final


Jongin menatap sehun yang terakhir masuk van "astaga kau kemana!" hardiknya kesal.

"topiku jatuh" respon sehun singkat, ia duduk disamping jongin dan menyenderkan kepalanya dipundak jongin "jangan cemburu hyung aku lelah" gumam sehun sambil menutup matanya.

Pipi kyungsoo langsung bersemu merah dan ia mengalihkan wajahnya ke arah jendela "aku tidak cemburu" desisnya sebal.

Jongin mengalihkan pandangannya ke sehun dan setengah berbisik "gwenchana?" tanyanya lembut.

Sehun mengangguk, "yeah tidak apa, hanya saja ini sedikit tergores" kata sehun lalu menunjukkan lengannya ke jongin. Jongin membelalakkan matanya kaget "sehun itu berdarah!" teriak jongin nyaris mengagetkan semua penumpag van

Suho langsung berbalik ke duo maknae yang duduk di jok paling belakang "apa yang berdarah? Siapa yang terluka?" tanya suho dengan nada panik.

"gwenchana hyung hanya tergores… mungkin kuku fans terlalu panjang hehe sehun tidak apa apa" respon sehun santai, ia tersenyum pada suho yang sedikitnya membuat suho tenang.

Kyungsoo mengelus pundak suho "tenang saja hyung ada jongin dan kotak p3k dibelakang, sehunnie tadi lepas dari pegangan kami hyung karena arusnya terlalu keras. Jangan terlalu panik" pinta kyungsoo dengan nada lembut.

Suho mengangguk dan menghela napas lega "obati lukanya jongin, dan chanyeol cepat tutup pintunya" titah suho pada chanyeol.

"ne hyung"

Jongin kembali menatap sehun, ia menghela napas lega. Untung saja suho duduk disamping supir ajdi dia tidak melihat lukanya "bodoh. Apakah kau tidak bisa berhenti?" desis jongin sedih

"…"

Sehun tidak menjawab, hanya suara tawa hambar yang terdengar menyedihkan keluar dari bibirnya. Membuat jongin menatapnya heran "sehun-ah.. dengar kau hanye perlu ju—"

"jujur? Untuk apa jongin? Semua sudah terlanjur terjadi, dia sudah menuduhku… lebih baik terang terangan saja" respon sehun santai.

Jongin menghela napas "jangan salahkan aku kalau aku yang buka mulut pertama kali" gumam jongin dengan sedikit penekanan.

"yeah..coba saja"

Kesal dengan respon sehun, jongin menekan keras luka di tangan sehun sambil tertawa "akh! Yak itu sakit" desis sehun kesal.

Mendengar suara tawa jongin dan rintihan sehun, baekhyun menolehkan kepalanya ke belakang "kalian berdua seru banget ngapain sih" kata baekhyun penasaran.

"aku sedang menghukum maknae nakal" kata jongin yang masih tertawa.

"maknae? Kau juga maknae dasar hitam!" balas sehun sengit, ia menyingkirkan kotak p3k di pangkuannya dan mulai menggelitik jongin

"yak yak! Hentikan!"

"SEHUN! JONGIN!"

Suara suho membuat jongin dan sehun membeku, mereka langsung duduk tegap menghadap kedepan. Hal itu otomatis Mengundang gelak tawa dari baekhyun dan chanyeol yang akhirnya ikut diam saat menyadari tatapan tajam suho dari kaca spion.

….….

Kris menghenyakkan tubuhnya ke kursi pesawat. Perjalanan yang sangat panjang hanya untuk mencapai pesawat. Kris melirik kesana kemari, disampingnya tao sudah sibuk dengan peralatan tidurnya dan di sisinya yang lain—sebentar mana suho?

"chanyeol suho mana?" tanya kris saat melihat chanyeol masih berurat putar di koridor antar kursi dengan kamera ditangannya.

"lagi minta minum" respon chanyeol. Berputar dan duduk di pangkuan kris, chanyeol memutar kameranya "annyeonghasaeyo~~ kami adalah rapper line exo~"

Kris yang sedikit terkejut hanya tersenyum ke kamera, sementara tao melambaikan tangannya ke kamera dengan riang "annyeong~" sapa tao sambil melambaikan boneka rillakumanya.

