Disclaimer : I Don't Own Bleach,kalau gw punya bleach pasti gw dah naik haji.
A/N : Hai semua ini chapter 2 saya semoga suka.
X
X
X
X
A Normal Life
Matahari hampir tenggelam pada saat Yuzu dan Karin pulang dari tempat les -tiba mereka melihat sebuah cahaya hijau di langit dari tempat mereka dan Karin dengan cepat menuju ke arah cahaya itu mereka sampai di tempat cahaya itu berasal mereka terkejut bahwa tempat asal cahaya tadi berasal dari rumah mereka.
Yang lebih mengejutkan lagi didepan rumah mereka tergeletak seorang yang memakai jubah hitam dan kacamata,seorang pemuda yang berwarna putih yang menyerupai kakak mereka,dan pemuda dengan rambut orange yang tidak lain adalah kakak langsung masuk ke dalam rumahnya memanggil ayahnya.
"Otou-san,cepat keluar di depan ada Onii-chan"
Isshin yang mendengarnya langsung buru-buru keluar rumah dan melihat Ichigo bersama 2 orang lalu membawa Ichigo dan yang lainnya masuk ke lalu memeriksa keadaan mereka,mereka hanya mengalami luka lecet dan masih tidak menyangka itu benar-benar Ichigo.Bagaimana dia masih hidup? Apakah benar dia anakku? Pikir Isshin.
Keesokan harinya Ichigo mulai bangun dan kepalanya pusing sekali.Untung sekali itu hanya mimpi Pikir Ichigo.
"Itu bukan mimpi King,itu benar-benar nyata"
"Shiro benar Ichigo, Kau benar-benar kembali bertengkar dengan Rukia"
"Iya mungkin kalian benar-Tunggu dulu apa yang kalian lakukan disini? Kenapa tubuh kita terpisah? Dan bagaimana kalian bisa tahu apa yang aku pikirkan?"
Ichigo terkejut melihat bagian dari jiwa mereka ada di depan matanya dalam wujud manusia mereka.
"mungking kita terpisah sekarang King,tapi kami adalah bagian dari jiwamu jadi kami tahu apa yang kau pikirkan"
Sebelum Ichigo mulai menanyakan sesuatu,Isshin membanting pintu dengan keras dan langsung menerjang Ichigo. " IIIICCCCCHHHHIIIIGGGOOOOOO! "Dengan cepar Ichigo menangkap wajah ayahnya dan langsung membantinya ke lantai.
"Gah,Ayah macam apa yang menyarang anaknya disaat anaknya sedang tidak mood"
Setelah anaknya melepaskannya Isshin menatap anaknya dengan mata melotot dan langsung memeluk terkejut dan tidak menyangka ayahnya akan memeluknya.
"Ichigo,Ini benar-benar kau" Isshin berkata sambil menangis.
"Tentu saja ini aku,apa yang membuatmu berpikir ini bukan aku?"
"Anakku,kau terbunuh sebulan yang lalu"
"Apa? Bagaimana mungking aku terbunuh?"
Isshin duduk disamping anaknya dan meletakan kedua tangannya di pundak anaknya dan berkata.
"Sebulan yang lalu kau sedang menyelidiki sebuah grup yang melakukan bisnis senjata,narkoba,prostitusi,perdagangan organ tubuh dan berhasil menangkap beberapa anggota mereka semua mati misterius sebelum kita bisa mengintrogasi mereka"
"Kau mulai berpikir ada orang dalam kepolisian yang bekerja sama dengan kau membuktikannya kau mengalami kecelakaan,mobil yang kau kendarai di sabotase oleh salah satu anggota kawanan itu dan mobilmu masuk -hari kami mencarimu tapi hasilnya kami menganggapmu sudah tewas".
"Ayah,apakan aku adalah detektif atau semacamnya?" Tanya menatap anaknya sebentar lalu menjawab.
"Kau dulu bertemu dengan gadis yang bernama Kuchiki Rukia sedang diserang oleh anggota dari kelompok langsung menolongnya dan pada akhrinya kau berteman baik dengan gadis bilang kau inigin menjadi detektif untuk membantu orang banyak".
Isshin memeluk Ichigo lagi dan mulai bertanya."Jadi Bagaimana kau bisa hidup? Dan siapa temanmu ini?"
Ichigo kebingungan dan menengok ke arah Shiro yang hanya mengangkat bahunya dan ke arah Zangetsu yang menganggukkan kepalanya.
"Ayah perkenalkan ini Zangetsu dan My hollow Shiro" Isshin hanya mengangkat alisnya dan menatap Ichigo seperti dia sudah gila.
"Aku akan mulai dari awal,Ichigo anakmu yang sebenarnya memang sudah adalah Ichigo yang lain dan sulit untuk di percaya aku berasal dari dimensi lain"
Ichigo menjelaskan dibantu oleh Zangetsu mengenai menjelaskan tentang Shinigami dan juga menjelaskan tugas Shinigami untuk membasmi terkejut karena hollow yang hanya tidur-tiduran di ranjang Ichigo tidak menjelaskan Shiro adalah bagian dari jiwanya.
