejamkan mata.
PUK
Jimin membeku ditempat. Kepala Yoongi bersandar dibahunya. Bukan, bukan Jimin keberatan hanya saja. Ugh Jimin sulit menjelaskan perasaannya. Deg-degan gimana gitu. Setelah mencoba bergerak-gerak sedikit untuk membuat Yoongi berpindah tetapi tak berhasil, namja manis ini tetap betah di posisinya. Dan akhirnya Jimin membiarkan kepala Yoongi yang bersandar dibahunya dan membiarkan jantungnya yang bekerja lebih ekstra dari biasanya.
.
.
"Yoongi-ssi.. hey bangun kau turun dimana? Aku akan turun sebentar lagi" Jimin berusaha membangunkan Yoongi.
"Eungg.. ini dimana?" Yoongi mengerjapkan matanya. Ah dia masih harus menunggu sampai perhentian selanjutnya. Tapi tunggu... tadi Yoongi tidak merasa kepalanya terantuk kaca jendela atau kursi, jadi...
BLUSH
Wajah Yoongi memerah padam. Jadi dia bersandar ke bahu Jimin selama perjalanan? Yoongi menunduk malu mengingatnya. Kenapa ia bisa seceroboh itu. Dan hey Jimin saem tidak protes atau merasa tidak nyaman. Astaga Yoongi seperti seorang gadis yang tengah kasmaran. Eh gadis?
"Hey.. kenapa melamun? Aku duluan ya. Hati-hati" Jimin bangun dari kursinya. Yoongi hanya tersenyum canggung kepada Jimin lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya.
'Bodoh. Bodoh. Bodoh. Ish' Yoongi menjedukan kepalanya ke kursi didepannya. Ia sungguh malu sekarang. Mari kita tinggalkan Yoong dan fantasi absurdnya mengenai Jimin.
.
.
CKLEK
"Aku pulang" Yoongi berujar lemas saat ia membuka pintu. Ah ia lupa kan tak ada siapa pun dirumah ini. Ia segera saja masuk ke kamar milik Taehyung dan mengganti pakaian sang adik menjadi piyama. Bocah itu anteng-anteng saja dalam pelukannya. Setelah merebahkan Taehyung kini tubuh Yoongi yang perlu rebahan.
"Lelahnya. Sebaiknya aku mandi lalu bergegas tidur. Untung ini hari sabtu. Besok aku bisa bangun siang." Setelah bermonolog sendirian di ruang tamu Yoongi langsung saja berjalan menuju kamar mandinya. Dan mandi tentunya.
-15 menit-
"hah segarnya.. kasurku tercintaaaa" Yoongi berjalan kearah kasurnya lalu ia merebahkan dirinya diatas kasur empuknya.
"Jimin saem.. hihi" Yoongi tersenyum kala wajah Jimin bersarang indah di otaknya. Kadang ia tertawa kecil mengingat hal-hal lucu yang tadi ia lakukan. Tak lama Yoongi pun mulai terlelap menuju alam mimpinya. Aah indah dunia saat tengah kasmaran.
.
.
TOK
TOK
TOK
"Yoongi hyung! Bangun cudah ciang Tae lapal.." Taehyung menggedor pintu kamar Yoongi dengan sedikit –sangat- brutal. Perut mungilnya sudah berbunyi berkali kali.
CKLEK
Pintu terbuka, nampaklah Yoongi yang belum terkumpul nyawa nya berdiri didepan pintu. Yoongi menguap lebar didepan Taehyung.
"Yoongi hyung bau naga wek"
1 detik
2 detik
3 detik
"ENAK SAJA" Taehyung langsung saja berlari kala Yoongi menyadari ucapannya. Padahal Taehyung sendiri tidak tahu artinya apa. Yoongi mengejar Taehyung yang tertawa riang. Dasar anak kecil.
"Cudah ah capek.. Tae lapal hyungie." Yoongi duduk disebelah Taehyung. Melihat saeng cilik nya kelaparan, ia bergegas memasuki dapur dan memasak. Ah calon pacar idaman (?)
.
.
"Hyungie.. jalan-jalan yuk, Tae bocan dilumah telus." Taehyung tiba-tiba naik ke kasur Yoongi dan memeluk Yoongi yang tengah membaca. Yoongi menghela nafas panjang.