"jja—" baru saja chanyeol akan berbicara suho dudah muncul didepannya dan duduk disamping kris"hey permisi—kami sedang rekaman disini" kata chanyeol sambil tertawa.

Suho hanya melambaikan tangannya menyuruh chanyeol pergi "eii hyung ini" desis chanyeol. Ia kemudian memutar lagi kameranya dan berdiri "jja mari kita lihat yang lain" kata chanyeol dan pergi.

Kris menatap suho "kau tidak apa?" tanya kris khawatir "wajahmu pucat dan—"

"aku tidak apa sudahlah" suho memakai seatbeltnya, ia menghenyakkan dirinya di kursi dan menyenderkan kepalannya ke bahu kris "aku hanya khawatir akan beberapa hal" desisnya pelan.

Kris mengusap rambut suho "lagi… mengkhawatirkan orang lain sementara dirinya sendiri…" kris mencibir, sementara suho hanya tersenyum kecil

"aigoo aigoo sebaiknya aku pindah tempat duduk" desis tao menggoda kris dan suho

Kris menjitak kening tao pelan "ck, ya jadilah anak yang baik dan penurut" kata kris lalu tertawa, diikuti senyum suho yang juga mengembang

"pasang seatbeltmu dan tidurlah" pesan suho, tangannya sudah memeluk tangan kris posesif.

"pffft ne eomma"

Suho langsung terlonjak mendengar perkataan tao, ia melepaskan tangan kris da menatap tao sambil melotot "eomma—yak! Eomma apanya!"

Yixing muncul dari tempat duduk didepan mereka, ia berbalik dan mencubit pipi suho jahil "ya tao, dengarlah eomma mu, pasang seatbeltmu dan langsung tidur, jangan mengganggu orangtuamu" goda yixing sambil tertawa.

"stop it zhang yixing"

"aku Cuma bercanda wu yifan"

Kris mendesis sebal, ia menarik hidung yixing dan berkata"! #$%^&*()! #$%^&*()"

"$%%$! 9)(*&^%$# )(*&^%! #$%^&" kata yixing tidak terima, ia balas menjewer telinga kris

Tao yang melihatnya hanya mengehela napas sebal "^&%&^%%#^"

Tidak terima perkataan tao keduanya berteriak"! #$%^ #—"

Suho menutup mulut kris dan yixing dengan tangannya "hentikan… astaga. Aku kau kita akan ke china, tapi aku tidak mengerti ocehan kalian, dan jangan berteriak. Kalian menarik banyak perhatian" kata suho sedikit sebal

Yixing tersenyum bersalah ia hanya berkata "ne mian" dan langsung kembali ke tempat duduknya.

..

Satu jam perjalanan berlalu dengan cukup cepat dan tenang kecuali keributan yang dibuat luhan. Entah apa masalahnya luhan begitu bersikukuh meminta minseok duduk diantara dirinya dan yixing, padahal minseok ingin duduk di pinggir dan dekat koridor. Minseok tidak ingin menyulitkan luhan dengan kebiasaannya yang sering ke toilet di pesawat. Jika minseok duduk ditengah itu berarti ia harus melewati luhan dan hal itu pasti mengganggu luhan yang selalu tertidur di pesawat.

Untung saja suho melerai mereka dan minseok mendapatkan tempat duduk di dekat koridor sesuai keinginannya—luhan tidak tahan dengan wajah memelas minseok tentu saja—katakanlah luhan posesif, tapi melihat sehun yang tertidur di sisi lain koridor membuatnya jujur saja takut.

Meski ada sisi kecil di hati luhan yag tidak percaya sehun pelakunya, namun rasa cintanya pada minseok dan rasa takut kehilangan kekasihnya itu lebih kuat. Sampai ia bahkan tidak rela minseok duduk bersebelahan dengan sehun walaupun mereka dipisahkan oleh koridor.

