Pairing: Zhoumi/Kyuhyun (main); Siwon/Kibum (main); Hangeng/Heechul (side); Kangin/Leeteuk (side); Yesung/Ryeowook (side)
Characters: All 15 Super Junior members. Yes. I'm an only 15. Got a problem with that?
Genre: Romance/ Comedy
Warning: BL
Disclaimer: I owned the story. The characters are not mine (I wish thou, haha)
Summary: Leeteuk memiliki toko kue. Kangin memiliki toko bunga. Ryeowook dan Shindong adalah koki kue. Siwon, Zhoumi, dan Donghae adalah 3 sahabat. Dan Kyuhyun adalah si Culun Matematika yang sedang jatuh cinta. This is how the Summer's Tale begins.
.
.
.
.
A Summer's Tale
Chapter 2/?
.
.
.
" Awww, imut sekali Shindong hyung kue ini!" teriak seorang lelaki bertubuh kecil, kepada lelaki bertubuh tambun di hadapannya yang baru saja selesai menghias sebuah kue tart.
Lelaki bertubuh tambun bernama Shindong itupun tersenyum lebar, memperlihatkan senyuman yang lucu yang membuat siapapun akan merasa gemas melihatnya.
" Ini masterpiece-ku yang terbaru Wookie-ah! Namanya Blueberry Cheese Tart!" seru Shindong dengan ekspresi bangga. Disekanya sedikit icing cream yang berada di sisi piring saji, menyempurnakan hasil karyanya.
" Woah, ini keren sekali hyung! Kata Wookie, yang bernama asli Ryeowook, sambil mengamati lekat-lekat kue tart di hadapannya tersebut.
" Dan kau tahu apa yang lebih keren, Wookie-ah?" tanya Shindong sambil menatap Ryeowook. Ryeowook balas menatap Shindong selama beberapa saat, sebelum mengalihkan perhatiannya kembali pada kue tart di hadapannya. Dahinya berkerut. Dipalingkan kepalanya ke sisi kanan dan kiri kue tart, mencoba untuk mencari tahu jawabannya.
Ryeowook menggeleng.
" Untuk membuat kue ini, aku sama sekali tak membutuhkan bahan dasar tepung dan gula, lho." Jawabnya bangga. Ryeowook membelalakkan matanya.
" Benarkah itu, hyung? Berarti Blueberry Cheese Tart ini mirip dengan cara pembuatan Cheese cake, dong? Oh, pasti Hyung menggunakan bahan dasar Biskuit Granita, ya?" tebak Ryeowook antusias sambil memandang hyung yang lebih tua dua tahun darinya itu. Shindong menganggukkan kepalanya, senang.
" Benar aku mencampurkan antara biskuit granita dan menggunakan madu sebagai pengganti gula pasir! Tetapi yang lebih istimewa dari kue ini adalah aku membuatnya tidak dengan cara memanggang. Melainkan aku dinginkan di dalam mesin pendingin!" terang Shindong sambil mengelap tangannya. " Memang membutuhkan waktu lebih lama sih daripada menggunakan metode pemanggangan. Tetapi hyung pikir, ini setimpal dengan hasilnya."
Ryeowook mengangguk-anggukkan kepalanya tanda paham.
" Hey Ryeowook, hey Shindong. Toko akan segera dibuka dalam waktu lima menit, kalian siap?" Seorang lelaki yang mengenakan kemeja putih dan apron yang berwarna sama terlihat sedang memasuki dapur. Kehadirannya yang secara tiba-tiba sedikit mengagetkan kedua orang yang ditanyainya.
" Oh, siap boss. Lihat, Shindong hyung baru saja menyelesaikan kue penemuannya yang terbaru!" jawab Ryeowook sambil menunjuk ke arah kue yang siap untuk dihidangkan.
Lelaki beratribut putih-putih itu berhenti dari kegiatannya dan menoleh ke arah Ryeowook.
" Ya! Sudah berapa kali kukatakan jangan panggil aku boss! Aku masih 23 tahun! Panggil aku hyung saja." Kata lelaki tersebut sambil pura-pura tersinggung.
