Isi Surat Kedua :

Los Angels, ##-##-#### *ketara males mikir #digoreng*

Kim Jaejoong..

Kau adalah namja tercantik yang pernah kutemui.. yang berhasil membuatku mengerti akan cinta.. membuatku merasakan hangatnya cinta..

Kau tentu masih ingat, kan? Saat-saat kita bersama, aku maupun dirimu sangat menikmati saat-saat itu..

Tapi maaf.. seiring berjalannya waktu, rasa cintaku padamu kian menipis terhalang oleh jarak dan waktu..

Dan aku telah jatuh cinta kepada seorang yeoja.. sifat dan perilakunya yang sangat mirip denganmu, membuatku teringat kembali akan dirimu..

Baik-baik kah kau disana?

Ada satu pertanyaan yang sangat ingin aku tanyakan padamu..

Bolehkah aku mencintainya dan melupakanmu?

Tentang Changmin, kalau kau tidak mau merawatnya, berikan saja dia ke panti asuhan.

Goodbye, My Lovely Jaejoongie.

Semoga kau mendapatkan orang yang lebih baik dariku

Choi Siwon"

.

.

.

Title : Happiness Chapter 2

Pairing : Yunjae, Yoosu , No Wonjae ^^

Author : Jak Yunjae

Rating : M (pengen kasih T, tapi kok gak yakin ya?)

Genre : Romantic, Broken, Angst gagal

Length : 2/?

Disclaimer : DB5K dan Super Junior milik Tuhan dan keluarganya. Khusus Yunho dan Leeteuk, mereka jadi milik saya juga ^^

Warning : GAJE, YAOI, Bad Angst, TYPO(S), NC Yadong, pokoknya ada adegan yang gak pantas buat dibaca anak di bawah umur *padahal aku anak di bawah umur*. Judul gak nyambung sama isi. Yang gak suka mending gak usah baca.

Notes : Maaf updatenya lama banget. Ada yang nunggu? *krik krik*

.

.

Baiklah. Selamat membaca

.

.

.

Author Pov

19.30 – Mirotic Bar

Junsu tengah melamun memikirkan solusi agar Jaejoong bisa kembali dari keterpurukan, kesedihan, dan kegundahan sahabatnya itu. Semenjak kedatangan paket itu, tidak ada lagi Jaejoong yang sering tersenyum, sering bercanda, yang ada hanya sosok diam yang mengurung diri di kamarnya.

"Apa yang harus aku lakukan untuk Jaejoong hyung..." ucapnya seraya mengacak rambutnya sendiri.

"Ada apa denganmu, Su-ie?" tanya seorang namja tampan berkacamata. Najma tersebut menghampiri Junsu yang terduduk di pinggiran teras luar Mirotic Bar, tempat Junsu bekerja sekarang.

"Ah. ternyata kau, Chunnie" ucap Junsu saat melihat sosok namja yang menghampirinya tadi.

"Ada apa? Kenapa kau menyendiri disini? Apa kau sedang ada masalah, Su-ie?" tanya Yoochun tepat sasaran.

"Kau benar. Tapi bukan aku yang terkena masalah. Melainkan sahabatku." Junsu mengamati baju yang Yoochun kenakan. "Ya, kau membolos lagi?"

Yoochun nyengir lebar. "Aku bosan disana. Lagipula semua tugasku sudah ku selesaikan."

"Ngomong-ngomong,hal apa yang membuat Su-ie ku yang imut murung seperti ini heum?"

Junsu tertunduk. "Sahabatku sedang terpuruk saat ini karena ditinggal pergi oleh kekasihnya. Padahal dia sudah mempunyai anak_"

"Sahabatmu seorang yeoja, Su-ie?" tanya Yoochun dengan bibir mengerucut karena sedikit cemburu.

Sepertinya ada yang lupa author beritahu saat ini. Junsu dan Yoochun adalah sepasang kekasih. Ku tegaskan sekali lagi. SEPASANG KEKASIH! *gak nyante* padahal Yoochun kan punya saya *digetok Junsu*. Ok. Back to story~

"Ani. Dia seorang namja. Jangan kau tanya kenapa seorang namja bisa memiliki anak."

"Ara. Aku tahu. aku pernah mendengar berita seperti itu."

"Sekarang dia hanya tinggal berdua dengan anaknya."

"Lho, dimana keluarganya?"

"Semua keluarganya sudah tiada. Omona.. Apa yang harus kulakukan, Chunnie?" Junsu menatap mata Yoochun dengan sorot mata yang khawatir.

