LOVE AND HURT
Chapter 2
Genre: Romance, drama, little sad
Rate: T
Warning : BOYS LOVE
DON'T LIKE, DON'T READ!
Ketika kau tak ada. Aku sangat merindukanmu.
Ketika kau ada. Aku malah tersakiti.
Aku benar-benar merindukanmu. Apakah kau juga?
Bagaimana kabarmu sekarang? Kau tahu, aku masih setia menyimpannya. Dan kita berjanji akan bersama-sama menanaman bunga matahari ini di bukit belakang sekolah. Lihat! Bunga milikku sudah mulai mekar, bagaimana dengan bungamu? Aku harap kau masih menyimpannya! Dan harus menyimpannya!
Aku dengar kau sudah kembali ke Seoul!
Ya Tuhan, apakah doaku terkabulkan? Kau pulang! Kau pulang! Aku benar-benar merindukanmu!
LOVE AND HURT
Semenjak kejadian tadi, Sungmin terlihat melamun. Helaan nafas yang keluar dari mulutnya terus berlanjut beberapa kali dan hampir membuat teman sebangkunya jengah. Sungmin mengacuhkannya! Apa ini balasan kebaikannya yang telah membelikan minuman secara gratis. Eunhyuk menekankan kata 'gratis' didalam hatinya.
Menurut Eunhyuk tidak ada kata 'gratis' didalam kamus kehidupannya. Tetapi karena Sungmin adalah sahabatnya, ia rela menghapus kata itu demi Sungmin dan hanya untuk Sungmin. Ingat "HANYA UNTUK SUNGMIN".
"Kau mengacuhkanku! Yak Lee Sungmin! Ada apa denganmu? Ini sudah jam istirahat dan kau tetap tidak beranjak dari acara duduk-manis-menghela-nafas-beberapa-kali."
Eunhyuk mengacak rambutnya frustasi. Terlintas sebuah ide ketika dia melihat kedua murid baru yang sedang dikerubungi oleh murid-murid. Terutama oleh murid perempuan dan para murid lelaki berstatus uke. Matanya menemukan salah satu dari murid baru yang sedang asik memainkan benda portable persegi panjang berwarna hitam. Dan tidak lupa dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya.
'Dia saja.' Pikir Eunhyuk dan langsung mulai berdiri dari duduknya.
"YAK CHO KYUHYUN!"
Teriakan lantang Eunhyuk sontak membuat semua orang melihat ke arahnya tak terkecuali si empunya nama—Kyuhyun karena frekuensi teriakan Eunhyuk melebihi kerasnya volume dari lagu yang ia dengarkan. Sungmin pun tak kalah kagetnya mendengar seseorang memanggil nama Kyuhyun yag sedari tadi ada di pikirannya.
Merasa terganggu. Kyuhyun melepaskannya earphonenya dan menatap Eunhyuk seolah berkata 'ada apa?'
Jari telunjuk Eunhyuk menunjuk seseorang yang duduk disampingnya.
"Dia—dia menyukaimu!" Jawab Eunhyuk enteng dan menunjukka gummy smilenya.
"APAAA? LEE SUNGMIN?!"
Teriak semua murid. Lee Sungmin yang tidak pernah terlibat masalah. Sekarang mulai melayangkan bendera perang kepada mereka. Yah, seperti yang kalian tahu. SMA Sapphire Blue memiliki club 'Pecinta Namja Tampan'. Dan sebagian anggota berada di kelas 3A.
Mendengar ucapan frontal Eunhyuk. Sungmin membulatkan matanya. Apa-apaan monyet ini! Ingin sekali dia menjambak rambut brown yang ada dihadapannya. Sungmin beranjak dari duduknya dan akan menjelaskan semuanya jika semua itu tidak benar tetapi—
"Aku tidak peduli."
Kyuhyun menjawabnya dengan santai. Memasang kembali earphonenya dan pergi keluar meninggalkan kelas. Terlalu berisik disini. Dia tidak bisa mendengarkan musik dengan tenang. Pergi ke tempat lebih tenang disekitar sekolah sepertinya lebih menarik.
Sungmin hanya mematung tidak percaya. Apa-apaan lelaki itu! Siapa yang bilang menyukainya! Sungmin merasa dia seperti tersangka disini. Lihat saja, orang-orang menatapnya dengan tatapan berani-sekali-kau-dengan-pangeran-kami. What the?!
