Hey Arnold! (c) Craig Bartlett dan Nickelodeon
Love VS Prestige! (c) Radar Neptunus
Warning : OOC, abal, misstypo berterbangan(?), Alternatife Universe, dkk.
Pairing : Arnold x Helga G. Pataki, and other.
Rate : T, belum berani rate M.
Genre : Friendship abal & Romance cacat.
Summary : Saat kau jatuh cinta pada seseorang yang merupakan rival abadimu, manakah yang akan kau pertahankan? Cintamu atau gengsimu? Let's read.
Chapter 2
Don't like, don't read okay?
Hari ini tampak seperti biasa di mata Arnold. Ia naik sepeda Fixie dari rumahnya menuju sekolah. Angin dengan lembut menyapa helaian pirangnya yang mulai memanjang. Matanya melihat bangunan tua yang ia kenali sebagai sekolahnya. Arnold mengayuh sepedanya lebih cepat dan memarkir sepedanya. Ia berjalan santai memasuki lorong sekolahnya yang masih sepi karena ini masih terlalu pagi. Semua berjalan datar-datar saja sampai ia dikejutkan suara ketus rivalnya, Helga, yang entah dari mana datangnya.
"Hei kepala baseball. Kau sudah baca pengumuman, eh?" tanya Helga sengak padahal di dalam hatinya, ia serasa akan meledak. Tentu saja tak ia perlihatkan pada Arnold.
"Belum, dan tak akan pernah lihat," jawab Arnold cuek. Ia sebenarnya tak ingin mengeluarkan kata-kata pedas macam tadi, hanya saja lidahnya serasa kelu saat berhadapan dengan Helga dan yang keluar hanya kata-kata macam tadi.
"Sebaiknya kau lihat. Kau pasti tertarik," balas Helga menyeringai. Ia percaya diri dengan opininya tadi. Arnold melangkah malas-malasan ke arah papan pengumuman untuk memuaskan Helga. Oke, Arnold benci mengakuinya.
PENGUMUMAN
Bagi yang berminat berpartisipasi di acara drama perpisahan para anak kelas VI, harap hubungi panitia penyelenggara. Diharapkan partisipsi dari murid kelas IV-VI. Tema acara drama kita tahun ini adalah Cinderella. Syarat pendaftarannya bebas.
Dibutuhkan peran sebagai berikut :
Cinderella
Pangeran Philip
Ibu tiri Cinderella (Mrs. Halton)
Kakak tiri Cinderella (Kelly)
Adik tiri Cinderella (Jane)
Ayah Cinderella (Mr. Halton)
Dan pemain figuran lainnya.
Seleksi akan dilaksanakan minggu depan.
TERIMA KASIH.
Tertanda Kepala Sekolah
"Hm, lumayan. Darimana kau tahu aku suka drama begini?" tanya Arnold pada Helga. Seketika tubuh Helga menegang kaku. Kenapa Arnold bertanya seperti itu? Apa Arnold tahu jika ia memperhatikannya terus?
"Entahlah," jawab Helga asal, padahal mukanya panas dingin, ia tak ingin Arnold tahu jika ia sering memperhatikannya. Dan mengetahui apa saja yang Arnold suka dan Arnold benci. Yap, cinta, oh, cinta.
"Oh, begitu. Bukannya kau juga suka drama? Bagaimana jika kita bersaing mendapatkan peran terpenting di drama tadi? Yang menang boleh meminta satu permintaan pada yang kalah, dan harus ditepati," tantang Arnold tiba-tiba. Dan Arnold pun tidak mengerti kenapa ia ingin sekali menunjukkan kehebatannya di depan Helga.
Helga merasa tertantang dan mulai agak naik darah. Mukanya yang tadi tegang berubah menjadi angkuh dan dingin.
"Heh, tidak salah? Pikirlah sekali lagi jika ingin mengalahkanku," ucap Helga sinis. Kata-katanya tadi membakar harga diri Arnold sebagai laki-laki tulen, tentu saja.
"Jadi sekarang kau takut eh?" jawab Arnold santai. Ia memperhatikan raut wajah Helga yang baginya terlihat manis. Ia membayangkan jika nanti Helga yang menjadi Cinderella dan berdansa dengannya.