"Umm. Bagaimana kalau dia bekerja disini saja? Daripada dia mengurung diri seperti itu." Usul Yoochun

"Bagaimana dengan Changmin- umm maksudku anaknya?"

"Itu masalah gampang. Bagaimana kalau sekarang kita bicarakan saja pada Yesung?" tanya Yoochun seraya mengusap rambut halus Junsu

(Yesung adalah pemilik bar tempat Junsu bekerja)

"Baiklah. Gomawoyo Chunnie!" Junsu memeluk kekasihnya itu dengan erat. Yoochun yang melihat tingkah Junsu tersenyum kecil dan membalas pelukannya.

.

.

11.30 – Jaejoong's Apartement

Jaejoong POV

Sudah berhari-hari sejak paket itu datang. Dan aku masih mengurung diri di kamar bersama Changmin. Ku lihat anakku sedang memohon meminta makan di hadapanku. Roti yang tersimpan di kamar sudah habis sejak semalam. Dan semua roti itu dimakan oleh Changmin untuk mengganjal perut akibat ulah diriku yang terus mengurung diri di kamar.

"Umma~ Min lapaal.." ucap Changmin memelas.

Aku gak boleh terus terpuruk seperti ini. Akhirnya aku bangun dan merogoh kunci kamar yang selama ini tersimpan di kantung celanaku. Saat pintu terbuka, aku menyipitkan mata karena cahaya terang dari matahari yang masuk ke retina mataku.

Aku membalikkan badanku menghadap Changmin. "Chagmin, ayo sini nak. Kita makan seadanya saja ya. Umma tidak punya makanan enak untuk Min. Tidak apa-apa kan, sayang?"

Matanya menutup seiring dengan elusan tanganku di rambut halusnya. "Ne. tidak apa-apa umma. Min mau makan apaaa saja. Asalkan pelut Min bisa kenyang" ucapnya lucu. Aku langsung mengecup pipi putihnya.

"Siap Pangeran!"

.

Kulihat persediaan beras.. sepertinya hanya cukup untuk satu orang saja..

Aku memang lapar karena belum makan sejak berhari-hari yang lalu. Tapi Changmin pasti lebih lapar dariku. Dia kan mempunyai perut yang seperti karet. *digetok Changmin*

Aku nanti saja. Yang penting Changmin tidak kelaparan.

.

"Pelan-pelan makannya, sayang" ucapku melihat tingkah Changmin kepada makanannya.

"Min cangah lapal ummah" ucapnya dan membuat beberapa nasi yang ada dimulutnya terlempar ke meja makan.

"Sudah. Min makan dulu ya. Bicaranya nanti saja. Oke?" suruhku yang dijawab anggukan dari Changmin.

Beberapa detik kemudian aku sibuk memandangi Changmin. Hingga kemudian..

You Got The Wrong Number ~
You Got The Wrong Number ~
I'm Sorry. You Got The Wrong Number ~
So Don't Call Me No More ~

Ku dengar sayup-sayup lirik bagian reff dari lagu Wrong Number yang dipopulekan oleh Boyband terkenal DB5K. Dan beberapa detik kemudian aku baru tersadar kalau itu adalah bunyi ringtone telpon handphoneku sendiri. Aish! Nomu paboya! Dengan langkah cepat aku berlari ke kamar, menyambar handphoneku dan menekan tombol berwarna hijau.

"Yeoboseyo?" ucapku memulai.

"Jaejoong hyung!" pekik seseorang. Aku agak menjauhkan benda kotak(?) itu dari telingaku supaya suara nyaring itu tidak membuat telingaku sakit. Tentu aku sudah hafal dengan pemilik suara ini. Jadi, tidak perlu melihat nama penelpon yang tercantum di layar handphoneku.

"Ne, ada apa Junsu-ah? kenapa berteriak?" tanyaku cepat

"Aku mendapatkan pekerjaan untukmu!" dia memekik lagi. Tapi aku tidak menjauhkan benda itu dari telingaku.

"Jinjjayo? Pekerjaan apa, Su-ah?" tanyaku senang. Siapa coba yang tidak senang, kalau mendapatkan pekerjaan pada saat kita mendapat kesusahan seperti ini?

"Pelayan penganar minuman di tempatku bekerja, Hyung." jawabnya dengan suara senang.

"Hah? Di.. bar..? bagaimana dengan Changmin-"

"aku sudah membicarakannya dengan bos ku. Dan dia bilang tidak apa-apa. Changmin bisa dititipkan diruang office boy, hyung." Ia menjawab pertanyaan yang ku pikirkan.

