Desclaimer : Masashi Kishimoto

Warning : AU, OOC, dll

.

.

.

Aku terus berjalan mengikuti gadis yang berada di depannya. Kakinya yang mungil terus bergerak. Kakashi menyuruh kami untuk mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi malam ini. Hinata berhenti aku pun ikut berhenti, kami tiba di sebuah rumah yang kecil. Aku mengernyitkan alisku, bukankah Hyuuga adalah keluarga yang kaya?

''Masuk!''

''Hn''

Aku melihat keadaan rumah ini, rumah yang hanya ada 1 kamar dan 1 kamar mandi. Aku semakin bingung. Hinata membuka laci yang berada dekat tempat tidur. Dia mengambil 2 buah pistol, dia memberikannya satu kepadaku. Lalu, dia berjalan perlahan kearahku yang terduduk di bawah lalu...

Set!

Dia menusukan pisaunya ke dinding kayu tepat di samping kepalaku. Aku terkejut. Dia mendekatkan wajahnya ke telingaku, aromanya sangat menggoda. Dia menghebuskan nafasnya sekali. Aku merinding.

''Uchiha Sasuke. Kau seorang vampire''

Mataku terbelalak.

Apa?

.

.

.

Gaara memasukkan pelurunya yang terakhir ke dalam pistolnya. Sakura hanya menatapnya bosan, sesekali menghisap rokoknya. Sejak mereka tiba di rumah Gaara, tidak ada satu patah kata pun yang terucap dari bibir mereka, bahkan Sakura yang biasanya cerewet tidak bicara satu kata pun. Sungguh membosankan. Padahal Sakura sangat berharap supaya bisa bersama Sasuke.

Gaara menyalakan rokoknya, setelah itu membuka blazernya. Dia melirik Sakura yang hanya duduk di sofa sambil merokok itu. Gaara menghela nafas, berusaha menghilangkan penat yang ada di otaknya. Semoga partnernya kali ini tidak merepotkan seperti Naruto, sungguh dia kasihan kepada Shikamaru yang harus berpasangan dengan Naruto yang ceroboh, gegabah, dan bodoh itu. Gaara menghampiri Sakura yang sekarang menatapnya.

''Kau berlindung saja di belakangku, dan jangan merepotkanku''

''Apa? Merepotkan katamu?! Aku tidak merepotkan! Memangnya aku seperti Naruto! Dan aku tidak mau hanya tinggal diam saja, bagaimana kalau monster itu menyerangku?! Masa aku hanya diam saja! Kenapa aku harus berpasangan denganmu! Yang aku mau kan hanya Sasuke-kun !'' Gaara memutar bola matanya. Sakura memang benar-benar cerewet. Gaara yakin ini akan menjadi malam yang panjang dan malam yang merepotkan.

''Terserah. Sudah ayo berangkat! Ini sudah hampir tengah malam''

Sakura mematikan rokoknya, menghela nafas dan beranjak dari duduknya.

''Iya!''

.

.

.

Shikamaru menatap bosan kepada partnernya ini, bagaimana tidak? Sedari tadi kerjaannya hanya bermain permainan yang ada di ponselnya. Apakah dia tidak mempunyai persiapan? Malam ini mereka akan di hadapkan dengan monster lagi, dan itu tak semudah yang di bayangkan. Bisa-bisanya dia santai-santai seperti itu. Shikamaru mengambil pedangnya dan juga pistolnya dan menaruhnya di sabuk yang biasa dia pakainya. Matanya beralih pada Naruto yang sepertinya semakin serius menatap layar ponsel. Dia merebut ponsel Naruto dari tangannya dan melemparnya sembarangan.

''Hei! Aku sudah mau naik level!''

''Sekarang waktunya kerja!''

''Kau ini! Aku juga tau!''

''Sudahlah! Aku akan menjelaskan rencana kita. Disini kau berperan sebagai penyerang dan aku adalah umpan, jadi saat kita bertemu dengan monster itu kau cukup diam saja, hingga waktunya tepat kau serang dia mengerti!''

''Aku mengerti''

''Dan jangan gegabah dan jangan ceroboh''

.

.

.

Gaara dan Sakura berjalan mengitari taman yang sudah sepi dan gelap. Monster itu akan memakan jiwa anak kecil yang bahagia, maka dari itu dia akan datang di tempat yang biasa ramai oleh gelak tawa anak kecil. Gaara mengeluarkan pedangnya dan memasang kuda-kuda saat aura yang ada di taman itu sudah berbeda, begitu juga dengan Sakura yang suda siap dengan pistolnya.