'Deg! Apa yang kupikirkan tadi?' batin Arnold menggelengkan kepalanya kuat-kuat sampai terasa pusing. Helga hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Kau akan menyesal topi kecil," seringai Helga sambil melenggang pergi. Arnold menatap kepergian Helga agak tak ikhlas. Perlahan, seringai jahat Arnold terbit. Ia ingin mengerjai Helga habis-habisan di kompetisi kali ini.
XXX
Bel istirahat berdengung kencang, bagaikan suara perut murid kelas I sampai kelas VI. Arnold dan Gerald seperti biasa, melangkah ke kantin dengan malas. Mereka berdua sedang bad mood gara-gara Helga dan Phoebe, lebih tepatnya pada Helga. Apalagi sekarang rambut dan sebagian baju mereka basah kuyup, dan mereka mulai menggigil kedinginan. Gerald masih mengutuki Phoebe, gadis kalem berkacamata yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya.
Flashback
Arnold masuk ke kelas VI-B setelah tadi ia berbincang dengan rivalnya, Helga. Di koridor, ia bertemu Gerald dan masuk bersama. Sepasang sahabat itu mulai membicarakan kehidupan sehari-hari mereka, dan topik hangat mereka tetap tentang baseball. Sampai di depan kelas, Arnold memutar kenop pintu dan tiba-tiba selang persekian detik terdengar suara Phoebe.
"Arnold! Gerald! Awas!" teriak Phoebe histeris yang reflek membekap mulutnya dengan dua telapak tangannya sedangkan anak-anak yang lain menutupi matanya.
"Byuuur! Braakk!"
Terlambat sudah. Bubur sudah terlanjur di makan. Arnold dan Gerald basah kuyub, dan parahnya kepala Arnold tertimpa baskom air yang jatuh tadi. Lamat-lamat terdengar suara tawa dari seluruh penjuru kelas VI-B, yang paling keras tentu saja dia, Helga G. Pataki, dalang dari seluruh keributan tadi. Arnold saat itu sempat berpikir, bagaimana cara Helga dengan cepat menyusun rencana untuk mempermalukannya?
End Flashback
"Harusnya kau tidak mengajakku, kawan," kata Gerald menyesal. Ia meniupkan udara panas ke telapak tangannya yang semakin dingin. Arnold diam saja. Tak merespon teman seperjuangannya.
"Kau dengar aku, eh?" kesal Gerald. Arnold hanya melirik Gerald sebal. Yang dilirik hanya mendengus. Ia tak habis pikir bagaimana sahabatnya yang ramah ini bertransformasi menjadi iblis bertanduk satu jika menyangkut seorang gadis kecil, oke ralat, gadis menakutkan bak Helga. Gerald berani bertaruh, Arnold sedang merencanakan pembalasan yang lebih kejam pada cewek tomboy itu.
To be Continued
Author's Note:
Aaa, maafkan saya menelantarkan fic ini dengan nistanya. Kali ini pun saya update tapi masih pendek sekali. Maaf kalau mengecewakan semuanya *nelen garpu*
Untuk semua senpai di fandom Hey Arnold Indonesia, mari kita dedikasikan karya kita di fandom sepi ini *dibakar Arnold's Fansclub*
Balasan review chapter kemarin~
Permen Caca: HAALLLOOOOW juga Caca-nee~ Ini udah aku apdet lanjutannya, masih sedikit banget yah ._.
Arnold di sini kubuat OOC biar greget XD
Athenz: Terimakasih X) Ini sudah apdet XD
Raja Kadal: Ini udah dilanjut, gyahahaha XD
Rokka Nishimiura: Hihi, maaf chapter kemarin kependekan, ini juga masih pendek ._. Tak apa, ini sudah update X)
Krad Hikari vi Titania: Ini sudah diapdet X)
Fi Suki Saki: Sudah aku lanjutin nih XD
Hellerick Ferlibay: Thanks for your review before. Well, Arnold's head look like baseball for me X)
Piringgg: Yups! Semoga saja bisa, habis saya agak buruk di genre romance -.- Terimakasih semangatnya. Ini sudah apdet XD
Mind to review?