"Gomawo Junsu-ah.. kau memang sahabatku yang sangat baik"

"Hehe. Iya dong. Junsu gitu loh(?). Nanti aku akan menjemputmu jam 2."

"Oke. Aku tunggu jam 2 sore nanti Junsu"

"Ne hyung. Sekian ya. bye"

"Bye"

Aku menaruh handphoneku di sebelah piring makan. Ku lanjutkan aktivitas makanku yang tertunda.

"Ciapa yang menelpon, umma?" tanya Changmin dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.

"Junsu ahjussi, sayang. Jangan berbicara dulu ne. habiskan makananmu dulu"

"Umm.."

Kulirik jam yang terpajang di dinding atas dekat lemari. Hmm.. masih ada waktu sekitar 2 jam lagi sebelum kami berangkat ke bar tempat Junsu bekerja.

"Setelah ini Min mandi, ya."

"Mwo? Aniyoo.. Min gak mau mandi.. nanti sole aja mandinya. Min malas ummaa~"

"Baiklah. Kalau Min tidak mau mandi, berarti kamu gak ikut umma pergi nanti"

Kulihat mata mungilnya terbelalak melotot. Tangan kecilnya terkulai di kedua sisi badannya. Sendok yang ia gunakan menggantung di dalam mulut, sehingga gagangnya menghadap ke atas. "MIN IKUUUUUT!"

Sendok beserta semua makanan yang ada dimulutnya terlempar ke atas meja dan lantai. Aku menarik nafasku dan.. "CHOI CHANGMIIN!"

*Skip Time*

13.30

TING TONG~ *bunyi bel pintu*

"Tunggu sebentar! Emaaaaak! Bukain pintunye !"

*PLAK!* oke mian. Kita ulang lagi ^^

TING TONG~

"Ne, tunngu cebental. UMMAA! ADA TAMU!" teriak Changmin

Aku bergegas menarik tanganku. Membilasnya dari sabun cuci baju yang terasa sedikit panas dan licin dikulitku. Setelah itu, aku berlari kecil menuju pintu dan memutar knop nya.

"Annyeong Jaejoong hyung. aku datang terlalu awal ya? hehe"

"Tidak kok. Ayo masuk dulu."

"Juncu ajucci!" seru Changmin seraya memeluk Junsu yang tengah melepas jaketnya.

"Ne, Min sudah mandi belum?" Junsu mencubit kedua pipi putih milik Changmin.

"Udah dong. Min gitu loh."

"Changmin, ayo ganti baju dulu, sayang. Su-ah, kami tinggal sebentar ya"

"Ne hyung ^^"

.

.

"Bagaimana kalau aku tidak diterima kerja disini, Su-ah?" tanyaku gugup.

"Aku sudah membicarakan tentangmu pada pemilik bar ini, hyung. Dan ia sangat setuju hyung bekerja disini." Jelas Junsu

"Hufft. Baiklah. Min tidak boleh berisik ya." Ucapku pada sosok mungil di gendonganku. Ia menjawab dengan anggukan lucu.

Tok Tok! Junsu mengetuk pintu.

"Masuk saja" jawab seseorang didalam ruangan.

Kami bertiga masuk kedalam ruangan serba biru ini. Kulihat seseorang tengah terduduk dibalik meja. Ia mengenakan kemeja berwarna biru pula.

"Silahkan duduk, Junsu dan Jaejoong." Ucapnya ramah.

"Yesung-ssi, ini Jaejoong yang kuceritakan kemarin." Jaejoong

"Annyeonghaseyo, Yesung-ssi" ucapku sesopan mungkin

"Ne, langsung saja ya. Pekerjaan rumah apa saja yang bisa kau kerjakan, Jaejoong?" tanyanya

"Mmm.. memasak, menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, masakin nasi goreng buat author." *yang terakhir tolong diabaikan* ucapku

Kulihat Yesung tersenyum. "Baiklah, kurasa kemampuanmu sudah tidak diragukan lagi. sekarang kau sudah boleh mulai bekerja, Jaejoong-ssi. Seragamnya sudah kausiapkan kan, Junsu-ah?"

"Ne, sudah Yesung-ssi" jawab Junsu.

Aku membungkuk hormat di hadapannya. "Jeongmal gamsahamnida Yesung-ssi."

.

.

"Waaa~ Umma cantiiiik~" puji Changmin

Aku mempoutkan bibirku kesal.

