"Sasuke, aku ingin memberitahumu bahwa aku mempunyai…." Sakura menjelaskan secara detail apa yang ingin Sakura ceritakan, lebih tepatnya menutupi cerita sebenarnya yang ingin ia ceritakan.
"Jadi,... Selama ini kau?"
Back after 4 years discontinue..
Naruto © Masashi Kishimoto
My Girlfirend Is Sakura by © Yamashita Emi
My Girlfriend Is Sakura: Pertemuan Pertama
CHAPTER 2
Happy Reading'-')9
"Jadi, selama ini kau mempunyai perasaan kepadaku? Menyayangiku, Sakura?" Sasuke. Menampilkan mimik muka yang bingung dengan kelakuan Sakura dan pengakuan Sakura? menghela napasnya dan bersabar dalam hati. 'Bukankah memang seharusnya sepasang kekasih saling menyayangi?'
'Baka! Seharusnya aku bisa membuat kata- kata yang lebih indah dan lebih bagus lagi. Lihat saja mata Onyx nya yang menatapku seperti itu. Ugh, Uchiha tidak bodoh, bukan?'
Inner Sakura tidak bisa berhenti memaki dirinya sendiri atas kelakuan bodoh yang telah ia lakukan. Sakura belum siap untuk meberitahukan kekasihnya, Sasuke, tentang apa yang sebenarnya terjadi semalam, Sakura belum siap untuk menunjukan identitasnya yang sesungguhnya.
"Kau.. Menipuku, kan? Sakura?" Sasuke mendekatkan dirinya pada Sakura. 'Mati kau, Sakura!'
"Bukan hal itu yang ingin kau katakan…" Sasuke semakin mendekatkan dirinya pada Sakura, menatap Emerald Sakura lebih dalam. Berharap mengetahui apa yang sebenarnya ingin Sakura katakan. Namun, tanpa Sasuke sadari. Sakura membuat sedikit gerakan dan..
CUP!
Sakura berhasil menarik lengan Sasuke dengan lembut dan mendaratkan bibirnya yang ranum pada bibir Sasuke.
"Aku.. Tidak menipumu, Sasuke- kun." Sakura yang sudah melepaskan ciuman singkat tersebut tertunduk malu. Sasuke yang merasa bersalah tidak mempercayai ucapan Sakura akhirnya memutuskan untuk mempercayai Sakura dan memeluknya erat.
"Gomenansai, Sakura- chan." Sasuke memeluk erat gadisnya sambil mengelus rambut Sakura yang terlihat lebih indah karena terkena sinar matahari yang sedang tenggelam. Pada akhirnya, Sasuke memutuskan untuk tidak bertanya kepada Sakura tentang apa yang terjadi semalam, saat Festival Hanabi berlangsung. 'Mungkin itu hanya mimpi.'
"Aanoo… Sasuke- kun. Tadi ingin bicara apa?" Tanya Sakura sambil menggeliat manja di pelukan sang kekasih.
"Lupakan Sakura-chan. Aku sedang tidak ingin membahasnya."
'Berhasil!' Sakura tersenyum penuh makna mendengar kalimat itu keluar dari bibir Sasuke. 'Setidaknya dengan hal ini aku bisa mengulur waktu lebih lama untuk mendapatkan cara agar Sasuke-kun mengetahui diriku yang sebenarnya.'
.
.
.
"Sakura-chaaannn!" Ino memanggil Sakura. Tidak, meneriaki Sakura berkali- kali karena Ino tidak melihat tanda- tanda Sakura akan berhenti berjalan atau setidaknya mendengar panggilannya.
"Yak! Kau!" Ringis kesal Sakura pada Ino. Bagaimana tidak? Sepagi ini dan Sakura sudah mendapatkan satu pukulan tepat di kepalanya. Padahal Sakura harus menggunakan kepalanya ini untuk ujian Matematika. 'Semoga ini tidak berdampak buruk pada nilai matematikaku,'
"Itu hukuman karena tidak berhenti saat ku panggil! Oh ya, Sakura-chan, ada yang ingin ku beritahukan kepadamu. Apa kau.."
'Apa kau mencariku?'
SIGH
'Suara ini..' Sakura menghentikan langkah kakinya yang sebentar lagi akan sampai di kelas mereka. Sakura melihat ke kanan dan ke kiri. 'Terlalu ramai! Sial!' Ino yang melihat tingkah aneh sahabatnya hanya berdecak kesal. Sakura tidak memperhatikan Ino, lagi.
"Dimana kau?" Sakura berbalik arah dan mulai menyelusuri lorong kelas satu persatu. Menuruni tangga dengan terburu- buru dan menabrak beberapa murid lain. 'Aku merasakan auranya lagi. Benar, ini pasti dirinya. Kenapa ia bisa ada disini?'