Satu jam ternyata cukup membuat penumpang disepawat itu banyak yang tertidur begitupun member exo, hanya minseok saja yang kini celingak celinguk kesana kemari dengan wajah panik. Dari awal masuk pesawat perutnya sudah seperti berputar, ia bahkan menolak makan siangnya. Rasanya hari ini memang ia merasa kurang enak badan. Minseok memencet salah satu tombol di lengan kursinya, dan beberapa menit kemudian seorang pramugari datang "ada yang bisa saya bantu tuan?"

"boleh aku obat? Rasanya sedikit mual" tanya minseok dengan suara pelan, ia takut luhan terbangun.

"baiklah, saya ambilkan sebentar" jawab pramugari itu lalu pergi.

"hyung sakit?" sebuah suara cukup mengagetkan minseok, membuatnya berjengit kaget.

Minseok menghela napas begitu menoleh ke sisi kanannya "astaga sehun, kau mengagetkanku" kata minseok takut

sehun hanya tersenyum melihatnya "wae? Apa suaraku begitu seksi?" candanya sedikit tertawa, namun kemudian ia memassang wajah serius "hyung gwenchana?" tanya nya dengan nada datar.

Minseok menautkan alisnya "yeah.. sedikit-hey sebetar, tanganmu kenapa?" tanya menseok begitu melihat perban yang melilit di lengan sehun"

Sehun tersenyum miris "terkena ujung pagar ,.. gwenchana hanya gores. Jongin saja yang berlebihan sampai diperban segala" kata sehun "tidak perlu khawatir hyung" lanjutnya begitu melihat wajah minseok yang terlihat khawatir. " hyung juga sedang sakit kan? aigoo makanya jangan tidur terlalu malam hyung" Sehun merapikan selimutnya dan beranjak dari tempat duduknya

"mau kemana hun?" tanya minseok bingung.

"toilet"

"ah… ne" minseok mengangguk polos.

Sehun tersenyum "hyung mau ikut?" tanyanya nakal.

"a-ani"

Seperginya sehun, minseok hanya tersenyum senang. Ini pertama kalinya sejak waktu itu ia benar benar bicara tanpa kekakuan dengan sehun, jujur saja ia sangat merindukan adiknya itu. masa masa trainee mereka sangat dekat. Minseok sering pulang bersama sehun menggunakan transportasi umum berbagi saat membayar taksi, saling menraktir makan dan lain sebagainya.

Andai saja—

"ah ini obatnya" panggil seorang pramugari yang ternyata sudah berdiri di depan minseok

Minseok tersenyum "ah terima kasih" katanya lalu mengambil obat yang diberikan pramugari itu dan air mineralnya. "sepertinya tadi aku tidak melihatmu di depan?" tanya minseok heran

" saya menunggu di belakang" respon pramugari itu masih dengan suara datarnya, minseok jadi sedikit tertekan mendengarnya belum lagi tatapannya yang terlihat tajam, membuat yang melihatnya merasa terintimidasi "silahkan diminum obatnya" katanya lagi

Brukk

Baru saja minseok akan memasukkan obat ke muutnya, sehun tiba tiba datang dan menabrak pramugari itu, kondisi koridor yang kecil membuat hal itu otomatis menjatuhkan obat ditangan minseok, membuatnya bergulir dan terinjak oleh sehun "a-ah mian" kata sehun

Pramugari itu menoleh, melihat sehun dibelakangnya ia tampak begitu kaget dan langsung pergi meinggalkan minseok dan sehun "uh, sebentar…" panggil minseok ke pramugari itu namun ia tidak menoleh.

Sehun menunduk menatap minseok "aku tidak enak sama pramugari itu… hyung tidak apa?" tanya sehun khawatir.

Minseok mengangguk"tapi.. obatnya hun" tunjuk minseok ke obat yang sudah pecah di dekat kaki sehun.

"o-oh astaga..mianhae hyung aku tidak lihat"

Minseok menghela napas, perutnya kian berutar sekarang, rasanya ingin langsung kebelakang dan muntah.

Sehun buru buru mengambil tas nya, ia mengeluarkan beberapa butir obat dan minum "mianhae hyung ini minumlah. Hyung bisa minum ini tanpa makan. Tadi hyung belum makan kan?" tawar sehun sambil menyodorkan obatnya.

