minna-sama XD :3 maaf untuk update yang so.. very very and extremely (?) late.

Thanks untuk para reviewer yaaa 0

Near, canoninmyself, Hikaru and sykisan, guest : maaf updatenya gakbisa cepet huhu diriku juga punya kehidupan pendidikan yang kejam u,u

Feby-chan : nanti mereka akan muncul dengan sendirinya (?) thanks untuk reviewnya di "Love Blind " yaa :D

Oh iya lupa nih, Fic ini settingnya pas mereka masih kelas XI tapi udah mau naik kelas XII.

Cipp udah gue bales cemua

Cekidot!

From Bestfriend into…?

Disclamer: Fairy Tail always Hiro Mashima's

Genre: yang pasti Friendship, kedepannya bisa romance atau angst

Warning: AU, OOC, bahasa kurang (tidak) baku, typo bertebaran.

Enjoy ^^

Chapter sebelumnya:

"Bye Luce, eh iya, sebelum itu! Aku mau nanya sesuatu dong.."

"Hm? Apaan?" tanya Lucy heran.

"Nanti.. Kamu…"

"Ya?"

"Nggg…"

Chapter 2:

Suasana diantara mereka berdua mendadak hening, dan ekspresi yang berbeda-beda. Lucy yang kebingungan dan Natsu yang ragu-ragu.

"Nggg..." Natsu kembali mengaruk-garuk pipinya yang gatal karena gak mandi sebulan. Eh canda, karena grogi.

"Apa sih cepetan apa.." dalam hati Lucy deg-degan juga sih. Kenapa Natsu ragu-ragu gini nanyain sesuatu ke Lucy, biasanya langsung frontal bin keras-keras sampai orang-orang tau apa yang mereka bicarakan.

'Kenapa Natsu nih, jangan-jangan dia mau melakukan pernyataan cin.. Aaaa! Gak gak gak gak, jangan berharap banyak Luce. Ngapain juga ngarep banyak dia juga sahabat! Ya gak lebih dari SAHABAT tapi.. Kyaaa!' inner Lucy sedang berperang karena saking deg-degan melihat reaksi Natsu.

"Kamu.. Sudah.."

"Yaaa? Yaaa?" Lucy bertanya penuh harap.

"Ngg.."

"Aduh bilang aja kenapa sih aku gak akan marah kok..."

.

.

1 jam

.

2 jam

.

3 jam

.

Semaleman..

.

Berhari-hari..

.

*DI timpuk readers*

*Gak-gak-gak canda cuman beberapa menit aja kok!* *Berlindung pake panci*

.

"Aduh.. Malu nih..." Natsu memerah.

"Gak apa kok, sante aja" padahal Lucy sudah berdebar-debar menunggu pernyataan cint—Etss! Salah.

"Hhh.."

"CEPAT ATAU KUTENDANG KAU DARI SINI!" Lucy semakin tidak sabaran.

"IYAIYA!" Natsu ketakutan dan tidak sengaja mengatakannya dengan keras.

.

.

.

"LUCE! KAMU UDAH PUNYA SOPTEK ALIAS PEMBALUT GAK BULAN INI NIH AKU DAPET BONUS KEMARIN BELANJA DI SUPERMARKET LU MAU GAK?!" Natsu berteriak dengan keras sambil menyodorkan sebungkus soptek(?) bermerek Lau*rier yang ukurannya ** dan bertuliskan "BONUS BELANJA" sampai Loki yang sedang memasukan barang ke mobil pun mendengar dan tertawa terbahak-bahak.

"Eh?"

.

1 detik

.

2 detik

.

3 detik.

.

Lucy baru menyadari

"APA-APAAN PERTANYAANMU ITU HAH?! CABUL LU CABUL! PELECEHAN !" jerit Lucy sambil menuding Natsu dan bungkus soptek dengan jari telunjuknya secara bergantian.

"TERUS MAU GIMANA LAGI LUCE? AKU GAK PUNYA SODARA CEWEK DI RUMAH IMPOSSIBLE DAN NEVER EVER EVER AKU PAKAI NI BENDA NISTA TERUS AKU APAIN DONG?"

"BUANG AJA!"

"KASIAN LAH KALO DIBUANG, INI UANG JUGA TAU!"

Oke, disini ketahuan kalau Natsu orangnya sangat perhitungan dan agak pelit.

"JUAL LAGI KE PASAR LOAK KEK ATO KEMANA BIAR DAPET UNTUNG KAMU!"

"MANA BISA LAH LUCE! Gila lu apa?!"

Sementara mereka masih berdebat dengan suara yang kelewat keras, Loki berjalan menuju mereka dan melerai sambil tertawa.