" Hehehe, iya Leeteuk hyung! Maaf aku keceplosan!" jawab Ryeowook sambil tertawa malu-malu.
" Mana Kyuhyun dan Henry? Apakah mereka belum datang?" tanya Leeteuk sambil melihat sekeliling, mencoba mencari keberadaan kedua pegawainya yang lain.
Terdengar derap langkah seseorang berlari sebelum tiba-tiba sesosok remaja menampakkan dirinya di dapur.
" Aku di sini hyung! Aku di sini! Maaf sedikit terlambat. Aku tadi keasyikan mengerjakan soal Kimia bersama teman-temanku. Aku sampai lupa kalau sudah hampir waktunya jam kerja!" kata remaja bertubuh tinggi tersebut sambil sedikit terengah-engah.
Leeteuk, Ryeowook, dan Shindong mengamati penampilan remaja yang baru tiba tersebut tersebut lekat-lekat. Dari atas kebawah, lalu dari bawah ke atas secara berulang-ulang.
" Aku tak percaya dia satu sekolah dengan adikku." ucap Leeteuk tak sadar. Shindong dan Ryeowok hanya bisa tersedak menahan tawa. Wajah remaja itu memerah seketika.
" Ya, hyung! Memangnya ada apa dengan penampilanku?" tanyanya sengit.
Leeteuk mengamati penampilan remaja tersebut sekali lagi. Rambut ikal berwarna brunnete yang tampak sedikit acak-acakan, memakai seragam kemeja putih dan blazer sekolah yang berwarna hitam dengan sedikit aksen di kerahnya. Overall, tidak ada yang salah dengan penampilan remaja tersebut.
" Bukan begitu Kyuhyun-ah. Jangan salah sangka. Maksudku, aku hanya tidak percaya kau juga bersekolah di SMA yang sama dengan Donghae. Aku sering bertemu dengan teman-teman bergaulnya. Dan menurutku, penampilan mereka jauh sekali dari yang namanya penampilan siswa SMA pada umumnya. Terlalu glamor!" Kata Leeteuk mencoba menjelaskan sambil mengacungkan apron kepada Kyuhyun.
" Dan kau! Lihat dirimu, Kyuhyun-ah! Oh, aku tahu kalau kau mengenakan kemeja putih koleksi musim panas keluaran Armani, namun kau memakainya dengan simple dan sederhana! Seperti remaja SMA pada umumnya."
" Well, aku anggap itu sebuah pujian hyung," Kata Kyuhyun mengangkat bahunya sambil tersenyum. Ia berjalan menuju Leeteuk dan menerima apronnya.
" It is, a compliment!" jawab Leeteuk sambil membantu Kyuhyun mengikatkan tali apron dari belakang.
" Tetapi Donghae hyung dan kedua sahabatnya itu popular sekali lho hyung di sekolah. Baik siswa maupun siswi, mereka semua mengidolakan adik hyung dan kedua sahabatnya itu," cerita Kyuhyun. Leeteuk hanya tersenyum mendengarnya.
" Aku tahu Kyuhyun-ah, aku tahu. Aku juga tahu kalau Donghae dan kedua sahabatnya itu juga sangat ditakuti oleh siswa-siswa lainnya, khan? Itu yang aku tidak terlalu suka." Kata Leeteuk sambil menghela nafas. " Aku harap ia bisa belajar hidup dan berpenampilan sederhana sepertimu, Kyuhyun."
" Yeah dan adik hyung akan terlihat sebagai teroris fashion!" celetuk seseorang tiba-tiba. Mereka berempat menoleh ke sumber suara. Menemukan sesosok bocah bermata kecil dan berpipi tembem sedang memamerkan seringaiannya kepada mereka.
Bocah itu mengenakan seragam kemeja putih yang dikeluarkan, dengan dua kancing bagian atas terbuka, dan menyampirkan blazer sekolahnya di pundak.
