Chapter 2 [Why you...]
.
.
.
.
.
"Sanghyuk-ah, kapan hyungmu datang?", tanya Hakyeon kepada murid dance nya yang lebih muda darinya dengan nama asli Han Sanghyuk itu
"Mungkin sehari lagi. Tapi, Hongbin hyung ingin diam dirumah dulu, sekitar 2 hari dan kemudian kembali ke rumah kontrakan.", jawab Sanghyuk terhadap pertanyaan Hakyeon
"Ah begitukah.. Oh iya, ia berada di Milan, selama 3 hari kan?", tanya Hakyeon menjadi lupa
"Yapp..", jawab Sanghyuk
Sekarang, Hakyeon sedang duduk untuk beristirahat diruang dancenya bersama seseorang yang merupakan murid dance nya yang bernama Han Sanghyuk. Sanghyuk mempunyai kakak laki-laki yang bernama Lee Hongbin yang berprofesi sebagai photographer. Dan sekarang, Hongbin sedang dalam perjalan ke Korea dari Milan.
Hakyeon dikontrak disebuah agensi sebagai Dancer. Begitupun dengan Sanghyuk dan Hongbin. Diagensi tersebut, terdapat banyak kategori. Mulai dari menyanyi, dance, photographer, rapper, model dan sebagainya. Dan ternyata, Hongbin adalah temannya Hakyeon yang juga tinggal dalam satu atap rumah tempat Hakyeon tinggal.
"Oh iya, hyung..", panggil Sanghyuk kepada Hakyeon
"Hmm?", balas Hakyeon dengan gumaman
"Hyung, eomma-appa saya lagi keluar kota dan Hongbin hyung lagi di Milan. Jadi saya sendirian dirumah. Bolehkah saya tinggal sebentar dirumah hyung?", tanya Sanghyuk yang lengkap sudah dengan alasan
"Benarkah?, tapi apakah sudah kau kunci rumahnya?", tanya Hakyeon terlebih dulu
"Ne.", jawab Sanghyuk yakin
"Ah gitu ya, OK!. Jadinya nanti, pulang bareng ya.", balas Hakyeon memperbolehkan
"Gomawoyo hyung hehehehe..", balas Sanghyuk senang
.
.
.
.
.
Sekarang ini, Wonshik sedang berada didepan pintu sebuah agensi terkenal. Tujuannya, adalah untuk menyebar musik dan lagu-lagu buatannya sendiri ke seluruh dunia. Lebih dari 50 lagu sudah ia buat yang lengkap dengan instrument buatannya sendiri. Dengan kertas pendaftaran yang ia pegang sekarang ini, ia akan menjadi seorang pembuat lagu yang terkenal. Dengan berani, Wonshik melangkahkan kakinya untuk masuk ke dunianya yang baru.
.
.
.
.
.
1 jam kemudian..
"Hakyeon hyung! Sanghyuk-ah!", panggil seseorang cukup keras sambil berlari kecil melewati banyak ruang untuk menemui seseorang sehingga terdengar sampai ke telinga Hakyeon dan Sanghyuk
"Ah hyung disini rupanya. Kalian berdua disuruh Hong sajangnim ke kantornya. Cepatlah!", ucap orang itu yang akhirnya menemukan Hakyeon beserta Sanghyuk yang masih duduk-duduk diruang dance sambil memakan se-cup ramen
"Emang ada apa?", tanya Hakyeon langsung penasaran
"Sesuatulah. Cepatlah kesana. Saya ingin mencari yang lain.", balas orang itu menjawab pertanyaan Hakyeon
Sekejap kemudian, orang itu menghilang dari penglihatan Hakyeon. Begitupun juga dengan Sanghyuk.
"Hyung, apa yang dimaksud Jaehwan hyung tadi?", tanya Sanghyuk juga penasaran
"Ah ikuti sajalah. Ayo!", ajak Hakyeon kepada Sanghyuk untuk menemukan jawaban
Tentu saja, Sanghyuk menurut terhadap Hakyeon.
.
.
.
.
.
