Title : Winged Knights

Genre : Friendship, Drama

Disclaimer : Konami FOREVER. Ayo, ada yang mo beli sahamnya Konami nggak? Bonus iket kepala Victor! Persediaan terbatas!

Syntia : Pertama-tama aku mengucapkan terima kasih untuk siapapun yang membaca nih Fanfic dan terutama yang review. Lalu gomen! Aku lama nggak update nih Fanfic gara-gara STRESSS! Yang bener aja! Udah bikin sampe chapter 3 tapi malah lenyap tak berbegas! GEREGETAN DUH AKU GEREGETAN!

WARNING : Kesamaan nama, profile, sifat, lagu, dll 100% disengaja. SUMPEH! disengaja. Yang nggak sengaja Cuma OOC-nya doank


"Lazlo?"ucap gadis itu tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semua terfokus pada cowok berambut coklat itu.

"Kau…."

"Kenal?"Tanya Kyril. Dia udah mulai agak panas nih. "Woi, kalau bakar sate jangan deket-deket!" Cih! Ketahuan.

"…..siapa?"

DUBRAKZ!

"LOE KALO NGGAK KENAL LANGSUNG BILANG AJA NAPA?"omel Hugo pake TOA. Heran, darimana tuh TOA?

"Kenal adikku?"Tanya Flare. Gadis itu terlihat kaget.

"…mungkin salah orang."

"Nggak mungkin Lazlo kenal cewek nggak cerita ama kita,"ujar Kyril. Dalam hati sih nyumpahin bakal ngorek apapun tentang gadis itu dari cowok innocent di dekatnya.

"Daripada disini, ayo ke café!"ajak Tir, raut wajah Riou ama Hugo langsung pucat.

"What's wrong guys?"Tanya Kyril sambil merangkul pundak dua sohibnya itu. Niat sih ngilangin gugupnya gara-gara ketemu gadis pujaan. Tapi kok tambah deg-degan?

"Loe sakit Ky?"Tanya Hugo sok polos. Kesempatan nih.

"Mo dianter?" Riou ikutan sok khawatir. Tiba-tiba bahu keduanya ditepuk. Keduanya menoleh bingung. Tir plus Lazlo langsung tersenyum sumringah.

"Kabur?"Tanya keduanya. Keringat dingin Riou ama Hugo sudah mulai keluar.

XOX

Beberapa saat kemudian…

Di café langganan mereka berenam. Enam, soalnya ada Flare. Pemiliknya sih salah satu temen akrabnya Lazlo.

"Kalian belum kenalan kan? Dia ini namanya….

"Frey! Panggil aja kayak gitu."

"Ok! Gue Hugo.

"Tir."

"Panggil aja Riou."

"Em…..nama….emmm…."

"Lama amat loe. Kyril! Belajar gagap?"iseng Hugo.

"Resek!"

"Trus adikku…."

"Lazlo,"ucap Frey. Flare mengangguk. Kyril jadi BT. Lazlo sih bisaa aja malah sibuk main game sambil neguk botol besar minuman and ngedengerin ipod. "Sejak kapan bikin band?"Tanya Frey tapi matanya sih tetep menatap tajam cowok berambut coklat itu. Kyril langsung panas bersama author.

"Beberapa tahun yang lalu,"jawab Kyril singkat plus BT BT BT BT BT BT ah~

"Latihan kapan?"

"Sabtu jam 8, rabu jam 5,"jawab Tir yang asik minum kopi sambil makan siomay, bakpau, kwetiaw, *ditimpuk gara-gara kelamaan. Nah Hugo ama Riou sih sibuk banget dah kayaknya. Sibuk ngitung duit mereka. Kan mereka terpaksa neraktir Tir and Lazlo. Meski dikit pesenan di belakang kan buanyuuuuaaaaaakk.

"Ok, kalau begitu aku dan Frey balik dulu,"pamit Flare. Keempat cowok itu mengangguk. Empat? Soalnya Kyril nggak rela. Udah deh, balikin cepetan sapu tangannku. Iiih, pake ingusan lagi. GAK USAH! Jangan deket-deket!

"Ngapain loe sok masang tampang puppy?"Tanya Hugo ke arah cowok di sebelahnya.

