Chapter 2

Author : alinhaekyu

Picture : Lee Aejong

Cast : Cho Kyuhyun

Sung Ha Kyung (OC)

Henry Lau

Genre : Romance

Length : Chapter

Rating : PG +15

Note : Ini adalah karya asli saya!. Tidak ada istilah copas.

Happy Reading ^^

Cho Kyuhyun POV

"Hyung"ucapnya dengan ceria kemudian ku rasa tubuhku di bekap oleh seseorang dan orang itu adalah pria yang ku benci ini, wajahnya yang sok imut itu membuatku ingin mengusirnya dari sini. Kalau bukan janji yang di buat oleh Hakyung aku tak akan berada disini untuk menyambutnya.

Hakyung hanya tersenyum melihat adegan pelukan antara saudara ini. Ku mohon jangan tersenyum begitu aku tak menyukainya. Aiisssshhh kenapa juga aku sampai mau mengikuti janji Hakyung semalam. Setelah Henry melepaskan pelukannya dariku. Aku langsung pergi ke ruanganku tanpa mengatakan apapun.

Di ruangan pun aku masih mengingat kata-kata Hakyung semalam.

"Mianhae, kalau kau mau aku akan menjadi sahabatmu dikala kau sedih maupun susah. Jika kau membutuhkanku untuk membuang masalahmu aku akan datang. Yaksok"ucap Hakyung dengan tatapan yang menandakan mampu.

Matanya membuatku terhipnotis. Kata-katanya seperti sangat tahu apa yang ku butuhkan sekarang. Aku akan meminta janjinya.

Park Hyun Kyu-Love Is

Author POV

"Henry Lau imnida. Panggil saja Henry karena kita sepertinya seumuran. Aku sepupu Kyuhyun hyung. Aku keturunan Cina-Korea. Kau asistennya Kyuhyun, eo?"sibuk Henry mengenalkan dirinya.

"Ne, aku asistennya. Sung Hakyung imnida. Panggil aku Ha Kyung saja. Tak enak jika aku menyebut nama saja saat di kantor, sajangnim. Mari ku antar untuk mengelilingi ruangan di kantor ini"

Hakyung sedang sibuk mengantarkan Henry ke ruangannya dan berekliling melihan kantor. Di sela-sela perjalanan berkeliling, Hakyung menyempatkan diri untuk bertanya tentang masa lalu Cho Kyuhyun.

"Kyuhyun sajangnim sejak kapan tak suka sayur?"

"Haha, itu sejak sangat kecil bahkan dia tahu biscuit mana yang diberi sayur. Mau jenis sayur apa saja dia tetap tak mau"

"Bagaimana sajangnim bisa menjadi keturunan Cina-Korea?"

"Itu karena appa ku keturunan Cina dan eommaku keturunan Korea yang notabennya adik dari Cho ajhumma."

"Apakah dulu Kyuhyun sajangnim dingin seperti itu?"

"Anio, dia dulu sangat jahil dan ceria tetapi itu semua kesalahanku"gumam Henry.

"Wae, sajangnim?"

"Anio, apalagi yang ingin kau tanyakan?"tanya Henry sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih dan pipinya menunjukkkan lesung pipi. Wanita mana yang takkan terjerat pada pesonanya yang imut kecuali Sung Hakyung karena hanya satu pria yang ia cintai yaitu Cho Kyuhyun.

"Sepertinya kita sudah sampai kepada tujuan akhir. Igo, ruangan sajangnim. Dia Park Haera sekretaris sajangnim dan dia Lee Joon Si asisten sajangnim. Urusanku berikutnya kembali kepada peranku sebagai asisten Cho Kyuhyun sajangnim."ucap Hakyung tersenyum pamit pergi dan membungkuk.

"Sekali lagi gomawo"ucap Henry tersenyum dan membalas salam pergi kembali ke ruangannya yang berada di dekat ruangan Kyuhyun. Tetapi sebelum itu ia pergi ke ruangan Kyuhyun.

