Saranghae's Squel
.
.
.
.
Cast
Kim Jong In as Namja
Oh Se Hun as Yeoja
Kim Jong Hun as Kaihun's Son
Other EXO Members
.
.
.
.
.
.
Sebuah foto berukuran sangat besar terpampang di ruang keluarga sebuah rumah mewah. Di dalamnya terdapat gambar seorang anak kecil dan dua orang dewasa yang tengah tersenyum lebar. Dari foto itu kita bisa tahu bahwa para pelakonnya merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
Foto itu adalah foto pernikahan Sehun dan Jongin. Dalam foto itu tampak Sehun dan Jongin mendekap Jonghun begitu erat dan mereka semua tersenyum bahagia. Seminggu setelah Jongin keluar dari rumah sakit, Jongin memutuskan untuk menikahi Sehun. Mulanya Sehun menolak karena ini terlalu cepat menurutnya.
Sehun ingin Jongin sembuh total terlebih dahulu. Tapi Jongin tetap bersikeras. Ia tak mau kehilangan Sehun dan Jonghun untuk yang kedua kalinya. Akhirnya Sehun menurut. Toh ia tak lagi punya alasan untuk menolak. Sehun sangat mencintai Jongin. Terlebih ada Jonghun di antara mereka. Pernikahan mereka dilaksanakan dengan sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga saja. Bahkan Baekhyun sempat marah marah pada Sehun karena ia baru diberitahu setelah Sehun menikah dengan Jongin.
.
.
.
.
Sehun mengecup bibir Jongin sekilas. Mencoba membangunkan pria yang telah menjadi suaminya itu dari tidur nyenyaknya.
" Jongin bangun. Kau bisa terlambat ke kantor ", panggil Sehun pelan yang tak digubris oleh Jongin. Pria itu malah semakin mendekap Jonghun yang tidur di sebelahnya.
Sehun mendesah pelan. Ayah dan anak sama saja. Semenjak ia menikah dengan Jongin, Jonghun semakin mirip dengan pria itu. Terutama dalam hal tidur. Kemudian Sehun berusaha melepaskan dekapan Jongin dan membangunkan putra kesayangannya itu.
" Jonghun ah,, bangun sayang, eomma sudah buatkan nasi goreng kesukaan Jonghun "
Mendengar nasi goreng disebut, Jonghun segera membuka matanya lebar lebar dan bangkit dari tidurnya.
" Jinja eomma? Eomma membuat nasi goreng? ", tanyanya antusias. Sehun mengangguk kecil sambil tersenyum.
Jonghun langsung turun dari tempat tidur dan hendak berlari menuju nasi gorengnya. Namun sebelum itu, Sehun terlebih dulu mencegahnya.
" Ya, Jonghun harus mandi dulu sebelum sarapan. Eomma tidak mau dapur eomma berbau tidak sedap ", ucap Sehun membuat Jonghun cemberut.
" Baiklah. Tapi Jonghun ingin mandi dengan appa ", ucap Jonghun
Sehun mendengus kesal. Beginilah Jonghun sekarang. Sedikit sedikit melakukan apapun bersama appa.
Sehun kembali berusaha membangunkan Jongin tapi malah Jongin membalik tubuhnya dan beralih memeluk Sehun yang duduk di tepi tempat tidur. Sehun menyerah.
" Jonghun ah, bangunkan appamu ", pinta Sehun pada Jonghun akhirnya. Jonghun mengangguk kecil kemudian menghampiri appanya yang masih memeluk eommanya dengan erat.
Perlahan lahan Jonghun menarik tangan appanya dari eommanya. Tapi rupanya Jongin enggan melepaskan pelukannya pada Sehun. Jonghun tak kehilangan akal. Ia membisikkan sesuatu ke telinga appanya itu.
" Appa, jika appa tidak segera bangun, Jonghun akan berangkat sekolah naik bus bersama teman teman ", bisik Jonghun yang diiringi tawa Sehun.
" Andwe! Jonghun hanya boleh berangkat bersama appa, tidak boleh naik bis ", teriak Jongin yang langsung berdiri tegak. Jonghun dan Sehun tertawa keras.
