Gara Gara Bubble Tea

.

.

Cast : Oh Sehun, Kim Jongin, Xi Luhan

Genre : Romance and Humor

Rated : T

Warning : Typo(es), OOC

Chapter 2

Sehun mengerjapkan matanya berkali-kali untuk membiasakan matanya dengan cahaya yang ada diruangan yang sekarang menjadi tempatnya berbaring. Ia mendudukan dirinya diatas ranjang kemudian ia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Huh ternyata sekarang ia berada di kamarnya sendiri. Tapi bagaimana bisa? Seingatnya tadi ia sedang berada didalam mobil Luhan. Sudahlah dia tidak mau memikirkan ini semua lagipula sekarang dia dalam keadaan selamat sampai di kamarnya.

Seseorang membuka pintu kamar Sehun. Sehun langsung menoleh kearah pintu.

"Kau sudah bangun Hun?" Suara wanita yang agak lebih tua darinya itu kini memenuhi indra pendengarannya. Wanita itu menghampiri Sehun dan mendudukkan dirinya diatas ranjang di samping Sehun.

"Aku baru saja bangun eomma. Eomma sudah pulang dari toko?" ucap Sehun dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur sambil mengucek matanya perlahan.

"Eomma sudah pulang dari jam dua siang Hun" Wanita yang ternyata ibunya Sehun kini mengelus pelan surai anak tunggalnya.

"Tumben eomma pulang cepat sekali. Biasanya eomma pulang jam tujuh malam. Eomma aku boleh cerita kepada eomma tidak?" Nyonya Oh hanya tersenyum mendengar perkataan anaknya yang menunjukan sikap manjanya hanya di hadapannya, sementara di hadapan orang lain anak kesayangannya ini tidak pernah bersikap manja.

"Silahkan Hunnie"

"Tapi eomma jangan marah ya" eomma nya Sehun hanya membalas permintaan anaknya dengan anggukan.

"Baju olahragaku terkena bubble tea yang aku beli, eomma. Bajunya jadi penuh dengan bercak kecoklatan. Ini semua karena Kim Jongin. Maafkan aku eomma. Besok aku akan meminta pertanggungjawaban si idiot itu" Sehun mengerucutkan bibirnya sebal.

"Sudah biarkan saja, Hun. Nanti setelah eomma cuci pasti nodanya akan hilang kok" eomma Sehun lagi lagi tersenyum. Memang dasarnya Nyonya Oh kelewat baik.

"Iih eomma, walau bagaimanapun dia harus diminta pertanggungjawaban karena telah menumpahkan bubble tea ku dan juga telah mengotori baju olahragaku" Sehun makin mengerucutkan bibirnya.

"Ya terserah padamu sajalah Hun. Sekarang mandilah, lalu nanti kita makan malam bersama appa" Eomma Sehun beranjak dari ranjang Sehun dan meninggalkan anaknya sendirian dikamar. Sementara Sehun yang masih memasang ekspresi sebal kini beranjak berdiri dari ranjangnya kemudian berjalan menuju lemari dan mengambil handuk biru muda dari dalamnya. Setelah itu ia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

-XOXO-

Cicitan burung-burung yang berterbangan dilangit terdengar begitu merdu membuat suasana pagi diawal bulan Oktober ini semakin sejuk. Murid murid mulai datang ke Seoul Internasional High School untuk menuntut ilmu, yah walaupun baru beberapa orang yang datang. Dan salah satu dari beberapa murid yang sudah datang itu adalah Sehun.

Sehun memang selalu sepagi ini jika datang, padahal jam pelajaran baru akan dimulai empatpuluh menit lagi. Karena ia naik bis ke sekolah jadi ya mau tidak mau ia akan sampai sekolah jam tujuh pagi. Memang dasarnya dia anak yang kelewat rajin.

Sehun membuka pintu kelasnya. Dan seperti biasa yang ia lihat hanya bangku bangku kosong tanpa ada yang mendudukinya. Belum ada murid lain dari kelas Sehun yang datang, karena sampai saat ini gelar 'Siswa Yang Datang Pertama' masih dipegang oleh Sehun. Sehun menghampiri tempat duduknya yang berada tepat di depan meja guru.