Ichigo melanjutkan penjelasannya mengenai perang musim dingin di Karakura dengan Aizen dan parra pasukan -mula Isshin tidak percaya dengan perkataan Ichigo tetapi setelah melihat Shiro yang notabene bukan manusia ia percaya.
"Apakan kau sudah memberitahu Ichigo dimensi ini bahwa kau dulu adalah kepala detektif kota Karakura?" Ichigo bertanya membuat Isshin terkejut.
"Bagaimana kau tahu aku dulu kepala detektif?"
"Karena Kurosaki Isshin di dimensiku adalah mantan captain Shinigami!"
Mendengar kalimat itu Isshin pun menjadi sangat yakin bahwa cerita yang diceritakannya tidak bohong.
"Ayo!,Masaki akan senang bila melihatmu meskipun kau bukan anaknya"
Mendengar nama ibunya Ichigo pun terdiam dan Isshin pun menatap Ichigo sebelum bertanya.
"Jadi,dia tidak selamat di duniamu" Ichigo hanya menggelengkan kepalanya.
"Maaf,aku turut berduka" mereka terdiam sejenak.
"Bisakah aku melihatnya" Isshin menganggukan kepalanya dan menuntun mereka bertiga turun.
Mereka menuju ke dapur untuk menemui Kue Coklat sudah tercium ketika mereka mulai memasuki mulai ngiler,Zangetsu yang melihat Shiro menggelengkan kepalanya sementara Ichigo tetap terdiam.
Ketika memasuki dapur,mereka melihat seorang wanita yang sedang mengangkat kue dari ia berputar Ichigo shock begitu juga dengan sampai menjatuhkan kue yang baru diangkat itu dan langsung memeluk Ichigo dan menangis.
"Oh anakku,aku tidak percaya aku bisa melihatmu lagi"
"Aku minta maaf,tapi aku bukan anakmu yang sebenarnya"
"Apa maksumu? Kau anakku Ichigo" Masaki melihat ke arah Isshin dan melihat raut sedih di wajahnya.
"Mari kita bicara di ruang tamu"
Masaki lalu memungut kue yang jatuh dan membawanya ke ruang sana Ichigo menjelaskan seperti yang ia jelaskan kepada juga menjelaskan tentang Shiro dan Zangetsu.
"Aku mengerti,aku seharusnya tidak terlalu berharap bahwa ia masih hidup" Masaki berkata dengan kecewanya.
"Kami turut berduka atas anakmu"
Masaki lalu memeluk Ichigo dan Shiro hanya memakan kue orang melihatnya sampai ia berkata.
"Apa? Aku terjebak di dalam pikiran King selama hidupku dan aku belum pernah memakan aku baru tahu bahwa kue ini membuatku ketagihan"
Shiro kembali memakan beberapa potong kue lagi lalu Masaki memeluk berhenti makan dan Ichigo melihat sedikit senyum di wajah Shiro.
"Baiklah,kalian ingin pergi ke pantai" Semua orang menganggukan kepala dan mereka pergi ke pantai.
Di pantai Ichigo,Shiro,Yuzu dan Karin bermain Frisbee sementara Zangetsu,Masaki dan Isshin hanya melihat mereka kelelahan Ichigo beristirahat dan duduk bersama ke tiga orang tua(A/N : Orang tua maksudnya orang yang lebih tua dari Ichigo).
"Jadi Ichigo,bagaimana kau bisa mendapatkan kekuatan Shinigami ini?" Tanya Isshin.
"Hampir sama dengan ceritamu waktu itu aku bertemu dengannya di rumahku,di sedang mencari hollow yang ada di tidak bisa merasakan kedatangan hollow itu karena pengaruh Reiatsuku"
"Hollow itu pun lalu menyerang Yuzu dan berniat mengorbankan diriku tapi Rukia menghalangi serangan hollow terluka ia menawarkan aku untuk menjadi menerimanya karena aku ingin melingdungi apa yang aku aku menusukan diriku dengan pedangnya dan akhirnya aku menjadi Shinigami dan mengalahkan hollow itu"
Isshin dan masaki merasa kagum pada Ichigo karena ia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi orang yang sangat di mengiatkan Masaki terhadap sosok anaknya meskipun yang ada di depan matanya sekarang bukan anaknya.
"Ichigo Jika kau tidak keberatan kau bisa memanggil kami Okaa-san dan Otou-san" Masaki berkata
"Terima kasih tapi aku lebih sering memanggil ayahku dengan sebutan oya-jii"
"Itu juga boleh"
Tak terasa hari sudah mulai semua pulang ke Klinik Kurosaki sesampainya di rumah mereka mengadakan makan makan malam usai Ichigo dan yang lain pergi tidur sementara Isshin menelpon sahabatnya.
"Hello?" suara dari telpon
"Hey Kisuke,ini kau masih punya ruang untuk 2 murid baru?"
"Ya tentu,apa saja untuk sahabatku"
To Be Continued
A/N : OK,Chapter 2 selesai tolong R&R.
Coming Soon : School And First case
