Di Chapter lalu saya akui sangat tidak memuaskan, dan ada beberapa kata yang tidak cerita ini, saya meminta maaf kalau pembaca tidak puas. ^^" *sujud*

Buat para reviewers :

- Megumi YamaNara : Thanks kakak, udah me-review,yaa ^-^ :*

- magenta-alleth : iya salam kenal, makasih dukungannya yaa ^-^ :*

- hmeidiana : baik^-^ terimakasih sarannya.. itu sangat membantu ^-^ :*

- jenny eun-chan : iya, makasih ya.. ngomong-ngomong, typo apaan? #Gubrakk! Maaf author pemula ^^"

- zeroplus :okke… Thanks ya ^-^ kita liat saja perkembangannya..:*

Di Chapter ini, saya akan berusaha lebih maksimal ("0.0")9 dan berusaha akan memanjangkan cerita saya.. Terima kasih sudah mendukung saya *terharu* TvT

Yosh! Selamat membaca ^^

Don't Her, She's mine

Disclaimer : Naruto bukan milik saya, namun cerita ini milik saya

WARNING! : GaJe, OOC, EyD ancur-belaur(?)

Saya author pemula yang berdosa(?), this is my First story and my first ShikaIno Fict.

DON'T LIKE, DON'T READ

ShikaIno's Area

Chapter 2 " Because she's mine!"

Skip waktu pelajaran

Teng…Teng…Teng…(?)

"Baiklah, pelajaran hari ini selesai," Kata Guru Kurenai.

"Selamat siang,bu.."

"Iya.. Siang.."

Guru Kurenai pergi meninggalkan kelas. Semua murid langsung merapikan buku-buku mereka. Lalu pulang, atau melakukan beberapa kegiatan lain setelah kelas selesai. Ino masih merapikan sudah selesai merapikan tetap duduk dikursinya menunggu Ino.

"Sudah selesai?" Tanya Shikamaru. Ino agak canggung mendengar pertanyaan Shikamaru.

"Sudah." Balas Ino.

"Ayo!" ajak Shikamaru. Ino langsung bangkit dari tempat duduknya. Lalu mengikuti Shikamaru dari belakang.

"Shika,," panggil Ino.

"Hn?" balas Shikamaru.

"kenapa kau mengajakku pulang bersama? Biasanya … aku yang minta untuk ditemani olehmu, 'kan?" Tanya Ino lagi.

"memangnya tidak boleh?" Tanya Shikamaru balik.

"hm,, boleh sih, tapi…"Kata Ino. Shikamaru langsung menghentikan langkahnya, sementara Ino tetap berjalan. Hingga akhirnya mereka lalu menatap Ino dengan seksama.

"Tapi?" tanya Shikamaru lagi.

"aku….. jadi agak canggung kalau kau yang mengajak," kata Ino jujur.

"oh."kata Shikamaru, lalu kembali berjalan dan diikuti oleh Ino.

"Aku akan menemanimu terus mulai hari ini,"Kata Shikamaru sambil membuang muka –wajahnya memerah- .

"Shi-Shika?" tanya Ino Bingung.

'kenapa anak ini?' pikir Ino.

-At Karin's House-

"Jadi, bagaimana?" tanya Karin kepada 2 orang sahabatnya yang lain. Ya, hanya Ten-ten dan Sakura yang datang ke rumah Karin. Hinata sedang mengikuti kursus. Jadi dia tidak bisa ke rumah Karin.

" seperti film yang kutonton, kita meninggalkan mereka di sebuah ruangan, lalu mengunci ruangan itu, menguping pembicaraan yang mereka lakukan. Bagaimana?" Kata Ten-Ten memberi saran.

"Hey… Itu ide bagus."Sahut Sakura setuju.

"…"Karin hanya diam- berpikir-.

"Karin?"Tanya Sakura memastikan keadaan Karin.

"ha?" kata Karin.

"Bagaimana?"Tanya Ten-Ten.

"Ia,, aku setuju..Tapi…"Kata Karin.

"Tapi?"Sahut Ten-Ten dan Sakura serentak.

"Tak akan cukup hanya dengan itu mendekatkan mereka." Kata Karin.

"Hhh.. kau benar…" Kata Sakura sambil menghela napas.

"satu lagi.."kata Ten-Ten cepat. Sakura dan Karin langsung menoleh ke arah Ten-ten.

"Apakah tidak akan ada yang marah dengan kelakuan kita ini? Kita ingin mendekatkan Ino dengan Sasuke, tapi salah satu dari mereka berdua tidak ada yang tahu atau memberi izin pada kita untuk melakukan ini."Kata Ten-Ten cemas. Sakura memegang bahu Ten-ten dengan lembut .