PLUKK….
Tepukan lembut di bahu Sungmin menyadarkannya dari acara tatap menatap dengan para fans. Lelaki itu tersenyum. Siapa saja yang melihatnya pasti akan langsung meleleh. Oke abaikan…
"Maafkan Kyuhyun. Kau tidak usah kecewa Lee Sungmin."
Setelah menepuk bahu Sungmin. Siwon pergi keluar kelas. Menghirup udara segar sepertinya tidak apa-apa. Melirik kembali lelaki manis yang sedari tadi berdiri mematung.
"Akhirnya."
Dan mulai melangkahkan kaki keluar kelas.
BRAKK!
"YAK KAU LEE HYUKJAE! AKU TIDAK PERNAH MENYUKAI LELAKI ITU! MELIHATNYA SAJA AKU TIDAK TERTARIK!"
Sungmin mengatur napasnya dan kembali melayangkan tatapan membunuhnya kearah mereka—Pecinta Namja Tampan. Sedikik mendengus "DAN KALIAN! JANGAN MENUDUHKU SEPERTI LAYAKNYA PENCURI EOH! URUSI SAJA KLUB BODOH KALIAN! AKU TIDAK PEDULI DENGAN ORANG YANG BERMARGA CHO ITU! SANA DEKATI DIA SEPUAS KALIAN!"
Setelah selesai menceramahi(?) Eunhyuk dan segerombolan murid tidak penting menurut Sungmin. Lelaki manis ini pergi keluar keluar kelas. Atap! Ya atap sekolah memang tempat ternyaman untuk menjernihkan pikiran. Udara segar yang berhembus membuat pikirannya semakin rileks.
Cklek..
Eh?
Sungmin mengerutkan dahinya. Kenapa sudah terbuka? Padahal dia harus melakukan sedikit kekerasan jika ingin membuka pintu menuju atap sekolah. Karena jarang sekali murid-murid pergi keatap. Jadi pintu semakin tua dan macet jika dibuka. Sungmin tidak peduli dan mulai berlari mendekati pagar atap. Merentangka kedua tangannya dan mulai menghirup udara segar Karena dia mulai lelah akibat olahraga pagi dan ketika berteriak tadi.
"Ahhh…. Segarnya."
Mulai teringat dengan kejadian dikelas tadi. Sungmin benar-benar malu. Ketika dia sedang memikirkan Kyunienya dan tiba-tiba saja Eunhyuk anchovy berteriak memanggil nama Kyuhyun.
"Hyukie babo! Aku seperti orang tolol tadi. Dan dia… kenapa namanya mirip sekali.
Hah…. Di dunia ini bukan hanya satu orang aja yang bernama Kyuhyun. Lee Kyuhyun, Park Kyuhyun, Kim Kyuhyun, Shin Kyuhyun. Dan Cho Kyuhyun tidak hanya Kyunie saja yang harus bermarga Cho di negeri ini."
Sungmin terus mengabsen nama-nama marga Korea. Dan membuat seseorang yang menyandarkan punggunggnya di tembok merasa tertanggu. Tidak di kelas, tidak di atap. Kenapa dia tidak bisa tenang sekali saja!
Suara Sungmin lebih keras dari volume lagu yang dia dengarkan. Membuka kedua matanya dan menemukan sesosok lelaki yang sedang memunggunginya.
Kyuhyun mendengus kesal. Dia sangat tidak suka di ganggu! Tidak seperti Siwon yang bisa merasa nyaman dengan kebisingan dan teriakan tidak jelas dari remaja-remaja putri maupun seorang bibi bibi ck.
"Bisakah kau tidak berteriak?"
"Eh?" Merasa mendengar suara dari belakang punggungnya. Sungmin langsung berbalik dan sedikit terkejut karena dia bertemu denga mata obsidian yang terus menatapnya jengah. 'Tenang Lee Sungmin. Dia bukan Kyunie!' Semangatnya dalam hati.
"Maafkan aku. Aku tidak tahu jika ada orang lain selain aku disini hehe." Sungmin menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal karena mulai risih ditatap intens seperti itu.
"Kau… Belum sadar juga?"
Pertanyaan dari Kyuhyun membuat Sungmin kebingungan. Apa maksudnya? Sadar? Memangnya dia amnesia apa! "Sadar? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."