Jongin begitu protektif terhadap Jonghun dan Sehun. Jonghun hanya boleh ke sekolah jika ia yang antar. Pulang sekolah juga begitu, ia akan menyempatkan diri menjemput jagoan kecilnya itu. Jongin juga selalu mengantar jemput Sehun ke rumah sakit tempatnya bekerja. Berlebihan memang. Tapi Jongin benar benar tidak mau terjadi apa pada orang orang yang disayanginya.
Jongin membawa Jonghun untuk mandi. Sehun memilih untuk menyiapkan keperluan kantor Jongin dan sekolah Jonghun. Lalu turun ke dapur dan menunggu suami dan anaknya untuk sarapan bersama. Tak lama kemudian, Jongin menyusul Sehun ke ruang makan dengan Jonghun yang berada di gendongannya. Sesekali Jongin mengangkat angkat tubuh Jonghun, membuat Jonghun tertawa lebar dan Sehun yang melihatnya tersenyum bahagia.
.
.
.
Jongin mengantar Sehun ke rumah sakit baru setelah itu ia berangkat ke kantor. Sebelum mengantar Sehun, ia mengantarkan Jonghun terlebih dahulu. Ia berpesan pada anaknya agar tidak jajan sembarangan dan jangan kemana mana sebelum ia datang menjemput. Jonghun hanya mengangguk anggukkan kepalanya lucu. Bahkan eommanya selama ini tidak pernah berlebihan seperti itu.
" Jonghun appa harus semangat bekerja. Jangan melupakan makan siangmu ne ", Sehun berkata pada Jongin sebelum turun dari mobil suaminya itu.
Jongin tersenyum lebar. Ia senang dengan perhatian yang selalu Sehun berikan padanya.
" Ne yeobo,, kau juga. Jangan terlalu lelah. Karena aku akan sakit jika kau sakit ", jawab Jongin.
Sehun terkekeh mendengar perkataan cheesy dari suaminya. Sejak kapan Jongin pandai menggombal? Biasanya hanya ada angka angka di kepalanya.
Jongin menarik kepala Sehun mendekat dan mencium keningnya lembut. " Saranghae "
Sehun tersenyum lembut lalu kemudian menjawab " Nado saranghae "
Setelah memastikan Sehun telah masuk ke rumah sakit, Jongin segera melajukan mobilnya menuju kantor. Tumpukan berkas sudah memanggil manggil nama Jongin sedari tadi.
.
.
.
.
.
.
Sehun mengambil jas dokternya dan ia segera berjalan keluar. Ia cukup lelah hari ini dengan banyaknya pasien yang harus ia tangani. Sedari tadi perasaan Sehun sedikit tidak enak. Ia takut terjadi apa apa pada suami atau anaknya. Terlebih Jongin sulit sekali dihubungi dan ia belum datang menjemput Sehun. Padahal ini sudah lewat jam pulang.
Sehun sampai di koridor rumah sakit. Sesekali para suster yang berpapasan dengannya membungkukkan badan yang dibalas senyum manis oleh Sehun. Ia terus berusaha menghubungi Jongin hingga netranya menangkap orang yang tengah berusaha dihubunginya itu berjalan ke arahnya dengan tampang yang begitu menyedihkan.
" Waeyo Jonginah? Apa terjadi sesuatu? Dimana Jonghun? ", Sehun bertanya khawatir sesaat setelah Jongin sampai dihadapannya.
Jongin hanya membalas pertanyaan Sehun dengan gelengan kecil. Tiba tiba saja Jongin memeluk Sehun dan terisak di pundak istrinya itu. Membuat Sehun terkejut.
" Wae? Ada apa? Hei,, ini masih di rumah sakit? Apa kau tak malu seperti ini? ", tanya Sehun lembut sambil membalas pelukan Jongin.
Jongin menggeleng pelan. " Mianhae Sehunna,, mianhae ", Jongin berbisik tepat di telinga Sehun.
Sehun mengernyit heran. Kenapa Jongin harus meminta maaf ? Sehun berusaha melepaskan pelukannya namun gagal karena Jongin malah mengeratkan pelukannya pada Sehun.