''Mew...mew...mew''

Sakura mendengar suara kucing di dekat semak-semak yang ada di dekat ayunan. Dia melirik Gaara yang berada di depannya, seperinya dia tidak mendengarnya. Sakura berjalan ke arah suara, dia semakin menodongkan pistolnya saat sudah sangat dekat dengan objek yang dia hampiri.

''RAAAWWWWRRR!''

''Kyaaaaa!''

''SAKURAAA!''

.

.

.

Aku merasa waktu berhenti.

''Hinaan macam apa itu?''

''Jangan mengelak Sasuke'' dia melepaskan pisaunya dari dinding yang di tusuk hinggan meninggalkan lubang yang cukup lebar. Dia merusak rumahnya sendiri?

''Hn. Lebih tepatnya setengah vampire, aku bukan vampire seutuhnya tapi saat bulan purnama di umurku yang ke tujuh belas aku akan menjadi vampire seutuhnya''

''Begitukah? Bukankah umurmu sudah tujuh belas tahun? ''

''Tapi di umurku yang ke tujuh belas ini, Belum ada bulan purnama, sepertinya akhir tahun ini''

''Begitukah? Bukankah lucu vampire memburu vampire?'' dia tertawa kecil.

''Bukankah aku yang dipaksa kalian? Ngomong-ngomong bagaimana kau tau itu?''

Ya, bagaimana kau tau aku adalah vampire?

''Saat aku mengobati lukamu. Sebelum aku obati lukamu tertutup sendiri dan menghilang tanpa bekas''

Luka? Luka yang mana?

Aku menepuk jidatku, betapa bodohnya aku? Melupakan hal itu. Itu semua karenamu, karena pesonamu sehingga aku melupakan hal yang paling penting.

''Vampire tidak bisa terluka, lukanya akan tertutup sendiri, bahkan nyawanya saja bisa dibilang abadi'' dia berjongkok dan mengelus letak yang sebelumnya terdapat luka di wajahku.

''Dan aku ingin memperingatkanmu. Jangan pernah menghisap atau meminum darahku, atau kau akan mati'' dia berdiri lagi.

Akan mati? Memangnya kenapa? tapi, aromanya sangat menggoda.

''Ayo kita berangkat!''

.

.

.

Shikamaru tampak kelelahan sudah berkali-kali ia serang monster itu, tapi tidak ada hasilnya. Kucing macam apa itu? Besarnya dua kali lipat besar singa, tapi mukanya sangat lucu seperti kucing biasa pada umumnya.

Shikamaru kembali menyerang kucing itu, tapi kucing itu terus menyerang Shikamaru dengan cakarnya yang besar dan runcing itu, sehingga Shikamaru harus menghindar dan tidak bisa menyerang.

Tiba-tiba kucing itu menerkam Shikamaru, dan dengan cepat Shikamaru menusuknya tepat di jantung.

'kesempatan bagus'

Kucing itu pun terkulai lemas, Shikamaru menggeser tubuh kucing itu yang menindihnya.

Kucing itu tidak bergerak lagi.

''Kau tidak asiiiik! Menghabiskannya sendiri!'' Naruto berjalan menghampirinya.

''Dia mati seharusnya kau bersyukur karena tidak menghabiskan tena-''

''RAAAWWWRRR!''

''Apa? Itu tidak mungkin!''

.

.

.

Kami berjalan memasuki taman rekreasi yang ada di Konoha. Aku melihat keadaan sekitar. Tempat yang biasanya di penuhi lautan manusia sekarang sangat sepi, seperti berada di kota mati. Kulirik Hinata yang sedari tadi berjalan lurus ke depan tanpa melihat yang ada di sekitarnya. Tiba-tiba dia berhenti, aku melihat arah pandangnya.

Perempuan?

Perempuan itu mempunyai dua telinga kucing di kepalanya, rambut dan matanya hitam dan mengenakan pakaian yang seperti orang pakai dalam cosplay 'Tokyo mew mew', dan dia mempunyai ekor yang panjang. Apa ini kucingnya? Kulihat Hinata mengeluarkan pedangnya, aku disini seperti orang bodoh, aku bingung harus apa?

''Keluarkan pedangmu!'' aku menuruti katanya.

