My Science Teacher

Summary : Naruto anak yang berprestasi namun hanya di bidang olahraga, dia disuruh pindah sekolah oleh orang tuanya, dan tinggal bersama teman lama mereka, yang tidak lain orang tua Sakura, dan meminta tolong agar Sakura mengajari Naruto. Ternyata kedua orang tua Naruto dan Sakura merencanakan sesuatu, selain untuk membuat Naruto bisa pelajaran sains. Apa rencana kedua orang tua Naruto dan Sakura ? dan bagaimana kehidupan Naruto di rumah Sakura serta sekolah baru nya ?

Chapter : 2

Pairing : Namikaze Naruto x Haruno Sakura

Rate : T

Genre : Friendship, romance, dan family

Disclaimer :Naruto milik Masashi Kishimoto nii-san #terlalu muda tu panggilan *di lempar komik naruto (aku tangkap pake kantong doraemon)

WARNING! : OOC banget terutama tokoh utama, alur very slow, aneh (sangat), typos.

Don't like ? Don't read ! ^^

"Huwaahh...ehm, ne sudah jam tiga sore ternyata. Dari pada suntuk di hotel mendingan aku jalan-jalan, sekalian melihat sekolah baru!" ujar pemuda berambut pirang acak-acakkan dengan wajah seperti kucing, karena ada tiga goresan atau mungkin tanda lahir? di pipi kiri dan kanan, pada dirinya sendiri. Naruto, nama pemuda yang sedang menuju kamar mandi hotel itu. Setelah beberapa saat penampilan pemuda pirang itu yang tadinya agak semrawut menjadi ehm keren ehm.

Naruto POV

"Hah...segar sekali." lebih baik aku ijin tou-san dan kaa-san dulu,begini-begini aku anak yang selalu meminta ijin pada ke dua orang tua dan selalu mengikuti kemauan orang tua, termasuk saat aku memilih jurusan. Nah sekarang kalian tau kan kenapa anak seperti aku ini memilih jurusan sains? sebenarnya aku di suruh meneruskan bisnis tou-san , walaupun sebenarnya aku lebih memilih menjadi atlet , makanya saat memilih jurusan aku sempat menolak untuk masuk jurusan sains dengan alasan yang tentunya bukan atlet karena kaa-san akan langsung menolak alasan ku itu. Dan pasti kalian tau siapa yang menyuruh ku untuk masuk jurusan sains? ya, tentunya kaa-san ku dengan alasan aku akan mendapat ilmu lain dan mendalamiya, karena nanti saat aku lulus, baru aku akan meneruskan ke jenjang selanjutnya dengan jurusan bisnis tentunya.

Cklek ngiik "Kaa-san, tou-san...aku mau ke lu-", "ne, kaa-san dan tou-san masih tidur ternyata, pfft..." saat ku buka pintu kamar kaa-san dan tou-san (tidak sopan langsuk di buka saja-_-) yang kebetulan tidak di kunci dan seketika aku langsung menahan diri untuk tidak tertawa, bagaimana tidak orang sikap tidur mereka saja sangat-sangat aneh, otou-san tidur disamping ranjang sambil meringkuk seperti orang kedinginan padahal tu ranjang sangat lebar, sedangkan okaa-san? dia sikap tidurnya mirip dengan ku ahaha, tangan kaa-san terentang ke samping yang kiri di muka otou-san yang kanan di sampingnya, kaki kaa-san sama dengan tangannya yang kiri menindih tubuh tou-san . Dan yang aku mau tertawa, entah apa yang di impikan kaa-san, karena dia tiba-tiba memukuli kepala tou-san dan tou-san hanya diam dan tidak mengubah posisi tidurnya atau menghindar dari serangan kaa-san. "Ya,sudah lah aku pergi saja." aku pun lekas menutup pintu kamar kaa-san dan tou-san, "Aku taruh mana ya, handphoneku?" tanyaku pada diriku sendiri. setelah beberapa saat aku menemukan handphone ku yang terjatuh di bawah tempat tidur. "Apa-apaan ini 20 pesan dan 35 panggilan tak terjawab?" pastilah ini kerjaan Shion , siapa lagi coba? tu kan pesannya sama semua lagi " Naruto-kun~ kamu sudah sampai belum? telpon aku ya? kekasih mu ini sangat merindukan mu~, mumpung aku lagi tidak ada pemotertan ya sayang~" aku membaca salah satu pesan nya, ih siapa juga yang mau telpon kamu, aku biarkan saja lah.