"Jijay,"ketus Riou. Ya~ mereka kan jadi bokek gara-gara Kyril jatuh cinta ama Frey sih.

"Itu mimpi burukmu Hugo,"ungkit Tir. Hugo mayun. Riou memandang kesal ama Kyril. Lazlo? Bisaa aja tuh tetep main sambil ngedengerin ipodnya.

"Kalau begitu, kita pergi dulu. Sampai nanti semuanya!"pamit Flare yang dibalas dengan anggukan dari keempat cowok ini. Empat lage? Soalnya Kyril masih gak rela kalo Frey balik.

"Ky, nggak usah pasang tampang puppy eyes lagi deh,"ujar Flare. "Dan nggak usah geret-geret bajuku! Bikin melar aja!"marahnya lalu menepis tangan cowok itu. Tir hanya menepuk-nepuk pundak Kyril.

"Lazlo, sampai jumpa,"pamit Frey. Lazlo memandangnya sejenak kemudian menganggukkan kepala sedikit, membuat Kyril semakin BT.

"Ayo Frey kita pergi. Bye!" Flare menggandeng Frey menjauh dari kumpulan cowok itu. Frey masih terlihat agak penasaran dengan Lazlo tapi dia mengikuti arah jalan Flare. Hmm sepertinya gadis itu tidak mau menyerahkan adik tersayangnya begitu saja.

"Lazlo, beneran kau nggak kenal Flare?"Tanya Kyril yang masih agak penasaran. Lazlo menyeruput minumannya lagi dan lagi baru kemudian memandang ke arah cowok itu.

"Artinya dia sama sekali tidak ingat pernah mengenalnya,"jelas Tir yang memang sudah terbisa dengan gerak gerik Lazlo. Dia sendiri sedang asik makan pizza. Lazlo kembali mengambil gelas super besar ke-3nya, maklum dia kan abiz nyanyi, jadi tenggorokan doi masih kering.

"Loe bener-bener suka sama Frey?"Tanya Hugo minta kepastian. Dia kan nggak mau kalau sampe kalah taruhan tapi cowok yang jadi bahan taruhan mereka sama sekali nggak serius dengan tuh cewek.

"Hmm, kalau Kyril nggak serius biar aku yang ngincer Frey,"iseng Riou. Kyril memandang kedua cowok itu garang.

"NGGAK TAU!"ketusnya membuat kedua cowok itu tersenyum tipis.

"Lalu bagaimana kelanjutannya?"Tanya Hugo pada Tir.

"Dia mungkin akan menemui kita di studio saat latihan. Flare yang akan menunjukannya. Hm? Ada apa Lazlo?"Tanya Tir pada cowok di sebelahnya yang tiba-tiba menarik kaosnya. Lazlo memberikan sebelah earphonenya yang langsung dipasangkan ke telinga Tir.

"Ehem! Asal kalian berdua tahu, tingkah laku kalian berdua mencurigakan,"ungkap Kyril. Tir dan Lazlo memandangnya bingung.

"Ada rumor yang beredar di antara para penggemar kalau Tir dan Lazlo itu gay,"jelas Hugo. Tir dan Lazlo saling berpandangan.

"Tapi kalau kalian gay sekalipun selama tidak menyentuhku aku tidak akan peduli sih,"ujar Riou. Tir memandang ke arah mereka satu per satu.

"Kalau aku dan Lazlo gay, maka Riou dan Hugo sudah bias dipastikan juga gay."

"ITU TIDAK MUNGKIN!"

XOX

"Sore semua!"salam Frey semangat sambil memasuki studio latihan. Terlihat Kyril, Riou dan Hugo sedang sibuk dengan peralatan masing-masing. Tir asik mutar mp3 dan Lazlo bener-bener kelihatan sibuk dengan kedua handphone di tangannya.

"Bukan, satunya NDS!"jelas Tir. Ok, correction! Lazlo sedang sibuk dengan satu handphone dan sebuah NDS warna biru metalik.

"Hi Lazlo?"panggil Frey yang mencoba ramah, namun tak ditanggapinya.

"Percuma, Prince kalau sedang main lupa sama segala sesuatu di sekitarnya."

