CERITA MASA SMA
BLEACH © TITE KUBO
Genre : Romance, hurt comfort, friendship, family
Rate : T
Pairing : Aizen Sosuke x ?
Ichigo Kurosaki x ? (pairing belum di tentukan)
Warning : Typo(s), AU, OOC, EYD tidak sempurna, pairing tidak jelas, school life, diskripsi minim, cerita pasaran, gaje, absrud, alur mengecoh, dan segudang kekurangan lainnya! "Tidak suka, ga usah baca!"
"Don't like, don't read OK!"
Chapter 2
Akimata Kyoki berhasil menghindari kejaran Aizen Sosuke dengan bersembunyi di salah satu sudut taman. Dan juga menyaksikan pemandangan yang selalu dihindarinya, seorang Aizen Sosuke frustasi karena dirinya. Akimata Kyoki keluar dari tempat persembunyiannya setelah melihat Aizen Sosuke beranjak pergi dari taman. Gadis berambut raven bermata coklat jati beranjak pergi meninggalkan taman, sebelum pulang ke rumah dia mencari toilet terdekat untuk membasuh wajah kusutnya. Dalam hati dia berjanji tidak akan mengeluarkan air mata untuk pemuda yang sangat ia cintai itu. Gadis itu Akimata Kyoki mencoba tegar walau hati belum tentu bisa, tapi dirinya harus tetap mencobanya melupakan perasaan yang tak disadari Aizen Sosuke. Akimata Kyoki berjalan membelah malam kembali ke rumah tidak ingin membuat Byakuya Kuchiki cemas karena dirinya tidak kunjung pulang.
Kyoki ingin meminta izin kakak sepupunya untuk mengikuti program pertukaran pelajar di sekolahnya, jika diizinkan ia dapat menenangkan diri untuk sementara. Kyoki memutuskan untuk menjauh dari pemuda bersurai brunette, cinta yang tak terbalas mungkin akan dia pendam di hatinya yang terdalam. Dia ingin menemui sahabat yang telah dianggapnya sebagai kakak namun, entah kakak kandungnya mengizinkannya atau tidak dirinya tinggal di Indonesia. Siapa tau dengan begitu dia dapat menata hati untuk melupakan perasaan cintanya yang saat ini terlalu menyiksa batinnya. Keluarga Kuchiki masih memiliki hubungan sodara atau lebih tepatnya ayah Kyoki adalah adik dari ayah Byakuya, namun mereka tinggal terpisah.
"Tadaima." Ujarnya sambil membuka pintu.
"Okeri." Sahut Hisana dan Rukia lembut.
"Darimana kamu, Kyoki?" Suara baritone Byakuya Kuchikimenyambutnya.
"Dari taman, Nii-san." Kyoki menyahut pelan.
"Kamu tidak apa kan, Kyoki-chan?" Tanya Hisana menatap gadis itu cemas.
"Aku baik-baik saja, Nee-chan."
"Ya, sudah. Cepatlah mandi!" Ucap Byakuya lembut.
"Ha'i, Nii-san."
Akimata Kyoki berjalan menuju kamarnya dengan sedikit tergesa beruntung Byakuya sepupunya tidak menyadari keaadaannya yang habis menangis tadi. Selesai mandi Kyoki turun ke lantai bawah untuk makan malam sekaligus mengutarakan keinginannya kepada kakak-kakaknya. Jika dengan pindah sekolah dirinya bisa melupakan perasaan yang menyakitkan hatinya ini maka, dia akan lakukan walaupun harus meninggalkan keluarga dan teman-temanya. Karena akan menghadapi ujian kenaikan kelas dan sekolahnya akan mengadakan festival kebudayaan dia ingin mengutarakan perasaannya kepada Aizen Sosuke sekaligus sebagai perpisahan dengan teman-temannya. Apapun tanggapan yang diberikan pujaan hatinya pada pernyataan perasaannya akan di terima dengan hati lapang.
Hening melanda di ruang makan Kuchiki mansion itu semua orang tak ada yang memulai percakapan di sana. Akimata Kyoki memakan makanannya dengan cepat dan ingin mengistirahatkan hati dan pikirannya sejenak, tiba-tiba handphonenya berdering sangat nyaring di kamarnya. Kyoki mengabaikannya dan tetap melanjutkan makan malamnya tanpa terganggu, paling itu hanya dari sang guru yang selalu mencarinya memang sejak kejadian buruk tenpo hari Kyoki menghindari Aizen Sosuke wali kelasnya. Hal itulah yang membuat seorang Aizen Sosuke frustasi luar biasa karena dijauhi gadis raven tersebut.