Setelah keluar hotel, aku pun langsung mencari taxi untuk mengantar ku ke KSHS (Konoha Senior High School) sekolah baru ku. Beberapa saat kemudian aku turun sebelum gerbang, "A-aku tidak mau! t-to-tolong~" teriak seseorang sepertinya dari arah halte. Aku pun langsung bergegas ke sumber suara, di situ ada prempuan sepertinya siswa,ups siswi KSHS yang sedang di rampok oleh tiga orang laki-laki yang pertama selalu menyebut nama jashin, yang ke dua sepertinya dia sering kecelakaan karena banyak jahitan dan yang ke tiga wajahnya seperti ikan hiu 'orang yang aneh' pikir ku.

"HOI...JANGAN GANGGU CEWEK ITU!" teriak ku lantang.

"Sepertinya ada yang ingin menjadi pahlawan, Kakuzu!" ucap orang yang selalu bilang jashin itu. "Iya Hidan, memang siapa kau berani-beraninya kau mengganggu pekerjaan kami!" sahut orang yang dipanggil Kakuzu.

"Ayo sini! kalau kau bisa mengalahkan kami!" tantang orang yang seperti hiu.

"Benar ucapan mu Kisame! ayo kalau berani!" timpal Hidan.

Tanpa basa-basi aku langsung berjalan kesana dan BUGH, BAGH, KLEK. Aku menghajar mereka ber tiga dengan tangan kosong, aku mempelajari beberapa bela diri makanya mereka langsung babak belur dan mungkin ada tulang yang patah.

"Bukh..jika kalian masih mengganggu anak ini lagi tidak segan-segan aku akan membawamu ke makam! mengerti!" ucap ku dengan menatap tajam ke arah mereka bertiga.

"Me-mengerti tuan..." mereka langsung lari terbirit-birit, dasar sampah masyarakat.

"A-ano, t-te-terima kasih tuan..." cewek yang aku tolong berterimakasih pada ku.

"Naruto, panggil aku naruto, jangan panggil aku tuan, aku masih seumuran dengan mu, dan sama-sama hm..." aku tersenyum ramah dengannya.

"Hi-hinata Hyuga, Naruto-kun..." jawab cewek bernama Hinata dengan wajah merona.

"Ngomong-ngomong, kenapa kamu baru pulang, Hinata-chan?" tanya ku penasaran.

"A-ano...s-sebenarnya sudah pulang s-sebelum jam dua belas siang t-tadi, karena ada rapat organisasi dan kebetulan ketuanya ijin untuk pulang duluan dan aku sebagai sekretaris di suruhnya untuk mencatat hasil rapat sekaligus mewakili nya, m-makanya aku p-pulang hingga s-sore..." Hinata menjawab dengan jujur.

"Apa kamu tidak di jemput? berbahaya kan jika perempuan secantik kamu, jika terjadi perampokan seperti tadi..." penyakit lama ku sepertinya kambuh lagi. Ya penyakit suka menggoda perempuan ahaha.

"A-ano, maafkan aku sudah bertanya sembarangan ahaha..." aku jadi salah tingkah apa lagi Hinata dia udah seperti kepiting rebus bahkan lebih merah.

Beberapa saat setelah kami berkenalan dan menceritakan bahwa aku akan pindah di KSHS dan mulai berangkat besok, tiba-tiba ada sebuah mobil mewah Rolls-Royce Phantom berwarna hitam berhenti di depan kami, ya sebenarnya aku menawarkan untuk mengantar Hinata, aku takut jika ada sesuatu terjadi padanya, jangan salah paham aku hanya khawatir, aku selalu seperti itu pada perempuan, apa lagi dia baru saja hampir di rampok. Cklek mobil itu terbuka menampakkan seorang laki-laki sepertinya, kenapa aku bilang sepertinya karena dia mempunyai rambut berwarna cokelat panjang dan mempunyai warna mata sama seperti Hinata.