Ia membuka tasnya, kemudian mengambil buku Sejarah Korea dari dalam tasnya. Ia membaca satu per satu kata yang tertera di halaman 121 buku itu secara perlahan dan dengan sangat teliti. Baru saja ia membaca kira kira sepuluh kalimat, tetapi suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya dari buku itu. Ia menoleh kearah pintu. Dan sepersekian detik kemudian seseorang yang baru saja masuk kedalam kelasnya membuat kelopak matanya terbuka secara penuh.

Kim Jongin datang sepagi ini?. 'Tumben si idiot itu pagi pagi begini sudah datang' batin Sehun. Ia memutar kedua bola matanya malas. Tiba tiba memori dari insiden yang menimpa dirinya kemarin menghampiri otaknya sehingga ia jadi teringat apa yang sudah dilakukan oleh namja yang baru saja masuk ke dalam kelasnya kepadanya kemarin.

"Kai, aku minta kau bertanggungjawab dengan apa yang telah kau lakukan kemarin pada bubble tea dan juga baju olahragaku" ucap Sehun dengan tampang sengit sambil meghadap kearah Kai alias Kim Jongin yang tak tahu bagaimana caranya ternyata sudah duduk di kursinya sambil memainkan gadgetnya

Kai yang mendengar namanya dipanggil, langsung mendongak kearah asal suara. Setelah mengetahui siapa yang memanggilnya, ia berdiri kemudian meletakkan gadgetnya diatas mejanya. Ia berjalan menuju seseorang yang menjadi asal suara barusan.

"Apa yang kau mau dariku sebagai bentuk dari pertanggungjawabanku Oh Sehun?" Tanyanya tak kalah sengit di depan wajah Sehun. Jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa centi. Sehun bisa merasakan napas mint milik Kai berhembus di pipinya. Dan juga sebaliknya, Kai bisa merasakan napas herbal milik Sehun menerpa perpotongan lehernya. Tangan kanan Kai menyentuh pipi kanan Sehun dengan lembut. Sementara yang disentuh hanya bisa menunduk sambil diam tak berkutat.

"A-apa yang kau lakukan Kai?" tangan Sehun terangkat dan langsung menepis tangan Kai yang tadi menyentuh pipinya. Sehun bisa merasakan pipinya mulai memanas. Bukan karena emosi tapi karena perasaan apalah itu Sehun tak mengerti.

"Jawab dulu pertanyaanku sebelum kau balik bertanya Sehun" ucap Kai sambil berbisik tepat disamping telinga kanan Sehun. Kini Sehun bisa merasakan darahnya berdesir deras di dalam tubuhnya. Bisikan Kai berhasil membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Sehun melangkahan kakinya ke belakang dua langkah sehingga terciptalah jarak diantara mereka berdua.

"Aku mau kau membelikanku bubble tea setiap hari selama dua minggu ke depan" Sehun langsung mengucapkan permintaannya tanpa pikir panjang sebelum Kai bertindak yang macam-macam kepadanya.

"Hanya itu? Bagaimana jika berkencan denganku setiap hari selama dua minggu berturut turut?" Tercetak jelas diwajah Kai sebuah seringaian licik. Sehun yang mendengar ucapan Kai hanya bisa tersenyum kecut.

"Jangan harap Kim Jongin!" Sehun kini beranjak pergi meninggalkan Kai. Tetapi Sehun kalah cepat dengan Kai, Kai sudah menarik pergelangan tangannya dari belakang.

"Aku belum selesai bicara Sehun. Jadi bagaimana? Apakah kau hanya memilih bubble tea selama dua minggu atau memilih diriku selama dua minggu eh?" Tanyanya lagi dengan seringaian yang terlihat lebih jelas. Sehun berusaha melepas pergelangan tangannya yang masih berada di dalam genggaman tangan Kai, namun hasilnya nihil. Sehun kemudian membalikkan badannya agar menghadap Kai.

"Aish, tentu saja aku lebih memilih bubble tea. Lagipula tidak ada untungnya jika aku memilih namja idiot sepertimu, yang ada selama dua minggu kau hanya akan membuat moodku benar-benar turun. Sudah puas kau dengan jawabanku? Sekarang lepaskan tanganku!" Sehun menghentakkan tangannya dengan kencang sehingga pergelangan tangannya kini telah terbebas dari cengkraman Kai. Sehun beranjak pergi meninggalkan Kai yang masih tercengang karena mendengar ucapannya barusan.

