I Think I Love You, Chapter 2
-Selamat Menikmati-
Jongin POV
Sehun mulai gila mungkin. Sedari tadi dia bersiul-siul ria sambil menunggu penampilan yeoja yang disukainya. Kadang kadang semburat merah di pipinya muncul sambil tersenyum menatap langit cerah secerah hatinya sekarang.
"Sehun, benar-benar kau seperti orang kesurupan. Sungguh!" aku menepuk pundaknya. Dia hanya terkikik.
Suara MC mulai terdengar. Dan aku tahu kalau itu Luhan sunbae. Wakil ketua OSIS yang namanya begitu terkenal di segala penjuru sekolah kami. Sayangnya aku tak tertarik padanya sama sekali.
"Dan kau tahu, Do Kyungsoo adalah dongsaeng-nya Luhan sunbae," bisiknya tepat ditelingaku. Aku hanya ber'oh' ria. Herannya, kenapa aku Do Kyungsoo tak terkenal seperti eonnienya? Apa aku yang tidak update dengan keberadaan yeoja cantik yang ada di sekolahku. Eh tunggu sebentar, Kyungsoo cantik kah? Biar nanti aku lihat..
"Yehet! Kyungsoo sudah di panggung, Jongin-ah!" pandanganku langsung tertuju pada yeoja berbalut dress kuning cerah yang sangat cocok dengan kulitnya yang secerah cahaya matahari. Kuperhatikan wajahnya... aku pernah melihatnya! Tadi pagi didepan gerbang sekolah dan tak sengaja aku menabrak tubuh mungilnya. Yes! Akhirnya aku mengetahui namanya, Do Kyungsoo.
Lantunan piano mulai mendengung di telingaku. Tak lama ia mulai bernyanyi dengan seluruh hatinya.
Keurolli eoptago anilkkeorago mideotjyo hmmm..
Naega geudael saranghandani maldo andwijyo hmmmm..
Kwae-nhan jiltu-il-kkorago naega wiro-un kabodago
Jashineul so-kyeom-watt-jiman ije doneun nan kamchul suga eopneun-geolyo~
Sungguh suaranya membuat aku ingin tidur di kasur kesayanganku. Tapi lebih baik mendengarkan suara sembari melihat wajahnya yang meresapi lagu ini. Indah sungguh..
I think I love you keuron-gabwayo
Cause I miss you keudae-man eopseumyeon
Nan amugeotdo mo-thago
jakku saeng-gang-nago ireon-geon bomyeon amu-rae-do~
I'm falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipeun gose aju k'euge jarichameun keudaeye moseubeul ijen boayo~
Sungguh, suaranya memabukkanku. Serasa dia benar-benar menyanyikan hanya untukku. Hanya serasa, tak sungguhan. Tapi aku harap itu menjadi sungguhan. Harapan?
Urin anwo-ullindago chin-gu guke ddak chuhtago hmmm…
Hanabuto yolkae todaeche mwo han-ge-rado mannwunke eopneunde
eottohke sagwil su-it-nyago maldo andwaeneun yae-girago
Malhamyeo dulleo daet-jiman ijedoneun nan keurogiga shi-rheun-georyo~
I think I love you keuron-gabwayo
Cause I miss you keudae-man eopseumyeon
Nan amugeotdo mo-thago
jakku saeng-gang-nago ireon-geon bomyeon amu-rae-do
I'm falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipeun gose aju k'euge jarichameun keudaeye moseubeul ijen boayo
Nan mollatjyo keudae-raneun-gol wooohh..
Wae monbwatjyo baro apinde hoo yeah..
Kudong-an irohke baro nae-gyote issonnunde
Wae ijesoya sarangi bo-ineun-goenji hooohh..
Ya Tuhan, aku hanya ingin menghentikan waktu sekarang. Suara lembut yang lebih lembut daripada sutra dan paras bak bidadari itu berpadu dengan sangat baik. Aku terhipnotis. Sejak kapan aku dapat merasakan seperti ini? Begitu cerdiknya yeoja itu menghipnotisku.
I think I love you keuron-gabwayo
Cause I miss you keudae-man eopseumyeon
Nan amugeotdo mo-thago
jakku saeng-gang-nago ireon-geon bomyeon amu-rae-do
I'm falling for you nan mullat-jiman
Now I need you onu-saen-ga nae mam
Kipeun gose aju k'euge jarichameun keudaeye moseubeul ijen boayo~
Lagupun berakhir. Sialan! Aku ingin mengulang waktu! Ya Tuhan, aku mohon walaupun aku jarang berdoa padamu tapi kali ini izinkan aku dapat mendengar suaranya. Sungguh aku jatuh hati pada suara indahnya.
"Jatuh hati pada suaranya kah?" goda Sehun padaku. Aneh dia bisa membaca fikiranku!
"Ne, Sehun-ah. Suaranya sejuk sekali," ujarku sambil tersenyum ke arah Kyungsoo yang sedang menuruni panggung jauh disana.
"Sebatas suara! Tak lebih, Jongin!" teriak Sehun di telingaku. Gendang telingaku serasa pecah.