"Permisi?", tanya Wonshik sambil mengetuk pintu ruangan kepala agensi yang ia datangi
"Masuklah!"
Setelah perintah itu terdengar ditelinga Wonshik, kemudian ia perlahan-lahan membuka pintu. Dilihatnya kepala agensi tersebut. Setelah masuk, Wonshik menutup kembali pintunya.
"Annyeonghaseyo.", sapa Wonshik dengan sopan sambil membungkuk
"Ne, silahkan duduk.", balas sajangnim agensi tersebut
Permintaan sajangnim itu dilakukan cepat oleh Wonshik
"Ada apa ya?", tanya sajangnim kepada Wonshik
"Saya ingin mendaftar diagensi ini. Ini formulirnya.", jawab Wonshik langsung sambil menyerahkan formulir biodatanya kepada sajangnim tersebut
Dengan jantung yang cukup berdetak cepat, Wonshik terus merasa gugup. Dilihat sajangnim tersebut formulir Wonshik.
"Kim Wonshik?", ucap sajangnim tersebut membaca nama asli Wonshik
"Kau mau masuk kategori mana?", tanya sajangnim tersebut tampak tertarik dengan urutan biodata Wonshik
"Rapper.", jawab Wonshik yakin
"Rapper? Sebelumnya, tidak ada yang pernah masuk kategori itu. Apakah kau punya lagu atau semacamnya yang kau buat sendiri?", tanya sajangnim
"Ne.", balas Wonshik sambil menyerahkan flashdisknya kepada sajangnim
"Akan aku dengarkan malam ini. Nanti, akan aku telpon nomormu jika kau diperbolehkan masuk agensi ini.", ucap sajangnim tersebut menjelaskan kepada Wonshik
"Gamsahamnida.", balas Wonshik yang langsung muncul senyum manisnya
.
.
.
.
.
Malam telah tiba, saatnya Hakyeon dan Sanghyuk untuk pulang kerumah. Tetapi, sesuai permintaan Sanghyuk, ia ikut bersama Hakyeon. Diperjalanan, mereka berdua melewati mini market. Tiba-tiba saja, Hakyeon membelok arah jalannya ke mini market. Melihat itu, Sanghyuk hanya diam dan mengikuti.
"Hyung mau beli snack. Apa kau mau?", tawar Hakyeon kepada Sanghyuk yang selalu berdiri disampingnya
"Ne.", jawab Sanghyuk dengan biasa
"Ambilkan hyung tteokbokki satu. Nanti makannya dikamar hyung aja.", pinta Hakyeon kepada Sanghyuk untuk mengambil makanan kesukaan Sanghyuk
"Ne.", jawab Sanghyuk cepat dan langsung melepas jarak dari Hakyeon
Sementara Sanghyuk mencari, Hakyeon memilih-milih makanan snack yang ingin ia beli
.
.
.
Setelah berkeliaran di mini market, akhirnya Hakyeon dan Sanghyuk keluar dari tempat itu sambil minum susu. Sepanjang perjalan kerumah kontrakan Hakyeon, tidak ada yang ingin membuka mulut. Asyik menghisap minuman susu masing-masing. Tak terasa, waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya Hakyeon dan Sanghyuk sampai dirumah kontrakan Hakyeon.
"Ahjumma!", panggil Hakyeon kepada ahjumma
"Ada apa?", balas ahjumma didapur yang mendengar panggilan Hakyeon
Setelah terjawab, Hakyeon mempersilahkan Sanghyuk untuk masuk lebih dulu.