"Nii-san?"
"Ya, ada apa Kyoki?"
"Tahun ajaran baru nanti aku ingin mengikuti program pertukaran pelajar. Apakah boleh?" Ungkapnya takut-takut.
"Apa kamu serius, Kyoki-chan?" Hisana, Byakuya dan Rukia nampak kaget dengan keputusan Kyoki.
"Apa kamu yakin, Kyoki-nee?" Sahut Rukia Kuchiki menyakinkan keputusan mendadak sepupu cantiknya.
"Sangat yakin, Rukia." Balas Kyoki mantap tanpa keraguan.
"Di negara mana?" Tanya Byakuya singkat.
"Indonesia."
"Baiklah, besok Kakak akan coba menbicarakan ini dengan kepala sekolah."
"Terima kasih, Nii-san."
Sebenarnya Byakuya sedikit terkejut dengan keputusan adik sepupunya tersebut namun, setelah dia mempertimbangkan baik buruknya akhirnya dia mengizinkan sang adik untuk mengambil keputusan yang sangat mendadak tersebut. Siapa tahu dengan Kyoki menjauhkan diri dari pemuda itu sementara dapat membuat perasaannya tenang. Makan malam terasa hening mereka larut dengan pikiran masing-masing, Byakuya akan memberitahukan berita ini kepada kepala sekolah secepatnya. Dia memastikan bahwa orang yang telah menyakiti adik tersayangnya akan menyesal. Hisana dan Rukia memandang Akimata Kyoki dengan tatapan sendu tidak rela untuk melepas gadis itu ke luar negeri sendirian.
Skip Time!
Pagi harinya Akimata Kyoki berangkat pagi-pagi untuk menemui kepala sekolah untuk mengutarakan keinginannya mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri. Di ruang kepala sekolah sudah ada kakaknya Byakuya Kuchiki duduk dihadapan Genryusai Yamamoto, kepala sekolahnya. Kyoki Akimata masuk dengan agak ragu-ragu untuk mengutarakannya namun, melihat tatapan teduh dan senyum lembut Sang kepala sekolah membuat dirinya memantapkan hati untuk bicara.
"Jadi kamu ingin mengikuti program pertukaran ini, Akimata-san?" Tukasnya lembut.
"Benar, Jii-san."
"Baiklah akan aku kirim kamu ke Indonesia bulan depan."
"Terima kasih, Jii-san."
"Sama-sama."
Akimata Kyoki keluar dari ruangan kepala sekolah dengan hati riang, dia bertekad akan menyatakan perasaannya pada saat festival kebudayanan digelar. Kyoki memasuki kelasnya dengan senyun tak lepas dari paras manisnya. Teman-temannya sangat terkejut dengan perubahan sikap gadis itu sekarang. Kelasnya saat ini tengah membahas apa yang akan ditampilkan untuk mengisi festival sekolah tersebut. Rukia Kuchiki yang mengetahui tentang perpindahan sang sepupu hanya bisa tersenyum getir karena dirinya juga memendam perasaan kepada pemuda bersurai orange yang duduk didepannya. Rukia tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Ichigo Kurosaki karena tak ingin merusak persahabatan keduanya sudah terjalin sedari kecil.
"Sekarang kita akan menampilkan apa di festival nanti?" Tannya Ishida Uryuu selaku ketua kelas.
"Bagaimana kalau drama?" Hinamori Momo memberi usul.
"Tahun kemarin kita sudah menampilkannya. Ada yang lain?" tolak Ishida cepat
"Kalau kontes menyanyi bagaimana?" Kyoki ikut mengutarakan pendapat dan disetujui Rukia teman sebangkunya.
"Memang kamu bisa nyanyi, Kyoki?" Tanya Ichigo Kurosaki penasaran.
"Bisa sedikit." Jawab Kyoki singkat.
"Baiklah kita tampikan seni musik dan dance." Putus sang ketua kelas.
Skip time!
