"Konoha Hunter"

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Inspirated © Hunter x Hunter

Story © Tian Senou Mihara

Rate : M

Genre : Advanture, Friendship, Romance, etc XD

Warning : AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc ~

DON'T LIKE DON'T READ :D

Summary :

Dibunuh? Atau menjadi pembunuh? Piihan yang sulit bukan? Tapi itulah takdir yang harus kita jalani untuk meraih mimpi yang telah kita pilih.

Enjoy Reading ~

PERTEMUAN

"Aku tidak suka tatapan mereka," keluh Naruto saat melihat orang-orang yang kini tengah menatap dirinya dan Sakura.

Sakura yang dengan jelas mendengar penuturan Naruto hanya bisa mendengus tanda bahwa ia juga menyetujui ucapan Naruto. "Yeah kau benar," lanjut Sakura.

GREK..

Bunyi suara pintu kembali terbuka setelah tadi Naruto menutupnya saat memasuki kelas.

Menampakan sesoso— tidak! Maksudku dua sosok makhluk yang kini tengah berjalan memasuki ruangan KH 1, dua sosok rupawan yang mampu menghipnotis bagi siapa saja yang melihat mereka. Kini semua mata tertuju pada dua sosok makhluk ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna itu.

Cantik dan Tampan

Itulah kesan saat kalian melihat mereka, bagaikan sosok malaikat yang turun ke bumi, mata lavender yang begitu indah yang membuat kalian seakan melayang ke angkasa.

Sakura tak henti-hentinya bergumam, gumaman yang menyatakan kekaguman terhadap dua sosok yang kini tengah berjalan ke arahnya dan juga ke arah Naruto.

"Bolehkah kami duduk disini?" tanya salah satu sosok laki-laki bermata lavender pada Sakura sambil menunjuk dua bangku kosong di sebelah Sakura.

'DEG'

Sakura tersentak saat mendengar sebuah suara yang asing baginya, ia pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dan kembali tersentak saat ia mengetahui bahwa dua sosok yang tadi ia kagumi kini berdiri tepat di hadapannya.

"Ah i-iya." jawab Sakura gagap saat menjawab pertanyaan dari sosok laki-laki bermata lavender itu. Naruto yang juga melihat ke arah dua sosok itu hanya tersenyum ah.. atau lebih tepatnya nyengir, menampakan barisan gigi-gigi putihnya.

Dan tanpa Naruto maupun Sakura sadari, salah satu dari sosok yang kini tengah berdiri di hadapan mereka sedang tersipu malu, karena nampak sebuah semburat merah yang tipis di kedua pipi putih pucatnya.

"Perkenalkan, aku Neji, Hyuuga Neji dan ini adik sepupuku Hyuuga Hinata," ucap sosok pria bermata lavender yang kita ketahui bernama Neji memperkenalkan dirinya dan juga adiknya.

"Aku Naruto, Uzumaki Naruto." ucap Naruto yang juga memperkenalkan diri seraya tersenyum lebar kembali memperlihatkan deretan gigi putihnya, yah maklum karena itu adalah cengiran khas miliknya.

"Haruno Sakura." ucap Sakura ikut memperkenalkan diri.

"Sa-salam kenal Haruno-san, Uzumaki-san." ucap Hinata malu-malu.

"Panggil aku Sakura saja Hinata," ucap Sakura sambil tersenyum manis pada Hinata.

"Yeah! Dan panggil aku Naruto," ucap Naruto semangat pada Hinata dan Neji.

"Kalau begitu kalian bisa memanggilku Neji dan juga Hinata saja," ucap Neji pada Sakura dan Naruto. Naruto dan Sakura mengangguk setuju.

'Sepertinya kita semua dapat berteman baik' batin Sakura dalam hati seraya tersenyum lembut entah pada siapa, tanpa Sakura sadari Naruto dan Neji tak sengaja melihat senyuman itu dan sontak membuat pipi kedua lelaki itu menampakan sedikit semburat merah.

… Konoha Hunter …

"Seperti yang kalian ketahui," ucap salah seorang guru pembimbing Konoha Hunter tengah menerangkan sesuatu di dalam ruangan KH 1. "Kalian yang telah mengikuti Konoha Hunter ini itu berarti kalian siap untuk mempertaruhkan nyawa," lanjut guru pembimbing tersebut atau lebih tepatnya ia bernama Anko-sensei.