"Hei, Sasuke ingin seperti Shion dan Naruto yang berpacaran,kan? Kalau begitu kita menolong Sasuke,, Ia , 'kan?" Balas Sakura sambil menyunggingkan senyumnya yang langsung meyakinkan Ten-ten.

- At Ino's House –

"Sudah sampai," Kata Ino.

"Hn," balas Shikamaru singkat.

"Terima kasih, ya Shikaa,"Kata Ino sambil tersenyum lebar. Wajah Shikamaru langsung memerah, ia berbalik

"Hn, sama-sama."Kata Shikamaru. Ia berjalan pelan menjauhi teras rumah Ino.

"Kau jadi agak mirip dengan Sasuke-kun, Shika…"Kata Ino sambil menampakkan wajah polosnya.

"…" Shikamaru terdiam.

"Satu hari ini kau tidak ada kudengar mengucapkan kata-katamu yang biasa kau ucapkan..malah kata-kata yang sering di ucapkan Sasuke yang sering kau ucapkan hari ini.."Kata Ino terus terang.

"Sudah, tak usah pikirkan itu." Kata Shikamaru. Shikamaru berjalan pelan meninggalkan Rumah Ino. Ino hanya menatapnya bingung.

- Shikamaru's House –

"Shikamaruuu!" panggil Yoshino dengan nada melengking ala-nya dari dapur.

"…"

"Shikamaruuuuuuuu!"Panggil Yoshino Kembali karena tak mendapat respon dari putra bungsunya itu.

"…"

"SHIKAMARUUU!" Teriak Yoshino yang mulai kehabisan kesabaran.

BRAKK!

Suara pintu dibuka paksa oleh Yoshino. Yoshino mencul dengan wajah menahan murka.

"KAU MENDENGAR IBUMU MEMANGGILMU, 'KAN?!" bentak Yoshino.

".." Shikamaru masih perduli dengan kata-kata dan sambal-sambal(?) yang diberikan ibunya. Shikamaru masih mengingat-ingat kata-kata Ino saat diteras rumah Ino tadi.

'Kau jadi agak mirip dengan Sasuke-kun, Shika…' kata-kata itu yang terngiang terus dipikiran Shikamaru. Mendengar nama Sasuke keluar dari bibir manis Ino membuat hatinya seperti tersayat-sayat. Entah mengapa bisa begitu, Ia juga terus memikirkan rencana Sakura yang sangat ia tentang. Hanya itu saja yang dipikirkan Shikamaru. Yang ia pakai sekarang hanyalah otak untuk berpikir dan hatinya sendiri. Alat indera lainnya serasa tidak bisa berfungsi lagi.

"Shi,Shikamaru?" Tanya Yoshino yang mulai Khawatir dengan Shikamaru. Amarahnya langsung hilang saat melihat putra bungsunya terlihat seperti orang yang merana.

"Shikamaru? apa ada masalah?"Tanya Yoshino yang kini mulai sangat cemas dengan anaknya ini.

"…" Shikamaru tetap terdiam.

"Shikamaru? Shikamaru?...Jawab Ibu…."Tanya Yoshino lagi. Kali ini Yoshino menjadi jauh lebih sabar. Yoshino membelai rambut Shikamaru

"Ceritakan pada ibu Shika," bujuk Yoshino lagi.

"Hhhh….." Shikamaru hanya menghela napas.

"Ino…."Kata Shikamaru.

" Ino? Kenapa dia?"tanya Yoshino mulai antusias.

"Temannya Ino ingin mendekatkannya dengan Sasuke..karena mereka pikir Sasuke cocok dengan Ino.. mereka melakukan itu agar Sasuke mendapatkan kekasih, dan tidak iri lagi dengan orang yang berpacaran," Jelas Shikamaru 'lumayan panjang'.

"Ino ? hahahah," Kata Yoshino tertawa(?).

"Kau hanya terlalu cuek pada Ino, Shika…Wanita butuh diperhatikan, dan sangat peka terhadap orang-orang..Ino tidak akan tahu Shika mencintai Ino kalau Shika cuek terus sama Ino..Simpan kata 'Ino Milikku' dihatimu,tapi jangan karena itu kau menjadi egois, percaya pada kata hatimu walaupun itu bersifat berlawanan dengan yang kau pikirkan.."Jelas Yoshino.

"…" Shikamaru diam, menutup matanya. Dan berkata pada hatinya

'Ino Milikku, dia hanya milikku, bukan milik orang lain'

Ino….Milikku..

-Besok paginya- at outside Ino's house –

"Aku pergi dulu ayah!" pamit Ino. KREEEK!- Pintu dibuka|

"Daah hime! " Sahut Inoichi dari dalam rumah. CKLEK! Pintu ditutup|

"EEEEH?!" Teriak Ino kaget

"Shi-Shi-Shi-Shi-" Kata Ino belum selesai berbicara..

