CHOU
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warn : Shou-ai SasuNaru. Typo (s), GaJe, OOC, semi Canon
Fic ini terinspirasi dari doujin SasuNaru yang berjudul sama karangan B+, tentunya dengan perubahan-perubahan asli ide saya.
Terlihat dua pemuda anbu konoha yang baru saja menyelesaikan misinya. Ciri tubuh mereka hampir mirip, pemuda pertama memiliki rambut hitam klimis yang pendek dan berkulit sangat pucat dan sering menebar senyum sia-sia karena dia memakai topeng yang bernama Kuro, dan pemuda lainya memiliki rambut raven yang sedikit melewati bahu dan diikat juga berkulit pucat walau tak sepucat Kuro yang sering bersikap dingin dan dikenal dengan nama Taka.
"Taka, biar aku saja yang menyerahkan laporan misi. Kau pulang saja, sudah sepuluh hari kau tak melihatnya kan?"
"Hn, aku pulang"
'Sepuluh hari huh? Aku tak bertemu dengannya hampir selama lima tahun' Pikir Taka.
Taka menghilang secepatnya dari hutan, lalu beberapa detik kemudian dia sampai di distrik Uchiha –kediamannya. Dia memasuki satu-satunya rumah yang dihuni dan bergegas menuju ruang keluarga. Sampai disana, matanya hanya terpaku pada objek yang berada di tengah ruang keluarga. Objek itu –Naruto, tengah tertidur pulas dengan posisi menyamping sehingga membelakangi dirinya. Baru akan melangkah lagi, dia mendapati suara derapan kaki dari arah dapur menuju dirinya.
"Tadaima Taka" Kata suara itu, pemiliknya adalah murid salah satu sannin legendaris yang merupakan ninja medis a.k.a Sakura.
"Hn"
"Rambut mu sudah panjang. Apa kau tak mau memotongnya, Sasuke-kun?"
"Hn. Dia menyukai rambutku. Aku tak kan memotongnya sebelum dia bangun Sakura"
"Baiklah terserah kau saja, aku akan meneruskan memasakku di dapur"
"Hn"
Ya, anbu berambut raven panjang tadi adalah Sasuke. Dia kini sedang memandang pemuda pirang yang merupakan kekasihnya itu. Tak ingin membuatnya bangun, Sasuke mengelus pelan wajah tan bergaris itu. 'Naru? Kapan kau akan bangun? Tidakkah kau tau semua orang merindukanmu, aku merindukanmu!' Batinnya.
Selama lima tahun ini Tsunade yang selalu memeriksa Naruto seminggu dua kali, mengatakan tak ada perubahan sedikit pun dari diri Naruto. Fisiknya memang sehat, tapi psikisnya. Entah apa yang terjadi pada pemuda yang dulunya sangat hiperaktif itu. Sasuke merindukan iris biru safir berbinar yang kini selalu kosong, bahkan dia juga merindukan suara cempreng dan tingkah konyolnya yang selalu mencairkan suasana.
'Naru apa salahku? Apa kau membenciku sehingga kau tak sudi bangun untuk melihatku? Apa aku harus pergi dari kehidupanmu' Batinnya miris, Sasuke menangis dalam diam.
"Ehem… Sasuke? Lebih baik kau mandi dulu, aku akan membangunkan Naruto untuk menyuapinya" Sakura tiba-tiba muncul beberapa langkah dihadapannya dengan mangkuk di tangan kanannya dan melemparkan handuk di tangan kirinya ke arah Sasuke.
Selama ini Sakura memang mengajukan dirinya untuk membantu merawat Naruto ketika Sasuke sedang menjalankan misi dan harus meninggalkan Naruto selama berhari-hari, ia juga yang mengurus rumah karena yang ada dipikiran Sasuke hanyalah Naruto. Bukannya tidak suka, hanya saja mugnkin kalau ia tak ada mungkin Sasuke akan mati kelaparan. -,-
Sasuke menurut dengan wajah sembab yang berusaha ia sembunyikan. Sakura hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Sasuke dan memandang Naruto miris. 'Sadarlah Naruto, Sasuke sangat tersiksa'
.
.
Sasuke berendam air hangat lama, ia percaya Sakura masih akan bersama Naruto dikala ia sedang mandi –berendam. Kurang lebih selama setengah jam, Sasuke baru berjalan keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya. Baru akan keluar dari kamar, Sakura sudah mendahului memasuki kamar Sasuke.