" Murid seperti Kyuhyun hyung ini tipe-tipe teroris fashion, hyung! Dia bahkan tak tahu jika kemeja Armani itu tidak cocok jika disandingkan dengan sepatu Jimmy Choo warna putih miliknya!" lanjut bocah itu sambil terus mengkritik penampilan Kyuhyun yang menurut-nya sangatlah menyedihkan. Kyuhyun menyambit bocah tersebut dengan apron yang tersisa, tidak terima dengan kritikan bocah yang lebih muda satu tahun darinya itu.
" Betulkan apa kataku? Tipikal seperti Henry inilah yang sering aku jumpai berada di sekolah kalian!" kata Leeteuk sambil menunjuk ke arah bocah yang ternyata bernama Henry. Bocah itu hanya menyeringai sambil mengambil apronnya.
" Aku terlambat ya, hyung?" tanya Henry sembari mengikatkan apron ke tubuhnya. Leeteuk mengecek arlojinya. Pukul dua tepat.
" Tidak. Tetapi nyaris." Jawab Leeteuk. " Awas saja kalau sampai ada pegawaiku yang berani terlambat. Aku potong upahnya!" canda Leeteuk sambil meraih pipi gembul Henry dan menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Henry hanya bisa tersenyum pasrah ketika pipinya menjadi korban.
'Sudah biasa!' Batinnya.
" Eh, hyung! Kalau boleh, aku nanti sore mau ijin untuk pulang lebih awal. Daddy ku baru tiba dari Kanada sore ini. Dan Mom ku ingin aku sudah harus berada di rumah pukul empat sore. Jadi paling tidak, sore ini aku hanya bisa bekerja sampai pukul setengah empat." Kata Henry ketika Leeteuk sudah menghentikan 'siksaannya'.
Leeteuk mengangkat alisnya, berpikir sejenak. " Boleh sih. Tapi aku butuh seseorang untuk menggantikanmu mengantarkan kue pesanan Nyonya Jong pada pukul empat sore nanti." Kata Leeteuk sambil melihat satu-satu para pegawainya.
" Aku dan Wookie-ah jelas tidak bisa meninggalkan dapur." Kata Shindong sembari mengangkat kedua tangannya.
" Well, aku bosnya di sini. Dan bos tidak melakukan pesan antar secara langsung." Kali ini Leeteuk yang berbicara.
Sontak, keempat pasang mata refleks tertuju ke arah pegawai yang tersisa.
Kyuhyun.
" Yea, kurasa Kyuhyun bisa melakukannya, rumah Nyonya Jong tak jauh dari sekolahnya." Komentar Ryeowook singkat.
" Yep. Hanya Kyuhyun yang tersisa." Tambah Shindong.
" Kyuhyun all the way," kali ini Henry yang ikut memanasi.
Mulut Kyuhyun terbuka untuk protes. Namun sayangnya keputusan Leeteuk sudah bulat.
" Definetely Kyuhyun-ah." Angguk Leeteuk setuju.
" Oh Kyuhyun hyung, jangan lupa membawa Coco untuk jalan-jalan sekalian!" Ingat Henry. Coco adalah nama anak anjing berjenis Teddy Bear milik mereka bersama, yang mereka rawat di toko kue mereka.
Dan Kyuhyun pun hanya bisa menghembuskan nafas berat.
" Nasib." Keluh Kyuhyun.
.
.
.
.
.
.
Zhoumi tergeletak di tengah lapangan basket dengan lengan menutupi wajahnya. Ia tak menghiraukan sapaan teman-teman satu timnya yang berniat untuk berpamitan dengannya. Latihan basketnya baru saja usai dan saat ini ia terlalu lelah untuk peduli akan hal-hal di sekitarnya.
Tak sampai lima menit, suasana hingar di sekitar lapangan basket menjadi sunyi. Teman-teman satu tim Zhoumi sudah pulang semuanya. Menyisakan kapten tim mereka yang tengah kelelahan.
Zhoumi menurunkan lengannya dari wajahnya. Dengan perlahan ia membuka matanya, memandangi birunya langit kota Seoul sore itu. Selama beberapa saat, ia biarkan pikirannya kosong. Ia nikmati suasana sore dengan khidmat. Pikirannya melayang-layang ke percakapannya dengan Gege nya pagi tadi.
.
.