Minseok mengambil obat itu senang "wah kau benar, aku sedang tidak ingin makan goma—"

Perkataan minseok terhenti karena tiba tiba luhan bangun dan mengambil obat di tangan minseok, membuat minseok kaget "luhan! Kenapa sih, kamu bikin aku kaget" desis minseok sebal, ia mencoba meraih obat ditangan luhan "jangan bercanda lu, aku mual, berikan obatnya" kata minseok sebal.

Luhan tidak memberi respon dan menjatuhkan obatnya kebawah dengan sengaja "astaga tadi sehun sekarang kau, luhan perutku sedang tidak enak—"

Luhan memberikan tas kecilnya ke minseok, namja itu kini beranjak dari tempat duduknya dan mendekati sehun yang masih menatap luhan datar. "iku aku" desis luhan sengit. Sementara sehun hanya pasrah.

Bukk!

"kau benar benar akan seperti ini?" luhan mendorong sehun begitu ia masuk ke toilet bersama sehun, beruntung saat itu tidak ada pramugari atau staff yang berada disekitar situ

Sehun hanya mendesis sakit "hyung apa yang kulakukan aku hanya memberi obat, minseok hyung sedang mual" bela sehun.

Luhan tersenyum sadis "kau sungguh sungguh mengira aku akan percaya padamu seteelah aku mengetahui ini semua?" tanya luhan tidak terima. "aku tau obat itu pasti racun, kau sengaja membuat minseok menjatuhkan oabt dari pramugari itu dan memberikan yang kau miliki karena kau mau meracuni minseok kan?"

"hyung aku memang masih belum bisa berpindah dari mu tapi—"

"lihat kau mengakuinya. Obsesimu itu. hentikan sehun sungguh! Tidak bisakah kau membiarkan ku pergi dengan tenang? Jalani saja hidupmu dengan caramu sendiri, jangan pernah mengganggu kehidupanku"

Sehun menatap luhan tidak percaya "obsesi?" desis sehun miris. Ia beranjak dari jatuhnya dan menatap lurus ke kedua mata luhan, membuat beberapa sisi dalam diri luhan menciut.

Cklek

Sehun mengunci pintu dibelakang luhan "obsesi?" tanya nya lagi.

Luhan mundur dan bersaha membuka kunci pintu itu "jangan macam macam oh sehun!"

Sehun memegang wajah luhan membuat wajahnya dan wajah luhan semakin dekat "apa aku yang seperti ini yang hyung inginkan?" tanya sehun santai. Ia mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi "ne, aku terobsesi padamu. Maka aku akan melakukan apapun semauku" desis sehun sebelum akhirnya melepaskan luhan dan membuka pintunya.

Sehun keluar dari toilet meninggalkan luhan yang masih tidak percaya dengan apa yang tadi terjadi.

Tes

Andai luhan melihat itu. air mata yang mengalir di pipi sehun.

….

"HONGKOONG~~" Chanyeol merentangkan tangannya lebar tidak menghiraukan tangannya yang mengenai baekhyun

Baekhyun langsung menjitak chanyeol dengan senang hati "akh! Yak wae!" tanya chanyeol tidak terima.

"tanganmu… yang panjang itu! ini sakit tau" desis baekhyun mengusap usap jidatnya.

Kyungsoo tersenyum melihat mereka berdua "sudahlah" kata kyungsoo santai "jangan bertengkar terus aku jengah melihatnya"

Jongin merangkul kyungsoo dari belakang, membuat namja bermata bulat itu kaget "h-hey"

"ah menyenangkan sekali disini tidak separah di gimpo" kata jongin sambil tersenyum "aku ingin cepat cepat ke hotel dan istirahat" lanjutnya sambil melambaikan tangannya ke fans

Suho berjalan melewati jongin dan kyungsoo dengan mata yang terfokus pada ponselnya "kita langsung ke venue untuk rehearsal" kata suho tegas

"ei… hyung satu ini tidak bisa melihat orang senang" desis chanyeol yang langsung menunduk dan memainkan ponselnya.