"Sasuke aku pulang dulu, makananmu tinggal dihangatkan saja ya. Jaa" Kata Sakura pamit.
"Hn"
Menghargai kerja keras Sakura hari ini, ia mengantar Sakura sampai ke teras rumahnya dan menunggu Sakura hilang dari pandangan matanya sebelum ia kembali ke ruang keluarga. Naruto tengah terduduk di teras belakang rumahnya dan tengah menatap kosong taman di depannya. Sasuke berjalan kearahnya dan memeluk tubuh mungil yang ringkih itu dari belakang dan… tak ada respon –sama seperti biasanya.
"Naru, Unsuratonkachi, Baka, Dobe!" Sasuke berucap dengan lirih dan semakin mengeratkan pelukannya.
Degh!
tubuh itu! Tubuh itu tersentak! Apa Naruto sudah sadar? Sudah bisa meresponnya? Sasuke segera melepaskan Naruto dan mamandang wajahnya. Kepala Naruto melirik ke kanan, mengikuti arah pandangnya Sasuke menemukan sebuah kupu-kupu kecil yang seluruh tubuh –termasuk sayapnya berwarna biru elektrik terang seperti warna cakra. Indah memang, dan enak dilihat –tapi kenapa Naruto tetap tak melihat dirinya?
"Naru… Naruto!"
'Naruto lihatlah aku!'
Sasuke kembali menerjang Naruto sampai keduanya jatuh terlentang dengan posisi Sasuke yang berada diatas, tangan Sasuke merayap melewati yukata oranye yang dipakai Naruto di bagian paha untuk mencoba memberi rangsangan pada Naruto. Naruto tersentak kembali, tapi ternyata karena kupu-kupu itu yang terbang menjauh. Naruto memperhatika lekat-lekat dan menjulurkan tangannya seperti hendak meraih dan tak mau kupu-kupu itu menjauh darinya, mengabaikan Sasuke yang menangis sembari memeluk dirinya erat.
.
.
"Sasuke, ada mata-mata di Konohagakure, aku tidak tahu apa yang mereka inginkan. Panggil semua anbu dan cari mereka segera!" Perintah Hokage ke-6 Konoha a.k.a Tsunade.
"Ha'i"
Pagi hari yang damai di kediaman Sasuke malah rusak dikarenakan Sai yang sudah memakai seragam anbu lengkap dengan topengnya menghampiri Sasuke dan memberitahu bahwa dia di panggil Hokage, dengan ogah-ogahan dia segera bersiap dan berangkat bersama Sai.
Sasuke merasa lebih baik diberikan misi untuk langsung mengeksekusi daripada mencari orang yang tidak jelas kesana-kemari dan membuang waktunya untuk menemani Naruto. Tapi bagaimana lagi, ini sudah perintah Hokage. Setelah ia mengumpulkan semua anbu di atap gedung Hokage, Sasuke membagi para anbu untuk berkelompok dengan 3 anggota. Setelah selesai dan memberitahu misi mereka –itu diberitahu Sai karena Sasuke malas menceritakannya -.-
Sasuke bersama Sai dan satu orang lagi yang ia tidak tahu namanya pergi ke hutan terlarang Konoha, ternyata mereka beruntung baru beberapa menit mencari mereka menemukan sekelompok ninja berjumlah lima orang dengan hitai-ate dan rompi Chunnin Konoha –yang tidak pernah ia lihat sedang beristirahat. Sasuke menyembunyikan cakranya dan memasang telinganya baik-baik.
Mendengar pembicaraan mereka, Sasuke yakin mereka lah mata-mata yang dimaksud. Sasuke memberi kode kepada dua rekannya untuk segera menyerang mereka. Beberapa menit kemudian, dua rekan Sasuke dan tiga orang musuh sudah terkapar tidak berdaya. Hanya tinggal Sasuke, dan dia pun cukup terluka parah sama seperti dua musuhnya yang tersisa. Sasuke tak menyangka kekuatan mereka selevel anbu –atau mereka memang anbu?
"Uchiha Sasuke, anbu Konoha. Tak menyangka kau terkena jebakan kami" Salah satu musuhnya menyeringai.
"Apa maksudmu?" Tanya Sasuke
"Mengapa kau beritahu dia?!" Musuhnya yang satunya tampak tak setuju dengan tindakan yang dilakukan rekannya.