"Ayo ke sekolah! Aku sudah bilang,kan? Aku akan menemanimu terus mulai kemarin. Dan namaku bukan Shi, tapi Shikamaru, kata itu sangat merepotkan." Kata Shikamaru.

"Uh….um…. baiklah…. A-aku ikut kau," Kata Ino balik. Ino pun ikut berjalan mengikuti Shikamaru dari belakang.

'aku yakin, ada sesatu yang aneh pada tuan rusa ini,,,' batin Ino yang tetap berjalan di belakang Shikamaru.

- At the School –

Ting…Ting…Ting…(?) Pelajaran pertama adalah Penjaskes, yang diajari oleh guru Guy. Guru yang selalu menanamkan semangat jiwa muda kepada murid-murid didikannya.

"Baik! Anak-anak! Kita akan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran kita!" Seru guru Guy dengan suara menggelegar dan dengan jiwa berapi-api.

"Perempuan jogging mengelilingi sekolah 2 kali, dan Laki-laki jogging mengelilingi sekolah 4 kali!"Seru guru Guy yang langsung mematahkan semangat murid-muridnya. KHS itu sangat luas. Bahkan hanya berjalan santai mengelilingi KHS sekali saja sudah kecapekan, apalagi jogging mengelilingi KHS 2 kali…

"forehead, kalau aku mati ditengah jogging nanti, jangan lupa tolong aku,ya? Beri juga pesan terakhirku pada ayahku, bilang padanya, jaga dan selalu rapihkan tempat tidurku, karena aku membenci tempat tidur yang berjaring laba-laba(?)" pesan Ino pada Sakura

"Hei pig, kau kira aku bisa selamat dari cobaan(?) yang di beri guru Guy? Sebelum kau mati, aku sudah mati duluan!"Kata Sakura.

"Satu….Dua….Ti-" Hitung guru Guy

DOOOR! Terdengar suara tembakan peluru pertanda kegiatan sudah dimulai*memangnya lari marathon apa?-_-*

Semua siswa dan siswi kelas X-A langsung melakukan kegiatan yang telah diinstruksikan kepada mereka. Banyak murid yang gugur(?) di tengah pemanasan, termasuk Ino.

"Hosh…Hosh…Hosh…."Ino sedang berusaha mengatur napasnya.

"…Minumlah…" Kata seseorang sambil menyodorkan sebotol air mineral.

"Shika? A-ahh….. terima kasih.." Kata Ino.

Semua murid sedang istirahat sejenak sehabis pemanasan. Sakura, Ten-ten, Hinata, dan Karin sedang duduk bersama. Karin melihat dua sosok manusia di bawah pohon sekolah.

"Ehh? Itu? Shikamaru dengan Ino, 'kan? Kenapa yang dekat jadi mereka,ya?" tanya Karin pada 3 sahabatnya yang lain.

"HAH?!Kenapa Shikamaru!"Kata Sakura geram.

"Sa-Sakura…" Kata Hinata berusaha menenangkan Sakura.

"WAKTU ISTIRAHATNYA SELESAI! KE GEDUNG BASKET SEKARANG!" Kata guru Guy pake toa agar semua murid-murid yang letaknya berjauhan dapat mendengarnya.

- Di Gedung Basket (lupa bahasa Inggrisnya-_-") –

Skip saat belajar

Semua murid keluar dari lapangan basket, kecuali Sakura, Ino dan Hinata.

"A-Aku membereskan bo-bola-bola b-basket dulu, y-ya?" Kata Hinata sangaaaaat pelan. Hinata lalu pergi ke gudang tempat bola-bola basket berserakan.

"Aku ke kelas dulu ya, forehead " Pamit Ino. Ino lalu berbalik dan berjalan ke arah pintu keluar

"Tidak! Tunggu!" Kata Sakura berhasil menghentikan langkah Ino yang hampir mencapai pintu keluar gedung.

" Mau apa lagi kita disini forehead?" Tanya Ino.

"Hm? Tunggu sebentar," Kata Sakura. Ino hanya menurut walaupun ia bingung dengan tingkah laku sepupunya ini.

KREEEEET! Suara pintu gedung basket terbuka.

Tampak seorang pria berambut raven, berwajah dingin datang dari pintu masuk gedung yang lain. Ia lalu duduk disalah satu kursi penonton. Dari sakunya ia mengeluarkan secarik kertas lalu membacanya.

"Sa-"belum sempat Ino berbicara Sebuah tangan langsung menutup mulutnya dan menariknya keluar gedung. Di saat yang sama Sakura berbalik-Tidak menghadap ke Ino- dan keluar dari pintu keluar yang bersebrangan dengan pintu keluar Ino tadi.