"Ahjumma.", panggil Hakyeon lagi setelah berada dialam
"Ada apa Hakyeon-ah?", tanya ahjumma sambil menghentikan aktifitasnya untuk menyiapkan makan malam agar Hakyeon bisa berbicara
"Ini, anak muda ini ingin tinggal sementara disini. Katanya, ia sendirian dirumah. Jadi saya bawa kesini.", jawab Hakyeon langsung menjelaskan kepada ahjumma
"Ah begitu ya, tapi..", balas ahjumma terpotong ketika melihat wajah Sanghyuk
"Seperti ahjumma pernah melihat anak muda ini.", sambung ahjumma
"Ah, ia adiknya Hongbin.", ucap Hakyeon langsung memberitahu
"Ah betul itu.. Ahjumma pernah melihatnya berjalan sama Hongbin.", balas ahjumma baru ingat
"Annyeonghaseyo. Han Sanghyuk imnida.", sapa Sanghyuk kepada ahjumma
"Oh iya iya.. Ayo makan dulu. Ahjumma sudah menyiapkan makanan.", ajak ahjumma langsung kepada Hakyeon dan Sanghyuk
"Baiklah." Balas Hakyeon
"Ne." Jawab Sanghyuk
.
.
.
.
.
Seperti biasa, saat matahari mulai menghilangkan sinarnya dari dunia, Wonshik mulai membuat lagu. Tetapi, jantung Wonshik terus berdetak cepat. Mungkin, ia gugup dengan buatan lagunya yang akan didengarkan oleh sajangnim agensi. Wonshik selalu berharap ia akan dikontrak. Karena, sudah lama Wonshik memendam mimpinya tersebut.
Tak lama bertatapan dengan layar laptopnya, ponsel nya berbunyi yang menandakan ada panggilan masuk
What U Waiting for~
"Yeoboseyo?", jawab Wonshik mengangkat telpon
"Apakah ini benar Kim Wonshik?", tanya seseorang yang berada disana
"Ne.", jawab Wonshik menjadi sedikit bingung
"Agensi yang anda datangi siang tadi, mengontrak anda sebagai rapper pertama. Selamat untuk anda. Tapi, bisakah anda datang besok sore?", ucap seseorang bersuara perempuan yang memberitahu Wonshik bahwa ia berhasil menjadi rapper
"Benarkah? Baiklah, saya akan datang besok sore.", jawab Wonshik dengan sangat senang
"Terima kasih untuk partisipasi anda.", ucap perempuan itu mengakhiri telpon
Setelah Wonshik tutup, Wonshik berkata..
"Yeay~! Whoo~!", teriak Wonshik sangat keras yang mengubah suaranya menjadi cukup kecil sambil melompat-lompat saking senangnya
"Kim Wonshik! Good job!", ucap Wonshik mengatakan pada dirinya sendiri
.
.
.
.
.
Hakyeon, Sanghyuk beserta ahjumma sedang menikmati makan malam.
"Ahjumma, Suyeong mana?", tanya Hakyeon membuka mulutnya
"Suyeongie? Ah, dia ada acara perkemahan, jadi dia tidak datang.", jawab ahjumma dengan jelas
"Ah benarkah?", balas Hakyeon
"Yeay~! Whoo~!"
Teriak Wonshik dari lantai atas yang terdengar sampai kelantai bawah karena saking nyaringnya.
"Eh? Suara siapa itu?", tanya Sanghyuk ketika mendengar teriakan itu
"Kim Wonshik! Good job!"
"Mm? Kim Wonshik?", tanya Sanghyuk lagi setelah mendengar teriakan lagi
"Eeyy, kenapa anak itu berteriak sangat keras..", ucap ahjumma yang juga mendengar teriakan itu
"Ah tapi, siapa Kim Wonshik itu?", tanya Sanghyuk menjadi penasaran
"Aish, kenapa kau banyak tanya.. Ia penginap yang baru pindah kemarin.. Makan sajalah.", ucap Hakyeon yang kesal dengan Sanghyuk karena banyak bertanya
"Ey sudahlah.. Oh iya, Sanghyuk-ah, kapan hyung-mu kembali? Ahjumma dengar ia pergi ke Milan.", tanya ahjumma mengubah topik kepada Sanghyuk
"Mungkin 3 hari lagi.", jawab Sanghyuk kepada ahjumma
"Aigoo.. Kakaknya aja ganteng, apalagi dongsaeng-nya.", ucap ahjumma seperti memuji Sanghyuk
"Hehehe.. Gamsahamnida.", balas Sanghyuk dengan sopan
"Ey ahjumma, bukannya saya juga tampan?", tanya Hakyeon protes
"Tentu sajalah. Tapi, Sanghyuk lebih imut.", jawab ahjumma dengan jujur kepada Hakyeon
"Benarkah? Bagaimana kalau ini?", balas Hakyeon yang setelah itu langsung memasang wajah imut
"Aigoo imutnya..", balas ahjumma
.