''Hai nona! Tidak baik keluar malam-malam begini, banyak cowok liar yang berkeliaran. Hahahaha'' kucing itu berbicara.

''Atau kucing liar yang berkeliaran hahaha''

''Apa maumu?''

''Mauku? Aku hanya ingin bermain dengan kalian, aku ini termasuk kucing jinak loh''

Dia banyak bicara.

''Kau banyak bicara!''

''Dan kau tuan! Seharusnya kau ikut bersamaku, bersama kakekmu yang tampan hahaha''

Kakek? Kakek yang telah membunuh anak dan cucunya sendiri?

Aku melihat Hinata yang sudah berlari dan menyerang. Kucing itu melompat saat Hinata ingin menebas kepalanya. Kucing itu berlari dan menghampiri Hinata dan menyerangnya dengan cakarnya tapi Hinata menangkisnya dengan pedangnya. Aku terbelalak saat pedang Hinata hancur hanya dengan cakarnya. Kucing itu mencakar perut Hinata hingga dia terlempar jauh beberapa meter. Aku tidak bisa tinggal diam. Aku menjatuhkan pedangku dan berlari ke arahnya, aku mengeluarkan taring vampire yang kupunya dan langsung menerjangnya dan mengoyak badannya dengan kukuku.

''Arrrghhh!''

''Sasuke?''

Aku melepaskannya. Sosoknya yang penuh darah menghilang seketika. kemejaku penuh darah begitu juga wajahku, aku mengelapnya dengan lengan bajuku. Aku melihat ke arah Hinata, dia hanya terbengong melihatku. Aku yakin mataku merah sekarang. Aku berjalan menghampirinya, aku sangat terluka melihatnya terluka, apalagi terdapat banyak darah di perutnya. Aku berjongkok dan mengelus pipinya.

''Sebegitu mudahnya kah kau membunuhnya?''

''Dia hanya hama''

Aku menaikan kemeja seragamnya, bermaksud melihat lukanya. Aku terbelalak. Tidak ada luka sama sekali, aku menatapnya.

''Hinata?''

Dia hanya melihatku dengan datar.

.

.

.

''Hah...hah...hah''

''Dia menghilang!''

''Sepertinya dia Sasuke dan Hinata berhasil''

''Dia bukan kucing yang manis''

''Ayo kita susul Gaara dan Sakura''

Naruto dan Shikamaru berlari menyusul Gaara dan Sakura, walaupun tubuh mereka penuh dengan luka dan letih. Karena Gaara dan Sakura lah bagian yang paling lemah.

Saat mereka tiba, mereka bisa melihat Gaara dan Sakura yang terbaring tak berdaya, sontak membuat mereka mempercepat larinya.

''GAARA!''

''SAKURA!''

Mata Naruto melebar saat melihat darah di kepala dan dada Sakura.

''Sepertinya Sakura sudah terserang duluan, dan Gaara dia pingsan sepertinya kelelahan melawan kucing yang tak ada habis-habisnya sendirian''

''Apa Sakura tidak apa-apa?''

''Dia hanya terluka biasa. Cepat kau bawa Sakura, aku akan membawa Gaara''

''Bagaimana dengan Sasuke dan Hinata?''

''Aku yakin mereka baik-baik saja!''

.

.

.

Aura hitam menyelimuti seluruh ruangan, ruangan yang gelap hanya di terangi sinar bulan yang menampilkan sosok gagah dan tampan walau umurnya sudah hampir 500 tahun. Dia menyeringai.

''Jadi, Kin mati semudah itu...''

''Iya, Madara-sama. Dan dia bersama perempuan 'itu' ''

''Sepertinya cucuku yang satu ini sudah kuat rupanya''

''Apa yang ingin anda lakukan Madara-sama?''

''Aku ingin mengulangi kejadian 9 tahun yang lalu, tapi yang ini akan sedikit berbeda, karena aku akan melakukannya dengan sentuhan...''

''...romance''

.

.

.

Tbc

Update! Tadinya sempet bingung kelanjutannya gimana, karena susah buat adegan fight, mungkin chapter kedepannya ga ada adegan fightnya. Terima kasih yang sudah review, walaupun reviewnya cuma sedikit ( derita author baru T.T ) tapi saya akan tetap melanjutkan ficnya, karena ini merupakan sebuah kesenangan tersendiri. So...terima kasih sekali lagi yang sudah me-review.