"Trouble Makers"
by: Lavenderviolletta
Naruto by : Masashi Kishimoto
[Hinata H. x Sasuke U. ]
Romance,Hurt,comfor,
.
.
.
WARNING
(OOC, Miss TYPO)
.
.
Happy Reading
.
.
Sepasang iris lavender itu menatap langit malam di balik tirai jendela kamarnya, pandangan dengan pikiran yang kosong, seolah memikirkan sesuatu yang menjadi bebannya saat ini, Hinata memang telah berubah pada dasarnya, ia sekarang tumbuh menjadi seorang yang tegar,cantik,pintar dan pemberani, namun ancaman Sasuke tadi siang membuatnya tak bisa tertidur lelap malam ini, ia langkahkan kakinya menuju wastafel yang ada di kamarnya, tangannya memutar keran dan mengambil air untuk ia basuhkan pada wajahnya yang kusut, dingin kini dirasakan kulit wajahnya, tetesan air masih mengalir di kedua pipinya, kini pandangan kosongnya tertuju pada pantulan dirinya dalam cermin.
"Heii kau..".
Hinata membulatkan matanya tat kala ia terkejut karena pantulan dirinya di cermin mengajaknya bicara.
"ku pikir kau telah berubah, tapi pada kenyataanya kau masih seorang wanita manja yang hanya mengandalkan perlindungan dari orang-orang sekitarmu".
"eh, kau? Siapa kau?".
Kembali Hinata membulatkan matanya saat bayangan dirinya kini tertawa mentah di hadapannya.
"kau bertanya siapa aku? Bodoh !".
"…."
"hanya karena masalah seperti ini kau rapuh eh? Memalukan !".
"cukup !".
"kau bahkan tak lebih dari seorang pecundang, menjadi bulian di sekolah baru mu, di permalukan semua orang, apa kau tak bisa melindungi dirimu sendiri? Menyayangi jiwa mu sendiri".
"berhenti,, ku mohon..". Hinata menutup kedua telinganya dengan kepala menunduk, seolah tak ingin melihat bayangan dirinya sendiri.
"manusia lemah,, kenapa aku harus menjadi bayangan orang sepertimu, tch !".
Praaangggg !...
.
.
"Hoshh.. Hosh.. kami-sama,, ada apa ini?". Hinata memegangi jantungnya yang berdetak cepat, keringat dingin keluar dari keningnya, nafasnya memburu,, "mimpi". Pikirnya, ia melangkahkan kakinya menuju wastafel kamarnya,"masih utuh". Lama memandang dirinya dalam cermin, Hinata tersenyum "arigatou".
.
.
"Ohayo Otousaan,Neji-nii,Hana-chan". Hinata menarik kursi di sebelah Hiashi dan mengambil beberapa helai roti yang tersedia di meja makannya.
"pelan-pelan Onecaan". Hanabi heran melihat Hinata yang bersemangat sarapan pagi ini, Hinata yang biasanya hanya memakan satu atau dua helai roti, tapi sekarang Hinata bisa menghabiskan 5-7 helai roti dengan meneguk 2 gelas susu.
"cukup". Neji memegang tangan Hinata begitu Hinata hendak mengambil satu helai roti lagi.
"ini sudah yang ke 8". Hiashi menimpali.
"bahkan roti yang masih ada di dalam mulut Onecaan belum di telan habis".
"ada apa denganmu Hinata?". Hiashi memandang Hinata heran.
"aku hanya ingin menambah stamina Otousaan, aku harus menjadi kuat".
Hiashi,Neji,dan juga Hanabi memandang Hinata aneh.
"umhh.. sudah telat rupanya,, ayo Neji-nii". Hinata meneguk habis susu terakhirnya seraya berlari menuju mobil dimana telah disiapkan maid untuk nya.
.
.
.
*Konoha High School
Hinata POV
"ternyata Sasuke memang tak main-main dengan perkataanya, aku bagaikan tersangka buronan yang telah membunuh ratusan orang. Semua mata memandangku sinis, padahal tak pernah sedikit pun aku membuat mereka rugi, yah,, dan lagi bisik-bisik orang itu terdengar jelas ketika mereka memanggilku "Trouble Maker". Oohh shiitt… aku tak boleh kalah, biarpun aku sendiri disini kami-sama masih melindungiku, yoshh.. Ganbatee Hinata".
.
Cklek.
Hening seketika ruangan kelas 2b ketika Hinata menampakan kakinya, Hinata menautkan kedua alisnya ketika Sai menunjukan karya seninya, "jangan tutup pintunya". Hinata menyipitkan kedua matanya saat melihat tulisan yang di tunjukan Sai di kejauhan sana, begitu juga dengan Sakura dan Ino yang bersamaan menggelengkan kepalanya, Hinata mendongakan kepalanya, ia mengerti kenapa teman-temannya memberinya symbol aneh, dan benar saja, jika Hinata menutup pintunya mungkin sekarang dia telah basah kuyup.
.
.
"jadi kau yang mencoba untuk menolongnya eh?".
"buughhh !". satu pukulan di terima Sai dari Sasuke, kesal karena Sai menolong Hinata pagi ini.
"sepertinya dia sudah tak ingin berada disini". Gaara memanasi Sasuke yang kini telah mencengkram kerah seragam Sai kasar.
"benarkah?". Sasuke menyeringai. Ia melempar tubuh Sai kasar hingga tubuhnya terhempas.
"hari ini, adalah hari terakhirmu berada disini".
Sai terdiam, kepalanya menunduk, Sasuke tersenyum puas meninggalkan Sai yang terpuruk di lantai kelas yang sudah tak berpenghuni. Gaara memandang Sai datar, dan kemudian pergi mengikuti Sasuke.
