Lavena Valen Present
.
.
Hi Monogatari : Death Of Emperor
Disclaimer by. MK
.
Warn for typo
This is AU fic
.
Dont like dont read!
.
Chapter 2 : Namanya Sakura
.
Juugo melempar kayu kecil untuk menambah bara api unggun. Sementara Kimimaro pergi mencari informasi, mereka bertiga beristirahat di hutan dekat perkampungan warga. "Jadi kau sendiri tidak tahu siapa dia?"
Sasuke mengangguk. "Dia tiba-tiba datang begitu saja."
"Dilihat dari pakaiannya, dia seperti bangsawan." Juugo menambahkan.
"Hm.. mungkinkah dia salah satu gadis yang diam-diam menyukaiku? Yah.. mungkinkah dia putri raja yang jatuh cinta padaku?"
"Hentikan, Suigetsu. Kita sedang serius. Jika benar dia putri raja yang menghilang, kita bisa digantung di alun-alun karena dituduh menculiknya."
Sasuke menatap gadis yang ada di sampingnya. "Tapi aku jamin, dia bukan putri raja."
"Kenapa kau bisa seyakin itu Sasuke?"
Sasuke tidak menjawab pertanyaan Suigetsu. Ia tidak mau mereka semua tahu kalau dia terikat dengan kerajaan.
"Oh ya kalau tidak salah tadi prajurit-prajurit itu mencarimu, bukan gadis ini. Kau tahu sesuatu?"
Sasuke menggeleng, "pokoknya ini bisa jadi masalah kalau dia ikut bersama kita. Kiba tidak akan segan-segan menghukum kita."
"Lalu sebaiknyq bagaimana? Kita meninggalkannya?"
"Aku tidak setuju. Dia pasti kebingungan saat bangun." Bantah Juugo. "Benar, aku tidak akan membiarkan gadis semanis dirinya sendirian ditengah hutan."
Tapi kembali mereka bingung, bagaimana cara membawa gadis itu masuk tanpa sepengetahuan sang mandor. "Ah! Aku punya ide!" Suigetsu menyeringai.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Seorang pria bertatto berjalan menuju pintu gerbang. Ia melihat seorang pria yang menunggang kuda melaju ke arahnya. Ia tidak bisa mengenali sosok itu sampai orang itu mendekat. Rupanya yang menunggang kuda itu seorang pemuda berambut abu-abu keperakkan, bergerigi taring dengan senyum sinisnya. "Mana Sasuke?"
"Sasuke masih menunggu Juugo dan Kimimaro yang sedang beristirahat. Kudanya terluka."
Begitu alasannya, Suigetsu akhirnya diperbolehkan masuk. Ia mengikat kudanya di kandang lalu buru-buru mengitari dinding pagar bagian belakang. Ketika ia menerima sebuah aba-aba berupa tali berwarna merah, ia bersiap. Di atasnya Juugo telah datang dengan menggendong gadis itu. Ia menyerahkannya pada Suigetsu lalu pergi.
Suigetsu segera menutupi membawa gadis itu dalam sebuah keranjang, membawanya masuk ke sebuah kamar pribadi milik Sasuke lalu menguncinya.
Sementara itu digerbang Sasuke telah dihunjam dengan berbagai pertanyaan mengenai lobak dan sebagainya. Tak lama setelah pemeriksaan gerobak mereka diperbolehkan masuk.
"Sasuke.. loh kamu di sini?" Nenek Chiyo datang saat ia baru selesai mengikat tali kuda. "Ada apa?"
"Aku kira kamu tidak akan keluar kamar. Ternyata kamu berubah pikiran. Baru saja kami membuat kue beras untuk kita semua. Saat kamu membalas denga ketukan aku kira kau tidak menginginkannya. Nah kalau begitu ayo."
Suasana dapur tempat mereka memasak dan membagikan makanan sangatlah ramai. Deretan orang mengantri untuk mendapat jatah makan siang mereka. Suigetsu bahkan telah mendapat antrian ketiga dari depan ketika ia tiba. "Tunggu sebentar, mau kuambilkan untukmu?"
"Hn. Boleh aku meminta lebih? Aku sangat suka kue beras."
Sasuke lebih suka seperti itu daripada harus mengantri barisan sepanjang puluhan meter. Selain itu, ia lebih suka makan sendiri di sebuah tempat yang jauh dari keramaian.
"Maaf membuatmu menunggu. Ini! Makan yang banyak agar kau tumbuh jadi pria yang hebat."
Setelah mengucap terimakasih, Sasuke pergi ke kamarnya. Ia cukup terkejut ketika melihat gadis aneh berambut pink itu telah bangun. Bahkan sekarang dia berusaha mengacak-acak perabot kamarnya. "D-dare?" Ia berucap terbata-bata.
"Namaku Sasuke. Kamu siapa?" Sasuke tidak tahu harus bicara dari mana ketika ia menyadari gadis itu tenggelam dalam pikiran tentang sebuah nama. "Kau tidak punya nama? Lalu darimana kau berasal?"
Kali ini gadis itu terlihat tahu sesuatu. Ia menunjuk sebuah katana yang terletak di pinggang Sasuke. "Dari katanaku?"
"B-bukan katana milikmu. Itu milikku." Ucapannya agak terbata-bata seperti anak kecil yang baru bisa diajak bicara. "Memang ini bukan milikku, tapi aku tahu siapa pemilik aslinya, yang jelas bukan kau!"
Gadis itu hanya menatap keheranan. Indera penciumannya menajam ketika mencium bau harum dari arah lawan bicaranya. "Itu apa? Sepertinya enak?"
"Ah, ini kue beras. Makanlah!"
