Leticia kembali dengan membawa chapter 2! Ok, untuk pair ke-2 sudah ditentukan.
Hasil voting:
HopeKook : 3 suara
VHope: 1 suara
VKook: 1 suara
Selamat untuk pasangan HopeKook semoga betah di fic Leticia wkwk
Untuk pair yang tidak terpilih jangan kecewa dulu karena rencananya akan dibuatkan fic oneshot. 'Rencana' lho... hehe
Tolong maafkan daku jika terlalu lama, seharusnya fic ini sudah di update hari Minggu tapi berhubung ada kegiatan full time di sekolah yang bener-bener bikin tulang Leticia sukses remuk semua #Lol dan juga Leticia masih dalam kegiatan UTS jadi terpaksa harus di undur.
Udah ah! Gak usah banyak bacot...
Ingat, scroll-nya ke bawah yaaa :v #digebuk
.
.
.
.
.
.
.
.
Jimin 'POV'
Aku duduk lalu menyandarkan tubuhku pada pohon apel yang rindang.
Disini...
Tepat disini tempat aku dan pemuda manis yang telah mencuri perhatianku itu bertemu. Aku bahkan masih ingat rasa pukulan yang ia berikan saat pertemuan pertama kami.
Aku mengangkat tangan kananku yang menggenggam satu buah apel segar berwarna merah ke hadapan wajahku dan mengendus baunya.
Ahh, bahkan bau dari apel ini benar-benar mirip Yoongi. Aku tersenyum, mungkin jika binatang lain melihatku mereka akan menganggapku gila. Tapi, aku tidak peduli...
"Haah.." Aku menghela nafas lelah. Menatap buah apel ini adalah hiburanku satu-satunya.
Sudah seminggu aku selalu mendatangi tempat ini.
Sudah seminggu aku menunggunya disini.
Sudah seminggu aku tidak pernah melihat dia lagi.
"Mungkin, tuhan tidak mengijinkan kita untuk bertemu..." Aku tersenyum sedih mengingat hal itu.
Bodoh! Tentu saja Yoongi tidak akan pernah bertemu denganku lagi. Hubungan ini benar-benar akan di tentang oleh semua orang mengingat diriku adalah monster setengah manusia.
Bahkan mereka semua sudah men-cap ku sebagai makhluk paling berbahaya.
"Arrgggh! Ini semua gara-gara bocah tengik sialan itu!" Dengan rasa kesal aku mencengkram kuat apel yang berada di genggamanku hingga hancur.
Oh ya ampun... padahal ini hanya berawal dari kesalah pahaman saja!
Waktu itu aku berusia tujuh tahun. Pada saat itu warga desa masih sangat baik padaku. Merawatku, memberiku makan, memberiku tempat tinggal, bahkan bersedia bermain denganku.
Jika kau bertanya kemana kedua orangtuaku aku tidak terlalu banyak memikirkan hal itu.
Flashback
Aku merasa bosan didalam kamar sendirian dan memutuskan untuk pergi ke hutan.
Kaki kecilku melangkah masuk kedalam hutan, aku tertawa kecil saat menginjak dedaunan kering yang bertebaran di tanah lembab berwarna cokelat.
Aku terus masuk kedalam hutan dan menemukan sebuah danau yang sangat indah.
Dengan wajah sumringah aku segera berlari ke danau itu lalu melepas kedua alas kakiku ke sembarangan arah.
Setelah sampai aku mencelupkan kedua kakiku ke air danau yang jernih. Rasa dingin segera mencapai permukaan kulitku.
'clak... clak clak'
Aku menengok kanan kiri mencari asal dari suara percikan air itu.
Suara itu semakin mendekat. Dengan tergesa-gesa aku mengangkat kedua kakiku dari air dan segera bersembunyi di balik pohon. Aku menyembulkan kepalaku sedikit, mengintip apapun itu yang membuat suara percikan air.
Beberapa saat kemudian mataku menangkap sesosok manusia yang sedang menari-nari dengan lincahnya diatas permukaan air.
Dia seorang anak laki-laki yang sepertinya seusiaku. Dari cara menarinya aku bisa melihat dia adalah seorang danseur profesional.