"Pernah hamper nabrak tiang listrik, kalau nggak dihentiin ama Tir,"terang Hugo.

"Pernah juga hampir masuk selokan kalau nggak ditolong Tir,"lengkap Riou. Ketiga cowok itu langsung menoleh ke arah Tir dan menghela nafas kasian pada cowok yang kayaknya nggak bakal bisa ngelepasin Lazlo yang ceroboh kayak gitu. Mereka tiba-tiba jadi ngerti kenapa Tir selalu bersedia mengantarkan Lazlo kemana pun padahal mereka nggak gay.

"Mungkin gara-gara itu ya jadi timbul gossip kayak gitu,"gumam Riou yang langsung ditanggapi dengan anggukan oleh mereka berdua.

"Gosip? Gossip apa?"bingung Frey.

"Sudahlah, nggak penting buat bahas itu."

"Cepat mulai aja deh, Hari ini aku ada janji!"suruh Riou. Ketiganya menganggukkan kepala kemudian langsung siap di posisi masing-masing. Tir langsung melepaskan earphone-nya dan sepertinya sedang menerangkan sesuatu pada Frey sekaligus melemparkan sebuah pesawat kertas yang langsung jatuh tepat di dahi Lazlo. Menyadarkan cowok itu kalau Frey sudah datang.

"Mulai!"

Hugo mulai memainkan keyboard-nya bersamaan dengan petikkan gitar dari Riou.

kekasihku sayangku ku ingin kau tahu

Frey memejamkan matanya, mencoba menghayati setiap lirik lagu. Hugo mencoba mengimbangi suara Frey dengan permainan keyboardnya.

hati ini, kan selalu, menantikan cintamu

Frey memandang ke arah Lazlo dengan penuh perasaan rindu, tapi yang bersagkutan sama sekali nggak nyadar.

kaulah yang pertama, yang memberi arti cinta
Kyril memandang punggung Frey, tiba-tiba dia merasa cemburu ke Lazlo.

tuk selamanya, tetap di hatiku

Frey mencoba mendekati Lazlo.

ingin memelukmu, mendekap hangat cintamu

Frey menggenggam tangan Lazlo erat, membuat cowok itu berpaling padanya.

tuk selamanya, tetaplah di hatiku

Frey tersenyum tipis pada Lazlo kemudian melepaskan tangannya dan menjauh.

ku beri semua tempatmu, dengan kesungguhanku
Lazlo melemparkan pandangnya ke arah depan, seolah dia sedang memandang ke arah penonton yang berteriak keras memanggilnya.

tak akan ku berbagi meskipun engkau jauh
Lazlo perlahan melirikkan matanya ke arah Frey, membuat gadis itu menundukkan kepalanya.

ku kan selalu merindukanmu

Lazlo kembali mengalihkan pandangannya dan semakin menghayati lirik lagu.

ku kan tetap selalu menjagamu

Lazlo mengepalkan tangan kirinya yyang tanpa mic dan menepukkannya di dadanya.

jangan ada kata berpisah

Lazlo memandang ke arah semua rekannya yang langsung tersenyum padanya. Hmm mungkin karena maksudnya dia sama sekali tidak ingin terpisah dengan mereka. Frey menatapnya lembut. Meskipun sadar, Kyril tidak bisa menganggu latihan mereka atau dia bakal dicincang oleh semua rekannya.

XOX

"Ky, apa Lazlo benci aku?"Tanya Frey saat mereka beristirahat sejenak, setelah mencoba beberapa lagu yang dikira pas. Gadis itu duduk di sebalah Kyril yang kontan langsung membuat cowok itu terlalu gugup sampai menyemburkan air yang mau dia minum tepat di depan wajah seorang Hugo.

"Eh?" Kyril menoleh ke arah Frey yang masih terkesima oleh adegan tadi. Hugo melap mukanya dengan kesal. Untung saja tadi pagi Chris sudah maksa dia buat bawa-bawa saputangan, meski sempat kejar-kejaran juga.