"Hinata...maaf aku terlambat menjemput mu dan siapa orang yang di samping mu ini?" tanya pemuda itu pada Hinata sambil menatap ku tajam, memangnya ada yang salah dengan penampilan ku? sepertinya tidak, aku memakai celana jeans seperempat berwarna abu-abu kehitaman , t-shirt hitam dan jaket berwana hitam, sepatu kets sewarna celana yang aku kenakan dan earphone di telinga.

"Di-dia Naruto, Neji-nii... dia sudah menyelamatkan ku dari perampok tadi." Hinata menjawab.

"A-apa! kamu di rampok , kamu tidak apa-apa kan Hinata? aku kan sudah bilang, seharusnya kamu pulang dengan ku tadi, tidak perlu ikut rapat segala, dan kau kucing terimakasih sudah menolong adik ku...ayo kita pulang, otou-sama sudah khawatir karena kamu tidak pulang-pulang Hinata." A-apa seenaknya dia memanggil ku kucing!.

"Apa kau bilang, dasar pemuda iklan shampo." tanpa mempedulikan kakak Hinata yang tidak terima ku panggil pemuda iklan shampo, aku langsung berjalan pergi meninggalkan mereka.

"N-Naruto-kun~..." aku menoleh sebentar ketika mendengar teriakan Hinata.

"A-artigatou..." ucapnya lagi dan hanya ku balas dengan senyuman. Setelah itu aku pun mlanjutkan kegiatan ku untuk berkeliling kota Konoha ini.

End Naruto POV

~~My Science Teacher~~

Di Kediaman Keluarga Haruno

"Kaa-san...meja makannya sudah aku rapikan, sekarang aku harus melakukan apa lagi?" tanya seorang anak perempuan yang bernama Sakura.

"Tolong bantu kaa-san membuat punch stroberi nipis, kamu bisa kan Sakura?" Tsunade ibu sakura, bertanya balik.

"Uhm,..aku sangat suka minuman itu." Sakura mengangguk pasti dan langsung membantu membuat minuman untuk makan malam nanti jam 7 malam.

"Ne kaa-san, untuk apa teman kaa-san menitipkan anak nya ke kaa-san?" Sakura bertanya sambil menyiapkan gelas untuk makan malam.

"Nanti kamu pasti tau Sakura..." jawab Tsunade sambil tersenyum menatap putrinya. 'Semoga saja rencana kita berhasil Kushina, Minato' pikir Tsunade.

Di Tempat lain (tepatnya hotel tempat keluarga Namikaze menginap)

"M-minato...?" seorang wanita parubaya mempunyai rambut berwarna merah darah bertanya pada suaminya.

"Ada apa kushina..." sahur Minato yang masih terlelap di tempat tidur sedangkan kushina sudah masuk ke kamar putranya.

"Naruto tidak ada di hotel!" teriak kushina panik.

"Jangan-jangan dia tau rencana kita dan kabur, bagaimana ini Minato?" ujar kushina lagi.

"APA...Naruto kabur?" Minato langsung berlari ke tempat kushina.

"Tenang Kushina, memangnya Naruto meninggal kan pesan dan membawa barang bawaan nya?" tanya Minato menenangkan Kushina.

"Tidak Minato, barang-barang nya masih ada di hotel..." jawab kushina sambil memegang tas milik Naruto.

"Huft...tenang saja Kushina, mana mungkin dia kabur tanpa memberi pesan dan membawa tasnya" Minato menghela nafas.

"Tapi kenapa dia tidak memberi pesan atau telepon setidaknya..." ucapa Kushina lagi.