"Mianhae, Hun" gumam Kai pelan setelah Sehun pergi sambil menghembuskan napasnya dengan kasar.

-XOXO-

Jam pelajaran Sejarah Korea yang diajar oleh Kim Seonsaengnim membuat Kai semakin bosan. Ia mengalihkan pandangannya dari Kim Seonsaengnim, lalu ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas. Pandangan matanya kini terhenti pada sesosok namja yang duduk tepat di depan meja guru. Ya, siapa lagi kalau bukan Oh Sehun. Iris onyx milik Kai kini memperhatikan lekuk wajah putih pucat milik Sehun.

Ia jadi teringat kejadian tadi pagi, saat telapak tangannya menyentuh pipi Sehun. Bagaimana bisa seorang namja memiliki pipi sehalus dan semulus itu. Ia memegang telapak tangannya sendiri berharap bisa menyentuh pipi lembut milik Sehun lagi.

Ia terus memperhatikan Sehun dari tempat duduknya. Tiba-tiba saja Sehun menjilat bibirnya sendiri sambil mencatat apa yang Kim Seonsaengnim katakan. Kai menatap bibir cherry milik Sehun tanpa berkedip. 'Astaga Sehun, bagaimana bisa kau memiliki bibir semerah cherry dan bibir cherry mu itu terlihat sangat lembut' batin Kai.

Tiba-tiba saja Kai merasakan sesuatu yang agak keras menghantam dahinya. Ternyata Kim Seonsaengnim menimpuknya dengan penghapus papan tulis.

"Kim Jongin, bisakah kau memperhatikan pelajaranku. Kurasa kau mulai mengantuk. Cepatlah kekamar mandi dan basuhlah wajahmu setelah itu kembali lagi kesini. Aku berikan kau waktu dua menit dari sekarang" Ucap Kim Seonsaengnim dengan intonasi yang cukup tinggi. Sementara Kai hanya mengusap dahinya yang terkena timpukan maut dari Kim Seonsaengnim dengan menggunakan tangannya.

"Mianhae Seonsaengnim" Kai berdiri lalu membungkuk dan kemudian pergi meninggalkan kelas menuju ke kamar mandi yang berada di lantai dua dengan langkah malas.

-XOXO-

"Huh bagaimana bisa aku terkena timpukan penghapus papan tulis dari Kim Seonsaengnim hanya karena perhatianku teralihkan oleh wajah mulus milik Sehun" Kai mengacak surai hitamnya sedikit keras karena frustasi. Ia menyalakan keran yang ada di wastafel kamar mandi kemudian membasuh wajahnya perlahan. Setelah itu ia mematikan kerannya lagi.

"Hahhh apa yang sebenarnya terjadi padaku? Aku bisa benar benar gila karenamu Oh Sehun" gumamnya lagi sambil memukul pinggir wastafel menggunakan tangannya. Dan tentu saja apa yang barusan ia lakukan itu berada diluar batas kesadarannya.

"Auh sakit! Tidak tidak! Aku seratus persen masih normal! Aku masih menyukai yeoja yeoja diluar sana!" ucapnya meyakinkan diri sendiri sambil meniup tangannya yang memerah akibat kelakuannya barusan.

"Aish~ jinjja" rutuknya sebal. Tapi kemudian sudut bibirnya tertarik keatas sehingga membentuk sebuah senyuman di wajah tampannya. Ia kembali mengingat kejadian tadi pagi saat dirinya dan Sehun hanya berdua dikelas dan terjadilah adu mulut yah walaupun tidak berlangsung lama.

"Hhhh yang benar saja?" tanyanya pada diri sendiri dengan ekspresi tidak percaya. Pasalnya, tadi pagi ia yang sedikit menggoda Sehun dan hanya bercanda sebenarnya tetapi mengapa sekarang jadi dirinya yang harus terjebak dalam perasaan aneh ini. Detakan jantungnya berdegup menjadi lebih kencang. Ia tidak mengerti dengan apa yang tengah ia rasakan sekarang. Bahkan ia tidak tahu nama perasaan yang sedang melanda hatinya saat ini.

Apakah itu hanya perasaan bersalah atau mungkin itu perasaan lain yang bahkan ia sendiri tidak mengerti dan ia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya?