"Jadi, bagi kalian yang benar-benar tak punya nyali, aku sarankan lebih baik kalian keluar dari ruangan ini mulai detik ini juga!" ucap Anko-sensei dengan nada tegas dan seakan mengancam.

HENING…

"Hmm.. sepertinya kalian semua mempunyai mental yang cukup kuat untuk mengikuti akademi ini," ucap Anko-sensei menyeringai.

"Akan aku beritahu misi pertama yang harus kalian lakukan saat ini." lanjut Anko-sensei.

Naruto,Sakura,Hinata bahkan Neji pun begitu tegang saat mendengar kata 'misi' dari Anko-sensei. Tak dapat mereka pungkiri bahwa detak jantung mereka kini bedetak begitu cepat.

'glek' Naruto menelan ludah, keringat dingin kini tengah mengucur di pelipisnya.

"Kalian…" ucap Anko-sensei menggantung, " … akan masuk ke dalam Hutan Larangan Konoha yang letaknya ada di belakang gedung akademi ini." lanjut Anko-sensei menyelesaikan kata-katanya.

HENING KEMBALI…

Tak ada satu pun orang yang mampu membalas pernyataan Anko-sensei barusan.

Hutan terlarang? Yeah semua tahu itu, Hutan Larangan Konoha adalah tempat yang paling terlarang bagi seluruh warga Konoha, entah apa sebabnya. Tapi menurut rumor yang beredar Hutan Terlarang adalah tempat terkutuk dimana siapa pun yang akan memasuki hutan itu tak akan pernah bisa kembali dengan selamat, atau lebih tepatnya mereka yang memasuki hutan tersebut akan mati..

"Kalian harus membagi kelompok dengan para peserta lain," ucap Anko-sensei memecah keheningan, "Satu kelompok terdiri dari tiga orang," lanjut Anko-sensei memberi arahan.

"Tapi, kalian harus mencari peserta yang benar-benar bisa untuk di ajak bekerja sama, untuk pemilihan kelompok kalian harus menentukan siapa kelompok kalian di dalam hutan nanti." Ucap Anko-sensei member arahan dengan nada yang sangat tegas.

"Sakura-chan! Maukah kau sekelompok denganku?" tanya Naruto pada Sakura dengan pandangan puppy eyes andalannya.

"Hhh.. Naruto pemilihan kelompok diakukan nanti saat kita didalam hutan!" ucap Sakura ketus sambil menghela nafas terhadap tingkah laku teman barunya ini.

"Ya-ya tapi kan— " ucapan Naruto terputus karena Sakura kini tengah mendelik tajam ke arahnya. "Ehehehe ba-baiklah," lanjut Naruto tertawa hambar sambil memoyongkan bibirnya.

Sakura menghela nafas melihat tingkah laku Naruto.

'tak ada salahnya sih aku sekelompok dengannya' batin Sakura.

… Konoha Hunter …

"Nah baiklah anak-anak, aku akan membagikan pin ini pada kalian," ucap salah seorang guru pembimbing saat Sakura dan Naruto berada di depan pintu gerbang menuju hutan larangan.

"Untuk apa pin ini Gai-sensei?" tanya seorang peserta perempuan.

"Kalian harus memperebutkan pin ini dari peserta lainnya," jawab Gai-sensei pada salah satu peserta yang bertanya tadi. Semua peserta yang mendengar penuturan Gai-sensei menaikan sebelah alisnya tanda bahwa mereka kurang paham terhadap apa yang dikatakan oleh senseinya itu.

Gai yang mengerti akan situasi kebingungan para peserta akhirnya memberi penjelasan lebih detail. "Jadi, setiap peserta dari kalian akan diberi pin ini," ucap Gai sambil menunjuk salah satu pin yang dipegangnya.

"Kalian diharuskan untuk merebut pin ini dari peserta lain, seperti yang telah diucapkan oleh para guru pembimbing kalian di kelas masing-masing, saat di dalam hutan larangan nanti kalian diharuskan untuk memilih kelompok masing-masing untuk dapat dijadikan teman yang bisa diajak bekerja sama," lanjut Gai-sensei memberi arahan sebelum ujian dimulai.

