Shadow's Sky
Summary: semi-AU. Kehidupan Sawada Natsuki termasuk normal. Itu kalau kamu mau menghiraukan ayahnya adalah boss CEDEF, ibunya adalah anak dari sebuah keluarga mafia terkenal dari Amerika, Bloody Rose, kakaknya adalah penerusnya, dan dirinya adalah penerus mafia terkenal dari Itali, Vongola? Yup, pretty normal.
Fandom: Katekyo Hitman Reborn!
Rating: T
Warning(s): OOC(s). Typo(s). OC(s). Multi-language.
Disclaimer: Not own anything, except my OC(s). No more, no less.
Target 2: Hi, I'm your brother
-page break-
Last Target:
"Kyaa~! Tsu-kun! Apakah itu kamu?" teriak ibunya senang dari bawah.
Natsuki segera turun dari kasurnya dan berlari kearah ruang tamu. Natsuki langsung diam terpaku. Ia melihat seorang anak laki-laki berambut coklat sedang memeluk ibunya.
"Aku pulang, Bu,"
-page break-
Now:
"Nii-chan? Kau dimana?"
"..dimana..?"
-page break-
"Ah, halo, Natsuki," sapa anak laki-laki berambut coklat itu setelah memeluk ibunya.
"Ah.. Hi?"
Anak itu tertawa, membuat Natsuki malu.
"Ah, maaf. Sepertinya kau tidak begitu ingat, eh? Namaku Tsunayoshi, kakakmu," katanya sambil tersenyum.
Uuh, ini memang hanya perasaanku saja atau aku memang melihat tebaran bunga dibelakangnya? Batin Natsuki bingung.
"Tsu-kun~ Ibu yakin kamu pasti lapar, Ibu sudah membuat masakan kesukaanmu, loh~" kata ibunya sambil menarik Tsuna kearah ruang makan.
"Bu," panggil Tsuna dengan tatapan horor. "ini semua Ibu yang membuatnya?" tanya Tsuna sambil menatap ibunya dengan slow-motion.
Ibunya tersenyum lebar dan mejawab, "iya, Tsu-kun! Ibu membuatnya dengan penuh cinta, loh! CINTA! Jadi, dihabiskan, ya?"
Tsuna langsung menelan ludah begitu mendengar jawaban ibunya, terutama kata 'cinta' yang diucapkannya dua kali, "ah, tentu saja, Bu," jawabnya dengan nada ketakutan.
Aku jadi kasihan padanya, batin Natsuki sambil menatapi kakaknya.
Muahaha! Salahnya sendiri ia seperti Iemtsu. Tidak mengirim kabar selama ia pergi. Like father, like son, eh? Haah, batin ibu mereka.
"Selamat makan," kata Tsuna sambil berdoa, semoga aku kuat sampai akhir.
-page break-
The Next Day,
"Nah, ini dia sekolahnya, SMP Namimori," kata Natsuki sambil menunjukkan sebuah gedung yang besar.
"Sekarang, ayo kita ke Ruang Kepala Sekolah," ajak Natsuki kepada kakaknya.
"Oi! Natsuki-chan!" panggil seseorang dari belakang mereka. Dari belakang mereka, tampak seorang anak laki-laki yang seumuran dengan Natsuki. Ia berambut hitam dan bermata coklat.
"Ah, Kira! Jangan panggil aku Natsuki-chan! Aku bukan cewek!" teriak Natsuki malu.
"Ahaha! Habis, mau gimana lagi?" katanya sambil tertawa sebelum menyadari seseorang yang berada disamping Natsuki.
"Oi, Natsuki-chan, dia siapa?" tanya Kira.
"Ah, perkenalkan. Aku Sawada Tsunayoshi, kakak dari Sawada Natsuki," kata Tsuna sambil tersenyum.
Apakah ini ilusi, atau aku benar-benar melihat bayangan tebaran bunga dibelakangnya? Batin Kira sambil blushing.
Déjà vu? Batin Natsuki yang juga melihat tebaran bunga dibelakang kakaknya.
"A-ah, namaku Mitarani Kira, senang berjumpa denganmu, Sawada-senpai," kata Kira yang masih sedikit pusing dengan tebaran bunga tadi.
Tsuna masih tersenyum sebelum menatap adiknya, "Natsuki, dari sini biar aku sendiri saja. Aku dengar kamu ada kegiatan klub, kan?"
"Ah, okay. Kakak tinggal masuk saja, dari pintu utama, kakak tinggal belok ke kiri, lalu berjalan lurus terus. Ruang Kepala Sekolah berada disebelah kiri," kata Natsuki menjelaskan.
Tsuna mengangguk, "terima kasih, Natsuki. Ja!" kata Tsuna tersenyum sebelum pergi.
"Nee, Natsuki-chan," panggil Kira setelah melihat Tsuna pergi.
"Hm?"
"Orang tuamu gak salah beri nama, tuh? Elu badannya badan cowok, tapi namamu nama cewek. Sedangkan kakak elu badannya kayak badan cewek, tapi namanya nama cowok.."
Natsuki menghela nafas, "sayangnya tidak, Kira,"
-page break-
"Alright you brats! Sit down!" perintah guru mereka begitu memasuki kelas 2-4. Ia laki-laki, berumur sekitar 30-an. Matanya hitam dan berambut coklat.
"Hari ini kita kedatangan murid baru," kata guru mereka setelah semuanya sedikit tenang.
Begitu mendengar apa yang dikatakan oleh guru mereka, anak-anak kelas 2-4 langsung pada ribut.
"Shut up!" perintah guru mereka. Dan semuanya kembali tenang.
"Kau boleh masuk,"
Begitu mendengar suara gurunya, murid baru itu langsung masuk.
"Perkenalkan, saya Sawada Tsunayoshi. Senang berjumpa dengan kalian semua," kata Tsuna sambil tersenyum.
"And no questions!" teriak guru mereka sebelum anak-anak pada bertanya.
"Good," kata guru mereka. "Oh, hampir lupa. Saya Kurogami Nara. Wali kelasmu sekaligus guru Bahasa Inggris,"
"Kau duduk disana," kata gurunya setelah melihat kursi kosong didekat jendela.
"Um, ano, Sensei.." kata seorang murid yang duduknya dibelakang kursi kosong tersebut.
"Apa?"
"Disana sudah ada yang menempati," kata murid itu.
"Oh, apakah hari ini ia bolos lagi?" tanya guru mereka. Murid itu mengangguk.
"So?" Murid itu menggelengkan kepalanya.
"Good, kau boleh duduk sekarang," kata Kurogami-sensei kepada Tsuna.
Setelah Tsuna duduk, guru itu langsung memulai pelajaran, "buka buku kalian! Aku ingin kalian berdiskusi pada halaman 198.."
End of Target 2
-page break-
Aaah *histeris*
Saya lupa tulis Disclaimer di target kemarin! *nangis*
Maaf kalau target ini pendek.. *makin keras nangisnya*
Oh, well *berhenti nangis*
Saya ucapkan banyak terima kasih bagi yang sudah me-review, men-favorite-kan, dan membaca fanfic ini *bows*
Sampai jumpa di Target 3!
JackFrost14