'kalau tidak dituruti pasti ia akan menangis seharian. Padahal aku berharap hari ini adalah hari Minggu tenang tercintaku sebelum besok harus kuliah.'Yoongi membatin sambil terus menatap Taehyung.
Taehyung menatap Yoongi dengan penuh harapan. Ia benar-benar bosan berada dirumah. Yoongi hyung nya sedang tidak bisa diajak bermain.
"Haaah baiklah. Kajja kita naik sepeda saja ne?" Yoongi akhirnya menyetujui perkataan Taehyung. Ia bergegas mengeluarkan sepeda miliknya dan mengajak Taehyung keluar.
.
.
Yoongi mengayuh sepeda dengan malas-malasan. Ia tampak sedikit –sangat- tidak bersemangat hari ini. Padahal bocah cilik yang duduk di depannya (sepedanya ada kursi didepan gitu, ituloh kursi yang buat anak kecil) terlihat sangat ceria dan bernyanyi-nyanyi tidak jelas.
"Yoongi hyungie cembelut melulu. Taehyung jadi malas belmain cama hyung, ugh Tae mau main cama Ceokjin hyung caja" mendengar nama Seokjin yang disebut-sebut Taehyung, Yoongi langsung saja memutar dan pergi menuju apartemen Seokjin. Jadi Taehyung bermain dengan Seokjin dan Yoongi bisa tidur di apartemen Seokjin. Sungguh licik dirimu Yoon xD
"Baiklah, kajja kita ke apartemen Seokjin hyung. Tapi ingat Tae tak boleh nakal ne? Nanti kalo Tae nakal Tae tak boleh bermain dengan Seokjin hyung lagi. Arraseo?"
"Alaco (arasso).. hihihi"
Dan Yoongi mulai mengayuh sepedanya menuju apartemen sahabat tercintanya itu.
.
.
TOK TOK!
"Ceokjin hyung buka pintunya! Tae ingin belmain" Taehyung menggedor pintu apartemen Seokjin dengan sangat brutal.
'Eh, memang sejak kapan Seokjin hyung mengganti cat pintu apartemennya?' Yoongi keheranan melihat pintu apartemen Seokjin yang berwarna coklat tua berganti menjadi warna putih gading.
CEKLEK
"CEOKJIN HYUNGGGG!" Taehyung langsung saja memeluk tubuh Seokjin –atau lebih tepatnya kedua kaki Seokjin-. Seokjin lalu menggendong Taehyung dan membawa mereka masuk.
" Kau datang tidak bilang-bilang. Sepupuku sedang datang, jadi yeah kalau kalian ingin bermain ya bermainlah seperti biasa. Aku akan membuat cookies dan jus jeruk untuk Tae. Ah dan kopi untuk Yoongiku tersayang dan memperkenalkan sepupuku pastinya." Seokjin tertawa setelah melihat Yoongi yang mengerucutkan bibirnya.
"Apa-apaan kau. Eh tapi siapa sepupumu ?" Yoongi terlihat berbicara sambil mengutak-atik ponselnya.
"Park Jimin namanya dia seorang guru TK di tempat Taehyungie. Ah! Tae bisa bermain dengannya nanti sementara aku memasak."
"MWO? PARK JIMIN?"
BLUSH
Yoongi merona samar. Uh dia mana bisa tidur tenang seperti biasanya kalau ehemgebetannyaehem ada disini.
"Kau kenapa? Demam ? Wajahmu memerah" Seokjin meraba-raba kening Yoongi. Yoongi menggeleng pelan. Duh ia jadi deg-degan gini. Seokjin tak pernah memberitahu bahwa Jimin adalah sepupunya. Duh Yoongi harus bersikap seperti apa nanti.
Biasanya kalau Yoongi berada di apartemen Seokjin ia akan langsung masuk ke kamar Seokjin dan tertidur dan Taehyung akan asik dengan Seokjin. Tapi sepertinya seseorang yang tengah duduk di sofa sambil bersandar membuat rasa kantuk Yoongi menghilang tiba-tiba.
BLETAK
"Ah.. apaan sih hyung ! sakit ! Loh eh? Ada tamu?" Jimin segera saja berdiri untuk menyambut tamu Seokjin.
"Ah.. annyeong haseyo, Park Jim.. Eh? Yoongi-ssi?"