Semua member tampak begitu senang kecuali luhan yang masih diam sejak kejadian tadi. Ia terus merangkul lengan minseok. Membuat namja berpipi tembam itu sedikit risih karena luhan mmegangnya terlalu erat

"hannie.. pegal" rintih minseok pada luhan

Luhan melepaskan pelukannya dan cemberut, melihat itu minseok hanya tersenyum kemudian meraih tangan luhan dan menggenggamnya "begini lebih baik kan?"

Luhan tersenyum, di ujung belokan ruang tunggu ia membalikkan tubuh minseok dan mengecup pipinya senang, beruntung ada tiang yang menghalangi kejahilan luhan dari mata mata cekatan fans

Wajah minseok yang memerah hanya tertunduk. Suho yang melihat kejadian itu hanya berlalu sebal sementara kris dibelakangnya menghampiri luhan dan minseok. Melihat kris yang menuju kearah mereka minseok semakin memerah dan malu.

Takk

"yak! Wuyifan!"

"kontrol hormon mu luhan, banyak fans disini dan kau benar benar bertingkah seperti ini?" tanyanya dingin

Luhan menatap kris sengit. Desah tidak percaya keluar dari bibirnya "kenapa? Kau iri? Lakukan saja dengan suho mu"

"luhan!"

Minseok menarik luhan ke tempat yang sepi dibelakang ruang tunggu sebelum namja chingunya itu mulai melakukan tindakan bodoh lagi. Sungguh ia mengerti luhan belakangan ini sering mudah terpancing emosinya karena terlalu banyak kejadian. Tapi untuk bertengkar dengan leader di team tentu bukan ide yang baik

"luhan hentikan" pinta minseok sedih "jangan lagi, kumohon." Minseok tertunduk rasanya air mata sudah berkumpul di ujung matanya.

Luhan yang tadinya amsih memberontak kini terdiam "seokkie.."

Air mata mulai mengalir deras di pipi minseok "hentikan kumohon, sudah cukup kita bermasalah dengan maknae, dengan agensi. Jangan menambah masalah lagi lu, ini sudah cukup erat untukku. Kalau kau terus tidak bisa menahan emosimu apa yang harus aku lakukan? Sungguh aku mulai lelah dengan ini semua. Aku—"

Luhan merengkuh tubuh kekasihnya itu, memotong perkataannya dan meredamnya dalam dekapan hangat "mianhae.. aku, aku tidak memikirkan perasaanmu sungguh aku minta maaf seokkie..aku tidak bermaksud, aku hanya takut"

"tapi tidak begini luhan, tidak seperti ini"

"mianhae"

Prok prok prok prok

!

Luhan dan minseok berbalik begitu mendengar suara tepukan, "kalian siapa?" tanya luhan kaget. Ia secara refleks berdiri di depan minseok begitu ia menyadari orang itu memegang pisau.

"well sepertinya tidak perlu kau tau" kata salah seorang dari mereka.

Tiga orang yeojya sudah berdiri di depan luhan dan minseok tepat dengan pisau di masing masing tangan mereka, salah satunya dikenali minseok sebagai pramugari yang mau menyerahkan obat kepadanya tadi "kami hanya mau mengenyahkan orang itu luhan sebaiknya kau minggir" kata orang yang ditengah

"shireo! minggir!" luhan berteriak sementara minseok hanya bersembunyi dibelakang luhan sekatang "aku tau kalian suruhan sehun kan! Minggir! Benar benar kalau aku beritau agensi tentang ini dia pasti akan habis" desis luhan kesal.

"bukan baby hun yang menyuruh kami, tapi tingkah kalian yang menjengkelkan itu yang wajib dikubur"

"well baby hunnie memang bodoh karena terus berusaha melindungi kalian berdua tapi kami tidak peduli!"

yeojya yang ditengah maju dan mendekati luhan "kau mau tau kenapa kami begitu membenci orang dibelakangmu ini huh?"

"tidak. Pergi!"