"Zhoumi, Baba barusan menelepon. Ia menanyakan kabarmu." Kata Hangeng, kakak lelaki Zhoumi yang berusia empat tahun lebih tua darinya.
Pagi itu Zhoumi dan Hangeng sedang sarapan pagi ketika Hangeng menceritakan padanya tentang percakapan antara Hangeng dengan Baba-nya pada malam sebelumnya.
Sendok Zhoumi berhenti di udara. Ia sedikit terkejut dengan perkataan Hangeng barusan.
" Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?" jawab Zhoumi tenang, sambil melanjutkan memakan sarapannya. Hangeng mengangkat bahunya.
" Baba bilang kau tidak pernah mau membalas pesan singkat yang ia kirim. Kau juga jarang sekali menerima telepon darinya." Kata Hangeng. "Benarkah begitu, Mi?"
Zhoumi tidak menjawab. Ia hanya memain-mainkan sendoknya di piring. Nafsu makannya sudah hilang.
Hangeng menghela nafas, ia sudah menduga bahwa hubungan adiknya dengan Baba mereka masih bermasalah.
"Mi. Baba bilang Baba rindu sekali padamu." Kata Hangeng pelan. Ia tahu adik satu-satunya itu tidak bisa didekati dengan cara kekerasan.
" Aku tahu." Jawab Zhoumi singkat. Tangannya masih saja memain-mainkan sendoknya di piring.
" Angkatlah teleponnya sesekali. Atau balaslah pesan singkat yang ia kirimkan ke nomormu. Baba hanya rindu pada anak-anaknya, Mi." kata Hangeng lagi. Kali ini tatapannya tajam ke arah adiknya. Zhoumi balas menatapnya selama beberapa saat.
" Aku sudah muak dengan anjurannya agar aku lebih rajin belajar, itu saja. Jika Baba berhenti memintaku untuk belajar, aku baru mau menerima teleponnya." Kata Zhoumi dingin. Hangeng menghela nafasnya sekali lagi.
" Mi. Baba tahu kalau kau sebenarnya anak yang cerdas. Ia hanya ingin kau menggunakan kemampuanmu itu. Ingat Mimi, salah satu dari kita kelak akan menjadi penerus untuk memimpin perusahaan Baba!" kata Hangeng, kali ini dengan nada yang lebih tinggi. Zhoumi menatap tajam ke arah Gege nya itu.
" Kalau begitu Gege saja yang mewarisi perusahannya. Aku tidak butuh!" balas Zhoumi tajam sambil mengambil ransel sekolahnya dan berdiri.
" Zhoumi! Mau kemana kau? Pembicaraan kita belum selesai! Duduk kembali ke tempatmu!" Hangeng terkejut melihat adiknya sudah mau pergi meninggalkan dirinya.
" Bagiku pembicaraan ini sudah selesai. Aku hampir terlambat. Aku berangkat dulu, Ge." Jawab Zhoumi dingin, tak memperdulikan ancaman Gegenya . Ia berjalan dengan cepat menuju ke luar rumah.
" Tidak bisa Zhoumi! Pulang sekolah kita lanjutkan pembicaraan ini! Kau dengar itu Zhoumi? Kita lanjutkan pembicaraan ini! " teriak Hangeng dari dalam rumah.
Zhoumi tidak berkata apa-apa. Ia hanya menuju ke mobilnya, dan mengendarainya ke sekolah.
Zhoumi tak sadar ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan 45 Kmps di atas batas yang diperbolehkan.
.
.
Zhoumi menghela nafasnya. Ditatapnya awan yang bergerak perlahan-lahan menyeberangi lautan biru langit di atas sana. Jujur, ia merasa bersalah telah memperlakukan Gegenya sendiri seperti itu. Ia sayang pada Hangeng, kakak sekaligus saudara kandung satu-satunya yang ia miliki. Tetapi apa boleh buat. Ia kesal sekali jika sudah tersangkut sesuatu dengan Baba nya.
Baba Zhoumi dan Hangeng adalah seorang pengusaha garmen yang sukses yang berasal dari Wuhan, Cina. Baba Zhoumi dan Hangeng sebenarnya adalah seorang Baba yang perhatian terhadap anak-anaknya. Karena itulah Babanya sangat mengkhawatirkan nilai-nilai akademik Zhoumi yang semakin lama semakin anjlok.