Laki-laki ini memakai pakaian serba berwarna hitam, dari mulai kemeja dengan bagian kancing atasnya yang terbuka dan bagian lengan yang ia lipat sampai sebatas siku sampai celana panjang yang ia kenakan. Dibelakang punggungnya ada sepasang sayap berwarna hitam.
Tunggu. Itu seperti sayap angsa?
'Krak!'
Tanpa sengaja aku menginjak ranting pohon. Sepertinya dia mulai menyadari kehadiranku.
Sejenak laki-laki itu menghentikan aktifitasnya dan berjalan ke arah pohon tempatku bersembunyi.
"Hei, aku tahu kau disana penguntit. Cepat keluar dari tempat persembunyian bodohmu itu!"
Dengan gugup aku keluar dari tempat persembunyianku, "Ma-maaf, aku tidak bermaksud untuk menguntitmu atau apa-"
"Ya ya ya aku percaya padamu." Ujarnya, lalu aku melihat ia berjalan kembali mendekati danau dan mulai menari lagi.
Aku mendengus kesal. Sebegitu sukanya 'kah dia dengan menari?
Aku memutuskan untuk kembali ke danau dan melihat aksi yang dilakukan oleh laki-laki itu.
Aku akhir-akhir ini sering sekali bermain di danau.
Sejak bertemu dengannya kita menjadi sangat akrab. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Black Swan. Mungkin itulah sebabnya dia menari dengan sangat anggun seperti angsa.
Setiap hari aku selalu bermain dengannya, tertawa bersama dan bercerita tentang diri kami satu sama lain. Ini benar-benar menyenangkan.
Hingga saat itu...
.
.
.
Aku berjalan ke hutan menuju danau untuk bertemu Black Swan. Tapi ditengah perjalanan aku melihat seorang teman di desa mencegatku. Aku menaikan sebelah alisku heran.
"Oh kau Hoseok, sedang apa kau disini?" Aku bertanya pada temanku.
Dia tidak menjawab dan hanya menatapku dengan tajam. Aku menghampirinya dan menyentuh pundaknya.
'Greeb!'
Aku kaget, tiba-tiba dia mencengkram kuat tanganku dan menarikku dengan paksa kedalam hutan. Aku mencoba protes namun ku urungkan niatku setelah melihat tatapannya padaku.
'Brug!'
Dia mendorongku menyebabkan suara debaman tubuhku yang menyentuh tanah.
Aku balas menatapnya tajam, "Kenapa kau melakukan ini Jung Hoseok?!"
"Coba kita lihat kenapa aku melakukan ini..." Dia menyeringai kejam ke arahku lalu memperlihatkan bangkai sapi salah satu ternak milik warga di desa.
Tunggu, apa dia yang-
"Ya Jimiin, aku yang mencuri ternak semua warga di desa~" Dia berbicara seolah-olah mengetahui apa yang ku pikirkan.
"Untuk apa kau melakukan ini?! Kau tidak berpikir kalau mereka membutuhkan ini untuk memenuhi konsumsi mereka hah? Sadarlah Hoseok, sekarang bahan pangan sedang sulit didapatkan!" Aku membentaknya berharap dia akan menyadari kesalahannya.
"Kau bertanya untuk apa?" Tanyanya dengan nada rendah.
Dia mulai menghampiriku lalu menyiramku dengan cairan warna merah yang berbau amis ke arah wajahku. Lalu dia mulai melukai lengannya sendiri dengan pisau yang ia bawa dan mengikat tubuhku dengan tali, aku sempat menggeram kesakitan dia mengikatku dengan sangat kencang!
Kemudian dia kembali menarikku secara paksa ke jalur yang menuju desa. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang ia lakukan.
Setelah sampai di pemukiman warga desa. Dia mulai merubah mimik wajahnya menjadi seolah-olah ialah yang tersakiti.
Normal 'POV'
"Semuanya, aku berhasil menangkap orang yang selama ini mencuri ternak kita!" Hoseok berteriak dengan lantang membuat perhatian para warga kini menuju ke arahnya.
Warga mulai ramai.
"Dia! Dia adalah orangnya!" Serunya sambil menarik Jimin ke hadapan para warga.
"J-jimin?" seluruh warga menatap Jimin tidak percaya.