"diam! Gara gara tingkahmu yang kekanakan itu! memamerkan kemesraanmu dimana mana. KAU BUKAN HANYA MENYAKITI BABY KAMI TAPI JUGA MERUSAK IMAGE EXO! Apa kau tidak sadar? Banyak sekali news yang diredam hanya untuk menutupi hubungan kalian yang melewati batas itu?"

Luhan tidak terima "wae! Saat aku dan sehun melakukannya tidak ada masalah! Ini hanya alasan kalian yang terobsesi pada official couple sialan itu kan! Kalau kalian memang mensupport kami support juga pilihan kami!" teriak luhan

Yeojya itu kembali angkat bicara" publik melihat official couple itu Cuma sebagai mainan tapi diluar itu dengan semua kemesraan yang kau sebar di publik… publik melihat kalian sebagai pasangan gay dan kita di asia! KAU JELAS MENGHANCURKAN IMAGE EXO! Jadi matilah!" Salah seorang yeojya melemparkan pisaunya dan tertancap di dekat telinga minseok, membuat telinganya sedikit mengeluarkan darah.

"sialan!" Luhan mencoba menendang pisau di tangan mereka tapi ia kesulitan. Memang hanya tiga yeojya yang ia hadapi tapi mereka memegang pisau dan ia harus menyelamatkan minseok, harus mulai dari mana?

Bukk

Minseok keluar dari belakang luhan dan menendang salah satu tangan yeojya itu. membuat pisaunya terjatuh cukup jauh, membuat dua yeojya lainnya kaget dan luhan memanfaatkan keadaan itu dengan merebut pisau ditangan mereka.

"sial! Guys habisi mereka!" salah tau yeojya itu seperti memberi kode dan kemudian sekitar sepuluh orang namja yang menggunakan masker mendatangi mereka dan mulai berkelahi dengan luhan minseok. Sementara tiga yeojya tadi sudah kabur entah kemana.

Luhan menggigit bibir dalamnya, kini punggungnya dan minseok saling membentur dan saat salah satu dari namja itu akan menyerang mereka, dua namja lain balik menyerang kawanannya sendiri, membuat luhan dan minseok sedikit bingung harus mnyerang yang mana.

Masker dua orang itu dilepas dan begitu kagetnya luhan dan minseok menyadari mereka adalah jongin dan sehun.

"ka-kalian"

"bantu saja jangan banyak oceh" rintih jongin yang masih kesulitan mengalahkan lawan lawannya. Luhan dan minseok hanya mengangguk dan mulai mencoba menjatuhkan yang lainnya

Sehun yang sedang berkelahi dengan dua orang sekaligus tampak mulai kelelahan. Salah seorang dari mereka menendang tangan sehun yang terluka membuatnya jatuh terduduk dan dipukuli terus menerus. Jongin yang melihat itu angsung menghabisi namja dihadapannya dan menjauhkan ornag yang memukuli sehun. "minggir sehun kau sudah tidak bisa" pinta jongin.

Sehun menggeleng ia kembali berdiri "kris hyung akan bawa polisi secepatnya aku tidak ap—"mata sehun terbelalak begitu melihat salah seorang dari namja itu memungut pisau yang tadi teerjatuh dan berusaha menikam minseok, dengan cepat luhan memukul pisau itu dengan kakinya, sayang namja yang melawannya tadi memungut pisau itu dan melemparkannya ke luhan "—hyung awas!" sehun mendorong namja dihadapannya dan melindungi luhan dengan tubuhnya.

"SEHUN"


Luka di tangan dan pinggang sehun tidak cukup parah walaupun luka di tangannya semakin melebar. Jongin masih belum mau keluar dari kamar sehun dan terus menemaninya begitupun dengan tao. Sungguh, tao pasti akan memilih ikut bersama jongin dan sehun kalau tau mereka benar benar kabur dan langsung menghajar orang orang mencurigakan itu.

"kalian berdua keluarlah aku tidak apa apa" kata sehun sambil tersenyum lemah.

