Title : Still Same With You
Author : Lee Hae Na
Pairing : Yewook
Rated : T
Genre : Romance, Hurt, lil Angst maybe (?)
Warning : YAOI a.k.a. BoyXBoy, OOC, typo(s) bertebaran, gaje/abal, ide pasaran, de el el
Disclaimer : semua cast milik mereka sendiri, orang tua mereka dan Tuhan YME, tapi khusus untuk Kim Ryeowook milik saya :p
Summary : Ketika cinta yang kau tunggu datang untuk kedua kalinya, apakah yang akan kau lakukan? *summary gagal
.
DON'T LIKE DON'T READ! IF YOU DON'T LIKE JUST KLIK BACK!
.
huwaaaa. ga nyangka ada review cerita ini T_T #nangis sesegukan *lebai. Ini author bawa chap dua, mungkin agak sedikit pendek dan gaje hehe ._.v Oke, langsung di baca saja ya..
Happy Reading ^^
.
.
Sebelumnya…
"mm..Hyung, tadi kau ingin bertanya a-apa?"
"eh? itu tdk terlalu penting" kata Jongwoon datar. Ia pun menarik tangannya dari surai kecoklatan milik Wookie
Wajah Ryeowook sekarang tertekuk, ada terbesit perasaan sedih yg melingkupi hatinya. Dan ia tidak tahu mengapa
Jongwoon pun tersadar akan perubahan raut wajah namja di sampingnya ini, "Kim Ryeowook, sebenarnya yg ingin kutanyakan padamu dari tadi adalah..." Jongwoon menggantung kalimatnya dan sontak membuat Ryeowook menoleh padanya
"Wookie… apa...
a-apakah
kau…"
.
.
Chapter 2
.
.
a-pakah…
kau…"
Shinee is back… Shinee is back…
Shinee is back… back.. back… back… back
Terdengar suara hp Ryeowook berbunyi, tanpa basa-basi lagi ia segera mengangkatnya
"Yeobseyo"
"Yak! Dongsaeng pabo! Kau ada dimana heoh? Ini sudah hampir malam, kenapa kau belum pulang?" seseorang berteriak dari ujung sana, membuat Ryeowook harus menjauhkan hp miliknya dari telinganya untuk menghindari ketulian kkkk~
"Hyuuungggg, kau ingin membuatku tuli? Tidak usah berteriak begitu kenapa sih?" Tak mau kalah dengan hyungnya Ryeowook pun berteriak dengan kerasnya
"Yah! Kau sudah berani membentakku, hah? Kau dimana? Cepat Pulang!"
"Hehe, mianhae hyung"
"Cepat pulang atau koleksi boneka jerapahmu kubuang semua"
"ANDWAEE"
TUTT TUTT TUTT
"ada apa Wookie?" tanya Jongwoon cemas
"kita harus cepat pulang hyung. Aku tidak mau koleksi boneka jerapahku semua dibuang"
"haha, biar kutebak, pasti yang menelpon tadi hyungmu yang galak itu kan?" Jongwoon tertawa sambil memegang perutnya
"yak, hyung itu sama sekali tidak lucu" kata Ryeowook sambil mempoutkan bibirnya. Tapi, bukannya terlihat seperti orang marah malah Ryeowook kini terlihat sangat menggemaskan di mata Jongwoon
'kyeopta' batin Jongwoon. Ia harus bersusah payah menelan ludahnya sendiri agar tidak tergoda untuk 'memakan' namja yang ada di sampingnya ini.
"hyung, ayo kita pulang" masih dengan sikap ngambeknya
"ne, kajja"
Mereka pun berjalan bersama ke arah parkiran, dan tak ada lagi suasana canggung melingkupi mereka. Yah, mereka sudah kembali seperti semula, berbicara dan tertawa layaknya sahabat
.
.
.
Pagi kembali menyapa. Sama seperti pagi-pagi sebelumnya, tampaklah seorang namja mungil lengkap dgn seragam sekolahnya yg kini sibuk memperhatikan tetangga yg ada di samping rumahnya sambil bersembunyi tentunya.
Sebenarnya apa yg dilakukan namja ini? Apakah tidak ada kegiatan lain yg lebih menarik di bandingkan mengintip Siwon-mu eoh? *asalkan jgn mengintipnya mandi kekeke *taboked
Yup, dia adalah Kim Ryeowook, siapa lagi?
.