Kyuhyun menghela nafas "Belum sadar jika kau sudah mengatakan kata 'maaf' dan menyesalinya. Maka kau harus segera tinggalkan tempat ini karena aku yang pertama ada disini."
"Hah? Jadi kau mengusirku?" Sungmin tidak terima dengan ucapan Kyuhyun! Hey! Atap ini sangat luas. Seseorang bebas saja mau memilih disudut mana ia mau melakukan kegiatan yang ia suka! Menyebalkan sekali murid baru ini.
"Nah kau sudah paham sekarang. Jadi pergilah. Aku ingin beristirahat." Kyuhyun kembali menyandarkan punggungnya kedinding dan mulai mendengarkan music lalu menutup kedua matanya.
'Oh Tuhannnn! Apa dia seorang manusia? Buruk sekali attitudenya!'
Sungmin berjalan keluar sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya. Lelah, marah dan kesal menjadi satu. Oh ingin sekali Sungmin melempar mahluk itu dari atap gedung. Tetapi dia masih mengingat kembali nasib keluarganya jika Sungmin menjadi tersangka dari kasus pembunuhan yang tidak elit.
=C=
Setelah membersihkan diri dari keringat. Sungmin berjalan kearah balkon diluar kamarnya. Sebuah bunga Matahari yang cantik didalam pot berwarna biru berdiri menikuk dengan indahnya. Senyum manis menghiasi wajah pemuda pecinta warna merah muda ini. Ia teringat dengan seseorang nan jauh disana. Seseorang yang sudah berjanji akan segera pulang dan bertemu dengannya. Keduanya membuat sebuah perjanjian….
'Ketika bunga Matahari ini sudah mekar. Kita akan menanamnya bersama dibelakang sekolah SMA Sapphire Blue.'
Sungmin selalu mengingat perkataan itu walaupun dulu usianya masih 12 tahun dan orang itu 10 tahun. Sungmin percaya jika anak kecil sudah berjanji, ia akan menepatinya. Tetapi ini sudah 6 tahun semenjak perjanjian yang mereka buat.
"Cho Kyuhyun. Apakah dia Kyunnie? Tetapi jika dia benar-benar Kyunnie. Kenapa dia tidak mengingatku sama sekali? Dan seharusnya dia adalah adik kelasku karena usia kami berbeda dua tahun. Dan aku yakin mahluk menyebalkan itu bukan Kyunnie yang kukenal!"
Sungmin mencengkram erat kedua tangannya.
"Bodoh. Ini terlalu kekanak-kanakan. Aku yakin Kyunnie tidak mengingatnya. Kenapa kau bodoh sekali Lee Sungmin! Itu hanya perjanjian seorang anak kecil di masa lalu. Hiks… tetapi aku ingin bertemu dengannya hiks.. aku ingin bertemu dengannya…" tidak kuat menahan tubuhnya yang terasa lemas, Sungmin menyandarkan punggungnya di tembok pembatas balkon kamarnya.
Keesokan harinya di SMA Sapphire Blue~
Sreett…..
Tiba-tiba saja selembar kertas menabrak wajah seorang pemuda dengat tidak elitnya. Dia hampir saja terjatuh karena ketika sedang berlari di koridor untuk buru-buru pergi kekantin karena Eunhyuk menunggunya disana. Diambil kasar kertas yang menabrak wajahnya dan pemuda itu mulai membacanya.
*PECINTA NAMJA TAMPAN CLUB*
Hari pertemuan setiap Sabtu sepulang sekolah~!
Kyyaaaaaaaa….!
With new list : Choi Siwon dan Cho Kyuhyun
Ya Tuhaaannnnnn!
Hanya karena sebuah pengumuman bodoh. Dia hampir saja terjatuh. Semua rasa kesalnya dia salurkan kepada selembaran kertas yang tidak berdosa. Dia mulai menyobek kertas itu menjadi sobekan-sobekan kecil.
"Awas. Kau menghalangi jalanaku."
Sebuah suara yang benar-benar dia kenal terdengar dari belakang. Pemuda itu menghela nafas dan mulai berbalik. Menatap seseorang yang sudah membuatnya kesal kemarin. Mengusirnya? Mahluk aneh! Alien!
"Oh! Silahkan lewar tu-an Cho Kyu-Hyun ter-hor-mat!"
Kyuhyun mengerutkan dahinya. Dan dia melihat name tag pemuda bertubuh pendek dihadapannya.