"Disini kalian adalah teman sekaligus lawan, bagi kalian yang bisa merebut pin terbanyak dari tangan lawan semakin besar kesempatan kalian untuk menjadi seorang Konoha Hunter yang akan direkrut oleh perusahaan-perusahaan terkenal diseluruh penjuru dunia," ucap Gai-sensei pada seluruh peserta yang kini tengah memperhatikannya dengan seksama

"Tak ada larangan berarti bagi kalian yang ingin memperebutkan pin-pin ini dari tangan lawan, semua cara diperbolehkan termasuk dengan cara membunuh sekalipun," lanjut Gai sambil menyeringai.

"Jadi, pilihlah baik-baik teman yang dapat kalian jadikan kelompok." ucap Gai mengacungkan jempolnya pada para peserta disertai cengiran yang tak kalah dari Naruto (?).

"Nah ujian dimulai!" teriak Gai-sensei penuh semangat.

Semua peserta kini tengah berhamburan, berpencar ke dalam hutan untuk mencari kelompok masing-masing.

.

.

.

"A-ano.. Sakura-san, maukah kau bergabung dengan kelompok kami?" tanya seorang wanita cantik pada Sakura, Hinata.

"Eh?" Sakura kaget saat Hinata bertanya seperti itu padanya, Hinata terlihat sangat gugup. Sakura yang bingung sedikit melirik Neji yang tengah menunggu keputusannya, tapi dia teringat akan Naruto yang telah mengajaknya terebih dahulu.

"A-ano gomenasai aku sudah sekelompok dengan Naruto," jawab Sakura sambil menatap Hinata dan Neji penuh salah.

"Hn, tak apa kita bisa mencari orang lain," ucap Neji yang akhirnya angkat bicara. "Ayo Hinata," ajak Neji pada adik sepupunya.

"Sa-sampai jumpa Sakura-san,"ucap Hinata melambaikan tangan pada Sakura.

"Sampai jumpa." balas Sakura melambaikan tangan sambil tersenyum lembut.

.

.

.

"SAKURA-CHAN!" teriak Naruto yang berlari ke arah Sakura.

"Ada apa Naruto?" tanya Sakura pada Naruto yang heran melihat tingkah aku temannya itu.

"Heh? Aku dari tadi mencarimu tau, kau ini bagaimana sih? Kan aku sudah bilang tadi aku mau sekelompok denganmu," ucap Naruto panjang lebar.

"Hn," Sakura tersenyum "Baiklah! Ayo! Kita harus mencari seorang lagi dalam kelompok kita," ucap Sakura semangat pada Naruto.

Naruto yang melihat Sakura tersenyum jadi salah tingkah sendiri.

… Konoha Hunter …

"Cih! Sialan," decih seorang pria berambut emo berwarna biru dongker yang kini mulai terengah-engah akibat serangan mendadak dari salah satu kelompok peserta.

"Serahkan pin mu atau kau mati?" tanya seseorang berambut panjang dan berwajah pucat seperti ular beserta dua orang kawanannya.

"Cih! Tidak akan!" jawab pria berambut emo tersebut.

"Sepertinya dia orang yang keras kepala Orochimaru," ucap salah seorang kawanan dari orang yang ingin merebut pin dari tangan pria berambut emo tersebut.

"Hhh.. tenang saja Kabuto, tak lama lagi ia akan menyerah." balas orang berwajah ular yang bernama Orochimaru tersebut sambil menyeringai penuh kemenangan saat melirik wajah pemuda yang kini sedang terengah-engah dihadapannya.

"Kanashibari No Jutsu!" ucap Orochimaru.

'DEG'

Seketika tubuh pria berambut emo itu tak dapat digerakan.

.

.

.

"Sakura-chan," panggil Naruto yang kini tengah berjalan berdampingan dengan Sakura.

"Hn?" ucap Sakura.

"Kira-kira siapa ya yang akan menjadi salah satu kelompok kita nanti?" tanya Naruto pada Sakura.

"Entahlah," jawab Sakura sembari mengangkat kedua bahunya tanda ia tidak tau.

"HAHAHAHAHA CEPAT SERAHKAN PIN MU HEI BOCAH BODOH!"

Terdengar sebuah suara yang amat sangat keras dari arah utara tempat Sakura dan Naruto sekarang. Naruto dan Sakura saling bertatapan sambil mengernyitkan sebelah alisnya.

"AARRGGH!"