"Aku tak berjanji, Sehun. Bisa saja aku menyukai dirinya juga. Hahaha," kutunjukkan smirk ku dan death glareku. Sehun tetap acuh.
"Ah, terserah kau! Kyungsoo apa mau bersama kau yang badboy? Selalu memberi harapan pada setiap yeoja yang mencintaimu dan gemar berkelahi," kata-kata Sehun sungguh sangat menyinggung hatiku. Rasanya saja ingin ku habisi dia sekarang juga.
"Jaga bicaramu, albino! Membuat tanganku gatal saja," ujarku sambil mengepalkan tanganku yang siap menonjok pipi putihnya.
"Hahaha.. Keep calm keep calm. Aku hanya menggodamu saja," ia menurunkan tanganku yang sudah didekat wajahnya.
Seorang lelaki tinggi menghampiri kami. Senyuman dengan deretan gigi yang putih selalu menempel di wajahnya. Si Happy Virus, Park Chanyeol. Sahabatku satu kelas ini memang suka menyebarkan virus-virus kebahagiaan.
"Kalian ingin berkelahi ya? Hah, sebaiknya aku menontonnya!" ujarnya semangat.
"YAK BERHENTI MEMANCING KAMI!" pekikku saat dia mulai bersorak-sorak seperti melihat pertandingan.
"Huh.. Padahal aku ingin sekali melihat 2 bocah bertengkar di tengah acara besar seperti ini. Pasti sangat heboh. Kekeke~" kata Chanyeol lalu duduk di sebelahku.
"Chanyeol, kau selalu senang melihat orang bertengkar. Jangan-jangan kau yang membuat Jongin gemar bertengkar," Sehun menatap Chanyeol heran. Sedangkan Chanyeol masih tersenyum dengan deretan giginya yang berkilau.
"Tak begitu, Sehun-ah. Dia kan bertengkar gara-gara dia rendahkan. Biasanya begitu," kata Chanyeol sembari memberi wink kepadaku. Menjijikan!
"Hm, sebaiknya aku pergi dulu ne. Bye!" Sehun meninggalkan kami berdua. Ku lihat ia menghampiri Kyungsoo disana dan memberinya segelas air mineral dari dalam tasnya. Kyungsoo tersenyum manis disana, dan Sehun mengacak-acak rambutnya pelan. Sungguh hatiku memanas. Padahal Kyungsoo bukan siapa-siapaku, bahkan berkenalan saja belum.
"Jongin-ah, nanti Baekhyun akan tampil lho! Ah bahagianya aku sekarang," ia tersenyum lalu terkikik sebentar.
Author POV
Chanyeol sedang menatap tajam ke arah yeoja bermata sipit itu. Yeoja itu Baekhyun, yeoja yang selama ini ia dekati. Baekhyun pun menyadari jika sedari tadi ia ditatap seseorang. Baekhyun hanya membalas tatapan itu sejenak, tersenyum manis, lalu memalingkan wajahnya dari tatapan Park Chanyeol.
Mereka saling menyukai. Sejak pertama kali bertemu Baekhyun di ruang musik. Chanyeol mengikuti club musik, sedangkan Baekhyun mengikuti club vokal. Karena Baekhyun teledor, ia harus mengambil tasnya saat ektrakulikuler musik dimulai. Sejak itu mereka saling kenal dan akhirnya saling menyukai.
Kalau mereka berjalan berdua sangatlah terihat serasi. Duo Happy Virus, sebutan untuk mereka berdua. Lucu memang.
Tapi jangan sangka mereka sudah berpacaran. Mereka malu mengungkapkan perasaannya sendiri. Jadi dalam 1 bulan lebih, mereka hanya memendam perasaan di hati mereka sendiri. Kyungsoo-pun sudah mencoba menasehati Baekhyun agar segera mengungkapkannya walaupun Kyungsoo belum pernah berkenalan dengan Chanyeol. Namun hasilnya nihil. Setiap kali bertemu, rasa deg-degan selalu muncul setiap akan mengungkapkannya. Begitupun sebaliknya, Chanyeol masih saja tak memiliki waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hati sesungguhnya.
Chanyeol akhirnya bangkit dan meninggalkan Jongin duduk sendiri didepan panggung. Ia menghampiri Baekhyun dengan membawa kotak kecil berisi permen penyegar tenggorokan.
"Hai, Baekhyun!" sapanya.
"Eh-hai.." Baekhyun hanya merasakan pompaan jantungnya semakin cepat. Keringat dinginpun keluar dari tangannya.
"Mau ini? Nenekku mempercayainya sebagai obat pelega tenggorokan yang manjur. Siapa tau nanti penampilanmu semakin bagus. Hehehe," Chanyeol menyodorkan kotak kecil berisi permen.
"Ah. G-gomawo, Chanyeolie" ujar Baekhyun sembari mengambil permen dikotaknya. Tak sengaja gula yang menempel pada permen itu berceceran hingga tepi mulut Baekhyun.
"Eh, i-itu mulutmu..."
"Kenapa Chanyeol?"