"Kalau begitu kenapa tidak kamu telepon saja dia? mungkin dia ingin melihat sekolah barunya" jawab Minato sekaligus menyuruh Kushina untuk menelepon putra semata wayang nya itu.

"OH..benar juga ya! kenapa aku tidak kepikiran." Kushina pun langsung pergi ke kamarnya dan mengambil telepon untuk menelpon anaknya, sedangkan Minato mengikuti istrinya kembali ke kamar mereka.

"NARUTO! kenapa kau tidak memberi tahu kaa-san jika kau pergi HAH..." teriak Kushina saat panggilannya di angkat oleh Naruto.

"A-a...Kaa-san, tadi aku sudah mau meminta ijin tapi-"

"Tapi apa Naruto, Sekarang kau dimana? cepat pulang ke hotel nanti ada acara makan malam dengan keluarga tempat kamu tinggal." sela Kushina.

"Aku tidak bisa kaa-san...sekarang saja sudah jam enam sore katanya makan malam di mulai jam tujuh kan? tempat ku sekarang berada saja memakan waktu satu jam lebih.." jawab Naruto.

"APA KAU BILANG! memangnya kau sedang berada dimana hah?!" teriak Kushina tidak percaya atas kelakuan anaknya, padahal sebelum mereka berangkat Kushina sudah bilang pada Naruto jika ada makan malam, eh malah tu anak seenaknya jalan-jalan sampai lupa waktu.

"A-ano kaa-san aku benar-benar lupa dan lagi tadi aku ada sedikit masalah jadi..." ucap Naruto menggantung.

"Jadi apa Naruto!" bentak Kushina lagi.

"Jadi kaa-san da tou-san saja yang datang, aku tidak ikut makan malam lagi pula besok dan seterusnya aku akan tinggal di sana kan..?" rayu Naruto.

"A-ap..." belum sempat Kushina menjawab Handphone miliknya sudah di rebut Minato.

"Ya sudah kalau kamu tidak bisa Naruto...tapi kamu jangan pulang sampai larut malam ya!" jawab Minato.

"Benarkah tou-san? ok aku akan pulang sebelum jam 9 aku janji tou-san. Tut tut tutt..." telepon di matikan oleh Naruto.

"Minato kamu ini bagaimana sih..?!" Kushina bertanya pada suaminya yang seenaknya saja.

"Lagi pula jika Naruto ikut kita akan susah pulangnya Kushina..." Minato bersiap untuk mandi karena sudah jam enam lebih.

"Kau tidak mandi sekarang sudah jam enam lebih, bisa-bisa kita terlambat. Aku akan mandi di kamar mandi Naruto biar kita cepat siap-siapnya dan langsung berangkat ke rumah Jiraiya." ujar Minato pada Kushina yang di tanggapi dengan anggukan oleh Kushina.

"Dasar like father, like son." cibir Kushina.

~~My Science Teacher~~

Di Tempat Naruto Berada

"Nah kalian suda bisa kan mendribel bola basket itu?" tanya pemuda pirang yang sedang bermain atau tepatnya mengajari dua anak laki-laki main basket, ya siapa lagi kalau bukan Naruto. Dia berbohong pada orang tuanya, agar tidak ikut acar makan malam yang menurutnya membosankan dan kebetulan saat dia jalan-jalan melihat dua anak laki-laki sedang bermain bola basket, ia pun langsung bergabung dengan mereka.

"Hai, nii-chan aku sudah bisa sekarang ayo kita tanding dua lawan satu bagaimana?" tanya anak berambut cokelat jabrik.

"Iya nii-chan, aku juga setuju dengan Konohamaru!" anak berkaca mata mengangguk dan meyetujui usulan anak berambut cokelat jabrik a.k.a Konohamaru.

"Baiklah~...aku punya tawaran untuk kalian, jika kalian bisa memasukkan bola basket itu ke dalam ring sekali saja, akan aku traktir nanti." ucap Naruto.

"Yosha, ayo Udon kita kalahkan Naruto nii-chan.." ujar Konohamaru pada Udon.