Bagaimana tidak, sekarang ini aku tengah memakai baju pelayan untuk WANITA. Katanya sih karena stok seragam untuk laki-laki teah habis. Huuh. Poor for me -_-

"Umma itu namja, Changmin, Jadi seharusnya kau mengucapkan "Umma tampan", bukannya "Umma cantik" "

"Haha. tapi benar kata Changmin, hyung. Kau terlihat sangat cantik mengenakan baju kerjamu itu"

Aku melempar deathglareku padanya. Ini semua gara-gara dia tidak memberitahu bahwa aku adalah namja. Semua orang yang melihatku pasti menyangka aku adalah seorang yeoja.

Sedangkan Junsu? Oh~ dia tampak tampan mengenakan baju seragam pria yang berwarna biru muda itu. Walaupun paras imutnya tidak bisa hilang dari wajahnya itu ^^

"Hehehe" Junsu hanya nyengir inosen. Yah~ berkali-kali aku melemparkan deathglareku padanya, dia tidak akan pernah merasa takut sedikitpun.

"Ayo hyung. kita harus mulai bekerja" ajak Junsu

"Changmin disini saja ya. Jangan kemana-mana. Kalau ada apa-apa Min tinggal minta Sungmin Ajusshi untuk memanggilkan umma. Jangan keluar dari sini, arasseo?" tanyaku seraya membingkaikan wajahnya dengan kedua tanganku.

Ia mengangguk lucu. "Ne Umma!"

Aku mengecup kilat pipinya lalu berjalan keluar ruangan. Langsung tersaji di hadapan mataku beberapa adegan yang gak boleh Changmin lihat. Aku mendengus pelan. Sepertinya mulai sekarang aku harus mulai terbiasa dengan pemandangan semacam ini.

"Apa tugas pertamaku, Junsu-ah?" tanyaku seraya mengamati satu persatu pasangan yang kebanyakan adalah pasangan gay.

"Emm.." Junsu menyentuh dagunya dengan jari telunjuknya. Ciri khas jika Junsu tengah berpikir. Tiba-tiba..

"Permisi, kami ingin memesan minuman!" seru seseorang.

Ku palingkan pandanganku ke arah suara itu. Kuliha terdapat dua orang namja tengah terduduk santai disitu.

Kulihat Junsu tersenyum melihat orang yang baru saja berteriak. Entah kenapa dia tersenyum seperti itu. "Datanglah ke meja itu, hyung. Layani dengan sebaik mungkin ya." Dia memberikan daftar menu makanan dan minuman.

"Ah, ne." Aku menerimanya sambil tersenyum dan langsung beranjak dari tempatku berdiri. Sebentar lagi aku akan melayani pembeli pertamaku. Kim Jaejoong Hwaiting !

"Selamat malam , jenis minuman apa yang mau anda pesan, tuan?" tanyaku memulai pembicaraan.

"Emm.. aku memesan satu botol bir saja, nona."

Bibirku mengerucut mendengar dia memanggilku nona. Padal aku kan namja. Tapi buru-buru aku mengubah raut wajahku menjadi sedia kala. Karena sekarang aku tengah mengenakan baju yeoja.

"Ada yang lain?" tanyaku singkat

"Yo Yunho, kau mau pesan apa?" namja yang ku ketahui bernama Park Yoochun (terlihat dari nametag yang ia pakai) itu bertanya kepada temannya yang sejak tadi asyik dengan handphonenya.

"Aku sama denganmu, Yoochun-ah. Oh iya. Tolong diantar secepat_" wajahnya terangkat dan terdiam memandangiku. Dapat ku lihat sepasang mata yang menatapku dengan tajam tapi teduh, kulit kecoklatan, bibir berbentuk hati. Benar benar sosok yang tampan. Aku tersenyum hangat padanya.

-Jaejoong Pov End-

"Eumm.. baiklah, 2 botol bir akan segera ku antar_"

"Kau pegawai baru, nona?" tanya Yunho seraya menatap intens sosok Jaejoong dai ujung kaki sampai ujung kepala.

"Umm.." angguknya. Terkesan lucu dimata Yunho.

'Oh God! Kulit putihnya, mata besarnya, hidung mancungnya,bibir pinknya.. benar benar seperti malaikat.. bagaimana ya sosok itu jika tidak mengenakan seluruh pakaiannya? Pasti amat sangat indah..'

Glek!

Sepertinya sosok Jaejoong telah membangunkan sesuatu dalam diri Yunho.

Tiba-tiba Yunho menunjukkan evil smirk nya. Dia bangun dari duduknya, menggenggam dan menarik Jaejoong pergi.