Zhoumi tahu Babanya memaksanya untuk belajar lebih giat tak lain hanyalah karena Babanya sangat menyayanginya. Babanya ingin Zhoumi menjadi seperti Gegenya, Hangeng, yang sangat brilian dalam bidang akademik.
Namun Zhoumi tak mau. Ia benci sekali dengan kegiatan belajar.
Belajar membuatnya teringat akan almarhumah Mamanya yang meninggal delapan tahun yang lalu saat ia masih berumur 10 tahun. Belajar membuatnya teringat akan kebiasaan Mamanya yang selalu mengajarkan segala mata pelajaran kepada Zhoumi kecil, memotivasinya untuk selalu mendapatkan prestasi akademik yang terbaik di kelas. Belajar membuatnya teringat akan hari dimana hatinya hancur berkeping-keping disaat mengetahui Mamanya telah meninggal dunia akibat penyakit liver yang telah lama dideritanya.
Belajar membuatnya ingat akan kelemahan dirinya. Dan Zhoumi paling benci ketika ia merasa lemah. Tak heran ia lebih memilih aktifitas yang menguras tenaga ketimbang harus memilih untuk belajar. Dan Zhoumi memilih basket sebagai pelampiasannya.
CLAP CLAP
Zhoumi terkejut. Ia menarik tangan kirinya secara refleks ketika merasa ada sesuatu yang tengah menjilati tangannya. Zhoumi bangkit dari posisi berbaringnya dan menoleh ke arah kirinya.
Tepat di sebelah kirinya, terdapat seekor anak anjing tengah berusaha untuk mengendus-enduskan hidungnya ke telapak tangan milik Zhoumi. Zhoumi tersenyum. Diraihnya anak anjing tersebut dan didudukkannya di pangkuannya.
" Hey puppies! Kau tersesat, ya?" tanya Zhoumi pelan pada anak anjing tersebut. Ia membelai lembut bulunya, dan berusaha untuk melihat nama yang terukir pada kalung anjing itu.
" Coco?" Kata Zhoumi, menyebut nama yang terukir pada kalung si anak anjing. Zhoumi tersenyum lagi. Anak anjing ini mengingatkannya pada anjingnya dulu pada saat ia masih tinggal di Cina, Niqiu.
.
'Mama belikan anak anjing untukmu, Zhoumi baobei! Namanya Niqiu!'
.
Zhoumi terdiam seketika, ketika melintas dalam ingatannya, bahwa Niqiu, adalah anak anjing yang dibelikan Mama untuk kado ulang tahunnya yang ke tujuh. Ia merutuk dalam hati. Kenapa semua hal yang terjadi hari ini harus membuatnya bersedih? Tadi Babanya yang mengingatkannya akan kematian Mamanya. Kini kenangannya akan Niqiu juga membuat hatinya terasa seakan diiris-iris ketika mengingat momen ulang tahunnya yang ke-tujuh. Dimasa dimana keluarganya masih utuh dan bahagia. Baba, Mama, Hangeng, dan dirinya.
Zhoumi tak menyadari setetes air mata jatuh ke pipinya.
" Ah, syukurlah ia lari ke sini!" seru seseorang tiba-tiba, membuyarkan lamunan Zhoumi. Zhoumi buru-buru menghapus setitik air mata yang jatuh membasahi pipinya tersebut sebelum menoleh ke sumber suara.
" Kyuhyon-ssi?"
.
.
.
.
.
.
" Eh… oh… selamat sore, Zhoumi Sunbae!" ucap Kyuhyun sedikit kaku ketika mengetahui orang yang tengah bersama Coco, anjingnya, adalah kakak kelasnya sendiri, Zhoumi.