.
.
.
.
"Sanghyuk-ah, kau tidur dikamar mana? Hongbin atau kamarku?", tanya Hakyeon kepada Sanghyuk
"Kalau kamarku, disamping ruang makan. Dan kamar Hongbin dilantai atas.", tambah Hakyeon sebelum Sanghyuk membalas perkataannya
"Ah benarkah? Kalau begitu, saya dikamar Hongbin saja.", balas Sanghyuk memilih
"Ah begitu ya, tapi ambil dulu snack-mu. Oh iya, tteokbokki-nya untuk kau saja. Kalau kau ingin memakannya langsung, didapur ada microwave.", ucap Hakyeon menjelaskan dengan cukup panjang sambil menyerahkan kantongan yang berisi banyak makanan snack ke Sanghyuk
"Baiklah. Kalau begitu saya ke atas dulu. Semoga bermimpi indah hyung.", balas Sanghyuk sambil mengambil beberapa snack dan langsung berjalan kelantai dua
"OK.. Jalja!", ucap Hakyeon
.
.
.
.
.
Setiba didalam kamar hyungnya, Sanghyuk meletakkan tasnya dan makanan snack yang ia bawa ke atas kasur.
Girl you're my beautiful my lady~
Tiba-tiba Sanghyuk mendengar suara dari kamar didepannya. Yaitu kamar Wonshik. Seperti lirik lagu. Karena Sanghyuk penasaran, ia pun keluar dari kamar Hongbin dan berjalan pelan ke kamar Wonshik yang pintunya tidak tertutup rapat. Kemudian, Sanghyuk mengintip dari pintu. Ternyata, Wonshik tertidur dengan posisi terbungkuk yang menghadap ke arah komputer.
What U Waiting For~
Tiba-tiba, ponsel Wonshik berbunyi disebelah telinganya. Mendengar itu, Sanghyuk langsung bersembunyi agar tidak terlihat oleh Wonshik. Begitu mendengar ponselnya berbunyi, Wonshik langsung mendadak bangun dan mengangkat penggilan itu dengan malas.
"Yeoboseyo?", sahut Wonshik dengan mata yang tertutup tetapi tidak tidur
"Pesanan anda sudah datang.", ucap orang yang menelpon
"Terima kasih. Tolong letakkan dikotak depan jendela kamar pada lantai pertama. Saya akan melihat dilantai kedua.", balas Wonshik menjelaskan sambil bangkit dan berjalan ke jendela kamarnya
Dimatikan Wonshik telponnya dan melihat keluar dari jendela.
"Permisi!", panggil Wonshik kepada deliverer yang mengantar makanannya
Setelah mendengar panggilan itu, sang deliverer langsung mendekat ke kotak yang Wonshik maksud. Setelah dapat, deliverer itu memasukkan makanan-makanan yang dipesan Wonshik kedalam kotak yang tersambung oleh tali panjang.
"Silahkan ditarik!.", ucap sang deliverer memberitahu Wonshik
Mendengar perintah itu, Wonshik langsung melarik kuat kotak yang tersambung dengan kamarnya. Setelah sampai dikamarnya, Wonshik melatakkan satu-persatu makanannya. Kemudian, Wonshik melatakkan uang dalam kotak tersebut untuk membayar.
"Permisi! Uangnya ddidalam kotak ini!.", ucap Wonshik sambil menurunkan kotak miliknya ke deliverer
Setelah selesai, Wonshik membiarkan kotaknya terletak dibawah.
"Permisi.", ucap seseorang yang suaranya tidak pernah terdengar oleh telinga Wonshik
Ketika Wonshik berpaling..
"Siapa kau?"
.
.
.
.
.
Next Chapter
Jekyll & hyde – Chapter 3 [This is Me]