Kembali terdengar sebuah teriakan dari arah utara, seperti sebuah teriakan kesakitan pikir Sakura dan Naruto. Sontak Sakura dan Naruto yang mendengar teriakan itu kembali segera bergegas pergi ke tempat itu tanpa peduli bahaya apa yang akan mengancam mereka.

… Konoha Hunter …

"Teme?" ucap Naruto lirih sambil menyipitkan matanya saat melihat sesosok yang dikenalnya sedang menggerang kesakitan.

"AARGGGH!" pekik pria berambut emo tadi.

Sakura dan Naruto yang melihat kejadian tersebut langsung berlari secepatnya ke arah pria tersebut.

Sakura sempat mengernyitkan sebelah alisnya heran saat mendengar Naruto mengucapkan kata 'Teme' tapi hal itu tidak ia pedulikan, saat ini yang terpenting adalah segera menolong sosok pemuda yang sedang menggerang kesakitan itu.

"SASUKEEEE!" teriak Naruto saat ia benar-benar yakin bahwa pria disana adalah sosok yang sangat dikenalnya. Sakura menoleh ke arah Naruto sedikit kaget.

Naruto mempercepat langkah larinya agar segera bisa menyelamatkan sahabatnya, Sasuke.

[SASUKE POV]

Si-siapa yang memanggilku? Aku tak bisa melihatnya,cih. Sial! Jurus ini benar-benar membuatku tak bisa berkutik.

Aku tak bisa mematahkan jurus ini karena sharinganku belum sempurna.

Sial! Sial!

Jurus ini benar-benar mematikan.

Sayup-sayup aku dapat mendengar suara seseorang memanggil namaku, sia-pa?

Aku berusaha melirik kea rah sumber suara itu, cukup sulit bagiku untuk melihatnya karena kepalaku tak bisa kugerakan. Aku berusaha melirik ke arah sumber suara yang sedari tadi menyebut namaku.

Na-ru-to? Apa aku tidak salah?

Yah! Benar dia memang Naruto, tapi ini sangat berbahaya baginya, tidak kumohon Naruto jangan kesini! Kumohon! Kau dalam bahaya!

[END SASUKE POV]

"SASUKEEEE!" teriak Naruto yang saat ini sudah hampir mencapai posisi dimana Sasuke berada.

"Oh tidak! NARUTO!" teriak Sakura yang ingin menghentikan Naruto, namun sia-sia, Naruto sudah terlebih dahalu terperangkap oleh jurus itu.

'DEG'

Detak jantung Naruto begitu cepat, tubuhnya kaku tak bisa digerakkan.

'apa ini?' batin Naruto takut.

"AAARGGGGH!" teriak Naruto tak tertahan karena menahan rasa sakit yang amat sangat.

"Cih! Sial," decih Sakura yang kini tengah melihat salah satu teman sekelompoknya tak berdaya.

Perlahan-lahan Sakura mencoba mendekati posisi dimana Naruto dan Sasuke berada.

"Hahahaha kalian seperti serangga bodoh!" pekik Orochimaru saat melihat Sasuke dan Naruto begitu menderita.

"Kalau begini caranya sekali dayung,dua pulau terlampaui," ucap Orochimaru menyeringai.

.

.

.

"Hhhh.." hela nafas Sakura mencoba tenang saat mendekati tempat itu.

"Kai," ucap Sakura lirih mengeluarkan sebagian kecil jurus miliknya.

Tap.. tap.. tap..

Sakura melangkah tanpa beban mendekati sosok Sasuke dan Naruto. Orochimaru yang melihat Sakura mengernyitkan sebelah alisnya, tak menyangka bahwa ada seseorang yang tak bisa terpengaruh oleh jurusnya.

Sakura yang melihat Orochimaru dari ekor matanya hanya menyeringai. Kabuto yang melihat seringai Sakura sedikit bergidik ngeri.

Sakura memegang bahu Sasuke dan Naruto bersamaan, kemudian ia memejamkan matanya berusaha konsentrasi untuk mematahkan jurus lawan. Orochimaru yang melihat kejadian itu mengernyitkan sebelah alisnya.

'DEG'

Seketika tubuh Naruto dan Sasuke kembai normal, namun Sasuke sepertinya terluka.

Sasuke dan Naruto yang telah sadar akhirnya berusaha mencerna tentang apa yang sedang terjadi. "Sakura-chan? Kau tidak apa?" tanya Naruto khawatir.