Sore itu Kyuhyun baru saja menyelesaikan tugasnya menghantarkan pesanan kue ke rumah Nyonya Jong dengan mengenakan sepeda, ketika tiba-tiba Coco lari keluar dari jalur sepeda dan berbelok masuk ke dalam kompleks sekolahnya. Setengah mati Kyuhyun memutari kompleks sekolahnya dengan sepeda untuk mencari Coco, ketika akhirnya ia menemukan anjing nakalnya itu sedang berada di pangkuan orang lain.
Zhoumi.
Kyuhyun turun dari sepedanya dan mendekat ke arah Zhoumi dan anjingnya. Namun baru satu langkah berjalan, Kyuhyun menghentikan langkahnya.
'Bodoh kau Kyuhyun. Ini Zhoumi sunbae! Sunbae yang menurut gosip yang beredar adalah Sunbae yang paling sadis se-antero SMA Yongsan! Mau apa kau di sini? Coco sedang berada di pangkuan Zhoumi! Masa kau mau meminta sunbae mu itu untuk memberikan Coco? Sudah relakan saja anjing itu sebelum nyawamu terancam!' Kyuhyun tertegun dengan pemikirannya. Sempat terbesit di pikirannya untuk segera meninggalkan tempat itu dan mengambil Coco nanti-nanti saja ketika Zhoumi sudah pergi.
Namun takdir berkata lain. Belum sempat ia membalikkan badannya, Zhoumi memanggil namanya.
" Kyuhyon-ssi. Apakah ini anjingmu?" tanya Zhoumi sambil tangannya terus membelai kepala Coco.
'Kyuhyon? Its KYUHYUN!' jerit Kyuhyun dalam hati, frustasi dengan kealpaan Zhoumi dalam mengucapkan namanya. Namun Kyuhyun tetap memasang wajah ramah. Ia mengangguk.
" Iya. sunbae." Jawab Kyuhyun singkat. Demi Tuhan ia tidak ingin berlama-lama berada di sini di dekat Zhoumi. Namun Zhoumi masih terus saja membelai kepala Coco, membuat anjing kecil tersebut membenamkan kepalanya manja ke dada Zhoumi.
" Anjing jenis Teddy Bear, ya?" tanya Zhoumi lagi sambil menatap Kyuhyun.
Dan Kyuhyun berani bersumpah ia melihat Zhoumi tersenyum padanya barusan!
Tak mungkin khan orang yang akan marah mau memberikan senyuman? Karena itulah Kyuhyun memberanikan diri untuk maju beberapa langkah mendekati keduanya.
" Sepertinya iya Sunbaenim. Aku tak terlalu paham mengenai anjing." Jawab Kyuhyun sambil membungkukkan badannya, ikut membelai pelan kepala Coco yang mulai terkantuk-kantuk di pangkuan Zhoumi.
" Aah, jangan-jangan ini Coco, anjing kecil peliharaan Toko Kue Leeteuk hyung, ya? Kau khan bekerja sambilan di sana, Kyuhyon-ssi." tanya Zhoumi. Alisnya terangkat dengan mata yang masih terus menatap Kyuhyun.
Kyuhyun sedikit salah tingkah ketika mendengarnya. Ia tak menyangka Zhoumi mengetahui fakta bahwa Kyuhyun bekerja paruh waktu di Toko Kue milik Leeteuk hyung.
" I… iya. Ini Coco yang itu," jawab Kyuhyun sedikit malu-malu,
"Sunbae tahu darimana kalau aku bekerja di Toko Kue milik Leeteuk hyung?"
" Donghae yang bercerita. Dia berkata bahwa salah satu pegawai baru di toko hyung nya adalah sahabat Kim Kibum, yaitu kau." Jawab Zhoumi sambil mengangkat bahunya. Tangannya masih bermain-main dengan bulu milik Coco.
" Oh, yeah. Tentu saja. Donghae Sunbae. Hahaha." Kata Kyuhyun sambil tertawa garing.
Beberapa saat berlalu dalam keheningan ketika akhirnya Kyuhyun memberanikan diri untuk bertanya, "Tapi aku tak pernah melihat Zhoumi sunbae maupun Siwon sunbae berkunjung ke toko kami."
Zhoumi berhenti bermain dengan bulu milik Coco yang kini tengah tertidur. Ia menatap Kyuhyun selama beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.