"Hahaha.. Sudah-sudah kalau Lucy tidak mau sini bawa tuh bungkusan sekresek-kreseknya. Aku baru ingat kalau beberapa hari lagi universitasku mau melakukan kunjungan ke panti asuhan disana. Dan kayaknya ada remaja yang sudah akil balik. Jadi sini aja bawa aku sumbangin daripada kalian ribut di jalan begini sampai orang lain mendengar. Ahahahaha" Loki mengambil bungkusan itu dari Natsu lalu berjalan menuju mobil sambil melambaikan tangannya.

"Hah?"

Setelah Loki berkata seperti itu, barulah Lucy dan Natsu menyadari keberadaan mereka dan beberapa pasang mata melihat ke arah mereka sambil menahan tawa. Wajah mereka memerah, Lucy menunduk menutupi wajahnya dengan rambut dan Natsu menutupi wajahnya dengan syal.

"S-s-s-s-sudah ya N-Natsu.. A-aku mau ke dalam dulu, Bye.." Lucy menuju rumahnya dengan kecepatan kilat tidak menghiraukan keadaan sekitar.

"Eh iya Luce. LUCE MAAF YANG TADI YAA!" seru Natsu saat Lucy baru mau masuk ke rumah.

"Yaaa gak apa kok.." Sahut Lucy dari dalam. Natsu langsung berjalan menuju rumahnya dan disambut oleh sang kakak sepupu tercinta –Sting- sekaligus paling menjengkelkan dengan senyuman jahilnya.

"Gimana nembak pakai bungkusan pembalutnya di jalan? Hahaha" Sting kembali tertawa.

"Diam kau Stingky! Aku lagi malu tau! Dan AKU BUKAN MENEMBAK OKE!" Natsu berteriak kesal sambil menbanting pintu kamarnya.

"Yare-yare anak itu.." Sting pun menuju ruang tengah untuk menonton tv sekaligus numpang wifi-an.

.

-skip time-

.

-di kamar Natsu-

.

Malam itu, Natsu sedang mengubek-ubek isi tas sekolahnya. Mengumpulkan soal-soal ujian yang tadi dan mengarsipnya, membuang kertas-kertas orat-oret, membuang jadwal ujian yang masih nangkring di tasnya, merapikan buku dan lain-lain.

Saat ia akan menaruh buku di rak. Sesuatu terjatuh, "Apa nih?" Natsu memungut kertas itu,

"PILIHAN UNIVERSITAS YANG AKAN DITUJU"

'Paling lambat dikumpul tanggal XX-XX-20XX

Itu pilihannya.

"WUATSSS?! OEMJIHH! Aku lupa ngisi ini padahal besok harus dikumpul astaga astaga astaga" jerit Natsu saat melihat tanggal yang tertera di kertas itu. Dia lupa ternyata dia sudah mau naik kelas XII.

"Aduh-aduh-aduh! Aku mesti gimana dong nih, mana cita-cita aku gak jelas pula! Astaga.."

Natsu kembali berbingung-bingung ria, 'Ah! Aku tanya saja mereka satu-satu deh'. Lalu Natsu mengambil hpnya dan meng-sms temannya satu persatu.

"Uwe, udah pada ngumpul formulir universitas pilihan kalian?"

Dia menunggu balasan teman-temannya dengan gelisah. Tiba-tiba hpnya berbunyi, ternyata balasan dari Jellal dan Lisanna.

Jellal "Sudah, kenapa?"

Lisanna,"Sudah Natsu, aku memilih kedokteran gigi."

Natsu langsung membalas sms dari Jellal, bertepatan dengan sms dari Gray,

"Udah dong mas api, aku milih sasing –sastra inggris-"

Selang beberapa menit, sms dari Erza, Alzack, Bisca tiba. Hp Natsu pun menjadi ramai malam itu karena dia tengah asyik membalas sms teman-temannya yang silih berganti.

.

Saat ia mau tidur. Tiba-tiba hpnya berbunyi lagi, 'Siapa sih yang sms larut-larut begini mengganggu orang mau tidur aja' batinnya. Dengan ogah-ogahan ia mengambil hpnya.

"Sorry baru bales, baru liat hp nih dari tadi keasyikan baca novel hehe. Sudah kok, kamu gimana?" bunyi sms dari Lucy.

"Gak sih, cuman nanya aja nih soalnya aku lupa ngisi. Aduh.."

Hpnya getar lagi menandakan sms Lucy masuk, "Kok bisa? Kamu maunya jurusan apa?"

