CHAPTER 2

~Author pov~

Yosoon, yeoja kyeopta yang namjachingunya direbut oleh seorang namja bernama Yong Junhyung, kini mulai merasa kesepian, biasanya ia berangkat dan pulang sekolah bersama namjachingunya, tapi sekarang ia harus berangkat dan pulang sekolah sendirian. Di sekolah pun Dongwoon selalu berduaan dengan Junhyung, atau kadang ber-empat dengan Kikwang dan Doojoon juga, membuat Yosoon jadi selalu sendiri. Memang Dongwoon masih sering menghubunginya baik lewat sms maupun telepon, tapi Dongwoon tidak pernah membicarakan tentang Junhyung sekalipun Yosoon menanyakannya Dongwoon selalu mengalihkan pembicaraan atau bahkan mengakhirinya.

Saat ini Yosoon sedang duduk sendirian di dalam kelasnya, belum ada murid lain yang datang karena sekarang baru jam tujuh kurang sepuluh menit sedangkan jam pelajaran dimulai pukul setengah delapan.

Seorang namja cantik berambut merah menghampiri Yosoon yang masih saja melamun. Ia di samping kiri Yosoon.

"Ada apa cantik? Kenapa murung begitu? Masih saja memikirkan Dongwoon, namjachingumu yang diambil Junhyung, namja yang ngakunya paling cool satu sekolah itu?"

Yosoon melirik tidak suka kearahnya. "Cantik, cantik, kau itu yang cantik!"

Namja tersebut mempoutkan bibirnya. "Aku kan tampan bukan cantik, kau itu yang cantik. Sudah, jangan dipikirkan Dongwoon, putuskan saja dia dan jadilah yeojachinguku, aku berjanji akan menjadi namjachingu yang baik untukmu. Aku akan selalu berada di sampingmu, menjagamu, dan membahagiakanmu. Lima tahun lagi, aku akan menikahimu dan membawamu honey moon ke kutub utara agar kau bisa melihat penguin," ucapnya lebay membuat Yosoon semakin merasa terganggu dengan kehadirannya.

"Jangan mimpi!" ucap Yosoon ketus.

"Untuk apa kau mempertahankan Dongwoon yang sudah jelas jelas mengkhianatimu, mending kalau selingkuhnya di belakang, ini selingkuhnya aja terang-terangan gitu, di depan mata kepalamu sendiri. Dengan namja pula, masih masuk akal kalau sama yeoja yang lebih cantik darimu, walaupun tidak ada yeoja yang bisa mengalahkan kecantikanmu," kata namja cantik tersebut penuh emosi. Tangan kanannya merangkul pundak Yosoon sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menopang kepalanya.

Yosoon terlihat berpikir sejenak. "Benar juga sih kata Hyunseung," batinnya, sebuah ide muncul di kepalanya.

"Hyunseung-ah, berpura-puralah menjadi namjachingu baruku, hanya BERPURA-PURA," katanya dengan memastikan namja bernama Hyunseung itu mendengar kata 'BERPURA-PURA' yang ia ucapkan dengan penuh penekanan. "Hanya untuk mengetes apakah Dongwoon masih mencintaiku atau tidak."

Hyunseung mengangguk setuju. Sebuah senyuman terkembang di bibir manisnya. "Tapi kalau Dongwoon ternyata tidak menghiraukan kita, yang berarti ia memang sudah move on ke Junhyung, kau harus BENAR-BENAR menjadi yeojachinguku."

Yosoon mempoutkan bibirnya. "Andue…. Kita cuma pura-pura, tidak akan pernah menjadi pasangan nyata."

Hyunseung melepaskan rangkulannya pada pundak Yosoon. "Berilah aku kesempatan Yosoonnie, aku berjanji tidak akan pernah mengecewakanmu. Apa sih lebihnya Dongwoon dibanding diriku ini. Aku ini tampan, tinggi, bersuara emas, bertubuh ideal, jago dance, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung," ucapnya menyombongkan dirinya sendiri.

Yosoon hanya bisa mendengus kesal mendengarnya.

Sejak pertama kali bertemu Hyunseung memang sudah menaruh hati pada Yosoon dan selalu mengejarnya, tapi Yosoon lebih memilih Dongwoon ketimbang dirinya. Namun begitu Hyunseung tidak pernah menyerah begitu saja, setiap kali ada kesempatan ia selalu berusaha mendekati Yosoon untuk merebut hatinya.

.

.

.

Sejak saat itu Dongwoon seperti benar-benar menjadi kekasih Junhyung, kemanapun mereka selalu bersama. Berangkat sekolah bersama, pulang sekolah bersama, saat jam istirahat juga selalu menghabiskan waktu bersama, bahkan saat pergantian jam pelajaran atau jam kosong Junhyung seringkali mengunjungi kelas Dongwoon untuk sekedar memastikan 'namjcahingu'nya itu masih hidup. Dan rencana Junhyung sukses, tak ada lagi yeoja-yeoja yang mengejarnya karena yoeja-yeoja itu malah berubah menjadi Jun-Woon shipper sekarang, rupanya mereka rela kalau pujaan hatinya menjadi milik Dongwoon .

Secara tak sadar kedua namja tampan tersebut mulai menikmatinya. Dongwoon yang semula melakukanya dengan penuh keterpaksaan kini mulai merasa senang, bahkan saat jika jam istirahat Junhyung tidak menjemput Dongwoon ke kelasnya namja itu menunggu-nunggu, sepertinya ia sudah lupa dengan yeojachingu yang masih selalu memikirkannya siang dan malam, Yosoon.

Sama halnya seperti hari hari sebelumnya, Junhyung dan Dongwoon kini sedang berada di taman sekolah menikmati sepiring kentang goring yang mereka makan bersama, sepiring berdua nih ceritanya, bukan karena Junhyung pelit tapi karena mereka memang ingin selalu terlihat mesra didepan semua orang.

Seorang yeoja kyeopta dan seorang namja cantik lewat di depan mereka dengan bergandengan tangan, ya mereka adalah Yosoon dan Hyunseung yang sedang mencoba untuk memanas-manasi hati Dongwoon yang ternyata sama sekali tidak panas – rupanya ia sudah lupa kalau Yosoon masih berstatus sebagai yeojachingunya – ia malah menyuapkan sebuah kentang goring ke mulut Junhyung disampingnya membuat wajah yeoja kyeopta yang sedari tadi memperhatikan pasangan abnormal itu menjadi merah menahan amarah.

"Dongwoon benar-benar sudah tidak lurus kah sekarang? Ia benar-benar berpacaran dengan Junhyung oppa? Ia tak mencintaiku lagi? Tapi kenapa ia juga tak memutuskan hubungan kami?" tanya Yosoon dalam hati, tak terasa air mata menetes membasahi pipinya.

TBC