" Kami… kurang suka dengan makanan yang manis." Jawab Zhoumi terus terang. "Makanan manis membuatku mudah merasa mual." Tambahnya.
Kyuhyun mengangguk-anggukkan kepalanya, mencoba menunjukkan rasa empati. Yeah, tentu saja rasa empati. Bagi Kyuhyun, orang yang tidak bisa menikmati lezatnya kue yang manis pastilah sangat menderita. Kyuhyun sangat menyukai makanan, terutama kue yang manis. Kau pikir untuk apa Kyuhyun, yang notabene orang tuanya sebenarnya lebih dari mampu untuk memberikan apapun yang Kyuhyun mau, bekerja paruh waktu di sebuah Toko Kue, jika bukan demi bisa mendapatkan kue-kue manis kesukaannya?
Benar. Kyuhyun bisa saja membeli semua kue dengan uang miliknya. Namun, dimana-mana, kue enak yang gratis jauh lebih menggoda, bukan?
Kruuuukkkkk
Kyuhyun tersadar dari lamunannya ketika mendengar sesuatu. Ia menoleh ke arah Zhoumi yang wajahnya kini tengah memerah menahan malu.
Ternyata suara barusan adalah suara perut Zhoumi.
" Sunbae lapar, ya?" tanya Kyuhyun tanpa berpikir terlebih dahulu. Zhoumi hanya diam, tak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Harga dirinya sebagai senior sangar nampaknya telah jatuh di depan hoobaenya ini.
" Kalau Sunbae lapar seharusnya Sunbae segera pulang dong. Bukannya malah tidur-tiduran tidak jelas di tengah lapangan seperti ini." Komentar Kyuhyun pelan. Sedetik kemudian Kyuhyun terhenyak dengan mulutnya yang asal berbicara sebelum berpikir terlebih dahulu.
Kyuhyun melirik Zhoumi, membayangkan seniornya itu akan ngamuk dengan ucapannya. Ia terkejut ketika Zhoumi hanya tersenyum kecut, seolah membenarkan ucapannya barusan.
" Aku… sedang tidak ingin pulang ke rumah saat ini, Kyuhyon-ssi." Jawab Zhoumi dengan wajah masam, yang entah mengapa menurut Kyuhyun, menyimpan kesedihan yang mendalam.
Kyuhyun merogoh tasnya. Diambilnya kotak pastik kecil berwarna biru muda dari dalam sana.
" Sebenarnya ini jatah tambahanku sore ini karena telah mengantarkan pesanan yang seharusnya bukan tugasku. Tapi tadi sebelum berangkat aku sudah makan beberapa. Ambillah semua, Sunbae. Aku tahu kau pasti lapar setelah latihan basket dari tadi siang." Kata Kyuhyun sambil menyodorkan kotak plastik tersebut ke arah Zhoumi.
" Apa ini?" tanya Zhoumi sambil menerima kotak tersebut dan membukanya. Di dalamnya terdapat kue-kue tart berwarna ungu-putih. Zhoumi mengangkat alisnya.
" Err, maaf. Aku tadi khan sudah bilang kalau aku tak suka makanan manis." Tolak Zhoumi sambil menutup kotak tersebut dan memberikannya kembali pada Kyuhyun. Kyuhyun menahannya. Ia malah meraih Coco dari pangkuan Zhoumi.
" Coba saja dulu Zhoumi sunbae. Lumayan untuk mengganjal perut." Kata Kyuhyun sambil tersenyum.
" Tetapi makanan yang manis malah membuatku mual, Kyuhyon-ssi." jawab Zhoumi sambil menatap kotak plastik berisi kue tersebut.
" Rasa mual biasanya disebabkan oleh tingginya tingkat penggunaan gula pasir dalam adonan kue. Kue ini namanya Blueberry Cheese Tart. Koki di toko kue kami baru saja menyempurnakan resepnya hari ini. Dan kami menggunakan Honey sebagai pengganti gula pasir. Cobalah dulu, Sunbaenim." Terang Kyuhyun sambil menuju ke sepedanya. Ia menaruh Coco yang tengah tertidur pulas di dalam keranjang sepeda, sebelum berbalik menghadap Zhoumi, mohon undur diri.
