2. My cute haters
Bae jinyoung x park jihoon
Siang merangkak mengusir pagi. matahari sudah ada di puncaknya, aku tertidur lelap di atas ranjangku yang empuk. "Park Jihoon bangun!" eomma menarik tanganku untuk bangun, tapi kuacuhkan saja.
d ia mulai kesal dan menarik seprai ranjangku hingga aku jatuh dari ranjang. "ne eomma?, lima menit lagi ini masih pagi". aku berdiri dan mulai menguap.
"masih pagi?, ini sudah siang. Jika kau tak mau bangun kau tak usah tidur di dalam rumah ini!"
mataku masih terpejam, dengan rambut berantakan, tubuhku terasa berat. aku melirik jam dinding sudah jam 7, seperti tersengat listrik. aku melupakan kantukku, dan bergegas pergi ke kamar mandi. Aku berlari ke luar rumah, tampak eomma sedang menyiram bunga di taman buatannya. "eomma, aku berangkat". Teriakku sambil tergesa gesa dengan baju seragam yang lumayan rapi.
XXX
Aku memanjat pagar sekolah, menyelinap masuk ke kelas. untungnya, Yura ssaem belum masuk ke kelas. aku duduk di bangku dengan napas tak beraturan. "kenapa terlambat? Oh jihonnie apa kau tau di kelas kita akan ada murid baru?". Seonho memegang pundak kiriku, membuatku terkejut. Dia Yeo Seonho salah satu teman dekatku yang sangat menyukai makanan dan apapun tentang makanan dia adalah kata yang cocok untuk di cari sebagai ahli makanan.
"tadi ada masalah, aku tak peduli dengan info itu. Kataku ketus "jinjayo? Tapi dia itu seorang Id-". ucapnya terputus. "aku tak peduli, kau bisa pergi dulu nanti kita bicarakan?". Ucapku mulai semakin menyebalkan dengan arah pembicaraan.
"baiklah jihonnie manis" Ucapnya Ceria.
Yura Ssaem masuk ke ruang kelasku, diikuti murid baru yang dikenal oleh semua orang. ia seorang member Idol grup terkenal Wanna One, bae jinyoung. sontak, semua yeoja berteriak histeris dan beberapa namja berteriak bangga karena member idol group seterkenal dia bersekolah di sekolah ini. kecuali aku, karena aku adalah hatersnya . dari dulu aku benci padanya karena dia hanya berpura pura baik di depan kamera dan dia pernah berkata buruk tentang musik yang di keluarkan oleh idolaku.
"good morning everbody, he is new student in your class. you all know him all right?, he is the Idol Group". ucap Yura ssaem yang merupakan guru bahasa inggris.
"hai, perkenalkan. Namaku Bae Jinyoung" ucapnya ramah. aku memandang sinis padanya, akan kubuat ia tak betah di sekolah ini.
"ssaem rasa kalian sudah tau dia lebih dari ssaem bukan? Jadi jinyoung silahkan kau duduk di belakang sana" Yura ssaem menunjuk bangku di sebelahku. kurasa aku sedang sial, harus ada di dekat dengan Baeloser itu.
Aku duduk di ruang tamu rumahku, memikirkan rencana untuk mengerjai artis itu. semua cara sudah kulakukan, tapi tak kunjung berbuah hasil. aku sudah kehabisan ide. Eomma duduk di sampingku, lalu menuangkan teh kedalam dua cangkir.
"weayo? Kau terlihat murung, ada masalah?"tanya eomma. "aniyo, aku tak apa eomma"
" apa kau mempunyai kekasih sekarang? Sehingga begini" eomma menatapku penuh selidik. Aku mengambil cangkir berisi teh dan meminumnya pelan. "aku ke kamar saja jika eomma berkata hal aneh lagi". aku meninggalkan eomma sendirian.
Xxx
Aku datang ke sekolah pagi sekali. sudah kuduga, baeloser itu sudah berjalan memasuki gerbang sekolah. aku mengoleskan lem ke kursihnya, berharap ia akan segera mendudukinya. benar saja, ia duduk di kursih itu. aku bergegas meninggalkannya.
"rasakan saja, kau akan menikmati lem itu". desisku.
"apa yang menikmati?" dia mendengarnya. aku terkejut ketika tiba tiba dia di sampingku, dan yang paling penting dia tidak terjerat lem itu, usahaku lagi-lagi gagal. apa dia ini ini kucing bernyawa sembilan, hingga selalu selamat dari ulahku.
"ah, menikmati?. Itu bukan apa apa. maksudnya tikus itu". aku mencari alasan. "tikus apa?". "maksudku kucing yang menikmati memakan tikus. Aku kira kucingnya sudah masuk jebakan tikus uhmm begitulah" ucapku dengan alasan teraneh
"jinjayo? Aku kira kau akan membuat ulah padaku" ucapnya dengan wajah menyelidikiku.
"hah! Aniyao te-tentu saja setiap orang bisa berubah menjadi baik termasuk diriku" ucapku berbohong dan sedikit gugup.
Xxx
Aku berjalan lunglai di depan kelasku yang ada dilantai dua, pikiranku kosong memikirkan cara mengeluarkan namja menyebalkan itu, sambil memainkan kertas tugas dari Yura Ssaem untuk kelasku, tak kusangka kertas itu terbang tertiup angin dan tergantung di ranting pohon yang tinggi. aku memanjat pohon itu, dan berhasil kudapatkan kertas itu. tapi aku tak bisa turun.
"Park Jihoon, apa yang kau lakukan disana?"tanya jinyoung "aku tak bisa turun dasar bodoh, bagaimana ini" teriakku karena gelisah.
"loncat saja" Teriaknya
" hei kau bodoh? Aku takut, apa kau mau aku mati agar kau senang? Kau senang menghinaku dan Idol grup kesayanganku Supernova kau gila!"
"Tsk, loncat saja, ini bukan waktunya kau bercerita masalah pribadimu itu"perintahnya. dengan pasrah aku meloncat, dia menangkapku. mata kami bertemu, aku merasa ada getaran hebat dihatiku. disaat itu kusadari aku menyukainya, tapi aku tidak pernah tau itu. aku terlalu sibuk pada kebencianku, sehingga aku tidak peduli pada perhatian lebihnya.
"lihat, tidak apa apa bukan? Dan aku tak pernah menghina apapun dari supernova sunbae hanya saja aku kecewa pada perusahannya membiarkan grup berlian terpendam dengan memberikan lagu yang tidak cocok dengan mereka". Dia tersenyum padaku, dia lalu menurunkanku. "gomawo". ucapku.
"ne?"
"gomawo, kau dengar dasar bodoh"teriakku ke telinganya.
"jadi, akhirnya kucing dan tikus berdamai "
"darimana dia tau kucing dan tikus itu" gumamku pelan. aku meninggalkannya, dengan tersipu malu.
"Tentu aku tau tau tentangmu Jihoon manis"teriaknya.
Entah kenapa aku mulai mencintainya, meski tak ada yang berubah antara kami. hingga di suatu pagi, setangkai bunga mawar berada di lokerku. aku binggung siapa pemberi bunga ini.
"itu bunga dariku, kau tau mungkin aku tak bisa mengatakan seperti drama yang kumainkan dengan lancarnya bagaimana perasaanku tapi aku mencintaimu sejak pertama kali bertemu, maksudku sejak pertama kali kau mengerjaiku, kau haters manis yang pernah ku tahu asal kau tau" ucap jinyoung.
"nado saranghae" balasku tertunduk malu