" Wae? Kenapa kau meminta maaf ? ", Sehun bertanya lembut
" Maaf aku tak ada disampingmu saat kau mengandung dan melahirkan Jonghun, Sehuna. Aku benar benar minta maaf. Ak, aku tak tahu bahwa menjadi seorang ibu itu begitu sulit ", ucap Jongin sambil terisak kecil.
Sehun tercengang. Sebenarnya ada apa dengan Jongin? Kenapa tiba tiba ia mengungkit hal itu lagi? Sehun sudah memaafkannya.
" Tadi saat hendak menjemputmu, aku menolong seorang ibu yang akan melahirkan. Aku membawanya kesini bersamaku. Aku baru tahu bahwa melahirkan akan sesakit itu. Ibu itu terus saja mendesis menahan sakit di dalam mobilku, Sehuna. Ia tersenyum dan berkata pada suaminya bahwa ia akan baik baik saja jika suaminya terus mendampinginya ", belum sempat Sehun bertanya, Jongin sudah bercerita terlebih dahulu.
" Ak,, aku minta maaf tak bisa berada disampingmu saat kau melahirkan Jonghun. Bahkan aku tak tahu kau sedang mengandung Jonghun. Aku membayangkan bagaimana sulitnya kau saat itu Sehuna,, tanpa seseorang yang menguatkanmu. Aku minta maaf. Maafkan aku Sehuna ", lanjut Jongin sambil terus terisak.
Sehun diam sejenak. Kemudian tangannya terangkat untuk menepuk nepuk pundak suaminya, mencoba menenangkan Jongin.
Sehun tersenyum, " Ne. Kau tak perlu minta maaf. Aku paham bahwa kau tak tahu saat itu. Ya, aku memang merasa sulit. Tapi kau tahu kan aku wanita yang kuat? Sekarang lihat Jonghun? Bukankah dia selamat dan jadi anak yang tampan dan cerdas sepertimu? Mungkin saat itu kau tak ada di sampingku Jongin, tapi sekarang kau ada di sini, bersamaku dan juga Jonghun. Melindungi dan menjagaku dan Jonghun dengan baik. Membahagiakan kami. Itu sudah cukup untukku "
Sehun terus menepuk nepuk pundak Jongin. Tak peduli bahwa mereka masih berada di koridor rumh sakit dan menjadi tontonan orang yang sedang berlalu lalang. Saat dirasa Jongin sudah berhenti terisak, Sehun melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah Jogin yang memerah dan basah karena manangis tadi.
Sehun mengusap bekas bekas air mata di wajah suaminya. Jongin menutup matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan Sehun.
Sehun tersenyum lembut, " Kau adalah suami dan ayah yang hebat untukku dan Jonghun. Kumohon jangan pernah meminta maaf seperti itu lagi. Cukup kau selalu berada di sampingku dan Jonghun, itu sudah membuat kami begitu bahagia. Jaa,, sekarang berhentilah menangis. Apa kata Jonghun jika melihat appa yang begitu dibanggakannya ini menangis hanya karena ibu ibu yang mau melahirkan? ", canda Sehun
" Ya! Kau tak paham perasaanku", Jongin berkata kesal. Namun kemudian ia kembali menarik Sehun ke dalam pelukannya dan terus mengucapkan terima kasih pada wanita yang menyandang status sebagai istrinya itu.
" Ah,, dimana Jonghun? Apa ia tak ikut menjemputku? ", tanya Sehun
" Ani. Dia tidur di mobil. Sepertinya ia kelelahan setelah berkeliling kantorku tadi ", jawab Jongin.
" Mwo? Bagaimana bisa kau meninggalkan anakmu dalam mobil sendirian seperti itu? Bagaimana jika terjadi apa apa padanya ? ", khawatir Sehun.
" Ckk,, Jonghun eomma yang cantik ini tak perlu khawatir. Aku tak sebodoh itu. Aku menitipkannya pada Lee ahjussi yang sedang berjaga di depan ", jawab Jongin sambil menepuk nepuk pipi Sehun yang membuatnya merona.