Hugo melangkah penuh rasa kekesalan yang mendalam ke arah Kyril. Ketiga cowok yang lain pun sudah siap. Siap? Untuk apa? Jelas donk. Tir nelpon, Lazlo sibuk motret dan Riou merekam semua kejadian. Jarang banget ada kejadian kayak gini.

Hugo dengan tampang garang langsung menarik kerah baju baka senpainya itu. Cukup sudah! Dia sudah capek dikejar Chris, sempat diiket segala, plus disemprot sama si Kyril.

Kyril megap-megap. Frey melongo, soalnya Lazlo sibuk motret pake acara update status di FB lagi. Si Riou malah lebih aneh. Demi mendapatkan sebuah video yang bagus, dia rela berlagak jadi Spiderman, meloncat ke sana-ke mari sambil nari-nari geje untuk ngerekam moment itu. Heran? Apa pengaruh duren ama jengkol yang dimakan siang tadi membawa pengaruh sampai sebegitunya ya?

"Help me…"

DUBRAKZ! Semuanya kaget dari segala aktivitas yang sedang mereka kerjakan dan langsung menoleh ke sumber suara. Kyril terlepas dari gengaman tangan si Empu legendaris Hugo dan kini sedang menikmati indahnya surga. Surga? Iye, jatuhnya nimpa Frey sih.

"H*** S***! Minggir! Mo gue bokem ya?"seru Frey yang langsung naik darah membuat yang lain langsung melongo.

CLING!

Ukh! Salah! Corrrection! Cuma Hugo yang liat, Tir tetep asik nelpon, hmm kayaknya nelpon gebetannya yang baru deh soalnya keliatan serius banget. Lazlo malah sekarang sibuk main NDS lagi. Nah trus Riou? Dia makin terobsesi tuk jadi seorang broadcaster, sehingga langsung buat video baru. (NB : Author baru kena Rune of Punishment).

"Riou!"panggil Tir lalu langsung memperlihatkan jam di handphonenya.

"S***, Hugo! Buruan sebelum ditikam Nanami!"seru Riou yang langsung ngambil barang-barang mereka dan dengan secepat kilat menggeret Hugo dengan kencangnya.

"Kenapa Riou terlihat terburu-buru seperti itu?"Tanya Frey kebingungan.

"Itu karena ada Nanami." Tir mencuri-curi pandangan ke arah Lazlo.

"Nanami?"

"Saudara Riou yang sama-sama pegang ban hitam seperti Hugo dan Riou."

"Eh? Riou dan Hugo sudah ban hitam?"pekiknya.

"Memangnya kau sama sekali tidak tahu tentang profil kami?"Tanyanya bingung. Padahal biasanya para gadis malah hafal luar kepala tentang profil mereka.

"Emm, sebenarnya aku tidak begitu update tentang dunia hiburan, kemarin aku baru saja membaca profil tentang Winged Knights."

"Aku yakin kau pasti hanya membaca tentang Lazlo." Gadis itu terlihat terkejut. "Sepertinya Kyril punya saingan berat,"ujar Tir lalu menatap Kyril yang masih pingsan dan Lazlo yang seolah tidak peduli itu.

XOX

Keesokan paginya…

"Selamat pagi, Lazlo!"sapa Frey pada seorang cowok yang sedang duduk sambil memainkan PSP-nya. Tak ketinggalan dia juga sedang asik mendengarkan lantunan ipod kesayangannya.

"Pagi Frey!"balas seseorang dari arah belakang gadis itu. Frey langsung menoleh ke sumber suara yang sedang mendekat pada mereka berdua.

"Pagi Ky, Tir dan Riou dimana?"Tanya gadis berambut perak itu yang kemudian duduk tepat di sebelah Lazlo yang semakin membuat Kyril memanas pagi itu.

"Nggak tau!"juteknya, tapi malah duduk nempel Frey. Sayangnya, gadis itu sama sekali tidak mempedulikannya dan malah terfokus pada lelaki berambut coklat di sebelahnya, bukan padanya.

"Lazlo!"panggil Kyril kencang, dari nada suaranya sih sepertinya dia merasa kesal. Lazlo menoleh ke arahnya bingung. Bola mata birunya memandang Kyril mencari penjelasan, tapi cowok itu malah menunjuk ke arah depan. Sorot matanya terlihat menyala. Hmm jadi jelas dia tidak sedang marah pada Lazlo.