.
.
.
"Sampai tahun 1192 Jepang diperintah oleh banyak keluarga yang saling berebut pengaruh dan saling menjatuhkan, di antaranya ialah : keluarga Mononobe, Soga, Fujiwara, Taira dan keluarga Minamoto. Di antara keluarga itu pada mulanya yang besar pengaruhnya ialah keluarga Fujiwara".
.
Hinata memandang bangku Sai yang telah kosong selama 3 hari ini, ia bahkan tidak memperhatikan ketika Jiraya sensei menerangkan sejarah , "kemana Sai-kun, apa dia sakit?".
"Hyuuga-Hinata".
"…."
"HINATA".
"eh?".
"kau tidak menyimak pelajaranku?"
" Gomene sensei"
Jiraya mendekati tempat duduk Hinata, ia memandang Hinata sampai kemudian menaruh tangannya di kening Hinata.
"kau sedikit demam".
"…."
"sebaiknya kau beristirahat saja di ruang uks".
"arigatou sensei".
.
.
.
Hinata berbaring dengan selimut putih menutupi setengah badannya, ia sedikit memiringkan badannya untuk mendapat posisi nyaman, suara langkah kaki terdengar mendekat menuju tempatnya berbaring, tak menghiraukannya Hinata kembali menutup matanya.
.
"kau demam". Suara maskulin yang terdengar tak asing itu sontak membuat Hinata membuka kelopak lavendernya, dan benar saja, Sasuke kini tengah berdiri di hadapannya. Hinata menepis tangan Sasuke kasar, dan dengan cepat ia bangun dari tempatnya tertidur.
"jangan pernah menyentuhku".
"tch".
"untuk apa kau disini? Bukankah seharusnya kau mengikuti pelajaran Jiraya sensei".
"karena kau sakit, dan aku mengkhawatirkanmu".
Hinata tertawa sinis mendengar pernyataan Sasuke, tangan Sasuke menghentikan langkah Hinata ketika ia hendak beranjak pergi.
"mau kemana?".
"apa setiap pergerakanku harus kau ketahui eh?".
"sampai kapan kau memusuhiku?"
"hah? Kau bahkan berkata seperti orang bodoh".
"…."
"satu sekolah memanggilku Trouble Maker, karena aku membuat masalah denganmu".
"…"
"dan karena itu, aku di jauhi banyak orang hingga tak ada satu orang pun yang mau menjadi temanku".
"…."
"dan sekarang kau bertanya aku memusuhimu? Dari awal aku menginjakan kaki di kelas, sampai aku duduk denganmu, apa aku pernah menyakitimu hah? Bahkan aku mengajakmu berkenalan baik dan kau terus mendiamkanku dan itu membuatku takut".
"apa karena itu?"
"eh?"
"apa karena aku membuatmu takut, kau pindah duduk bersama Sai?"
"syukurlah jika kau mengerti".
.
Hinata kembali melangkahkan kakinya,dan satu penawaran Sasuke membuatnya harus menghentikan langkahnya.
"kenapa kau tidak menyerah?".
"apa?".
"kau tak ingin berdamai denganku?".
"tch, kau terlanjur membuatku benci terhadapmu Uchiha Sasuke".
Sasuke mendekati Hinata, matanya menatap Hinata tajam, "jika itu yang kau mau, aku tak bisa lagi menolongmu".
"braaakkk !". Hinata menutup matanya ketika Sasuke membanting pintu ruang uks itu kasar.
.
"Hinata bakaa ! kenapa tidak kau akhiri saja,, sampai kapan kau akan melawannya,, bodohh,, aku bahkan terlalu menyimpan banyak gengsi sekarang". Hinata menjambak rambutnya prustasi.
.
.
*Manshion Uchiha:
"Kau mengeluarkan siswa secara sepihak lagi, itu yang ku dengar dari laporan Tsunade".
"hn".
"padahal dia adalah seorang siswa yang menpunyai jiwa seni yang tinggi, "melukis" itu merupakan suatu prestasi yang langka".
"hn".
"apa yang membuatmu menginginkan dia keluar Sasuke?".
"karena dia menolong Hinata".
"hm?". Itachi menautkan kedua alisnya, tak mengerti dengan apa yang Sasuke katakan.
"dia menyelamatkan Hinata dari jebakan yang telah ku buat".
"kau menjebak Hinata?".
"hn".
"untuk?"
"karena dia begitu keras kepala".
"aahh,.,, kau di tolaknya baka outoto". Itachi terkikik.
"tidak, dia menantangku".
"menantang?".
"dia begitu egois dan keras kepala".
"hmm,, ku pikir dia seorang wanita yang lembut".
"dia memang lembut pada semua orang, terkecuali aku".
"hm?"
"emosinya naik 180 derajat jika dia melihatku".
"…"
"kadang aku berpikir, apakah dia terlalu bodoh tidak tertarik padaku sama sekali, tch".
"jadi kau menjadikan dia Trouble Maker?"
"hn".
"kau bahkan tega membuat wanita yang kau cintai di musuhi banyak orang dan bahkan tidak mempunyai seorang teman".
"seperti yang ku katakan, aku ingin dia melihatku,".
"justru dia membencimu jika caramu seperti ini baka,, !".
"…."
"akhiri permainanmu Sasuke".
.
.
.
Arigatou mina,, maaf chap 1 ke copy paste hehe … GoldWins, Lily Purple Lily, Indigo Mitha-chan, Dreamer Ladies arigatou untuk kalian semua..