Tak terasa waktu festival tinggal menghitung hari semua persiapan sudah mendekati rampung (selesai), Akimata Kyoki telah bersiap-siap untuk penampilannya setelah siswa kelas tiga selesai dengan dance berpasangannya. Akimata Kyoki menyeret Rukia ikut menaiki panggung menemaninya. Semua orang terkejut dengan tindakan gadis pemilik manik coklat jati menawan itu termasuk Rukia yang diseretnya. Keduanya meraih gitar listrik di belakangnya, menyetelnya sebentar untuk menyesuaikan dengan keinginannya. Suara merdu mengalir lembut dari bibir lembutnya, lagu sendu sukses ia bawakan dengan penghayatan yang seolah dirinya larut kedalam lagu tersebut.
Rukia yang tadi terpaksa mengikuti sang sepupu saat ini larut dengan lagu yang tengah dibawakan gadis itu. Gitar tersebut diberikan Byakuya Nii-san saat ulang tahunnya yang ketiga belas. Kedua gadis mungil itu mempersiapkan segalanya dengan sempurna dia tidak ingin mengecewakan sang kakak selama ini. Lagu itu sukses membungkam semua orang yang menyaksikan penampilan keduanya, tak terkecuali Aizen Sosuke. Pemuda brunette tak sekalipun mengalihkan pandangannya dari panggung tempat Kyoki akan memberikan penampilannya saat ini.
"Lagu ini kupersembahkan untuk seseorang yang sangat berharga di hidupku." Suara Akimata Kyoki mengalun lembut.
'ku tak percaya kau ada disini'
'menemaniku disaat dia pergi'
Sungguh bahagia kau ada disini'
'menghapus semua sakit yang ku rasa'
Petikan gitar mengalun lembut dari panggung tersebut, Akimata Kyoki memejamkan mata menghayati setiap lirik lagu yang dinyanyikannya.
'mungkinkah kau merasakan?'
'semua yang kupasrahkan'
'kenanglah kasih'
Perasaan cinta yang tak kunjung mendapatkan balasan dari pemuda bersurai brunette, Aizen Sosuke mengalun sendu di penjuru sekolah itu. Lirik lagu ini mengandung arti yang dapat membuat pendengarnya merasakan sebuah cinta yang suci tidak medapatkan balasan dari orang yang dicintai apakah yang harus dia lakukan?
'kusuka dirinya mungkin aku sayang'
'namun apakah mungkin kau menjadi miliku'
'kau pernah menjadi, menjadi miliknya'
'namun salahkah aku bila kupendam rasa ini'
(RASA INI BY VIERRA)
Teman sekelas sepasang sepupu itu tampak tercengang mendengar lagu ini, lagu yang setiap liriknya menggambarkan betapa hancurnya perasaan sang gadis saat itu. Orihime Inoue menoleh ke arah Aizen Sosuke yang berdiri di depan panggung sedari tadi ingin melihat tanggapan atas pernyataan perasaan Akimata Kyoki dengan lagu itu. Di bagian reff Kyoki tidak dapat menahan laju air matanya dirinya tampak tidak berniat untuk menghapusnya, Aizen Sosuke yang melihat pemandangan itu sempat tercengang dengan setiap lirik lagu sendu sepertinya pernah didengarnya tersebut. Dan semakin terkejut saat dirinya baru mengetahui jika sekarang Akimata Kyoki menangis saat menyanyikan lagu tersebut. Byakuya Kuchiki yang menonton pertunjukan tersebut hanya dapat memalingkan wajahnya ke arah lain tidak tega melihat adiknya menangis di atas panggung.
Di sudut tak terlihat tampak sesosok gadis manis tengah melihat penampilan kedua gadis dengan surai raven itu, ia adalah seseorang yang di kenal Kyoki dan Rukia serta yang mengajari keduanya bermain gitar selama ini. Gadis itu sangat prihatin melihat gadis yang sudah dia anggap adik sendiri tersebut menangis pilu, dia berjanji akan menghajar siapapun yang menyakiti hati Akimata Kyoki. Dia rela datang jauh-jauh dari Indonesia untuk melihat senyum riang dari sahabat baiknya, bukan disuguhi pemandangan menyakitkan seperti ini.
T.B.C
Review?
Kritik dan saran selalu di tunggu..
Mohon bantuannya para senpai sekalian...
See you next chapter!
Sign,
Syabyaku