Yoongi hanya meringis malu menatap Jimin. Yoongi mengangguk sambil tersenyum agak dipaksakan. Ia sebenarnya malu sih cuma gimana gitu ya...
"Kalian pasti saling kenal. Ah mungkin lebih dekat dari perkiraanku." Seokjin tertawa kencang saat melihat wajah Yoongi yang merona malu. Ah jarang-jarang ia bisa menggoda Yoongi yang selera humornya minim.
"Ceokjin hyunggg.. Tae lapal eh Jimin caem kok dicini?"
"Halo Taehyungie.. ah aku tak meyangka Seokjin hyung kedatangan tamu lain"
Jimin tertawa kecil sambil melirik Yoongi yang hanya tersenyum.
"Jadi.. Yoongi ini adalah teman ah ani sahabat ku. Dan Yoon, ini Jimin sepupuku. Maaf aku baru bilang sekarang."
Seokjin terkekeh pelan melihat keduanya mengangguk seperti orang bodoh. Seokjin lalu pergi menuju dapur untuk menyelesaikan cookies yang tengah ia buat.
"Jim.. layani tamuku dengan baik ne.." Jimin menyeringai kecil lalu ia mendekati Yoongi. Yoongi yang melihat itu reflek mundur kebelakang. Tapi Jimin seperti tidak ada niatan untuk berhenti.
"Seokjin hyung bilang aku harus melayanimu dengan baik kan? Akan ku beri kau 'pelayanan' khusus" Jimin menyeringai lebar melihat pipi Yoongi yang memerah. Jimin menjadi gemas sekali.
"A... Apa maksudmu? Men..menjauh sana" Ugh Yoongi tidak dapat menahan debaran di dadanya. Dia malu sekali.
'Park Jimin bodoh.. sialan.. argghh' Batin Yoongi, ingin nya sih ngomong langsung lalu meninju wajah tampan Jimin tapi tidak.. tidak nanti tidak tampan lagi Jimin nya.
'eh apaan sih mikirnya-_-' Yoongi menggelengkan kepalanya. Jimin yang melihat Yoongi menggeleng misterius segera saja menjauhkan dirinya dan senyum-senyum tidak jelas. Yoongi ngeri juga ngeliatnya.
BLETAK
"Heh.. jangan berpikiran aneh-aneh. Wajahmu seperti om-om tambun yang ingin menerkam seorang gadis perawan (?).." Seokjin tiba-tiba duduk diantara Yoongi dan Jimin. Jimin hanya mengusap kepalanya sambil mendelik tak suka.
"Kalau perawan (?) nya macam Yoongi-ssi aku bersedia disebut om-om mesum.. mari ikut sama om (?)" Yoongi langsung saja berteriak histeris lalu kabur meninggalkan kedua saudara itu. Bisa-bisa Yoongi jantungan ditempat. Jimin tertawa pelan lalu disusul memasang senyuman khas om-om tambun yang Seokjin bilang tadi.
"Jim.. kurasa kau gila.."
"Aku memang gila hyung.. gila karena Yoongi-ssi"
"Sejak kapan kau menyukainya?"
"..."
"Jim aku serius.."
"..."
BLETAK
"YAH! AKU BISA IDIOT KALAU KAU PUKULI TERUS.."
"kau memang idiot.. jaga Taehyung aku mau mengangkat cookiesnya."
Jimin akhirnya menyerah dan mendekati Taehyung yang tengah memperhatikan anjing peliharaan Seokjin. Sesekali dengan jahil Taehyung menarik-narik ekor anjing itu dan tertawa terbahak-bahak. Jimin yang melihat Taehyung seperti itu ikut tersenyum.
'Bocah ini sangat menggemaskan. Ugh.. apalagi hyungnya (?)' Jimin mulai melamunkan hal-hal aneh tentang Yoongi. Astaga Jimin benar-benar sudah gila sekarang.
BRAK
"CEOKJIN HYUNG... HOCEOK YANG GANTENG DATANG NIH.. HYUNGIE DAPAT TITIPAN DALI MAMA"
Taehyung dan Jimin hanya melongo melihat Hoseok yang tiba-tiba masuk kerumah Seokjin dengan gaya preman nya. Yoongi yang mendengar suara debuman pintu pun segera berlari menuju ruang tengah. Takutnya Taehyungnya kejedot pintu.