"tapi sehun—"

"hey yang mengunjungiku bukan Cuma kalian sana pergi" usir sehun, tawa kecil keluar dari mulutnya begitu melihat tao yang merengut "zizi, hanya sebentar, sepertinya ada orang yang mau bicara denganku"

Jongin menggeret tao keluar dari ruang rawat itu sementara dua orang lain masuk ke ruangan itu. mereka adalah minseok dan luhan. Setelah mengobati beberapa luka memar yang didapat mereka langsung bergegas ke ruangan sehun

"maafkan aku" kata luhan pelan.

"apa?" tanya sehun pura pura tidak dengar.

"aku minta maaf sehun" jelas luhan lagi. "harusnya aku tidak main tuduh dan, harusnya memang aku tidak mengganggu privasimu. Harusnya aku mendengar penjelasanmu.. " lanjut luhan tertunduk

Sehun tertawa kecil, ia meninju perut luhan pelan "sudahlah hyung yang penting kalian sudah aman," katanya lalu teersenyum "minseokhyung, telinga mu baik baik saja? Tanya sehun khawatir.

Minseok tersenyum "ne ini hanya luka gores, bagaimana lukamu?" tanya minseok ikut khawatir.

"tenang saja, ini hanya tao yang berlebihan" kata sehun melihat tangannya yang diperban.

"berlebihan apanya, pinggangmu seperti itu sehun" desis jongin yang ternyata tidak keluar melainkan duduk di sofa ruangan itu bersantai.

Minseok kembali menatap sehun "terimakasih maknae, harusnya kau beritau kami dari awal, kau tau sendiri kan luhan begini" katanya menatap luhan yang masih tertunduk

"gwenchana hyung, salahku juga menggodanya terus. Walaupun rasanya memang menyakitkan seperti luhan hyung benar benar tidak mempercayaiku lagi" angan sehun melihat langit langit ruangan itu.

Minseok mengelus rambut sehun sayang "sekali lagi sungguh sehun terima kasih, kau sudah memberi pengertian ke agensi dan fansmu, kau sudah bangun pagi pagi untuk menyingkirkan teror itu walaupun kadang masih ada saja yang lewat dari pengawasanmu. Kalau bukan kau menabrak yejya itu mungkin aku sudah mati diracun tadi.. dan apa lukamu itu karenaku juga?" tanya minseok sedih.

"yah yeojya tadi mengkuti kita dari korea dan dia sudah mau menyerang hyung saat keadaan kacau balau di gimpo tadi, padahal penjagaan sudah diperketat" kata jongin santai.

Sehun mendelik tajam ke jongin "sudahlah hyung bukan apa apa, luhan hyung berhenti menunduk terus" pinta sehun ke luhan yang masih diam. "kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu, lagipula aku sudah tidak menyukaimu lagi, aku juga sudah punya yang lain" kata sehun nakal

"eh?"

"sehun sudah jadian dengan tao sejak beberapa minggu lalu" celetuk jongin yang kini mulai sibuk dengan kacang yang dibawa jongdae tadi

"hah?"

"kenapa galeri dan histori mesej panggilan dan browser sehun hilang semua itu karena banyak fotonya dan tao"

"mwo?"

THE END


#twist

"SEHUN! KAU BACA APA SIH" teriakan minseok membahana dikamar sehun, luhan dan kyungsoo

Sehun mengerlingkan matanya "demi sepatu usang jongin, hyung kecilkan suaramu sungguh telingaku masih berfungsi dengan baik dan aku hanya bermain main dengan fans pura pura tidak mendengar bukan berarti ak—"

"baby kau berisik sekali" desis seseorang yang baru bangun tidur. Ia memeluk pinggang minseok posesif "huh kau juga berisik ohsehun" kata orang itu sambil terus memeluk minseok dan mulai tertidur lagi.

Sehun memutar bola matanya, ia menarik minseok ke pelukannya "hentikan luhan hyung, percayalah jongin akan merajuk jika kuceritakan tentang ini, ya kan sayang"

Minseok mengerlingkan matanya malas.