Sasuke melangkahkan kakinya santai tanpa mendengarkan ocehan pagi Naruto yang tidak pernah berhenti. Sasuke adalah seseorang yang tidak pernah memperhatikan murid- murid di sekitarnya kecuali teman- temannya. Pagi ini, Onyx Uchiha tersebut menangkap pemandangan aneh yang tidak biasa terjadi di sekolahnya. Sejak kapan ia melihat ada lelaki berambut merah dan.. Tunggu. Matanya? Terlihat sangat mirip dengan Sakura. Sasuke, Naruto dan anak laki- laki berambut merah tersebut sekilas bertemu.
'Bocah itu. Apa barusan ia tersenyum sinis kepadaku?' Sasuke menyipitkan matanya yang menandakan ketidaksukaannya pada laki- laki berambut merah tersebut.
'Sepertinya kau akan menyukai permainanku, Nona Kyuubi.' Senyum Gaara kepada Sasuke sambil terus memancing Sakura untuk menemukannya.
"Siapa kau?" Sakura berhenti di tengah lapangan berusaha mencari siapa yang bisa berkomunikasi dengannya. Bola matanya memutar mencari di sekelilingnya berharap menemukan apa yang ia cari.
FLSHBACK ON
Malam itu, bulan purnama. Sakura akan menampakkan ekor- ekor kyuubinya.
"Sasuke-kun! Jangan menjauh, aku- aku… Aku akan jelaskan semuanya. Sekarang kau tenang dulu." Sakura mencoba mendekati Sasuke secara perlahan agar tidak menakuti Sasuke. Baru beberapa langkah mendekati Sasuke, Sakura merasakan ada aura orang lain ditempat ini. Sakura yang panik tidak sengaja membuat Sasuke tidak sadarkan diri.
'Hhh. Jadi benar, perempuan ini? Yang mempunyai kekuatan besar. Mungkin, aku bisa sedikit bermain dengannya.'
Gaara yang mengetahui bahwa Sakura bisa mendengar suaranya, tertawa sinis dan menatap dingin Sakura dari kejauhan. Sakura terus mencari sumber suara tersebut sampai akhirnya ekornya menghilang sepenuhnya. Sakura jatuh terduduk. Lelah dengan semua permainan yang di berikan oleh suara tersebut. Bahkan suara saja sudah bisa membuat Sakura kebingungan.
'Aku akan mencari siapa pemilik suara tersebut.' Sakura mencoba bangkit dan mendekati Sasuke untuk membawanya ke apartemen Uchiha.
FLASHBACK OFF
'Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu.'
Gaara memperhatikan Sakura dari jendela kelas nya. 'Tapi, bisakah kau mencariku?' Sakura merasa nihil mencari suara tersebut. Terlalu ramai, terlalu banyak suara yang bisa ia dengar. 'Cobalah mencariku, aku ingin tahu. Apakah kau bisa menemukanku?' Sakura ingin berlari lagi kalau saja tangannya tidak di genggam oleh seseorang.
"Sasuke- kun?" Sakura menatap Sasuke kesal.
"Sebentar lagi bel akan berbunyi. Apa yang kau lakukan disini? Dan, ada apa dengan semua keringat ini? Kau berlari?" Tanya Sasuke melihat ekspresi Sakura yang tidak karuan sambil menyeka peluh Sakura di wajahnya menggunakan sapu tangannya.
"Ah, Aku hanya… bermain dengan Ino. Arigatou Sasuke-kun. Ayo kita naik ke kelas!" Sakura menarik tangan Sasuke dan langsung berjalan di depannya untuk menyembunyikan kepanikan Sakura.
'Sial!'
.
.
.
Sasuke dan Sakura akhirnya tiba di kelas mereka. Sakura merasakan kehadirannya. Ya, dia disini.
"Bicaralah!" Sakura yang tidak sengaja berbicara sendiri segera menutup mulutnya dan benar saja. Uchiha itu menatapnya,
"Apa yang ingin kau dengar dariku, Sakura?" Baiklah, satu lagi kebodohan Haruno atau memang Uchiha terlalu pintar untuk mengabaikan hal kecil seperti itu. Sakura tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak Sasuke-kun aku barusan melamun, hehe."
Saat memasuki kelas. Sakura merasakan bahwa ia semakin dekat dengan apa yang ia cari. Sakura terus berjalan mengikuti instingnya. Setelah ia sadar, Sakura sudah berada di bangku paling belakang yang dekat dengan jendela.'Laki- laki berambut merah dan mempunyai mata yang sama denganku, itukah dirimu?'