Naruto melempar bola basket ke atas, dan Konohamaru langsung menangkap lalu mendribel dan ingin mengoper bola ke Udon namun sayang belum sempat melempar

Naruto sudah menangkap bola itu dan melakukan lay-up dan bola itu langsung masuk ke ring baskte.

"Masuk!" ucap Naruto.

"Hah nii-chan, curang!" protes Konohamaru.

"Apa? aku tidak curang Konohamaru, salah sendiri kau tidak berusaha menghalangi ku." ucap Naruto santai.

"Ya sudah, Konohamaru mau bagaimana lagi kita kan masih belajar." ujar Udon menyemangati Konohamaru.

"Tapi aku kan,..Krukk...lapar" Konohamaru memegangi perutnya.

"Ayo ikut aku, Konohamaru, Udon!" perintah Naruto.

"Mau kemana nii-chan?" tanya Konohamaru.

"Kalian tau Tempat makan yang menyediakan ramen?" tidak menjawab pertanyaan konohamaru, Naruto malah bertanya tempat restoran ramen berada.

"Tau, Naruto-niichan~" jawab Konohamaru dan Udon bersamaan dan langsung menyeret Naruto.

"He-hei...tunggu dulu, bola basketnya tidak kalian bawa?!" Naruto mengingatkan dua anak laki-laki itu.

"Oh iya! Udon kau yang bawa." Udon hanya mengangguk pasrah lalu mengambil bola basket di samping lapangan.

"Tunggu Konohamaru, Naruto-niichan..!" teriak Udon menyusul Konohamaru dan Naruto.

~~My Science Teacher~~

Tok tok

"Ojama shimasu~" Kushina dan Minato sudah berada di depan pintu rumah keluarga Haruno.

Cklek

"Selamat datang Kushina, Minato...kyaa sudah lama kita tidak bertemu." Tsunade yang membukakan pintu langsung memeluk Kushina.

"Aku juga Tsunade..." Kushina membalas pelukan sahabat masa mudanya. begitu pula yang di lakukan Jiraiya dan Minato.

"Ayo masuk, Kushina, Minato...Putriku ada di dalam." ucap Jiraiya seraya mempersilahkan Kushina dan Minato masuk.

"Ne...Kushina mana putramu?" tanya Tsunade heran.

"Ano, dia tadi pergi jalan-jalan dan tidak bisa ikut makan malam ini, maafkan aku ya Tsunade..." jawab Kushia.

"Oh begitu ya, tidak apa-apa Kushina, besok dia kan mulai tinggal disini."

"Paman,Bibi..." Sakura menyambut orang tua Naruto dengan sopan.

"Ne...dia cantik sekali~" Kushina memuji Sakura.

"Te-terimakasih Bibi..." ujar Sakura gugup.

"Ayo Minato, Kushina duduk dan nikmati hidangan sederhana ini..." panggil Jiraiya sambil menduduk kan diri di kursi meja makan.

Sakura duduk di samping ibunya, Jiraiya duduk di ujung, sedangkan Minato dan Kushina duduk berhadapan dengan Tsunade dan Sakura. Acara makan malam dimulai dengan hangat, sambil sesekali tertawa bersama karena Jiraiya menceritakan masa muda mereka.

"Uhm...ano bibi Kushina..." Sakura menatap Kushina dengan tatapan bertanya.

"Iya ada apa Saku-chan?" tanya Kushina.

"Anak bibi itu perempuan atau laki-laki, kalau boleh tau? aku penasaran."

"Hm pasti kamu akan tau besok Saku-chan, dan bibi mau minta tolong sesuatu sama Saku-chan boleh tidak?"

"Uhm, minta tolong apa bi?"

"Sebenarnya tujuan bibi menitipkan anak kami, karena dia lemah di bidang sains, berhubung teman bibi mempunyai anak yang pandai yaitu kamu, bibi menitipkan anak bibi agar kamu dapat mengajarinya pelajaran sains." jelas Kushina.

"Jadi bibi meminta tolong agar aku mengajari anak bibi?" tanya Sakura.