Luhan melempar bantal ke sehun dengan wajah cemberut "kau menyebalkan seperti biasa" desisnya. Ia mengambil laptop milik sehun dan membawanya kepangkuannnya "SUDAH UPDATE! KENAPA TIDAK BILANG"

Sehun tidak memperdulikan luhan "endingnya menyebalkan aku tidak jadi memiliki baby ming" cibir sehun

"yak itu hyung untukmu" kata minseok tidak terima

"ah wae kau kan kekasihku" kata sehun lebih tidak terima.

Luhan menaruh asal laptop sehun "ani.. minseok kekasihku. Buktinya yang komentar minta XiuHan gada tuh yang suka XiuHun" kata luhan senang, ia kembali memeluk minseok

Minseok berdiri dan berkacak pinggang "hentikan sehun, luhan..sungguh kalian choding sekali, aku bukan milik siapa siapa aku milik fans jadi berhenti bertengkar dan berhenti baca fanfic, sungguh kalian terlalu clingy sejak sering baca fanfic" kata minseok sambil mendecak sebal.

Sehun dan luhan saling berpandangan "hyung tidak suka?" tanya sehun.

Minseok mengangguk " tentu saja! Aku jd lebih cepat keringatan gara gara kalian menempel terus"

Sehun dan luhan kembali berpandangan, mereka kemudian berpelukan "kalau begitu kami berdua saja HunHan forever"

Gantian minseok yang memutar mata dan menghela napas kesal. Kelakuan duo clingy ini memang sangat menyebalkan. Sepertinya minseok benar benar butuh obat sakit kepala dari kris

THE END


JJA! selesai juga

dengan ini saya menyatakan ff ini fail! asli fail banget pengen nangis rasanya. gini nih kalo bikin ff ngelanjutin yang udah ada :'''''''''''''''( maaf banget banget bangetan kalo finalnya twist twist gini sumpah huhu :'''(

lhea winds, hai makasih ya udh sempetin review maaf banget kalo ga sesuai ekspetasi

lee seokkie,udh kejawab dong yang neror siapa, maaf ya ga sesuai ekspetasi

whithena, yoksi sehun ga pernah bahagia ditangan saya(?) maaf ya kalo ga sesuai ekspetasinya

aQuariisblue, yups aku hunhan shipper yg hardnya(?) tapi aku support crackship manapun kok jangankan xiuhan xiuhun aja aku suka(?) yups eksofans harusnya saling menyayangi(?) maaf ya bikin luhannya cocky disini maaf juga kalo ga sesuai ekspetasi kamu :"(

hunjong, hayo ketipu(?) yup jongin sama kyung tau masalah sehun begitu juga tao. sehun disini sampe ga tidur buat ngapusin komen negatifnya xiuhan, nyoba bikin fanns nya calm, minta ke agensi buat stop nyebar rumor jelek dan ngejagain minseok sama luhan karena sehun ngerasa xiuhan dibenci gara gara dia dan dia gasuka itu. dia gasuka fansnya kayak gitu ke hyung nya terlebih luhan kan mantan dia dan minseok itu gmn juga hyung yg dulu dan sampe sekarang msh jagain dia. dan jongin tau banget rencana sehun karena sehun selalu ceritanya sama jongin sayang aja mereka ga sekamar jd jongin susah mo temenin sehun begadang.

kalo tujuan mereka baik kenapa sembunyi sembunyi? simple sehun sama jongin gamau bikin minseok sm luhan khawatir dan sekali lagi sehun ngerasa ini salah dia fansnya jadi ngebenci xiumin dan luhan

knp xiuhan gadisukai agensi juga disini? luhan bikin masalah karna disini dia short temper dan banyak komen negatif ke ming sejak dia sering sm ming akhirnya dia milih yodahlah tunjukin aja gapeduliin yang lain gitu(?)

oh iya abis the end yg pertama itu cuma bonus aja(?) jadi cerita ini kek ff yang dibaca exo(?)

duh sumpah sekali lagi mohon maaf banget kalo ffnya fail :''"( sedih rasanya lain kali saya akan berusaha supaya enggak kayak gini lagi :'''(

anyway HAPPY BIRTHDAY BABY HUN^^

sekali lagi makasih buat yang udah sempetin baca dan review maaf kalo hasilnya ga sesuai ekspetasi kalian :')