"Ya! Bahkan setelah aku menemukan bangkai ternak kalian ia mencoba menyakitiku!" Hoseok memperlihatkan lengannya yang terluka pada warga.
Wajah para warga mendadak menjadi gelap, "SIALAN, SUDAH KAMI DUGA KAU PELAKUNYA DASAR MONSTER! SEMUANYA CEPAT TANGKAP DIA!"
Seluruh warga mendesak berbondong-bondong menarik Jimin bahkan tak segan-segan untuk memukulnya, Hoseok hanya tersenyum puas melihat Jimin yang tersiksa. Jimin tentu saja tidak terima dengan tuduhan tidak benar yang di utarakan temannya berusaha memberontak dari amukan warga dan mencoba melepaskan diri dari ikatan Hoseok.
"HOSEOK APA MAKSUDMU MELAKUKAN INI PADAKU?!" Teriak Jimin pada temannya .
Hoseok hanya tersenyum kejam, dan berbisik pelan, "Anggap saja ini dendam pribadi karena kau, dengan beraninya mendekati Black Swan milikku." Hoseok berlalu pergi meninggalkan Jimin. Walaupun pelan namun cukup untuk terdengar oleh telinga serigalanya.
Jimin marah, dia tahu ini hanya salah paham. Jimin sama sekali tidak menyukai Black Swan dan dia mengambil kesimpulan kalau teman- bukan, lebih tepatnya mantan temannya ini menyukai Black Swan dan mengira kedekatannya dengan Black Swan adalah lebih dari sekedar teman.
Jimin berhasil lepas dari ikatannya dan segera melarikan diri menuju hutan.
Flashback End
Kedua kelopak mata Jimin mulai terasa berat. Memikirkan masa lalu membuat kepalanya sedikit pusing.
Ia menyandarkan kepalanya pada pohon lalu perlahan matanya mulai menutup dan tertidur disana.
Jimin yang baru saja tertidur tidak mengetahui bahwa sejak tadi ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari jauh. Orang itu tersenyum menatap Jimin yang tertidur lalu menghampirinya dengan perlahan mencoba untuk tidak membangunkannya. Bisa kalian tebak, itu adalah Yoongi.
Yoongi lalu duduk disebelah Jimin dan terus menatap wajah Jimin yang sedang tertidur. Ia benar-benar sangat merindukan pria ini, butuh waktu yang tepat untuk menyelinap keluar tanpa ketahuan oleh ibunya yang terlalu over itu.
Entah ide iseng muncul dari mana ia tiba-tiba meraih kepala Jimin dan menaruhnya diatas pangkuannya.
Setelah itu Yoongi menutup matanya dan ikut menyusul Jimin ke alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Menurut Leticia chapie kali ini rasanya membosankan. Romance-nya belum kelihatan mungkin di chapter depan.
Rencananya Leticia bakal update fic ini seminggu dua kali. Tapi di minggu-minggu ini kayaknya susah.
R&R reply~
Labirynth Love : Iya, ini sudah lanjut :) makasih review-nya.
Linkz account : iiyeeyyy ada yang suka fic Leticia! *gelindingan* xD . Di sini sudah ketauan alasannya kan? makasih review-nya~ ^^
Bearinluv : wkwk yaa begitulah Yoongi. MinYoon fluff? Wokeh siap... makasih reviewnya ^o^)/
Kim SeeWo : yosh! Update... makasih review-nya~
siscaMinstalove : Ini sudah lanjut sayang~ :*:*:* #digebuk . makasih buat review-nya dan makasih juga udah lopelope sama Leticia juga fic MinYoon Leticia yang rada aneh gak karuan hehe.. xD
anthi lee : kalau werewolfnya cakep kayak Jimin siapa juga yang gak kepincut? xD #nak . Fic ini memang sengaja Leticia buat antimainstream biar gereget wkwk.. ah iya salam kenal juga ini sudah lanjut kok... makasih review-nya~
Aulia Rosa : hehe makasih, tapi masih berantakan lho.. ini sudah di update dan maaf kalau kelamaan. Terima kasih sudah me-review! ^o^)/
mas dyo : iya, ini sudah di lanjut :) makasih review-nya...
Terakhir, Revew please?
.
.
#Sign Leticia