"Hhh….."kata Hinata sambil mengusap keningnya yang keringatan. Sambil keluar dari gudang yang sesak dan penuh dengan bola.

"…" Sasuke terdiam melihat gadis itu. Ia menatapnya dengan serius dan antusias(?)

"Sa-Sasu-Sasu-" Kata Hinata kaget tergagap-gagap(?)

"Sasuke…..namaku Sasuke bukan 'Sasu'…."Kata Sasuke sambil berjalan ke arah Hinata.

"Loh?! Kok jadi Hinata? Bukannya Ino,ya?" kata Ten-Ten yang beru datang langsung bertanyapada Sakura yang ada diluar pintu keluar gedung. Ia datang bersama Karin juga.

"APA?!" kata Sakura kaget.

"Kenapa kau bisa tidak tahu?! Kan di rencana kau yang mengawasi mereka?! Harusnya kau tahu kenapa ini bisa terjadi…" Kata Karin.

"Haah… kenapa jadi seperti ini..?"kata Sakura putus asa.

"Tenang saja, jika hanya seperti ini mereka gak akan saling menyukai,kok… kau tahu kan? Sasuke orang yang cuek dan sulit tertarik pada seseorang,kan?hanya dengan satu pertemuan begini, tak akan mungkin mereka saling tertarik…" Kata Karin panjang lebar.

"Oke, fine.. sekarang aku lapar." Kata Ten-ten.

"Ya, kalian saja… aku akan mengawasi kegiatan mereka.. apakah masih didalam 'lajur' atau sudah lewat."Kata Sakura.

"Baiklah… kalau mereka sudah selesai berbicara di sana ajak Hinata ke kantin juga,ya?"Kata Karin

"Hn,," Jawab Sakura singkat sambil memperhatikan dua manusia yang tertinggal di dalam gedung basket.

"Shi-Shika? Kenapa kau tiba-tiba.."kata Ino

"…" Shikamaru diam tidak menjawab apa-apa karena bingung.

Sakura melihat dua sosok di depan pintu keluar yang bersebrangan dengan pintu tempat ia mengintip Sasuke dan Hinata. Shikamaru dan Ino.

'Kenapa mereka yang bersama!?' batin Sakura. Sakura geram dan langsung menemui Shikamaru.-Tidak melewati dalam gedung agar tidak mengganggu 2 orang didalamnya-.

"SHIKAMARU!" Kata Sakura nyaring menggema(?)

"apa?"tanya Shikamaru santai. Ino hanya bingung melihat 2 orang itu tiba-tiba bertengkar.

"KAU TAHU RENCANAKU APA, 'KAN?"Tanya Sakura nyaring menggelegar(?)

"Hn,,,"Jawab Shikamaru enteng. Walaupun sedikit bingung mengapa Sakura mengetahui bahwa Shikamaru tahu rencana Sakura.

"KALAU BEGITU JAUHI INO! KENAPA JADI BEGINI?!"Teriak Sakura Menggema dan menggelora(?)

"Sakura?! Maksudnya apa?!"Tanya Ino mulai marah mendengar kata-kata Sakura

"…" Shikamaru Diam.

'Kau hanya terlalu cuek pada Ino, Shika…Wanita butuh diperhatikan, dan sangat peka terhadap orang-orang..Ino tidak akan tahu Shika mencintai Ino kalau Shika cuek terus sama Ino..Simpan kata 'Ino Milikku' dihatimu,tapi jangan karena itu kau menjadi egois, percaya pada kata hatimu walaupun itu bersifat berlawanan dengan yang kau pikirkan..'

'Ino Milikku, dia hanya milikku, bukan milik orang lain'

"Because she's mine..she's only mine, no others"Kata Shikamaru.

"He?"Kata Sakura dan Ino serempak.

"Nobody can get her heart..Just me.. Ino just for me…"Kata Shikamaru dengan serius.

"Shi-Shika….."

-TBC-

At the back stage….

Author : Ceritanya kok jadi gini "-,- makin aneh jadinya! Arggghh! *pudung*

Sasuke : Aku bicarain apa sama Hinata?

Author : mana gua tau!

Naruto : Aku sama Shion gak muncul lagi?

Author : Kagak,, maaf ye?

Ino : sejak kapan Shikamaru bisa bahasa Inggris? O.o

Shikamaru : ck! Merepotkan!

Author : hadeh…. -_-"

Ceritanya udah cukup panjang kan?kalo udah sukurlah ^^

Oh, well….. buat para readers, Review please..?

P.S : Kritik,Saran dan Support sangat dibutuhkan. ^-^

- Hee-RinA –