"Astaga bocah.. kau mengagetkan ku saja..." Yoongi yang melihat Hoseok yang merupakan tersangka pembantingan pintu (?) hanya memasang wajah datar. Hoseok hanya nyengir polos melihat Yoongi yang mengomel tanpa ekspresi.
Jimin yang melihat pujaan hatinya (?) keluar dari gua persembunyiannnya tersenyum lebar lalu menarik tangan Yoongi untuk duduk disebelahnya. Yoongi yang ditarik hanya pasrah menerima keadaan (?) selama ia tidak benar-benar dianggap perawan saja *lah
Can I call you my own and can I call you my lover
Call you my one and only girl
Can I call you my everything
Call you my baby
You're the only one who runs my world
(Call you mine – Jeff Bernatt ft. Geologic of The Blue Scholars)
Yoongi merona mendengar lagu yang keluar dari ponsel milik Jimin. Ah manis sekali...
Jimin melirik kearah Yoongi. Ugh Yoongi manis sekali lihatlah wajahnya yang merona malu. Jimin jadi ingin menciumnya *eh
Jimin segera membuka ponselnya. Bodohnya ia lupa mengeluarkan aplikasi musik di ponselnya. Tapi sepertinya dia tak akan merutuki kebodohannya karena hal itu membuat Yoonginya merona hihi. Eh Yoonginya?
BLUSH
Jimin merona sendiri mengingat pikirannya barusan hihi.
"Jim.. Jimin saemnim bisa lepaskan tanganku? Aku.. aku ingin ke toilet" suara Yoongi memecah keheningan diantara Yoongi dan Jimin. Jimin segera saja menarik tangannya yang tanpa ia sadari menggenggam tanga Yoongi.
'Tanganya kecil dan pas sekali ditanganku' Jimin tersenyum kembali seraya mengingat rasa-rasa milik tangan mungil Yoongi.
"psst.. psst.. hoceokkie hyung itutuh Jimin caem kenapa cenyum-cenyum cendili? Tae takut"
"Mungkin Jimin caem cedang cuka tak ucah takut kan ada aku yang melindungi hihi"
"memenganya kalau cuka ceceolang halus cenyum-cenyum cepelti itu? Tae melihat Jimin caem cepelti olang gila dekat komplek pelumahan Tae yang cuka cenyum cendili, apa ia cedang cuka cedang cuka ceceolang juga? Hihi telimakacih Hoceokkie hyung" Taehyung memeluk Hoseok sambil tertawa kecil.
"Ani.. aku tidak tahu hihi" entah dariimana Hoseok mendapatkan teori seperti itu. Yang penting ia memeluk Taehyungienya kkk~
"Dasar anak-anak" Jimin bergumam kecil. Sebenarnya dia mendengar omongan Taehyung tadi.. Cuma yah biarkan sajalah.
YOONGI Side
"Argggh! Jantungku kenapa berdetak cepat seperti ini.. umma apa aku akan mati? Tapi mana ada orang mati dengan wajah memerah malu..."
Yoongi memukul dadanya berkali-kali. Tapi apa daya dentuman keras itu tak henti-hentinya terasa*yaiyalah*
"Hey Yoon, makan siang disini?" tiba-tiba suara Seokjin menyadarkan Yoongi. Yoongi hanya mengangguk dan mulai membantu Seokjin untuk memasak.
"PARK JIMIN KAU MAU MAKAN SIANG DISINI APA DILUAR? YOONGI YANG MASAK LOH"
"YAK!"
"AKU MAKAN DISINI" Seokjin tersenyum senang saat Jimin menyahutinya. Ugh rasanya Seokjin menjadi gemas melihat Yoongi dan Jimin. Rasanya ingin langsung menikahkan mereka (?)
'Kalau si Jimin tidak cepat-cepat menyatakan perasaannya, akan kunikahkan mereka berdua langsung didepan semua orang' itulah isi hati seorang Kim Seokjin yang melihat hubungan yang tak tampak diantara Yoongi dan Jimin
'Apa? Makan bersama Jimin? Aku bisa mati..' yoongi membayangkan dirinya yang tergeletak didepan meja makan milik Seokjin dengan sangat tidak elitnya.
Hahhh dasar orang jatuh cinta...