"Sajangnim, sajangnim, apakah saya boleh masuk?"panggil Hakyung dari luar ruangan sambil terus mengetuk pintu?

"Ne"

Hakyung pun masuk ke dalam ruangan Kyuhyun.

"Sajangnim, ini laporan yang sudah saya check kemudian jadwal besok kita akan ke Jeju selama 1minggu karena perintah dari Cho Hang Nam Sajangnim. Sajangnim diminta untuk mengurusi beberapa kendala yang terjadi pada perusahaan yang ada disana. Jadi, waktu pulang kau di percepat agar dapat istirahat. Geurae, hanya itu saja saya pamit."ucap Hakyung panjang lebar. Saat Hakyung hendak berbalik

"Menginaplah di rumahku, akan memakan waktu lama jika harus menunggumu pagi-pagi sekali datang dan sebelum kau ke apartemenku ambillah beberapa pakaianmu di flatmu. Pergilah. Tinggal 4 jam lagi kau berada di kantor untuk mengambil dan merapikan berkas untuk besok."perintah Kyuhyun datar dan tanpa menatap Hakyung sedikitpun.

"Ne, ne, Sajangnim"jawab Hakyung gugup karena ia begitu terkejut mendengar perkataan Boss-nya ini. Dan berbalik keluar dari ruangan.

Jantungnya yang berdegup kencang membuatnya merasa 21% oksigen di muka bumi ini seperti 0,01% dan takkan tersisa lagi untuknya.

Sebelumnya dia pernah punya pengharapan yang sangat tinggi karena hanya ia karyawati kantor yang diperbolehkannya untuk masuk apartemennya ini secara leluasa. Tapi, ternyata karena ia tak memiliki pembantu di apartemennya untuk merapikan ruangannya yang super besar itu.

Hakyung terus berusaha menormalkan jantungnya yang sekarang sedang memompa dengan kecepatan untuk kecepatan sepeda motor 140 km/jam.. Sangat cepat tak tertandingi. Sampai jantungnya pun kembali normal lagi, dia langsung melenggang dari depan pintu kantor boss-nya.

Hakyung POV

Cho Kyuhyun's apartement

Setelah aku di kamarku dan aku akan langsung merapikan semuanya. Ku membawa beberapa baju kerja dan baju tidur tak lupa berkas tadi. Aku hanya membawa bedak, lipstick, dan parfum wangi Bunga Sakura karena aku tak terlalu suka bermack-up maka aku hanya membawa itu. Dan sekarang aku sudah di apartement Cho Kyuhyun.

"Kyu.. apakah kau ada di dalam?"panggilku dari seberang kamarnya.

"Ne"

"Boleh aku masuk?"

"Ne"

"AAAAAAAAAAAHHHHHHHH"teriakku kemudian kurasakan ada tangan yang kekar membekap mulutku.

"Hei, kenapa kau berteriak? Aku menyuruhmu masuk untuk membantuku membereskan pakaiaanku ke koper."ucapnya datar kemudian melepaskan bekapannya dari mulutku.

Aku sungguh terkejut saat dia hanya memakai handuk dan dadanya sangat terlihat dan sungguh bidang. Bagaimana aku tidak terpesona dengannya?. Dia itu nyaris sempurna dengan ketampanan, kekayaan, dan kepintarannya tapi siapa yang menyangka jika sifatnya sangat dingin. Orang pasti mengira ia sangat sombong tetapi aku tiak berkata begitu karena apa aku pernah melihat ia membelikan balon untuk anak kecil di taman yang menangis karena balonnya terbang. Dan kau tahu disana pertama kalinya aku melihatnya dan terpesona dengannya.

Flashback

Park

Jung Young Hwa-You've Fallen For Me

Aku sedang libur hari ini dan aku sedang malas di rumah jadi aku ke taman. Aku sedang membeli ice cream dan duduk di kursi yang diatasnya ada pohon pinus sehingga aku akan sulit dilihat.