" Aku harus segera kembali ke toko, Sunbae. Semoga kau suka dengan kue itu." kata Kyuhyun sambil membungkukkan badannya, memberikan hormat.
Zhoumi mengangguk pelan. Ditatapnya kotak plastik yang tengah berada di pangkuannya tersebut. Baru saja ia membuka tutup kotak tersebut, ketika lagi-lagi Kyuhyun memanggilnya. Zhoumi menoleh ke arah Kyuhyun yang kini tengah berada di atas sepeda, sedang melempar senyum ke arahnya.
" Aku… namaku Kyuhyun, Sunbae. Bukan Kyuhyon. Itu saja." Kata Kyuhyun singkat sebelum pergi meninggalkannya.
Zhoumi tertegun. Ia mengambil sepotong kecil kue tersebut dan memasukkannya ke mulutnya. Matanya terpejam. Berusaha untuk menikmati citarasa dari kue itu.
Mulutnya mengulum pelan, ia merasakan dingin. Ia juga merasakan rasa manis yang sangat kuat namun anehnya tidak membuatnya mual.
Rasa madu.
Mata Zhoumi terbuka. Pandangannya tertuju ke punggung Kyuhyun yang kini sudah lumayan jauh jaraknya dari tempat ia duduk.
Sebuah senyuman kecil muncul di bibirnya yang tipis.
" Aah, Kui Xian, ya?"
.
.
.
TBC
.
.
.
Hi semua. Ini chapter 2 dari A Summer's Tale. Larrabee sudah menepati janjinya untuk segera mengupdate secara regular. Semoga ke depannya Larrabee juga bisa update secara regular seperti ini :)
Reviews, komentar, dan masukan is more than welcome :)
.
.
Balasan untuk reviews sebelumnya:
.
Sj4ever15: Iya sayang. Ini tokoh utamanya Qmi kok (dan uhuk sibum uhuk). Yang sabar ya, ini masih membangun karakter ceritanya dulu. Terimakasih sudah memberikan review :)
.
The: Haha. Iya, terimakasih sudah memberikan reviewnya :)
.
Momoelfsparkyu: Panggil saja Eonnie kalau Momo belum kuliah, atau Larrabee juga boleh. Casts disini kalau pembaca cermat, sudah disebutkan sejak awal cerita lho. Haha, yang jelas usia SMA untuk kebanyakan main castsnya, dan usia mahasiswa untuk sisanya. Terimakasih sudah memberikan review :)
.
Kim 'Nyx' Eunjung: Iya, terimakasih sudah memberikan masukannya (hugsback). Kita sama-sama saling membantu ya untuk menjadi yang lebih baik ^^
.
Yongie13: Iya, sabar ya buat Yewooknya. Terimakasih sudah memberikan review :)
.
Baby Hae: Pasti nanti ada lagi kok scene Donghae polos dan Qmi momentnya, haha. Terimakasih sudah memberikan review :)
.
WookieBabyKyuu: Salam Qmi shipper juga ^^. Terimakasih sudah memberikan review :)
.
Lee Mina: Hey, salah satu author Qmi favoritku di FFn! :D Di chapter ini sudah dijelaskan penampilan fisik Kyuhyun. Semoga menjawab. Terimakasih sudah memberikan review :)
.
Cho Tika Hyun: Ada kok, pasti ada. Tapi sabar ya sayang. Khan 2 pairing itu tokoh utamanya :) Terimakasih sudah memberikan review :)
.
Schagarin: Bisa dijelaskan apanya yang harus diralat?
.
YunieNie: HanChul mungkin setelah ini, sayang. Yang sabar, ya :). Terimakasih sudah memberikan review :)
.
Kyuminjoong: Sungmin disini ceritanya jadi sahabat asyik, a lil bit player, tapi loyal kok. haha. Terimakasih sudah memberikan review :)
.
Mrs. Zhou: Again. One of my favorite Qmi author in FFn! You know what, you're right. We should be friends! :D haha...Thanks for reviewing! Check your Inbox! I replied your PM! :D