"Ya begitulah, Sakura." Jawab Tsunade ibu Sakura

"Baiklah aku mau, dengan begitu aku juga dapat lebih mudah memahami pelajaran." ujar Sakura sambil tersenyum.

"Jiraiya, apakah pesanan ku sudah kamu belikan?" tanya Minato pada Jiraiya.

"Oh sudah Minato sesuai keinginan mu, sekarang ada di Bagasi samping rumah." Jiraiya menunjuk tembok yang ia maksud sebagai samping rumah.

"Apakah mau kau bawa saat pulang?" ujar Jiraiya lagi.

"Tentu, karena besok akan aku suruh anak ku untuk menggunakan nya." jawab Minato.

Skip Time

"Aku pulang dulu ya Tsunade, Jiraiya! sampaikan salam ku untuk Sakura." Kushina berpamitan pada teman lamanya itu, sambil memakai helm. yah kalian tau sekarang apa yang di maksud Jiraiya pesanan Minato ada di bagasi, sebuah motor sport Honda CBR500R hitam.

"Pasti akan ku sampaikan Kushina." jawab Tsunade.

"Hati-hati di jalan Kushina, Minato." pesan Tsunade dan Jiraiya.

"Ya pasti!" Minato pun langsung melaju meninggalkan kediaman Haruno.

~~My Science Teacher~~

"Naruto cepat bangun, kau harus masuk sekolah lebih awal..." Kushina membangunkan Naruto, namun tanpa memakai kekerasan, mugkin karena ini hari terakhirya membangunkan Naruto yang akan tinggal jauh dengannya selama kurang lebih satu tahun.

"Baik Kaa-san..." jawab Naruto yang bangun dari tidurnya dan berjalan seperti zombie menuju kamar mandi hotel, bagaimana tidak dia sudah dua kali menabrak tembok saat masuk kamar mandi.

"Dasar anak itu." gumam Kushina.

"Minato, katanya nanti kita akan di jemput oleh Tsunade, sekalian membawa barang bawaan Naruto ke rumahnya." ujar Kushina pada sang suami.

"Oh baguslah jadi kita tidak perlu repot-repot membawanya sendiri." ucap Minato sambil mengemasi bajunya dan baju sang istri ke dalam koper yang dibawanya kemarin.

"Kaa-san, tou-san, kalian akan berangkat nanti?" tanya Naruto yang sedang memakai dasi seragam sekolahnya yang dulu (bayangkan seragam di drama korea BBF), ya karena dia belum mengambil seragamnya.

"Iya Naruto, setelah kau pulang sekolah." jawab Minato.

"Dan kami punya sesuatu buat mu Naruto." tambah Kushina.

"Apa kaa-san, apa?" tanya Naruto lagi.

"Nih...oh ya, nanti kamu pulang langsung ke rumah keluarga Haruno ya! kita bertemu di sana." ujar Kushina sambil menyerahkan kunci sepeda motor yang di naiki Minato dan Kushina saat pulang dari kediaman keluarga Haruno.

"Motornya ada di parkiran hotel, berwarna hitam dan ini helmnya." kata Minato, sambil menyerahkan dua helm pada Naruto.

"Oh baiklah, tapi kenapa ada dua helm tou-san." tanya Naruto tidak mengerti, padahal ibunya kan sudah bilang untuk pulang di kediaman Haruno dan tentunya Naruto tidak tau alamatnya so, pasti Naruto akan pulang bersama anggota keluarga Haruno kan.

"Itu, nanti pasti kau tau dan sebelum masuk kelas kamu temui wali kelas mu Naruto, namanya Hatake Kakashi." jawab Minato.

"Baik tou-san, kaa-san aku berangkat dulu, ittekimasu~" setelah itu naruto menuju tempat parkir hotel dan langsung berangkat sekolah dengan mengendarai motor sport barunya.

Di kediaman Haruno.

"Apa? kaa-san tidak bisa berangkat bersama ku?" Sakura yang baru selesai sarapan berteriak kaget.