Ryeowook POV
Aku menghela nafas untuk kesekian kalinya, ada yg berbeda kali ini, pasalnya aku telah berdiri lebih dari 10 menit di tempat persembunyianku tapi aku sama sekali belum melihat batang hidungnya, padahal kalau jam segini pasti dia sudah keluar. Kau tau kan siapa yang kumaksud? Tentu saja Siwon hyung'ku'
'Apakah ia sudah lebih dulu ke sekolah? Tapi kenapa harus terburu-buru? Atau mungkin ia terlambat bangun? Ah, itu tidak mungkin.' Segera ku tepis pemikiran burukku itu dan tetap menunggunya
Lama aku menunggu akhirnya aku baru tersadar sesuatu. Segera aku keluar dari tempat persembunyianku, dan memutuskan untuk ke sekolah tanpa menunggunya
Aku baru sadar bahwa pelajaran pertama hari ini adalah fisika. Jika terlambat sedikit saja Jung Sonsaengnim pasti akan menjadikanku ikan kering karena dijemur di tengah lapangan
Tapi baru beberapa langkah, aku merasa mendengar suara seseorang melangkah mendekat padaku, atau mungkin perasaanku saja? Entahlah
"Kim Ryeowook?"
.
DEGH
.
Suara itu, aku sangat mengenalnya, suara itu seperti…
Tak ingin mati penasaran, aku pun menoleh ke asal suara dan
DEGH
Demi kaus kakinya Eunhyuk yang bau, seseorang yang tadi memanggilku itu adalah…SIWON hyung?
Tapi, darimana ia tahu namaku? Dan sejak kapan ia berada disitu?
"Si-siwon h-hyung?" tanyaku
Tuhan,lihatlah! dia kini tepat berada di hadapanku. Apa yang harus ku lakukan? Aku benar-benar gugup
"ah, ternyata kau benar tetanggaku, hehe… Maaf ya Wookie, aku sama sekali tidak menyadarinya" kata Siwon hyung sambil cengengesan tidak jelas
'Dia tadi memanggilku apa? Wookie? Dari mana ia tahu nama kecilku?' tanyaku dalam hati
Kini aku bisa merasakan pipiku memanas. Aisshh..pasti pipiku merona lagi, tanpa melihat cermin pun aku tahu itu akan terjadi bila berhadapan dengan namja ini
"Wookie, apa kau sakit? Kenapa wajahmu memerah begitu?"
"eh, a-ani. Aku tidak apa-apa" kataku sambil menundukkan wajahku
Aisshh..pabo, ini semua karena kau. Aduh, bagaimana ini? Aku sangat malu
"ternyata benar kata Jongwoon, kau benar-benar namja yang sangat manis"
'eh, Jongwoon hyung? Sangat manis?' gumamku. Aku merasakan tangan Siwon hyung menepuk pundakku, dan aku pun menatap wajahnya
OMO, Siwon hyung tersenyum padaku. Lihatlah senyumnya sungguh menawan, lesung pipinya sungguh menggiurkan (?) minta dicium. Mimpi apa aku semalam sampai bisa sedekat ini dengan Siwon hyung. Huwaa…kurasa sebentar lagi aku akan benar-benar gila.
"Wookie, gwenchanayo?" tanya Siwon
Aku pun mengangguk, aku merasa tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun, lidahku terasa kelu
"Aigoo, sekarang sudah jam 7.05. Ayo, cepat Wookie, kau tidak ingin terlambat ke sekolah kan?"
"hmm…"
"kajja" kata Siwon hyung sambil tangannya merangkul pundakku
DEGH
'huwaaa…Tuhan, hari ini kau sungguh baik' teriakku dalam hati. Sepertinya pagi ini, jantungku harus banyak berolahraga kkkk~
Aku menarik nafas dalam-dalam dan bisa tercium aroma maskulin yang terpancar dari tubuh atletisnya, sungguh memabukkan
.
Kami pun berjalan ke sekolah bersama dan sepanjang jalan kami mengobrol bersama, ternyata image dinginnya itu sama sekali tidak benar. Buktinya, ia sangat mudah tersenyum dan tertawa karena melihat tingkah laku ku yang katanya menggemaskan
Kami pun mengobrol banyak hal. Dan saat itulah aku tahu bahwa ternyata Jongwoon dan Siwon hyung adalah sahabat sejak SMP. Pantas saja Siwon hyung tahu namaku.
Tapi, kenapa Jongwoon hyung tidak pernah menceritakannya padaku? Entahlah
Mungkin ia lupa, toh aku memang tidak pernah menanyakan hal itu padanya. Yang jelas aku harus segera memberitahunya hal yang terjadi pagi ini, ia harus menjadi orang pertama yang tahu.