"Huaaaa~"rengek seorang anak kecil lalu aku menoleh kea rah anak kecil itu.

"Waeyo adik kecil?"tanya seorang pria yang kalau mataku tidak lihat itu adalah Bossku, Cho Kyuhyun.

"Balonku terbang ahjussi dan eomma pasti tidak akan mau membelikannya lagi.. Hiks"katanya sambil sesenggukan menangis.

"Tenang ahjussi akan membelikannya untukmu,eo? Asal mau berjanji untuk tidak menangis lagi dan menurutlah pada eomma dan appa mu, yaksok?"ucap Kyuhyun tersenyum sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Dan anak kecil itu tadi tersenyum serta mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingkin Kyuhyun menandakan perjanjian.

"Yaksok, ahjussi"ucap anak kecil itu lantang dan tersenyum kepada Kyuhyun.

Kulihat Kyuhyun pergi meninggalkan anak itu dan kembali dengan membawa satu ikat balon. Sungguh kayanya ia.

"Gomawo ahjussi" ucap anak itu tersnyum lagi dan Kyuhyun membalas senyumnya dengan mengacak-acak rambut anak kecil itu.

Aku sungguh terpesona akan senyumnya. Karena tak mau kehilangan wajah tersenyumnya, aku memfoto wajahnya yang tersenyum agar aku selalu bisa melihatnya.

Flashback off

"Mianhae Kyuhyun"ucapku gugup dan dia hanya langsung memakai pakaiannya. Sedangkan aku memasukkan pakaian yang menurutku pasti sangat dibutuhkannya untuk 1 minggu ini. Saat selesai tiba-tiba hp ku berbunyi. Dari Jiyeon. Kutekan tombol hijau.

"Yoboseyo, Waeyo?"ucapku.

"Yoboseyo. Hakyung-ssi mianhae. Semua kamar hotel di setiap hotel penuh dan hanya satu kamar double size untuk pasangan yang akan berbulan madu"balasnya.

"Mwo? Sudah cari yang di tempat lain belum?"tanyaku was-wa. Bagaimana bisa aku dan dia satu kamar bakal ada berita besar jika ketahuan.

"Ne, sudah ku cari semua juga sepertinya ada orang yang sudah mem bookingnya. Tapi bagaimana nanti aku mengatakannya? Aku takut Cho sajangnim marah"ucap Jiyeon takut. Dan aku hanya bisa mengehela nafas.

"Aku akan menelponmu nanti. Ambil saja itu jika memang tidak ada lagi. Nanti aku yang akan mengatakannya, kau tak perlu takut. Sudah, ne. Sebaiknya kau istirahat, kau sudah bekerja dengan keras. Pagi nanti siapkan semuanya, kami akan datang dan jemput kami."ucapku panjang lebar.

"Okaayyy, gomawo. Jalja"ucapnya senang sepertinya..

"Jalja"akhirnya selesai semua.

Ku lihat dia sudah keluar dari kamar dan aku pun keluar untuk ke dapur. Saat keluar dari kamarnya kulihat ia sedang bermain PSP kesayangannya. Inilah dia yang sebenarnya. Kekanak-kanakan. Tapi aku selalu menyukainya. Aku memang aneh.

"Kyuhyun, kau ingin makan malam apa? Aku akan memasakkannya"ucapku lembut.

"Jajjangmyeon"ucapnya to the point.

Aku pun melenggang ke dapur. Membuatkan makanan yang ia gemari itu. 6 bulan menjadi assistennya membuatku mengetahui sifat asli dan kegemarannya. Kalau bisa dibilang beruntung, aku sangat beruntung dan aku akan selamanya bahagia.

Cho Kyuhyun POV

Entah kenapa hatiku senang sekali saat Hakyung mau memanggil namaku saja jika diluar kantor dan dia mau menginap di apartemenku malam ini. Tapi, aku malah selalu dingin padanya karena aku benar-benar gugup. Semoga saja ada keajaiban besok.Apa-apaan aku ini. Bisa-bisanya menyukai Hakyung yang bukan tipeku. Aku tak boleh menyukainya.