To Be Continued

A/N : Annyeong~ ketemu lagi sama aku nih di chapter 2. Aku bener bener gak nyangka kalau chapter 1 cerita ini banyak readers yang ngereview padahal ini cerita pertama aku disini :D

Balesan Review

Zelobysehuna : Kita sama ya ternyata suka KaiHun sama HanHun juga :) Ini udah update nih. Tapi sepertinya ini akan menjadi KaiHun deh.-.

daddykaimommysehun : #ikutantosbarengkamusamaJongin kkkk~ Ini udah lanjut kok ;)

LKCTJ94 : Bisa nyender kok karena setau aku jaraknya gak terlalu jauh #sotoysaya Kalo masalah yang ditangga itu tunggu aja kelanjutan kisahnya yaa :)

Istinya Sehun Bininya Kai : Jongin idupnya emang dipenuhi dengan persaingan *dikeplak Jongin* wkwk. Ini sudah lanjut ya

Nagisa Kitagawa : Semua pertanyaan kamu akan terjawab seiring jalannya cerita kok kkkk~ Ini udah dilanjut :3

Shouraichi Rein : Kalo boleh tau itu Sehun kamu sekap pake apa ya? Hehe. Ini udah dilanjut yaaa~

BabyWolf Jonginnie'Kim : Ini udah dilanjutin kok :) Chapter ini udah lumayankah KaiHun moment nya?

Yunacho90 : Apakah chapter ini udah sesuai permintaan kamu KaiHun momennya? ;) Kai memang selalu sok cuek, aku aja empet ngeliatnya-_-

DiraLeeXiOh : Kita tunggu saja kelanjutan kisahnya kkk~ Ini udah dilanjut loh :D

sayangsemuamembersuju : Sehun Jongin nggak musuhan kok, cuman mereka kaya kurang akrab gitu

chanyeap627 : Thanks men sudah menjebloskan saya kedalam dunia ffn ini yeahh :) Yuk kita lelepin Jongin barengan hehe~ Udah dilanjut nih bro

urikaihun : Tenang ini ff KaiHun kok :) Jjongtem memang nyolot wkwk

izz.sweetcity : Makasih ya karena udah menyukai ff abal ini :D

dia.luhane : Ini udah lanjut nih. Btw makasih ya udah mau nyukain ff buatan aku :)

Kin Ocean : Iya ini KaiHun kok :v Apakah sudah cukup panjang chapter ini? Aku dong yang seharusnya berterimakasih sama kamu karena kamu udah mau baca dan review ff aku :)

CutRabiatul : Makasih atas rasa sukanya sama ff aku :D ini sudah lanjutt

Seli Kim : Karena ini ff KaiHun jadi aku usahain lebih fokus ke KaiHun nih :) ini sudah dilanjut yaaa ;)

Guest : nih udah di lanjutin :) kamu kebanyakan nonton dahsyat kali kkkk~

choi fai fai : ini udah di lanjut nih ;)

ohhhrika : ini udah di lanjutin tapi maaf gak bisa secepat yang kamu harapkan sepertinya hehe. Happy reading :)

ayanesakura chan : Jongong emang nyebelin kkk~ Jongong = Jongin Songong hehe. Ini udah dilanjut yaaa :)

Guest : makasih atas pujiannya aku jadi tersandung eh salah maksudnya tersanjung hehe :D ini udah lanjut loh ;)

myhunie : di chapter ini udah ada moment KaiHun nya ;) udah dilanjut nih :3

Haro : Hai Haro :) makasih atas pujiannya wkwk Lah kok HunHan? Adanya KaiHun sama HanHun di ff ini tapi gapapa aku tau kamu newbie kok hehe

mrblackJ : ini udah ada moment KaiHun nyaaa ;)

Maaf kalo ada nama yang tulisannya salah. Gomawo buat yang udah mau baca apalagi sampai ngereview ff abal ini :) Jika masih banyak kekurangannya di chapter ini mohon dimaafkan karena aku masih author amatir. Sampai ketemu lagi di chapter selanjutnya~~

Apakah cerita ini mengalami peningkatan atau malah justru mengalami penurunan? Kalau para readers memiliki unek unek maupun saran setelah membaca cerita ini, silahkan tulis di kolom komentar yang sudah di sediakan ;) #HugeHug