"Aku? Kurang tau nih, masih mikir-mikir. Kamu gimana? Kenapa sih sekolahnya ini udah nanyain pilihan kita padahal kan masih lama tuh.."

"Aku maunya sih psikologi aja. Soalnya kedokteran udah kakak tuh, hahaha. Hm, mungkin sekolahnya mau kita membuat pilihan terus kan akan diberikan soal-soal latihan tes universitas yang bersangkutan biar kita lebih siap gitu mungkin. Kan pilihan orang beda-beda Natsu,"

Setelah mendapat sms itu dari Lucy,Natsu berpikir, 'Bener juga sih kata Luce'

Mereka lanjut sms-an sampai larut malam, sampai tiba-tiba Lucy bertanya,

"Kamu.. Mau nglanjutin kuliah dimana emang?"

"Kan sudah aku bilang belum tau Luce.. Lupa yaa? :p"

"Maksudku daerahnya.. -_-"

"Masih Jepang aja sih.. Males aku keluar.. Kalau kamu dimana?"

"Buat apa nanya gitu? Tumben nih.."

"Tidak-tidak, hanya bertanya saja kok."

"Ohh.. ya sudah, aku tidur dulu ya, ngantuk nih. Oyasumi Natsu.."

'Besok saja deh aku tanya di sekolah..'

Natsu yang masih penasaran itu ketiduran beberapa saat setelah mendapat sms begitu dari Lucy.

.

-keesokan hari, di sekolah-

Niat awal Natsu untuk bertanya pada Lucy pun lenyap karena dirinya saat tiba di sekolah langsung depresi melihat nilai bahasa inggrisnya yang nyesek alias nyaris sekali pas kkm –kriteria ketuntasan minimal- kurang lagi 1 poin, sehingga ia harus menjalani remidial hari itu juga. Natsu pun menuju kelasnya setelah melihat nilai yang di tempet di pintu kelasnya dengan lunglai. Nyawanya seakan-akan melayang dan dia super duper nyesek melihat nilainya.

"Hey, kenapa kamu kok lesu banget sih?" tanya Gajeel saat Natsu tiba di kelas dengan keadaan mengenaskan.

"Nilai inggrisku. Nyesek. Abis. Duh. Stres aku." Natsu menjawab setengah-setengah. Karena Gajeel penasaran, ia pun meneliti nilai-nilai Natsu yang ada di pintu.

"Ooh itu, iya sih nyesek kalau jadi kamu. Apalagi remidinya dilaksanakan sekarang ya untuk Inggris? Guru kita untuk pelajaran itu tidak mau kompromi sih."

"B-bener..." Natsu kembali galau di kelas. Ia sama sekali tidak mendengar guru memberikan pengumuman apapun, yang ia pikirkan hanya remidial-remidial-dan-remidial yang dilaksanakan siang itu pukul 12. Jangan lupa, sebelumnya ia sudah memohon-mohon pada Lucy untuk mengajarinya secara kilat agar remidialnya lancar.

Setelah remidial bersama beberapa orang di kelasnya. Natsu sudah agak mendingan tapi tetap saja, ia lupa menanyakan universitas pilihan Lucy dan menyerahkan formulirnya walaupun daritadi ia bersama Lucy.

.

-skip time, sore hari. Di rumah Natsu-

Natsu sedang asyik internetan di laptopnya. Maklum baru bener laptopnya setelah sebulan masuk 'UGD'. Ia membuka situs kesukaannya yaitu 'iTube' dan tidak lupa ia eksis di tuiter dan on sekaipi (?).

Tiba-tiba ada pemberitahuan chat via skype di laptopnya.

"Hey Nuts!"

Ternyata chat dari Lucy!

"Yoo Luce, whatsup?"

"iseng aja, lagi gak ada kerjaan jadi on aja deh aku, ahaha, mau video call?"

"Boleh, yuk nae"

Mereka langsung bervideo call ria dan kadang Lucy suara Lucy tertawa karena ekspresi lucu Natsu terdengar keras di kamar Natsu.

Tiba-tiba Sting dengan seenak jidat menyeruak ke kamar Natsu dan tidak sengaja melihat wajah Lucy yang terpampang di layar. Natsu kaget lalu cepat-cepat menutup laptopnya sambil memandang kesal ke arah Sting.

"Sting! Ngapain sih masuk-masuk kamar orang seenakmu! Dasar bikin kaget aja!"