TBC
*A/N : HAI HAI I'm back.. ini lanjutan nya hehe lagu favoritku nyempil dikit yaa hihi. Mari kita tunggu kelanjutan hubungan Jimin dan Yoongi hihi tapi rasanya moment Vhope nya lebih sedikit ya? Hehe kan fokus MinYoon gapapa kan yaa? Hihihi terimakasih untuk semua yang sudah review/fav/follow aku harap chapter ini memuaskan kalian ne.. saranghaeyoo :***
**Balesan Review
MyNameX
kkk~ emang yg gedenya bikin gemes, kookienya nggak mau dia kan udah sama noona *tunjuk diri sendiri*
kimtaeh
ini sudah lanjutttt.. kan biar greget hihi, iya kookie doyan nuna (?)
ameliariska330
kan biar penasaran hehe.. ini sudah lanjuttt
sekar000718
gak sekalian malu2 domba (?) kkk duh ini sudah update hihi.
VampireDPS
wah ada sule (?) kookienya maunya sama aku gimana dong (?)
kookieomma
kkk~ review mu panjang ne... hoho tae nya sama hoseok dulu ne nanti gantian (?) kan biar greget malu2 gitu *apa* jangan dikulitin ntar ff nya abis dong hihi. Duh ngga janji ya bikin tae panggil mereka eomma appa hehe maaf juga aku gabisa update kilat *sungkem* hehe intinya ini dah lanjuttt.
haeri20412
Ini sudah lanjuttt...
Park Sung Rin
iya kan mukanya Jimin mendukung juga tu (?) iya mereka romantis aku aja iri *lah* Yoongi emng cantik kkk~ ini sudah lanjutt
MinJiSu
iya semacam itulah xD jimin udah mulai gombalin Yoongi tuh hihi duh awas senyum2 sendiri hihi ini sudah lanjut kkk~
GitARMY
karena kookie suka (?) mereka pasti jadian kokkkk *lirik Yoongi Jimin* haha terimakasih koreksinya aku ngga marah kok malah berterimakasih banget hihi ini sudah lanjuttt, salam kenal juga ne :3
hilmarhc
ini sudah lanjuttt masih kuatkan (?) kkk xD
Guest
Aku juga suka sama cast nya apalagi Yoongi *ditenggelemin Jimin* kkk~ terimakasih ini sudah lanjuttt
Eclaire Oh
kookienya ngga mau kan dia udah ada nuna *tunjuk diri sendiri* *disumpel* tae emang gemesin banget kkk~ jimin gitu loh (?) ini sudah lanjutttt
FyRraiy
ini sudah kanjut maaf ne gabisa update kilat :3
Nyonya Jung
kkk~ ini sudah lanjutttt :3
sugasmile
Iya tae emang lucu banget.. authornya juga lucu *lah* awas dibayangin ntar suka (?) ini sudah lanjutttt xD
anoncikiciw
iya tae emang imut banget.. authornya juga imut *dilempar*xD ini sudah lanjutttt
siscaMinstalove
Rep : Ciyeee ini dah lanjut kkk~
Kyuminsimple0713
hihi gimana yaa...
Nov1124
kan udah ada korma (?) Jimin udah gombalin Yoongi kok anti menstrim lagi xD kookie masih lama gedenya xD ini sudah lanjuttttt hihi
Lucky Miku
apa? Aku emang imut *diterbangin ke luar angkasa* kan kookie masih polos-polos gituuu hihi ini sudah lanjut kkk~
Phylindan
Iya Jimin guru TK kan mukanya cocok tuh ramah dan bersahaja (?) kkk~
RealMutiSHAWOL
iya aku juga imut *kedip-kedip manja* *dilempar* ini sudah next maaf kelamaan hehe
Kookie
jangaan nanti kalo tae diculik hoseok kesepian (?) iya minyoon emang gemesin minta digerebek (?) ini sudah update hehe
dumbshn
ini sudah lanjut kkk~ hihi awas meleleh lagi..
minkook94
tae emang imut hihi.. jimin nya sih udah sadar Cuma yah gitu deh hihi nanti soal orang tua tae nanti aku ceritain ne :3 mungkin chap depan
HappyHeichou
hihi iya Jimin sweet, authornya juga sweet *gak* xD ini sudah lanjuttt