"Kyu, makannya sudah siap"ucap Hakyung lembut.

"Ne"dan aku melenggan ke ruang makan. Suasana hening hanya dentingan garpu dan sendok yang beradu di atas piring sehingga membuat melodi yang membuat telinga sakit.

"Kyu, besok kita akan menginap di T hotel dan hanya ada 1 kamar. Hotel lain tak ada yang kosong karena semuanya sudah di booking. Kamar itu adalah kamar untuk pasangan yang ingin berbulan madu hanya ada 1 king bed size. Apa kau mau? Jika kau keberatan aku akan mencari motel untukku sendiri dengan uangku"ucapnya panjang lebar.

Kenapa hatiku tak tega jika ia tidak berada di dekatku? Dan dengan uangnya sendiri? Motel? Yang ku tahu motel disana sangat jauh dari gedung yang akan di datangi dan transportasi dari sana ke kotanya lama untuk datang.

"Aku mau. Ambil saja kamar tadi."ucapku datar dan tetap menyantap makananku.

"Jinjja? Aku akan tidur di sofa kalau kau memang mau"ucapnya sumringah.

Selesai makan aku kembali bermain PSP kesayanganku. Dan dia duduk disebelahku sambil mengerjakan tugas di depan laptopnya. Ku lihat raut wajahnya seperti orang yang sedang stress. Tugas kantor memang sangat berat. Setelah beberapa jam, ku rasakan mataku mulai mengantuk dan ku hentikan permainanku. Saat ku lihat Hakyung, dia sudah tertidur di atas meja, laptopnya pun masih hidup. Dengan penasaran aku melihat tugas apa yang dia buat, ternyata persentasi untuk 2 hari lagi. Setengah pun dia belum selesai membuatnya. Aku tak tega melihatnya, ku gendong ia ala bridal style dan meletakkan ia di kasur kamar tamu. Ku perhatikan wajah polosnya kusingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajahnya. Cantik.

Apalagi yang ku perbuat ini. Aku tak boleh menyukainya, aku keluar dari kamar tamu dan mengambil laptopnya yang di ruang keluarga. Ku bantu ia mengerjakan tugasnya sampai selesai. Betapa geniusnya aku. Dalam setengah jam aku sudah menyelesaikan semuanya. Kusimpan data tersebut Dengan jahilnya aku melihat folder apa saja yang ada. Ku lihat foto-fotonya, ingin sekali aku mentertawai wajahnya yang narsis itu. Sampai berhenti di satu foto yang memperlihatkan wajahku yang sedang tersenyum. Aku membaca pesan di foto itu.

M Signal-I Guess You Don't Know Instrument

'Wajah ini adalah wajah yang ku suka. Semoga kau selalu tersenyum seperti ini. Saranghae'

Aku sungguh terkejut melihatnya. Tapi tanpa sadar aku tersenyum sendiri. Seperti ada banyak kupu-kupu yang berterbangan di perutku karena betapa senangnya aku. Ku ambil fotoku di dalam laptopnya dan memindahkannya ke handphone-ku lalu ku jadikan wallpaper. Kumatikan laptopnya dan meletakkan di atas meja di kamar tamu. Ku lihat lagi wajahnya sekali lagi, Dia mengerang, kulihat dahinya meneteskan keringat dan keningnya berkerut. Karena tak tega, aku menarik selimutnya sampai ke lehernya, ku hapus keringat yang menetes. Tanpa ada perintah, aku mencium keningnya, kulihat dia tersenyum dan mulai tenang. Kemudian aku pergi keluar.

Sungguh hatiku senang.. Apakah aku mulai jatuh cinta lagi? Ku harap dia yang terbaik.

To Be Continued

Maaf readers kalau gaje dan kependekan lagi hehe… Jangan lupa RnF, RnR, dan RnFav yaaa ^^v