"hmm…Wookie, kita sudah sampai. Aku kelas dulu ya" kata Siwon hyung pamit. Hah, sepertinya aku kesibukan melamun sampai tidak sadar kalau aku sudah di lingkungan sekolah
"ne" jawabku singkat
Aku masih tidak menyangka hal ini terjadi padaku, ini seperti mimpi! Aku mencoba mencubit lenganku sendiri dan…ouch sakit. Ini berarti, kejadian barusan adalah kenyataan. Aku sungguh bahagiaaa~
"oh ya Wookie.." kulihat Siwon hyung berbalik dan menghadapku.
"bagaimana kalau setiap hari kita ke sekolah bersama? Aku bosan jalan sendiri"
'MWO?' Teriakku dalam hati
Aku pun mengangguk malu-malu. 'Hah, ini adalah hari yang patut dirayakan' pikirku
Ryeowook POV End
.
Normal POV
Siwon dan Ryeowook pun segera pamit dan menuju kelas masing-masing. Mereka tidak sadar bahwa sedari tadi ada sesosok manusia dengan wajah stoic-nya dan kulitnya yang seputih salju memperhatikan kejadian ini dari jauh. Walaupun ia tidak bisa mendengar jelas apa yg mereka katakan, namun ia tahu persis bahwa hubungan keduanya dekat. Seseorang itu terlihat menggumamkan sesuatu serta mengepalkan tangannya
.
.
Kembali ke Ryeowook…
Ryeowook segera berlari menuju ke lokernya, pasalnya jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 7.15, berarti sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Dan jarak antara loker dan kelasnya itu jauh. Jadi, ia harus segera bergegas
TETT TETT TETT
Dan seperti panjang umur, bel tanda masuk pun berbunyi. Tampak semua siswa SM Senior High School, berbondong-bondong menuju kelas masing-masing. Ryeowook pun segera mempercepat langkahnya
Setibanya, di depan kelas. Ia menghela nafas lega, ternyata Jung Sonsaengnim belum datang. Ryeowook segera duduk di samping Jongwoon
"tumben terlambat" kata Jongwoon datar
Ryeowook hanya membalasnya dengan tersenyum sangat manis. Ia ingin sekali menceritakan hal yang terjadi padanya pagi ini, tapi sepertinya niat itu harus diurungkannya, melihat gurunya yang galak itu telah memasuki kelas, yah.. Jung sonsae telah datang
.
*skip time*
.
"jadi apa yang ingin kau bicarakan Wookie?" tanya Jongwoon sambil sesekali mencomot bekal yang dibawa Ryeowook
Yah..mereka sedang berada di atap sekolah, Ryeowook mengajak Jongwoon dengan alasan untuk makan bersama. Namun tujuan utamanya yang sebenarnya adalah apalagi kalau bukan untuk menceritakan kejadian tadi pagi, hah
"a-anu…
hmm.. aku..
aduh, bagaimana ini, aku malu sekali" kata Ryeowook gugup sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Sedangkan Jongwoon hanya menatapnya bingung, 'aneh' batin Jongwoon
"kau sebenarnya ingin membicarakan apa, Wookie?" tanya Jongwoon yang entah ke berapa kalinya
"aa-a..tapi, sebelumnya aku ingin bertanya sesuatu hyung, apakah benar hyung dan Siwon hyung itu teman sejak SMP?"
Jongwoon tersentak dengan pertanyaan Ryeowook barusan. Ia menoleh ke arah Ryeowook, 'darimana dia tahu?' pikirnya
"ne, memangnya kenapa Wookie?" kata Jongwoon berusaha tenang. Walaupun hatinya merasa ada yang tidak beres
"kenapa kau tidak memberitahukannya padaku sejak awal hyung?" bukannya menjawab Ryeowook malah bertanya kembali pada Jongwoon
"eh"
"jadi begini hyung, tadi pagi itu aku dan Siwon hyung berangkat bersama ke sekolah. Kau tahu hyung, Siwon hyung ternyata orang yang sangat baik, dia tidak dingin seperti kebanyakan orang menilainya. Dia sangat baik, lembut, ramah, tampan dan hangat (?). Dia juga bilang aku namja yang sangat manis" Ryeowook terlihat menghela nafas bahagia sebelum melanjutkan perkataannya
"dan aku menyukainya, sangat menyukai Siwon hyung"
JDLERR
Seperti ada petir di siang bolong yang tepat menyambar hati seorang Kim Jongwoon. Sakit. Sangat sakit. Ia tidak menyangka, namja mungil di sampingnya ini ingin membicarakan hal yang tidak ingin ia dengar selama ini
Walaupun Jongwoon tahu persis perasaan Ryeowook terhadap namja bernama Siwon itu. Tapi, sangat sakit bila mendengar pengakuan Ryeowook secara langsung
Jongwoon sudah tidak tahan, ia merasakan matanya kini memanas, butiran kristal kini siap jatuh kapanpun. Ia berdiri dan berbalik untuk menghindari kontak mata dengan Ryeowook
"Wookie, sepertinya aku harus ke toilet dulu" pamit Jongwoon, ia pun segera berlari meninggalkan Ryeowook sendirian di atap sekolah. Suaranya terdengar sedikit parau dan Ryeowook sama sekali tidak menyadari hal itu
"Dia kenapa?" tanya Ryeowook entah kepada siapa
"Padahal aku kan belum selesai bercerita" lanjut Ryeowook. Ia menghela nafas dan mulai memakan bekal makanan sambil menunggu Jongwoon kembali dari toilet
.