Akhirnya Jongin menggandeng tangan Sehun menuju mobil untuk segera pulang. Sehun langsung mendudukkan dirinya di kursi belakang tempat buah hatinya terlelap. Dikecupnya pipi gembul Jonghun dan ia bawa kepala Jonghun yang sedang terlelap itu ke pangkuannya. Membelai rambut hitam lebat jagoan kecilnya itu. Meninggalkan Jongin yang menggerutu karena merasa seperti seorang supir yang duduk di kursi depan sendirian.
.
.
.
.
Jongin sambil menggendong Jonghun yang terlelap di pundaknya. Hari ini keluarga kecil itu baru saja pergi dari lotte world. Mulanya Jongin ingin mengajak Sehun dan Jonghun pergi berlibur ke Inggris sekaligus ingin bernostalgia dan menunjukkan pada Sehun bagaimana hidupnya selama di Inggris.
Tapi Sehun menolak. Menurutnya itu hanya menghambur hamburkan uang. Bukannya Sehun tak ingin, hanya saja Sehun merasa belum saatnya membawa pergi Jonghun hingga sejauh itu sampai ke Inggris. Meskipun Sehun tau bahwa uang suaminya takkan habis hanya untuk pergi berlibur ke Inggris.
Jongin bersyukur memiliki Sehun sebagai istrinya. Sehun bukan orang yang gila uang, gila belanja, atau gila gila hal yang lain seperti wanita pada umumnya. Sehun hanya yeoja sederhana yang begitu mementingkan keluarganya, pandai mendidik Jonghun, dan sabar menghadapi Jongin. Sehun adalah yeoja yang mencintainya dan ia cintai dengan sepenuh hati.
Sebelum pulang, Jongin mengajak Sehun ke taman favorit Sehun dan Jongin saat masih pacaran dulu. Sesekali Jongin menepuk nepuk pundak Jonghun yang masih tertidur di gendongannya.
Sehun dan Jongin duduk di kursi taman, di bawah sebuah pohon mapple, disinari lampu yang begitu indahnya.
" Kau ingat Sehuna, dulu kita pernah bermimpi akan berada di sini lagi saat kita sudah menikah dan membawa anak anak yang lucu ", Jongin membuka pembicaraan.
Sehun mengangguk. Matanya terpejam mengingat ingat masa masa indahnya dulu bersama Jongin.
" Aku bersyukur, Tuhan masih memberiku kesempatan untuk bersamamu, bersama Jonghun. Aku juga bersyukur Tuhan menakdirkanmu dan Jonghun untuk menjadi bagian hidupku. Kau, istriku, dan Jonghun anakku, aku benar benar bahagia karena Tuhan mempercayakan kalian padaku ", Jongin menatap Sehun lembut.
Sehun membuka matanya dan menoleh. Balas menatap lembut suaminya, " Nado. Aku juga bersyukur pada Tuhan karena menakdirkanku jadi milikmu, menjadi ibu Jonghun. Dan aku bahagia karena kaulah yang menjadi pelindungku dan Jonghun "
Jongin tersenyum, " Saranghae,, jeongmal saranghae "
" Nado. Jeongmal nado saranghae "
Kemudian Jongin mengeratkan gendongannya pada Jonghun. Perlahan ia mencondongkan wajahnya pada wajah Sehun. Sehun menutup matanya perlahan. Bibir itu bertemu, di bawah sinar lampu dan guguran daun daun pohon mapple, saling menyatakan bahwa mereka sama sama punya rasa cinta yang begitu besar.
Saling berbicara bahwa setelah semua hal yang mereka lalui selama ini, Tuhan masih memberikan kesempatan mereka untuk bersatu. Karena Sehun dan Jonghun hanya untuk Jongin. Dan Jongin dan Jonghun hanya untuk Sehun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
.
.
.
.
ANYEONG!1 :D
Saya dapat inspirasi untuk membuat squel Saranghae
Terima kasih juga untuk readers yang sudah review, saya terharu melihat respon kalian untuk Saranghae.
Terima kasih juga yang sudah mengingatkan tentang Typo, terima kasih buat yang minta squel. Pokoknya terima kasih buat semua yang sudah andil dalam ff Saranghae
.
.
Semoga readers senang dengan squel ini
Give your riview please :D
.
See you on another my Kaihun ff :D