Tanpa disuruhpun gadis itu segera meraih sepotong kue beras. Ia memasukkan semuanya ke dalam mulut kecilnya hingga isi nampan yang dibawa Sasuke habis tak tersisa. Dia memakan semua kue berasnya bahkan untuk jatah Sasuke. Walaupun begitu perutnya masih berbunyi. "Masih lapar!"
"Tunggu di sini. Jangan pernah keluar selangkahpun. Aku akan kembali!"
Sasuke kembali ke dapur dan meminta seporsi lagi kue beras. Ia bisa mendapatkannya asal mau menunggu kue beras yang baru akan dibuat.
Sasuke duduk di sebuah kursi kayu yang telah lapuk. Ia memperhatikan keahlian nenek Chiyo ketika membuat kue beras dari kejauhan. Dia cukup terampil dengan usianya yang sudah menua. Tapi ada yang aneh, jauh dari pandangannya ia melihat siluet perempuan berambut pink. "Jangan-jangan..."
Sasuke bangkit dan segera mengejar siluet itu. Ia hampir mengelilingi seluruh bangunan di tempat itu namun ia tidak menemukannya dimanapun. "Tch, sebenarnya dimana dia? Larinya cepat sekali."
Sasuke terhenti. Ia menerawang dari kejauhan sebuah lorong yang menghubungjan ke kebun belakang. "Jangan bilang..."
Ia mengubah arah pencariannya menuju lorong itu. Ketika ia sampai di ujungnya, helaian bunga sakura menyambutnya. Bukan hanya itu, gadis itu juga rupanya tengah berdiri dibawah hamparan pohon sakura. Dia terlihat menikmati setiap helai sakura yang berguguran.
"A-aku tahu siapa namaku. Sakura."
"Sakura?"
"Ya. Aku adalah sakura." Tegasnya.
"Lalu darimana kau berasal? Kenapa kau ada ditempat itu? Apa kau datang bersama tentara itu?"
"Aku datang dari katanaku. Aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa ada di tempat itu."
Sasuke masih saja tidak mengerti dengan omongannya tentang katananya. "Baiklah Sakura, kau harus kembali ke tempatmu berasal. Kau tidak boleh ada di sini. Tidak ada yang melihatmu kan?"
"Aku tidak mau. Aku tidak mau pergi sebelum menerima katanaku. Selain itu aku tidak tahu harus pergi kemana." Rautnya berubah menjadi lebih suram. Ia menunduk, memandang kerikil yang terbungkus oleh coklatnya tanah.
"Tch, merepotkan. Kalau begitu kau bisa tinggal asalkan kau tidak boleh menunjukkan dirimu pada siapapun. Kalau kau ketahuan, bisa panjang urusannya, mungkin kau akan dibawa pergi."
"Hm. Aku janji aku akan bersembunyi di kamar terus. Ah, tapi..."
"Tapi apa?"
"Ada yang melihatku saat aku kemari."
"Apa? Siapa?"
"Aku tidak terlalu tahu. Dia perempuan yang rambutnya acak-acakan dan selalu terlihat seperti orang yang sedang marah."
Sasuke mengumpulkan data yang sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan Sakura. Ada beberapa orang yang terpikirkan oleh Sasuke, tapi dia tidak bisa menentukan satu diantaranya. Terlalu sulit menentukannya.
"Pokoknya kau harus kembali!"
"Sa-sasuke," untuk pertama kalinya dia menyebut namanya. "Sa-sasuke kenapa ada di tempat ini? Padahal kamu orang hebat."
"Itu bukan urusanmu."
"Ta-tapi aku tahu, kalau Sasuke itu sebenarnya seorang ouji". Aku bisa melihatnya,"
"Aku tidak peduli lagi tentang hal itu sejak dulu. Hidupku sekarang hanya berawal dari tempat ini. Jadi cepatlah kembali sebelum orang lain selesai makan."
Sakura mengangguk lalu kembali ke ruangan Sasuke.
"Maaf membuatmu menunggu. Ini dia kue beras spesial buatanku. Makan yang banyak ya Sasuke." Nenek Chiyo menambahkan seporsi lagi kue beras untuknya. Tapi berapa besarpun porsi kue beras Sakura selalu dapat melahap semuanya dengan cepat. Dia bagaikan manusia yang tidak makan selama setahun penuh. Dengan kecepatan makannya itu, bisa jadi semua persediaan untuk makan malam dapat ia habiskan detik itu juga.
"Apa kau tidak menyesal meninggalkan tempat itu?" Tanyanya di sela-sela melahap. Namun Sasuke tidak menjawab pertanyaannya walau sebenarnya dihatinya juga tengah mengalami konflik.
'Menyesal? Aku tidak mau menyesali semuanya. Karena jika menyesali artinya yang kulakukan itu tidak akan berguna lagi.'
:::::::::::::::::::::TOBECONTINUED::::::::::::::::::::::
.
.
.
Next Chapter : Uzumaki Karin
.
A/N :
Update! sedikit ya? gomen, author masih nyari-nyari darimana ceritanya dulu hehehe, di chap ini masih ttg pengenalan ya...
Diingetin lagi setting di fic ini sekitar era samurai tapi tidak berfokus pada samurai. Dan... para charanya..
:. Uchiha Sasuke 19 tahun, kalo kalian ngebayangi seperti apa penampilannya, kira-kira dia digambarkan seperti tampilan di The Last
:. Sakura Tapi bukan Haruno Sakura ya? karena disini Sakura adalah *****(no spoiler) hehehe... Sakura tampilannya pas dia masih berambut panjang ya..
:. dan... di next chapter ada Uzumaki Karin nanti akan dibahas tentang permasalahannya. Karin selalu pake kimono coklat atau merah ya..
Oki di, ini kayanya kebanyakan pengenalan yang gaje ya,
Selamat membaca dan silakan mampir lagi ya...