"Iya Sakura, kaa-san dan tou-san ada urusan, jadi kau berangkat sendiri ya?" perintah Tsunade pada purtrinya.

"Kenapa kaa-san tidak bilang tadi malam, setidaknya aku kan bisa berangkat lebih pagi." protes Sakura.

"Y-ya..." sebelum Tsunade menyelesaikan kalimatnya Sakura langsung berdiri dan bersiap untuk berangkat.

"Ya, kaa-san tidak apa-apa, lebih baik aku berangkat sekarang. Ittekimasu~"

"Itterasshai~" Tsunade dan Jiraiya pun melanjutkan sarapan mereka.

Konoha Senior High School

Ckiitt

Suara sepeda motor di rem saat sampai di tempat parkir KSHS, yap siapa lagi kalau bukan Namikaze Naruto. Dia bergegas menuju ruang guru untuk mencari wali kelasnya.

"Kyaa siapa dia? Keren sekali" beberapa siswi berteriak histeris seperti orang kesetanan, ya hanya karena melihat Naruto.

"Kyaa dia tampan sekali" ucap beberapa siswi lagi

"Kyaa, kyaa, kyaa~" yah kira-kira seperti itu yang di dengar oleh Naruto, dia tidak begitu suka jika banyak anak teriak-teriak karena di, 'memangnya aku ini hantu apa!' pikir Naruto berjalan melewati kerumunan siswi oh tidak bahkan siswa juga, siapa yang tidak tau seragam yang di kenakan Naruto itu seragam sekolah mana, tentunya bukan KSHS. Itu akan kita bahas nanti ok #plakk

Sakura baru sampai di depan pintu gerbang sekolahnya langsung lari, kenapa? karena dia ada janji pada Ino, sahabatnya untuk berangkat lebih awal, entah apa yang mereka akan bicarakan.

"Maaf, aku tidak sengaja..." Sakura beberapa kali menubruk beberapa orang karena tergesa-gesa, tiba-tiba Brugh sakura menubruk punggung seseorang dan parah nya dia sampai terjatuh di atas tubuh pemuda itu, sedangkan pemuda yang ia tubruk dengan enaknya mencium lantai koridor sekolah.

"Ukh it-ittai~" ucap Sakura.

"Heh kau yang diatas, cepat bangun sampai kapan kau akan berada dia atas tubuhku, hah!" bentak pemuda yang Sakura tubruk.

"A-ano gomen, gomen, maafkan aku, aku sedang terburu-buru..." Sakura berulang kali membungkukkan badannya untuk meminta maaf.

"Ah sudah lah!"

"Mari akau bantu berdiri..." Sakura menawarkan bantuan kepada pemuda yang ia tubruk tadi.

"Tidak usah, terimakasih." ucap pemuta itu ketus.

"Maafkan aku ya uhm..."

"Naruto, Namikaze Naruto." jawab Naruto ketus tanpa melihat siapa yang menubruknya, seraya pergi meninggalkan orang yang telanh menubruknya a.k.a Sakura.

"Na-namikaze..." gumam Sakura.

~~TBC~~

A/N: Akhirnya chap 2 bisa aku selesaikan dan lagi-lagi Narusaku belum ada di chap ini yang ada malah NaruHina #kelewatan lu tor(digrebek readers). Aha-ha-ha-ha gomen,minna tapi aku jamin chap depan udah full NaruSaku, ini baru permulaan (sok banget), karena saya masih baru, jadi saya minta reviewnya kalau sempat, kritik yang membangun haru terima kok, Saran sudah pasti aku terima ^_^. Yah mungkin itu aja, dan ya aku hampir lupa!

Spesial Thanks for:Himawari no AzukaYuri, Princess NaSa, Aosei Rzhevsky, Cherry Uzumaki, Dear God, .indohackz, Jaguar, Nakumi-chan, maaf yang belum sempat aku balas Reviewnya, dan arigatou buat yang udah fave, follow fict ini ^^.

Tetep RnR yak! #ngarep

Thanks for Reading ^_~

R

E

V

I

E

W