Sting hanya menanggapinya dengan tertawa, "hahahaha, aku kan sudah ketuk-ketuk bilang mau pinjem charger, kamu aja yang gak denger. Terus karena tidak dikunci, ya aku asal masuk saja. Ternyata kamu lagi skypean ama cewek toh pantes gak denger hahahaha"

"Diam! Tuh charger di tempat tidur. Udah kan? Sekarang keluar cepet!" seru Natsu sambil mendorong Sting dan mengunci kamarnya dengan kesal. Setelahnya ia kembali membuka laptop dan meminta maaf.

Tapi hanya di respon dengan tawa Lucy karena ekspresi Natsu saat itu seperti anak kecil yang lagi ngambek. Beberapa menit kemudian. Lucy menyudahi karena ia dipanggil orang tuanya. Mau diajak keluar gitu katanya. Natsu pun keluar kamar untuk mengambil cemilan, kebetulan ia lagi lapar dan bertemu dengan Sting. Sting kembali menjahilinya, "Hey, kenalin dong ama teman cewekmu yang tadi itu. Cantik sih, aku jadi suka.."

"Ihh, gak boleh! Nanti dia jadi gak waras kayak kamu! Nononono" Natsu membalas sambil menggelengkan kepala dan mengibaskan tangannya bersamaan.

"Ah bilang aja itu gebetanmu yaa,"

"Nggak lah, cuman best friend doang kali."

"Best friend jadi cinta kan ahaha."

"Engga lah, uwee Sting stop ngegodain aku kenapa sih." Natsu kembali salting.

"haha beneran nih?"

"BENERAN! Cerewet lu ah!"

"Haha, yaudah kalau gitu. Aku tanya ke temanmu saja ah ahahhaa. Terus aku deketin deh tu cewek. Siapa tau dia mau sama aku, secara aku ganteng gitu." Sting pun bernarsis ria depan Natsu yang hanya sweatdrop.

"Terserah deh," Natsu merasa, Sting tidak mungkin akan mendapat nomor Lucy. Jadi ia santai saja.

Tapi suatu hari, saat liburan sekolah sudah tiba, sepupu jauh Natsu yang bernama Rogue mengunjungi Natsu dan Sting ke Jepang. Mereka tertawa-tertawa saling menceritakan kejadian lucu. Tiba-tiba hp Sting yang didekat Rogue berbunyi. Rogue yang melihatnya langsung menyambar dan membaca sms. Tiba-tiba ia berteriak,

"Ciee, email dari siapa tuhh pake emot hug segalaa aittt"

"Ihhh! Diam Rogue!" Sting mengambil hpnya dengan paksa dari Rogue, Natsu yang berada di sebelah Sting tidak sengaja melihat sms –yang tampilannya mirip chat- dan ia terbelak melihat smsnya. Tapi ia diam saja.

Sisa waktu bersama Sting dan Rogue di rumah dilewati Natsu dengan wajah yang agak down dan tawa palsu yang kerap ia keluarkan setiap Sting atau Rogue menceritakan hal-hal lucu. Menurut Natsu kelucuan dari hal-hal itu sirna, karena suasana hatinya yang sedang memburuk.

Sekitar pukul tujuh sore, Rogue pamit dari rumah Natsu dan janji mereka akan jalan-jalan besok. Setelah Rogue pulang, Natsu ke kamar dan langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan badan dan menyegarkan pikiran. Saat Natsu sedang di guyur air hangat dari shower ia kembali teringat isi sms itu, terutama bagian..

"Aku sayang kamu, Sting ({})"

Dan pengirimnya itu...

"Lucy H."

Natsu menggeranm kesal dan mengepalkan tangannya dengan erat sampai memerah,

"Gak boleh, aku gak mau kehilangan dia lagi. She's MINE!"

Well Natsu, sepertinya perang untuk memperjuangkan cintamu sudah dimulai...

.

.

.

TBC

.

.

.

Fuahhh! *ngelap ingus* /eh salah. Gimana nih? Bagus? Jelek? Biasa aja?

Maaf ya u,u

Ini spoilernya:

"Guys! Jadi ke pantai?"

"Luce, kok kamu megang hp sambil senyum-senyum terus nih? Wah ada apa-apa nih Lucy ahahha"

"Luce! Pajak donggg pajakkk ahhahaha"

"Hey Sting, Natsu kenapa?"

Sting hanya tersenyum misterius ketika Rogue menanyakan hal itu...

Thanks udah baca yaa :D walaupun silent reader gak apa sih ahaha.

Buat yang log in, review anda daku tunggu dan itu merupakan penyemangatku ahahaha.

Sekalian nih, doakan diriku di semester 2 ini yaaa.. katanya sih bakal ada try out try out gitu deh prepare UN. Yosh, cemungudh all!(?)

Sincerely, Shizuko Miyuki a.k.a AADP yang kecenya tidak tertandingi (?)