"Dia dengan Troy lagi ya?"Tanya sebuah suara lalu menghela nafas. Lazlo menganggukkan kepalanya sedikit. Lho? Tapi suara siapa ya?

"SEJAK KAPAN KALIAN ADA DISANA?"teriak Frey kaget. Kaget karena… Hugo datang dengan memakai kostum telletubies sambil makan arum manis. Beda lagi sama Riou yang masih pake piyama model donal bebek dan Tir yang udah asik nongkrong di atas pohon sebelah Lazlo main tadi.

"Berapa?"Tanya Lazlo tiba-tiba sambil menunjuk arum manis yang ada di tangan Hugo. Hugo tersenyum riang.

"Gratis, gue kan manis."

DUBRAKZ!

Hugo mengerjapkan mata berkali-kali kebingungan menatap mereka yang langsung sweatdrop. Frey menatap ke arah Riou bingung.

"Kenapa masih pakai piyama?" Riou terlihat sedang membersihkan piyamanya gara-gara sweatdrop tadi sebelum menoleh ke arah vokalis baru mereka itu.

"Diseret Hugo sih. Eh, kayaknya Flare kesini deh." Cowok-cowok itu langsung mengawasi kedatangan kakak tunggal dari Lazlo. Ehem, lebih tepatnya sih mengawasi apa ada orang yang datang bersamanya di kejauhan? Kalau Frey yang sama sekali tidak tahu duduk permasalahan hanya tersenyum menanti kedatangan Flare.

"Lazlo-kun~!"panggil Flare lebay~ entah dia baru keselek apa hingga suaranya berubah jadi menja seperti itu.

"Kakak loe kesambet apa sih?"Tanya Riou penasaran, bahkan gaya larinya pun tiba-tiba jadi slow motion.

"Mak Lampir?"bingung Tir.

"Keselek kesemek kale,"jawab Hugo ngasal.

"Kucing garong, pasti." Semua langsung menatap ke arah Kyril. "Kenapa? Apa ada yang salah?"bingungnya.

"GAK YAMBUNG DUDUL!"jerit semuanya pake TOA, bahkan para penonton yang ada di sana plus author! Apakah anda juga sedang pake TOA? *ditimpuk baskom.

"Nani?"bingung Flare saat menatap adik cowok kesayangannya yang gak biasanya bawa-bawa TOA kemana-mana. Kan yang bawa TOA biasanya malah Flare. Hmm ini sudah jelas, jangan-jangan Lazlo maling TOA punya Flare lagi *ditembak.

"Nan demo nai,"jawab Lazlo sambil menghela nafas. Dia menyerahkan TOA itu kepada kakak sulungnya. KYAAA! Begitu dengar Lazlo ngomong pake bahasa jepang burung-burung langsung klepek-klepek. WOI! Tugas siapa nih yang mungutin burung-burung itu? Kita ada rencana bikin acara burung panggang ya?

"Ada urusan apa Flare?"Tanya Tir dewasa. Flare menyuruh mereka melihat ke arah sebelahnya dengan menggunakan isyarat kepala. Mereka semua langsung mengikutinya.

"KYAA~!"jeritan-jeritan histeris nan manja terdengar dari sana tiba-tiba. Tampaklah sekumpulan atau kerumunan? Gadis-gadis yang terlihat sedang mengelilingi sesuatu atau seseorang? Hmm kelihatannya mau menghampiri mereka deh.

"Siapa?"bingung Hugo.

"Jangan-jangan kakaknya Lazlo lagi?"paranoid Kyril. Flare langsung nge-spell rune api buat bakar cowok itu.

Kerumunan itu kelihatannya semakin longgar karena para gadis yang ada di depannya menyingkir, membuat orang yang ada di tengah mereka semakin terlihat. Hmm, tapi belum jelas sih.

"Riou!"seru seseorang riang. Mereka langsung celinggukkan nyari sumber suara yang kayaknya keredam itu, bukan kerendam! Emang cucian? *dilempar sepatu.

"Aku tidak salah lihat kalau mereka menuju kemari kan?"Tanya Kyril yang semakin paranoid. Flare udah siap nge-spell rune-nya lagi.