"K-kita mau kemana, Tuan?" tanya Jaejoong tidak mengerti.

"Ke ruang VIP"

"Untuk apa kita ke sana, tuan?"

Yunho mengentikan langkahnya dan mendekatkan kepalanya ke kepala Jaejoong. Diarahkan telinga Jaejoong di depan bibirnya. Kemudian ia membisikkan sesuatu dengan nada erotis. "Sshh~ tentu saja untuk making love denganmu, sayang.."

Mata Jaejoong terbelalak. Ingatannya akan perbuatan Siwon kembali terlintas dengan cepat di pikirannya.

"Tidak.. Tuan.. tolong lepaskan saya.."mohonnya. ia menarik tangannya dari genggaman Yunho. tapi sia-sia. Genggaman Yunho semakin kencang.

"Tenanglah.. aku akan membayarmu sangat mahal untuk ini. Tak peduli lubangmu sempit atau tidak"

"Lepaskan!" jerit Jaejoong seraya menahan tarikan dari Yunho. Jeritannya yang lumayan keras membuat hampir seluruh pengunjung bar melihat ke arah mereka.

"Jaejoong hyung!" Junsu

Mata Yoochun terbelalak. 'Jadi dia yang namanya Jaejoong. Ah! Aku tidak boleh membiarkan Yunho melakukan aksinya lagi.'

"Ya! Yunho! lepaskan dia!" larangku yang dibalas tatapan tidak menyenangkan darinya.

"Haha. kau berani membentakku Yoochun? Tidak tahu apa resikonya? Kalau sampai kau menahan kemauanku yang satu ini, akan kupecat kau. Dan kamu bocah tengik, kau akan kehilangan pekerjaanmu jika kau mencoba berteriak lagi. bagaimana? Tidak mau bukan? Jadi biarkanlah aku pergi dan menikmati yeoja ini. Arasseo?"

Junsu dan Yoochun terdiam. Junsu menggenggam tangan Yoochun erat. Mereka berdua hanya bisa memandang dengan tatapan pilu kepada kedua orang yang perlahan memasuki ruang VIP.

"Chun-Chunnie... Jaejoong.. tolong Jaejoong hyung.." tangis Junsu seraya memeluk tubuh kekasihnya ini.

"Mian.. Jeongmal mianhae Suie.. aku tidak bisa.." jawab Yoochun

Ibu Yoochun tengah dirawat di salah satu rumah sakit terbaik di Seoul. Dan selama ini Yunho-lah yang membantunya dalam urusan administrasi. Jika Yoochun dipecat, otomatis dana yang mengalir juga akan berhenti. Dan Yoochun tidak mau itu terjadi.

Mereka bedua hanya bisa berharap semoga Jaejoong baik-baik saja didalam sana.

.

.

"Umma?" gumam namja kecil saat ia melihat sosok ummanya dari balik tembok.

.

.

.

TBC

.

.

.

Akhirnya selese juga *rentangkan angan ke atas*

Gimana? Chapter ini tambah aneh ya? Salahin Yunho yang nolak ajakan nikah dariku #plak

Pasti banyak typosnya. Karena itu aku minta maaf ya. Ini gak sempat ku edit ulang.

Ada yang tahu apa yang akan terjadi di chapter depan? ^^

Bantu saya dengan saran untuk menentukan lanjutan chapter depan ya.

Makasih baaangeeet buat :: diitactorlove , MaxAberu , KimHanKyu , Sena0205 , mako47117 , ChaaChulie247 , yellow-crown , Hime Aigaara, Cho HyunMin, dan putryboO ( cium kalian semua :* ) karena sudah memberi comment untuk ff aneh saya ini. Maaf aku gak bisa bales satu-satu. Ini aja update buru-buru. Salahin sekolah author yang ngasih ulangan & tugas yang buanyak banget #ditabok

Oh iya. Anon reviewsnya sudah kuaktifkan. Tapi aku gak tahu apa itu dan untuk apa? Yang tahu jawab ya.

Kalo mau ngobrol sama aku, kunjungi tumblr saya ya. Kenapa harus tumblr? Karena saya paling sering main di tumblr daripada jejaring sosial lainnya.

Ini alamat Tumbr saya : .com

Kayaknya aku bakal hibernasi sampai pertengahan bulan Desember. Dikarenakan mau UAS. Jangan lupa belajar ya kakak dan teman-teman ^^

Okey. Sekian dan Wassalam.

Mind to Review? ^^