"Em, gulanya berceceran dimulutmu. B-biarku ban-bantu em-membersihkan," Chanyeol mengeluarkan sapu tangan. Jujur, tangannya bergetar saat ini. Lalu Chanyeol membersihkan gula-gula ditepi bibir Baekhyun. Dan Baekhyun hanya bisa mematung sambil menatap wajah Chanyeol yang serius membersihkan mulut Baekhyun.
'Oh Tuhan, tenggelamkan aku sekarang' batin Baekhyun.
"Eh-em.." suara seseorang menganggu aktifitas mereka sekarang.
"Tak baik melakukan di tempat ramai, Baekhyun. Hahaha," ujarnya.
"Ah, Kyungie. Berhenti menggodaku.." pipi Baekhyun memerah sempurna.
"Kau Chanyeol ne? Baekhyun sering menceritakanmu disaat kita mengobrol," tanya Kyungsoo ke lelaki yang sedang tertunduk malu didepannya.
"Ne. Park Chanyeol imnida. Nuguya?" Chanyeol mengangkat kepalanya dan Kyungsoo bisa melihat wajah 'gebetan' sahabatnya sekarang.
"Do Kyungsoo imnida. Sahabat dari calon kekasihmu," warna pipi Chanyeol dan Baekhyun berubah warna menjadi warna kepiting rebus. Sangat merah.
"Kyungsoo, jangan begitu ah! Bisa saja kau ini," kata Chanyeol.
"Kekeke, Baekhyun ayo kita ke atas panggung! Kita akan tampil duet," ajak Kyungsoo semangat.
"Chanyeolie, liat kami ne! Bye~"
"Dasar yeoja itu mengganggu kegiatan kami. Huft," desah Chanyeol
Chanyeol hanya beranjak dari belakang panggung dan kembali duduk di depan samping panggung bersama Jongin. Wajahnya menyirat kekesalan. Jongin menatap heran wajah Chanyeol yang tampak berbeda dari biasa.
"Kenapa, Yeol? Tak biasanya kau seperti ini," Jongin menepuk pundak Chanyeol yang sedang murung.
"Ah, itu sahabat Baekhyun, Kyungsoo menganggu kami saat kami berdua. Apa tak menyebalkan?" Jongin hanya melongo. Ternyata Kyungsoo sahabat Baekhyun, gebetan Chanyeol sekarang.
"Sahabat Baekhyun, Kyungsoo?" tanya Jongin yang masih terkejut.
"Ne. Kenapa? Tertarik dengannya, Jongin?" Chanyeol menebak. Terlihat dari raut wajah Jongin.
"Entahlah, Yeol," Jongin hanya menggeleng pelan.
"Aduh, Jongin. Bagaimana dengan yeoja-yeoja yang telah kau beri harapan? Krystal, Sulli, Yoona, em.. siapa lagi ya?" gumam Chanyeol. Jongin hanya mendesah pelan.
"Berhenti mengucap nama-nama yeoja itu! Salahnya mereka terlalu mengejarku! Aku kan jadi bingung, Yeol.." Jongin hanya menutup telinganya yang sesak oleh ucapan Chanyeol.
"Jongin, kali ini dengarkan aku. Berhenti memberi harapan palsu kepada yeoja. Aku tahu yeoja pasti akan sakit hati jika diperlakukan seperti itu. Jika kau bersungguhan mencintai seseorang, jangan sia-siakan dia, pabbo!" Jongin hanya mematung. Mungkin sudah termakan dengan ucapan Chanyeol.
"Kamsahamnida, Chanyeol. Aku akan mencoba memikirkannya," lirih Jongin.
"Itu baru sahabatku. Kim Jongin tersayang.." Chanyeol memeluk Jongin. Jongin hanya menunjukkan wajah kagetnya.
"Chanyeol, ini sangat menjijikan!" Jongin memberontak hingga pelukan Chanyeol terlepas.
"Hehehe. Aku sangat bahagia kalau kau akan berubah," Chanyeol kembali menunjukkan happy virusnya.
"Hei lihat! Kyungsoo dan Baekhyun sudah diatas panggung," aku kembali menangkap bayangan yeoja bermata bulat itu. Tapi kali ini bersama seorang yeoja yang menggunakan dress pink dan rambut yang dikepang. Mereka terlihat imut sekali. Apalagi Kyungsoo? Wait.. apa kataku tadi?
TBC
Mian ne, author Little Pororo baru bisa update. dan buat update chapter selanjutnya mungkin akan hadir seminggu lagi soalnya author ada UTS. Mianhae readers:( Dan maaf chapter ini pendek dan kurang greget dikarenakan saya mengetik terlalu cepat karena dikejar sama UTS(?) Tapi aku janji, habis UTS author unyu bin bala bala bakalan comeback! *yehet*
Makasih untuk LuLu, . .dokyungso, rinzkudo, mberembere, SUNG JI WOO, Kaisooship, dan yesinta90 atas review-nya. Author sangat menyayangi kalian dan berusaha melakukan terbaik utk kalian *lebay*
oke Bye bye readers tercuyungggg:**
-Tertanda, Little Pororo, sang author unyu bin bala bala(?)-