"Saudaramu Riou?"Tanya Tir yang langsung dibalas dengan gelengan cepat dari cowok dengan trademark ikat kepala son goku itu.

"Aku sama sekali tidak ingat kalau guruku mengambil anak lagi,"jawabnya tegas. Wuih, jarang-jarang nih. Lazlo aja sampe langsung ngeliat ke arah langit, takut kalau tiba-tiba badai.

Kerumunan itu semakin terbuka. Jelaslah! Kan ada 4 cowok cakep… ups! Maksudnya 2 cowok cakep, 1 cowok aneh dan 1 cowok imut disana.

"Kok aneh?"bingung Riou. Hmm kayaknya dia kagak terima deh. Tapi kan emang gak pernah ada orang yang kumpul di taman terbuka pake piyama. "Diseret Hugo waktu masih tidur sih." -_- ngeles dot com lah.

"Tunggu!" semua langsung menoleh ke arah Kyril yang tiba-tiba jadi serius. "Jangan-jangan itu Troy?"curiganya. Seperti yang sudah gue bilang di chapter lalu, Kyril benci kusumat lah ama Troy. Bahkan, dia sudah lakuin segala cara buat balas dendam. Ehem, tolong gars bawahi kata balas dendam. Termasuk dengan ngirim banci taman lawang ke rumahnya. Tunggu! Taman lawang? Itu banci apa setan? Ehem tapi karena intinya Troy itu sinting, gila, tampan, baik hati dan tidak sombong, lho? Ini niatnya ngatain apa baikkin? Yah, langsung aja deh. Usaha yang selama ini doi lakuin malah balik lagi ke Kyril.

"Tapi kalau itu benar-benar Troy, dia pasti memanggil Flare dan bukannya Riou,"ujar Tir realistis. Flare langsung mengangguk mengiyakan. Frey sih cuma jadi kambing congek. Dia kan baru pindah ke sekolah itu waktu abiz mos, jadi sama sekali nggak tahu penderitaan anak-anak mos situ.

"Tunggu! Kayaknya aku pernah lihat cowok dengan ikat kepala biru itu deh,"bingung Riou. Dia kelihatannya sedang berpikir keras. Tir menoleh dan memperhatikan ikat rambut itu.

"Riou, jangan-jangan dia…"

"Hm? Kau tahu Tir?"Tanya Hugo penasaran. Tir dan Riou saling berpandangan, tersenyum dan mengangguk.

"Dia…"


Syntia : GOMEN! Gara-gara gak bisa update dan tanpa sadar waktu setahun sudah berlalu.

Kyril : Gak usah pake acara menerawang pake backround tebing di hempas gelombang kan.

Syntia : URUSAI! *nimpuk Kyril pake panci.

Hugo : Hei! Kenapa di chapter ini gue harus pake baju telletubies?

Syntia : Ck ck ck Hugo sayang, itu untuk menarik para pembaca, jadi kamu sabar aja ya.

Tir : Sepertinya cerita ini semakin nggak nyambung dengan name awal (Tir bolak-balik kertas-kertas di tangannya)

Lazlo : Siapa yang punya ikat rambut biru?

Syntia : Aduh sayang, ngerasa tersaingi ya gara-gara kamu pake ikat rambut merah?

Lazlo : Ngg.. nggak kok /

Frey : A… aku… cewek…

Riou : Gue bilang juga ape, tuh pangeran shock berat sadar kalo dia lebih cocok jadi cewek daripada jadi cowok.

Syntia : Tapi Frey sayang, meski anak-anak ada yang mikir kamu itu lebih cocok jadi cewek, tapi selamat! Anda telah berhasil mengeluarkan aura yang membuat orang-orang di sekitar anda masih menganggap anda cowok! Nggak kayak Kobayashi Yamato di Extra Kobayashi.

Riou : Oi! Kebanyakan ngiklan.

Syntia : Untuk selanjutnya, update chapter dipercepat tenang aja, gak nyampe makan waktu satu tahun lagi kok. Paling-paling empat bulan *ditikam.

Tir : Akhir kata…

All : PLEASE REVIEW!