Dengan wajah datar Kyuhyun menjawab santai.
"Minggirlah Lee Sungmin."
Dan dia pergi melewati pemuda bernama Lee Sungmin.
Sungmin mengelus dadanya. Dia tidak boleh terpancing oleh mahluk aneh itu. Ketika Sungmin sibuk menetralkan detak jantungnya karena menahan amarah. Tiba-tiba saja sebuah tepukan lembut di bahunya menyadarkan pemuda imut ini.
Dia adalah Choi Siwon. Murid baru yang datang bersama Kyuhyun. Pemuda dengan senyum yang menawan berhasil membuat Sungmin sedikit tercengang.
"Sepertinya kita belum berkenalan. Aku Choi Siwon."
Siwon mengulurkan tangannya memperkenalkan diri. Dan dibalas ramah oleh Sungmin.
"Aku Lee Sungmin."
"Min-ah. Bolehkan aku memanggilmu Min-ah?"
"Min…min-ah?"
Sungmin langsung terdiam ketika Siwon memanggilnya dengan 'Min-ah'. Dia jadi mengingat seseorang. Kyunnie… ya jika Kyunnie sedang ingin bermanja-manja dengan Sungmin, dia selalu memanggilnya Min-ah. Kyunie tidak mau memanggil Sungmin dengan sebutan 'hyung' karena menurutnya wajah Sungmin tidak terlihat tua sama sekali.
"Sungmin-ah kau tidak apa-apa?"
Eh… Sungmin mengerjap-ngerjapakan matanya. Kenapa dengannya? Memanggnya orang itu saja yang harus memanggilnya dengan sebutan 'Min-ah' !
"A—ku tidak apa-apa hehehe. Tentu saja boleh! Aku suka dengan panggilan itu. Maaf Siwon-ssi, aku harus segera pergi kekantin."
Sungmin melepaskan tangannya dari genggaman Siwon.
"Senang berkenalan denganmu Siwon-ssi." Lalu pergi berlari kekantin. Sepertinya Eunhyuk akan marah besar karena terlalu lama menunggungunya.
Siwon tersenyum misterius. Entah apa yang ada difikirannya.
"Keluarlah Cho. Tidak baik mencuri dengar pembicaraan orang lain."
Kyuhyun keluar dari tempat persembunyiannya. Setelah melewati Sungmin tadi ternyata dia tidak ketempat tujuannya yaitu atap sekolah. Entah apa alasannya tetapi Kyuhyun langsung berbelok arah dan bersembunyi didekat loker yang jaraknya lumayan dekat dengan pembicaraan Sungmin dan Siwon.
Tatapan wajahnya yang tidak terbaca menatap kearah Siwon. Dan yang ditatap hanya tersenyum.
"Jadi…" Kyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana "Dia adalah Min-ah mu itu hyung?"
Wajah Siwon mengeras bersama senyumannya yang menghilang tetapi hanya beberapa detik saja dan kembali memperlihatkan senyuman menawannya.
"Ne. Dia orang itu. Orang yang selama ini ingin aku lindungi" Siwon berjalan melewati Kyuhyun dan berhenti sejenak kembali wajahnya mengeras tanpa sepengetahuan Kyuhyun.
"Dia Min-ah ku Kyu."
Lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang hanya diam mendengar sebuah pengakuan dari Siwon. Kyuhyun berbalik hendak kembali ketempat tujuannya—atap sekolah.
"Bunga matahari yang ada di aparterment Siwon hyung… Jadi dia memilikinya juga."
-TBC-
Arigatou Gozaimasu!
Sudah mau memberikan review diawal debut pembuatan FF saya*BOW* hehehe.
Maaf jika ceritanya pasaran karena saya tidak bisa membuat FF dengan jalan cerita yang berbeda dari yang lain dan harus banyak berfikir. Bukan saya menghina karya-karya dari author-author KyuMin lainnya tetapi mungkin kapasitas otak saya yang pas-pasan dari reader reader dan author hebat lainnya /plak jadi inilah hasil karya saya hehehe.
Ah satu lagi! Karena saya baru punya acc disini, ngga sengaja klik apa dan tiba-tiba saja review kalian ke delete hikssss gomen T.T tapi udah saya abaca ko. arigatou ^^b
So? Apakah fanfic ini menarik untuk dilanjut atau tidak ^^'
RCL ne ;D