.
Jongwoon's side
Jongwoon berlari tak tentu arah, tak peduli tatapan aneh dari murid-murid yang menatapnya. Ia sebenarnya tidak ingin ke toilet. Ia hanya tidak ingin Ryeowook melihatnya menangis. Yah, ia tidak ingin Ryeowook tahu perasaannya yang sebenarnya, ia takut Ryeowook akan menjauhinya bila ia tahu
Dan kini sampailah ia di bukit di belakang sekolah. Tempat ini cukup sepi, sangat cocok untuk Jongwoon menumpahkan segala kesedihannya sendirian di sini. Ia berjalan perlahan menuju sebuah pohon maple, kemudian duduk dan bersandar pada pohon itu
"Wookie…" kata Jongwoon yang terdengar sangat lirih
"K-kenapa…?"
TES
Runtuh sudah pertahanan seorang Kim Jongwoon. Ia menangis dalam diam, tak ada terdengar suara isakan. Hanya air mata yang terus mengalir dari pipi chubby-nya
"Pabbo…Pabboya Kim Jongwoon" rutuknya
Biarkan seperti ini. Biarkan ia menangisi kebodohannya karena telah mencintai seseorang yang bahkan sama sekali tidak melihatnya.
Tapi, apakah salah mencintai jika ia seseorang?
"Bodoh…aku benar-benar bodoh" Jongwoon terus merutuki dirinya sendiri sambil sesekali memukul kepalanya
Ia menatap danau yang ada di depannya
Tenang.
Ia merasa sedikit tenang, walaupun air matanya tetap mengalir
"Ya, kau memang benar-benar bodoh!" tiba-tiba seseorang muncul di samping Jongwoon
Jongwoon pun menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang namja cantik tengah berdiri di sampingnya. Ia pun segera menghapus air matanya
"kau siapa?" tanya Jongwoon dingin
"Dasar namja lemah!"
Jongwoon menautkan alisnya, bingung.
"Dasar pengecut!" Namja cantik itu terus-menerus memaki namja yang bernama Jongwoon tanpa menatapnya. Ia hanya menatap danau yang ada di depannya
"Kalau kau hanya ingin mengataiku, sebaiknya kau pergi dari sini" kata Jongwoon sinis
Namja cantik itu berbalik menatap Jongwoon dan tersenyum sangat manis
"Kau..Kim Jongwoon kan?" tanya namja itu sambil menunjuk Jongwoon
"Namja yang merupakan ketua klub music yang bahkan menyukai sahabatnya sendiri, tapi sayang…cintanya bertepuk sebelah tangan, hahaha" namja cantik itu tertawa seakan itu merupakan hal yang lucu
Jongwoon terlihat mengepalkan kedua tangannya dan siap memukul namja yang ada di hadapannya ini
"Aku bisa membantumu" lanjut namja itu. Jongwoon mengernyit heran
"Aku bisa membantumu mendapatkannya"
.
.
TBC
.
Annyeong readerdeul...
Bagaimana ceritanya semakin gaje kan?
Author minta maaf untuk banyaknya typo(s) yg bertebaran, maklum author malas baca ulang cerita ini
Dan terima kasih yang sudah mau review cerita ini dan kasih saran ke author... author benar-benar berterima kasih *peluk reader satu-satu
tapi author juga minta maaf karena tidak bisa balas review kalian satu persatu *bow
Mungkin chap depan akan sedikit telat publishnya, karena ada sesuatu...haha
tapi, akan author usahakan untuk cepat kok ^^
So, adakah yang bersedia untuk review?