"Hn, sepertinya temanmu terluka," balas Sakura.

"Kau— " ucap Sasuke saat melihat Sakura dihadapannya berusaha menpang tubuhnya yang kini penuh luka. Sakura yang ditatap seperti itu oleh Sasuke hanya bisa menatap pemuda itu dengan tatapan heran.

'dia? Bisa mematahkannya?' batin Sasuke dalam hati.

"Teme? Kau ikut Konoha Hunter juga?" tanya Naruto pada Sasuke.

"Hn," jawab Sasuke dingin. "Naruto diam sebentar, aku akan menyembuhkan luka temanmu ini dulu," ucap Sakura menghentikan ucapan Naruto.

Tiba-tiba sebuah cahaya hijau terpancar dari kedua telapak tangan Sakura, ha ini sontak membuat Sasuke dan Naruto terkagum-kagum.

Hangat..

Itulah yang dirasakan Sasuke saat tangan Sakura yang terlapisi cahaya hijau itu menyentuh lengannya yang terluka.

.

.

.

"Cih! Kalian! Cepat serahkan pin milik kalian pada kami!" pekik Kabuto yang tiba-tiba langsung menyerang dengan cepat.

Naruto menoleh ke arah Kabuto dan ingin segera melawannya namun langkahnya terhenti saat tiba-tiba lehernya seperti terjerat sesuatu yang menjijikan. Naruto sedikit mengernyit saat lehernya serasa tercekik, matanya sedikit melirik ke arah lehernya dan matanya terbelalak sempurna saat ia melihat ternyata yang menjerat lehernya adalah lidah Orochimaru.

"A-apa?" ucap Naruto tak percaya saat melihat kini lidah Orochimaru sedang melilit lehernya dengan amat sangat kencang, membuatnya sulit bernafas.

"AKAN KUBUNUH KALIAN!" teriak Kabuto yang kini tengah melancarkan serangannya ke arah Sasuke dan Sakura. "AKAN KUREBUT PIN KALIAN!" teriaknya sekali lagi.

Sakura yang sedang mengobati lengan Sasuke refleks menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah Kabuto yang kini sedang berlari ke arahnya dan Sasuke, membawa senjata seperti besi yang sangat berat.

Kabuto menyerang Sasuke yang kini sedang terluka, Sakura yang melihat kejadian itu refleks langsung segera memeluk Sasuke dengan erat berusaha melindunginya.

.

.

.

.

'JDUAGH'

Mata onyx Sasuke dan mata biru laut milik Naruto membulat sempurna saat melihat kejadian ini tepat didepan mata mereka.

"SAKURAAAA!" teriak Naruto tak tertahan, sedangkan onyx Sasuke yang melihatnya secara langsung dan begitu dekat tak mampu mengedipkan matanya, ia masih berusaha mencerna kejadian apa yang terjadi baru saja.

"TIDAK! SAKURA!" teriak Naruto sekali lagi dengan suara yang benar-benar keras.

To Be Continued

Apa yang terjadi pada Saskura? Bagaimana dengan Sasuke dan Naruto?

Nantikan Di chapter selanjutnya XDD awkwkkwkwkwkwk *ditaboks

Author note : Ahoii minna-san XDDD/ saya bikin fict baru lagi nih, padahal yang lain masih belum kelar -_- *digiles rame-rame. Yah tapi apa daya namanya juga nafsu manusia (?) ye gak? Wkkwk

Gimana untuk fict kali ini? Aneh ya =-=''?

Kalau kalian tertarik sama fict ini dimohon Review seikhlasnya u_u

Karena kalau reviewnya memuaskan saya pasti akan melanjutkan cerita ini, atau kalau kalian tidak suka dengan fict ini, saya bisa menghapusnya :D

Jadi saya mohon kritik dan saran apakah ini fict mau lanjut atau tidak hehehe

Bagi kalian yang punya saran atau ide cerita tolong beritahu saya :D~~

Okey sekian bacotan dari saya, jyaaaa minna-san~~ :*

(cipok readers yang baik atu-atu #plok)

REVIEW PLEASE ~

Special thanks for :

Emmie Fleuretta, Natchii-chan, W-vent, Karasu Uchiha, No name, Karen Uchiha, Yuki'chan Shinamori, & Uchiha