"Akan lebih seru kalau kita beritahu, lagipula kita 'dia' pasti sudah menyelesaikannya. Kita tak kan kalah"
" Terserah lah"
Sasuke bingung apa yang mereka bicarakan, 'Apa maksud mereka?' Batinya. Mereka terus berdebat dan menyebut-nyebut 'dia', 'dia' siapa? mereka juga tahu identitas Sasuke darimana?
"Apa maksudmu" Sasuke mengulang pertanyaannya.
"Kami hanya umpan…" Jawab mereka menggantung mendramatisir suasana, "Misi kami yang sebenarnya adalah… membunuh Uzumaki Naruto sang Jinchuriki Kyuubi hahaha!"
Brughh… Dakk
Mendengar bahaya pada kekasihnya, amarah Sasuke tersulut. Dia meninju telak wajah salah satu musuhnya dan menendang perut musuh satunya. Dia lalu mengambil acak satu musuhnya (?) yang masih sadar dan mengaktifkan Sharingan nya dan menghipnotis musuhnya.
.
.
Di kediaman Sasuke, seperti biasa Naruto akan duduk di teras belakang dan memandangi taman yang penuh dengan bunga Matahari kesukaannya yang dia dan Sasuke tanam, dan seperti biasanya juga ia akan menatap kosong segala yang tertangkap matanya. Naruto menggerakkan kepalanya perlahan, mencari kupu-kupu berwarna biru elektrik yang kemarin.
Tiba-tiba, dari pagar belakang yang menjulang tinggi seorang pemuda yang memakai rompi Chuunin dan Hitai-ate Konoha meloncat dari saa dan menghampirinya. Naruto Nampak tidak terkejut, dia tetap berekspresi datar dan menatap kosong lawannya meskipun lawannya kini tengah mengarahkan sebuah katana padanya.
"Jinchuuriki Kyuubi, kau akan mati ditanganku! Hahahahah!" Orang itu tertawa seperti orang gila dengan katana yang sudah ia posisikan untuk menebas dada -jantung targetnya.
Tawanya berhenti ketika ia tak mendapat respon apapun. Merasa dianggap remeh lawannya, urat dikepalanya membentuk pertigaan tanda sedang kesal.
"Bocah! Kau tidak takut mati hah? Huh bagus kalau begitu, berarti tak ada yang akan mendengar jeritanmu itu" Katanya mencoba berpikir optimis.
"Terimalah semua dendam kami, meski nyawamu tak cukup untuk membayar semua nyawa yang kau bunuh Monster!"
Sratt!
"Akh!"
"Mati kau! Hahaha"
.
.
Ternyata butuh waktu cukup lama untuk mengorek informasi lawannya meskipun sudah menggunakan Sharingan. Mereka bukan mata-mata, mereka asli ninja Konoha yang masih menyimpan dendam ketika Kyuubi lepas kontrol dahulu. Tanpa babibu lagi, Sasuke yang masih marah membakar habis mereka dengan api hitamnya dan segera pergi ketempat Naruto.
Sasuke terburu-buru memasuki rumahnya, saking paniknya dia melupakan di bisa langsung berteleport ke hadapan Naruto langsung. Beberapa langkah lagi dia bisa melihat Naruto, ia bisa mendengar suara seseorang yang tidak ia kenali. 'Gawat aku terlambat' paniknya. Beberapa langkah dihadapan Naruto, seorang pemuda dihadapan Naruto sudah bersiap melesatkan katana nya ke dada –jantung Naruto.
'tidak! Naruto!'
Sratt
"Akh!"
"Mati kau! Hahaha"
Tbc
Err… sepertinya ini akan jadi threeshot saja, soalnya Author udah cape ngetiknya dan merasa ini sudah panjang #digeplak, atau mungkin kalian masih menganggapnya pendek? Tapi author sudah cape ngetiknya. Maaf juga buat yang nungguin karena update lama, sungguh entah kenapa cuman buat ngetik aja banyak banget halangannya.
Author juga males ngedit ulang, karena emang ga ada waktu jadi pasti banya banget kesalahan. Semua unek-unek kalian tentang Author ababil ini diterima di kota review.
Nao.
Buat balasan review :
Vianycka Hime : Err… ikutin ceritanya aja ya? Heheh :P
Harpaairiry : makasih
UchikazeRei : Sama! btw maaf kalo sifatnya emang ga sesusai dengan harapan Rei-san.
B-Rabbit Ai : maaf ga bisa cepet, makasih udah suka fic abal ini
Guest : kalo penasaran, ikutin ff abal ini ok? :P