Gaara meletakkan kedua tanggannya di atas meja sambil menopang dagunya.
'Kau, menemukanku.' Gaara tersenyum pada Sakura.
"Sakura! Apa kau akan terus berdiri disana?" Kakashi Sensei yang melihat Sakura masih berdiri saat ia sudah datang langsung menyuruh Sakura duduk di bangkunya.
"Gomenansai, Sensei." Sakura menunduk malu dan memberikan tatapan sinisnya kepada anak laki- laki berambut merah tersebut. Sasuke yang melihat kejadian tersebut tanpa sadar mengepalkan tangannya. Kenapa Sakura mendekati lelaki tersebut yang sudah jelas Sasuke benci dari awal mereka bertemu. Walaupun memang baru pagi ini Uchiha tersebut bertemu dengan Gaara,- Namanya pun terdengar aneh di telinganya. Benar- benar kesan pertama yang buruk.
.
.
.
Hembusan angin menerpa kedua wajah mereka yang sama- sama menjadi pujaan setiap Kaum Adam dan Hawa yang melihatnya. Tidak ada percakapan. Hanya ada satu tatapan mencurigai dan satu tatapan dingin dari kedua pasang mata Emerald tersebut. Langit menjadi sedikit gelap karena Aura Sakura yang tidak stabil. Gaara memperhatikan langit sekelilingnya. Dan tersenyum. 'Apa ia terenyum lagi?'
"Bukankah kau akan bertanya siapa diriku?" Gaara memecah kesunyian mereka. Sakura mencoba membaca pikiran laki- laki ini tetapi tidak berhasil. 'Ada apa ini? Aku tidak bisa membaca pikirannya. Harusnya hal ini hanya terjadi pada Sasuke.' Sakura mengernyitkan dahinya.
"Berhentilah memasuki pikiranku. Sakura,.." Gaara mulai mendekati Sakura. Sakura yang menyadari hal tersebut langsung mengambil langkah mundur. ".. Gaara. Jadi berhentilah memanggilku dengan sebutan ia ia." Sakura merasakan dirinya terdesak. Tidak ada lahan lagi untuk berjalan mundur. Gaara akan benar- benar memojokkan posisi Sakura. Tiba- tiba Sakura merasakan Aura lain. Ini…
PLUK!
Kerikil tersebut berhasil menghentikan langkah Gaara mendekati Sakura. Sakura yang menyadari hal tersebut tidak menyia- nyiakan kesempatan yang ada dan langsung mendorong Gaara lalu berlari,
"Sasuke- kuunn!" Gaara yang masih memegang kepalanya setelah sukses menerima lemparan Sasuke bertambah geram saat dirinya di dorong Sakura.
"Haruskah kau pergi sejauh itu untuk mengambil Sakura dariku?!" Sakura yang hampir sampai berlari menuju Sasuke langsung di tarik tangannya oleh Sasuke dan langsung memeluknya. Sakura yang merasakan nafas Sasuke yang tidak beraturan, menandakan Sasuke sejak tadi berusaha mencarinya. Sakura merasa sangat nyaman dengan aura Uchiha ini. Gaara yang mendengar hal tersebut menghadiahi Sasuke dengan death glarenya. Sasuke menatap Gaara yang sedang menuju dirinya dan Sakura.
"Bukankah kau yang merebut Sakura dariku?" Gaara melewati Sasuke dan Sakura yang berada dalam pelukannya.
"Aku, yang pertama kali mendapatkan Sakura." Gaara berlalu meninggalkan mereka berdua yang sibuk dengan pikiran mereka masing- masing. Sasuke menangkup pipi Sakura dan menatap Emerald Sakura serius.
'Apa yang terjadi, Sakura- chan?' Sakura yang bisa mendengar suara hati Sasuke menjawabnya tanpa kata.
'Siapa dia Sasuke- kun? Bisakah kau mempercayaiku?' Sakura yang sudah mengetahui dengan pasti bahwa Sasuke tidak akan mendengarnya hanya menatap sayu Onyx Sasuke. Gaara tersenyum puas dengan permainan yang baru saja ia mulai.
'Tidakkah kau mengingat pertemuan pertama kita, Sakura?' Emerald Sakura melebar. Tidak mungkin. Sakura melepaskan pelukan Sasuke dan mlihat punggung Gaara yang semakin menjauh.
'Gaara?'
Gaara memperlambat langkahnya dan sedikit menengok kebelakang. Menatap Sakura yang sedang menatapnya. Sasuke yang tidak senang dengan situasi seperti ini langsung menarik tangan Sakura untuk melepaskan kontak mata mereka.
"Sasuke- kun?"
"Hn?"
To Be Continue
Mind To Review?
Penasaran? Hayoooo~~~ XD
